SKRIPSI Jurusan Seni dan Desain - Fakultas Sastra UM
Not a member yet
2650 research outputs found
Sort by
REDESIGN CORPORATE IDENTITY CV ANUGERAH AJITAMA SIDOARJO
ABSTRAK CV Anugerah Ajitama merupakan salah satu supplier material bangunan di Sidoarjo yang telah lama berdiri sejak tahun 2013, tetapi belum memiliki identitas perusahaan yang dapat mencitrakan visi dan misi perusahaan. Berdasarkan pada hal tersebut, maka perancangan ini bertujuan untuk melakukan perancangan pada identitas perusahaan dan atribut pendukung identitas perusahaan CV Anugerah Ajitama serta media aplikasi corporate identity sebagai salah satu upaya optimalisasi pemasaran dalam memperkuat brand image perusahaan sebagai supplier material bangunan kepada masyarakat umum dan kontraktor selaku target audience. Perancangan menggunakan model perancangan prosedural dan sistematika dari Alina Wheeler yang telah dimodifikasi sesuai dengan kebutuan lapangan. Dan ditunjang dengan teknik observasi, wawancara, dokumentasi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi data, wawancara dan studi dokumentasi sebagai cara penelitian untuk mendapatkan data perusahaan terkait dan kompetitor. Analisis data dilakukan dengan menggunakan sistem content analysis dan sistem analisis SWOT. Hasil dari perancangan ini berupa sebuah logo baru dan media pendukung dalam buku pedoman sistem identitas (Graphic Standard Manual), serta aplikasinya pada media terkait. Dibuat dengan tujuan untuk memperkenalkan logo dan identitas perusahaan. Hasil perancangan diharapkan dapat memperkuat brand image perusahaan sebagai supplier material bangunan kepada masyarakat umum dan kontraktor selaku target audience
Proses Pembelajaran musik tradisional pada kelas XI bahasa di sma negeri 1 batu
ABSTRAK Rimbawati, Ajeng . 2018. Proses Pembelajaran Musik Tradisional Pada Kelas XI Bahasa Di SMA Negeri 1 Batu. Skripsi, jurusan Seni dan Desain, Program Studi S1 Pendidikan Seni Tari dan Musik, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang, pembimbing : (1) Dra. Hj. E. W. Suprihatin D. P, M.Pd, (2) Hartono S.Sn, M.Sn. Kata Kunci : Proses Pembelajaran, Musik Tradisional karawitan, SMA. Proses Pembelajaran Seni musik tradisional karawitan banyak memberikan pelajaran kepada peserta didik seperti keterampilan dalam memainkan alat musik tradisional karawitan. SMA Negeri 1 Batu merupakan satu-satunya sekolah di Kota Batu yang menerapkan pembelajaran seni musik tradisional karawitan sebagai intrakurikuler pada pelajaran seni budaya. Pembelajaran seni musik tradisional karawitan menarik diteliti karena, dari pembelajaran musik tradisional karawitan, SMA Negeri 1 Batu banyak mendapatkan prestasi, serta proses pembelajaran musik tradisional ini diterapkan pada kelas XI yang seharusnya pada kurikulum 2013 musik tradisional diajarkan pada kelas X. SMA Negeri 1 Batu juga rutin mempergelarkan pertunjukkan karawitan setiap tahunnya untuk mengisi acara besar yang ada di Kota Batu. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan(1) perencanaan pembelajaran musik tradisional karawitan, (2) pelaksanaan pembelajaran musik tradisional karawitan, dan (3) evaluasi pembelajaran musik tradisional karawitan pada mata pelajaran seni budaya di SMA Negeri 1 Batu. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif. Lokasi penelitian berada di Jalan KH. Agus Salim No 57 Kota Batu. Narasumber utama dalam penelitian ini adalah guru seni musik tradisional karawitan. Prosedur pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Kegiatan analasisis data dimulai dari tahap reduksi data, kemudian penyajian data dan mengambil kesimpulan. Pada pengecekan keabsahan data menggunakan triangulasi teknik dan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) perencanaan pembelajaran yang digunakan guru terdiri dari silabus dan RPP yang mengacu pada kurikulum 2013. (2) Pelaksanaan pembelajaran, guru menerapkan metode pembelajaran ceramah, demonstrasi, dan praktik; media pembelajaran seperangkat gamelan dan papan tulis, kertas manila untuk menulis rumus kendangan lancaran serta melakukan usaha pengelolaan kelas dengan memahami karakter setiap siswa agar pembelajaran berjalan dengan efektif dan efisien. (3) evaluasi pembelajaran mengacu dalam 3 aspek yaitu afektif, kognitif, dan psikomotorik. Saran: perlu dilakukan pembuatan perangkat pembelajaran dengan lengkap, serta sering dilakukan kegiatan pembelajaran mengenal, memahami, menghayati, dan menghargai seni musik tradisional karawitan, sehingga proses pembelajaran seni musik tradisional karawitan akan sesuai dengan penerapan kurikulum 2013 dan pembelajaran seni musik tradisional akan tetap terjaga dan terpelihara keberadaannya
Sosok Rahwana Sebagai Inspirasi Penciptaan Karya Seni Lukis Representatif
ABSTRAK RINGKASAN Astutik, Nur Rika. 2018. Sosok Rahwana Sebagai Inspirasi Penciptaan Karya Seni Lukis Representasional. Skirpsi, Jurursan Pendidikan Seni Rupa, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Drs. Triyono Widodo, M.Sn. Kata Kunci: tokoh rahwana, sisi lain, seni lukis representasional. Rahwana adalah tokoh antagonis dalam cerita epos Ramayana yang dalam kisah pakemnya telah didoktrin lambang kejahatan, seperti keji, sekarah, hawa nafsu dan sebagai penyeimbang kebaikan di muka bumi. Sosok Rahwana dalam versi berbeda tentang sisi lain dari tokoh antagonis yang diperankannya, yang jarang terekspos dalam masyarakat seperti nilai kejujuran, apa adanya, keikhlasan. Dalam proses penciptaan karya seni lukis ini diawali dengan konsep yang bermuatan ide, tema, objek yang akan dimunculkan dalam karya yaitu figure Rahwana dalam sisi lain. Pencipta menyajikan 6 karya seni lukis representasional dan menuangkan ide gagasan sosok Rahwana dalam pandangan pencipta sisi dibalik watak antagonis menjadi sebuah lukisan yang berjudul, Cinta Dasamuka, Malu Akan Hidup, Egois, Legowo, ‘Rah'wana, Terlahir. Berdasarkan hasil penciptaan ini memberikan pengalaman baru bagi pencipta maupun orang lain dalam mempelajari karya seni terutama seni lukis representasional, sehingga diharapkan dapat menambah wawasan kepada masyarakat tentang melihat sisi lain dari seseorang, sekali pun orang yang telah didoktrin menjadi sosok yang jahat, sehingga kita dapat menghargai cara pandang orang lain dalam berpendapat.
PENCIPTAAN KARYA FOTOGRAFI (FOOD PHOTOGRAPHY) DENGAN TEMA JAJANAN TRADISIONAL WAJIK KLETHIK KHAS BLITAR
ABSTRAK RINGKASAN P,Dhimas. 2018. Penciptaan Karya Fotografi (Food Photography) Dengan Tema Jajanan Tradisional Wajik Klethik Khas Blitar. Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Drs. Triyono Widodo, M.Sn. Kata Kunci: Penciptaan, karya food photography, tema jajanan tradisional wajik klethik khas Blitar. Jajanan tradisional adalah produk lokal berupa makanan ringan yang biasanya diproduksi masing-masing daerah sebagai makanan atau jajanan yang khas dan berbeda setiap daerah yang menjadi ikonik daerah tersebut. Wajik klethik merupakan jananan tradisional khas Blitar yang paling dikenal oleh masyarakat khususnya masyarakat dari dalam maupun luar Blitar dimana wajik klethik menjadi ikonik atau penanda khas Blitar dalam bentuk jajanan tradisional. Wajik kltehik perlu diangkat sebagai tema sekaligus objek utama dalam penciptaan karya food photography ini dikarenakan menurut pencipta wajik klethik belum dikenal dengan baik, apalagi pada era yang semakin modern, banyak pesaingnya berupa produkproduk jajanan. Tujuan penciptaan karya food Photography dengan tema jajanan tradisional wajik klethik khas Blitar ini adalah untuk mengenalkan produk tersebut kepada masyarakat lebih luas. Penciptaan ini menggunakan metode yang disimpulkan oleh I Made Bandem dari hasil Konsorsium Seni di Bali. Dimana tahapan-tahapannya meilputi persiapan yaitu berupa pengamatan, elaborasi yaitu menentukan ide gagasan pokok, sintesis yaitu mewujudkan konsep seni, realisasi yaitu mewujudkan konsep kedalam media seni dan yang terakhir adalah tahap penyelesaian seperti apa hasil akhir bentuk karya yang diciptakan. Hasil penciptaan berupa enam buah karya food photography ini memiliki karakteristik yang sama secara keseluruhan yaitu objek utama wajik klethik khas Blitar dan pesan yang ingin disampaikan oleh pencipta melalui keenam konsep dan judul yang berbeda yaitu (1) Klasik Lebih Asyik, (2) Tak Sekedar Indah, (3) Mantap Rame-Rame, (4) Satu pun Tak Apa, (5), Satu Suapan (6) Kenikmatan di balik Gigitan. Ditambah dengan objek pendukung berupa background dan properti yang menunjang terciptanya karya food photography yang memiliki nilai estetik. Melalui penciptaan karya food photography ini diharapkan dapat memberikan pengalaman bagi pencipta untuk mengaplikasikan teknik dalam fotografi khususnya pada food photography dengan konsep yang menarik dan berarti. Selain itu juga diharapkan dapat food photography.membantu lebih mengenalkan jajanan tradisional wajik klethik khas Blitar dengan kreativitas yang diciptakan yaitu berupa karya fotografi dalam kategori food photography
PERANCANGAN BUKU ENSIKLOPEDIA TENTANG TOPENG MALANG BERBASIS GRAFIS UNTUK ANAK
ABSTRAK Topeng Malang adalah salah satu kebudayaan asli kota Malang yang unik dan menarik. Sebenarnya, kota Malang mempunyai budaya yang tidak kalah dengan negara lain. Sebagai masyarakat indonesia, seharusnya kita bangga terhadap topeng malang dengan tetap melestarikan budaya ini, namun banyaknya gempuran budaya lain cenderung lebih menarik masyarakat indonesia karena anggapan tradisional dan kuno terhadap budaya lokal. Literatur tentang topeng malang sebenarnya sudah ada, namun keberadaannya sedikit sulit untuk dicari, karena hanya orang-orang tertentu yang tertarik untuk mempelajari dan mengenal topeng malang seperti seniman, budayawan, peneliti, dan sebagainya. Tidak sedikit masyarakat kota Malang yang kurang pengetahuan akan budaya asli di tanah mereka. Perancanganan buku ensiklopedia topeng malang ditujukan kepada masyarakat lokal sebagai media informasi demi pelestarian budaya lokal yang hampir punah di era global. Perancangan ini bertujuan untuk menghasilkan media komunikasi visual berbasis grafis dalam bentuk buku. Model perancangan yang digunakan adalah prosedural yang bersifat deskriptif yang menjelaskan tahapan yang dilakukan dalam proses pembuatan buku ensiklopedia tentang topeng malang. Kegiatan penelitian yang dilakukan dalam proses pembuatan skripsi ini meliputi identifikasi masalah, analisa, hingga proses perancangan media. Buku ini diharapkan mampu menjadi media informasi yang efektif dan menarik sehingga mampu menyampaikan pesan media terhadap target audience. Agar seluruh masyarakat indonesia khususnya kota Malang mengetahui tentang keberadaan topeng malang yang tersingkir oleh budaya asing
Bullying Pada Anak Usia Sekolah sebagai Inspirasi Penciptaan Seni Lukis Gaya Pribadi
ABSTRAK Novarida, Ovilia Anggi. 2018. Bullying Pada Anak Usia Sekolah sebagai Inspirasi Penciptaan Seni Lukis Gaya Pribadi. Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Drs. Triyono Widodo, M.Sn. Kata Kunci:Bullying,Usia Anak Sekolah, Penciptaan, Karya Seni Lukis, Gaya Pribadi. Bullying adalah perilaku agresif yang dilakukan secara sengaja dan terjadi berulang-ulang untuk menyerang seseorang target yang dianggap lemah. Ada yang menjadi pelaku, korban, dan saksi. Bullying merupakan masalah yang sering terjadi pada anak usia sekolahdiantaranya berbagai bentuk kekerasan, baik secara fisik maupun verbal yang berdampak buruk bagi perkembangan psikologis anak. Dampak dari perilaku bullying diantaranyaprestasi akademik menurun hingga menyebabkan depresi (murung, menarik diri untuk bersosialisasi).Permasalahan tersebut merupakan sumber inspirasi penciptaan karya lukis sebagai bentuk kepedulian dan keprihatinan terhadap peristiwa bullying pada anak usia sekolah. Ide penciptaan seni menggambarkan beberapa bentuk bullying, yang diwujudkan dalam kekaryaan seni lukis gaya pribadi. Seni lukis gaya pribadi dipilih oleh pencipta karena pencipta memiliki ciri khas tersendiri yang dapat dilihat dari segi bentuk objek maupun teknik. Metode penciptaan menggunakan model proses kreatif Alma Hawkins yang meliputi tiga tahapan, yaitu eksplorasi, berupa kegiatan pengamatan terhadap hal-hal yang berkaitan dengan unsur tematik yang akan diangkat. Kemudian eksperimentasi, berupa pembentukan beberapa rancangan yang diseleksi untuk diwujudkan dan dipakai sebagai acuan dalam penciptaan karya. Serta pembentukan, berupa penerapan sketsa pada bidang kanvas. Penciptaan ini menghasilkan 6 karya seni lukis yang berjudul The Bully, Intimidasi, Terselubung, Cyber Bullying, Anxiety, danTersembunyi, dengan media estetik berupa titik, garis, bentuk dan ruang, warna, serta tekstur sebagai perwujudan konsep. Melaluihasil penciptaan ini diharapkan dapat memberikan pengalaman baru kepada pencipta maupun orang lain dalam mempelajari karya seni lukis bertema bullying pada anak usia sekolah.Diharapkan melalui apresiasi keenam karya lukis ini dapat menambah wawasan kepada masyarakat tentang gambaran perilaku bullying sehingga dapat ikut berpartisipasi dalam mencegah perilaku bullying. ABSTRACT Novarida, Ovilia. Anggi. 2018. Bullying At School-aged Children as An Inspiration for Creating Personal Style Art. Thesis, Department of Art and Design, Faculty of Letters, State University of Malang. Advisor: Drs. TriyonoWidodo, M.Sn. Keywords: Bullying, School-aged Children, Creation, Artwork, Personal Styles. Bullying is an aggressive behavior that is done deliberately and happens repeatedly to attack a targeted person who is considered weak. Some are perpetrators, victims, and witnesses. Bullying is a common problem in school-aged children. Bullying is a form of violence, both physically and verbally, which adversely affects the psychological development of students. The impact of bullying behavior among others is decreased academic achievement causing depression (moody, withdraw to socialize). Based on these problems, the creator makes it a source of inspiration for the creation of paintings as a form of concern and concern for the bullying event in school-aged children. In this creation, the creator takes ideas from several forms of bullying. The idea is manifested in personal style painting. The personal style painting is chosen by the creator because the creator has its own characteristics that can be seen in terms of object shape and technique. The creation method used is Alma Hawkins method that has three stages, namely exploration, in the form of observation activities on matters relating to the thematic elements to be lifted. The second is experimentation: in the form of the formation of several designs that are selected to be realized and used as a reference in the creation of the work. The last is formation: in the form of application of sketches on the field of canvas. This creation produced 6 paintings entitled The Bully, Intimidasi, Terselubung, Cyber Bullying, Anxiety, and Tersembunyi using aesthetic media of dots, lines, shapes and spaces, colors, and textures as symbols of the concept. Hopefully, the results of this creation provide new experiences to the creators and others in learning painting art on the theme of bullying on school-aged children.This creation is expected to add insight to the public about the picture of bullying behavior so as to participate in preventing bullying
Visualisasi Tata Ruang Dengan Penerapan Motif Ragam Hias Pada House Of D’Lodji Café Jalan Basuki Rahmat No.10, Kebungson Gresik.
ABSTRAK Sari, Linda. 2018. Visualisasi Tata Ruang Dengan Penerapan Motif Ragam Hias Pada House Of D’Lodji Café Jalan Basuki Rahmat No.10, Kebungson Gresik. Skripsi. Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dra. Tjitjik Sriwardhani, M.Pd Kata Kunci : Visualisasi, penerapan motif, ragam hias, House of D’Lodji Cafe . Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan tentang visualisasi tata ruang House Of D’lodji café yang meliputi: (1) latar belakang konsep desain yang terdapat pada house of D’Lodji café, (2) visualisasi tata ruang dengan pada House Of D’Lodji café. Dengan demikian dari hasil penelitian ini diharapkan mampu meningkatkan wawasan tentang desain interior ruangan dan juga tentang menganalisis sebuah ruangan. Dalam penelitian ini akan dibahas tentang visualisasi atau bagaimana bentuk fisik penataan ruang interior D’Lodji café berdasarkan dengan elemen estetis, kesesuaian dengan pribadi pemilik, dan kesatuan antara fungsi, gaya, dan tema pada ruangan. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Sehingga data penelitian diperoleh dari hasil observasi, wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini bermaksud untuk mendeskripsikan visualisasi tata ruang yang terdapat pada House Of D’Lodji café, yaitu tentang konsep yang melatarbelakangi visualisasi tata ruang dengan penerapan motif ragam hias pada café tersebut. Sumber data yang diperoleh peneliti yaitu sumber data dari hasil wawancara dengan pemilik café yaitu Ali Zainuddin Djodi beserta istri. Hasil penelitian berupa fisualisasi tata ruang dan furniture dengan berbagai motif ragam hias yang latar belakangnya merupakan hasil karya seni dari berbagai daerah. Furniture yang digunakan masih asli karya seniman jaman dahulu, dan memiliki tatanan ruang yang unik serta masih sesuai pada ciri khas dari bangunan tempo dulu yang luas dan besar atau disebut dengan lodji. Bangunan yang dulunya adalah sebuah rumah tinggal ini dialih fungsikan menjadi café karena ide dari pemilik café tersebut yang ingin melestarikan pengetahuan tentang budaya kota Gresik lewat koleksi peninggalan tempo dulu. Penerapan ragam hias pada berbagai aksesoris dan juga perabot yang ada pada café D’Lodji lebih dominan menerapkan motif ragam hias tumbuh-tumbuhan, seperti daun-daunan. Meskipun ada pula motif lain yaitu motif geometris yang diaplikasikan pada karya seni ukiran dari Toraja, yang di letakkan pada dinding ruang keluarga
PROSES PEMBELAJARAN EKSTRAKURIKULER MELUKIS DAN KARAKTERISTIK KARYA LUKIS ANAK TUNARUNGU DI SDLB NEGERI KEDUNGKANDANG
ABSTRAK Salamah, Maulidia. 2018. Proses Pembelajaran Ekstrakurikuler Melukis dan Karakteristik Karya Lukis Anak Tunarungu di SDLB Negeri Kedungkandang. Skripsi. Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Hj. Purwatiningsih, M.Pd., (II) Abdul Rahman Prasetyo, S.Pd., M.Pd. Kata Kunci : pembelajaran, anak, tunarungu, melukis Anak Berkebutuhan khusus memiliki bakat yang dibawa sejak lahir seperti layaknya anak normal. Dengan kekurangan yang dimiliki bakat tersebut mampu menjadi kelebihan. Setiap jenis anak berkebutuhan khusus tentunya memiliki kelebihan tersendiri di bidang tertentu. Pada kegiatan ekstrakurikuler melukis di SDLB Negeri Kedungkandang Malang didominasi oleh anak tunarungu. Oleh karena itu karya lukis pada anak tunarungu tentunya memiliki karakteristik tersendiri. Dengan latarbelakang masalah diatas, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pembelajaran serta karakteristik karya lukis pada anak tunarungu di SDLB Negeri Kedungkandang Malang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif . Data yang digunakan untuk menganalisis pada penelitian ini didapat melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data pada proses pembelajaran menggunakan tahap reduksi data, penyajian data dan evaluasi. Sedangkan pada karakteristik karya lukis anak tunarungu menggunakan analisis kritik formalistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembelajaran ekstrakurikuler melukis di SDLB Negeri Kedungkandang Malang berjalan dengan baik. Hal tersebut dapat dilihat melalui ketercapaian tujuan pembelajaran serta lancarnya jalannya pembelajaran mulai dari perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Hasil karya anak tunarungu memiliki karakteristik dalam hal tema, komposisi, keseimbangan, keselarasan, garis, bentuk, warna dan emphasis. Selain itu dari segi periodisasi karya menurut Lowenfeld periodisasi karya lukis anak tunarungu sesuai dengan periodisasi karya lukis anak normal. Anak tunarungu juga memiliki tipologi gambar bertipe visual dan memiliki gaya berupa gaya organik, liris, impresionisme dan ritmis
Pengembangan Buku Ajar Seni Budaya dan Prakarya Pokok Bahasan Gambar Dekoratif Bagi Peserta Didik Kelas IV SDN 2 Tenggir Kabupaten Situbondo
ABSTRAK Lestari, Nur. 2018. Pengembangan Buku Ajar Seni Budaya dan Prakarya Pokok Bahasan Gambar Dekoratif Bagi Peserta Didik Kelas IV SDN 2 Tenggir Kabupaten Situbondo. Skripsi. Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Hj. Purwatiningsih, M.Pd., (II) Lisa Sidyawati, S.Pd., M.Pd. Kata Kunci: Buku Ajar, Seni Budaya dan Prakarya, Gambar Dekoratif Buku ajar merupakan hal yang penting bagi peserta didik dalam proses pembelajaran di sekolah. Buku ajar yang digunakan bermacam-macam sesuai dengan kebutuhan peserta didik dalam kegiatan belajar mengajar. Salah satunya adalah buku ajar seni budaya dan prakarya. Buku ajar ini merupakan buku pedoman bagi peserta didik yang di dalamnya berisi mengenai materi-materi tentang seni rupa, seni musik, seni tari, seni drama dan kerajinan. Pada pelajaran seni budaya dan prakarya, masih terdapat permasalahan yakni terbatasnya materi mengenai gambar dekoratif. Guru dan peserta didik hanya menggunakan buku dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayan. Hal tersebut menyebabkan guru mencari sumber referensi dari internet mengenai macam-macam motif dan kemudian menjelaskan dengan ceramah, sehingga menjadi kurang efektif dalam proses pembelajaran yang berlangsung di kelas. Dari permasalahan yang dipaparkan tersebut, tujuan pengembangan ini adalah untuk menghasilkan produk buku ajar Seni Budaya dan Prakarya Pokok Bahasan Gambar Dekoratif Bagi Peserta Didik Kelas IV SDN 2 Tenggir Kabupaten Situbondo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Research and development (R&D) Borg and Gall (2013). Adapun tahapan-tahapannya adalah penelitian dan pengumpulan data, perencanaan, pengembangan produk awal, uji coba kelompok kecil, revisi, validasi ahli, revisi hasil validasi, uji coba kelompok besar dan revisi produk akhir. Uji coba validasi melibatkan 2 dosen dari Universitas Negeri Malang yaitu Denik Ristya Rini, S.Pd., M.Pd sebagai ahli materi, Abdul Rahman Prasetyo. S.Pd., M.Pd sebagai ahli media dan serta melibatkan ahli praktisi yakni Andy Astuti, S.Pd sebagai guru kelas di kelas IV SDN 2 Tenggir, Kabupaten Situbondo. Tahap uji coba dilakukan pada kelompok kecil dengan jumlah sebanyak 3 orang yakni dari teman sejawat jurusan seni dan desain dan uji kelompok dengan jumlah peserta didik sebanyak 35 anak. Pada proses analisis data, terdiri atas aspek-aspek yang dinilai oleh kelompok kecil, para ahli dan kelompok besar. Adapun aspek-aspeknya yakni tingkat kesulitan bahasa, kesesuaian materi dengan gambar yang ada di dalam buku ajar, kesesuaian materi dengan tingkatan kelas, tingkat keterbacaan tulisan serta kemenarikan tampilan dalam buku ajar.Dari berbagai aspek-aspek tersebut didapatkan persentase penilaian oleh kelompok kecil sebesar 85% kategori sangat layak, meski begitu masih ada perbaikan-perbaikan yang perlu dilakukan berdasarkan hasil uji coba kelompok kecil. Sedangkan hasil persentase validator pada uji coba tahap pertama sebesar 79% kategori layak, serta untuk hasil persentase tahap ke dua sebesar 87% dengan kategori sangat layak. Jadi buku ajar Seni Budaya dan Prakarya Pokok Bahasan Gambar Dekoratif sangat layak digunakan dalam pembelajaran
VISUALISASI BARONG DAN RANGDA BALI DALAM KARYA LUKIS
ABSTRAK Giannanda, Nungky. 2018. Visualisasi Barong dan RangdaBali Dalam Karya Lukis. Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Didiek Rahmanadji, M. Pd,. (II) Fenny Rochbeind, S.Pd, M.Sn Kata Kunci: Visualisasi, Barong, Rangda, Karya Lukis Barong dan Rangda adalah adalah tokoh utama dalam pementasan tari Barong. Salah satu cerita dalam pementasan Barong dan Rangda merupakan cerita rakyat Calon Arang yang berasal dari Kediri. Calon Arang disimbolkan sebagai Rangda di Bali. Barong adalah simbol kebaikan dan diyakini sebagai pelindung masyarakat Bali. Rangda sendiri adalah seorang janda dengan kelakuan yang buruk yaitu jahat, kejam, dan pendendam. Dalam Pementasan Barong dan Rangda, tidak hanya dijadikan sebagai tontonan dan hiburan bagi masyarakat Bali, namun digunakan sebagai ritual secara turun-menurun guna untuk pembersihan suatu wilayah dari roh-roh jahat serta menjaga keharmonisan antara manusia dan alam. Fokus penciptaan ditujukan pada proses visualisasi budaya terkait Barong dan Rangda melalui tampilan fisik objek lukisan. Tujuan penciptaan seni lukis ini adalah untuk mendeskripsikan perwujudan Barong dan Rangda dalam karya seni lukis representasional. Jenis penciptaan ini memaparkan proses visualisasi karya lukis representasional. Proses kretif ini menggunakan model L.H. Chapman meliputi tahap permulaan, penyempurnaan dan visualisasi. Pada tahap permulaan, proses kreatif dimulai dengan mewujudkan ide/gagasan, konsep, dan tema ke dalam enam karya lukis representasional yang menampilkan objek Barong dan Rangda Bali. Proses visualisasi karya memaparkan teknik, alat, dan bahan yang digunakan dalam berkarya kreatif, dilanjutkan dengan langkah perwujudan karya, mulai dari membuat sketsa di atas kertas lalu memindakannya ke kanvas. Pada proses pewarnaan digunakan teknik blok, teknik dusel, teknik gradasi, dan teknik plakat, diakhiri dengan proses finishing. Karakteristik karya lukis yaitu menggunakan garis lengkung, dan warna cerah pada objek utama. Hasil penciptaan karya seni lukis ini adalah visualisasi objek tokoh Barong dan Rangda yang diwujudkan ke dalam enam karya lukis representasional. Melalui karya penciptaan ini, diharapkan masyarakat awam, pendidik, dan peserta didik memberi apresiasi positif terhadap hasil karya lukis dan menandai identitas budaya lokal tertentu melalui objek yang ditampilkan dan makna dibalik sebuah karya khususnya tentang Barong dan Rangda Bali. Putri, Berliani. 2018. Memperkenalkan Kembali Cerita Rakyat Calon Arang Melalui Karya Lukis Dekoratif. Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Didiek Rahmanadji, M.Pd., (II) Fenny Rochbeind, S.Pd., M.Sn. Kata kunci : Cerita Rakyat Calon Arang, Ide, Dekoratif. Calon Arang merupakan cerita rakyat yang berasal dari Kediri, Jawa Timur yang mengisahkan tentang Calon Arang. Cerita rakyat Calon Arang berisi nilai-nilai luhur bagi kehidupan masyarakat khususnya di Jawa. Masalahnya banyak masyarakat Jawa Timur yang belum mengenal cerita rakyat Calon Arang. Cerita rakyat Calon Arang menjadi sumber inspirasi penciptaan pada enam karya lukisan,agar mendapatkan apresiasi positif . Ide penciptaan karya lukis ini terispirasi dari cerita rakyat Calon Arang yang didasari konsep pelestarian budaya Jawa Timur. Sedangkan tema penciptaan adalah Calon Arang. Karakteristik lukisan nampak pada warna, teknik alat dan bahan serta visualisasi objek. Gagasan tersebut diwujudkan dalam karya lukis dekoratif. Jenis penciptaan karya lukis ini menggunakan model proses kreatif L.H. Chapman, meliputi tahap permulaan, tahap penyempurnaan dan tahap visualisasi ke dalam medium. Pada tahap permulaan pencipta mencari gagasan kemudian mengkaji sumber gagasan, sumber bacaan dan sumber visual hingga memantapkan gagasan. Kemudian pencipta menentukan konsep, tema dan objek. Pada tahap penyempurnaan, pencipta menentukan teknik serta alat dan bahan. Kemudian pencipta membuat sketsa. Pada tahap visualisasi, pencipta mewujudkan keenam karya lukis serta melaksanakan sebuah pameran agar diapresiasi. Tujuan penciptaan ini adalah untuk memvisualisasikan gagasan dimulai dari memaparkan proses penciptaan karya lukis yang terinspirasi dari cerita rakyat Calon Arang dan kemudian mendeskripsikan hasil karya lukis yang terinspirasi dari cerita rakyat Calon Arang. Berdasarkan hasil penciptaan ini, pencipta mendapatkan pengalaman berolah seni khususnya penciptaan karya lukis dekoratif dan menambah wawasan penulisan karya ilmiah. Melalui karya penciptaan lukis ini, diharapkan dapat menjadi media apresiasi dan menambah wawasan bagi dunia pendidikan baik bagi pendidik maupun peserta didik tentang lukisan dekoratif dan untuk melestarikan budaya daerah khususnya Cerita Calon Arang yang diimplementasikan ke karya lukis sebagai medium ekspresi. Putri, Berliani Nirmala. 2018. Reintroducing Calon Arang Folktale through Decorative Painting. Thesis, Department of Art and Design, Faculty of Letters, State University of Malang. Advisors: (I) Drs. Didiek Rahmanadji, M.Pd., (II) Fenny Rochbeind, S.Pd., M.Sn. Keywords : Calon Arang folktale, Idea, Decorative. Calon Arang is a folktale from Kediri, East Java which tells about Calon Arang. The Calon Arang folktale contains noble values for people’s lives especially in Java. Unfortunately, many Javanese people do not know the story of Calon Arang folktale. Calon Arang folktale become an idea for the creation of six painting artworks, to get positive appreciation from the society. The idea of artwork painting creation was inspired by Calon Arang folktale based on the concept of East Java cultural preservation. While the creation theme is Calon Arang. The painting’s characteristic appear on the colors, techniques, tools, materials and object visualization. The idea was realized in decorative painting. This type of art creation uses L.H Chapman's creative process model, includes the beginning stage, refinement stage and visualization stage into the medium. At the beginning stage, the creator the creator seeks ideas and then examines the sources of ideas, reading sources and visual sources to establish ideas. Then the creator determines the concept, theme and object. At the refinement stage, the creator techniques, tools and materials. Then the creator makes a sketch. At the visualization stage, the creator visualizes into six paintings and then carry out an exhibition to be appreciated. The purpose of this creation is to visualizing ideas starts from describe the process of create paintings inspired by Calon Arang folktale and also describe the result of artwork paintings inspired by the Calon Arang folktale. Based on the results of the creation, the creator gained artistic experience, especially the creation of decorative paintings and add insight into scientific writing. Through the work of painting creation, it is expected to be a media of appreciation and add insight to the world of education for both educators and students about decorative paintings and to to preserve regional culture, especially the Calon Arang Story, which was implemented into painting as a medium of expression