SKRIPSI Jurusan Seni dan Desain - Fakultas Sastra UM
Not a member yet
2650 research outputs found
Sort by
Persepsi dan Motivasi Siswa Dalam Belajar Seni Musik Karawitan Jawa Pada Pembelajaran Seni Budaya di SMA Negeri 1 Batu
ABSTRAK Adhaninggar, Hanun. 2018. Persepsi dan Motivasi Siswa Dalam Belajar Seni Musik Karawitan Jawa Pada Pembelajaran Seni Budaya di SMA Negeri 1 Batu,Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. (I) Drs. Soerjo Wido Minarto, M.Pd Kata Kunci: Persepsi, Motivasi, Seni Musik Karawitan Jawa, Pembelajaran, Seni Budaya Seni Budaya merupakan salah satu mata pelajaran yang wajib dipelajari siswa di sekolah. Seni terdiri dari empat aspek seni yaitu seni rupa, seni tari, seni musik, dan seni teater. Pelaksanaan pembelajaran Seni Budaya di SMA Negeri 1 Batu mencakup tiga aspek pembelajaran seni yaitu seni rupa, seni musik karawitan Jawa dan seni musik modern. Khusus untuk mata pelajaran seni budaya siswa dapat memilih salah satu aspek pembelajaran seni saja. SMA Negeri 1 Batu merupakan satu-satunya sekolah di Batu yang menerapkan pembelajaran seni musik karawitan Jawa sebagai pelajaran intra sekolah. Sebagian besar siswa kelas XI di SMA Negeri 1 Batu memilih seni musik karawitan pada pembelajaran seni budaya. Berdasarkan latar belakang tersebut, permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah bagaimana persepsi dan tingkat motivasi belajar siswa dalam belajar seni musik karawitan Jawa pada pembelajaran seni budaya di SMA Negeri 1 Batu. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan persepsi dan tingkat motivasi belajar siswa dalam belajar seni musik karawitan Jawa pada pembelajaran seni budaya di SMA Negeri 1 Batu. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kuantitatif dan pengumpulandatanya menggunakan angket. Teknik analisa data yang digunakan adalah teknik prosentase. Populasinya adalah siswa SMA Negeri 1 Batu. Sampel dilakukan secara sampling random sederhana pada kelas XI SMA Negeri 1 Batu yang berjumlah 260 siswa, selanjutnya pengambilan sampel dilakukan secara acak dan jumlah keseluruhan sampel adalah 52 siswa. Hasil penelitian ini adalah persepsi siswa dalam belajar seni musik karawitan Jawa pada pembelajaran seni budaya cenderung baik. Hal ini dilihat dari hasil penelitian beberapa aspek hasilnya positif. Sedangkan tingkat motivasi belajar siswa dalam belajar seni musik karawitan Jawa pada pembelajaran seni budaya cenderung tinggi. Disarankanpadaguru atau pendidik agar dapatmempertahankan dan meningkatkan motivasibelajarsiswaagar lebih baik, karena guru merupakan salah satu faktor penting dalam menunjang keberhasilan siswa untuk mendapatkan hasil belajar yang baik
PERAN IBU SEBAGAI IDE DASAR DALAM PENCIPTAAN KARYA BATIK LUKIS
ABSTRAK Putri Ilhami. 2018. Peran Ibu Sebagai Ide Dasar dalam Penciptaan Karya Batik Lukis. Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. A.A.G Rai Arimbawa, M.Sn (2) Lisa Sidyawati S.Pd M.Pd Kata Kunci: Peran Ibu, Penciptaan, Batik Lukis Peran ibu dalam mengasuh anak sangat penting dalam keberlangsungan kesuksesan seorang anak. Seorang ibu akan menjadi teladan bagi anaknya baik secara sikap maupun perbuatan. Eksplorasi gagasan dilakukan untuk membentuk suatu konsep dengan mencari peran-peran yang seharusnya dilakukan seorang ibu. Menurut Hafidz (1998) dan Mahfuzh (2003) dalam Muryono (2009) materi yang harus diberikan ibu terhadap anaknya adalah pembinaaan akidah, pembinaan ibadah, pembinaan kehidupan social, pembinaan akhlak, pembinaan perasaan, pembinaan jasmani, pembinaan intelektual, pembinaan kesehatan, pembinaan etika seksual. Pentingnya peran ibu ini mendasari terbentuk ide penciptaan batik lukis. Batik lukis merupakan batik modern. Menurut Soedjono (2010 :9), “batik lukis bercorak bebas tidak mempunyai ikatan tertentu seperti pada batik tradisional”. Batik lukis dapat dikatakan sedikit terlepas dari pakem batik yang sudah ada yaitu batik tradisional.Secara keseluruhan peralatan, bahan dan teknik yang digunakan hampir sama dengan batik tulis. Perbedaan batik lukis dan batik tulis yaitu pada teknik yang digunakan dengan penggunaan kuas untuk memoleskan malam/ lilin pada kain, dan juga pada saat pewarnaan. Metode penciptaan yang digunakan yaitu menurut L.h. Champman, dalam tulisan Ginting (2012: 8) menurutnya proses penciptaan karya seni terdiri dari 3 tahapan, yaitu: (1) tahap permulaan (Incept) merupakan upaya menemukan gagasan atau mencari sumber gagasan. (2) tahap penyempurnaan merupakan tahap pengembangan dan pemantapan gagasan awal. Pada pemantapan gagasan akan menghasilkan visualisasi karya dan judul karya yang akan digunakan. (3) tahap penyelesaian merupakan tahap pemvisualisasian ke dalam medium dengan menggunakan bahan, alat, dan teknik yang sudah ditentukan. Pembahasan karya berisi mulai dari penggalian ide hingga menghasilkan konsep. Eksplorasi bentuk, teknik, alat dan bahan hingga mendapatkan yang terpilih. Proses perwujudan karya hingga pelaksanaan pameran. Hasil visualisasi karya, identitas karya, konsep masing-masing karya, diskripsi karya beserta makna yang terkandung didalamnya. Dengan penciptanya karya seni batik lukis ini penulis mendapatkan pengetahuan dan pengalaman baru yang didalamnya terdapat permasalahan hingga mendapat solusi. Penciptaan karya seni batik lukis ini merupakan upaya yang diimplementasikan menjadi karya seni dan dijadikan media edukasi bagi penikmat maupun dirisendiri. Dengan harapan supaya masyarakat terutama khususnya para ibu menyadari pentingnya peran seorang ibu yang harus dimilikinya baik secara fisik maupun secara emosional
Perancangan Board Game Pengenalan Ragam Profesi Terapan Sebagai Media Pendukung Pembelajaran Tematik
Rusdi, Apriana . 2018. Perancangan Board Game Pengenalan Ragam Profesi Terapan Sebagai Media Pendukung Pembelajaran Tematik. Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Pujiyanto, M.Sn. (II) Joko Samodra S.Kom. M.T. Kata Kunci: Board Game, Profesi, Media Pembelajaran, Tematik Pendidikan merupakan pilar pembangun bangsa dan negara, namun di Indonesia pendidikan masih tertinggal jika dibandingkan dengan negara lainnya. Sekolah dasar merupakan tempat dimana siswa belajar pada tingkat dasar dengan sistem perpaduan antara pembelajaran dengan lingkungan disekitarnya. Hal ini disebut sebagai sistem pembelajaran tematik. Pada proses pembelajaran terdapat hal-hal yang perlu diterapkan agar proses pembelajaran menjadi lebih interaktif. Salah satu hal yang dapat menunjang ialah dengan adanya pengenalan ragam profesi sebagai media. Pada usia anak sekolah dasar, perlu adanya perencanaan karir maupun hal yang berkaitan dengan cita-cita, mengingat pentingnya pekerjaan merupakan salah satu aspek terpenting dalam kehidupan manusia. Salah satu hal yang dipelajari siswa sekolah dasar pada perencanaan karir adalah belajar melalui media buku pelajaran. Media buku tersebut seharusnya dapat ditunjang dengan adanya media lain yang memberikan kesempatan kepada siswa mengenai materi profesi. Permainan papan merupakan salah satu media yang dapat diintegrasikan dengan pembelajaran siswa dengan cara yang lebih efektif dan interaktif sekaligus menggerakkan motoric anak, sehingga materi tentang profesi yang akan disampaikan dapat tersalurkan dengan baik kepada siswa. Perancangan permainan papan pengenalan profesi ini menggunakan perancangan prosedural yang bersifat deskriptif milik Bruce Archer yang diawali dengan pencarian latar belakang masalah hingga final desain produk. Konsep desain yang didasari pada hasil perolehan data lapangan berupa hasil wawancara dan observasi dan data pustaka berupa hasil dokumen, sumber buku maupun artikel terkait. Permainan ini bertujuan agar siswa dapat mengenali berbagai macam profesi yang kaitannya dengan pembelajaran serta mampu menghargai berbagai profesi yang ada. Selain itu, media pembelajaran melalui board game dapat menggerakkan motorik anak dan membangun interaksi sosial terhadap sesama
Perancangan Animasi 2 Dimensi dan Musik tentang Kebersihan untuk Anak Usia Dini
RINGKASAN Rizsanny, HaniaImanda. 2018. Perancangan Animasi 2 Dimensi dan Musik tentang Kebersihan untuk Anak Usia Dini. Skripsi. Progam Studi Desain Komunikasi Visual, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Andy Pramono, S.Kom.,M.T.,(II) dan Rully Aprilia Zandra, S.Pd., M.Pd., M.Sn. Kata Kunci: Animasi, Musik, Kebersihan, AnakUsiaDini Animasi danmusik tentang pentingnya kebersihan merupakan salah satu media danmetode pembelajaran yang efektif untuk anakusiadini. Menjaga kebersihan lingkungan merupakan tanggungjawab semua pihak. Contoh yang paling sederhana adalah perilaku membuang sampah pada tempatnya dan di mana pun berada. Oleh karena itu kesadaran untuk membuang sampah pada tempatnya perlu ditanamkan sejak usia dini. Selain itu, kurangnya tayangan lagu anak khususnya yang menceritakan pola perilaku hidup bersih masih sedikit. Perancangan ini bertujuan untuk menambah media edukasi yang menghibur berupa animasi dan music untuk anak usia dini dan menjelaskan pemahaman pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dengan cara yang menyenangkan dan mudah dipahami. Perancangan animasi musikini menggunakan model prosedural. Model prosedural adalah model yang bersifat deskriptif, yaitu menggariskan langkah-langkah yang harus diikuti untuk menghasilkan produk. Kemudian, sistematika perancangan animasi dan musik “Kita SukaBersih” menggunakan model perancangan 4D. Model perancangan 4D terdiriatas 4 komponen, yaituDefine, Data, Design, and Dissemination. Sedangkan untuk memperoleh strategi promosi yang efektif untuk film animasi music ini maka dilakukan analisis dengan menggunakan metode analisis SWOT. Kemudian, perolehan data perancangan melalui penyebaran angket desain karakter dan wawancara tidak terstruktur. Pemilihan desain karakter berdasarkan hasil penyebaran angket pada ana kusia 5-7 tahun, yaitu desain karakter yang mereka sukai. Animasi 2 dimensi yang dirancang berupa 1 buahfilm animasi musikyang berdurasi 5 menit 8 detik dalam format MP4 berukuran 1280x720pixel. Konsep yang diterapkan dalam film animasi music tentang kebersihan “Kita Suka Bersih” ini adalah konsep lagu dan musik yang sederhana, riang gembira, dan memiliki lirik yang ringan. Selain itu karakter hewan yang lucu dan menggemaskan, hasil media di-upload keYoutube dan media pendukung berupa akun sosial media Instagram, Facebook fanpage, kaos, tas kerut, paper toys, dan x-banner. Animasi musik tentang pentingnya kebersihan merupakan salah satu media dan metode pembelajaran yang efektif untuk usia anak dini. Dalam perancangan film animasi musik ini, masyarakat dibukakan wawasan tentang pentingnya lagu anak-anak untuk menjadi media pendukung yang lebih komunikatif. Animasi dan musik ini juga diharapkan akan menambah wawasan anak-anak dengan cara yang menyenangkan dan mudah dipahami
Kisah Asmara Dalam Cerita Panji Sebagai Sumber Inspirasi Pencinptaan Seni Lukis. Skripsi
ABSTRAK Christiawan, Rio. 2018. Kisah Asmara Dalam Cerita Panji Sebagai Sumber Inspirasi Pencinptaan Seni Lukis. Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Drs. Didiek Rahmanadji, M.Pd., Fenny Rochbeind, S.Pd., M.Sn. Kata kunci : Cerita Panji, Penciptaan, Seni Lukis. Cerita Panji merupakan karya sastra khas Jawa Timur yang mengisahkan tentang hubungan asmara Raden Panji Asmorobangun dengan Dewi Sekartaji. Masalahnya masyarakat hanya mengenal kedua tokoh ini melalui wujud topeng, seni pertunjukan seperti wayang, tarian, dan pertunjukan teater. Oleh sebab itu Cerita Panji menjadi sumber inspirasi penciptaan enam karya seni lukis,agar mendapat apresiasi positif dari masyarakat. Ide penciptaan adalah ‘Cerita Panji’ didasari konsep ‘pelestarian budaya Jawa Timur’. Sedangkan tema penciptaan adalah ‘hubungan asmara dan spiritualitas tokoh dalam Cerita Panji’. Karakteristik lukisan nampak pada tampilan figur Panji Asmorobangun dan Dewi Sekartaji. Penelitian ini merupakan jenis penelitian penciptaan seni, dengan menggunakan metode M.Alma Hawkins yang meliputi ekpslorasi, improvisasi, dan pembentukan. Tujuan penciptaan yang pertama adalah untuk mewujudkan ide penciptaan karya lukis yang terinspirasi dari kisah asmara dalam Cerita Panji pada keenam karya lukis dan yang kedua adalah mendeskripsikan hasil karya lukis yang terinspirasi pada kisah asmara dalam Cerita Panji. Melalui karya seni lukis yang diciptakan, diharapkan dapat menjadi media apresiasi dan refleksi bagi masyarakat. Dapat memberikan pengetahuan dan wawasan tentang Cerita Panji sebagai salah satu warisan budaya yang perlu dilestarikan. Pelestarian budaya melalui Cerita Panji yang divisualisasikan ke dalam lukisan, merupakan salah satu media penyampai pesan nilai-nilai budaya sebagai citraan bangsa
Redesain Kemasan “Pia Glenmore” sebagai Peningkatan Citra Produk Khas Banyuwangi
ABSTRAK Banyuwangi merupakan kabupaten yang terkenal dengan wisata alam, budaya, dan kuliner. Dari semua kekayaan yang dimilik Banyuwangi, oleh-oleh khas merupakan nilai tambah tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung. Pia Glenmore merupakan salah satu produk kue yang sudah ada sejak tahun 80-an dan menempatkan diri sebagai makanan oleh - oleh khas Banyuwangi. Dalam upaya memberikan identitas dan ciri khas, sebagai cara untuk mencitrakan diri menjadi oleh-oleh khas yang mampu mewakili citra Kabupaten Banyuwangi maka redesain kemasan menjadi salah satu cara yang bisa dilakukan. Metode yang digunakan mengacu pada metode pengembanagn R&D melalui proses pengumpulan data kualitatif dan kuantitatif. Hasil data yang telah dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumen kemudian dianalisis sebagai langkah awal memvisualisasikan desain kemasan. Selanjutnya akan dilakukan uji validitas untuk mengetahui keefektifan desain produk yang telah dihasilkan. Kekurangan yang ditemukan dalam masa uji coba akan di revisi untuk menghasilkan desain final yang dapat digunakan. Pada saat ini fungsi kemasan tidak hanya melindungi sebuah produk namun juga harus mampu menjual produknya. Maka konsep yang digunakan adalah dengan mengubah kemasan lama dengan kemasan baru yang lebih menonjolkan sisi estetik, inovatif, dan komunikatif. Salah satunya dengan mengangkat tema wisata alam di Kabupaten Banyuwangi. Pengembangan kemasan ini juga didukung dengan adanya perancangan media promosi baik melalui media online maupun offline. Terciptanya kemasan Pia Glenmore diharapkan dapat menjadi salah satu ikon kuliner dan turut serta mempromosikan tempat-tempat pariwisata yang ada di Kabupaten Banyuwangi
MANGAN SATE, SAK SUNDUKE
ABSTRAK Varisandi, Syafiq. 2018. Penciptaan Karya musik Mangan Sate, Sak Sunduke. Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Unversitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Soerjo WIdo Minarto. M.Pd, (II) Ika Wahyu Widyawati. M.Pd. Kata Kunci: penciptaan karya musik Mangan Sate, Sak Sunduke. Karya musik penciptaan yang berjudul Mangan Sate, Sak Sunduke menceritakan tentang kehidupan manusia selama hidup di dunia agar selalu ingat kepada Allah SWT, dan menggambarkan perilaku kehidupan manusia seperti sombong, dan mengambil hak orang lain. Karya musik penciptaan ini menggunakan jenis musik yaitu musik program. Musik program merupakan musik yang menceritakan tentang suasana yang disajikan dalam bentuk instrument musik. Komposer dalam membuat karya musik melalui tahapan metode penciptaan, seperti exploration, experimentation, forming, compossing dan performing. Model penyajian karya musik ini menggunakan ansamble campuran, ansamble terdiri dari ansamble sejenis dan ansamble campuran. Karya musik penciptaan yang berjudul Mangan Sate, Sak Sunduke didukung dengan vocal dan instrument lainnya sehingga membentuk orkestrasi. Karya musik penciptaan yang berjudul Mangan Sate, Sak Sunduke menambahkan instrument rebana, pada instrument saron menggunakan teknik carug, menggunakan pola pukulan keroncong dengan mengalih fungsikan instrument seperti keyboard, violin, violoncello dan menambahkan cymbal, triangle, dan saron sebagai pendukung. Karya musik penciptaan yang berjudul Mangan Sate, Sak Sunduke terdapat empat bagian. Bagian ke- 1 menggunakan tempo adagio 75 Bpm, skala tangga nada mayor, minor dan sukat 4/4. Bagian ini menggunakan variasi melodi dan variasi irama yang menggambarkan amal perbuatan buruk. Tangga nada pentatonis yaitu saron pelog seperti ji-ro-lu-nem-mo-ro-ro-lu-ro-ji. Transisi tempo berubah menjadi largo 59 Bpm dan menggunakan tangga nada mayor menggambarkan amal perbuatan baik. Bagian ke- 2 tempo berubah menjadi larghetto 61 Bpm terdapat penambahan rebana untuk menunjukkan unsur religi Bagian ke- 3 terdapat solo violoncello menggunakan teknik slide, tremolo dan pizzicato, selain itu terdapat accent memberikan tekanan dan perubahan tempo andante 80 Bpm, sukat 5/4 dan suara vocal berbunyi keras dengan artikulasi tidak jelas. Bagian transisi terdapat 10 bar dialih fungsikan sebagai instrument musik keroncong, seperti keyboard berfungsi sebagai cak, violin berfungsi sebagai cuk dengan teknik pizzicato, violoncello sebagai cello keroncong, triangle dan cymbal berfungsi sebagai pendukung. Bagian ke- 4 variasi bebas dengan mengembangkan pola pada bagian ke- 1 dan bagian ke- 3 menggunakan instrument isinya tentang nasehat mengajak untuk kembali kejalan yang benar. Ketika hidup di dunia, manusia mempunyai perbuatan baik dan buruk yang nantinya mendapat balasan setimpa ketika diakhirat. Karya musik penciptaan ini agar dijadikan referensi bagi mahasiswa PSTM konsenrasi musik dan sebagai pitutur bagi masyarakat umum
Analisis Visual Pada Motif Karya Rumah Batik Wirodipuro Pesisir Besuki Kabupaten Situbondo
ABSTRAK Marlinda, Antika, 2018. Analisis Visual Pada Motif Batik Karya Rumah Batik Wirodipuro. Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. A. A. G. Rai Arimbawa. M. Sn. (2) Lisa Sidyawati S. Pd. M. Pd. Kata Kunci: Rumah Batik Wirodipuro, Motif Batik, Warna Batik. Wirodipuro merupakan gelar dari pembabat tanah Besuki yaitu Raden Bagus Kasim yang diberi gelar Wirodipuro pertama oleh ayah dari Raden Bagus Kasim yaitu Raden Wirobroto. Wiro yang artinya Pahlawan dan Dipuro artinya Daerah. Rumah batik wirodipuro berdiri pada tahun 2015.Rumah batik ini terletak di Jl. Sepudi no. 57 DesaPesisir Kecamatan besuki Kabupaten Situbondo. Walaupun termasuk baru, Rumah Batik Wirodipuro ini sudah menghasilkan berbagai macam karya batik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui motif dan warna pada karya Rumah Batik Wirodipuro dengan menggunakan metode penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data diperoleh dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Dalam penelitian ini, peneliti bertindak sebagai instrumen aktif dalam upaya mengumpulkan data di lapangan. Dari sekian karya yang dihasilkan, peneliti memilih tiga sampel batik untuk diteliti. Batik pertama motif burung merak yang terinspirasi dari ikon Taman Nasional Baluran yaitu burung merak hijau. Batik motif burung merak kembang waru ini terdiri dari motif utama yaitu burung merak, motif pendukung yaitu bunga waru dan tumbuhan bakau, dan yang terakhir isen-isen yaitu ombak. Yang unik dari batik ini yaitu menggunakan teknik colet dan teknik Smoke. Batik motif kerang kembang waru ini terdiri dari motif utama yaitu Kerang kembang waru, motif pendukung yaitu motifkembang waru dan kerang, dan motif isen yaitu titik-titik. Yang terakhir yaitu batik motif kelapa muda dan biota laut. Motif ini sama seperti motif batik kedua yaitu motif khas Situbondo namun yang membedakan yaitu motif ini tidak menggunakan teknik yang sama dengan motif batik kedua. Batik motif kelapa muda dan biota laut ini terdiri dari motif utama yaitu motif biota laut,motif pendukung yaitu motif kelapa muda dan motif isen yaitu motif kelapa. Warna pada batik pertama didominasi warna hijau, oranye dan biru pada motif, warna putih pada background. Kemudian motif kedua dari karya rumah batik ini yaitu motif kerang kembang waru. Warna pada batik kedua didominasi warna pink, ungu muda, hitam pada motif dan ungu tua pada bagian background .Warna yang digunakan pada batik ketiga yaitu dominan menggunakan warna merah, coklat, hijau pada motif dan kuning pada background. Jadi kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa motif batik karya Rumah Batik Wirodipuro keseluruhan menggunakan motif biota laut (kerang, keong, cekomang, bintang laut dan lain sebagainya).Selaini tu Rumah Batik Wirodipuro menggunakan burung merak sebagai motif khas Rumah Batik Wirodipuro
TradisiMepeKasurTerhadapPengembanganPariwisataBudaya Di DesaKemirenKecamatanGlagahKabupatenBanyuwangi
ABSTRAK Pemerintah kabupaten Banyuwangi fokus dalam mengembangkan sektor budaya daerah dalam upaya pelestarian dan pengembangan budaya lokal, salah satu budaya lokal yang diangkat adalah tradisi mepe kasur. Tradisi mepe kasur dilaksanakan satu tahun sekali pada bulan Dzulhijjah, hari senin atau hari jum’at dan di kemas dalam acara Banyuwangi Festival, uniknya kasur yang di jemur oleh masyarakat desa Kemiren memiliki keseragaman warna, yaitu warna dasar hitam dengan tepian merah, kegiatan ini dilakukan oleh ratusan warga di sepanjang jalan , dan di depan rumah penduduk berjajar rapi jemuran kasur. Pelaksanaan tradisi mepe kasur ini, hanya dilakukan di Desa Kemiren kecamatan Glagah Kabupaten Banyuwangi. Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan (1) pelaksanaan tradisi mepe kasur di desa Kemiren kecamatan Glagah kabupaten Banyuwangi, (2) peran pemerintah terhadap tradisi mepe kasur dalam pengembangan pariwisata budaya di desa Kemiren kecamatan Glagah kabupaten Banyuwangi, dan (3) makna simbolik dan filosofi kasur Kemiren. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif. Lokasi penelitian di desa Kemiren kecamatan Glagah Kabupaten Banyuwangi. Narasumber utama dalam penelitian ini adalah Suhaimi, dan Sidik. Prosedur pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Kegiatan analisis data di mulai dari tahap reduksi data, kemudian penyajian data dan mengambil kesimpulan. Pada pengecekan keabsahan data digunakan triangulasi teknik dan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) pelaksanaan tradisi mepe melewati tiga tahapan yaitu, pra pelaksanaan, inti pelaksanaan, dan pasca pelaksanaan. (2) peran pemerintah daerah dan desa dalam pelaksanaan tradisi mepe kasur meliputi publikasi, pendanaan, dan pengembangan. (3) makna simbolik kasur kemiren terletak pada warna dan ukuran kasur. Warna hitam menyimbolkan kelanggengan, warna merah menyimbolkan keberanian. Makna filosofi, warna merah berani menghadapi permasalahan rumah tangga. Warna hitam artinya, segala bentuk permasalahan yang ada tidak menjadikan pasangan suami istri berpisah, harus tetap langgeng abadi. Kesimpulan yang didapatkan melalui penelitian ini adalah kasur hitam dengan tepian merah wajib di berikan orang tua kepada anak perempuan yang akan menikah. Pengembangan pariwisata budaya banyuwangi fokus dalam melestarikan aset budaya daerah yang di miliki, salah satunya adalah tradisi mepe kasur. Tradisi mepe kasur merupakan bagian dari rangkaian acara tumpeng sewu, sehingga peneliti lain bisa meneliti dari beberapa aspek lain, seperti sesaji yang terdapat dalam pelaksanaan tumpeng sewu, arak-arakan barong
Pengaruh Bermain Alat Musik Rekorder Terhadap Kecerdasan Musikal Pada Mata Pelajaran Seni Budaya Di SMP Negeri 1 Lawang
ABSTRAK Ristantyo, Agil, Rizky. 2018. Pengaruh Bermain Alat Musik rekorder terhadap Kecerdasan Musikal Pada Mata Pelajaran Seni Budaya di SMP Negeri 1 Lawang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Seni Tari dan Musik, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Ninik Harini, M.Sn, (2) Kelik Desta Rahmanto, S.Sn, M.Pd. Kata Kunci: Bermain, Rekorder, Kecerdasan Musikal SMP Negeri 1 Lawang terdapat beberapa siswa kelas VII yang tidak dapat menirukan nada pada keyboard dengan tepat sehingga menjadi dasar bagi peneliti untuk melakukan penelitian tentang pengaruh pelatihan memainkan instrumen musik terhadap tingkat kecerdasan musikal. Penggunaan rekorder dipilih karena alat musik rekorder sederhana, mudah didapat dan terstandar. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk membuktikan adanya pengaruh dari pemberian media rekorder terhadap kecerdasan musikal pada siswa SMP Negeri 1 Lawang kelas VII – D. Pengukuran musikalitas dilakukan dengan menggunakan soal lembar penilaian. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian pre-experimental (eksperimental semu) dan dengan metode one group pretest posttest design. Saat melakukan pretest, subyek penelitian menjawab soal lembar penilaian. Subyek diberikan perlakuan selama 1,5 bulan atau 6 minggu dengan 1 minggunya dilakukan 2 kali perlakuan dengan diberikan teknik-teknik bermain rekorder, setelah itu dilakukan posttest. Posttest dilakukan dengan menjawab soal lembar penilaian yang sama. Setelah dilakukan pretest dan posttest dilakukan, pengolahan data dilakukan dengan menggunakan uji-t dengan syarat melakukan uji normalisasi dan uji homogenitas terlebih dahulu. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, diperoleh hasil penerapan bermain rekorder terhadap kecerdasan musikal rata-ratanya 11.47 dan standar deviasi 2.88 dibandingkan dengan sebelum pemberian bermain rekorder rata-ratanya 9.28 dan standar deviasi 4.95. Berdasakan data hasil penelitian yang diperoleh rata-rata posttest lebih tinggi dibanding rata-rata pretest Kesimpulan yang diambil dari penelitian ini adalah latihan bermain rekorder secara signifikan berpengaruh terhadap kecerdasan musikal pada siswa SMP Negeri 1 Lawang kelas VII – D. Berdasarkan kesimpulan tersebut, maka selanjutnya mengemukakan saran yaitu perlu diadakannya penelitian yang serupa dengan tambahan pemberian latihan bermain alat musik sederhana