Jurnal Sosioteknologi
Not a member yet
    592 research outputs found

    SMS TAUHIID SEBAGAI TECHNO-RELIGION: PERSPEKTIF TECHNO-CULTURE ATAS PENYEBARAN TAUSIAH AGAMA MELALUI SMS

    No full text
    Memasuki era teknologi informasi, penyebaran pesan agama (tausiah) seolah menemukan pola baru, salah satunya dengan memanfaatkan layanan text messaging berbasis telepon seluler atau smart-phone. Dengan mengambil kasus layanan SMS Tauhiid yang menggunakan jargon "dakwah berbasis teknologi", tulisan ini menggunakan perspektif techno-culture sehingga menggambarkan SMS Tauhiid sebagai salah satu fenomena techno-religion. Dalam perspektif ini, fenomena techno-religion tidak hanya dilihat sebagai fenomena teknologi sebagai solusi praktis bagi agama untuk tetap mendapat tempat bagi masyarakat modern, tetapi juga mengungkap peran teknologi dalam membantu mewujudkan salah satu doktrin mendasar Islam sebagai missionary religion, terutama dalam konteks budaya masyarakat yang semakin sarat dengan teknologi baru yang semakin konvergen dan interaktif. SMS Tauhiid memperlihatkan fenomena techno-religion paling tidak dalam dua hal. Pertama, SMS Tauhiid berpotensi memperluas peran teknologi media dalam menstrukturkan perilaku agama masyarakat modern, khususnya dalam memperoleh pesan-pesan agama. Kedua, SMS Tauhiid menggambarkan fenomena "pendelegasian" wewenang pihak otoritas agama atas teknologi sehingga menggambarkan relasi yang bersifat negosiatif antara agen manusia dan agen teknologi

    DAMPAK EKSPLORASI GAS BUMI TERHADAP MASYARAKAT SAUMLAKI

    Get PDF
    Saumlaki terletak di Kabupaten Maluku Tenggara Barat. Saumlaki memiliki Blok Masela yang merupakan penghasil gas terbesar di Indonesia. Eksplorasi gas alam di Saumlaki dilakukan secara besar-besaran dengan padat modal, penuh risiko, dan menggunakan teknologi canggih. Eksplorasi tersebut membawa dampak positif dan negatif pada masyarakat Saumlaki. Dari segi social community yang dimiliki masyarakat Saumlaki, kegiatan eksplorasi gas alam ini berkontribusi terhadap social capital di antaranya natural capital, human capital, dan produced economic capital. Dari aspek produced economic capital, eksplorasi ini berkontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat melalui berbagai kegiatan. Dari segi human capital, adanya eksplorasi ini dapat meningkatkan kemampuan masyarakat terutama pada aspek pendidikan dan komunikasi. Selain itu, eksplorasi gas alam ini pun berdampak terhadap natural capital terutama pada energi gas alam serta perkembangan flora dan fauna. Hal lain yang tidak dapat dipungkiri dari kegiatan eksplorasi ini adalah dampak patologi sosial. Mengingat dalam kegiatan eksplorasi tersebut banyak melibatkan tenaga kerja yang berasal dari dalam dan luar negeri, tentu saja para tenaga kerja tersebut akan membawa karakter dan budaya yang berbeda dengan masyarakat Saumlaki.Kata kunci: community social, natural capital, human capital, produced economic capita, patologi sosialSaumlaki is located in West Southeast Maluku District. Saumlaki has Masela Block which is the largest gas producer in Indonesia. Natural gas exploration in Saumlaki is done on a large scale with the capital-intensive, risky, and the use of advanced technology. The exploration has brought about positive and negative impacts on Saumlaki society. In terms of the social community's of Saumlaki, natural gas exploration activities have contributed to the social capital of which are natural capital, human capital, and produced economic capital. From the aspect of produced economic capital, this exploration has contributed to the welfare of the community through various activities. From the aspect of human capital, the existence of this exploration can improve the ability of people, especially in terms of education and communication. In addition, natural gas exploration is also an impact on the natural capital, especially in the natural gas energy and the development of flora and fauna. Another thing that cannot be denied of this exploration is the impact of social pathology. Since the exploration activities involve workers coming from inside and outside the country, the laborers bring different character and culture from the community of Saumlaki.Keywords: community social, natural capital, human capital, produced economic capita, pathology socia

    Pengaruh Penggunaan Media Twitter @infobdg Terhadap Pengurangan Ketidakpastian Informasi (Survey pada Mahasiswa Angkatan 2014 Universitas Telkom)

    No full text
    Penelitian ini membahas tentang pengaruh penggunaan media Twitter @infobdg terhadap pengurangan ketidakpastian informasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh pengunaan media Twitter @infobdg terhadap pengurangan ketidakpastian informasi. Pada penelitian ini penulis menggunakan metode kuantitatif dengan jenis penelitian kausal. Data yang digunakan diperoleh melalui kuesioner yang disebarkan kepada 100 responden yaitu mahasiswa angkatan 2014 Universitas Telkom. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji asumsi klasik, analisis regresi linier sederhana, uji hipotesis parsial dan perhitungan koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara pengunaan media Twitter @infobdg terhadap pengurangan ketidakpastian informasi. Sub variabel yang sangat signifikan berpengaruh adalah Accessibility dan Amount. Koefisien determinasi menunjukan bahwa sebesar 32% penggunaan media Twitter @infobdg mempengaruhi pengurangan ketidakpastian informasi sedangkan 68% sisanya dipengaruhi oleh aspek lain diluar penelitian ini.Kata Kunci: Media Sosial, Pengurangan Ketidakpastian Informasi, Twitter @infobdgThis research discuss about the influence of Twitter @infobdg usage to uncertainty reduction of information. This research examined to know about influence of Twitter @infobdg usage to uncertainty reduction of information. This research use quantitative method and causal approaching. This research use data from questionnaire with 100 respondents. The analysis method used was classic assumption, linier regression analysis, partial hypothesis, and determination coefficient. The result of this research is the Twitter @infobdg usage has significant influence to uncertainty reduction of information. The most significantly influence are Accessibility and Amount. Determine Coefficient showed 32% of Twitter @infobdg usage influenced to uncertainty reduction of information while the rest 68% influenced by other aspects outside this research. Keyword: Social Media, Uncertainty Reduction of Information, Twitter @infobd

    SISTEM TATA LETAK AKOMODASI PENUMPANG PADA INTERIOR KERETA API EKONOMI JARAK MENENGAH

    No full text
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh penggunaan elemen-elemen desain pada interior kereta api ekonomi yang tidak berfungsi secara optimal, terutama pada kereta jurusan Surabaya "“ Madiun. Tujuan penelitian yang diperoleh adalah untuk menemukan kriteria desain pada elemen-elemen interior kereta ekonomi di jalur Surabaya "“ Madiun yang sesuai dengan perilaku penumpang berdasarkan sistem tata letak akomodasi penumpang. Studi kasus utama yang dijadikan sebagai obyek penelitian pada Kereta Api Arjuna Ekspress jurusan Madiun "“ Surabaya. Peneliti melakukan observasi partisipatif sebagai tahap awal melakukan pengamatan terhadap aktivitas penumpang, kemudian menggunakan analisis statistik tabulasi silang untuk mengidentifikasi karakteristik dan kecenderungan penumpang berdasarkan hasil survey kuesioner. Teori dari Elizabeth D. Hutchison tentang perilaku manusia dan John Cresswell mengenai triangulasi data digunakan untuk menganalisis aktivitas penumpang terhadap penggunaan elemen desain interior kereta ekonomi. Manfaat penelitian adalah untuk memperoleh deskripsi mengenai karakter dan perilaku penumpang kereta kelas ekonomi yang dapat dijadikan sebagai referensi bagi manufaktur dan operator kereta api dalam perancangan konsep desain konfigurasi interior kereta kelas ekonomi di jalur Surabaya "“ Madiun

    PEMBELAJARAN DARI PROJEK PERCONTOHAN REDD+ PADA FASE PERSIAPAN DAN KESIAPAN

    Get PDF
    Sejak 2008 Kementerian Kehutanan telah memulai program pengujian penerapan REDD+ di Indonesia melalui projek percontohan. Pada level subnasional, Kalimantan sangat relevan berkontribusi dalam mekanisme REDD+. Hal ini dibuktikan dengan tumbuhnya projek-projek yang mendukung kegiatan percontohan di Kalimantan. Projek-projek percontohan ini juga menjadi dasar pengujian untuk menjawab pertanyaan sebelum menyusun dan melaksanakan kebijakan REDD+ nasional di masa mendatang. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data, informasi, dan gambaran awal projek dan kegiatan percontohan REDD+ serta mengamati pola yang muncul dalam berbagai gambaran projek REDD+ di level subnasional dan implikasinya untuk mewujudkan REDD+. Penilaian dilakukan terhadap beberapa projek dan kegiatan percontohan REDD+ di Kalimantan berdasarkan dokumen projek serta wawancara semiterstruktur dengan para pemrakarsa projek dan pemangku kepentingan. Informasi yang tersedia dimaksudkan untuk memfasilitasi pemahaman dalam pembelajaran yang dapat digunakan untuk pembuatan rancang-an penelitian. Semua corak yang berbeda mengenai projek REDD+ di Kalimantan ini dapat memberikan pelajaran berharga untuk memanfaatkan hutan guna memperlambat perubahan iklim.Kata kunci : projek percontohan REDD+, kegiatan percontohan, kalimantanSince 2008 The Ministry of Forestry has been embarking on a program to test the implementation of Reducing Emission From Deforestation and Forest Degradation (REDD+) in Indonesia through a pilot project. At the sub-national level, the provinces of Kalimantan are the most relevant contributors to the REDD+ mechanism. It is proved with the growing projects which support the pilot activities in Kalimantan. These pilot projects also provide a basic test for answering some questions before structuring and implementing the national REDD+ policies. This study aims to obtain data, early information and description of REDD+ pilot projects and activities in Kalimantan, and to observe the emerging patterns in the sub-national landscape of REDD+ projects and its implications to realise REDD+. An assessment has been conducted to these REDD+ pilot projects and activities based on a review of project documents, semi structured interviews with project proponents and stakeholders. This available information is intended to facilitate understanding in the learning process and sharing of early lessons that can be used for designing future research on REDD+ pilots. All of these different patterns of REDD+ projects in Kalimantan can offer valuable lessons for harnessing forests to mitigate climate changes.Keywords: reducing emission from deforestation and forest degradation (REDD+), pilot projects and activities, kalimanta

    Kontroversi Khilafah: Islam, Negara, dan Pancasila

    Get PDF
    Kehidupan beragama merupakan hal yang penting di dalam kehidupan masyarakat. Agama menjadi sendi penggerak kehidupan masyarakat yang beradab. Demikian juga di dalam konteks bernegara, agama menjadi salah satu hal penting yang dijunjung negara bagi warganya. Akan tetapi, hal ini tidak serta-merta menjadikan agama sebagai landasan bagi jalannya ideologi dan sistem pemerintah-an negara, khususnya Indonesia. Indonesia adalah negara dengan keragaman yang sangat luar biasa kaya. Ada ratusan suku bangsa, bahasa, ada banyak agama dan kepercayaan yang selama ini tumbuh harmonis menjalin satu-kesatuan Indonesia. Negara ini dibangun dengan semangat keberagaman dan toleransi. Oleh sebab itu, para pendiri negara ini dengan sangat cerdas dan brilian menuangkan se-mangat keberagaman dan toleransi ini ke dalam UUD 1945 dan Pancasila

    PROGRAM STUDI MAGISTER TEKNOKULTUR DI ITB: MENJADIKAN MANUSIA BERKEADABAN?

    Get PDF
    ABSTRAKTeknokultur yang dalam definisinya mengandung konsep saling-hubungan (feedback atau interdependent) antara teknologi dan kebudayaan mengindikasikan bahwa seorang lulusan Program Pendidikan Magister Teknokultur seharusnya memahami benar makna saling-hubungan tersebut. Dengan demikian, materi-materi mata kuliah yang perlu ditawarkan dalam Prodi Magister Teknokultur haruslah dapat mewujudkan pemahaman yang benar itu. Pada gilirannya melalui pemahaman ini, pemaknaan implikasi dari konsep saling-hubungan dalam konteks pola-pola kehidupan sosial dapat diperoleh dengan jelas (clear dan distinct). Suatu fenomena (fenomena teknokultur) menyangkut dua aspek: struktur dan perilaku. Perilaku suatu fenomena ditentukan oleh strukturnya. Ada dua macam struktur, struktur fisik dan struktur pembuatan keputusan. Keputusan-keputusan yang dibuat manusia, pada hakikatnya merupakan salah satu tahap terpenting dalam suatu siklus tertutup proses belajar manusia akan suatu fenomena yang menjadi fokus perhatiannya. Dalam proses belajar yang primitif, keputusan dihasilkan oleh suatu model mental, yang mana budaya memainkan perannya dalam model mental ini. Banyak kekurangan yang dijumpai dalam proses belajar yang hanya mengandalkan model mental. Salah satu kekurangannya adalah ketidakmampuan model mental membangun pemahaman yang lengkap akan keberadaan perilaku kompleksitas dinamis (dynamic complexity) suatu fenomena teknokultur.  Agar proses belajarnya efektif, proses belajar yang berdasarkan model mental itu perlu dilengkapi dengan suatu model ekplisit. Model eksplisit yang diperlukan adalah suatu model yang dapat mengakomodasi konsep saling-hubungan dalam suatu fenomena teknokultur serta implikasinya terhadap pola-pola kehidupan sosial. Paradigma berpikir sistem (systems thinking) dan metodologi system dynamics (dinamika sistem) dapat dipertimbangkan sebagai mata kuliah wajib yang diberikan di Prodi Magister Teknokultur ITB.Kata kunci: struktur, perilaku, model mental, systems thinking, system dynamic

    BAHASA ILMIAH DALAM TEKS IKLAN BAHASA INDONESIA DAN BAHASA JERMAN

    Get PDF
    ABSTRAK                Makalah ini membahas penggunaan bahasa ilmiah dalam wacana iklan bahasa Indonesia dan bahasa  Jerman. Bahasa ilmiah [engl.(technical) jargon)] adalah ragam bahasa dengan fungsi utama untuk memungkinkan komunikasi yang tepat dan efektif yang biasanya berkaitan dengan bidang  profesional atau ilmiah tertentu. Ciri yang sangat dominan pada bahasa ilmiah adalah penggunaan terminologi dari bidang ilmu tertentu yang normatif dan terstandardisasi serta maknanya terlepas dari konotasi bahasa sehari-hari atau bahasa umum. Penelitian ini berfokus pada permasalahan sebagai berikut: Bagaimana perbedaan bahasa ilmiah dengan bahasa umum? Bagaimana ukuran tingkat keilmiahan terminologi  ilmiah dalam teks iklan yang dianalisis? Adakah ciri-ciri  khusus bahasa ilmiah yang hanya terdapat pada teks iklan  bahasa  Indonesia tetapi tidak terdapat pada iklan bahasa Jerman dan sebaliknya? Apakah fungsi bahasa ilmiah dalam teks iklan? Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Data penelitian diambil dari iklan berbagai macam produk yang ditawarkan di internet di Indonesia dan di Jerman bulan Januari- April 2015.Kata kunci: Bahasa ilmiah dalam iklan, terminologi ilmiah, bahasa teknisSCIENTIFIC LANGUAGE IN INDONESIAN AND GERMAN ADVERTISING ABSTRACT                 This paper discusses the use of scientific language in advertising discourse in Indonesian and German language. Scientific language [engl. (Technical) jargon)] is a language variety with the main function to allow precise and effective communication that is usually associated with a professional or a particular scientific field. A very dominant characteristic in scientific language is the use of terminology from specific areas of normative and standardized and meaning regardless of the connotations of everyday language or common language. The discussion is  focused on the following issues: How different is a scientific language compared to a common language? (General language vs. language for specific purpose), How to measure the level of scholarly scientific terminology in the analyzed advertising discourse? Are there certain characteristics of scientific language which only apply to the advertising discourse in Bahasa Indonesia and not  found in German advertising and visa versa? What is the main function of the use of scientific language in advertising? This study uses a descriptive qualitative method. Research data is taken from Internet advertising in Indonesia and in Germany from January-April 2015.   Keywords: Scientific language in advertising, scientific terminology, technical jargon

    LESS CASH SOCIETY: MENAKAR MODE KONSUMERISME BARU KELAS MENENGAH INDONESIA

    Get PDF
    AbstrakArtikel ini bertujuan menganalisis mengenai less cash society sebagai model baru dalam menganalisis konsumsi kelas menengah Indonesia.  model tersebut menggunakan teknologi kartu uang elektronik (e-money) dalam merubah pola konsumsi kelas menengah Indonesia. Semula berwujud tunai kini menjadi non tunai dalam melakukan transaksi pembayaran di pusat perbelanjaan. Tujuannya adalah mengefisiensikan transaksi konsumsi maupun belanja bagi kelas menengah Indonesia. Pola konsumsi kelas menengah Indonesia sendiri mengalami transisi dari pemenuhan kebutuhan hidup mejadi kebutuhan simbolis. Adanya pengejaran terhadap identitas dan gaya hidup itulah yang menjadikan konsumsi kelas menengah Indonesia kini lebih bersifat sekunder. Penggunaan uang elektronik sendiri secara tidak langsung mempengaruhi pola transisi konsumsi itu.Kata kunci: konsumsi kelas menengah, uang elektronik, konsumsi simbolis, gaya hidupAbstractThis article aims to analyze the less cash society as a new model in analyzing the consumption of the middle class in Indonesia. The model has been usef electronic money card technology (e-money) in altering consumption patterns Indonesian middle class to be more digitally.. Indonesian middle class consumption patterns themselves underwent a transition from subsistence becoming symbolic needs indeed. In pursuing of identity and lifestyle have impacted into the consumption of Indonesia's middle class is now more secondary. Therefore, using of electronic money itself indirectly affect the consumption patterns of transitionKeywords: middle class consumption, electronic money, symbolic consumption, life style

    FAKTOR BUZZ MARKETING PADA NASI GORENG MAFIA MELALUI MEDIA SOSIAL TWITTER

    Get PDF
    Saat ini kegiatan promosi melalui buzz marketing mulai berkembang dengan semakin meningkatnya pengguna internet khususnya social media di Indonesia. Buzz marketing merupakan teknik pemasaran dengan menyampaikan informasi kepada orang lain dan orang tersebut meneruskan kepada orang lain secara berantai. Buzz marketing merupakan suatu teknik pemasaran yang menjembatani terjadinya word of mouth marketing. Penelitian ini menggunakan metode yang berfokus pada pendekatan kualitatif yang dipaparkan dengan desain deskriptif. Penelitian ini dimaksudkan untuk menjelaskan buzz marketing Nasi Goreng Mafia melalui twitter. Data yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari hasil wawancara langsung. Pembahasan penelitian difokuskan pada masalah yang sudah dirumuskan dan diidentifikasi melalui lima indikator penelitian dalam menciptakan dan mendorong terjadinya buzz marketing antara lain media, diferensiasi, penyebaran informasi, hasil, dan maintenance. Setelah dianalisis , didapat hasil bahwa Nasi Goreng Mafia menggunakan twitter sebagai media promosi meliputi kegiatan tweet dan re-tweet. Diferensiasi produk Nasi Goreng Mafia adalah menggunakan bumbu rempah dan mempunyai level pedas. Account @NasGorMafia tidak mempunyai waktu khusus untuk menyebarkan informasi melalui twitter. Hasil penggunaan buzz marketing cukup sesuai dengan target. Kegiatan maintenance buzz @NasGorMafia adalah menunjuk agency untuk mengelola kegiatan buzzering.Kata kunci: buzz marketing, media, diferensiasi, penyebaran informasi, nasi goreng mafiaToday promotional activities through Buzz Marketing has been developing along the increase of internet users, especially social media, in Indonesia. Buzz Marketing is a marketing technique to convey information to public who will subsequently share it to others, a way that enables the word of mouth marketing. This study used the main methodology that focused on qualitative approach presented in a descriptive method. The purpose of this study is to describe Nasi Goreng Mafia through Buzz Marketing via Twitter. The data in this study were obtained from interviews. The discussion of this study focuses on the issues formulated and identified through 5 research indicators in order to create Buzz Marketing, which are media, differentiation, information dissemination, result and maintenance. Based on the analysis, it was found that Nasi Goreng Mafia uses twitter as a promotional media, including "tweet" and "re-tweet" activities. The differentiation of Nasi Goreng Mafia's products is based on its spices and levels of spiciness. Although the @NasGorMafia account does not have any specific time to tweet the information on twitter, the result showed that buzz marketing has been effective for reaching its target. The buzz maintenance activity of @NasGorMafia is to appoint agents to manage the buzzering activity.Keywords: buzz marketing, media, differentiation, information dissemination, nasi goreng mafia, maintenance

    470

    full texts

    592

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Sosioteknologi
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇