SKRIPSI Jurusan Seni dan Desain - Fakultas Sastra UM
Not a member yet
    2650 research outputs found

    Desain Kemasan jamu Herbal VioLink Sebagai Peningkatan Citra Produk

    No full text
    ABSTRAK   VioLink adalah salah satu produk UKM unggulan di Kota Malang yang memproduksi sebuah jamu herbal instan berbentuk bubuk jamu yang diolah secara tradisional oleh seorang pengolah jamu bernama Ibu Diana. Pemilik usaha kecil VioLink yang berada di jalan Artowijoyo kelurahan Mulyorejo Kota Malang ini sudah hampir 3 tahun menjual produk jamu. Kemasan pada produk VioLink masih sangat jauh dari kata menarik karena desain masih sangat minim sekali. Produk VioLink juga masih belum mempunyai media promosi yang pasti. Kota Malang semakin banyak industri rumah tangga yang mulai bermunculan dan persaingan pun akan mungkin terjadi. Banyak produk yang lebih uggulan dan memiliki citra dan daya tarik yang sangat tinggi. Maka dari itu pengembang memikirkan bagaimana mengembangkan sebuah konsep desain kemasan, dan menghasilkan kemasan jamu herbal VioLink untuk meningkatkan citra dan nilai jual produk. Model yang digunakan dalam pengembangan ini adalah 4D yaitu define, design, develop, dan disseminate yang dikembangkan oleh Thiagarajan, dkk. Dengan menggunakan metodologi penelitian kuantitatif dan analisis data SWOT. Melaui hasil proses pengumpulan data wawancara, observasi, dokumentasi, dan kuisioner. Desain kemasan dikembangkan sesuai dengan teori pengembangan, prinsip desain kemasan, dan berbagai aspek yang berkaitan dengan desain kemasan. Bedasarkan hasil analisis data, penelitian dan pembahasan, dapat dikatakan pengembangan desain kemasan produk VioLink dapat meningkatkan citra produk dan nilai jual produk. Kegiatan pengembangan dimulai dengan wawancara dan observasi dengan mendatangi langsung pemilik produk VioLink dengan tujuan mendapatkan lebih banyak data untuk pengembangan kemasan. Selanjutnya pengembang melakukan validasi pada produk dengan cara membagikan kuisioner kepada pelanggan atau pengunjung yang membeli produk VioLink. Dari hasil validasi yang dilakukan pengembang, sebagian besar orang tertarik dengan pengembangan kemasan jamu herbal VioLink. Selain desainnya yang menarik,  penataan/layoutnya lebih tertata sehingga orang yang melihat tertarik. Dari segi warna kemasan pun masyarakat setuju bahwa warna sudah cocok dan sesuai dengan varian rasa dan produk VioLink itu sendiri

    Persepsi Jemaat Gereja Kristen Protestan dan Gereja Kristen Pentakosta di Kota Malang Terhadap Musik Gereja Sebagai Musik Pengiring Ibadah Raya

    No full text
    Putri, Gloria. 2018. Persepsi Jemaat Gereja Kristen Protestan dan Gereja Kristen Pentakosta di Kota Malang Terhadap Musik Gereja Sebagai Musik Pengiring Ibadah Raya, Skripsi, Jurusan, Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. (I) Drs. Soerjo Wido Minarto, M.Pd (II) Ika Wahyu Widyawati, M.Pd   Kata Kunci: Persepsi, Musik Gereja, Protestan, Pentakosta             Musik gereja merupakan musik yang dimainkan di gedung gereja yang dipersembahkan untuk Tuhan dari jemaat gereja. Musik gereja ini terdiri dari bentuk dan aliran. Beberapa contoh bentuk musik gereja pada umumnya yakni tunggal, band dan orchestra. Adapula contoh aliran musik gereja pada umumnya yakni pop dan klasik. Musik gereja juga memiliki karakteristik pada setiap aliran gereja. Aliran gereja pada umumnya adalah Protestan dan Pentakosta. Kedua aliran ini dapat dibedakan bentuk dan aliran musik gereja melalui konsep dasar masing-masing aliran gereja. Jemaat Protestan memilih bentuk dan aliran musik yang berbeda dengan jemaat Pentakosta. Berdasarkan latar belakang tersebut, permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah bagaimana perbandingan persepsi jemaat Protestan dan Pentakosta dalam menanggapi musik gereja sebagai pengiring ibadah raya di gereja-gereja kota Malang. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan persepsi dan membandingkan musik gereja yang ada di gereja Kristen Protestan dan gereja Kristen Pentakosta di kota Malang. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kausal-komparatif kuantitatif dan pengumpulan datanya menggunakan angket. Teknik analisis data menggunakan uji coba instrumen yang terdiri dari uji validasi angket, uji reliabilitas angket, uji normalitas, uji t, uji hipotesis dan teknik presentase. Populasinya adalah jemaat GKI Bromo Malang, GPIB Immanuel Malang, Gereja YHS Malang, dan GBT Kristus Pelepas Malang yang masing-masing berjumlah 100 orang. Pengambilan sampel dilakukan secara acak dan jumlah keseluruhan sampel adalah 400 orang. Hasil penelitian ini adalah persepsi jemaat dalam memilih bentuk dan aliran musik gereja cenderung baik. Hal ini dapat dilihat melalui konsep dasar jemaat Protestan memilih bentuk musik dan aliran musik yang menciptakan suasana yang sakral dan hormat. Dibandingkan dengan jemaat Pentakosta yang memilih bentuk dan aliran musik yang dapat menciptakan suasana suakcita dan semangat. Kedua persepsi ini memiliki konsep dasar yang berbeda, sesuai dengan karakteristik masing-masing gereja yang berfungsi untuk mendukung jemaat beribadah dengan khidmat. Disarankan untuk jemaat agar dapat mempertahankan musik gereja yang telah lama diciptakan. Jemaat juga diharapkan mengembangkan musik gereja menjadi kreasi atau aransemen yang membuat kesan baru pada peribadatan yang dihadiri oleh jemaat Protestan dan Pentakosta. Sehingga kedua jemaat ini dapat menerima kreasi musik gereja dan dapat mendukung jemaat beribadah dengan khidmat

    REFLEKSI DIRI DENGAN HANCURNYA ETIKA JAWA SEBAGAI IDE PENCIPTAAN SENI LUKIS REPRESENTASIONAL

    No full text
    ABSTRAK   Sagita, Rizky. 2018. Refleksi Diri Dengan hancurnya Etika Jawa Sebagai Ide Penciptaan Seni Lukis Representasional. Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang Pembimbing: Drs. Triyono Widodo, M.Sn.   Kata Kunci : Refleksi diri, Hancurnya Etika Jawa, Penciptaan, Karya Seni Lukis, Representaional. Refleksi diri merupakan suatu perenungan terhadap masa lalu yang kaitanya dengan perubahan menuju suatu hal yang lebih baik. Berawal dengan melihat cerminan diri dan lingkungan sekitar mengenai etika, pencipta merasa bahwa nilai-nilai atau norma yang sekarang justru mengalami kemunduran atau bahkan kehancur. Generasi sekarang telah banyak yang kehilangan jati dirinya sebagai masyarakat penganut adat ketimuran. Hancurnya prinsip etika jawa dalam diri seperti kerukunan dan rasa hormat perlahan mulai menghilang. Toleransi, menghargai satu sama lain seakan tidak dipedulikan oleh diri dan mayoritas generasi sekarang. Upaya ini dilakukan pencipta sebagai perenungan terhadap tindakan keseharian yang jauh dari norma adat timur bangsa Indonesia. Sekaligus menjadikan refleksi diri sebagai acuan untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi kedepannya. Berdasarkan dari masalah tersebut pencipta menjadikannya sebagai ide atau gagasan dalam penciptaan seni lukis representasional. Metode penciptaan yang digunakan menggunakan metode Alma Hawkins yang memiliki tiga tahapan, yaitu eksplorasi pencarian gagasan, penentuan alat bahan dan teknik, referensi, sumber-sumber ataupun hal-hal yang berkaitan dengan unsur tematik, kemudian eksperimentasi merupakan pengembangan dari apa yang telah didapat dalam tahap pertama. Tahap ketiga yaitu pembentukan, merupakan sebuah proses visualisasi dalam penciptaan seni lukis representasional ini. Penciptaan seni lukis representasional ini menghasilkan 6 karya seni lukis dengan judul “Titik Hilang, Garis Waktu, I don’t Care, Tampak Depan, Relasi Negatif Positif, dan Problem Klasik”. Dengan media estetik seperti titik, garis, warna, bentuk dan ruang serta simbolisasi dari pencipta terciptalah karya seni lukis representasional ini. Representasional dengan tema Refleksi diri dengan etika Jawa diharapkan menjadi tambahan wawasan bagi masyarakat serta lebih mengingat, merenungkan kembali tentang tindakan-tindakan yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari, untuk mendapatkan batasan dan mengetahui mana yang baik dan mana yang tidak untuk dilakukan. Meskipun berbeda paham etika dan bukan hanya orang jawa saja, setidaknya budaya timur yang menjadi citra bangsa indonesia tidak hilang oleh gempuran budaya yang datang dari luar. Karena pada hakikatnya tujuan kita sama yaitu menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya. Sagita, Rizky Eka. 2018. Self-reflection in the Manner of the destruction of Javanese Ethics as an Idea of Representational Art Creation. Thesis, Art and Design Department, Faculty of Letters, Universitas Negeri Malang.   Key Words: Self-reflection, Destruction of Javanese Ethic, Creation, Artwork, Representational. Self-reflection is a reflection of the past associated with change to a better thing. Start with a self reflection and the environment about ethics, the creator feels that the values or norms are now fall off or even destroyed.Many of current generations have lost their identity as adherents of Eastern society. The destruction of Javanese ethical like harmony and respect slowly begins to disappear. Tolerance, respect for each other as if ignored by the majority of the current generations. This effort is done by the creator as a reflection of the daily actions that are far from the norms of indigenous eastern Indonesia. At the same time make self-reflection as a reference to become a better person in the future. Based on the problem, the creator makes it as an idea or idea in the creation of representational painting. The method of creation used the Alma Hawkins method which had three stages: exploration of the search for ideas, the determination of materials and techniques, references, sources or matters relating to thematic elements. Then experimentation was the development of what had been obtained in the first stage. The third stage of formation, was a process of visualization in the creation of this representational art. This creation of representational art produced 6 paintings with the title "Titik Hilang, Garis Waktu, I do not Care,Tampak Depan, Relasi Negatif Positif, and Problem Klasik". With aesthetic media such as dots, lines, colors, shapes and spaces as well as symbols of the creator, these representational works of art were created. Representational with the theme Self-reflection with Javanese ethics was expected to be an additional insight for society and remembered, and reflected on the actions taken in daily life. This is done to get the limit and to know which one was good and which was not to be done. Although we had different ethics, at least the eastern culture that became the image of the Indonesian nation was not lost by western culture. Because essentially, our goal was the same that was to become a better person than before

    Perancangan Artbook Planeswalker Sebagai Intellectual Property Roleplay Studio Malang

    No full text
    ABSTRAK   Herdiana, Wendy. 2018. Perancangan Artbook Planeswalker Sebagai Intellectual Property Roleplay Studio Malang. Skripsi, Program Studi Desain Komunikasi Visual, Jurusan Seni Dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Sarjono, M.Sn (II) Andreas Syah Pahlevi, S.Sn, M.Sn.   Kata Kunci: Perancangan, Artbook, Concept art, Planeswalker, Intellectual Property, Desain karakter, Desain Environment. Pertumbuhan ekonomi kreatif di Indonesia akhir-akhir ini menunjukan grafik yang positif, dengan munculnya para startup baru menunjukan sektor ekonomi kreatif terbukti menjadi sumber dan kekuatan ekonomi yang baru bagi Indonesia. Roleplay studio merupakan salah satu studio yang saat ini mampu bertahan dalam persaingan industri kreatif, yaitu dengan menciptakan produk Intellectual Property berjudul “Planeswalker” yang akan diimplementasikan dalam bentuk animasi, namun saat ini “Planeswalker” masih berupa naskah yang belum tertata dan belum ada konsep visual. Dalam produksi serial animasi dari “Planeswalker” ini dibutuhkan visualisasi dari naskah yang telah dibuat. Maka dari itu dirancang sebuah Artbook “Planeswalker” sebagai ide visual Intellectual Property Roleplay StudioMalang serta sebagai referensi animator dalam memproduksi serial animasi. Model Perancangan yang digunkaan dalam perancangan Artbook “Planeswalker” ini adalah model perancangan deskriptif procedural, dalam perancangan ini mengacu pada model perancangan Bruce Archer yang telah dimodifikasi menyesuaikan kebutuhan dari perancangan. Perancangan Artbook “Planeswalker” ini menghasilkan visualisasi berupa desain karakter serta desain environment dengan gaya gambar hybrid dan terinspirasi dari lingkungan serta makhluk hidup sekitar.Desain ini dikumpulkan dan dijilid dalam buku berjudul “The Art Of Planeswalker” yang digunakan sebagai ide visual dalam Intellectual Property Roleplay Studio

    Motif Damar Kurung Khas Gresik Jawa Timur Sebagai Inspirasi Dalam Berkarya Seni Grafis Cetak Tinggi

    No full text
    ABSTRAK   Hidayatulloh, Anang. 2018. Motif Damar Kurung Khas Gresik Jawa Timur Sebagai Inspirasi Dalam Berkarya Seni Grafis Cetak Tinggi. Skripsi. Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang.Pembimbing: (I) Drs. Sarjono, M.Sn (II) Abdul Rahman Prasetyo, S.Pd, M.Pd   Kata Kunci : Damar Kurung, Penciptaan, Karya Seni Grafis. Seni sangat erat hubungaanya dengan manusia dan berhubungan erat dengan kegiatan keseharian, terdapat berbagai macam seni yang ada disekitar kita. Gresik merupakan salah satu tempat yang memilki seni hias yang khas. Seni hias tersebut bernama Damar Kurung, damar kurung diketahui keberadaannya sejak lama, pada masa itu kepopulerannya sangat baik dan juga didukung dengan munculnya banyak pembaharuan. Akan tetapi seni hias damar kurung sekarang sudah tidak lagi terdengar namanya karena kurangnya kepedulian masyarakat Gresik terhadap seni hias damar kurung tersebut. Berdasarkan dari permasalahan tersebut maka muncul keinginan untuk menciptakan karya seni damar kurung dengan bentuk yang lain yang terinspirasi dari motif asli damar kurung. Metode penciptaan yang digunakan adalah dengan menggubah bentuk menjadi seni grafis, akan tetapi tidak meninggalkan kaidah kaidah yang dimiliki oleh seni hias tersebut sendiri ada tiga tahapan dalam membuat karya seni, tahap pra produksi, produksi dan pasca produksi. Ketiga tahap tersebut memiliki kesatuan yang tidak boleh terlewatkan. Penciptaan ini menghasilkan 7 karya seni grafis yang berjudul Hari Yang Fitri, Kebutuhan Bersama, Tujuan Masa Depan, Pencari Kehidupan, Memasyarakat-kan Sampah, Problem Minyak dan Bukan semestinya. Objek dan warna menjadi symbol utama untuk menyampaikan pesan dalam karya tersebut.berdasarkan dari hasil penciptaan tersebut sebagai sarana media ekspresi dalam pembuatan karya dan juga sebagai media pembelajaran bagi para pembaca dan juga dapat dijadikan refrensi dalam penulisan skripsi selanjutnya

    EKSPRESI KESENIAN HADRAH DALAM KERAMIK SENI

    No full text
    ABSTRAK   Mahadi, Akbar. 2018. Ekpresi Kesenian Hadrah dalam Keramik Seni. Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Ponimin, M.Hum, (II) Lisa Sidyawati, S.Pd, M. Pd.   Kata Kunci: kesenian Hadrah,  penciptaan, keramik seni. Kesenian Hadrah merupakan salah satu kesenian umat muslim. Masyarakat muslim yakin bahwa kesenian Hadrah memberi dampak yang positif bagi kehidupan bermasyarakat. Keyakinan tersebut menjadi sebuah panutan untuk mengawali sesuatu yang baik. Dengan demikian masyarakat yang meyakini bahwa kesenian Hadrah membawa dampak positif secara tidak langsung mereka telah menerapkan tauladan dari Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari.Tauladan tersebut tercermin melalui syair, musik hingga gerakan ketika memainkan kesenian Hadrah ini. Pengalaman tersebut yang membuat pencipta terinspirasi dan selanjutnya diolah menjadi sebuah ide penciptaan karya seni yakni seni keramik.Sebelumnya penulis mempunyai pengalaman sebagai pelaku kesenian hadrah di tempat tinggal awalnya, proses belajar memainkan alat pada seni hadrah dilakukan oleh penulis dengan harapan bisa mengikuti kesenian hadrah ini sampai benar-benar bisa, akan tetapi hal itu tidak sesuai kemampuan, penulis berlatar belakang tidak intens dalam hal musik, sebagaimana penulis hanya bisa mengikuti melaui kalimat pujian yang ada dalam kesenian hadrah. Pada penciptaan keramik dengan tema kesenian Hadrah ini bermula dari eksplorasi atau menemukan suatu konsep penciptaan yang didalamnya terdapat suatu ide/gagasan, tema, objek penciptaan karya seni, dan kajian karya terdahulu. Hal tersebut sebagai dasar dalam proses penciptaan motif keramik seni. Metode penelitian penciptaan yang dipilih adalah pengembangan metode dari SP Gustami, yaitu eksplorasi, eksperimentasi/improvisasi dan perwujudan. Selanjutnya dilakukan penyusunan sebuah konsep bentuk berupa beberapa eksplorasi bentuk dan dilanjutkan pada tahap proses visualisasi awal, yakni meliputi pembuatan sketsaalternatif dan menentukan sketsa terpilih.Proses selanjutnya yakni pemindahan sketsa pada media keramik, yang digunakan adalah media keramik pembakaran tinggi stoneware. Tahap-tahap dalam pembuatan karya yaitu pembentukan, pengeringan, pembakaran biskuit, pengglasiran dan pembakaran suhu tinggi. Setelah semua proses dilalui dan karya sudah jadi dan menghasilkan delapan buah karya keramik, tahap selanjutnya adalah membuat deskripsi pada setiap karya yang meliputi penjelasan dan makna yang terkandung di dalam setiap karya.Dalam penciptaan karya keramik seni ini, diharapkan dapat memberikan nilai-nilai ajaran Islam yang terkandung didalam syair  kepada generasi sekakarang agar bisa meningkatkan keimanan dan melestarikan kebudayaan religi salah satunya kesenian Hadrah. Mahadi, Akbar Maulana. 2018. Expression of Hadrah in Ceramic Art. Thesis, Art and Design, Faculty of Latter, Universitas Negeri Malang. Advisors: (I) Dr. Ponimin, M. Hum., (II) Lisa Sidyawati, S.Pd, M.Pd.   Key Words: Hadrah, creation, ceramic art. Hadrah is one of the arts of Muslims. The Muslim community is convinced that Hadrah has a positive impact on social life. That belief becomes a role model to start something good. Thus the people who believe that the art of Hadrah has a positive impact indirectly they have applied the example of Prophet Muhammad SAW in everyday life. The phrase is reflected through poetry, music to the movement when playing this Hadrah. The experience that makes the creator inspired and then processed into an idea of ​​artwork creation that is ceramic art. Previously the author has experience as an artist of hadrah in his original residence, the process of learning to play a tool on the art of hadrah done by the author in the hope to follow this arts of hadrah until really can, but it does not match the ability, the writer background is not intense in music, as the author can only follow through the sentence of praise that existed in the arts of hadrah. In the creation of ceramics with the theme of Hadrahoriginated from exploration or find a concept of creation in which there is an idea, theme, object creation of artwork, and studies of previous work. It is as a basis in the process of creating ceramic art. The selected research method of creation is the development of methods of SP Gustami, namely exploration, experimentation / improvisation and embodiment. Furthermore, the preparation of a concept form of some form of exploration and continued at the stage of the initial visualization process, which includes making alternative sketches and determine the selected sketches. The next process is the removal of sketches on ceramic media, which is used is a high stoneware burning ceramic medium. Stages in the making of the work is the formation, drying, baking biscuits, grinding and high temperature combustion. After all the process is passed and the work is finished and produces eight pieces of ceramics, the next step is to make a description on each work that includes explanations and meanings contained in each work. In the creation of this ceramic art work, it is expected to provide the values ​​of Islamic teachings contained in the verse to the next generation sekakarang in order to improve faith and preserve religious culture one of Hadrah

    REFLEKSI DIRI SEBAGAI SUMBER INSPIRASI KARYA LUKIS ABSTRAK

    No full text
    ABSTRAK   Hayati, Rizka. 2018. Refleksi Diri Sebagai Inspirasi Penciptaan Karya Lukis Abstrak. Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Drs. Triyono Widodo, M.Sn. Refleksi diri merupakan suatu pengamatan terhadap diri sendiri yang secara sadar dilakukan berupa pengungkapan proses mental untuk meningkatkan kualitas diri.  Melakukan terapi terhadap diri sendiri untuk mengatasi traumatik dapat dilakukan lewat seni khususnya seni lukis sebagai sarana ekspresi. Melalui refleksi diri yang diekspresikan kelukisan merupakan bentuk terapi terhadap traumatik. Masalahnya untuk lebih mengenal diri secara konkrit harus berwujud agar menemukan jati diri, segala keinginan, serta tujuan dalam hidup. Oleh sebab itu pencipta menjadikan refleksi diri sebagai inspirasi berkarya lukis abstrak. Penelitian ini merupakan jenis penelitian penciptaan seni, dengan menggunakan model proses kreatif Alma Hawkins meliputi: tahap eksplorasi, tahap improvisasi, dan pembentukan. Ide penciptaan adalah ‘refleksi diri’ diperkuat konsep ‘diri’ yaitu pandangan dan sikap individu terhadap diri sendiri. Tujuan penciptaan pertama untuk memaparkan refleksi diri yang diwujudkan melalui  proses penciptaan karya lukis  abstrak dan memvisualisasikan hasil penciptaan yang bersumber dari refleksi diri. Penciptaan  ini menghasilkan 6 karya seni lukis yang berjudul Satu Waktu Bersama Senja, Menerbangkan Nyawa, Bertemu di Satu Titik, Meniti Garis Menuju Pulang, Menyatukan Aku dan Jejak. Keenam  karya lukis yang diciptakan menambah wawasan berolah seni dan terapi bagi pencipta yang berisi pesan moral dalam perwujudannya khususnya dalam hal mengatasi traumatik lewat terapi berkarya seni. Melalui karya seni lukis yang diciptakan, diharapkan dapat menjadi media apresiasi bagi masyarakat, dan menambah pengetahuan serta wawasan bagi pendidikan utamanya terkait psikologi pendidik maupun peserta didik. Dengan memahami psikologi utamanya bagi peserta didik akan meningkatkan kualitas dan hasil belajar siswa

    Perancangan Comic Strip Bimo & Bowo tentang Anak Jalanan Melalui Teknik Foto dan Ilustrasi dalam Upaya Menyampaikan Pesan Kejujuran

    No full text
    ABSTRAK   Nilai-nilai kejujuran harus dijunjung tinggi oleh semua orang, mulai dari golongan terbawah hingga yang atas. Anak jalanan menjadi objek utama dalam penelitian ini karena banyak yang menganggap mereka adalah sosok yang terpinggirkan, tidak terpelajar, dan kasar, namun dibalik itu mereka juga bisa bersikap jujur. Hal ini yang akan dijadikan acuan bahwa mereka yang dari golongan terbawah saja bisa berbuat jujur, kenapa orang-orang pada golongan diatasnya tidak melakukan perbuatan jujur. Perancangan comic strip ini menggunakan prosedural. Langkah-langkah pada model perancangan ini secara deskriptif dengan menggariskan langkahlangkah perancangan yang sistematis dan berurutan mulai dari merumuskan masalah, menetukan tujuan, menganalisis target pengguna, pengumpulan data, merumuskan konsep perancangan, dan eksekusi desain. Data berasal dari berbagai sumber yang didapat melalui observasi, wawancara dan mengunakan studi pustaka. Teknik visualisasi menggunakan Adobe Photosop CC2016. Hasil visualisai berupa cerita dengan karakter yang menggunakan teknik Photo Illustration. Hasil perancangan adalah buku kumpulan comic strip full color 42 halaman tentang kejujuran yang dimunculkan dalam keseharian anak jalanan sebagai media kampanye bersikap jujur. Buku cerita bergambar memiliki dimensi horizontal dan dijilid softcover. Dari Perancangan ini masih perlu ada pengembangan tindak lanjut karena tanpa melalui proses uji coba dan validasi produk dan masih banyak kekurangan yang perlu disempurnakan

    Nguri – uri SosokWanita Jawa Sebagai Sumber Inspirasi Seni Lukis Representatif

    No full text
    ABSTRAK   Wanita Jawa terkenal dengan pesona yang dimilikinya, pesona itu adalah pancaran aura kecantikan yang tampak dari luar dan dari dalam dirinya, juga selalu sopan dalam beringkah laku. Pesona yang dimiliki wanita Jawa  yang menginspirasi pencipta dalam mewujudkan keenam karya lukis. Proses dalam penciptaan karya seni lukis ini bermula dari perancangan kosep yang didalamnya terdapat ide, tema, dan objek yang diciptakan yaitu objek wanita Jawa. Selanjutnya adalah menentukan karkteristik karya, teknik, alat dan bahan yang akan digunakan.Proses visualisasi karya menggunakan metode PermadiTabrani meliputi,persiapan,pengumpulanbahan,empatimenujupra-idea, pengeramanpra-idea, penetasan idea, aspekluarpelaksanaan, dan aspek integral. Langkah awal membuat sketsa lalu memindahkan ke kanvas, kemudian pewarnaan diakhiri dengan proses finishing. Karakeristik dari keenam lukisan ini adalah wanita Jawa sebagai objek utama, perpaduan berbagai macam warna membentuk pola abstrak sebagai latar belakang, teknik yang dipakai antara lain adalah  teknik sapuan basah dan finger painting. Tujuan penelitian penciptaan seni lukis ini untuk mendiskripsikan proses penciptaan dan perwujudan seni lukis representatif, mulai dari awal penciptaan hingga akhir. Melalui karya pesona wanita Jawa sebagai bentuk ekspesi murni pencipta memberi pengalaman dalam berolah seni kususnya penciptaan karya lukis representatif. Diharapkan melalui apresiasi karya lukis representatif ini dapat menyampaikan pesan moral kepada publik sehingga nilai-nilai budaya lokal Jawa tetap lestari dan menjadi pencitraan bangsa

    Perancangan Katalog "Amazing Selecta" Melalui Eksplorasi Manipulasi Fotografi Digital Untuk Membangun Ekspektasi Upaya Repositioning Taman Rekreasi Selecta

    No full text
    ABSTRAK   Tujuan perancangan katalog Taman Rekreasi Selecta ini adalah untuk meningkatkan jumlah wisatawan dengan mengenalkan pembaruan – pembaruan wahana yang telah dilakukan oleh Taman Rekreasi Selecta. Dikarenakan masih banyaknya masyarakat yang tidak mengetahui mengenai perkembangan tersebut. Perancangan katalog selecta wisata sebagai media promosi untuk meningkatkan jumlah wisatawan ini menggunakan model perancangan prosedural, model yang bersifat deskriptif, dimana menggariskan langkah – langkah dan prosedur yang diikuti untuk menghasilkan sebuah produk (Tim Penyusun Pedoman Karya Ilmiah, 2010:47). Selain model prosedural dalam suatu perancangan ada juga model konseptual yaitu model yang bersifat analistis yang memberikan komponenkomponen produk yang akan dikembangkan serta keterkaitan antar komponen. Berjudul Perancangan Katalog “Amazing Selecta” Melalui Eksplorasi Manipulasi Fotografi Digital Untuk Membangun Ekspektasi Upaya Repositioning Taman Rekreasi Selecta, dengan spesifikasi desain yang menarik, sekitar 20 lembar yang berisi beberapa ilustrasi gambar serta filosofi yang tercermin dari segi warna maupun bentuk, media ini berperan sebagai buku informasi yang dapat di bawa kemana – mana. Katalog dapat di akses di dinas pariwisata dan taman rekreasi selecta, serta dalam bentuk media berupa, poster, x-banner, baliho, pamphlet, sticker, t-shirt, dengan tema dan judul dalam bentuk tagline panduan ber- selecta kepada para pengunjung

    0

    full texts

    2,650

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Seni dan Desain - Fakultas Sastra UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇