Jurnal Sosioteknologi
Not a member yet
    592 research outputs found

    PENGARUH EFISIENSI WAKTU PADA SISTEM PENGAIRAN SATU TITIK SARANA TANAM VERTIKAL TERHADAP PERUBAHAN AKTIVITAS MENYIRAM TANAMAN OLEH MASYARAKAT KAMPUNG KOTA

    Get PDF
    ABSTRAK Dalam pelaksanaan program Kampung Berkebun di Kota Bandung, masyarakat yang sebagian besar berprofesi utama bukan sebagai petani mendapati kendala dalam perawatan tanaman produktif seperti sayuran. Hal ini dikarenakan warga harus meluangkan waktunya untuk menyiram tanaman secara rutin setiap hari. Sedangkan kesediaan waktu luang sebagian besar selepas aktivitas utama selesai, sehingga aktivitas tersebut sering terabaikan. Untuk mempermudah aktivitas tersebut perlu adanya pengembangan sistem penyiraman tanaman yang mengutamakan efisiensi waktu. Pengembangan sistem ini dilakukan melalui uji coba terhadap responden di wilayah studi kasus RT. 2, RW. 2, Kelurahan Kacapiring, Kota Bandung. Hasil dari penelitian menunjukkan sistem pengairan terhubung melalui satu titik lebih efisien dalam konsumsi waktu saat melakukan aktivitas penyiraman tanaman. Pada pengamatan uji coba terlihat adanya perubahan perilaku warga dari yang sebelumnya tidak rutin melakukan penyiraman tanaman, menjadi lebih rutin. Kata kunci: kampung berkebun, pertanian kota, sistem penyiraman. ABSTRACT In the implementation of Kampung Berkebun Program in Bandung, people who mostly work as other than farmers face a major problem in tent a productive plants like vegetables. It is because the residents have to take some time to water the plants regularly every day, while there are lack of willingness from most residents in their spare time. Most of their times are spent for  the primary activity such as working or doing business, so that the activity is often overlooked. To facilitate these activities necessity, the medium planting development is concern in plant watering system that priorities in time effective and efficiency. The development of this system is conduct through a trial against the residents of RT. 2, RW.2, Kampung Berkebun, Bandung. The results of the research showed single point connected irrigation system is efficiently reduce the time consumption in watering activity. Observation of the medium planting trial shows that the resident's behaviour in watering plant are changes. They watering the plants more regular than before. Keywords: urban farming, irrigation, verticulture, kampung berkebun

    PENGEMBANGAN SISTEM LAYANAN PEMBELAJARAN KECAKAPAN ABAD XXI

    Get PDF
    Pembelajaran pemrograman komputer dapat melatih anak-anak untuk berpikir kritis berorientasi pada penyelesaian masalah, kreatif dan imajinatif, komunikatif, dan kolaboratif. Kecakapan ini merupakan empat kecakapan pertama yang amat penting pada abad XXI ini (21st century skills), khususnya dalam menyelesaikan permasalahan yang terkait dengan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Bagi anak-anak, belajar pemrograman komputer dapat menjadi media kreativitas dan inovasi untuk mengekspresikan ide-ide alamiah mereka. Penelitian ini membangun sebuah framework blended learning dengan mengkombinsasikan framework analysis-design-development-implementation-evaluation (ADDIE) dan framework Information Technology Infrastructure Library (IT-IL). Framework ini digunakan untuk membangun purwarupa sistem layanan pembelajaran pemrograman komputer yang sesuai dengan kebutuhan murid sekolah dasar, sekaligus mengelola layanan tersebut agar berkesinambungan dan berkembang terus. Pengujian dilakukan dengan membagikan kuesioner kepada 20 murid sekolah dasar kelas 1 dan 2 di akhir periode percobaan pembelajaran. Hasil kuesioner menunjukkan bahwa belajar pemrograman komputer dapat meningkatkan kreativitas (85%), melatih berpikir rasional (95%), melatih berpikir kritis (85%), meningkatkan komunikasi aktif (80%), meningkatkan kolaborasi (80%), dan meningkatkan keterampilan murid sekolah dasar dalam menggunakan TIK (100%)

    PERBANDINGAN SISTEM PENGUASAAN LAUT ADAT DI DESA HARUKU MALUKU DENGAN SISTEM PENGUASAAN LAUT NASIONAL

    Get PDF
    Indonesia adalah negara kepulauan yang terbesar di dunia dan memiliki sistem penguasaan wilayah laut nasional. Indonesia juga merupakan negara dengan keanekaragaman etnis terbanyak dan terbesar di dunia. Oleh sebab itu, identifkasi sistem penguasaan laut adat sangat penting bagi Indonesia. Identifkasi dilakukan berdasarkan tiga parameter Customary Marine Tenure System (CMTS), yaitu aspek wilayah, unit sosial pemegang hak, dan legal beserta pelaksanaannya. Hasil identifkasi ini dibanding dengan sistem penguasaan laut nasional. Hasil analisis menunjukkan CMTS berdasarkan aspek wilayah, masyarakat Haruku tidak membuat acuan yang pasti dalam penentuan titik batas; berdasarkan aspek unit sosial pemegang hak, hak pengelolaan hanya diberikan kepada masyarakat adat yang dikoordinasi oleh pemerintahan adat setempat; berdasarkan aspek legal, peraturan dalam penguasaan laut adat Haruku merupakan peraturan tertulis yang diketahui dan diterima oleh setiap anggota masyarakat di desa Haruku. Pelaksanaan aspek legal yang digunakan, sistem penguasaan laut adat di Haruku memiliki keunggulan dibanding dengan sistem penguasaan laut nasional.Indonesia is the largest archipelago nation in the world and has a system of national marine tenure territorial. Indonesia is also a country with the largest and the most diversed ethnic groups in the world. Therefore, it is necessary to identify the system of custom marine tenure of this country. Identifcation of this study was based on three parameters of Customary Marine Tenure System (CMTS), namely area aspect, rights unit social aspect, and legal aspect and its implementation. The results of the identifcation was compared with the national marine tenure system. The analysis showed that, regarding CMTS based on the aspect of territory, the Haruku community did not make a fxed reference in the determination of the boundary point while based on the social unit of rights-holders, it was found that the management rights were only granted to the indigenous peoples coordinated by the local customary government; and based on the legal aspect, the rules in the customary marine tenure of Haruku were written rules known and accepted by every member of the community in Harukuvillage. The implementation of the legal aspects used indicated that the customary marine tenure system in Haruku had advantages compared to the national marine tenure system

    PERILAKU MENGAKSES INTERNET DI WARUNG KOPI BEHAVIOR ACCESS INTERNET IN COFFEE SHOP

    Get PDF
    ABSTRAK Salah satu nilai (values) yang ditonjolkan oleh warung kopi (Warkop) adalah fasilitas bebas internet atau sering ditulis free Wafi. Tempat ini dikunjungi orang pada jam jam istirahat atau pulang kerja. Pada hari Jumat petang atau Sabtu dan Minggu, anak anak usia sekolah dasar dan Menengah banyak dijumpai di sama, duduk berkelompok dan memainkan gadgetnya. Tujuan penelitian ini  untuk mengetahui perilaku mereka di warung kopi, mulai dari tujuan berkumpul dan konten apa yang diakses. Pendekatan penelitian adalah kualitatif dengan metode observasi dan wawancara mendalam. Data yang diperoleh dianalisis dengan perspektif Sosiologi Komunikasi. Simpulan yang penting anak anak yang mendapat perhatian dari orang tuanya membentuk kelompok yang bertujuan mengakses internet untuk  bersenang senang, yakni dengan game online yang relatif sehat. Sementara anak anak yang kurang mendapat perhatian cenderung mempunyai kebabasan mengakses internet sehingga konten yang diakses berpotensi negatif, seperti game yang mengandung pornografi dan bahkan video porno.Kata Kunci : Warkop, game-online, pornografi, etnosentrisme, sosiopetik.

    KAJIAN JURNAL BERGAMBAR SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI VISUAL BAGI ANAK

    No full text
    Banyak penelitian menemukan gambar merupakan media favorit anak dalam menyampaikan ide atau emosinya, tetapi tidak sedikit orang dewasa yang masih salah mengartikan maksud gambar anak. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana jika gambar anak dikombinasikan dengan tulisan dalam jurnal visual, apakah kombinasi tersebut mampu menyampaikan ide atau emosi anak dengan lebih baik. Eksperimen dilakukan dengan sampel 22 anak kelas 3 SD di Kota Bandung dengan 1 wali kelas mereka. Anak diajak untuk mengungkapkan ide atau emosi mereka ke dalam sebuah jurnal, yang kemudian dikelompokkan menjadi jurnal berisi gambar saja, tulisan saja, dan kombinasi gambar tulisan. Wali kelas menilai jurnal menggunakan kuesioner yang disusun peneliti dan psikolog anak berdasar pada penelitian naratif Jennifer New tentang jurnal visual. Kuesioner dengan 5 skala Likerts tersebut mengukur fungsi jurnal sebagai sarana observasi, refleksi, eksplorasi, dan kreasi pada lingkup kehidupan sosial anak di sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jurnal visual terbukti lebih berpengaruh terhadap komunikasi anak dibandingkan jurnal dengan gambar saja atau jurnal dengan tulisan saja. Penyampaian ide atau gagasan (kreasi) anak terlihat paling menonjol dalam jurnal visual buatan anak. Oleh karena itu, jurnal visual dapat menjadi media yang tepat untuk menyampaikan ide atau gagasan anak kepada orang dewasa di sekitar mereka.Some previous studies found that drawings are the most preferred media for children to convey their ideas and emotion; however, their messages through drawings are often misinterpreted by adults. This study was conducted to investigate whether drawings accompanied by textual content in a visual journal could better disseminate children's opinion and emotion. The experiment was carried out by collecting samples taken from 22 third graders in Bandung. Their homeroom teacher was also recruited in this study. These children were invited to express their ideas or emotion in a journal whichwas further divided into three categories, namely a journal depicting visuals only, a journal containing text only, and a journal composed of both. The home teacher evaluated these journals using a-5-point- Likert scale in order to assess the function of the journal as an avenue for the children to observe, reflect, explore, and create their social life in the school. The fndings showed that the visual journal was more influential than the visual only and the text only journals. Furthermore, the visual journal was able to strongly disseminate the children's ideas and creation. Therefore, the visualjournal can be an appropriate media to convey children's idea and emotion to adults

    INKORPORASI KEARIFAN LOKAL DALAM PENGEMBANGAN KAWASAN PARIWISATA DI LINGKUNGAN PANTAI

    Get PDF
    Pengembangan pariwisata Indonesia didasarkan pada prinsip pariwisata berkelanjutan terutama untuk potensi terbesarnya pada pariwisata bahari dan budaya. Kearifan lokal merupakan jiwa dari identitas kebudayaan Indonesia yang beragam dan dapat dimanfaatkan sebagai inovasi dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan yang digabungkan dengan potensi pariwisata bahari sehingga sekaligus mendukung program pemerintah untuk target 20 juta wisatawan mancanegara pada tahun 2019, menekan dampak negatif akibat pariwisata, dan upaya alternatif mengakomodasi pengembangan daya tarik wisata yang menggabungkan kearifan lokal dan pariwisata bahari yang belum terdapat pada program pemerintah di setiap daerah. Maka dari itu perlu diketahui bagaimana kearifan lokal dapat diinkorporasikan dalam pengembangan pariwisata bahari berkelanjutan. Studi ini dilakukan di kawasan objek wisata Pantai Masceti, Kabupaten Gianyar. Metode yang digunakan untuk menginkorporasikan kearifan lokal ke dalam pengembangan pariwisata bahari berkelanjutan dengan analisis deskriptif kualitatif dan sintesis. Dari identifikasi di lokasi studi, potensi kearifan lokal yang ada diantaranya Pura Masceti, Sistem Pengelolaan Kawasan, Subak, dan Rumah Angsa. Sedangkan potensi pariwisata bahari berkelanjutan terdiri atas potensi hubungan selaras dengan lingkungan, sosial budaya dan ekonomi yang dipengaruhi oleh sistem pengelolaan kawasan yang sedang diupayakan. Inkorporasi diwujudkan dengan penyusunan konsep pengembangan kawasan berlandaskan sistem nilai kearifan lokal, penjualan produk wisata, pengadaan jenis kegiatan bentang darat dan laut, serta pengadaan kerjasama dengan objek wisata lain melalui tema wisata tertentu dengan dukungan oleh stakeholders terkait sesuai peran dan kewenangan masing-masing.Kata kunci : inkorporasi, kearifan lokal, pariwisata bahari berkelanjuta

    PENGARUH PENGGUNAAN BRAND AMBASSADOR “DEWI SANDRA” TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN KONSUMEN KOSMETIK WARDAH DI KOTA BANDUNG

    No full text
    Perkembangan dunia periklanan yang semakin maju mengharuskan setiap brand untuk memberikan daya tarik terhadap iklannya dengan memunculkan keunggulan yang dimilikinya untuk menarik minat beli konsumen. Salah satu daya tarik iklan adalah brand ambassador. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh brand ambassador kosmetik Wardah terhadap keputusan pembelian di kota Bandung. Penelitian ini bersifat kuantitatif. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah wanita yang berusia 15-44 tahun yang berdomisili di Kota Bandung dengan jumlah sampel 100 responden. Teknik sampling yang digunakan adalah non-probability sampling. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer diperoleh dari wawancara, dan kuesioner, sedangkan data sekunder diperoleh dari penelitian terdahulu, buku, jurnal, dan internet. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif dan regresi linear sederhana. Berdasarkan hasil uji t diketahui thitung > tabel, maka Ho ditolak dan H1 diterima. yaitu nilai thitung (4,828) > tabel (1,984). Berdasarkan koefisien determinasi, besarnya pengaruh Dewi Sandra sebagai brand ambassador Kosmetik Wardah terhadap keputusan pembelian di Kota Bandung adalah sebesar 18,4%, sedangkan sisanya 81,6% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini

    BENTUK PERUNDUNGAN SIBER DI MEDIA SOSIAL DAN PENCEGAHANNYA BAGI KORBAN DAN PELAKU

    Get PDF
    Meningkatnya penetrasi internet di Indonesia membuat kasus perundungan siber di media sosial makin marak terjadi. Di Indonesia, perundungan siber tidak hanya menimpa kalangan selebritas, tetapi juga masyarakat biasa. Beberapa kasus bahkan menyebabkan korbannya bunuh diri. Akan tetapi, pelaku merasa tidak bersalah. Dari fenomena ini perlu dijelaskan bentuk perundungan siber di media sosial dan pencegahannya bagi korban dan pelaku di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan studi kasus dan observasi terhadap akun media sosial di Facebook, Path, Twitter, dan Instagram yang teridentifkasi perundungan siber. Sesuai dengan teori Willard, penelitian menunjukkan ada tujuh bentuk perundungan siber yaitu flaming (pertengkaran daring), harassment (pelecehan), denigration (ftnah), impersonating (akun palsu), trickery (tipu daya), exclusion (pengucilan), dan cyberstalking (penguntitan siber). Di Indonesia, ditemukan tiga objek perundungan siber selain pada individu yaitu wilayah, agama, dan institusi atau profesi tertentu. Langkah pencegahan yang perlu dilakukan adalah sosialisasi UU ITE dan etika berinternet yang disebut 'PIKIR'yaitu Penting, Informatif, Kebaikan, Inspiratif, dan Realitas.Kata kunci: perundungan siber, pencegahan, etika berinternet, UU ITEABSTRACTSome cases of cyberbullying in social media have been increasing lately as the result of the internet penetration in Indonesia. The cyberbullying happens not only to celebrities but also to common people. Some cases even lead to suicide but the perpetrators tend to not feel guilty. Based on the phenomenon, it is important to describe forms of cyberbullying in social media in Indonesia and the ways to prevent cyberbullying from happening both for the victims and perpetrators. Using case studies and observations, this qualitative research examines some social media services where cyberbullying happened, such as Facebook, Path, Twitter and Instagram. Relating to Willard theory, the fnding shows that there are seven forms of cyberbullying in Indonesia: flaming, harassment, denigration, impersonating, trickery, exclusion and cyberstalking. The cyberbullying in Indonesia, however, have three other objects besides an individual as her/his own including cyberbullying to region, religion and institution or a particular profession. The preventive acts to avoid cyberbullying are the socialization of Law on Electronic Information and Transactions (UU ITE) and netiquette called 'PIKIR' as is it Prominent, Informative, Kind, Inspiring and Real.Keywords: cyberbullying, prevention, victim and perpetrator, netiquette, Law on Electronic Information and Transactions (UU ITE

    Strategi Pengembangan Produk Terintegrasi dan Modular (PPT-M) Pada Litbang Desain Rantis Komodo

    Get PDF
    Kendaraan taktis (rantis) merupakan salah satu kebutuhan kendaraan militer TNI AD pada doktrin infanteri mekanis dalam mengatasi ancaman militer di darat. Agar menghindari ancaman embargo senjata, pemerintah membuat kebijakan kemandirian Alutsista dan industri pertahanan dengan memasok kendaraan rantis Komodo dari hasil litbang PT. Pindad yang merupakan industri pertahanan dalam negeri. Namun litbang rantis PT. Pindad selalu menghadapi berbagai masalah seperti terbatasnya anggaran, waktu, SDM dan kapasitas produksi. Strategi desain Pengembangan Produk Terintegrasi dan Modular (PPT-M) pada litbang desain rantis Komodo merupakan strategi dalam mengoptimalkan litbang rantis PT. Pindad dalam menghasilkan rantis yang sesuai kebijakan pemerintah, kebutuhan TNI AD dan sesuai kapasitas PT. Pindad. Penelitian yang menggunakan pendekatan kualitatif eksploratori dengan metode studi literatur dan wawancara ini diharapkan dapat menjadi pengetahuan tentang penerapan strategi desain pada litbang rantis PT. Pindad dan menjadi rekomendasi untuk litbang rantis PT.Pindad dimasa depan serta melengkapi penelitian bertema strategi desain dan industri pertahanan.

    Analisis Faktor Pembentuk Ekuitas Merek Toyota dan Daihatsu di Indonesia (Studi Komparasi Pada Masyarakat Bandung)

    Get PDF
    Toyota dan Daihatsu merupakan dua merek otomotif (mobil) yang sangat fenomenal di kalangan masyarakat Indonesia. Produk dari kedua merek tersebut memiliki persamaan yang identik, namun Toyota memasarkan produknya lebih mahal dibandingkan Daihatsu. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbandingan ekuitas merek Toyota dan Daihatsu menurut masyarakat Bandung. Penelitian ini menggunakan paradigma penelitian positivistik dengan metode penelitian studi komparatif melalui teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif, independent t-test dan analisis faktor. Hasil penelitian menunjukkan pembentuk ekuitas merek Toyota dan lima faktor. Faktor yang paling mendominasi ekuitas merek Toyota dan Daihatsu adalah faktor nilai merek. Berdasarkan pengolahan data melalui Independent T-Test diketahui bahwa terdapat perbedaan faktor pembentuk ekuitas merek Toyota dan Daihatsu di Indonesia menurut pandangan masyarakat Bandung. Kata Kunci : Kesadaran Merek, Asosiasi Merek, Kesan Kualitas, Loyalitas Merek, Aset Hak Milik Merek

    470

    full texts

    592

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Sosioteknologi
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇