SKRIPSI Jurusan Seni dan Desain - Fakultas Sastra UM
Not a member yet
    2650 research outputs found

    PerancanganIlustrasi Digital Painting Pada Novel Dewey Karya Vicki Myron dan Bret Witter

    No full text
    Abstrak Kata Kunci: Novel Ilustrasi, KucingPerpustakaan, Dewey Readmore Books Buku Novel Dewey karya Vicki Myron dan Brett Witter merupakan salah satu buku novel yang memuat cerita kisah nyata dan saratakan makna, cinta kasih, dan rasa peduli terhadap sesama makhluk hidup. Sementara itu, ilustrasi adegan akan membantu merangsang, menarik, dan memperjelas imajinasi pembaca secara visual ketika membaca adegan dan bab-bab yang ada dalam buku Novel Dewey. Olehkarena itu, diperlukan upaya melalui ilustrasi untuk mendukung adegan-adegan yang muncul dalam Novel Dewey. Tujuan dari perancangan ini adalah untuk menyajikan gambar ilustrasi berupa digital painting dalam buku Novel Dewey karya Vicki Myron dan Bret Witter untuk merangsang, menarik, dan memperjelas imajinasi pembaca secara visual ketika membaca adegan dan bab-bab yang ada dalam buku Novel Dewey. Model perancangan prosedural yang dipilih adalah model perancagan 4D, yaitu langkah-langkah dalam penelitian dan pengembangan yang terdiri dari 4 tahapan antara lain Define, Data, Design, Dessimate.mulai dari mengidentifikasi masalah dan kebutuhan target audience hingga memperkenalkan perancangan sebagai solusi permasalahan. Perancangan ini terdiri dari media utama yaitu Buku Novel Ilustrasi Dewey, serta media pendukung seperti Bantal, Poster, Sticker, X-Banner, danIklan Facebook. Data perancangan ini didapatkan melalui kuisioner yang dibagikan dan berbagai macam buku-buku yang mendukung

    PERANCANGAN KATALOG WISATA ALAM BENGKULU UTARA BERBASIS FOTOGRAFI SEBAGAI MEDIA PUBLIKASI

    No full text
    RINGKASAN   Fattah, Luthfi Abdul, 2018. Perancangan Katalog Wisata Alam Bengkulu Utara Berbasis Fotografi Sebagai Media Publikasi. Skripsi, Program Studi Desain Komunikasi Visual, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing I: Dr. Pujiyanto, Msn.Pembimbing II: Andhika Putra Herwanto, S.Sn. M.Sn.   Kata Kunci:  Katalog, Wiasata Alam, Bengkulu Utara, Publikasi  Bengkulu Utara merupakan salah satu kabupaten yang berada di Provinsi bengkulu, Indonesia. Arga Makmur sebagai Ibu Kotanya. Bengkulu Utara berada disebelah barat pulau Sumatera. Bengkulu Utara memiliki objek wisata alam yang indah dan masih banyak khalayak yang belum mengenalnya. Selain itu juga  kurangnya media publikasi yang menjadi faktor dari perancangan ini. Oleh karena itu, dibuatlah sebuah media komunikasi visual untuk mengenalkan dan mempublikasikan wisata alam Bengkulu Utara yang berupa katalog wisata alam berbasis fotografi. Dalam pengumpulan data dilakukan observasi ke Bengkulu Utara dan ke lokasi-lokasi Obyek wisata yang ada guna untuk mengetahui kondisi terbaru obyek wiasata tersebut. Kemudia melakukan beberapa wawancara yang sifatnya tidak terstruktur kepada warga sekitar dan petugas dari obyek wisata. Perancangan katalog ini menggunakan metode dari Sanyoto, dengan tahapan merumuskan latar belakang, merumuskan masalah serta menetapkan tujuan ,mengidentifikasi data dari data lapangan dan data wawancara, kemudian analisis, melakukan sintesis, kemudia konsep perancangan berupa konsep visual dan konsep verbal, melakukan proses perancangan hingga hasil akhir dari perancangan. Hasil dari perancangan ini berupa katalog wisata alam yang berbasis fotografi sebagai media publikasi dengan ukuran square 20 cm x 20 cm dengan ketebalan 44 halaman dan kurang lebih terdapat 8 objek wisata yang dikemas didalamnya dengan menggunakan pendekatan gaya layout Mondrian layout. Dan dilengkapi dengan merchandiseyaitu kaos, kalender, gantungan kunci, pouch, dan notebook.   SUMMARY   Fattah, Luthfi Abdul, 2018. Design of Nature Tourism Catalog of North BengkuluPhotography-Based As Media Publications. Thesis, Visual Communication Design Study Program, Department of Art and Design, Faculty of Letters, UniversitasNegeri Malang. Advisors: Dr. Pujiyanto, Msn. Andhika Putra Herwanto, S.Sn. M.Sn.   Keywords: Catalog, Natural Tourism, North Bengkulu, Publication North Bengkulu is one of the regencies in Bengkulu Province, Indonesia. Arga Makmur is the capital city. North Bengkulu is located west of the island of Sumatra. North Bengkulu has beautiful natural attractions and there are still many people who do not know it yet. In addition, there is also a lack of publication media which is a factor of this design. Therefore, a visual communication media was created to introduce and publish North Bengkulu natural tourism in the form of a catalog of photography-based nature tourism. In collecting data, observations were made to North Bengkulu and to locations where existing tourism objects were used to find out the latest condition of the object. Then do some interviews that are unstructured to the surrounding residents and officers from tourism objects. The design of this catalog uses the method from Sanyoto, with the stages of formulating the background, formulating problems and setting goals, identifying data from field data and interview data, then analyzing, synthesizing, then the design concepts in the form of visual concepts and verbal concepts, doing the design process to the results the end of the design. The results of this design are a catalog of photography-based nature tourism as a publication medium with a square size of 20 cm x 20 cm with a thickness of 44 pages and approximately 8 tourist objects are packed in it using the Mondrian layout style layout approach. And equipped with merchandise such as shirts, calendars, key chains, pouches and notebook

    Pengembangan Media Pembelajaran Tari ReyogDhodhogBerbasis Video untukEkstrakurikuler di SMP Negeri 5 Tulungagung,

    No full text
    RINGKASAN Tiarananda, Nadia. 2018.Pengembangan Media Pembelajaran Tari ReyogDhodhogBerbasis Video untukEkstrakurikuler di SMP Negeri 5 Tulungagung, Skripsi,JurusanSenidanDesain, Fakultas Sastra, UniversitasNegeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. EndangWaraSuprihatin, M.Pd (II) Rully Aprilia Zandra, M.Pd, M.Sn   Kata kunci: pengembangan, media pembelajaran, Tari ReyogDhodhog, video   Permasalahanpembelajaran yang terjadidalamkegiatanekstrakurikulertari di SMPNegeri 5 Tulungagungyaitu guru selalumenyampaikanpembelajarandenganmetodeceramahdanmenirukansehinggasiswakurangtertarikpadasaatpembelajaranekstrakurikulertarisertakurangadanyainovasi yang menarikuntukdijadikansebagai media pembelajaran, makadariitusekolahmembutuhkan media yang menarikyaitu video pembelajarantariReyogDhodhog.Tujuanpenelitiandanpengembanganinimembuatvideo pembelajarantariReyogDhodhog.             Metodepenelitiandanpengembanganmenggunakanmetodepengembanganoleh Borg & Gall yang dimodifikasisesuaikebutuhuanpenelitiansebagaiberikut : (1) praproduksi (potensidanmasalah, pengumpulan data, danperancangandesainproduk), (2) produksi (ujivalidasiahli, revisiproduk I, ujicobaperorangan 2 siswa, revisiproduk II, ujicobakelompokbesar 25 siswa,), (3) pascaproduksi (video pembelajarantariReyogDhodhog). Instrumenpengambilan data di ujikandandinilaiolehahlimateripertama (dosen), ahlimaterikedua (guru senibudaya), ahlidesain(dosen), dansiswakelas VIIdan VIII yang mengikutiekstrakurikulertari di SMP Negeri 5 Tulungagung yang terbagimenjadidua proses yaituujicobaperorangandankelompokbesar. Hasilvalidasidinyatakanvalid ataulayaksetelahmelalui proses ujivalidasi. Hasilpresentasedariujivalidasiahlimateripertamamemperoleh100%, ahlimaterikeduamemperoleh 89,2% danahlidesainmemperoleh 90%, uji coba peroranganmencapai 87,5%dan uji coba kelompok besar mencapai 89,6%. Berdasarkanhasiltersebut, video pembelajarantermasukdalamkriteriavalid, sehinggalayakuntukdigunakan.Berkaitandenganhasiltersebut, maka media pembelajarandapatdikatakanefektifuntukdigunakandalampembelajaranekstrakurikulertari. Penelitiandanpengembanganinimengharapkanbagipenelitiselanjutnyadapatmengembangkan media berupa games tentangtariReyogDhodhog agar media pembelajaran di bidangsenitarisemakinberagam

    Perancangan County Profile KabupatenNganjukSebagaiUpayaEksplorasi Daerah.

    No full text
    RINGKASAN   Fajaralam, Iqbal. 2018. Perancangan County Profile KabupatenNganjukSebagaiUpayaEksplorasi Daerah. Skripsi, JurusanSeni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. SugiyonoArdjaka, M.Sc, Ph.D. (II) Gunawan Susilo, S.Sn. M.Sn. Kata Kunci: Perancangan, County Profile, KabupatenNganjuk. KabupatenNganjukmerupakansalahsatukabupaten yang berada di ProvinsiJawaTimur. KabupatenNganjuksendiritepatnyaberada di bagianbaratwilayahProvinsiJawaTimur.KabupatenNganjukmemilikipotensidaerah yang melimpahmulaidariwisataalam, buatan, kuliner, seni dan budaya, peninggalansejarah dan industripertanian.Meskibanyaknyapotensi yang dimilikiKabupatenNganjukmasihbelummemiliki media komunikasi yang dapatbertujuanuntukmengeksplorasipotensidaerah dan memberipengetahuanlebihbanyakmengenaipotensikepadamasyarakat. Tujuanperancangan media komunikasitentangCounty Profileiniadalahmenginformasikan dan memperkenalkanpotensiKabupatenNganjukKepadamasyarakat. Model perancangan yang digunakanperancanguntukmerancangCounty ProfileKabupatenNganjuknantinyaadalahmodel perancanganprosedural. Model proseduraladalah model yang bersifatdeskriptif, yaitumenggariskanlangkah-langkah yang harusdiikutiuntukmenghasilkanproduk yang melipiutilatarbelakangmasalah, identifikasiperancangan, sintesis, konsepperancangan, perancangankonsep, perancangan data dan produkperancanganserta yang terakhirberupadesain final. Hasil dariperancanganiniadalahbukuCounty Profile “Selayang Pandang Nganjuk” berisitentang profile singkatKabupatenNganjukdiikutidenganpotensi-potensidaerah yang dimilikinya. Buku County Profile inimemilikiukuran 25cm x 18 cm, denganjumlahhalaman 62 halaman, penjilidandengantipe soft cover laminasidof, denganketebalanbukusekitar 1cm. Media lain berupa media bukuPromosiPariwisata dan Video County Profile.  

    CITRA WANITA DALAM IKLAN OREO THINS (ANALISIS SEMIOTIKA ROLAND BARTHES PADA IKLAN TELEVISI OREO THINS)

    No full text
    RINGKASAN.   Mutammimah, Rodhiyah. 2018. Citra Wanita dalam Iklan Oreo Thins (Analisis Semiotika Roland Barthes pada Iklan Televisi Oreo Thins). Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Sumarwahyudi, M.Sn., (II) Dhara Alim Cendekia, S.Sn., M.Ds. Kata Kunci : citra wanita, iklan televisi, Oreo Thins, semiotika Roland Barthes  Pada 19 April 2018, Mondelez International meluncurkan inovasi terbaru dari Oreo yaitu Oreo Thins. Selain mengadakan peragaan busana dalam rangka peluncuran Oreo Thins, Mondelez International juga mempromosikan melalui media iklan televisi. Oreo Thins yang merupakan merek sekunder hasil brand repositioning memiliki citra produk dan target konsumen yang berbeda sehingga iklan yang ditampilkan juga memiliki pesan promosi yang berbeda. Iklan Oreo sebelumnya identik dengan anakanak dan remaja yang ceria dengan visualisasi animasinya, sedangkan iklan Oreo Thins identik dengan wanita dewasa. Hal tersebut menarik perhatian untuk diteliti mengenai makna dan citra wanita yang dibentuk dalam iklan Oreo Thins. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Penelitian ini menghasilkan data deskriptif berdasarkan analisis semiotika dari tandatanda elemen visual dan audio dari setiap shot dalam iklan Oreo Thins. Cara pengungkapan makna dan citra wanita dalam iklan Oreo Thins menggunakan teori semiotika Roland Barthes. Semiotika Roland Barthes dikenal dengan pemaknaan dua tahap yaitu denotasi dan konotasi. Peta tanda semiotika Roland Barthes terdiri dari signifier, signified, denotative sign, connotative signifier, connotative signified, dan connotative sign. Melalui analisis semiotika Roland Barthes diharapkan dapat mengungkapkan makna konotasi yang menjadi citra wanita sebagai identitas Oreo Thins. Makna konotasi dalam iklan berkaitan dengan budaya (mitos) yang ada di masyarakat. Hasil analisis semiotika Roland Barthes pada iklan Oreo Thins adalah makna denotasi pada iklan tersebut adalah Oreo Thins terbang lalu bergelinding melewati para tokoh wanita di dalam ruang kerja fashion designer, kemudian Oreo Thins dimakan oleh wanita ceria yang memakai topi model cartwheel dan dress berwarna ungu. Makna konotasi yang terbentuk pada iklan tersebut adalah Oreo Thins merupakan camilan rendah kalori yang praktis untuk para wanita aktif, modern, fashionable, dan berstatus sosial menengah atas. Mitos dalam iklan Oreo Thins menampilkan representasi kehidupan budaya kontemporer dan urban, dengan beragam aktivitas dan gaya hidup serba modernitas, industrialisasi, sosialita, konsumtif serta gaya hidup sehat dengan mengkonsumsi makanan rendah kalori. Berdasarkan penelitian dapat disimpulkan bahwa identitas Oreo Thins berkaitan dengan citra wanita yang merupakan representasi dari mitos budaya kontemporer dan urban kaum wanita. Citra wanita yang ditampilkan dalam iklan Oreo Thins adalah wanita yang aktif, peduli, terhadap lingkungannya, menyukai hal yang sederhana dan praktis, modis, chic, elegan, kaya, classy, anggun, bahagia, berani mengekspresikan dirinya, percaya diri, feminin, trendi, cerdas, mewah, dan berstatus sosial menengah atas. Hasil temuan lain dalam penelitian ini adalah iklan Oreo Thins sesuai dengan konsep bricolage yang terlihat dari penyatuan dua gaya berbeda sehingga menimbulkan makna yang berbeda

    Perancangan Desain Merchandise Untuk Band "Kelompok Penerbang Roket" Sebagai Media Promosi Berbasis Ilustrasi Untuk Membentuk Loyalitas Konsumen

    No full text
    RINGKASAN   Rifaldi,Achmad Maulana. 2018. Perancangan Desain Merchandise Untuk Band “Kelompok Penerbang Roket” Sebagai Media Promosi Berbasis Ilustrasi Untuk Membentuk Loyalitas Konsumen.Skripsi, Program DesainKomunikasi Visual, JurusanSenidanDesain, FakultasSastra,UniversitasNegeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Sumarwahyudi, M.Sn(II) Andreas Syah Pahlevi ,S.Sn, M.Sn. Kata Kunci:desain merchandise,media promosi, ilustrasi, band Kelompok Penerbang Roket, loyalitas konsumen   Musikadalahseniilmupengetahuanmengenaikombinasiritmikdari nada-nada, baikvokalmaupun instrumental, yang meliputimelodidanharmonisebagaiekspresidarisegalasesuatu yang ingindiungkapkanterutamaaspekemosional.Dayatarikdarikeberadaan dan perkembanganduniamusikadalahsemuaaspekpendukungdarimusikitusendiri mulai dari jenis media promo, strategipemasaran, sampaipengaruhmusikkegayahidupseseorang. Eksistensimusikindie di tiapkotatakmaukalahdenganmusikmainstream. KelompokPenerbangRoketadalahsalahsatu band indieberaliran rock asal Jakarta, Indonesiayang tergolong suksesdanmampumelambungtinggi di industrimusik Indonesia.Bahkan merekasudahmempunyai fans sendiri. PencarterRoketadalahnama fans band KelompokPenerbangRoket. PencarterRokettersebar di berbagaikota di Indonesia. Untukmempertahankan agar fans KelompokPenerbangRokettetapsetiadan loyal terhadapkarya-karyamerekadibutuhkanstrategi media promosidalambentukmerchandise. Merchandisemampumenjadiperantara yang kuatterkaitstrategipromosisebuah band. Proses finansialdalamsebuah band dapatberputarmelaluimerchandise. Selainitu, melaluimerchandisejugadapatmewakilieksistensisebuah band selainpermainannya di ataspanggung. Tujuan dari perancangan ini salah satunya adalah turutsertamemajukanindustrimusikindiedi Indonesia dariaspekpromosi serta sebagai salah satu startegi pemasaran untuk mengatasi tidak lakunya sebuah rilisan fisik seperti CD album atau kaset tapesdi era milenial ini.Oleh karena itu, dengan adanya perancangan merchandiseini diharapkan mampu mengatasi fenomena tersebut sekaligusberpotensiuntukmembentukdanmeningkatkanloyalitaskonsumen/fans KelompokPenerbangRoket. Dalamperancanganmerchandiseinimenggunakanmodel perancanganprosedural, yang bersifatdeskriptifdanmenggariskanlangkah-langkah yang harusdiikutiuntukmenghasilkanproduk.Mulai dari latar belakang, pengumpulan data hingga konsep perancangan desainnya. Produk merchandise yang dihasilkan dalam perancangan ini berupa produk fashion yang umum digunakan sehari-hari dan tidak jauh dari industri permusikan, yaitut-shirt, jaket hoodie, tote bag, dan vignette book atau buku visualisasi album.

    Perancangan Motiongraphic Sebagai Media Kampanye Anti Penyebaran Berita Hoax di Media Sosial

    No full text
    ABSTRAK   Prasetya, Arie Yuda. 2018. Perancangan Motiongraphic Sebagai Media Kampanye Anti Penyebaran Berita Hoax Di Media Sosial. Skripsi, Program Studi Desain Komunikasi Visual, Jurusan Seni Dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I): Gunawan Susilo S.Sn, M.Sn (II) Andika Agung Sutrisno, S.Sn, M.Sn   Kata Kunci: perancangan, motion graphic, media kampanye, berita, hoax, media sosial Perancangan ini bertujuan untuk menghasilkan sebuah media yang informatif dan mudah dipahami oleh pengguna media sosial untuk mengurangi penyebaran hoax, serta menjadi media yang dapat  membantu pengguna media sosial untuk memahami tentang bahaya hoax. Model perancangan yang digunakan pada penelitian ini adalah model perancangan prosedural yaitu model yang bersifat deskriptif. Prosedur perancangan pada penelitian ini adalah (1) latar belakang masalah, (2)  identifikasi masalah, (3) pengumpulan data, (4) analisis data, (5) sintesis, (6) konsep perancangan, dan  (7) proses perancangan. Hasil perancangan merupakan desain final juga hasil akhir yang telah siap untuk dinikmati setelah melalui tahapan proses desain. Paparan data pada penelitian ini yaitu menggunakan (1) observasi, (2) wawancara dan (3) dokumentasi. Dalam mencapai analisis data digunakan sebuah metode yaitu analisis SWOT (Strength, Weakness, Oportunity, Treatment). Perancangan ini menghasilkan sebuah media yang berupa motion graphic, komunikasi informasi disampaikan verbal menggunakan tulisan maupun visual, menggunakan gaya flat design yang memiliki peran penting dalam sebuah media komunikasi agar informasi yang disampaikan dapat dipahami dengan baik. Melalui proses perancangan telah diciptakan motiongraphic dengan durasi 2 menit 30 detik yang memuat berbagai informasi diantaranya sejarah dipergunakannya istilah hoax, bentuk penyebaran hoax, dampak buruk penyebaran hoax, cara untuk mengenali hoax, serta himbauan untuk lebih selektif dalam memilih informasi yang akan disebarkan di media sosial. Pada perancangan ini juga terdapat media pendukung lain seperti motiongraphic dengan durasi lebih pendek yaitu 1 menit, poster infografis, serta banner sebagai media untuk menyebarkan informasi mengenai kampanye anti penyebaran berita hoax di media sosial.                 ABSTRACT   Prasetya, Arie Yuda. 2018. Perancangan Motion graphic Sebagai Media Kampanye Anti Penyebaran Berita Hoax Di Media Sosial. Thesis, Visual Communication Design Program, Departement of Art and Design, Faculty of Letters, State Universiti of Malang .Advisors (I): Gunawan Susilo S.Sn, M.Sn (II) Andika Agung Sutrisno, S.Sn, M.Sn   Keywords: design, motion graphic, media campaign, news, hoax, social media   This design aims to produce a media that is informative and easily understood by users of social media to reduce the spread of hoaxes, as well as being a media that can help social media users to understand the dangers of hoaxes. The design model used in this study is a procedural design model that is a descriptive model. The design procedures in this study were (1) background problems, (2) problem identification, (3) data collection, (4) data analysis, (5) synthesis, (6) design concepts, and (7) design process. The design results are final designs as well as the final results that are ready to be enjoyed after going through the stages of the design process. Exposure to data in this study is using (1) observation, (2) interviews and (3) documentation. In achieving data analysis a method is used, namely SWOT analysis (Strength, Weakness, Opportunity, Treatment). In this design produces a media in the form of motion graphics, communication of information conveyed verbally using writing or visual, using a flat design style that has an important role in a communication media so that the information conveyed can be well understood. Through the design process motiongraphic with a duration of 2 minutes 30 seconds which contains various information including the history of the use of hoax terms, the spread of hoaxes, the adverse effects of hoax spreads, ways to recognize hoaxes, and appeals to be more selective in choosing information to be disseminated on social media . In this design there are also other supporting media such as motiongraphic with a shorter duration of 1 minute, poster infographics, and banners as media to disseminate information about the campaign against the spread of hoax news on social media

    PENGEMBANGAN BUKU CERITA BERGAMBAR PENGENALAN CANDI PENATARAN UNTUK ANAK USIA SD/MI KELAS TINGGI DI BLITAR

    No full text
    PENGEMBANGAN BUKU CERITA BERGAMBAR PENGENALAN CANDI PENATARAN UNTUK ANAK USIA SD/MI KELAS TINGGI DI BLITAR       Yekti Rahmawati Universitas Negeri Malang E-mail: [email protected]   RINGKASAN: Di Blitar terdapat cagar budaya yang terkenal yakni Candi Penataran. Candi ini terletak di Desa Penataran, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar. Sebagai bagian dari kebudayaan bangsa, cagar budaya Candi Penataran adalah salah satu warisan budaya bangsa yang sudah membangun jati diri bangsa yang diwarnai oleh corak lokal atau kearifan lokal yang khas. Pada saat peneliti mengunjungi Kompleks Candi Penataran dan membeli buku panduan candi yang berjudul “Memperkenalkan Komplek Percandian Panataran di Blitar”  karya Soeyono Wisnoe Whardono, buku tersebut terakhir diperbarui pada tahun 1995, sejumlah kosa kata buku juga kurang sesuai untuk masa kini. Dari situ peneliti mendapatkan ide untuk mengembangkan buku pengenalan Candi Penataran yang lebih menarik. Siswa sekolah dasar kelas tinggi dipilih sebagai pembaca utama. Dari hasil kuesioner analisis kebutuhan diperoleh buku cerita bergambar dipilih oleh siswa sebagai media yang akan dikembangkan.Pengembangan buku cerita bergambar sebagai cara melestarikan wawasan kearifan lokal guna menanamkan nilai-nilai luhur budaya bangsa.Metode penelitian dan pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Research and Development (R&D) milik Sugiyono yang telah dimodifikasi menjadi 6 langkah. Langkah- langkahnya adalah (1) potensi dan masalah, (2) pengumpulan data, (3) desain produk, (4) validasi desain, (5) revisi desain, (6) uji coba produk. Jenis data yang didapat merupakan data kuantitatif dan data kualitatif. Instrumen untuk pengumpulan data terdiri dari instrumen validasi untuk ahli materi dan media, serta instrumen uji coba untuk siswa sekolah dasar kelas tinggi. Teknik analisis data yang digunakan disesuaikan dengan jenis data yang diperoleh. Hasil penelitian dan pengembangan menunjukkan buku cerita bergambar pengenalan Candi Penataran untuk siswa SD/MI di Blitar mendapat kriteria layak, yang diperoleh dari hasil data kuantitatif dengan rincian validasi ahli media dengan persentase77,63%, validasi ahli materi dengan persentase 100%, dan uji kelompok kecil dengan persentase 88,3%. Dari hasil data kualitatif ada sejumlah komentar dan saran validator untuk perbaikan produk antara lain mengganti ilustrasi ornamen gambar relief dengan menggunakan foto, penggantian teks bagian penutup dengan menyesuaikan kebutuhan tugas akhir atau tugas  mahasiswa, penambahan halaman daftar isi dan 5 sub judul cerita sehingga membuat buku cerita bergambar yang awalnya 60 halaman beserta sampulnya menjadi 70 halaman.Tahap uji coba lebih lanjut diperlukan agar tingkat kevalidan produk lebih sempurna dan siap diproduksi masal. Kata kunci : penelitian pengembangan, buku cerita bergambar, candi penataran, anak usia sekolah dasar SUMARRY: In Blitar there is a famous cultural heritage that is Penataran Temple. This temple is located in Penataran Village, Nglegok District, Blitar Regency. As part of the nation's culture, the cultural heritage of Penataran Temple is one of the nation's cultural heritages that has built national identity characterized by local style or distinctive local wisdom. At the time the researcher visited the complex of Penataran temple and purchased the guidebook of the temple entitled "Introducing the Complex Panataran Temple in Blitar" by Soeyono Wisnoe Whardono, the book was last updated in 1995, some of the book's vocabulary also less suitable for the present. From there the researchers get idea to develop a book of Penataran temple introduction more interesting. High grade elementary school students are selected as the main readers. From the results of questionnaires needs analysis obtained picture books selected by students as media to be developed. Developing picture books as a way to preserve the insight of local wisdom in order to instill the noble values of the nation. Research and development method used in this research is Research and Development (R & D) owned by Sugiyono which has been modified into 6 steps. The steps are (1) potentials and problems, (2) data collection, (3) product design, (4) design validation, (5) design revisions, (6) product trials. Types of data obtained are qualitative data and qualitative data. Instruments for data collection consist of validation tools for content and media experts, and instruments for high grade elementary school students. Data analysis techniques adapted to the type of data obtained.The results of research and development shows picture books of Penataran temple introduction for high grade elementary school (SD/MI) students in Blitar got worthy criteria, obtained from quantitative data with validation of media expert was 77,63%, content expert validation was 100%, and small group test was 88,3%. From the results of qualitative data had comments and suggestions from validator to improvement product, beetween replace illustrations ornaments relief images by using photos, replacement closed text by adjusting the needs of final project or student assignment, the addition of the table of content and 5 sub headings of the story so as to make a picture books that was originally 60 pages along with a cover of 70 pages. A further research and development is needed to improve the product validity level to more perfect and ready for mass production.       Di Blitar Jawa Timur terdapat cagar budaya yang terkenal yakni Candi Penataran. Candi ini merupakan salah satu candi yang bersifat Hindu Siwaistis. Ditemukannya kembali candi ini oleh Gubernur Jendral Sir Thomas Stanford Raffles sekitar tahun 1815 M, dan pada tanggal 19 Oktober 1995 diusulkan dalam  situs warisan dunia UNESCO (BP3 Trowulan, 2012: 22). Dalam Siagian, (2001:147) letak candi ini kurang lebih 12 km di sebelah utara Kota Blitar yang berada di Desa Penataran, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar. Pada saat peneliti mengunjungi Kompleks Candi Penataran dan membeli buku panduan candi yang berjudul “Memperkenalkan Komplek Percandian Panataran di Blitar”  karya Soeyono Wisnoe Whardono. Masalah timbul saat membaca buku tersebut karena buku terakhir diperbarui pada tahun 1995, sejumlah kosa kata buku juga kurang sesuai untuk masa kini, daftar isi dan denah candi yang seharusnya ada di halaman depan terletak di halaman belakang buku. Hasil pengamatan peneliti dari buku tamu yang terdapat di pos candi pengunjung Candi Penataran ada dari rombongan keluarga, sekolah, turis, studio foto yang melakukan sesi pemotretan maupun kunjungan perorangan. Para pengunjung berasal dari wilayah Blitar, luar daerah dan luar negeri. Sebagian besar pengunjung umum menjadikan situs Candi Penataran sebagai tempat rekreasi dan berfoto. Sedikit pengunjung yang membeli buku panduan candi tersebut kecuali yang berminat mempelajari Kompleks Candi Penataran. Peneliti mendapatkan inspirasi untuk mengembangkan buku pengenalan Candi Penataran yang lebih menarik. Siswa sekolah dasar dipilih sebagai pembaca utama buku yang akan dikembangkan. Melalui media yang menarik, diharapkan dapat memberi bekal kepada siswa mengenai wawasan kearifan lokal masa lampau dengan segala aspeknya serta turut menumbuhkan sikap untuk menghargai dan melestarikan benda peninggalan sejarah. Subjek penelitian siswa sekolah dasar yang dipilih adalah siswa kelas tinggi (IV,V,VI) . Adapun yang mendasarinya pada usia tersebut menunjukkan salah satu karakteristik perkembangan kognitif anak tahap operasional konkret yang mulai tertarik dan ingin tahu dengan mempelajari hal nyata di lingkungan sekitar mereka. Untuk membuktikan pentingnya pengembangan produk pengenalan Candi Penataran peneliti menyebarkan kuesioner (angket) kepada 40 siswa sekolah dasar kelas tinggi secara acak di MIN Kunir Wonodadi Blitar. Hasil kuesioner pertanyaan pertama mengenai apakah siswa pernah berkunjung ke Candi Penataran, (67,5%) pernah berkunjung ke Candi Penataran, (32,5%) belum pernah berkunjung. Pertanyaan kedua, jika berkunjung ke Candi Penataran kegiatan apa yang siswa lakukan, (10%) menjawab berfoto, (45%) menjawab jalan-jalan wisata, (12,5%) menjawab belajar sejarah. Pertanyaan ketiga, apakah siswa tahu nama candi apa saja yang ada di Candi Penataran dan cerita relief apa saja yang ada disana, (97,5%) menjawab belum tahu, (2,5%) yang menjawab tahu, dapat dikatakan satu orang siswa yang menjawab tahu tersebut dan menguraikan jawabannya dari pertanyaan terbuka berupa contoh bagian candi yang disebutkan adalah Candi Naga, dan relief yang diketahuinya adalah relief Sang Satyawan dan Sri Tanjung. Pertanyaan keempat apakah siswa suka berkunjung ke Candi Penataran (77,5%) menyatakan suka berkunjung, (22,5%) tidak menjawab pertanyaan. Pertanyaan kelima, jika siswa ingin mengenal Candi Penataran lebih lengkap dan menarik, media apa yang menurut siswa cocok untuk dikembangkan, (62,5%) memilih buku cerita bergambar, (22,5%) memilih komik, (15%) memilih buku teks biasa. Berdasarkan temuan hasil kuesioner dari pertanyaan terbuka pada pertanyaan ketiga hanya satu siswa tahu mengenai nama salah satu bangunan di Kompleks Candi Penataran dan dapat menyebutkan beberapa relief . Hal tersebut membuktikan pentingnya pengembangan produk yang lebih menarik untuk membantu siswa sekolah dasar agar lebih mengenal tentang Candi Penataran. Dan dari pertanyaan kelima, pengembangan produk dalam bentuk buku cerita bergambar yang banyak dipilih. Untuk itu peneliti mengambil judul “Pengembangan Buku Cerita Bergambar Pengenalan Candi Penataran untuk anak usia SD/MI Kelas Tinggi di Blitar”. METODE Metode penelitian dan pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Research and Development (R&D) milik Sugiyono.Adapun langkah-langkah penelitian dan pengembangan di tunjukkan dalam bagan berikut:   Validasi Desain   Uji coba Pemakaian                   Gambar 1   Langkah-Langkah Penggunaan Metode Research and Development (R&D) (Sumber: Sugiyono, 2011: 298) Berdasarkan sepuluh langkah-langkah dalam metode R&D pada gambar 3.1, peneliti dalam mengembangkan produk penelitian memodifikasinya mulai langkah pertama sampai langkah ke enam. Setelah langkah ke enam atau uji coba produk merupakan produk akhir. Hal ini dikarenakan menurut Fathoni, (2006:133) prosedur pelaksaan penelitian pengembangan bukan merupakan langkah-langkah baku yang harus diikuti secara baku, setiap pengembang dapat memilih dan menemukan langkah-langkah yang paling tepat bagi dirinya berdasarkan kondisi khusus yng dihadapi dalam proses pengembangan. Berikut bagan hasil modifikasi langkah-langkah metode penelitian R&D :  Produk Akhir             Gambar 2 Langkah-langkah Modifikasi Metode Research and Development (R&D)           Di Blitar terdapat potensi cagar budaya yang terkenal yaitu Candi Penataran. Pada saat peneliti mengunjungi situs candi dan membeli buku panduan candi yang berjudul “Memperkenalkan Komplek Percandian Panataran di Blitar”  karya Soeyono Wisnoe Whardono. Masalah timbul saat membaca buku tersebut karena bukunya terakhir diperbarui pada tahun 1995, sejumlah kosa kata buku juga kurang sesuai untuk masa kini, daftar isi dan denah candi yang seharusnya ada di halaman depan terletak di halaman belakang buku. Dari hasil pengamatan peneliti, dari buku tamu yang terdapat di pos candi pengunjung Candi Penataran ada dari rombongan keluarga, sekolah, turis, studio foto yang melakukan sesi pemotretan maupun kunjungan perorangan. Para pengunjung berasal dari wilayah Blitar, luar daerah dan luar negeri. Sebagian besar pengunjung umum menjadikan situs Candi Penataran sebagai tempat rekreasi dan berfoto. Jarang pengunjung yang membeli buku panduan candi kecuali yang berminat untuk meneliti Kompleks Candi Penataran. Dari situlah peneliti mendapatkan ide untuk mengembangkan buku pengenalan Candi Penataran yang lebih menarik. Pengenalan Candi Penataran penting dikenalkan sejak usia dini sehingga peneliti memilih subjek penelitian adalah siswa sekolah dasar kelas tinggi (IV,V,VI). Peneliti melakukan pengumpulan data awal melalui penyebaran angket (kuesioner)  kepada 40 siswa kelas IV, V dan VI secara acak di MIN Kunir Wonodadi Blitar. Selain teknik pengumpulan data melaui kuesioner, peneliti juga melakukan studi literatur dari buku maupun internet. Peneliti juga melakukan survei lapangan terkait kesesuaian literatur dengan bagian- bagian kompleks candi yang akan dijadikan illustrasi dalam buku cerita bergambar. Hal tersebut dilakukan untuk mendapatkan informasi yang akurat yang dapat mendukung proses desain produk awal. Berdasarkan hasil kuesioner, pengembangan buku akan dikembangkan dalam bentuk buku cerita bergambar. Dalam tahap ini, produk buku cerita bergambar bersifat prototype bukan merupakan produk final. Pengembangan buku cerita bergambar didasarkan pada tinjauan pustaka dan hasil studi lapangan.   Validasi produk dapat dilakukan dengan cara menghadirkan beberapa pakar atau tenaga ahli yang sudah berpengalaman untuk menilai produk baru yang dirancang tersebut. Setiap pakar diminta untuk menilai desain tersebut, sehingga selanjutnya dapat diketahui kelemahan dan kekuatannya. Setelah desain produk divalidasi oleh para ahli, maka dapat diketahui kelemahannya. Kelemahan tersebut selanjutnya dikurangi dengan cara memperbaiki atau merevisi desain. Produk yang telah direvisi oleh peneliti kemudian di uji cobakan untuk mengetahui keefektifan produk terebut. Uji coba dilakukan di MIN Kunir kelas IV,V, dan VI . Uji coba ini merupakan uji coba kelompok kecil dengan mengambil sampel sejumlah 15 anak. Pengambilan sampel siswa dipilih secara acak. Uji coba produk merupakan bagian yang sangat penting dalam penelitian pengembangan, yang dilakukan setelah rancangan produk selesai. Uji coba bertujuan untuk mengetahui apakah produk yang dibuat layak atau tidak. Setelah pembuatan produk awal selesai, maka untuk menguji kelayakan buku cerita bergambar tersebut perlu adanya uji produk melalui dua tahapan. Tahap pertama adalah tahap uji kelayakan oleh para pakar atau ahli guna mendapatkan kevalidan dari produk buku cerita bergambar. Tahap kedua yaitu uji coba kelompok terbatas atau uji kelompok kecil. Uji kelompok kecil dilakukan guna mendapatkan data kelayakan buku menurut subyek sasaran yaitu anak sekolah dasar kelas tinggi. Subjek uji coba dalam penelitian dan pengembangan ini terdiri pakar atau tenaga ahli dan sampel uji coba terbatas. Pakar atau tenaga ahli tersebut sebagai validator terdiri dari ahli materi dan ahli media. Dan sampel uji coba terbatas merupakan anak sekolah dasar kelas tinggi (IV,V,VI). Dalam uji coba, data digunakan sebagai dasar untuk menentukan keefektifan, efisiensi, dan daya tarik produk yang dihasilkan. Jenis data yang akan dikumpulkan harus disesuaikan dengan informasi yang dibutuhkan tentang produk yang dikembangkan.  Jenis data yang didapat merupakan data kuantitatif dan data kualitatif. Data kuantitatif diperoleh melalui pengumpulan data dari validasi ahli dan uji coba produk pada sampel kelompok terbatas. Hasil data kuantitatif  diperoleh dari hasil persentase analisis angket berdasarkan penilaian dalam skala linkert. Sedangkan data kualitatif diperoleh dari hasil evaluasi berupa saran dan komentar yang diberikan validator ahli materi, media dan siswa yang menjadi peserta uji kelompok kecil terhadap buku cerita bergambar yang dikembangkan. Data yang digunakan dalam pengembangan buku cerita bergambar ini adalah menggunakan instrumen dalam bentuk angket. Kriteria penghitungan untuk uji validasi ditetapkan dengan skor 4 sebagai tingkat ketercapaian maksimal kriteria atau aspek yang dinilai dan skor 1 sebagai tingkat ketercapaian minimal kriteria atau aspek yang dinilai. a.         Rumus pengolahan data per item     x 100%         Keterangan : P          : Persentase x          : Jawaban responden dalam satu item xi         : Nilai ideal dalam satu item 100%   : Konstanta b.         Rumus untuk mengolah data secara keseluruhan   x 100%         Keterangan : P          : Persentase ∑x       : Jumlah keseluruhan jawaban responden dalam seluruh item ∑xi      : Jumah keseluruhan skor ideal per item 100%   : Konstanta Data yang berupa persentase tersebut kemudian akan dikonversikan sesuai tabel kriteria kelayakan sebagai berikut : Tabel Kriteria Kelayakan Produk Tingkat presentase Kriteria Keterangan 76 % - 100 % Valid Layak/tidak perlu revisi 51% - 75,9 % Cukup Valid Cukup layak/tidak perlu revisi 26% - 50,9% Kurang Valid Kurang layak/revisi sebagia

    ANALISIS MAKNA TANDA IKLAN TELEVISI VERSI HUJAN TAHUN 2016 DARI PRODUSEN SEPATU MEREK AP BOOTS

    No full text
    ABSTRAK   Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna dan tanda yang ada dalam iklan TVC AP Boots versi Hujan. Bagaimana makna keseluruhan yang terkandung dalam iklan TVC AP Boots versi Hujan. Penelitian ini, menggunakan metode penelitian kualitatif. Pendekatan yang dipakai sebagai acuan dalam penelitian ini adalah pendekatan analisis semiotika dari Roland Barthes. Barthes berpendapat, bahasa adalah sebuah sistem tanda yang mencerminkan asumsi-asumsi dari masyarakat tertentu, dalam waktu tertentu. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan pendekatan analisis semiotik dari Roland Barthes. Iklan yang ditujukan untuk semua kalangan masyarakat menengah dan bawah yang memiliki aktifitas luar ruangan, dengan memanfaatkan kondisi masyarakat saat terjadi musim hujan untuk masa pengiklanannya. Proses penafsiran atau pemberian makna pada iklan TVC AP Boots versi Hujan ini menggunakan semiotika Roland Barthes. Barthes membagi proses penafsiran terhadap tanda menjadi dua tingkatan, yaitu denotasi dan konotasi. Berdasar elemen iklan pada televisi, yaitu elemen berupa video, audio, talent, setting, promps, graphic dan paccing. Semua elemen ini berkaitan sehingga tidak mudah dimengerti. Untuk mendapatkan dan memahami isi pesan di balik iklan ini, diperlukan kajian semiotika interpretatif sebagai pendekatan kualitatif untuk mengungkapkan pesan yang terkandung di balik iklan ini. Setelah melalui analisis semiotika Roland Barthes dengan menemukan makna denotatif dan konotatif, maka hasil penelitian ini terungkap bahwa setiap iklan tersebut menggunakan citra ketangguhan yang dapat kita peroleh dengan menggunakan produk AP Boots. Masyarakat mampu mendapat segala ketangguhan dan keamanan dari sesuatu yang bersifat pelindungan untuk diri sendiri untuk setiap aktifitas saat menghadapi kondisi cuaca ekstrim yang melanda. Meski pada kenyataannya masyarakat Indonesia sendiri masih berada pada taraf menengah kebawah, dan masyarakat lebih suka menunggu situasi yang dirasa aman untuk melanjutkan aktifitas, meski dirasa aman tetap saja adanya banyak bahaya untuk diri sendiri yang menanti perlu diantisipasi

    Aplikasi Berbasis Andoid Tentang Candi-Candi di Malang Raya Untuk Meningkatkan Wisata Budaya

    No full text
    ABSTRAK   RINGKASAN   Siswanto, Tirta, Aditya, 2017. Aplikasi Berbasis Andoid Tentang Candi-Candi di Malang Raya Untuk Meningkatkan Wisata Budaya. Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Drs. Sarjono, M.Sn (II) Joko Samodra, S.Kom. M.T   Kata Kunci : Perancangan, Aplikasi, Android, Candi Malang Raya, Wisata Budaya.   Candi adalah salah satu peninggalan budaya di Indonesia. Di Malang Jawa Timur terdapat candi beberapa candi yang mudah diakses yaitu Candi Singnosari, Candi Sumberawan, Candi Jago, Candi Kidal, Candi Badut, dan Candi Songgoriti. tetapi masyarakat kurang tertarik tentang informasi peninggalan bersejarah tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mencari mengapa masyarakat kurang mengetahui informasi tentang candi-candi tersebut dan menemukan solusi untuk mengatasi masalah tersebut. Model yang digunakan adalah Model perancangan yang bersifat deskriptif yaitu model yang menggariskan langkah-langkah yang harus diikuti untuk menghasilkan sebuah produk. Prosedur dalam model perancangan ini diawali dengan identifikasi masalah dan mengumpulkan data melalui dua tahap, yaitu observasi dan studi literatur. Dengan adanya aplikasi ini diharapkan menjadi sebuah inovasi yang tak hanya menarik dan mengibur, namun juga memberikan informasi kepada seluruh lapisan masyarakat. Perancangan ini akan menghasilkan media utama yaitu apikasi berbasis android Candi Malang Raya, dan video promosi tentang Candi-candi Malang Raya. Hasil perancangan ini diharapkan dapat menjadi tolak ukur dalam melakukan perancangan aplikasi, baik  bagi mahasiswa, desainer pemula, pengajar dan lain sebagainya

    0

    full texts

    2,650

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Seni dan Desain - Fakultas Sastra UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇