SKRIPSI Jurusan Seni dan Desain - Fakultas Sastra UM
Not a member yet
2650 research outputs found
Sort by
Analisis Visualisasi Corak Batik Kalangbret pada Rumah Batik Tulis Kalang Kusuma Kabupaten Tulungagung
ABSTRAK Setyawan, Ony. 2018. Analisis Visualisasi Corak Batik Kalangbret Pada Rumah Batik Tulis Kalang Kusuma Kabupaten Tulungagung. Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Anak Agung Gde Rai Arimbawa, M.Sn., (II) Lisa Sidyawati, S.Pd, M.Pd. Kata kunci: Corak Batik, Corak Batik Kalangbret, Rumah Batik Tulis Kalang Kusuma Industri batik rumahan mendorong para pengrajin batik berlomba-lomba untuk menciptakan kerasi batik baru. Dengan adanya hal tersebut secara tidak langsung juga akan menghilangkan sejarah kekhasan batik Tulungagung sendiri, jika tidak menerapkan motif batik khas terdahulu dalam setiap desain motif batiknya. Salah satunya adalah ciri khas dari corak batik Kalangbret, yang dapat ditemui di rumah batik Tulis Kalang Kusuma Tulungagung. Pengaruh corak batik tradisional keraton yang melekat pada corak batik Kalangbret menjadi salah satu bahasan dalam penelitian. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui corak batik Kalangbret pada rumah batik tulis Kalang Kusuma Kabupaten Tulungagung. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data diperoleh dari pengrajin dan produk batik. Sampel penelitian berupa empat motif batik yang diproduksi oleh rumah batik Kalang Kusuma. Prosedur pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan meliputi: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan (verifikasi). Hasil analisis keempat motif yang dijadikan sampel yaitu motif Lengko Lama, motif Lengko Baru, motif Sayonara, dan motif Kerton cenderung mempunyai karaktersitik yang sama. Motif utama pada Lengko Lama dan Lengko Baru berupa pola garis zig-zag atas bawah. Pada motif Sayonara motif utamanya berupa ikan dan kipas, sedangkan motif Kerton motif utamanya berupa objek kartu. Penggunaan motif pendukung dan isen-isen cenderung sama. Motif pendukung berupa yang sering digunakan adalah bunga seruni, bunga mawar, bunga melati, burung phonix, dan kupu-kupu. Isen-isen yang sering digunakan dari sekian banyak macamnya yaitu cecek thir, cecek awur, godhong asem, kembang jeruk, bolah ruwet, obat nyamuk, kroto-krotoan, dan uthil. Warna yang sering digunakan yaitu warna coklat, biru, hitam dan putih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa corak batik Kalangbret pada rumah batik Kalang Kusuma mempunyai lima ciri khas utama, yaitu: (a) sama sekali tidak ada ruang yang kosong dalam setiap motifnya, (b) penggunaan warna biru, coklat, hitam, dan putih sebagai warna pokok, (c) penggunaan latar warna cenderung coklat, (d) terdapat motif kotongan tanpa isen-isen berwarna coklat yang terdapat pada motif utama maupun motif pendukung, (e) mempunyai variasi isen-isen yang beragam dengan penyusunan yang padat. Tatanan motif yang rumit dan padat, serta penggunaan warna pokok (biru, coklat, hitam, putih) dan makna simbolis yang terdapat pada setiap motif batik, merupakan pengaruh corak batik tradisional keraton (Kebudayaan Mataraman) yang masih melekat pada motif-motif batik yang diproduksi oleh rumah batik Kalang Kusuma
PERANCANGAN DESAIN KARAKTER BERBASIS SATWA ENDEMIK LANGKA KHAS INDONESIA SEBAGAI IDE DASAR VISUAL PEMBUATAN PRODUK KREATIF
ABSTRAK Desain karakter merupakan salah satu produk tersendiri dalam industri kreatif. Produk ini muncul dalam berbagai media seperti di acara televisi, film, animasi, game, infografis, komik, dan maskot untuk mempromosikan suatu kota. Ide visual yang digunakan untuk merancang desain karakter dapat disesuaikan dengan produk yang akan dibuat. Ide tersebut bisa didapat dengan mengeksplorasi setiap potensi yang ada pada objek yang dituju. Satwa endemik langka Indonesia merupakan potensi kreatif yang dapat dikembangkan ke dalam berbagai macam ide kreatif yang memiliki ciri khas Indonesia, karena dianggap sebagai bagian dari identitas bangsa Indonesia. Sehingga tujuan dalam perancangan ini adalah merancang produk Intellectual Property (IP) berupa aset desain karakter yang menggunakan ide dasar visual satwa endemik langka khas Indonesia dengan latar dunia fantasi yang dikompilasikan kedalam bentuk artbook. Dalam artbook tersebut dijabarkan konsep dan proses perancangan karakternya. Konsep dibuat sesuai dengan kebutuhan perancangan desain karakter secara umum, agar konsep desain karakter ini dapat sesuai dengan produk kreatif lain seperti merchandise, komik, animasi, maupun game. Sistematika perancangan yang digunakan adalah model perancangan dalam bentuk deskriptif prosedural yaitu model perancangan yang mengikuti langkah-langkah atau tahapan yang sudah ada. Model perancangan ini menggunakan prosedur yang dikembangkan oleh Bruce Archer, yang kemudian dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan perancangan. Perancangan berupa desain karakter ini merupakan salah satu cara untuk mengenalkan keragaman identitas bangsa Indoensia. Hal ini juga untuk menanggapi karena masih kurangnya eksplorasi tentang kekayaan lokal daerah, terutama yang berhubungan dengan desain karakter. Proses eskplorasi ini dituangkan kedalam bentuk artbook sebagai media utama karena sasaran produk ini mengarah kepada pihak profesional yang berkecimpung dalam industri kreatif, seperti game developer, studio animasi, dan komik. Selain itu produk ini dapat dinikmati oleh individu atau masyarakat yeng berminat pada produk jenis ini
Analisis Proses Pembuatan Batik Ecoprint di Rumah Batik Balitar Kota Blitar
ABSTRAK RINGKASAN Ningrum, Tria. 2018. Analisis Proses Pembuatan Batik Ecoprint di Rumah Batik Balitar Kota Blitar. Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Anak Agung Gde Rai Arimbawa, M.Sn., (II) Lisa Sidyawati, S.Pd, M.Pd. Kata kunci: proses pembuatan, batik Ecoprint, Rumah Batik Balitar, Kota Blitar Pengrajin batik Blitar mengalami kejenuhan dengan motif ikan koi. Angka pemesanan batik hanya tinggi untuk motif ikan koi saja. Padahal sebenarnya ada juga motif lain yang diproduksi oleh pengrajin selain motif ikan koi. Batik Ecoprint merupakan suatu inovasi baru dalam dunia produksi tekstil yang belum begitu populer di telinga masyarakat. Teknik pembuatan batik Ecoprint pertama kali di Kota Blitar dipraktekkan oleh Nanang Pramadi. Ecoprint adalah cara pembuatan motif pada kain dengan teknik mencetak motif dari bahan-bahan alami yang ada di lingkungan sekitar. Bahan baku yang digunakan bisa didapatkan dengan mudah, yaitu daun jati dan daun mangga. Selain daun, terdapat motif pendukung yang dihasilkan dari karat. Tujuan penelitian ini adalah mengemukakan proses pembuatan batik Ecoprint di Rumah Batik Balitar Kota Blitar. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan tujuan menghasilkan data deskriptif. Sumber data diperoleh dari pengrajin dan batik Ecoprint. Prosedur pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, angket, dan dokumentasi. Dalam penelitian ini, peneliti bertindak sebagai instrumen aktif dalam upaya pengumpulan data di lapangan. Teknik analisis data yang dilaksanakan meliputi: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Untuk pengecekan keabsahan data, dilakukan dengan trigulasi teknik dan triangulasi sumber. Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa proses pembuatan batik Ecoprint melalui beberapa tahap diantaranya: 1). Menyiapkan bahan yaitu daun jati, daun mangga dan besi berkarat serta alat yaitu kain, palu dan kertas karton; 2). Menata pola daun di atas kain; 3). Proses pencetakan motif utama daun dengan cara dipukul menggunakan palu; 4). Penguncian motif utama dengan 3 macam pilihan bahan pengunci; 5). Proses pembuatan motif pendukung (karat); 6). Tahap akhir atau finishing yaitu dengan melakukan pembilasan kain. Motif yang dihasilkan batik Ecoprint berupa motif daun yang memiliki keunikan dan menonjolkan karakter yang berasal dari bahan alami bentuk daun asli. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada dasarnya proses pembuatan batik Ecoprint hampir sama dengan proses pengecapan pada proses pembuatan batik cap. Hanya saja teknik pelaksanaannya yang berbeda. Proses pembuatan batik Ecoprint di Rumah Batik Balitar sangat sederhana, namun memiliki karakter yang berbeda dengan proses pembuatan batik Ecoprint yang ada di daerah lain. Visualisasi batik Ecoprint menghasilkan keunikan tersendiri yaitu motif utama yang menampakkan keaslian bentuk daun tanpa adanya stilasi. Motif daun tersebut juga menghasilkan efek ornamentik dari tekstur serat daun. Visualisasi batik Ecoprint menunjukkan karakter batik kontemporer (seni masa kini) yang merupakan kombinasi dinamis dari bahan, metode, konsep, dan subjek yang terus menantang batas karena terkena dampak modernisasi. SUMMARY Ningrum, Tria Wahyu. 2018. Analysis Process of Making Batik Ecoprint on Balitar Batik House Blitar City. Thesis, Department of Art and Design, Faculty of Letters, State University of Malang. Counselor: (I) Drs. Anak Agung Gde Rai Arimbawa, M.Sn., (II) Lisa Sidyawati, S.Pd, M.Pd. Keywords: process of making, batik Ecoprint, Balitar Batik House, Blitar City Batik Blitar craftsmen feel the saturation with koi fish motif. The highest rate of batik ordering only on koi batik. In fact , there are also other motifs produced by craftsmen besides the koi fish motifs. Batik Ecoprint is a new innovation in the world of textile production that has not been so popular in general society. The first technique of making batik Ecoprint in Blitar City was practiced by Nanang Pramadi in Balitar Batik House. Ecoprint is a way of making motifs on fabric with motif printing techniques from natural materials that available in the environment around. The basic materials used can be obtained easily, they are teak leaves and mango leaves. Besides the leaves, there are supporting motifs produced from rust that will also produce a unique motif. The purpose of this research is to explain the process of making batik Ecoprint in Balitar Batik House Blitar City. This research uses qualitative research method with the goal of the research is produces descriptive data. Source of data obtained from craftsmen and batik Ecoprint. The data collection procedure is taken by observation, interview, questionnaire, and documentation. In this research, research acts as an active instrument in the effort of collecting data in the field. Technical analysis of data used include: data reduction, data data display, and conclusion drawing or verification. For checking the validity data is done by method or technique triangulation and data source triangulation. Based on the results of data analysis can be concluded that the process of making batik Ecoprint through several steps that is: 1). Preparing materials such as teak leaves, mango leaves and rusted old metal or iron and tools such as fabric, hammer and paperboard; 2). Arranging leaf pattern on the fabric; 3). The process of printing the main motif of the leaves by hit it with a hammer; 4). Locking main motif with 3 kinds of fixator liquid; 5). The process of making supporting motifs (rust); 6). The final step or finishing is done by rinse the fabric. The motif that is produced by batik Ecoprint is leaf motif that has a unique and shows strong characters based on natural materials from the original leaf form. The results of this research showed that basically the process of making batik Ecoprint almost the same with the process of making batik cap. It's just different implementation techniques. The process of making batik Ecoprint in Balitar Batik House is very simple, but has a different character from the process of making Ecoprint batik in other areas. Batik Ecoprint’s visualization shows its own uniqueness that is the main motif that has the originality of leaf shape without any stilation. The leaf motif also produces the ornamentic effect of leaf fiber texture. The visualization of batik Ecoprint shows contemporary batik character ( the art of today) that is a dynamic combination of materials, methods, concepts, and subjects that continue the challenging of boundaries because of the impact of modernization
PERANCANGAN BOARD GAME PENGENALAN RAGAM PROFESI TERAPAN SEBAGAI MEDIA PENDUKUNG PEMBELAJARAN TEMATIK
ABSTRAK Pendidikan di Indonesia masih tertinggal jika dibandingkan dengan negara lainnya. Sekolah dasar merupakan pendidikan pada tingkat dasar dimana sistem pembelajarannya hasil dari perpaduan dengan lingkungan. Pada usia sekolah dasar perlu adanya media pendukung perencanaan karir yang dapat menunjang kegiatan belajar siswa. Papan permainan dapat menjadi media pendukung pembelajaran dalam hal karir dengan mengintegrasikan materi permainan dengan materi belajar siswa. Media papan permainan dapat menggerakkan motoric anak serta meningkatkan interaksi sosial terhadap sesama. Key Words: Board Game, Profesi, Media Pembelajaran, Tematik
PENERAPAN TEKNIK CETAK SARING SEDERHANA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SENI GRAFIS PADA KELAS IX B SMPN 1 PANARUKAN KABUPATEN SITUBONDO
ABSTRAK Wardani, Lely. 2018. Penerapan Teknik Cetak Saring Sederhana Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Seni Grafis Pada Kelas IX B SMPN 1 Panarukan Kabupaten Situbondo. Skripsi, Jurusan Seni Dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Tjitjik Sriwardhani, M.Pd, (II) Denik Ristya Rini, S.Pd, M.Pd. Kata Kunci: Cetak Saring Sederhana, Hasil Belajar, Seni Grafis Pembelajaran Seni Budaya pada materi Seni Grafis di kelas IX B di SMP Negeri 1 Panarukan yaitu cetak foto. Masalah dari pembelajaran tersebut yaitu hasil belajar kurang memenuhi standar ketuntasan karena terkendala oleh alat dan bahan, kurangnya kemandirian dalam berkarya, dan disiplin waktu pengumpulan karya. Sehingga peserta didik belum bisa berkarya dengan baik dalam menjelaskan pengertian seni grafis, menyebutkan jenis, prosedur berkarya, membuat pola, dan juga terdapat nilai dibawah rata-rata (KKM 70). Sehingga dengan penerapan teknik cetak saring sederhana ini diharapkan menjadi solusi untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penerapan teknik cetak saring sederhana yang dapat meningkatkan hasil belajar dan seberapa jauh peningkatan Seni Grafis pada peserta didik kelas IX B di SMP Negeri 1 Panarukan Situbondo. Penelitian ini menggunakan rancangan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dalam 2 siklus. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas IX B di SMP Negeri 1 Panarukan berjumlah 29 anak. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, tes praktek dan dokumentasi. Prosedur penelitian terdiri dari empat tahapan yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan dan refleksi. Data hasil belajar diperoleh dari nilai sikap, pengetahuan dan tes praktek atau keterampilan. Analisis data menggunakan kualitatif dan kuantitatif. Data yang diperoleh berdasarkan deskripsi dari beberapa penilaian yaitu kesungungguhan belajar, kemandirian berkarya, kedisiplinan mengumpulkan karya, menjelaskan pengertian cetak saring sederhana, menyebutkan teknik juga alat dan bahan, prosedur, membuat karya, pewarnaan dan kreatifitas. Hasil belajar pada siklus I dan siklus II terjadi peningkatan, jika sudah meningkat selanjutnya siklus dihentikan. Peningkatan hasil belajar dapat dilihat dari 3 penilaian, pertama aspek sikap yaitu kesungguhan, kemandirian dan kedisiplinan, selanjutnya pengetahuan yaitu menjelaskan teknik cetak saring sederhana, menyebutkan alat dan bahan, menyebutkan prosedur dan keterampilan yaitu membuat karya cetak saring sederhana, pewarnaan, dan kreatifitas. Hasil belajar pada siklus I dengan nilai rekapitulasi nilai akhir adalah 71 dengan kategori baik. Pada siklus II dengan nilai rekaptulasi nilai akhir adalah 80 dengan kategori baik dengan tahap yang sama. Peningkatan hasil belajar pada siklus I terdapat 23 anak tuntas dan pada siklus II 29 anak tuntas dalam hasil pembelajaran. Ketuntasan peserta didik berdasarkan KKM di sekolah tersebut. Berdasarkan data hasil tersebut pada penerapan teknik cetak saring sederhana telah terjadi peningkatan hasil belajar Seni Grafis. Dengan demikian penerapan teknik cetak saring sederhana dapat meningkatkan hasil belajar Seni Grafis peserta didik
NILAI-NILAI PENDIDIKAN TARI BORAN PADA SANGGAR TRIMELATI KABUPATEN LAMONGAN
ABSTRAK Paramita, Tiara. 2018.Nilai-nilai PendidikanTari Boran pada Sanggar Trimelati Kabupaten Lamongan. Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Robby Hidajat, M.Sn(II) R. A.Zandra, M.Sn, M.Pd Kata Kunci: Nilai pendidikan, sanggar Trimelati, Tari Boran. Berbagai jenis tari garapan baru yang digunakan sebagai materi penggarapan di sanggar-sanggar tari, tidak terkecuali di sanggar Trimelati di Kabupaten Lamongan. Sanggar Trimelati dipilih sebagai lokasi penelitian, karena mengajarkan. Tari Boran adalah salah satu jenis tariyang menggambarkan aktivitas sosial masyarakat Lamongan. Hasil observasi awal, bahwa Tari Boran diajarkan mempunyai gerak yang menggambarkan aktivitas wanita yang menjual nasi. Hal ini tentu terkait dengan tingkah laku masyarakat dan budaya di Lamongan. Penelitianinidifokuskanpadanilai-nilaipendidikanTari Boran pada snaggar Trimelati Kabupaten Lamongan. Metode yang digunakan adalah diskriptif kualitatif, yaitu menggali fenomena sosial melalui peserta didik pada sanggar Trimelati, khususnya yang mempelajari Tari Boran. Teknik pengambilan data menggunakan wawancara dari narasumber kunci Ninin Desinta (39 th.) sebagai koreografer Tari Boran, Tri Kristiani (38 th.) sebagai koreografer, dan Purnomo Aji (48 th.) sebagai ketua sanggar Trimelati. Data wawancara di dukung oleh observasi kegiatan latihan di sanggar tari, dan juga pementasan. Data yang digunakan untukmemperkuat adalah dokumentasi yang di dapat dari sanggar, koreografer, dan siswa sanggar. Analisis data dilakukan mulai dari tahap pengumpulan data, tahap reduksi, tahap penyimpanan data, serta tahap penarikan kesimpulan. Hasilpenelitianmenunjukkanbahwa dalam Tari Boran terdapat lima nilai pendidikan. Kelima nilai pendidikan yang terdapat pada tari boran yaitua. Nilai ilmu pengetahuan, b. Nilai estetis, c. Nilai etika moral, d. Nilai keterampilan, e. Nilai perikemanusiaan. Saran penelitian ditujukan pada koreografer, yaitu memberikan dan menyertakan pemahaman pada siswa tentang nilai ketuhanan, dan nilai yang terkait dengan nilai etos kerja sosial yang mengutamakan orang lain dari pada kepentingan dirinya sendiri. Untuk peneliti yang lain dimungkinkan penelitian dapat menjadi bahan menggali dan memperdalam kondisi fenomena sosial yang lebih kompleks
PERANCANGAN VIDEO KLIP "EGALITER" BAND TAHU BRONTAK SEBAGAI MEDIA PROMOSI BERBASIS DIGITAL
ABSTRAK Kata Kunci: Perancangan, Video Klip, Promosi, Promosi Digital. Perkembangan dunia musik di Indonesia sekarang semakin berkembang pesat, khususnya musik indie. Terbukti dengan munculnya band-band indie baru yang terus giat memproduksi karyanya.ada perkembangannya musik menjadi sebuah produk untuk dijual.. Di era digital ini, masih banyak musisi yang berharap dapat kembali meraih keuntungan besar dari penjualan album mereka yang berbentuk CD, padahal seharusnya, musisi harusnya sudah mengeluarkan album dalam bentuk digital bukan dalam bentuk fisik lagi. Perkembangan musik yang beragam dan persaingan industri musik sendiri, serta era sekarang yang serba digital sangat diperlukan suatu strategi promosi yang bagus dan efektif untuk meyakinkan para pendengarnya tentang manfaat dan kualitas musik itu sendiri. Berkaitan dengan fakta tersebut Tahu Brontak baru saja merilis single Egaliter secara digital. Hal tersebut sekaligus menandai sepuluh tahun eksistensi mereka di dunia musik lokal. Single Egaliter dirilis dalam format digital dan dapat diunduh di berbagai platform musik digital. Untuk mengkampanyekan single Egaliter, peneliti perlu untuk membuat sarana promosi berbasis digital melalui video klip dan media pendukung lain. Model perancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah model perancangan prosedural, yaitu model yang bersifat deskriptif. Model perancangan deskriptif adalah penjabaran langkah demi langkah yang dilakukan peneliti hingga menghasilkan suatu produk. Langkah perancangan yang ditempuh adalah penyusunan latar belakang, identifikasi data, penyusunan literasi atau kajian pustaka, analisis, sintesis, penyusunan konsep perancangan, dan presentasi produk final. Berdasarkan langkah tersebut, perancangan ini menghasilkan sebuah video musik berdurasi 6 menit dan 12 design promosi. Desain promosi tersebut dibagi menjadi dua kelompok, yaitu: desain media digital, di antaranya: 1) video teaser, 2) cover facebook fanspage, 3) cover channel youtube, 4) cover twitter, 5) foto profil, 6) facebook ads, 7) twitter ads, 8) instagram ads, dan 9) instagram story, serta 3 desain media cetak meliputi: 1) sticker, 2) poster dan 3) x-banner
Perbandingan Persepsi Purwacaraka dan Koko Thole terhadap video lagu Jaran Goyang Nella Kharisma dan Sayang Via Vallen
ABSTRAK Purwacaraka dan Koko Thole, yang merupakan dua tokoh musisi tanah air yang dikenal oleh beberapa kalangan musisi lain dan khalayak umum tersebut, bisa dikatakan memiliki persepsi yang mungkin akan berbeda ataukah bisa saja memiliki persamaan dalam hal tanggapan dan respon “suka atau tidak sukanya” terhadap video lagu dangdut “Jaran Goyang Nella Kharisma” dan “Sayang Via Vallen”, yang disertai pula alasan dari respon suka atau tidaknya dari kedua tokoh tersebut terhadap dua video lagu dangdut itu. Perbandingan persepsi antara Purwacaraka dan Koko Thole tersebut dapat digali dan dipelajari berdasarkan, yaitu bagaimana persepsi Purwacaraka dan Koko Thole terhadap video lagu Jaran Goyang Nella Kharisma dan Sayang Via Vallen. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan perbandingan persepsi Purwacaraka dan Koko Thole terhadap video lagu Jaran Goyang Nella Kharisma dan Sayang Via Vallen yang menunjukkan adanya respon/tanggapan suka atau tidak suka beserta alasannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian studi kasus deskriptif kualitatif. Prosedur pengecekan keabsahan temuan yang digunakan untuk memperoleh dan mengecek keabsahan data yang tersaji pada fokus penelitian ini adalah triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara narasumber; pengamatan secara non-sistematis ataupun tidak langsung melalui beberapa laman website di internet, seperti wikipedia bahasa indonesia, blogspot, dan google untuk mencari informasi jejak atau riwayat kedua narasumber/tokoh musisi tanah air tersebut, dan juga pengamatan di media sosial youtube yang menampilkan video-video karya dari narasumber penelitian, dan pengamatan saat sedang wawancara; serta dokumentasi berupa foto hasil screenshot video dari youtube, screenshot tampilan aplikasi musik sibelius dalam pembuatan notasi melodi lagu, dan foto screenshot tampilan video call dengan narasumber saat sedang wawancara, dan juga foto kegiatan wawancara lainnya. Analisis data terdiri atas beberapa tahap yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Peneliti telah melakukan beberapa metode pengambilan data seperti wawancara, hasil rekaman dan foto hasil screenshot video lagu dangdut dari youtube, screenshot tampilan aplikasi musik sibelius dalam pembuatan notasi lagu, foto kegiatan wawacara dengan narasumber sebagai data pendukung, dan peneliti memperoleh beragam data yang terkait dengan rumusan masalah, yaitu bagaimana persepsi Purwacaraka dan Koko Thole terhadap video lagu Jaran Goyang Nella Kharisma dan Sayang Via Vallen, maupun didapatkan pula data dan beragam informasi lain yang kurang sesuai dengan rumusan masalah penelitian. Peneliti dalam hal ini hanya memilih, memasukkan, dan menyajikan data yang sesuai dengan rumusan masalah yang telah dirancang sebelumnya. Tahap analisis berikutnya, yaitu menyajikan data-data yang sudah direduksi/dipilih sesuai dengan rumusan masalah penelitian ke dalam bentuk-bentuk teks yang bersifat naratif, dan gambar-gambar yang dapat mendukung informasi dalam bentuk teks tersebut. Tahap terakhir dalam kegiatan analisis data ini, yaitu berujung pada penarikan kesimpulan dan hasil penelitian yang telah diperoleh sesuai dengan tujuan penelitian ini. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) Purwacaraka menilai video lagu Jaran Goyang Nella Kharisma dan Sayang Via Vallen bahwa musiknya biasa-biasa saja, dikarenakan sebagai seorang musisi senior, Purwacaraka telah sering mendengar dan memainkan musik yang lebih bagus maupun yang lebih jelek daripada kedua video lagu pada objek material penelitian ini. Purwacaraka sebagai musisi yang dibesarkan di tahun 70-80’an lebih akrab dengan musik dangdut klasik dan secara auditif lebih terdidik pada aliran dangdut klasik; oleh karena itu, Purwacaraka merasa tidak terlalu menyukai bagian koplo pada kedua video lagu dangdut lokal tersebut; 2) Koko Thole memiliki antusias yang tinggi terhadap video lagu Jaran Goyang Nella Kharisma dan Sayang Via Vallen, dikarenakan Koko Thole memiliki ikatan emosi, pengalaman, dan ketertarikan kepada musik nusantara seperti lagu Jaran Goyang Nella Kharisma dan Sayang Via Vallen. Koko Thole, sebagai tokoh yang berkecimpung di musik keroncong dan musik nusantara, secara langsung terlibat dalam perkembangan musik nusantara, dan secara langsung pula memengaruhi selera bermusiknya
EKSPRESI AKSARA JAWA DALAM ICON BUDAYA JAWA MELALUI KERAMIK SENI
ABSTRAK firmansyah, muhammad. 2018. Ekspresi Kaligrafi Jawa Dalam Keramik Seni. Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Ponimin, M. Hum., Pembimbing (II) Abdul Rahman Prasetyo, S.Pd., M.Pd. Kata kunci : Aksara jawa, seni keramik, penciptaan Aksara jawa merupakan bahasa sebagai media yang digunakan para leluhur untuk berkomunikasi dengan sesama manusia. Dalam upaya menjaga dan melestarikan nilai-nilai sejarah dan kearifan lokal jawa khususnya, muncul sebuah gagasan untuk mengangkat nilai sejarah dari aksara jawa dalam icon budaya. Bahan keramik bisa menjadi media untuk mengungkap gagasan ide pencipta. Penelitian pada aksara jawa ini berlanjut pada penciptaan seni keramik. Penciptaan keramik aksara jawa ini diharapkan dapat mengangkat budaya seni keramik nusantara. Proses penciptaan seni keramik ini mengadaptasi dari metode perancangan SP. Gustami (2004). Langkah pertama pencipta melakukan pengolahan sumber ide. Mencari sebuah ide atau gagasan yang kemudian dituangkan kedalam bentuk konsep. Hasil konsep diaktualisasikan dalam bentuk pilihan gambar sket, lalu terpilihlah salah satu sket pilihan. Langkah kedua proses aktualisasi sumber ide kedalam media tanah liat. Pembentukan menggunakan teknik pinching, slebing, dan coil. Dekorasi menggunakan teknik tempel. Pengeringan hasil pembentukan bahan. Penjemuran dibawah sinar matahari. Pembakaran hasil pengeringan bahan tanah liat menggunakan teknik pembakaran gerabah. Langkah ketiga Selanjutnya penyajian karya dalam bentuk pameran yang didalam nya terdapat apresiasi dan oto ktitik. Hasil karya yang divisualisasikan sebanyak 8 karya seni keramik dengan media estetik berupa bentuk dan ruang, serta warna dan cahaya sebagai makna simbolisasi dari objek. Karakteristik karya seni keramik ini memiliki bentuk 2 dimensi (relief) dan 3 dimensi maupun karya instalasi, merupakan keramik stoneware dengan teknik spray underglaze, tervisualisasikan dalam bentuk kaligrafi jawa yang diolah sedemikian rupa dengan bahasa visual kreatornya. Diharapkan dengan penciptaan ini akan ada munculnya kesadaran manusia menjaga kelestarian di alam semesta ini karena ada pepatah tak ada gading yang tak retak, artinya setiap manusia mempunyai kelemahan atau pernah melakukan kesalahan. Jika sadar akan kesalahan berarti ada upaya untuk memperbaiki kesalahan tersebut. Wahyu firmansyah, muhammad. 2018.Javanese Calligraphy Expression in Art Ceramics. Essay, Department of Art and Design, Faculty of Literature, State University of Malang. Advisor (I) Dr. Ponimin, M. Hum., Advisor (II) Abdul Rahman Prasetyo, S.Pd., M.Pd. Keywords: Java Aksara, Ceramic art, Creation Java Aksara is a language as a medium used by ancestors to communicate with fellow human beings. In a effort to preserve the value of historical values and local wisdom of java, in particular an idea emerged to elevate the historical value of java aksara in the cultural icon. Ceramic materials can be a medium to uncover ideas of creators. This research on javanese script continues to create ceramic art. The creation of javanese script ceramics is expected to raise the culture of indonesian ceramic arts. The process of creating this ceramic art is adapted from the SP design method. Gustami (2004). The first step of the creator is to process the source of ideas. Looking for an idea or idea that is then poured into a concept form. The result of the concept is actualized in the form of sketch drawing option, then selected one of sket selection. The second step is the process of actualizing the source of ideas into clay media. The formation uses pinching, slebing, and coil techniques. Decorations using outboard techniques. Drying result of material formation. Drying under the sun. Burning of clay material using clay burning technique. The third step Further presentation of the work in the form of exhibits in which there is appreciation and autobiography The work is visualized as many as 11 works of ceramic art with aesthetic media in the form of space and space, as well as color and light as the meaning of symbolization of the object. Characteristic of this ceramic art work have 2 dimension (relief) and 3 dimension and installation work, is a stoneware ceramic with technique of spray underglaze, visualized in the form of Javanese calligraphy processed in such a way with visual language creator. It is hoped that with this creation there will be the emergence of human consciousness to preserve in this universe because there is a saying no ivory is not cracked, meaning that every human being has a weakness or has made a mistake. If you are aware of a mistake there is an attempt to correct the error
IKAN KOI DALAM EKSPRESI KERAMIK SENI TEKNIK KERAWANG
ABSTRAK Anisha, Ihza. 2018. Ikan Koi dalam Ekspresi Keramik Seni Teknik Kerawang. Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr.Ponimin, M.Hum., (II) Abdul Rahman Prasetyo, S.Pd, M.Pd. Kata Kunci: Ikan Koi, Seni Keramik, Teknik Kerawang. Ikan koi merupakan salah satu jenis ikan air tawar yang memiliki banyak peminat di negara kita. Selain karena keindahan tubuhnya, ikan koi juga mudah dalam perawatannya. Biasanya ikan koi untuk dibudidayakan, peliharaan pribadi, atau sebagai penghias interior/eksterior rumah dan juga tempat-tempat umum. Pada penulisan skripsi ini, pencipta ingin menjadikan ikan koi sebagai objek utamanya. Proses dalam penciptaan seni keramik ini diawali dengan kegiatan merumuskan ide, tema dan eksplorasi gagasan terkait ikan koi dan seni keramik guna mendukung konsep yang telah disusun. Setelah itu, pencipta mulai membuat sketsa/desain yang akan diterapkan pada karya. Langkah selanjutnya adalah proses visualisasi/perwujudan karya yakni dengan mempersiapkan alat dan bahan yang akan digunakan. Proses pertama yang dibuat adalah bentuk dasar/body keramik terlebih dahulu, kemudian proses dekorasi dan pewarnaan, dan yang terakhir adalah proses penggelasiran dan pembakaran. Karya seni yang dihasilkan pada penciptaan ini terdiri dari 6 buah karya yang karakteristiknya terletak pada objek ikan koi dan teknik dekorasi kerawang. Teknik dekorasi kerawang lebih ditonjolkan karena teknik ini jarang sekali diterapkan di kalangan mahasiswa jurusan Seni dan Desain khususnya program paket seni keramik. Sehingga pencipta ingin menampilkan sesuatu yang berbeda dari sebelumnya. Karya ini juga mengedukasi peserta didik dan masyarakat untuk menjaga kelestarian flora dan fauna yang ada di Indonesia. Selain itu karakter/sifat ikan koi yang lembut dan ramah juga dapat menjadi pembelajaran sikap untuk peserta didik, dan juga proses penerapan dekorasi kerawang memberikan edukasi untuk melatih kesabaran dalam mengerjakan suatu pekerjaan