Jurnal Sosioteknologi
Not a member yet
592 research outputs found
Sort by
PERILAKU REMAJA DALAM MENGGUNAKAN MEDIA BARU: PEMETAAN HABIT MEDIA BARU REMAJA DAERAH SUB URBAN KOTA BANDUNG (KABUPATEN BANDUNG)
Dunia masa depan adalah dunia para digital natives. Budaya dan gaya hidup masa depan anak-anak Indonesia adalah budaya dan gaya hidup digital natives. Walaupun demikian, sampai saat ini tak ada satupun data komprehensif, dan masif, menyangkut kebiasaan bermedia anak-anak Indonesia. Data TNS yang disebut"•Digital Life"– sendiri, yang selama ini kerap dirujuk oleh para peneliti untuk melakukan kajian terkait dengan komunikasi massa maupun marketing communication di era digital, hanya memperlihatkan data pengakses Internet di berbagai negara secara general. Ketiadaan baseline data secara nasional menyangkut kebiasaan bermedia remaja Indonesia ini menyebabkan sulitnya pemerintah, maupun kelompok kepentingan lainnya dari dalam maupun luar negeri, guna merancang kebijakan, merumuskan regulasi, atau melaksanakan program yang tepat sasaran terkait dengan masa depan remaja Indonesia. Dengan adanya penegasan menyangkut jenis media, aktivitas bermedia, dan sasaran yang hendak dieksplorasi, penelitian ini mencoba memaparkan bagaimana akses media baru yang dilakukan oleh remaja Indonesia, bagaimana penggunaan media baru yang dilakukan oleh remaja Indonesia, dan bagaimana praktik media baru dalam kehidupan remaja sehari-hari di Indonesia. Penelitian ini dilakukan dengan metode survei menggunakan kuesioner yang disebarkan kepada responden di sekolah di Kabupaten Bandung yang dijadikan lokasi penelitian. Jumlah sampel mewakili populasi penduduk kabupaten Bandung untuk kategori usia remaja, dengan teknik pengambilan sampel simple random sampling yang jumlahnya ditentukan melalui rumus Yamane. Kata Kunci: digital natives, digital life, remaja, internet, media. The world in the future is the world of the digital natives. Culture and lifestyle of future Indonesian children are the culture and lifestyle of digital natives. However, to date, there is no single comprehensive and massive data concerning the habits of the children in Indonesia related to media. The TNS data called Digital Life itself, which has been frequently referred to by researchers in conducting studies related to mass communication and marketing communication in the digital age show only data on those accessing the Internet in various countries in general. The absence of a national baseline data concerning the habits of using media among Indonesian teenagers makes it difficult for the government, as well as other interest groups from within and outside the country, to design policies, formulate regulations, or implement targeted programs related to the future of Indonesian teenagers. With assertions regarding the type of media, the activity of media, and the targets to be explored, this study tries to explain new media accesses conducted by Indonesian teenagers, how new media used by Indonesian teenagers, and the new practices of using new media in the everyday life of the teens in Indonesia. This research was conducted using a survey method through the use of questionnaires distributed to respondents in schools in Kabupaten Bandung regency as the study sites. The number of samples is the representative of the population of Kabupaten Bandung Regency for teenage category, with a simple random sampling technique whose number is determined through the Yamane formula. Key Words: digital natives, digital life, teenagers, the internet, medi
INCORPORATING AND CONVERTING BIOGAS TECHNOLOGY INTO HOUSEHOLD SPACE
Kemunculan teknologi biogas di Indonesia berkembang pesat setelah berkembangnya wacana mitigasi perubahan iklim oleh para ahli sains. Gas metan sebagai hasil dari kotoran hewan di Indonesia telah menarik perhatin para ahli teknologi untuk menerapkan teknologi yang tepat dan terjangkau di kalangan rumah tangga pedesaan, yakni biogas. Walaupun demikian, belakangan ini riset mengenai biogas jarang sekali membahas bagaimana teknologi memasak dapat berintegrasi ke dalam ruang rumah tangga. Dengan menggunakan teori domestikasi, artikel ini merupakan upaya untuk berbagi pengertian tertentu mengenai tahap-tahap sosial yang berbeda-beda antara satu dan lainnya dalam hal teknologi biogas yang hendak dipopulerkan ke dalam kehidupan rumah tangga. Kata kunci : teknologi, mitigasi, biogas, teori domestikasi The emergence of biogas technology in Indonesia is invasive after the rising of climate change mitigation discourse by scientists. Methane gas as results of animal wastage in Indonesia has withdrawn technologists to apply an appropriate yet affordable technology for rural household, namely biogas. However, nowadays research on biogas barely investigate how such cooking technology is made to be integrated in the household space. By using the domestication theory, this paper is an attempt to shed particular lights on distinctive social stages of biogas technology in being immersed into the life of household. Key Words: technology, mitigation, biogas, domestication theor
MAKNA IKON NAGA, LONG 龙, 龍 ELEMEN UTAMA ARSITEKTUR TRADISIONAL TIONGHOA.
Ikon naga selalu muncul dalam segala segi kehidupan masyarakat Tionghoa dan telah bertahan berabad-abad: busana, peralatan rumah tangga, bangunan, teori fengshui, pemerintahan, festival, kepercayaan, ritual. Naga sebagai ikon budaya etnis Tionghoa populer sampai sekarang, Makhluk apakah sesungguhnya ini? Tulisan ini mengambil sample naga yang muncul sebagai elemen arsitektur dominan pada bangunan klenteng tradisional atau bangunan resmi kekaisaran dahulu. Uraian pemaknaan didekati secara historis, antropologis, etnografis, etimologi, semiotik dan hermeneutik. Analisa menunjukkan naga merupakan symbol harapan masyarakat mengenai segala hal berhubungan dengan kebaikan, kemakmuran, dan kebahagiaan. Suatu bayangan dari bawah sadar manusiawi. Disertakan juga beragam contoh pemakaian oleh masyarakat umum. Kata kunci : naga, budaya Tionghoa, tradisional, vernakular. Dragon icon is well-known in every aspect of the Chinese culture and has survived for centuries on cloths, furniture, building architecture, feng-shui theory, governments, festivals, beliefs, and rituals. As an icon of the Chinese culture, it has always been very popular until today. What kind of being is it actually? This paper chose the dragon as expressed as a dominant element in the architecture of traditional temples and the past kingdom official buildings. The interpretation of its meaning is performed using the approaches of history, anthropology, enthography, etymology, semiotics and hermeneutics. The analysis indicates that the inherent meanings of dragon symbolizes the society’s expectation for every single thing related to good wishes, prosperity, and happiness: subconscious human sillhoutes. Also provided here various examples of its applications by people in general. Keywords: dragon, Chinese culture, traditional, vernacular
INDO AND INDON: AN EPISTEMOLOGICAL PERSPECTIVE
Banyak orang Indonesia yang saya temui, dari orang awam hingga orang yang berpendidikan tinggi, tidak suka ketika mereka mendengar kata "Indon". Hal ini tidak berlaku ketika mereka disebut "Indo". Beberapa mempercayai bahwa "Indon" tidak tepat digunakan sebagai ekspresi dalam komunikasi. Apakah keyakinan itu benar? Apakah ada pembenaran terhadap keyakinan yang benar? Atau sekedar pendapat? Kebenaran, keyakinan, dan justifikasi adalah tripartit yang membangun pengetahuan. Pembangunan ini membawa kita untuk menganalisis dua kata dari perspektif epistemologis sebelum kita masuk ke dalam studi etimologis. Many Indonesians that I met, from laymen to highly educated people, have a hard feeling when they hear the word "Indon". It is not so when they are called "Indo". Some believe that the former is not appropriate to use as an expression in communication. Is that belief true? Is the true belief justified? Or is it an opinion? Truth, belief, and justification are the tripartite that construct knowledge. This construct brings us to analyze the two words from epistemological perspective before we go into an etymological study
KAJIAN TATA CARA PENCAPAIAN KINERJA RENCANA STRATEGIS BERDASARKAN INDIKATOR KINERJA RPJMN 2010 - 2014
Setiap instansi pemerintah dalam menjalankan kinerja tidak lepas dari renstra instansi tersebut yang bermuara pada RPJMN (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional) 2010 "“ 2014. Indikator kinerja sangat penting agar arah kinerja sesuai dengan apa yang diharapkan. Indikator kinerja dari setiap instansi pemerintah berbeda satu sama lain bergantung pada kebutuhan dan peran instansi tersebut. Bakorkamla sebagai lembaga pemerintah menganalisis indikator kinerjanya yang diharapkan dapat mencapai sasaran sesuai dengan RPJMN 2010-2014 dan prinsip good governace. Kata Kunci : kinerja, indikator, renstra In carrying out the performance, every government agency can not be separated from that agency strategic plan that led to the RPJMN (National Medium Term Development Plan) from 2010 to 2014. Performance indicators is essential for performance in accordance with the directions that are expected. Indicators of the performance of any Government agency different from each other depending on the need and role of agencies, as Bakorkamla Maritime Security Coordinating Board to analyze the performance indicators that are expected to reach the target in accordance with RPJMN 2010-2014 and the principles of good governace. Keywords: Performance, Indicators, Strategic Pla
FORENSIK DALAM PERSFEKTIF BUDAYA: SEBUAH TANTANGAN BAGI SEMIOTIKA
Kebudayaan memiliki dimensi-dimensi yang bersifat material dan non-material. Begitu juga bila kejahatan dipandang dari perspektif kebudayaan, tidak dapat dipisahkan dari dimensi-dimensi kebudayaan non-material: pikiran, karakter, ideologi, hasrat dan nilai-nilai. Ada nilai-nilai tertentu yang hidup di dalam sebuah kelompok atau masyarakat yang mendorong anggotanya melakukan aneka kejahatan: materialisme, keserakahan, individualisme; sebaliknya ada nilai-nilai yang meredam tindak kejahatan: kebersamaan, komunalitas dan persaudaraan. Kejahatan dilandasi oleh kebudayaan, karena esensi setiap kejahatan adalah ajang perebutan "hegemoni", sebagaimana dipahami Gramsci, yaitu manifestasi dari hasrat "supremasi" dan "dominasi" individu atau kelompok sosial atas individu atau kelompok-kelompok lainnya. "Forensik" adalah sebuah ilmu dan cara kerja yang berkaitan dengan aktivitas memperlihatkan pada "publik" bukti-bukti, khususnya yang terkait dengan kasus kejahatan dan hukum. Untuk mampu memahami kompleksitas budaya dalam kerja forensik itu diperlukan "kompetensi budaya" (cultural competency), antara lain: "kepekaan budaya", "pengetahuan budaya" dan "empati budaya". Semiotika dapat berperan dalam menganalisis bukti-bukti forensik"”baik yang bersifat materi, fisik, atau linguistik"”untuk menemukan "logika" "kode" dan "makna kultural". Pekerjaan forensik yang melibatkan tubuh manusia, benda, alat, tempat, ruang, dan lingkungan hidup, pekerjaan forensik antropologi dan forensik budaya dapat dibantu oleh "pembacaan semiotik" (semiotic reading), yaitu pemahaman struktur tanda-tanda (signs), relasi signifikasi di antara tanda-tanda, dan makna atau konotasi yang dibangun di dalamnya. Kata kunci: Forensik, budaya, semiotika, kejahatan Culture has material and non-material dimensions. Similarly, when crime is viewed from the perspective of culture, it cannot be separated from non-material cultural dimensions: minds, characters, ideology, desires and values. There are certain values that thrive in a group or society that encourage its members to commit various crimes: materialism, greed, individualism; on the contrary, there are values that refrain crimes: togetherness, commonality and brotherhood. Crimes are based on culture; the essence of every crime is a battle field of "hegemony" as defined by Gramsci, which is the manifestation of the desire for "supremacy" and "domination" of individuals or social groups over individuals or other groups. "Forensic" is a science and a way of work that shows evidence to "public", particularly in relation to crimes and laws. To be able to understand the complexities of culture in forensic work, "cultural competence" is required, among others: "cultural sensitivity", "knowledge of culture" and "cultural empathy". Semiotics can play a role in the analysis of forensic evidence - material, physical, or linguistic - to find the "logic" "code" and "cultural significance". Forensic work involving human body, objects, tools, places, space, and environment, forensic anthropology and cultural forensic, can be assisted by "semiotic reading", which is an understanding of the structure of signs, significance relation among the signs, and meanings or connotations that are built within. Keywords: Forensics, culture, semiotics, crim
A COMPARATIVE STUDY OF ONLINE NEWS SITE SERVICE BASED ON CONSUMER PREFERENCE TO THE STUDENT OF TELKOM INSTITUTE OF MANAGEMENT IN 2011 (Objective of the Study: Detik.com, Kompas.com, Okezone.com, and Vivanews.com)
Pertumbuhan internet telah mengalami percepatan dalam berbagai aspek. Salah satu dampaknya adalah munculnya situs berita online. Pada tahun 1998, Detik.com dan Kompas.com muncul sebagai appiared jurnalisme online. Kemudian, pada tahun 2007 dan 2008, Okezone.com dan Vivanews.com menjadi pesaing besar di antara situs berita online di Indonesia. Empat dari situs-situs tersebut telah secara drastis mengubah peta industri di situs berita online. Ketika pengguna harus memilih situs, mereka menemukan kesulitan untuk membandingkan konten. Ini berarti bahwa berita online perlu memiliki preferensi mereka sendiri untuk bersaing satu dengan yang lain. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah dimensi E-service yang bergantung pada kemudahan penggunaan, ketersediaan sistem, keandalan, sifat responsif, dan kepercayaan. Di samping itu, akan digunakan juga E-qual yang mencakup aksesibilitas, navigasi, desain dan presentasi, isi dan tujuan, interaktivitas, kustomisasi, dan personalisasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengamati faktor preferensi pengguna dalam memilih situs berita online. Kami menggunakan atribut E-service dan e-qual, positioning peta kompetisi empat situs berita online, dan positioning strategi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Analisis dilakukan melalui dua tahap observasi. Tahap pertama digunakan analisis faktor dengan tujuan mencari atribut yang telah digunakan oleh pengguna ketika mereka memilih situs yang menarik perhatian mereka. Jumlah responden, 150 orang. Untuk mengatur peta positioning, responden diambil melalui kenyamanan dengan pengambilan sampel dimodifikasi. Berdasarkan hasil penelitian, faktor preferensi konsumen dalam memilih situs berita online adalah kepercayaan, akses, desain website, akurasi, komunikasi, dan interaksi. Untuk peta positioning pertama, Detik.com menempati tempat teratas sebagai preferensi konsumen. Kompas.com menjadi yang terbaik pada akurasi berita, sementara Vivanews.com dipilih karena desain laman yang bagus, diikuti oleh desain laman Detik.com. Posisi terakhir adalah Okezone.com untuk semua faktor atribut preferensi. Layanan situs berita online membutuhkan keunikan dalam rangka memenangkan persaingan terberat antara ke-empat situs berita online. Kata Kunci: Konsumen Preferensi, Situs Berita Layanan Online, E-Service, E-Qual, Analisis Faktor, MDS. The growth of internet has been in acceleration in various aspects. One of the impacts is the appearance of online news site. In 1998, Detik.com and Kompas.com appeared as the appiared of online journalism. Then, in 2007 and 2008, Okezone.com and Vivanews.com made a great competition among Indonesian online news site. Four of the sites have transformed the industrial map drastically in online news sites. When the users have to choose the site, they find difficulties to compare the content. It means that news online need to have their own preference to compete with each other. The variable used in this research is E-service dimension that relies on ease of use, system availability, reliability, responsiveness, and trust. In addition, it will also use E-qual that covers accessibility, navigation, design and presentation, content and purpose, interactivity, customization, and personalization. The purpose of this research is to observe the users preference factors in selecting online news sites. We use e-service and e-qual attributes, positioning map of four online news site competitions, and positioning strategy. This research used the descriptive method. The analysis was done through two observation stages. The first stage used factor analysis on a purpose of finding the attributes that have been used by the users when they were selecting the sites they are interested in. The total respondent is 150 people. To arrange the positioning map, the respondents were taken through convenience with modified sampling. Based on the research, the consumer preference factors in choosing the online news site are trust, access, website design, accuracy, communication, and interaction. For the first positioning map, Detik.com is placed at the top of consumers' preterence. Kompas.com goes at the best of news accuracy, while Vivanews.com voted because of its marvelous website design, followed by Detik.com website design. The last position is Okezone.com for all attributes preference factors. The service of online news site requires the uniqueness in order to win the toughest competition among four all online news sites. Keyword: Consumer Preference, Online News Site Service, E-Service, E-Qual, Factor Analysis, MDS
SEKILAS MENGENAI FORENSIK DIGITAL
Forensik digital merupakan bagian dari ilmu forensik yang melingkupi penemuan dan investigasi materi (data) yang ditemukan pada perangkat digital. Sebagai ilmu yang masih baru, masih dibutuhkan pemahaman dan kemampuan untuk menguasai ilmu ini. Penguasaan ilmu ini tidak hanya ditujukan pada kemampuan teknis semata tetapi juga terkait dengan bidang lain, seperti bidang hukum. Makalah ini menguraikan secara singkat mengenai forensik digital. Kata kunci: forensik, keamanan, teknologi informasi Digital forensic is considered a new field of study. It is a branch of forensic science encompassing the recovery and investigation of data found in digital devices. Digital forensic is needed to solve cyber crimes and related security problems. As a new field, awareness and skills are needed to master this field. Digital forensic is not only related to technical but also legal aspects. This paper describes digital forensic in a nut shell. Keywords: forensic, information technology, securit
UPAYA MEMBANGUN BUDAYA MASYARAKAT DALAM MENGGUNAKAN JASA TRANSPORTASI KAPAL MOTOR ANTARPULAU DI MALUKU
Kapal motor merupakan alat transportasi laut antarpulau yang perlu mendapat perhatian dari pemerintah dan perusahaan kapal karena kelaikan kapal motor sangat menyangkut keselamatan penumpang agar terhindar dari kecelakaan laut. Kecenderungan melanggar aturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah dalam menggunakan jasa transportasi kapal motor sudah menjadi budaya masyarakat Maluku dan pemiliki kapal motor. Untuk mengetahui budaya, persepsi, dan upaya membangun masyarakat dalam menggunakan jasa transportasi kapal motor di Maluku dilakukan suatu penelitian menggunakan metode penelitian kualitatif. Dari hasil penelitian dapat diungkapkan bahwa budaya masyarakat Maluku dalam menggunakan jasa transportasi kapal motor memiliki unsur positif dan negatif. Unsur positif ketika menunggu kapal motor terlambat datang serta kebersamaan sebagai penumpang membentuk budaya masyarakat yang sabar dan tolong menolong. Unsur negatif masih ada masyarakat yang tidak membeli tiket di tempat yang sudah ditentukan, membawa barang melebihi kapasitas, membuang sampah sembarangan, minum-minuman keras, dan banyak yang tidak mengerti tentang alat keselamatan sehingga membentuk budaya pelanggaran. Upaya yang harus dilakukan untuk membangun budaya tertib dan teratur adalah peningkatan faktor kenyamanan, keselamatan, ketertiban, dan keamanan melalui penegakan peraturan dan perbaikan manajemen perusahaan. Kata kunci: kapal motor, transportasi laut, budaya masyarakat, keselamatan penumpang. Motor boat is sea transportation between islands that needs attention from the government and the company's flagship because its reliability is closely related to passengers' safety and thus to marine accident prevention. The tendency to break rules set by the government in using the motor boat transportation services has become a culture of some communities in Maluku and boat owners. To know the culture, perceptions, and community building efforts in using boat transportation services in Maluku, a study using qualitative research methods has been conducted. The results of this study revealed that the culture of the people of Maluku in using boat transport services had positive and negative elements. Positive elements include the attitude in waiting for the boat that comes late and the togetherness of the passengers that shape the culture of being patient and helping each other. The negative elements include the condition in which many people do not buy a ticket at the appointed places, exceed baggage capacity, littering, drinking, and many do not understand the importance of safety devices that may lead to the culture of violations. Efforts that should be made to build a culture of being orderly is enhancement of the factor of comfort, safety, order, and security through rule enforcement and improvement of companies' management. Keywords: motor boat, marine transportation, culture, passengers, safet
THE EFFECT OF WEB-BASED ACADEMIC INFORMATION SYSTEM TO ACADEMIC SERVICE QUALITY AT COMMUNICATION DEPARTMENT OF TELKOM INSTITUTE OF MANAGEMENT
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh sistem informasi akademik berbasis web pada kualitas layanan akademik. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif kausal. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling dengan populasi 192 siswa. Dengan menggunakan rumus Slovin, diperoleh 130 siswa sebagai sampel. Berdasarkan persepsi siswa, hasil penelitian menunjukkan sistem informasi akademik berbasis web berada dalam kategori baik di 70,95%. Kualitas pelayanan akademik juga berada dalam kategori baik 68,24%. Hasil perhitungan statistik menunjukkan sistem informasi akademik berbasis web (X) berpengaruh signifikan terhadap kualitas pelayanan akademik (Y) pada Jurusan Komunikasi Institut Manajemen Telkom dengan efektivitas 32,9%. Sisanya adalah (100% - 32,9%) = 67,1% dari luar penelitian ini. Kata kunci: sistem informasi akademik, kualitas pelayanan The aim of this study is to determine the effect of web-based academic information system on academic services quality. The research method is causal quantitative research. The sampling technique used simple random sampling with the population of 192 students. By using Slovin formula, it obtained 130 samples of students. Based on students perception, the result shows the web-based academic information system are in good category at 70.95%. The quality of academic services is also in good category at 68.24%. Statistical calculation result shows web-based academic information system (X) has significant effect on academic services quality (Y) at Communication Department of Telkom Institute of Management by 32.9% effectiveness. The remaining is (100% - 32.9%) = 67.1% from out of this research. Keywords: academic information systems, service qualit