Jurnal Sosioteknologi
Not a member yet
    592 research outputs found

    NILAI KREATIFITAS PADA KREASI KRIYA KERAMIK MAHASISWA 2010 DAN 2012 UPI

    No full text
    Abstrak. Kreatifitas merupakan kemampuan seseorang untuk mencipta. Salah satu bidang ilmu yang dekat hubungannya dengan kreatifitas, ialah bidang ilmu Kriya, Desain, dan Seni Rupa. Untuk membedah kreatifitas di bidang tersebut, digunakan teori kreatifitas Primadi Tabrani dan teori visual A.A. M. Djelantik. Pada penelitian ini digunakan metode penelitian deskriptif kualitatif, dengan instrumen observasi lapangan. Observasi lapangan dilakukan terhadap kreasi mahasiswa 2010 dan mahasiswa 2012 pada Mata Kuliah Kriya Keramik, Departemen Pendidikan Seni Rupa UPI. Dari hasil observasi lapangan, ditemukan beragamnya perbedaan visual. Permasalahannya adalah, sistem penilaian atau alat ukur kreatifitas cukup dengan menggunakan alat ukur visual, ataukah ada faktor-faktor lain yang harus pula diukur. Target dari penelitian ini, ialah mengidentifikasi sistem penilaian, serta merumuskan sistem penilaian yang relevan untuk mengukur kreatifitas. Hasil penelitian ini, menyebutkan bahwa ada cukup hubungan antara visual dengan kreatifitas sebuah kreasi. Namun, sistem penilaian kreatifitas, mencakup pula faktor-faktor lain. Seperti faktor konsep di dalam benak atau wawasan apresiator tentang bentuk-bentuk yang sudah dibuat sebelumnya, sejarah pendidikan yang tidak membina kreatifitas, teori belajar, serta latar belakang lingkungan yang kurang mendukung kreatifitas. Didapatkan kesimpulan akhir, bahwa sistem penilaian yang baik dan relevan dalam mengukur kreatifitas, ialah tidak saja menilai kreasi dari hasil, melainkan lebih penting menilai proses yang dilakukan mahsiswa. Juga tidak dengan cara membandingkan kreasi antar mahasiswa di kelas.  Karena setiap manusia, berbeda fisik, kreatif, dan rasionya, yang berarti berbeda pula latarbelakang lingkungan, tingkatan kreatif, serta selera keindahannya.

    Figure replication in Soeharto Visual Meme

    No full text
    Internet meme vernacularly known as  funny pictures with caption. One of them picture of Soeharto icon, smiling and waving his hand, said "piye kabare? penak jamanku, to?". Meme main principle is imitation. But imitation in Soeharto visual meme turns out in variants. It doesn't produce the same meme as its original. Mutation can be identified from the figure being used. Not all Soeharto visual meme using Soeharto icon. Using content analysis to 152 memes, this research aims to draw a replication model in Soeharto visual meme focused in figure being used. This meme replication model can be analogous as gene. But it must be distinguished between replication in meme and gene. If gene produce same transcription, than meme produce kinds of variant. Soeharto visual meme can be identified without Soeharto icon, but it should be another element which similar with its origin. If the similarity disappear than it couldn't be identified as Soeharto visual meme

    Ponsel, Gaya Hidup, dan Kelas Menengah Dalam Negara Orde Baru: Telaah Awal

    Get PDF
    Berbeda dengan pasca rejim Orde Baru, di mana kebanyakan orang memiliki ponsel, dengan pilihan dan bentuk yang berbeda-beda, saat rejim Orde Baru berkuasa, khususnya sejak tahun 1990-an, hanya segelintir kelas menengah yang memiliki ponsel. Tulisan ini memaparkan signifikansi ponsel bagi orang Indonesia dengan memfokuskan pada era rejim Orde Baru. Di sini, saya mengajukan tiga pertanyaan mengenai hal tersebut; bagaimana kemunculan ponsel pada era rejim Orde Baru? Bagaimana respon masyarakat ketika itu? Apa makna kehadiran ponsel bagi masyarakat Indonesia kebanyakan? Kehadiran ponsel pada era Orde Baru disambut hangat oleh anggota masyarakat, khususnya kelas menengah (elit) Indonesia seiring dengan perubahan sistem ponsel dari analog menuju digital. Alih-alih sekedar sebagai alat komunikasi untuk memudahkan pembicaraan, kehadiran ponsel menjadi gaya hidup sama seperti barang-barang ternama lain yang mereka konsumsi. Ponsel sebagai gaya hidup ini memunculkan ketegangan kelas antara kelas menengah dan bawah yang ditandai dengan munculnya aksi kriminal. Sebagaimana saya tunjukkan dalam artikel ini, maksud aksi kriminal ini bukanlah melulu sebagai bentuk tindakan kriminal sebagaimana umumnya, melainkan sebagai bentuk, yang saya sebut Hidup Nggayani (lifestyling), ketidakmampuan seseorang untuk mengkonsumsi barang-barang yang lebih mahal tetapi kemudian ia membeli barang-barang bekas atau mencari ponsel tiruan yang lebih murah. Artikel ini menyimpulkan bahwa gaya hidup kelas menengah itu tidak melulu dikontruksikan sebagai kelas yang mengkonsumsi pakaian, musik, dan makanan, tetapi juga terkait dengan tindakan mereka dalam menyikapi ponsel. 

    MAKNA KECANTIKAN PADA IKLAN TELEVISI KOSMETIK BERLABEL HALAL (STUDI KASUS: MAZAYA DIVINE BEAUTY)

    Get PDF
    Indonesia is a country that majority Moeslem. About product consumption, Indonesian use halal concept. Mazaya is a halal cosmetic that made from safe fabrics. To persuade their audience, Mazaya campaign it product through television advertisement. As halal cosmetic ad, Mazaya shows unique beauty concept that differ from another cosmetic ad. Mazaya appearing three of brand ambassador that using veil. The purpose of this research is to identify beauty meaning in Mazaya ad. According to the explanation before, this research focuses on beauty aspect. This research use qualitative approach to identify semiotic structure Mazaya ad. Analysis technique in this research used Roland Barthes semiotic analysis to analyze elements of semiotic included signifier & signified, denotation & connotation and myth & ideology.Keyword: beauty, meaning, advertisement, halal cosmeti

    MODERNISASI DAN KOMERSIALISASI UMA MASYARAKAT MENTAWAI

    Get PDF
    Hunian tradisional masyarakat Mentawai yang paling utama adalah uma. Bagi masyarakat Mentawai, uma bukan hanya sebuah rumah tempat tinggal biasa. Uma adalah sebuah pusat kehidupan sekaligus identitas, baik sosial maupun spiritual, dan jati diri masyarakat Mentawai. Uma merupakan bukti keterampilan masyarakat Mentawai dalam pekerjaan pertukangan. Uma dibangun tanpa paku dan hanya menggunakan sistem sambungan silang bertakik dan sistem pasak. Perkembangan jaman dan teknologi yang begitu pesat ternyata berdampak pada gubahan uma yang sedianya dibangun dengan kearifan tektonika arsitektur tradisional, sekarang menampilkan gubahan hibrid dengan tektonika modern dan bahkan bernilai komersial. Fenomena ini menarik untuk diteliti dan dipelajari guna kelestarian nilai kearifan lokal pada uma. Tulisan ini berusaha menjelaskan fenomena di atas melalui deskripsi terhadap 2 bangunan uma suatu suku di Mentawai yang satu diantaranya adalah eks-uma yang sudah ditinggalkan dan satu lagi adalah uma yang saat ini mereka gunakan namun menampilkan gubahan hibrid akibat modernisasi.   Deskipsi akan diungkapkan mencakup dimensi gubahan bentuk, sistem konstruksi, pemilihan material dan pemaknaannya. Pada akhirnya uma lebih dominan merupakan gagasan konseptual daripada entitas fisik. Fungsi dan aktivitas di uma jauh lebih penting daripada gubahan fisiknya. Oleh sebab itu modernisasi dan komersialisasi tidak terhindarkan dan justru menjadi pemberi warna baru dalam gubahan uma yang kontemporer.Kata kunci: uma, Mentawai, modern, hibri

    ANALISIS STRATEGI PROMOSI PARIWISATA MELALUI MEDIA SOSIAL OLEH KEMENTRIAN PARIWISATA RI (studi deskriptif pada akun Instagram @indtravel) ANALYSIS TOURISM PROMOTION STRATEGY THROUGH SOCIAL MEDIA BY TOURISM MINISTRY OF REPUBLIC INDONESIA (descriptive stud

    Get PDF
    Perkembangan teknologi, informasi dan komunikasi yang terus meningkat membuat jumlah pengguna Internet yang juga semakin tinggi diseluruh dunia setiap tahunnya, tak terkecuali Negara Indonesia. Selain Facebook, Twitter, Youtube, Path, Line, dan BBM yang menjadi media sosial favorite masyarakat Indonesia salah satu media sosial yang kini pertumbuhannya terjadi dengan cepat adalah Instagram. Dengan jumlah pengguna yang terus meningkat, Instagram menjadi peluang yang besar bagi para pelaku bisnis dalam melakukan kegiatan promosi tak terkecuali pemerintah Indonesia yaitu Kementrian Pariwisata yang berupaya mempromosikan Indonesia melalui berbagai jenis media baru tak terkecuali Instagram. Penelitian ini dilakukan dengan mengadakan pertemuan offline dengan pihak divisi pemasaran Kementrian Pariwisata yang berwenang atas akun Instagram @indtravel, admin, dan salah satu followers. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana strategi promosi pariwisata yang dilakukan oleh Kementrian Pariwisata melalui media sosial Instagram. Penelitian ini bersifat kualitatif yang diuraikan secara deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa Kementrian Pariwisata RI telah melakukan kegiatan promosi pariwisata dengan maksimal melalui Instagram untuk meningkatkan wisatawan di Indonesia baik dalam negeri maupun mancanegara. Penyusunan strategi promosi menggunakan media sosial Instagram yang dilakukan oleh Kemenpar memiliki beberapa tahapan yang mampu mempermudah Kemenpar dalam mencapai tujuannya. Tahapan yang dilakukan adalah penciptaan konten, penentuan platform, perencanaan program, implementasi program, monitoring dan evaluasi. Tahapan pembuatan strategi promosi pariwisata melalui Instagram oleh Kemenpar ini sangat membantu dalam menciptakan awareness akan keindahan alam dan keberagaman budaya yang dimiliki Indonesia bagi bagi target marketnya.Kata Kunci: Kementrian Pariwisata, Pariwisata, Strategi Promosi, Instagra

    Studi Kasus tentang Model Komunikasi Organisasi Supervisor dalam Membangun Teamwork di Divisi Broadband & Digital Sales PT TELKOMSEL Branch Ambon, Indonesia

    Get PDF
    The Division of PT Telkomsel Branch Ambon which do the guerrillas work in the field to promote product knowledge of telkomsel is Broadband and Digital Sales Division.  It has a major task in monitoring the sale and purchase of products M-KIOSK Data and Internet package. Supervisor of Broadbad and Digital Sales Division is demanded to have organizational communication skill to make the solidity of teamwork staff in this division. The research method is a descriptive case study. It has run for one month (June-July 2015) with the observation and the interview of Broadband and Digital Sales Supervisor, Mr. Victor Kwando. The results illustrated that by carrying the spirit of The Telkomsel Way, the supervisor can be very successful in transfering teamwork philosophical message to the staff  by using open communication between supervisor-staff. The Supervisor of  Broadband and Digital Sales establish an open communication within formal and informal organizational structure. This openness led credence to the effectiveness of organizational communication in minimizing misunderstandings among all staff members of Broadband and Digital Sales Division. Keyword: Supervisor of Division, Organizational Communication, Teamwork

    Konsep Diri Anggota Lady Barstard pada Instagram @barstardbdg

    Get PDF
    Seiring dengan perkembangan teknologi secara massal, memungkinkan hadirnya komunitas-komunitas virtual yaitu sekumpulan masyarakat lokal yang mendunia. Komunitas virtual terdiri dari sekumpulan individu dunia maya yang memiliki minat yang sama terhadap suatu bidang. Barstard merupakan salah satu komunitas yang terbilang aktif menggunakan instagram sebagai media penyebaran informasinya. Foto dan video yang diunggah merupakan bentuk komunikasi nonverbal yang dilengkapi komunikasi verbal dalam bentuk caption, komentar, lokasi dan hashtag. Dalam penelitian ini dilakukan penelitian dengan pendekatan kualitatif. Riset kualitatif bertujuan untuk menjelaskan fenomena dengan sedalam-dalamnya melalui pengumpulan data sedalam-dalamnya. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Etnografi Virtual, sebuah metodologi penelitian yang mengharuskan peneliti melakukan penelitian secara online dan offline untuk mendapatkan data yang valid. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan diketahui bahwa konsep diri anggota Lady Barstard secara Fisik menilai dirinya keren, secara Psikologis merasa percaya diri dan faktor yang mempengaruhi konsep dirinya adalah teman-teman dan komunitas yang berperan sebagai generalized others.Kata Kunci : Konsep Diri, Komunitas Virtual, Instagra

    NILAI FETISISME KOMODITI GAYA HIJAB (KERUDUNG DAN JILBAB) DALAM BUSANA MUSLIMAH

    Get PDF
    Hijab (kerudung dan jilbab) merupakan busana muslimah yang telah ditetapkan bentuk dan penggunaannya dalam syariah Islam. Namun dalam perkembangannya telah terjadi pergeseran nilai fungsi dari hijab (kerudung dan jilbab) sebagai penutup aurat wanita. Hijab (kerudung dan jilbab) kini cenderung hanya untuk menampilkan pesona kecantikan penggunanya dari pada nilai religiusnya. Desain hijab (kerudung dan jilbab) yang saat ini ada dipasaran ternyata tampil lebih modis dengan bentuk, warna, dan motif yang bervariasi sehingga sangat diminati dan menjadi tren dikalangan wanita muslim di Indonesia, khususnya di kota-kota besar seperti pelajar, mahasiswi bahkan para ibu-muda untuk dapat tampil modis tanpa tahu apakah pakaian yang dikenakan tersebut sudah sesuai dengan kaidah-kaidah  sebagai busana muslimah. Bentuk hijab (kerudung dan jilbab) harus memenuhi syarat bentuk yang diatur dalam qur'an dan hadits. Permasalahannya adalah bagaimana sesungguhnya kriteria hijab (kerudung dan jilbab) sebagai busana muslimah menurut qur'an dan sunnah dan apakah terdapat nilai fetisisme komoditi gaya hijab (kerudung dan jilbab) dalam busana muslimah. Berdasarkan hal tersebut maka dalam penelitian ini digunakan pendekatan  metode penelitian kualitatif dengan purposive sampling dengan teknik analisis isi pada sampel data untuk mengetahui muatan nilai fetisisme komoditi pada gaya hijab (kerudung dan jilbab) dalam busana muslimah. Hasil analisis menunjukkan adanya muatan nilai fetisisme komoditi pada produk hijab. Melalui penelitian ini diharapkan prilaku kaum wanita muslim dalam berbusana dapat memilih dan memilah kerudung dan jilbab mana yang sesuai dengan yang telah dipersyaratkan oleh qur'an dan sunnah. Begitu pula  dalam proses merancang hijab (kerudung dan jilbab) sebagai  seorang desainer maupun produsen busana muslim  harus berpedoman pada qur'an dan sunnah.        Kata kunci: busana wanita muslimah, gaya hijab, kerudung dan jilbab, syariah, fetisisme komoditi,ABSTRACT Hijab (veil and jilbab) is a Muslim clothing that has been established and its use in the form of Islamic law. But in its development has been a shift in the value of the function of the hijab (veil and jilbab) to cover the awrah of a woman. Hijab (veil and jilbab) now tend only to show the beauty of users of the religious values. Design hijab (veil and jilbab) that currently exist in the market turned out to look more fashionable with shapes, colors, and patterns that vary so greatly in demand and a trend among Muslim women in Indonesia, especially in big cities such as students, college student even young mothers to be able to look fashionable without knowing whether the clothing worn is in conformity with the rules as Muslim dress. Form of hijab (veil and jilbab) have to qualify the form set out in the Qur'an and Sunnah. The problem is how exactly the criteria of hijab (veil and jilbab) as a Muslim dress according to the Qur'an and Sunnah and whether there is a value of commodity fetishism style hijab (veil and jilbab) in Muslim dress. Under these conditions, in this study used qualitative research methods approach with purposive sampling with content analysis technique on a sample of data to determine the charge value of commodity fetishism in the style of hijab (veil and jilbab) in Muslim dress. The analysis showed the presence of a charge on the product value of commodity fetishism hijab. Through this research is expected behavior of the Muslim woman in a dress can select and sort veils and jilbab which are compatible with those required by the Qur'an and Sunnah. Similarly, in the process of designing the hijab (veil and jilbab) as a designer and manufacturer of Muslim fashion should be guided by the Qur'an and Sunnah

    STUDY OF SEMIOTICS TOWARD PUNK KIDS T-SHIRT

    No full text
    Parental Advisory is the first children's clothing in Bandung which creates t-shirt for kids with punk-styled graphics, typography, and colors. The text of Parental Advisory t-shirt uses negative words. However, it actually has a positive and profound meaning intended for the parents. The consumers considered the dark color tones as unique and unusual. This research become important because children haven't yet understand the meanings of text and images in the t-shirt, and the perception from their surroundings towards dark colors. Although the Parental Advisory is considered negative, but still widely sold in the market. To analyze, this research uses a qualitative-descriptive method, using interviews as main data source. This research needs to uncover the parent's considerations in appreciating text, image, and color in Parental Advisory children t-shirt, and explained the meaning based on study of Semiotics. Based on Barthes's study of Semiotics, psychological effects caused from Parental Advisory Children T-Shirt is one of purchased reason. The meaning of signs in the Parental Advisory from the connotative and denotative aspect has proven to enclose some myth; modern myth, and self-actualization. These myths occur from the dominant English language used in the texts, offensive words, and images that identic with violence. There are also masculinity myths derived from the darker t-shirt tones. Those meanings are constructed myths, yet it was entirely believed by the consumers and therefore, becomes the primary buying considerationKeyword : Semiotic, Children t-shirt, Punk

    470

    full texts

    592

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Sosioteknologi
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇