SKRIPSI Jurusan Seni dan Desain - Fakultas Sastra UM
Not a member yet
2650 research outputs found
Sort by
Perancangan Buku Ilustrasi “Asingnya Suku Using” Banyuwangi untuk Anak Setingkat SD
ABSTRAK Indonesia adalah negara yang memiliki aneka ragam suku dan budaya yang tersebar dari ujung Sabang sampai ujung Merauke. Pada Tahun 2010, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sedikitnya terdapat 633 kelompok suku besar di Indonesia. Jika diperinci hingga tingkat subsuku, angka ini membesar menjadi 1.331 kelompok. Suku Using menjadi salah satu kelompok sub Suku Jawa yang terdapat di Kabupaten Banyuwangi Provinsi Jawa Timur. Dibutuhkan sebuah media buku berbasis ilustrasi sebagai salah satu media pengenalan awal terhadap budaya Suku Using untuk anak setingkat SD. Media ini dipilih agar penyajian materi terasa menarik karena dibantu dengan visualisasi gambar dengan tujuan menghindari kebosanan saat membaca sehingga penyampaian materi akan mudah dipahami serta dimengerti oleh anak setingkat SD. Model perancangan yang digunakan adalah model perancangan prosedural. Model prosedural yang digunakan dalam perancangan ini adalah model prosedural milik Sadjiman Ebdi Sanyoto yang telah dirangkum sesuai kebutuhkan perancangan. Data perancangan diperoleh dari hasil wawancara, observasi, dan studi pustaka. Teknik analisa data yang digunakan adalah teknik analisa data SWOT. Perancangan ini menghasilkan media utama beserta media pendukungnya. Media utama berupa buku ilustrasi “Asingnya Suku Using” berukuran 18cm x 23 cm yang memberikan informasi tentang adat dan budaya serta kesenian yang masih dilestarikan oleh masyarakat Suku Using Banyuwangi. Media pendukung dari peracangan ini adalah X-Banner, kaos, pin, pembatas buku dan mug. Buku ilustrasi ini diharapkan dapat menarik minat baca anak SD untuk mengenal Suku Using Kabupaten Banyuwangi
Penciptaan Ilustrasi Buku Cerita Bergambar Legenda Tanjung Menangis Untuk Anak Sekolah Dasar
ABSTRAK Berbagai daerah di Indonesia mayoritas memiliki cerita rakyat masing-masing yang berkembang secara turun temurun, baik cerita yang berhubungan dengan kehidupan sosial masyarakat ataupun asal mula terbentuknya nama suatu tempat. Seperti cerita Legenda Tanjung Menangis, yang sudah sangat terkenal dikalangan masyarakat Sumbawa. Namun, di era modern ini masyarakat Sumbawa terutama anak-anak hanya sedikit yang tahu tentang cerita Legenda Tanjung Menangis karena minimnya data tertulis maupun media yang berkaitan dengan dengan cerita tersebut yang menjadikan generasi muda saat ini lebih mengenal cerita dari luar negeri seperti Cinderella, Pinocio, dan The Little Mermaid daripada cerita dalam negeri. Perlu adanya media yang dapat dijadikan sebagai bahan belajar untuk manarik minat masyarakat terutama untuk anak-anak agar kembali mengenal cerita daerah sebagai salah satu khasanah budaya yang dimiliki kota Sumbawa, salah satunya adalah Legenda Tanjung Menangis. Untuk mengenalkan kembali cerita tentang Legenda Tanjung Menangis, maka penulis membuat suatu media berupa buku cerita bergambar. Dalam penciptaan buku cerita bergambar ini penulis menggunakan buku Aries Zulkarnain sebagai sumber referensi atau inspirasi. Data untuk pembuatan penciptaan buku cerita bergambar ini diperoleh melalui observasi, wawancara, dan studi pustaka. Penciptaan buku cerita bergambar “Legenda Tanjung Menangis” ini diharapkan bisa menjadi media yang efektif sebagai pelestarian cerita rakyat, mampu menarik masyarakat Sumbawa terutama anak-anak untuk mengenal khasanah budaya yang berasal dari daerahnya sendiri. Hasil produk berupa buku cerita bergambar full color setebal 25 halaman dengan ukuran 29,7 x 21 cm, yang menceritakan tentang Legenda Tanjung Menangis
Makna Simbolis Sesaji Ancak Opak di Dusun Petungsewu Desa Petungsewu Kecamatan Dau Kabupaten Malang
RINGKASAN Yastika, Aninda Silva Yosey. 2018. Makna Simbolis Sesaji Ancak Opak Di Dusun Petungsewu Desa Petungsewu Kecamatan Dau Kabupaten Malang. Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Program Studi Pendidikan Seni Tari dan Musik , Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Nink Harini, M.Sn, (II) R. A. Zandra, M.Sn, M.Pd Kata Kunci: Ancak Opak, makna simbolis, sesaji. Masyarakat Kabupaten Malang merupakan salah satu suku Jawa yang memiliki keanekaragaman budaya dan tradisi. Diantara banyak budaya dan tradisinya salah satunya adalah tradisi Ancak Opak. Sesaji Ancak Opak diDusun Petungsewu, Desa Petungsewu, Kecamatan Daumempunyai makna simbolis yang kuat dalam kegiatan tersebut. Sesaji yang digunakan dalam Ancak Opak harus lengkap dan tidak boleh ada yang terlewat. Apabila sesaji ada yang tidak lengkap maka akan terjadi mala petaka. Beberapa sesaji yang digunakan dalam Ancak Opak ini berupa tumpeng, jenangsengkala, ladha sega gurih, dupa, menyan, kembang, bumbu nginang, minyak telon, bedak, sisir, cermin, pisang raja, kelapa, rokok klobot, wedang ireng wedang putih, badhek/air tape, lombok abang bawang brambang, kendhi, dan brokohan. Penelitian ini mengkaji bagaimana makna simbolis sesaji Ancak Opak di Dusun Petungsewu Desa Petungsewu Kecamatan Dau Kabupaten Malang. Tujuan penelitian ini untuk mendiskripsikan makna simbolis sesaji Ancak Opak di Dusun Petungsewu Desa Petungsewu Kecamatan Dau Kabupaten Malang.Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Kehadiran peneliti bertindak sebagai pengumpul data. Lokasi penelitian ini dilakukan di Dusun Petungsewu Desa Petungsewu. Sumber data diperoleh dari data dokumentasi, observasi lapangan, wawancara kepada informan yang mengetahui tentang makna simbolis Ancak Opak di Desa Petungsewu. Untuk menjaga keabsahan data dilakukan trianggulasi data. Analisis data dimulai dengan pengumpukan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan tentang makna simbolis sesaji Ancak Opak.Hasil penelitian ini makna simbolis sesaji Ancak Opak banyak mengandung pesan, doa-doa ucapan rasa syukur terhadap Tuhan Yang Maha Esa, nilai-nilai budaya, dan merupakan pandangan hidup warga Desa Petungsewu. Kesimpulan penelitian ini mengemukakan bahwa sesaji Ancak Opak di Dusun Petungsewu Desa Petungsewu Kecamatan Dau Kabupaten Malang memiliki makna dan maksud tertentu. Simbol-simbol dalam sesaji tersebut memperlihatkan ungkapan estetika yang merefleksikan arti, makna, pesan, atau nilai-nilai budaya. Selain itu juga merupakan pandangan hidup warga Desa Petungsewu. Saran yang dibutuhkan dalam penelitian ini diharapkan simbol-simbol yang menjadi ciri khusus dapat di tampilkan lebih mendalam lagi pemaknaannya sehingga tidak hanya sebagai lambang namun memiliki arti yang sangat kuat
Pengembangan motif batik alam lokal bromo ke dalam sandang wanita
RINGKASAN Maretha Noer, Imania. 2018. Pengembangan Motif Batik Alam Lokal Bromo Ke Dalam Sandang Wanita. Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Ponimin, M.Hum, (II) Lisa Sidyawati, S.Pd, M.Pd. Kata Kunci: Alam Lokal Bromo, Penciptaan, Seni Batik. Alam lokal yang berada di Bromo Kabupaten Probolinggo belum menjadi daya tarik tersendiri untuk masyarakat maupun wisatawan, sehingga wisata alamnya hanya tertuju pada Gunung Bromonya saja. Alam lokal yang dimaksud yaitu flora khas yang berasal dari Bromo, seperti bunga edelweis, bunga kecubung, dan pohon kesek. Dimana flora-flora tersebut memang keberadaannya ada di Bromo dan khalayak idak mengetahui bahwa flora tersebut merupakan flora khas Bromo. Dari situlah pencipta terinspirasi dan membuat ide sebuah karya seni. Penciptaan karya seni batik ini berasal dari eksplorasi ide, improvisasi atau eksperimentasi, dan pembentukan atau perwujudan. Berikut proses penciptaan batik, pembuatan konsep motif batik, pemindahan pola pada kain atau pengeblatan, pencantingan, pewarnaan, pemberian waterglass atau penguat warna, terakhir pelorodan untuk melunturkan atau menghilangkan lilin dan waterglass. Jika semua konsep dan karya selesai, selanjutnya pencipta menjahitkan kain batik yang sudah dibuat menjadi sebuah karya sandang wanita, berupa sandang atas yaitu baju kerja untuk wanita remaja, sandang bawah yaitu rok untuk wanita dewasa dan jumpsuit untuk wanita remaja. Hasil proses kreasi berupa 6 buah karya batik sanang wanita dengan media fisik kain mori primisima. Setelah sandang wanita jadi, pencipta melakukan presentasi karya yang sudah dipamerkan untuk diapresiasikan (diamati) ileh apresiator (pengamat). Dengan mengangkat tema Alam Lokal Bromo, diharapkan melalui karya batik sandang wanita ini dapat menyampaikan pesan moral dan keindahan Alam Lokal Bromo. Sehingga dapat dijadikan sebuah motivasi dalam melestarikan budaya dan alam lokal disekitarnya. Dalam penciptaan batik sandang wanita ini, diharapkan dapat memberikan nilai-nilai edukatif terhadap generasi penerus agar lebih mengenal dan menghargai alam. Selain itu, melalui penciptaan ini, diharapka juga menjadi salah satu contoh pelestarian budaya batik dan alam lokal daerah setempat seperti flora khasnya (Bunga Edelweis, Bunga Kecubung, dan Daun Kesek). MarethaNoer, Imania. 2018. Development of Bromo Local Natural Batik Motives in Women's Clothing. Thesis, Department of Art and Design, Faculty of Literature, Malang State University. Advisor: (I) Dr. Ponimin, M. Hum, (II) Lisa Sidyawati, S.Pd, M.Pd. Keywords: Bromo Local Nature, Creation, Batik Art. The local nature in Bromo, Probolinggo Regency has not been the main attraction for the public or tourists, so that its natural tourism is only on Mount Bromonya. The local nature in question is a typical flora originating from Bromo, such as edelweis flowers, amethyst flowers, and kesek trees. Where the flora-flora is indeed in Bromo and the audience does not know that the flora is a typical flora of Bromo. That's where the creator was inspired and made the idea of a work of art. The creation of batik artwork originates from the exploration of ideas, improvisation or experimentation, and the formation or embodiment. The following is the process of creating batik, making the concept of batik motifs, transferring patterns to cloth or splitting, dyeing, giving waterglass or color reinforcement, finally removing and removing wax and waterglass. If all the concepts and works are finished, then the creator sews the batik cloth that has been made into a women's clothing, in the form of upper clothing, that is work clothes for teenage women, lower clothing, for adult women and jumpsuit for teenage women. The results of the creation process in the form of 6 pieces of female sanang batik with primisima cloth mori physical media. After the women's clothing is finished, the creator presents the work that has been exhibited to be appreciated (observed) by the appreciator. By raising the theme of the Nature of Local Bromo, it is hoped that through the work of women's clothing batik can convey the moral message and the beauty of the Bromo Local Nature. So that it can be used as a motivation in preserving local culture and nature around it. In the creation of women's clothing batik, it is expected to be able to provide educative values for the next generation to be more familiar with and respect nature. In addition, through this creation, it is hoped that it will also be one example of the preservation of batik culture and the local nature of the local area such as its distinctive flora (Edelweiss Flowers, Kecubung Flowers, and Kesek Leaves)
Perancangan Komik Walangwati - Walang Sumirang Bersumber dari Cerita Wayang Topeng Malang
ABSTRAK Rumekso, Kunto. Adi. 2018. Perancangan Komik Walangwati - Walang Sumirang Bersumber dari Cerita Wayang Topeng Malang. Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) DR. Robby Hidayat, M.Sn. (II) Andika Agung Sutrisno, S.Sn., M.Sn. Kata Kunci:Perancangan Komik, Budaya, Tari Topeng Malangan Era globalisasi membawa keuntungan juga kerugian bagi setiap sisi kehidupan manusia di dunia ini. Terutama dalam hal kebudayaan, di era globalisasi saat ini dapat kita saksikan makin banyak budaya luar negeri yang datang ke Indonesia, budaya-budaya luar tersebut dirasa sangat keren serta terbaru oleh masyarakat Indonesia terutama untuk kalangan para anak muda. Sehingga pada masa sekarang generasi muda terutama, merasa bahwa budaya luar negeri itulah yang paling sesuai untuk gaya hidup jaman sekarang dibanding dengan budaya tradisional yang dirasa ketinggalan jaman dan tidak sesuai dengan gaya hidup masa kini. Budaya-budaya asing tersebut masuk melalui setiap media yang ada, baik cetak maupun elektronik. Sehingga tidak dapat dipungkiri bahwa semua bidang telah dimasuki oleh unsur-unsur asing yang kemudian secara tidak dirasa mulai menyatu dengan gaya kehidupan masyarakat Indonesia sehari-harinya. Dikhawatirkan, budaya-budaya asing yang makin banyak berdatangan tersebut dapat mengubah nilai-nilai budaya asli Indonesia serta juga yang paling dikhawatirkan dapat menggeser nilai-nilai budi pekerti bangsa di dalam hati setiap individu masyarakat Indonesia yang dapat berdampak besar pada pola perilaku masyarakat Indonesia di masa depan yang makin jauh dari karakter asli bangsa Indonesia. Dalam hal ini terkait kesenian tentang tari topeng Malangan, dalam tari topeng khususnya tari topeng Kota Malang atau dapat disebut juga sebagai tari topeng Malangan, disana mempunyai banyak sekali pesan yang dimuat pada ragam tokoh karkater, cerita yang dipentaskan atau juga dalam ornamen-ornamen yang ada dalam topeng itu sendiri dan sangat filosofis yang dapat mendidik dan memberikan nasihat kepada penonton maupun penari itu sendiri sebagai bekal dalam hidup sosial bermasyarakat maupun untuk diri sendiri. Dan juga akan sangat disayangkan jika masyarakat saat ini khususnya, tidak lagi mempunyai ketertarikan kepada seni tradisi yang mempunyai banyak hal positif didalamnya. Tujuan dari perancangan ini adalah untuk mengangkat lakon Walangwati Walang Sumirang dari seni tari topeng Malangan kepada masyarakat sehingga dapat dikenal oleh khalayak umum serta dapat juga sebagai sarana pelestari budaya lokal Kota Malang. Perancangan komik Walangwati dan Walang Sumirang ini menggunakan perancangan prosedural, sebuah prosedural yang bersifat deskriptif serta menjabarkan langkah-langkah dalam pembuatan sebuah produk, sedangkan dalam memperoleh data menggunakan metode kualitatif yang dilakukan dengan teknik wawancara kepada narasumber dari pihak topeng Malangan. Selain itu dalam memperoleh data juga melakukan observasi pada sanggar topeng Malangan itu sendiri yang pada hal ini bersumber dari Padepokan Topeng Malangan Asmoro Bangun di dusun Kedungmonggo, Pakisaji, Kota Malang. Sedangkan saran dalam perancangan komik “Walangwati dan Walang Sumirang” ini adalah alangkah baiknya bila setiap bidang dalam negara Indonesia ini kembali menamkan pemahaman tentang budaya asli Indonesia. Entah itu dari bidang pendidikan, media informasi berbentuk cetak, elektronik dan yang terutama adalah internet. Perlu diperhatikan juga tingkat keseimbangan antara masuknya beragam ulasan tentang budaya luar negeri dengan keberadaan ulasan dari budaya asli sendiri dalam bidang informasi atau juga edukasi kepada masyarakat. Sehingga masyarakat tidak hanya dijejali dan fasih dengan budaya negara orang lain tanpa adanya kelihaian terhadap budaya sendiri. ABSTRACT Rumekso, Kunto. Adi. 2018. The design of the Comic Walangwati-Walang Sumirang based from Shadow Puppet Story of Malang Mask Dance. Thesis, Department of art and design, Faculty of literature, State University of Malang. Thesis Adviser: (I) DR. Robby Hidayat, M.Sn. (II) Andika Sutrisno, S.Sn., M.Sn. Keyword : Comic Design, Culture, Malangan Mask Dance. The era of globalization brings advantages also disadvantages to each side of human life in this world. Especially in terms of culture, in the current era of globalization we can see more and more foreign cultures coming to Indonesia, the outer cultures where very cool and a modern society especially to Indonesia among the children young. So now the younger generation especially, felt that the culture of a foreign country that is most appropriate for the lifestyle of today compared with traditional culture that is considered outdated and incompatible with the modern lifestyle. The foreign cultures went through in every existing media, both print and electronic. So it can't be denied that all things have been entered by foreign elements that are not considered to blend with the style of life of society Indonesia daily. Concerned about foreign cultures, are more and more coming to change the values of the original culture of Indonesia and also the most feared values can shift the character of the nation in the heart of every individual in the community Indonesia can have a major impact on behavior patterns of the community in the future of Indonesia which is further away from the original character of the nation of Indonesia. In this case related by the art of Malangan mask dance, mask dance in particular is mask dance of Malang or can be referred to as Malangan mask dance, there have lots of messages that are loaded on a variety of notable characters in it, story staged or also in the ornaments that are present in the mask itself and very philosophical can educate and advise the audience itself as dancers as well as the provision of community social life as well as for yourself. And also it would be very unfortunate if today's society in particular, no longer has an interest to the art tradition that has a lot of positive things in it. The purpose of this design is to lift the story of “Walangwati and Walang Sumirang” from Malangan mask dance to society, so that it can be known by the public, and also as a means of local culture of Malang. Designing a comic Walangwati and Walang Sumirang uses a procedural, a design that is both descriptive and procedural outlines the steps in the manufacture of a product, whereas in the data obtained using the method qualitative conducted with interview techniques to the resource person of Malangan mask dance interviewees. In addition to obtaining data also do observations on studio of Malangan mask itself which in this case are sourced from Panji Asmoro Bangun Malangan Mask Dance Studioin Kedungmonggo, Pakisaji, Malang. While the advice in the design of the comic "Walangwati and Walang Sumirang" is it would be nice if every area in the country of Indonesia is back to give an understanding about the culture of Indonesia. Whether it be from the education, media, electronic and mainly is the internet. To note also the level of balance between the diverse reviews about the influx of foreign culture in the presence of indigenous culture in the field of education or information to the community. So the society is not only loaded with and fluent about the culture of the country of others without any knowledge against a culture of their own.
KUCING DENGAN KONDISI TERLUKA SEBAGAI IDE PENCIPTAAN SENI LUKIS REPRESENTASIONAL
RINGKASAN Prima, Surya Anggara. 2018. Kucing dengan Kondisi Terluka Sebagai Ide Penciptaan Seni Lukis Representasional. Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Drs. Triyono Widodo, M.Sn. Kata Kunci: Kucing, Luka, Penciptaan, Lukis Representasional Kucing merupakan salah satu hewan peliharaan favorit kebanyakan orang. Jenis kucing pun sangat beragam, dari kucing liar, kucing ras dan kucing domestik. Kucing menjadi hewan peliharaan dikarenakan tingkah lakunya yang dianggap lucu oleh sebagian orang. Pencipta mengangkat kucing sebagai ide penciptaan, namun bukan sisi lucu kucing yang ingin diangkat oleh pencipta, melainkan sisi lain kucing yaitu ketika kucing dalam kondisi terluka sehingga dijauhi oleh manusia. Pengalaman pencipta ketika menemukan kucing dalam kondisi luka-luka yang justru dijauhi oleh manusia, menunjukan bahwa manusia hanya menyukai kucing dalam kondisi yang baik dan lucu saja, namun ketika kucing tersebut dalam kondisi tidak baik dan terluka manusia terkadang merasa jijik dan menjauhinya. Kucing-kucing dengan kondisi terluka juga memiliki hak hidup yang sama. Berdasarkan pengalaman tersebut kemudian pencipta menganalogikan pengalaman tersebut dalam kehidupan manusia. Perilaku manusia yang terbiasa melihat suatu hal hanya dari satu sisi saja, disini sisi indah yang hanya digunakan oleh manusia. Penelitian ini merupakan jenis penelitian penciptaan seni, dengan menggunakan model proses kreatif Alma Hawkins meliputi: tahap eksplorasi, tahap improvisasi, dan pembentukan. Ide penciptaan adalah kucing dalam metafora kehidupan manusia. Tujuan penciptaan ini adalah untuk memaparkan cara pandang manusia terhadap kucing dengan kondisi terluka melalui penciptaan karya lukis representasional. Penciptaan ini menghasilkan 6 karya seni lukis yang berjudul Sisi Lain #1 (Wajah Lucu Kucing), Sisi Lain #2 (Kaki Kucing), Terkurung, Luka si Manis, Tidak Lagi Lucu, dan Ibu dan Anak-anaknya. Keenam karya lukis tersebut diharapkan dapat memberikan pengalaman kepada apresian untuk menghargai kucing dengan kondisi terluka serta melihat suatu hal dari berbagai sudut pandang
STRUKTUR PERTUNJUKAN SEBLANG BAKUNGAN DI DESA BAKUNGAN KABUPATEN BANYUWANGI
RINGKASAN. Siswoyo, Shelvi Cloudia. 2017. Struktur Pertunjukan Seblang Bakungan Di Desa Bakungan Kabupaten Banyuwangi. Skripsi, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dra. Ninik Harini, M. Sn. (II) Ika Wahyu Widyawati S.Pd M.Pd Kata Kunci: struktur pertunjukan, seblang bakungan, banyuwangi Upacara adat Seblang di desa Bakungan, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi merupakan upacara adat bersih desa yang dilaksanakan setiap tahunnya pada hari Raya Idul Adha. Upacara adat ini merupakan upacara tolak bala dan ucapan rasa syukur warga masyarakat Bakungan atas keberlimpahan hasil panen yang didapat. Tari Seblang Bakungan ditarikan oleh perempuan tua yang telah mati haid (menopouse) dan merupakan keturunan dari penari Seblang sebelumnya. Penari Seblang menari dalam keadaan tidak sadar karena telah dirasuki oleh roh atau dhanyang Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui struktur pertunjukan Seblang Bakungan di desa Bakungan Banyuwangi Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Instrumen yang digunakan dalam pengumpulan data yaitu peneliti sendiri. Prosedur pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Kegiatan analisis data dimulai dari tahap pengumpulan data, reduksi, penyajian data, serta tahap penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan triangulasi teknik dan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukan bahwa Seblang Bakungan dapat dibagi kedalam tiga bagian struktur pertunjukan. pada bagian awal, ritual Seblang dimulai dengan nyekar ke makam Mbah Witri yang kemudian dilanjutkan dengan ritual pengambilan air suci di Sumber Penawar. Di sore hari, ritual ider bhumi dilaksanakan oleh laki-laki desa Bakungan dengan berkeliling desa membawa obor. Tumpengan dengan pecel pithik dilaksanakan setelah ider bhumi yang kemudian dilanjutkan dengan merias Seblang dan pemanggilan dhanyang. Bagian inti dari upacara adat ini adalah bagian pemilihan gendhing dimana akan ada 12 gendhing yang dimaikan sesuai dengan penggambaran kegiatan dari Seblang tersebut. Upacara ini diakhiri dengan kegiatan rebutan sajen. Disimpulkan bahwa ritual Seblang Bakungan merupakan sebuah upacara adat yang memiliki kesakralan yang tinggi. Sehingga struktur yang terbentuk tidak dapat dirubah sekehendak pelaku ritual, merupakan masyarakat Bakungan. Karena struktur pertunjukan Seblang Bakungan merupakan hasil kepercayaan masyarakat yang dipupuk turun-temurun. Sehingga, penelitian ini diharapkan dapat menjadi penambah wawasan bagi masyarakat ramai mengenai struktur pertunjukan Seblang Bakungan dan dapat menjadi penambah referensi bagi peneliti selanjutnya
analisis visual makna tanda pada iklan televisi axis dengan judul "iritologi no 54, cekrek upload"
ABSTRAK Srikinasih ,Kumala. 2017.Analisis Visual Makna Tanda Pada Iklan Televisi Axis Dengan Judul"iritology no 54, cekrek upload".Skripsi, Jurusan Desain Komunikasi Visual, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Drs.Sugiyono Ardjaka M.Sc.,Ph.D. Kata Kunci: analisis visual, makna tanda, iklan televisi Axis adalah produk yang menyediakan jasa komunikasi dan internet, target market dari axis adalah remaja dan kalangan menengah .axis mempromosikan produknya dengan through the line media, salah satu media yang digunakan adalah iklan televisi. pada desember 2015 axis mempublikasikan iklan televisi dengan judul "iritology no 54 cekrek upload". terlihat bahwa iklan tersebut memvisualkan kehidupan target marketnya yang dikemas dengan unik dan menarik. iklan televisi axis "iritology no 54 cekrek upload" memberikan dampak tersendiri bagi target audiencenya. seperti yang terlihat pada media sosial lebih dari 6000 orang menggunakan tagar #cekrekupload. Oleh karena itu, peneliti berusaha mengkaji lebih lanjut tentang tanda dan makana visual dari iklan televisi Axis iritology no 54 cekrek upload dengan pendekatan deskriptif kuanlitatif. Objek yang ditetili dalam penelitian ini adalah setiap shot yang mempresentasikan kehidupan remaja dan kalangan menengah. Oleh karenanya sebagai sumber dan primer dalam penelitian ini adalah iklan televise, buku, internet, dan bahan tertulis lain yang relevan. Penelitian ini dilakukan dengan mengumpulkan data-data melalui observasi literature baik dari buku, internet dan sebagainya. serta dilakukan Tanya jawab pada target audien nya dengan cara menjawab kueisioner. Dalam penelitian ini telah ditemukan bahwa terjadi pengaruh positive diantara target audience dan iklan televisi tersebut. dengan banyaknya persentase pengguana axis di kalangan remaja, hastag di media sosial menandakan bahwa iklan tersebut sukses memberikan effect pada targetnya
perancangan video promosi gooderhood sebagai toko graffiti di kota malang
ABSTRAK Gooderhood adalah toko sekaligus wadah bagi para graffiti writers dan street artist yang ada di Kota Malang, salah satu graffiti store yang menawarkan berbagai macam kebutuhan yang dibutuhkan oleh para pelaku seni jalanan , karena konsep dari gooderhood ini bertujuan untuk memperkenalkan seni jalanan dan menggubah presepsi negative masyarakat awam terhadap seni jalananyang dikemas modern di Kota Malang.Tujuan perancangan ini adalah membuat sebuah media utama berupa video promosi dengan durasi 4 menit 33 detik dan membuat media pendukung berupa video graffiti, kaos, poster,x-banner, sticker. Yang bertujuan sebagai media persuasi kepada masyarakat supaya mengetahui keberadaan gooderhood. Kata kunci:Perancangan, Video, Video Promosi, gooderhood sebagai toko graffiti, Kota Malang, Malang. Key words: Design, Video, Promotional Video, Gooderhood as graffiti shop, Malang City, Malang. ABSTRACT: Gooderhood is a store and a vessel for graffiti writers and street artists in Malang, one of the graffiti stores that offer various needs needed by street performers, because the concept of Gooderhood is aimed to introduce street art and compose negative perception of society about street art that is packed in modernized way in Malang City.The purpose of this design is to create a main media in the form of promotional video with duration of 4 minutes 33 seconds and make supporting media in the form of video graffiti, t-shirts, posters, x-banner, and sticker. This aims as a medium of persuasion to the public to know the existence of Gooderhood
Perancangan Buku Ilustrasi Pernikahan Melayu Riau Sebagai Upaya Pelestarian Budaya Daerah
ABSTRAK Ningsih, Septi Widya. Perancangan Buku Ilustrasi Pernikahan Melayu Riau Sebagai Upaya Untuk Melestarikan Budaya Daerah. Skripsi, Program Studi Desain Komunikasi Visual, Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1)Drs. Sarjono, M.Sn. (2)Drs. Didiek Rahmanadji, M.Pd. Kata Kunci: Perancangan, Buku Ilustrasi, Pernikahan, Melayu, Riau,Pelestarian, Budaya Daerah Melayu Riau merupakan salah satu suku terbesar di Indonesia. Budaya yang berkembang dalam masyarakat melayu sangat kental dan sakral. Dalam tradisi Melayu Riau sendiri, ada ungkapan "Tak kan Melayu Hilang di Bumi” yang digunakan untuk menunjukkan keyakinan masyarakat Melayu akan adat-istiadat dan budayanya. Pentingnya adat-istiadat bagi orang Melayu Riau tergambar dari ungkapan lain, yaitu "Biar Mati Anak, Jangan Mati Adat" atau "Biar Mati Istri, Jangan Mati Adat". Semua ungkapan itu diucapkan secara turun-temurun dan telah mendarah-daging bagi orang Melayu Riau, baik yang menetap di Riau maupun di perantauan. Akan tetapi, tradisi pernikahan adat hanya memiliki cacatan lisan dari para tetua dan diturunkan kepada generasi selanjutnya, dan kurangnya literatur mengenai pelaksanaan prosesi pernikahan Melayu Riau serta tidak tersedianya informasi mengenai hal tersebut di web resmi kebudayaan Riau. Sehingga menimbulkan perkembangan budaya yang bercampur dengan budaya lain seperti budaya Jawa. Maka diperlukan perhatian dari pemerintah daerah dan masyarakat setempat untuk dapat lebih mengenalkan dan melestarikan potensi kearifan lokal. Perancangan buku berisi informasi dan ilustrasi cat air prosesi pernikahan Melayu Riau. Ilustrasi memiliki kekuatan tersendiri dalam penyajian sebuah informasi, situasi yang terekam dari pengamatan illustrator dapat membuat orang lain ikut melihat dan mempelajari informasi visual dengan kesan yang berbeda secara efektif. Dibandingan dengan hasil pemotretan, ilustrasi dapat mengempasis bagian-bagian tertentu yang dianggap penting saja. Cat air sendiri memiliki karakteristik transparan. Warna yang dihasilkannya juga cenderung natural, dan lembut.. Perancangan menggunakan model perancangan yang telah dikembangkan dari Sadjiman Ebdi Sanyoto. Jenis data berupa data kualitatif yakni data yang diperoleh dari berbagai sumber seperti wawancara, observasi, dokumentasi maupun pustaka yang kemudian direduksi hingga menghasilkan sintesis sebagai acuan untuk merancang buku ilustrasi pernikahan melayu riau. Final design perancangan media utama berupa buku ilustrasi, media pendukung seperti poster, leaflet, dan brosur, serta merchandise berupa postcard, dan stike