SKRIPSI Jurusan Seni dan Desain - Fakultas Sastra UM
Not a member yet
    2650 research outputs found

    PENCIPTAAN PRODUK KRIYA LAMPU HIAS DENGAN MEMANFAATKAN LIMBAH SERBUK SERUTAN KAYU

    No full text
    ABSTRAK  Khafdoh. 2018.Penciptaan Produk Kriya Lampu Hias dengan Memanfaatkan Limbah Serbuk Serutan Kayu, Skripsi,Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Ponimin, M. Hum.   Kata Kunci: Penciptaan, Serbuk Serutan Kayu, Seni Kriya, Lampu Hias. Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan pabrik pengolah kayu terbanyak, kota-kota itu diantaranya Gresik, Surabaya, Sidoarjo, dan Lumajang serta masih banyak kota lainnya. Pengolahan kayu seringkali menghasilkan limbah berupa serbuk serutan kayu. Sejauh ini limbah serbuk serutan tersebut hanya diolah menjadi bahan kayu bakar, alas kandang dan campuran pupuk organik. Pada dasarnya limbah kayu memiliki potensi tinggi untuk dijadikan karya seni. Berdasarkan hal tersebut, tercipta ide dari kegelisahan pencipta untuk membuat atau menciptakan kaya seni kriyadengan memanfaatkan limbah kayu khususnya limbah serbuk serutan kayu menjadi karya seni lampu hias. Penciptaan atau pembuatan karya seni lampu hias ini memilki beberapa tujuan dan manfaat, baik bagi pencipta sendiri maupun bagi masyarakat umum, yaitu: (1) menghasilkan konsep penciptaan karya seni kriya serbuk serutan kayu lampu hias berbagai bentuk. (2) mengeksplorasi teknik (3) mewujudkan proses penciptaan karya seni kriya lampu hias berbagai bentuk. (4) mengeksplorasi bentuk karya seni kriya lampu hias. Adapun maanfaat dari penciptaan ini adalah memberikan informasi pengetahuan baru yang nantinya akan menginspirasi orang lain agar terpacu untuk mengembangkan inovasi-inovasi baru yang lebih kreatif. Langkah-langkah dalam penciptaan seni kriya lampu hias yaitu pengolahan sumber ide, mencari sebuah ide atau gagasan yang kemudian dijadikan konsep. Konsep yang diperoleh inilah yang diwujudkan dalam bentuk gambar sketsa.Langkah selanjutnya adalah aktualisasi sumber ide pada media serbuk serutan kayu. Mengolah limbah serbuk serutan kayu menjadi adonan yang terdiri dari campuran serbuk serutan kayu, lem kayu dan air, selanjutnya adonan tersebut dicetak pada bidang tertentu, apabila persegi dicetak dan ditatata diatas lembaran plastik, sedangkan bulat atau lingkaran dicetak pada bola plastik lalu dikeringkan. Pada proses selanjutnya adalah merangkai dan merekatkan hasil cetakan pada rangkaian yang telah dibuat. Dilanjutkan dengan proses merangkai rankaian lampu serta proses finishing. Enam karya seni kriya lampu hias ditampilkan menggunakan media estetik berupa titik, garis, bidang, warna dan tekstur. Karakter seni kriya lampu hias berupa dominasi bentuk-bentuk geometris dan bentuk bebas. Karya-karya itu yaitu, (1) berjudul persegi susun, (2) berjudul pohon cahaya, (3) berjudul persegi jam pasir, (4) berjudul lampu ubur-ubur, (5) berjudul persegi melayang, (6) berjudul bulatan asik. Tekstur yang dihasilkan limbah serbuk kayu tersebut mampu memberikan efek naturaluntuk menunjukkan kealamian kayu yang dikemas secara modern menjadi sebuah lampu hias. Diharapkan karya tersebut mampu memberi wawasan bagi pencipta maupun khalayak umum. Selain itu, karya lampu hias ini diharapkan dapat menyadarkan masyarakat bahwa limbah industri dapat dirubah menjadi karya bernilai estetik tinggi, nilai fungsional dan nilai ekonomis.   ABSTRACT   Debi, Khafdoh. 2018. Creation of Kriya Decorative Lamp Products by Utilizing Wood Powder Waste, Thesis, Department of Art and Design, Faculty of Letters, State University of Malang. Advisor: Dr. Ponimin, M. Hum.   Keywords: Creation, Wood Powder, Craft, Decorative Lamp.   East Java is one of the provinces with the largest wood processing factory, the cities include Gresik, Surabaya, Sidoarjo, and Lumajang and many other cities. Wood processing often produces waste in the form of wood shavings. So far, the waste of shavings is only processed into wood fuel, cage base and organic fertilizer mixture. Though wood waste has a high potential to be used as a work of art. Based on this, created the idea of ​​the creator's anxiety to create or create a rich art craft by utilizing wood waste, especially waste wood powder into decorative lamp artwork. The creation or manufacture of decorative lamps has several purposes and benefits both for the creators themselves and for the general public, namely: (1) produces the concept of creation of art craft powder wood shavings lamps of various shapes. (2) exploring technique (3) realizing the process of creating decorative craft artwork of various shapes. (4) explore the art form of ornamental lamp craft. The maanfaat of this creation is to provide new knowledge information that will inspire others to be encouraged to develop new innovations that are more creative. Steps in the creation of ornamental lamp craft art is the processing of the source of ideas, looking for an idea or idea which then made the concept. The concept obtained is manifested in the form of sketch drawings. The next step is the actualization of the source of ideas on wood powder shavings. Processing waste wood powder into a mixture consisting of a mixture of wood shavings, wood glue and water, then the dough is printed on a particular plane, when the square is printed and stacked on a plastic sheet, while the round or circle is printed on a plastic ball and then dried. In the next process is to assemble and paste the printout on the circuit that has been made. Followed by the process of assembling the lights rank. In the next process is the finishing process to re-check the work and then given the final touch in the workmanship. In the last process is the packaging process where the work has been finished and ready to be used without the need to check the work again. Six works of decorative art craft are displayed using aesthetic media in the form of dots, lines, fields, colors and textures. The art of decorative lamps consists of the dominance of geometric forms and the free form. The works are, (1) titled square stack, (2) titled light tree, (3) titled square of an hourglass, (4) entitled jellyfish lamp, (5) titled square drift, (6) entitled hot sphere . The resulting texture of the waste wood powder is able to provide a natural effect to show the naturalness of wood that is packed in a modern lamp decorative. It is expected that the work can provide insight for both creators and the public. In addition, theornamental lamps are expected to make people aware that industrial waste can be converted into high esthetic valuable work, functional value and economic value

    Analisis Proses Pembuatan dan Visualisasi Produk Sentra Mebel Kayu di Kelurahan Bukir Kota Pasuruan

    No full text
    ABSTRAK   Pasuruan memiliki beberapa potensi industri yang mendukung perekonomian masyarakatnya salah satunya yaitu pada industri mebel kayu. Industri mebel kayu terbesar Kota Pasuruan berada di Kelurahan Bukir Kecamatan Gadingrejo. Kelurahan Bukir berada 6 km dari pusat Kota Pasuruan. Posisi geografisnya cukup strategis serta dekat dengan pusat kota. Kelurahan Bukir merupakan pusat perdagangan hasil industri mebel kayu dari berbagai produk yang ada di Kecamatan Gadingrejo. Industri mebel Kelurahan Bukir tersebut sudah dikembangkan lebih dari 30 tahun yang lalu. Terdapat aspek keunikan ditinjau dari segi desain dan teknik garapannya. Oleh karena itu, menarik untuk diteliti. Penelitian bertujuan untuk menganalisis: (1) proses pembuatan produk mebel; (2) hasil produk mebel; dan (3) estetik produk mebel yang dihasilkan oleh sentra mebel tersebut. Penelitian dilakukan dengan pendekatan deskripsi kualitatif. Penelitian diawali dengan pengumpulan data dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan tahap pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan  data dilakukan dengan cara triangulasi sumber dan metode dengan menghubungkan data hasil obsevasi dengan landasan teori. Hasil penelitaian meliputi (1) proses produksi mebel terdiri dari: a) proses persiapan; b) proses kontruksi; c) proses seni ukir; dan d) proses finising. (2) hasil produk meliputi, berbagai macam produk mebel, namun ada beberapa produk mebel banyak diminati diantaranya, a) almari; b) kursi; c) meja; d) dipan; dan e) bufet. kelima produk tersebut berbahan kayu jati. (3) estetika produk mebel jika dilihat dari segi desain, bentuk yang banyak digunakan adalah persegi dan persegi panjang. Ornamen yang diterapkan pada produk mebel lebih banyak menggunakan motif flora. Namun demikian, masih meneruskan penggunaan motif fauna dan geometris. Ditinjau dari segi gaya, bahwa gaya tradisional masih tetap dipertahankan. Demikian juga gaya klasik dan modern yang terus dikembangkan. Jika ditinjau dari segi prinsip desain, desain produk bernilai estetis. Proporsi dari produk mebel menunjukkan proporsi yang sesuai dengan aspek ergonomi dan antroppometrika. Selain itu, desain mebel yang dihasilkan mengutamakan aspek keamanan, kenyamanan, dan keindahan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi tambahan ilmu dalam bidang seni kriya mebel. Bagi peneliti lain, penelitian ini dapat digunakan sebagai referensi untuk mengadakan penelitian serupa. Bagi pengrajin, penelitian ini dapat memotivasi untuk menciptakan motif dan teknik baru. Pada bidang pendidikan, diharapkan dapat menjadi salah satu literatur pada bidang seni terapan

    Kehidupan Pengemis di Kota Malang Sebagai Sumber Inspirasi Penciptaan Seni Lukis Representatif

    No full text
    ABSTRAK   Saputra, Ferdi. 2018. Kehidupan Pengemis Di Kota Malang Sebagai Sumber Inspirasi Penciptaan Seni Lukis Representatif. Skripsi, Jurusan Pendidikan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Didiek Rahmanadji, M.Pd., (II) Fenny Rochbeind, S.Pd., M.Sn.   Kata kunci: pengemis, Kota Malang, seni lukis representatif Pengemis adalah orang yang mendapatkan penghasilan dengan meminta-minta dengan berbagai cara dan alasan untuk mengharap belas kasihan orang lain. di kota Malang keberadaan pengemis jumlahnya tidak sedikit dan terlihat di tempat-tempat umum. Masalahnya keberadaan pengemis cukup memprihatinkan sehingga, menginspirasi pencipta mewujudkannya kekarya lukis representatif, didasari konsep ‘masyarakat miskin di Kota Malang’. Proses dalam penciptaan karya seni lukis ini diawali dengan perancangan konsep yang bermuatan ide, konsep, tema, dan gaya. Fokus penelitian penciptaan seni ini adalah pengemis di Kota Malang. Proses visualisasi karya menggunakan metode L.H. Chapman. Langkah awal membuat sketsa lalu memindahkan ke kanvas, kemudian pewarnaan menggunakan teknik sapuan kuas basah, plakat, dan gradasi warna diakhiri dengan proses finishing. Pencipta menyajikan 6 karya seni lukis representatif dengan media estetik berupa garis, bentuk, warna, dan bidang yang diwujudkan sesuai tema ‘keberadaan pengemis yang menjadi masalah sosial di Kota Malang’. Karakteristik karya meliputi teknik sapuan kuas basah, plakat, dan gradasi warna, sedangkan bahan yang digunakan adalah cat minyak. Tujuan dari penciptaan ini adalah memaparkan proses penciptaan karya seni lukis representatif yang terinspirasi pada kehidupan atau keberadaan pengemis yang menjadi masalah sosial di Kota Malang, serta mendeskripsikan hasil visualisasi proses melukis objek pengemis sesuai inspirasi yaitu kehidupan pengemis di Kota Malang. Hasil penciptaan keenam karya lukis memberi pengalaman baru melalui proses kreatif dalam mewujudkan karya seni yang terinspirasi dari kehidupan pengemis di Kota Malang. Melalui karya penciptaan ini diharapkan mendapat apresiasi positif dari masyarakat terkait pesan moral yang disampaikan lewat lukisan dengan objek pengemis.  Pesan moral lewat visualisasi lukisan, diharapkan pemerintah menuntaskan masalah kemiskinan, agar tidak ada lagi pengemis di negara ini khusunya di Kota Malang

    Gangguan Disleksia Pada Anak Sebagai Sumber Inspirasi Penciptaan Karya Seni Lukis Representasional

    No full text
    ABSTRAK   Purnawan, Chafid. 2018. Gangguan Disleksia Pada Anak Sebagai Sumber Inspirasi Penciptaan Karya Seni Lukis Representasional. Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Drs. Triyono Widodo, M.Sn.   Kata Kunci : Gangguan Disleksia pada Anak, Penciptaan, Karya Seni Lukis, Representaional. Anak dengan gangguan disleksia sering kali dianggap bodoh, malas, dan tidak mau belajar oleh kebanyakan orang. Pandangan seperti itu didasari oleh ketidak pahaman masyarakat tentang apa itu gangguan disleksia. Penciptamembuat karya seni lukis representasional agar ada pemahaman dan kepedulian masyarakat terhadap anakdengangangguandisleksia. Melalui visualisasi karya diharapkan pandangan negatif tentang anak dengan gangguan disleksia dapat diminimalisir. Gangguan disleksia bukan sekedar anak berkebutuhan khusus tetapi anak disleksia memiliki kemampuan yang tidak kalah dengan anak normal lainnya. Bedasarkan dari permasalahan maka ide penciptaan terfokus pada gangguan disleksia pada anak. Metode penciptaan menggunakan model Alma Hawkins yang memiliki tiga tahapan, pertama adalah tahap eksplorasi, berupa kegiatan pengamatan terhadap hal-hal yang berkaitan dengan unsur tematik yang akan diangkat. Tahap kedua adalah eksperimentasi, berupa pembentukan beberapa rancangan yang diseleksi untuk diwujudkan dan dipakai sebagai acuan dalam penciptaan karya. Tahap ketiga adalah pembentukan, berupa penerapan sketsa pada bidang kanvas. Hasil penciptaan antara lain menghasilkan 6 karya seni lukis representasional yang berjudul Otakku Sakit Karena Huruf, Sulit Tuk Mengenal Tulisan, Tak Bisa Ku Membacanya, Sering Direndahakan, Tapi Aku Juga Anak Istimewa, dan Jiwa Seni Yang Kumiliki dengan media estetik berupa titik, garis, bentuk dan ruang, warna, serta tekstur sebagai simbolisasi dari konsep. Manfaat penciptaan karya lukis representasional ini dapat menambah pengalaman bagi pencipta dalam berolah seni. Melalui tampilan karya lukis dapat menambah wawasan apresiasi bagi masyarakat khususnya orang tua supaya paham dan mengerti bahwa gangguan disleksia pada anak bukanlah suatu yang harus dianggap remeh dan didiskriminasi. Anak dengan gangguan disleksia perlu pendampingan dan dukungan agar tidak merasa minder dan kurang percaya diri untuk bersosialisasi dengan lingkungan sekitar. Purnawan, Chafid. 2018. Children’s Dyslexia Disorder as a Source of Inspiration for Representative Artwork Creation. Undergraduate Thesis, Department of Art and Design, Faculty of Letters, State University of Malang. Advisor: Drs. Triyono Widodo, M.Sn.   Keywords: Dyslexia Disorder On Child, Creation, Painting Works, Representaional. Children with dyslexia disorder are often considered ignorant, lazy, and do not want to learn by most people. Such a view is based on people's lack of understanding about what dyslexia is. Therefore, the authors do the creation of representational painting as a reference to cultivate mutual respect and respect among peers and as an effort to foster knowledge and concern for children with dyslexia disorder. Thus expected negative views about children with dyslexia disorder can be minimized; children with dyslexia are not just children with special needs who cannot do anything but dyslexic children also have the ability that is not inferior to other normal children. Based on the problem the creator makes it the source of ideas or ideas in the creation of representational painting. The creation method used is Alma Hawkins method that has three stages, namely exploration, in the form of observation activities on matters relating to the thematic elements to be lifted. Then next stage is experimentation, in the form of the formation of several designs that are selected to be realized and used as a reference in the creation of the work. And the last stage is formation, in the form of application of sketches on the field of canvas. This creation produced 6 representational paintings entitled Otakku Sakit Karena Huruf, Sulit Tuk Mengenal Tulisan, Tak Bisa Ku Membacanya, Sering Direndahkan, Tapi Aku Juga Anak Istimewa, dan Jiwa Seni Yang Kumiliki using aesthetic media such as dots, lines, shapes and spaces, colors, and textures as a symbol of the concept. The result of creating representational paintings can add experience to the creator in the artistic process. Through the display of painting can add insight to the public appreciation of parents, especially to understand and understand that the dyslexia in children is not something that should be underestimated and discriminated against. Children with dyslexia disorders need assistance and support in order not to feel inferior and less confident to socialize with the surrounding environment

    Perancangan buku “K-Pop Travel: Run To Oppa Eonni” Sebagai Media Panduan Wisata Bagi Fans Musik Korean Pop Di Korea Selatan

    No full text
    ABSTRAK   Perancangan buku “K-Pop Travel: Run To Oppa Eonni” Sebagai Media Panduan Wisata Bagi Fans Musik Korean Pop Di Korea Selatan ini merupakan sebuah perancangan untuk mengenalkan wisata ke Korea Selatan bagi fans musik K-Pop. Model perancangan yang digunakan adalah model perancangan prosedural, yaitu model perancangan yang bersifat deskriptif dimana menggariskan langkah-langkah yang harus diikuti dalam menghasilkan sebuah produk. Langkah untuk merancang buku dan media komunikasi visual alternatif lainnya sebagai media pendukung menggunakan teknik pengumpulan data, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil perancangan buku yang telah mengikuti prosedurperancangan mulai dari latar belakang masalah hingga final desain ini adalah sebuah buku panduan dengan judul “K-Pop Travel: Run To Oppa Eonni” sebagai media utama,  berdimensi 14 x 21 cm terdiri dari 137 halaman, yang berisi berbagai informasi tentang wisata di Korea Selatan sebagai penggemar musik K-Pop. Sebagai media pendukung promosi buku ini terdapat x-banner, brosur, poster, kaos, tote bag, pin, sticker, akun instagram,dan akun facebook

    Perancangan buku “K-Pop Travel: Run To Oppa Eonni” Sebagai Media Panduan Wisata Bagi Fans Musik Korean Pop Di Korea Selatan

    No full text
    ABSTRAK   Perancangan buku “K-Pop Travel: Run To Oppa Eonni” Sebagai Media Panduan Wisata Bagi Fans Musik Korean Pop Di Korea Selatan ini merupakan sebuah perancangan untuk mengenalkan wisata ke Korea Selatan bagi fans musik K-Pop. Model perancangan yang digunakan adalah model perancangan prosedural, yaitu model perancangan yang bersifat deskriptif dimana menggariskan langkah-langkah yang harus diikuti dalam menghasilkan sebuah produk. Langkah untuk merancang buku dan media komunikasi visual alternatif lainnya sebagai media pendukung menggunakan teknik pengumpulan data, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil perancangan buku yang telah mengikuti prosedur perancangan mulai dari latar belakang masalah hingga final desain ini adalah sebuah buku panduan dengan judul “K-Pop Travel: Run To Oppa Eonni” sebagai media utama, berdimensi 14 x 21 cm terdiri dari 137 halaman, yang berisi berbagai informasi tentang wisata di Korea Selatan sebagai penggemar musik K-Pop. Sebagai media pendukung promosi buku ini terdapat x-banner, brosur, poster, kaos, tote bag, pin, sticker, akun instagram,dan akun facebook

    Perancangan Video Profile Kota Mojokerto sebagai media promosi pariwisata

    No full text
    ABSTRAK   Syafi’i, Muhammad. 2018. Perancangan Video Profile Kota Mojokerto Sebagai Media Promosi Pariwisata. Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Hariyanto, M.Hum, (II) H.J. Hendrawan, S.Sn, M.Ds.   Kata Kunci : Perancangan, Video Profile, Kota Mojokerto, Media Promosi, Pariwisata. Kota Mojokerto adalah kota kecil yang terletak di Kabupaten Mojokerto namun dengan sistem pemerintahan dan otonomi daerahnya yang terpisah. Kota yang dikelilingi oleh Kabupaten Mojokerto ini baik untuk dijadikan tempat berwisata, Kota Mojokerto adalah kota yang memukau untuk dikunjungi. Masih banyak objek wisata dan area-area yang memiliki suasana yang berbeda dan sedang menunggu untuk ditelusuri, sehingga dibutuhkannya media promosi yang efisien untuk meningkatkan calon wisatawan dan wisatawan serta memberikan informasi yang lengkap mengenai potensi pariwisata Kota Mojokerto. Untuk memecahkan permasalahan tersebut maka dibutuhkanlah media berupa video profile, yang nantinya akan memberikan informasi secara mudah untuk para calon wisatawan dan wisatawan serta mampu menarik calon wisatawan dengan video profile untuk melihat keunggulan Kota Mojokerto. Model perancangan yang digunakan dalam perancangan video profile ini adalah model perancangan prosedural yaitu bersifat deskriptif, dimana harus mengikuti langkah-langkah standar operasional prosedur yang dilakukan untuk menghasilkan sebuah produk, dimulai dari pra produksi, produksi dan pasca produksi. Produk yang dihasilkan dalam perancangan ini berupa video profile sebagai media promosi Kota Mojokerto. Video berisi tentang objek-objek wisata yang ada di Kota Mojokerto, seperti objek wisata buatan, budaya, kuliner, religi, dan fasilitas kota yang disediakan oleh pemerintah. Pesan-pesan yang disampaikan didalam video tidak lain berupa informasi seputar Kota Mojokerto dengan dibumbui alur cerita didalam video yang bernarasi dengan tujuan sebagai media promosi serta memperkenalkan pariwisata Kota Mojokerto. Video profile Kota Mojokerto yang akan diunggah di media internet sosial media agar mampu memberikan informasi kepada calon wisatawan dan wisatawan terhadap potensi wisata budaya, religi, kuliner, belanja dan produk Kota Mojokerto dengan jangkauan yang luas, serta dapat menarik dan meningkatkan jumlah calon wisatawan dan wisatawan Kota Mojokerto melalui video profile Kota Mojokerto sebagai media promosi pariwisata

    Penerapan Metode Ekspresi Terarah Untuk Meningkatkan Kualitas Visual Ilustrasi Poster Dikelas X Multimedia 2 SMKN 7 Malang.

    No full text
    ABSTRAK   Permasalahan yang terjadi pada mata pelajaran produktif dengan materi desain poster di SMK Negeri 7 Malang adalah hasil karya yang kurang memuaskan, dengan nilai dibawah rata-rata (KKM 75). Hal tersebut disebabkan karena peserta didik belum bisa berkarya dengan baik dalam materi desain poster yang diterapkan oleh guru. Masih terkendala oleh kurangnya metode pembelajaran yang diterapkan ke peserta didik. Dengan metode ekspresi terarah ini diharapkan menjadi solusi untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan  untuk mendeskripsikan peningkatan hasil karya desain poster dengan penerapan metode ekspresi terarah pada kelas X Multimedia 2 di SMK Negeri 7 Malang. Penelitian ini menggunakan rancangan Penelitian Tindakan Kelas atau PTK dalam 2 siklus. Tiap tahapan siklus dimulai dengan perencanaan, tindakan, pengamatan dan refleksi. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas X Multimedia 2 di SMK Negeri 7 Malang berjumlah 31 anak. Data hasil belajar diperoleh dari nilai tes praktek atau hasil karya. Analisis data menggunakan kuantitatif. Data kuantitatif yang didapatkan yaitu menghitung jumlah keseluruhan perolehan nilai, skor maksimal, rata-rata dan presentase hasil karya. Peningkatan hasil karya dapat dilihat dari 5 penilaian, pertama aspek sasaran, komposisi, selanjutnya bahasa, warna teks , dan gambar. Hasil karya pada siklus I  dengan aspek sasaran nilai rata-rata 74. Pada siklus II dengan nilai 82. Pada aspek komposisi siklus I dengan nilai rata-rata 74 dengan kategori baik. Pada siklus II dengan nilai 83. Nilai rata-rata aspek bahasa pada siklus I 74. Pada siklus II 82. Kemudian nilai rata-rata aspek warna teks pada siklus I 74. Pada siklus II 82. Nilai rata-rata aspek gambar disiklus I 74. Pada siklus II 83. Dan hasil nilai rata-rata pada seluruh aspek di siklus I 74. Pada siklus II 82. Peningkatan hasil karya pada siklus I terdapat 18  anak tuntas dan pada siklus II 31 anak tuntas dalam hasil pembelajaran. Ketuntasan peserta didik berdasarkan KKM di sekolah tersebut. Berdasarkan hasil observasi, hasil karya dan dokumentasi pada penerapan metode ekspresi terarah telah terjadi peningkatan hasil karya desain poster. Dengan demikian metode ekspresi terarah dapat meningkatkan hasil karya desain poster peserta didik. Dari hasil penelitian ini dapat disarankan agar lebih termotivasi untuk meningkatkan hasil karya dan lebih meningkatkan minat dan motivasi dalam mengikuti pembelajaran produktif khususnya pada materi desain poster, dan penelitian sejenis dapat dijadikan sebagai bahan referensi dan pertimbangan dalam melakukan penelitian, khususnya pada materi dan bahan ajar desain poster

    Pengembangan Buku Tutorial Mengggambar Flora, Fauna dan Alam Benda Pada Mata Pelajaran Seni Budaya di SMPN 1 Puncu

    No full text
    ABSTRAK   Salah satu materi mata pelajaran Seni Budaya adalah Menggambar Flora, Fauna dan Alam benda. Hasil pengamatan peneliti selama melakukan kegiatan pembelajaran dan diskusi dengan guru-guru Seni Budaya tentang menggambar flora, fauna dan alam benda pada sekolah sasaran pelaksana kurikulum 2013, ditemukan beberapa permasalahan diantaranya buku siswa yang dipakai sebagai pegangan kurang menarik, baik dari segi gambar, maupun dari penyajian materi dan kurangnya buku referensi untuk materi menggambar flora, fauna dan alam benda. Hal tersebut berakibat peserta didik mengalami banyak kesulitan dalam menjawab atau menyelesaikan tugasnya yang membutuhkan pemahaman. Apalagi petunjuk yang kurang jelas pada buku siswa membuat peserta didik kurang memahami apa yang harus dikerjakan.  Untuk itu, diperlukan media untuk menjelaskan menggambar flora, fauna dan alam benda yang lebih menarik yaitu berupa buku tutorial. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan media pembelajaran yang dulunya hanya menggunakan modul, LKS dan buku siswa menjadi buku tutorial. Model penelitian yang digunakan adalah model penelitian Borg and Gall yaitu (1) Analisis kebutuhan, (2) perencanaan, (3) pengembangan produk awal. (4) validasi ahli, (5) revisi produk I, (6) uji kelompok kecil, (7) Revisi produk akhir, (8) Implementasi. Produk akhir di uji kelayakkannya oleh dua orang ahli, satu ahli media dan satu ahli materi dan 20 orang sebagai subjek uji coba kelompok kecil yakni para siswa kelas VIII SMPN 1Puncu. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, uji validasi dan uji coba lapangan. Instrument yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah berupa kuissioner dan angket yang kemudian dianalisis dan dikonversi dengan tabel criteria kelayakan. Hasil dari validasi para ahli menunjukkan bahwa buku penunjang untuk materi menggambar flora dan fauna pada mata pelajaran seni budaya ini layak digunakan dengan memperoleh presentase 82%. Dari validasi ahli materi diperoleh presentase 91.6% dengan merevisi urutan materi secara jelas. Selain uji validasi, uji lapangan yang dilakukan di SMPN 1 Puncu juga memperoleh hasil positif yaitu dengan presentase 96.62% terlihat siswa sangat antusias saat belajar yang artinya masuk dalam kategori sangat valid dan sangat layak digunakan. Saran dari penulis, apabila ada pengembang yang hendak mengembangkan media ini, sebaiknya menambahkan materi yang lebih lengkap beserta contoh-contohnya. Kemudian sebaiknya media dapat dikembangkan dalam bentuk media yang lain seperti dalam bentuk digital agar lebih menarik dan mengikuti perkembangan teknologi yang ada

    Cara Belajar Piano Dasar Bagus Adimas Prasetio sebagai Penyandang Tunanetra di Surabaya

    No full text
    ABSTRAK   Cara belajar merupakan langkah-langkah terstruktur dalam melakukan kegiatan atau usaha tertentu yang dilakukan seseorang untuk memperoleh ilmu. Piano dasar merupakan pengetahuan mempelajari cara memainkan instrumen piano secara umum. Bagus Adimas Prasetio merupakan salah satu penyandang tuna netra yang piawai dalam bermain piano. Bagus Adimas Prasetio telah mendapatkan penghargaan Muri sebagai pianis tuna netra. Berdasarkan latar belakang, permasalahan yang dikaji di dalam penelitian ini adalah tentangcara belajar piano dasar Bagus Adimas Prasetio sebagai penyandang tunanetra di Surabaya, dan faktor-faktor yang mempengaruhi Bagus Adimas Prasetio dalam belajar piano dasar. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan cara belajar piano dasar Bagus Adimas Prasetio sebagai penyandang tunanetra di Surabaya, dan faktor-faktor yang memengaruhi cara belajar. Hasil data yang dipaparkan antara lain adalah hasil wawancara, observasi, serta dokumentasi mengenai cara belajar piano dasar Bagus Adimas Prasetio. Pendekatan penelitian yang digunakan untuk mengkaji tentang cara belajar piano dasar Bagus Adimas Prasetio sebagai penyandang tunanetra di Surabaya adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah observasi, wawancara, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan cara belajar piano dasar Bagus Adimas Prasetio sebagai penyandang tunanetra, dan faktor-faktor yang mempengaruhi cara belajar. Cara belajar piano dasar menggunakan tiga cara, yaitu resitasi, metode drill, dan metode imitasi. Resitasi meliputi materi yang dipelajari, materi yang dihafalkan, dan materi yang disajikan. Metode drill meliputi materi yang dicontohkan dan ditirukan.Metode imitasi meliputisolfes, dan improvisasi. Faktor yang mempengaruhi cara belajar yaitu internal dan eksternal. Faktor internal meliputi fisiologis yaitu bersifat jasmaniah, dan psikologis yang bersifat rohaniah. Faktor eksternal meliputi lingkungan sosial yaitu orang sekitar. Lingkungan non sosial yaitu sarana dan prasarana. Kesimpulan yang didapatkan melalui penelitian ini adalah cara belajar piano dasar Bagus Adimas Prasetio sebagai penyandang tunanetra memiliki 3 cara, yaitu metode resitasi, metode drill, dan metode imitasi. Faktor-faktor yang memengaruhi cara belajar piano yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Diharapkan penelitian ini dapat dikembangkan dengan penelitian serupa, agar lebih mengetahui cara belajar dan faktor yang mempengaruhi cara belajar penyandang tunanetra. Diharapkan juga pada sekolah luar biasa agar lebih membimbing siswa tunanetra untuk memperdalam dunia musik

    0

    full texts

    2,650

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Seni dan Desain - Fakultas Sastra UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇