SKRIPSI Jurusan Seni dan Desain - Fakultas Sastra UM
Not a member yet
    2650 research outputs found

    PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARANRAGAM HIAS MELALUIPENDEKATAN PAIKEM DENGANMODEL PEMBELAJARAN“PICTURE TO PICTURE” KELAS XB2 TATA BOGA SMKN 3 PROBOLINGGO

    No full text
    ABSTRAK   Suryana,Muhammad Royyan. 2017. Peningkatan Hasil Belajar Peserta didik Pada Pembelajaran Ragam Hias Melalui Pendekatan Paikem dengan Model “Picture To Picture” kelas X B2 Tata Boga SMKN 3 Kota Probolinggo. Skripsi, Jurusan Seni dan Desain Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dra. Tjitjik Sri wardhani, M.Pd. Kata kunci: hasil belajar, ragam hias, “picture to picture”, SMK.   Metode pembelajaran sangatlah penting dalam upaya peningkatan hasil belajar. Pembelajaran di SMK 3 Kota Probolinggo masih menggunakan metode ceramah yang tergolong metode yang pasif untuk peserta didik yang mana berimbas pada hasil belajar peserta didik. Maka denganitudilaksanakannyapenelitiantindakankelasgunamencaritahusejauhmanahasilbelajarpesertadidikdapatditingkatkandenganmetodepembelajaran“picture to picture”. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan penggunaan pendekatan paikem dengan metode “picture to picture” yang dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas X B2 SMKN 3 Probolinggo pada materi ragam hias. Penelitian Tindakan Kelas dirancang dalam dua siklus dengan subjek penelitian peserta didik kelas X B2 SMKN 3 Probolinggo sejumlah 28 peserta didik. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, tes,dan dianalisis secara deskriptif menggunakan presentase (%) berdasarkan hasil nilai yang didapat. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus dimana pada siklus 1 terdapat beberapa kekurangan yang kemudian harus diperbaiki pada siklusII, pada siklus II terdapat peningkatan sehingga siklus dihentikan. Hasil penelitian merupakan hasil nilai tugas peserta didik pada materi ragam hias dengan metode pembelajaran “picture to picture”berdasarkan indikator penilaian yang dalam rencana pembelajaran. nilai dengan kategori sangat baik pada siklus I sebesar 7,1%, kategori baik pada siklus I sebesar 35,2%, kategori cukup baik pada siklus I sebesar 50% dan kategori cukup pada siklus I sebanyak  10,7%. Pada siklus II nilai kategori sangat baik pada siklus II sebesar 14,2%,dengan kategori baik pada siklus II sebesar 53,5% , nilaikategoricukuppadasiklus II sebesar 25%. Nilai dengan kategori kurang pada siklus II sebesar 7,1%.”. pada siklus I memiliki rata - rata nilai sebesar 75,1% dan mengalami peningkatan pada siklus II dengan rata - rata 79% dengan peningkatan sebesar 4 %. Disamping hasil tes tugas, peserta didik juga mengalami peningkatan pada tugas menggambar ragam hias pada siklus II yang mana terdapat peningkatan corak ragam hias yang lebih bervariasi dibandingkan tugas menggambar ragam hias pada siklus I. Berdasarkanpaparan data dapat disimpulkan pemilihan metode pembelajaran“picture to picture”dapat meningkatkan hasil belajar. Secara keseluruhan peningkatan hasil pembelajaran dari siklus I ke siklus II hasil nilai tugas pada peserta didik pada materi ragam hias dengan metode pembelajaran“picture to picture”pada siklus I memiliki rata - rata nilai sebesar 75,1% dan mengalami peningkatan pada siklus II dengan rata - rata 79% dengan peningkatan sebesar 4 %. Akan lebih baik bila melakukan persiapan dan melakukan penguatan materi sehingga peserta didik dapat lebih aktif dalam meningkatkan hasil belajar di sekolah daripada yang dilakukan oleh peneliti

    KISAH NABI SEBAGAI INSPIRASI PENCIPTAAN SENI LUKIS REALIS

    No full text
    ABSTRAK   Ferdinawan, Afiv. 2017. Kisah Nabi Sebagai Sumber Inspirasi Penciptaan Karya Lukis Realis. Skripsi, Jurusan Seni dan Desain Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Drs. Triyono Widodo, M.Sn.   Kata Kunci: Kisah Nabi, Penciptaan Lukisan.   Tema penciptaan seni lukis dalam penulisan skripsi ini adalah Kisah Nabi. Perstiwa Kisah Nabi banyak tersurat dalam kitab Al-Qur’an dan Sunnah. Kisah-kisah tersebut memiliki banyak hikmah yang dapat dipetik oleh umat manusia sebagai pedoman hidup. Tokoh nabi dipilih oleh penulis sebagai sumber inspirasi karena memiliki sifat yang begitu mulia dan patut diteladani. Hal tersebut memunculkan rasa kagum pencipta karya dan tertarik untuk memvisualkanya.Kisahnya kemudian divisualisasikan ke dalam karya seni lukis dengan alat pensil warna dan media kertas. Dari pengamatan kisah tersebut pencipta mewujudkanya dalam bentuk seni lukis realis bercorak Neoklasik. Penulis memiliki pengalaman estetik ketika mengamati lukisan karya J.L David yang merupakan pelopor dari lukisan Neo-Klasik sehingga penulis ingin mewujudkan bentuk lukisan gaya serupa menggunakan kreativitas pribadi. Metode penciptaan dalam mewujudkan karya ini menggunakan metode dari D.H Champman yang mengemukakan ada 3 tahap penciptaan meliputi tahap permulaan, tahap penyempurnaan dan tahap penyelesaian. Kemudian penulis mengembangkan metode tersebut disesuaikan dengan lingkungan pribadi. Penulis menampilkan 7 karya seni lukis dengan media estetik berupa garis, bentuk, dan warna. Karakteristik ketujuh karya ini adalah menonjolkan draphery, dominan warna coklat, penggambaranya berupa adegan, dan visualisasi latar bernuansa timur tengah.Berdasarkan penciptaan karya lukis ini penulis mendapat pengalaman baru melalui proses kreatif dalam mewujudkan karya lukis yang terinspirasi dari kisah nabi. Mulai dari proses perancangan konsep,  hingga proses visualisasi karya. Melalui penciptaan karya ini diharapkan mendapat apresiasi positif masyarakat tentang media dakwah baru yang berupa karya lukis bernuansa islam sehingga masyarakat dapat mengapresiasi karya sekaligus memetik hikmah yang tersirat dalam karya

    PENERAPANMEDIA VIDEO TARI GLIPANG RODHAT UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR KELAS VIII-A SMPN 1 PASIRIAN LUMAJANG

    No full text
    ABSTRAK   Muthia, Elma Nisa. 2017. Penerapan Media Video Tari Glipang Rodhat Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Kelas VIII-A SMPN 1 Pasirian Lumajang. Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (I) Dra. Ninik Harini, M.Sn(II) Hartono, S.Sn, M.Sn   Kata Kunci: media video, tari Glipang Rodhat, hasil belajar   Pembelajaran seni tari kelas VIII A SMPN 1 Pasirian Lumajang pada materi tari Glipang Rodhat kurang mencapai hasil belajar  yang maksimal. Hal ini terlihat darihasil belajar pra siklus siswa yang menunjukkan bahwa ketuntasan siswa hanya terdapat 12 siswa dari  32 siswa  yang mendapat nilai di atas KKM. Media video diterapkan untuk meningkatkan hasil belajar pada kompetensi dasar memperagakan gerak tari tradisional berdasarkan pola lantai dengan menggunakan unsur pendukung tari sesuai iringan dengan materi tari tradisional Glipang Rodhat kurikulum 2013 dengan tujuan meningkatkan hasil belajar tari Glpang Rodhat. Penelitian ini termasuk jenis penelitian tindakan kelas dengan mengacu pada siklus I dan siklus II. Subyek penelitian adalah siswa kelas VIII A SMPN 1 Pasirian Lumajang yang berjumlah 32 siswa. Teknik pengumpulan data melalui metode observasi, tes, wawancara kepada guru seni budaya dan siswa kelas VIII-A, dan dokumentasi. Analisa data yang digunakan oleh peneliti adalah analisis kualitatif dengan menghitung frekuensi hasil capaian tes dan capaian sikap siswa dalam kelas selanjutnya dipaparkan secara deskriptif kualitatif. Hasil pnelitian pada pembelajaran seni tari mengalami peningkatan yaitu ketuntasan belajar pra penelitian pada tanggal 19 Juli 2017 aspek afektif sebesar 56%, dan aspek psikomotor sebesar 37,5%. Pada pelaksanaan siklus I mengalami peningkatan yaitu dengan  persentase ketuntasan aspek afektif dengan indikator keaktifan, kedisiplinan, dan percaya diri mencapai 78%, dan aspek psikomotorik dengan indikator penguasaan teknik kaki, tenknik tangan, koordinasi teknik kaki dan tangan, ekspresi serta ketepatan musik pada ragam jalan hormat, pusing dan salammencapai 62,5%. Dilanjutkan pada siklus II, aspek afektif mencapai 94% dan aspek psikomotor mencapai persentase 94%. Selisih peningkatan hasil belajar ketuntasan siswa dalam memperagakan ragam gerak jalan hormat, pusing dan salamberdasarkan indikator penguasaan teknik kaki, teknik tangan, koordinasi teknik kaki dan tangan, ekspresi serta ketepatan musik mencapai 5,5% dihitung berdasarkan hasil rata-rata tiap siklus. Media video tari Glipang Rodhat dapat dijadikan alternatif untuk memberikan motivasi siswa agar pemikiran siswa lebih terfokus terhadap materi. Selain itu media ini dapat digunakan guru untuk menarik perhatian siswa dan memberikan respon positif kepada siswa saat pembelajaran. Sehingga siswa aktif, disiplin, dan percaya diri dalam bertanya, diskusi, dan praktik

    Perancangan Kemasan Wonosalam Luwak Coffee Sebagai Penguawatan Daya Saing Produk Lokal

    No full text
    RINGKASAN   Sudrajat, Bagus. 2017. Perancangan Kemasan Wonosalam Luwak Coffee sebagai Upaya Penguatan Daya Saing Produk LokalKemasan. Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Gunawan Susilo, S.Sn, M.Sn (II) Andreas Syah Pahlevi, S.Sn, M.Sn.   Kata Kunci: Kemasan, Wonosalam Luwak Coffee, Product Competitiveness   Wonosalam Luwak Coffeemerupakan produk kopi Luwak yang dipasarkan diawal tahun 2012yang terletak di dusun Sumber, desa Wonosalam Jombang (Jawa Timur). Produk kopi ini diolah menggunakan proses natural dan menggunakan biji kopi jenis Liberika  atau Asisah yang diambil dari daerah Wonosalam yang terletak di kaki lereng gunung Anjasmoro. Salah satu kebutuhan produk ialah kemasan baru yangmempunyaiidentitas produk baik dari segi bentuk kemasan dan tampilan produk, kemasan baru tersebut di tujukan untuk mendukung produk dalam bersaing dengan kompetitor produk kopi lainya. Perancangan ini menggunakan sistematika perancangan milik Yongky Safanayongdengan menggunakan pendekatan deskripstif kualitatif. Pengumpulan data di lakukan dengan menggunakan wawancara, observasi, dokumentasi, dan studi literatur. Observasi dilakukan di kantor produk Wonosalam Luwak Coffeedan wawancara dilakukan kepada founder atau pemilik produk, terkait perjalanan Wonosalam Luwak Coffeedari awal dirintis hingga sekarang serta produk yang akan dipasarkan. Sedangkan dokumentasi dilakukan untuk melihat karakter desain dari varian produk lain Wonosalam Luwak Coffeeyang sudah ada sebelumnya. Berdasarkan perancanganWonosalam Luwak Coffee dihasilakan kemasan baru yang mempunyai identitas baik dari segi bentuk kemasan dan tampilan produk, Konsep perancangan kemasan baru berbahan ramah lingkungan dengan  menghadirkan varian 100 gram, 250 gram dan kemasan 25 gram untuk kemasan sachet. Perancangan kemasan ini juga didukung dengan adanya perancangan media promosi. Kemasan dengan bentuk dan tampilan baru tersebut menjadi solusi produk Wonosalam Luwak Coffeeuntuk dapat bersaing dengan kompetitor produk kopi, kemasan baru tersebut ditujukan dan digunakan untuk meningkatkan daya saing dengan kompetitor produk-produk kopi lainya

    Perancangan Board Game “Cosmos Saga” Sebagai Media untuk Memperkenalkan Ilmu Astronomi

    No full text
    Abstrak   Astronomi adalah ilmu alam yang mempelajari benda-benda langit termasuk di dalamnya mempelajari aspek fisika, kimia, biologi, dan juga evolusi dari benda-benda tersebut. Keindahan ini pulalah yang membawa sebagian besar penyuka astronomi untuk tertarik mendalami lebih lanjut bidang yang satu ini lewat pendidikan tinggi di jurusan Astronomi. Di Indonesia sendiri ilmu astronomi masih sedikit peminat, kesimpulan ini dapat dilihat dari banyaknya perguruan tinggi, hanya satu perguruan tinggi yang menyediakan jurusan astronomi yaitu di ITB. Perancangan board game  ini dipilih sebagai media edukasi yang sesuai dilihat dari aspek proses tumbuh kembang anak melalui kegiatan yang bermanfaat dan edukatif. Dalam perancangan ini pola perancangan yang digunakan adalah  perancangan Isac kerlow dan Adichipta R Wirawan. Sistematika Perancangan board game ini akan dipaparkan dalam bentuk diagram kerja . Dalam diagram tersebut akan ditunjukan gambaran tentang urutan tahap-tahap yang dilakukan penulis untuk menemukan masalah hingga pemecahan masalah dalam bentuk desain board game. Tahapan-tahapan dalam perancangan tersebut berupa latar belakang, rumusan masalah, tujuan perancangan, pengumpulan data,analisis, sintesis dan konsep perancangan yang terdiri dari pra produksi, produksi dan pasca produksi. Konsep dalam penciptaan board game ini tercipta dari konsep pembentukan rasi bintang yang terdiri dari susunan-susunan bintang-bintang dilangit, pemain ditantang untuk dapat mengenal formasi-formasi rasi bintang dilangit, dengan papan yang memiliki illustrasi langit malam, permainan ini akan membuat pemain dapat membayangkan dan berimajinasi seakan akan mereka sedang merangkai formasi bintang di langit.             Dari perancangan ini dihasilkan board game yang terdiri dari papan permainan, hero card,action card, trap card, pion packaging serta buku panduan. Ada pula poster, pin dan kalender sebagai penunjang promosi board game

    perancangan media promosi wisata alam Kab. Bondowoso

    No full text
    Abstrak   Absor, Alvin Ulul. 2017. Perancangan Media Promosi Wisata Alam Kabupaten Bondowoso. Skripsi, Jurusan Desain Komunikasi Visual, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Hariyanto, M.Hum, (II) Gunawan Susilo, S.Sn, M.Sn.   Kata Kunci: Perancangan, Media Promosi, Obyek Wisata Alam, Bondowoso   Banyak sekali potensi wisata yang terdapat di Kabupaten Bondowoso, terutama potensi wisata alam seperti, kawah wurung, kawah ijen, air terjun tancak, air terjun niagara mini, air terjun blawan, dan kali pahit. Tetapi kurangnya dukungan promosi menjadi salah satu kendala dalam pengembangan wisata alam yang ada di Kabupaten Bondowoso. Berdasarkan data yang di dapat dari dinas pariwisata Kabupaten Bondowoso. Jumlah wisatawan yang datang ke obyek wisata alam Kabupaten Bondowoso 117.629 selama tahun 2016  yang terdiri dari wisatawan lokal dan wisatawan mancanegara. Berbeda jauh dengan Kabupaten Banyuwangi yang tepat berada di sebelah timur Kabupaten Bondowoso yang jumlah wisatawannya mencapai 2.807.197 selama tahun 2016 yang terdiri dari wisatawan lokal dan wisatawan mancanegara. Dari data data tersebut dapat disimpulkan bahwa pengunjung wisata alam Kabupaten Bondowoso masih sedikit dibandingkan Kabupaten Banyuwangi yang sama-sama memiliki potensi wisata yang menarik. Oleh karena itu diperlukan media promosi agar dapat menarik para wisatawan lokal maupun mancanegara untuk datang dan mengunjungi obyek wisata alam yang ada di Kabupaten Bondowoso. Perancangan ini mengunakan model perancangan metode dari Sanyoto, tahapan perancangan berawal dari, merumuskan latar belakang, rumusan masalah, tujuan perancangan, identifikasi data, sintesis, konsep perancangan, media utama, perancangan kreatif, yang kemudian menghasilkan desain final. Hasil perancangan ini berupa video tentang wisata alam di Kabupaten Bondowoso yang berdurasi 120 detik, poster berukuran A3, leaflet berukuran threefold, X-banner berukuran 160x60 cm, gantungan kuci, dan katalog wisata berukuran A5

    proses pembelajaran gitar akustik dalam kegiatan ekstrakurikuler seni musik di MAN 1 Sampang

    No full text
    Ekstrakurikulergitar akustik.merupakansuatu proses pembelajaranyang memberikesempatankepadapesertadidikuntukmengeksplorminatdanbakatnya. MAN 1 Sampangmerupakansekolahyang ungguldalambidangkesenianterutamadibidangsenimusikhalitudibuktikanseringnyamenjadijuaradalambidangsenimusikgitarakustikyang diselenggarakanolehpemerintahkabupatenSampang. Melalui ekstrakurikuler, peserta didik mendapat kesempatan lebih jauh untuk mengembangkan talentanya. MAN 1Sampang seringmenyelenggarkanperntuknjukanataulombasenimusikgitarakustikantarpelajar. Denganadanyakegiatanektsrakurikulergitarakustikpesertadidiklebihterarahdalambermusik. Penelitian ini bertujuanuntukmendeskripsikan(1) perencanaan pembelajaran ekstrakurikuler, (2) pelaksanaan pembelajaran ekstrakurikuler, (3) evaluasi pembelajaran ekstrakurikuler. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian deskriptif. Prosedur pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Kegiatan analisis data dimulai dari tahap pengumpulan data, tahap reduksi, tahap penyajian data, serta tahap penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan perpanjangan pengamatan, peningkatan ketekunan, triangulasi sumber, dan triangulasi metode. Hasildaripenelitianinimenunjukkanbahwa: (1) perencanaan pembelajaran ekstrakurikuler meliputi: a. materi yang diajarkan dilakukan secara bertahap dalam memberikan materi, b. Metode yang digunakan menggunakan metode ceramah, metode demonstrasi, metode tanya jawab, dan metode penugasan, c. Media yang digunakan dengan adanya laptop, amplifier,gitar (2) pelaksanaan pembelajaran ekstrakurikuler meliputi: kegiatan awal, kegiatan inti, dan kegiatan akhir, d. (3) Evaluasi pembelajaran meliputi evaluasi proses dilihat dari kedisiplinan, keaktifan, dan kesungguhan siswa, dan evaluasi hasil dilihat dari ketika siswa mendemostrasikan, dengan indikator tehnik, harmonisasi, dan hafalan. Berdasarkan hasil penelitian ini dapatdisarankan agarpihak sekolah terusmempertahankanekstrakurikulersenimusikgitarakustiksehingapesertadidikdapatterusberkembangdalambermusiksertadapat memberikan prestasi yang lebihdalam bidang seni bagi sekolah khususnya di bidang seni musik.DenganadanyaEkstrakurikuler seni musik gitarakustikpihaksekolahdiharapkan mampu mewadahi peserta didik yang ingin mengembangkan talenta di bidang musik, sehingga tidak hanya sekedar mampu memainkan alat musik, mengurangi risiko stres, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk belajar manajemen waktu, mampu berkreasi, dan berprestasi melalui even pertunjukan maupun lomba.

    PERANCANGAN ILUSTRASI KEPALA HEWAN SEBAGAI DESAIN BAJU PADA REIGN CLOTHING

    No full text
    ABSTRAK   Ilustrasi adalah produk dari Desain Komunikasi Visual yang efektif untuk menjadi solusi dari sebuah permasalahan khususnya pada Reign Clothing yang berperan sebagai desain baju. Variabel kepala hewan sebagai desain baju yang dipilih adalah ilustrasi kepala hewan berikut; (1) Badak;(2) Bulldog; (3) Burung Cinta; (4) Kelelawar vampir; (5) Singa; (6) Tikus got. Variabel hewan dipilih secara khusus dengan latar belakang segmen tertentu dan menonjolkan masing-masing potensi dari variabel hewan. Media yang digunakan sebagai produk adalah kain yang merupakan bahan utama dari sebuah baju atau kaos. Metode reprografis yang digunakan adalah metode reprografi cetak saring atau sablon. Ilustrasi hasil perancangan akan di cetak menggunakan sablon pada media baju atau kain sehingga ilustrasi dirancang dan dipersiapkan secara khusus untuk cetak saring atau sablon pada kain. Model perancangan yang digunakan dalam perancangan ini adalah model perancangan prosedural dari Sadjiman Ebdi Sanyoto. Metode perancangan prosedural menggunakan tahap yang sistematis, terstruktur, berurutan, dan logis dalam mencapai hasil atau penyelesaian masalah. Dalam proses perancangan ilustrasi hingga proses pencetakan menggunakan tahapan sebagai berikut; (1) Layout gagasan; (2) Layout kasar; (3) Layout lengkap; (4) Hasil desain; (5) Metode reprografis;(6) Mockup. Alat pendukung yang digunakan dalam menghasilkan ilustrasi adalah software komputer Adobe Illustrator CS6, buku gambar A5 serta pensil, dan aplikasi smartphone Adobe Draw. Hasil akhir dari perancangan ini berupa ilustrasi kepala hewan yang siap cetak menggunakan metode cetak saring atau sablon khususnya pada media kain. Ilustrasi kepala hewan ini juga merupakan ilustrasi asli yang berkompeten dan mampu bersaing di dunia industri khususnya industri baju distro. Tujuan dari perancangan ini adalah untuk menjadikan industri lokal lebih berkompeten untuk bersaing dengan industri interlokal dengan mengedepankan kepentingan industri serta unsur produk baju yang dirancang sesuai dengan bahasan Desain Komunikasi Visual yang bersifat asli dan tidak membajak pihak lain

    PENATAAN RUANG DAN GAMBAR ILUSTRASI SEBAGAI ICON RESTORAN ZOULVIET VIETNAMESE CASUAL DINING

    No full text
    ABSTRAK   Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penataan ruang dan gambar ilustrasi sebagai icon restoran Zoulviet Vietnamese casual dining.Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif dengan pendekatan kajian pustaka jenis dokumen dengan menggunakan data yang berasal dari berbagai sumber serta menggunakan teknik wawancara bersama perancang interior dan kajian dokumentasi.Berdasarkan hasil data tersebut diperoleh dua simpulan hasil penelitian sebagai berikut.Pertama, terciptanya tata ruang yang dilatarbelakangi oleh keinginan dari owner.Visualisasi pada setiap ruang yang ada pada restoran Zoulviet Vietnamese casual dining bertujuan menciptakan suasana yang nyaman untuk berkumpul bersama teman sekaligus menikmati hidangan khas Vietnam. Karakteristik lain yang tercipta adalah dengan adanya icon restoran Zoulviet Vietnamese casual dining berupa gambar ilustrasi seorang perempuan Vietnam bertujuan untuk menciptakan daya tarik pengunjung agar restoran lebih mudah dikenali

    Proses Visualisasi dan Makna Motif Batik di Sanggar Batik Sayu Wiwit Kabupaten Banyuwangi

    No full text
    ABSTRAK   Muwahid, Agus . 2018.Proses Visualisasi dan Makna Motif Batik di Sanggar Batik Sayu Wiwit Kabupaten Banyuwangi. Skripsi, Program Studi Pendidikan Seni Rupa, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Ponimin, M.Hum   Kata Kunci:Proses, Makna, Motif, Batik.   Batik merupakan bagian dari ikon budaya Indonesia yang memiliki nilai historis dan memiliki citra ekslusif yang menggambarkan status pemakainya. Motif hias yang terdapat pada batik pada umumnya berhubungan erat dengan beberapa faktor antara lain, letak geografis, adat istiadat, dan kondisi alam. Sanggar Batik Sayu Wiwit Kabupaten Banyuwangi merupakan salah satu para pengrajin batik yang masih mempertahankan kriteria asli motif tradisional dengan menerapkan motif khas batik Banyuwangi disetiap hasil visualisasinya. Penelitian menekankan pada pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Penelitian dimulai dengan metode pengumpulan data yangmenggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Untuk menjaga keabsahan data dilakukan kegiatan trianggulasi data. Tahap analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan atau verifikasi. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh tiga kesimpulan hasil penelitian sebagai berikut. Pertama, Proses pembuatan batik dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut: (a) persiapan alat dan bahan; (b) pengolahan kain; (c) pemotongan kain; (d) pemindahan pola batik pada kain (mola atau nyorek); (e) pencantingan pertama (ngelowong, membatik cap, nerusi, danngisen-isen); (f) pewarnaan pertama (teknik colet); (g) pencantingan kedua (nemboki); (h) pewarnaan kedua (teknik celup); (i) pemberian water glass; (j) pelorodan batik; (k) pencucian dan penjemuran batik; (l) finishing batik. Kedua, visualisasi motif batik Banyuwangi memiliki nilai seni tinggi yang di dalamnya terdapat unsur-unsur visual, prinsip-prinsip visual, perpaduan corak, dan unsur penyusun bentuk motif yang menjadikan batik terlihat indah. Ketiga, dari semua motif batik Banyuwangi mempunyai makna bahwa manusia harus bersinergi dalam hubungan antara manusia dengan manusia,hubungan antara manusia dengan alam, serta hubungan antara manusia dengan Tuhannya. Batik Banyuwangi menyiratkan suatu pesan agar manusia saling toleransi, saling menghargai, saling merangkul antar semua golongan masyarakat, mengasihi antar umat serta status manusia yang berbeda. Berdasarkan hasil penelitian disarankan agar pengrajin terus menggali ide-ide dan inovasibaru, mempertahankan dan melestarikan kerajinan batik Banyuwangi. Penelitian ini perlu diadakan penelitian lebih lanjut, karena masih banyak masalah yang belum dikaji dalam penelitian ini

    0

    full texts

    2,650

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Seni dan Desain - Fakultas Sastra UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇