Jurnal Sosioteknologi
Not a member yet
    592 research outputs found

    PERSEPSI VISUAL ELEMEN NILAI PERSONAL BRAND PADA MEDIA KAMPANYE RIDWAN KAMIL

    Get PDF
    Personal brand merupakan citra yang tertanam di pikiran publik mengenai individu tertentu. Beberapa dekade terakhir, kegiatan personal branding marak digunakan oleh kandidat kampanye politik untuk membentuk citra dirinya di pikiran publik dan diharapkan dapat meningkatkan elektabilitas pada saat pemilihan. Penelitian ini mengkaji elemen nilai personal brand yang dibentuk melalui proses persepsi visual terhadap media kampanye tahap kedua pemilihan walikota Bandung 2013, Ridwan Kamil. Elemen nilai personal brand yang diteliti berupa citra mengenai hal-hal yang menjadi landasan berpikir dan berperilaku Ridwan Kamil di masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode campuran. Metode kuantitatif digunakan untuk melihat kecenderungan citra nilai yang terbentuk di dalam pikiran kelompok khalayak pemilih pertama melalui elemen visual media kampanye Ridwan Kamil. Metode kualitatif dengan analisis visual semiotika sosial digunakan untuk mendeskripsikan pembentukan citra elemen visual media kampanye tahap kedua Ridwan Kamil melalui proses persepsi visual terhadap elemen visual media kampanye Ridwan Kamil. Berdasarkan hasil olah data kuesioner penelitian, citra nilai Ridwan Kamil yang memiliki skor tertinggi berupa citra cinta yang terbentuk melalui elemen visual artwork ikon hati. Citra Ridwan Kamil terbentuk melalui proses persepsi visual audience untuk memaknai elemen visual (stimuli) yang dipengaruhi oleh pengetahuan audience mengenai stimuli yang dilihat dan kemudahan audience untuk menerima informasi yang disampaikan elemen visual untuk dihubungkan dengan sosok Ridwan Kamil. Personal brand defined as a well-formed public image of particular person. In the past few decades, personal branding activity is used by politicians or electoral candidates to build their public image which is expected to be able to increase their electability. This research analyzed the visual perception of personal brand value element that was formed by visual elements in Ridwan Kamil's second phase campaign media for Bandung City Mayoral Election in 2013. Personal brand value element is an image to represent Ridwan Kamil's thought and behavior in the society. This study utilized mixed method, namely quantitative and qualitaive. The quantitative method was used to identify the voters' perception of Ridwan Kamil's image established through the visual elements disseminated during the campaign. The qualitative method of visual social semiotic analysis was used to describe the development of Ridwan Kamil's image through his campaign media visual element and visual perception process. The results of the questioner data analysis indicated that the image which gained the highest score was the image of love which was illustrated by the visual element of an artwork depicting a heart. Ridwan Kamil's image was established through audience's perceptual process in interpreting the visual element (stimulus) and associate it with Ridwan Kamil influenced by the audience knowledge upon the stimulus and the absence of difficulty to perceive the information

    KAJIAN PENGGUNAAN PONSEL CERDAS BERDASARKAN PROFESI PENGGUNA DI WILAYAH PEDESAAN

    Get PDF
    Kebijakan pemerintah Indonesia melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo, 2015) terkait Program Desa Broadband Terpadu, bertujuan untuk mengakomodir aktivitas masyarakat di pedesaan dengan bantuan teknologi digital. Program tersebut menyasar pada pengguna tingkat pemula terkait pemahamannya dalam mengoperasikan ponsel cerdas. Di lain pihak, perbedaan tingkat pemahaman yang dipicu oleh kompleksitas fungsi pada ponsel cerdas, memungkinkan timbulnya perbedaan persepsi dan ekspektasi terhadap produk tersebut. Pengadaan Program Desa Broadband Terpadu memunculkan permasalahan desain perangkat dan aplikasi bergerak yang tepat guna bagi masyarakat pedesaan. Adapun pola konsumsi terhadap ponsel cerdas saat ini, tidak terbatas pada pemenuhan fungsionalitas produk semata, namun juga sebagai pemenuhan akan kebutuhan psikologis penggunanya. Rangkaian pengalaman terkait faktor psikologis pengguna inilah yang kemudian disebut dengan kualitas hedonik produk. Studi ini membahas persepsi terkait pengalaman pengguna berdasarkan kualitas hedonik produk pada pengguna ponsel cerdas Android di wilayah pedesaan, baik yang memiliki profesi tunggal maupun multi profesi. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif melalui teknik survei, dengan studi kasus di Desa Kedungrejo, Lumajang, Jawa Timur. Proses pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner terhadap 62 responden tingkat pemula. Hasil analisis dengan metode uji beda rata-rata dua sampel independen menunjukkan bahwa, terdapat perbedaan persepsi antara pengguna dengan profesi tunggal dan multi profesi terkait pengalamannya saat berinteraksi dengan ponsel cerdas. Hasil penelitian ini memberikan kontribusi bagi pengembangan desain aplikasi dan ponsel cerdas yang tepat sasaran untuk pengguna di wilayah pedesaan

    ENHANCING THE SAFETY OF FOREIGN WORKERS THROUGH LANGUAGE DEVELOPMENT AND THE COMPETENT USE OF INFORMATION AND COMMUNICATION TECHNOLOGIES (ICTS)

    Get PDF
    The focus for this research was how the knowledge of a foreign language and the competence in the use of information and communication technologies (ICTs) contributed to the safety of Indonesians working abroad. The study was questionnaire-based research and semi-structured interviews with Indonesian workers working in the informal sectors, particularly as domestic workers in Singapore, Taiwan, Malaysia and Hongkong. The method led to rich correlational and qualitative data providing an in"depth understanding of how knowledge of a language and competence on information and communication technologies contributed to the safety of Indonesians in these countries. Thus, the results provided here have proved the usefulness of understanding different languages and also the benefit of being competent on the use of cellular phones as one of the examples of information and communication technology. This research provides a basis for suggesting areas where recruiting companies can intervene to ensure safety while working over-seas

    BLOGGER DAN DIGITAL WORD OF MOUTH: GETOK TULAR DIGITAL ALA BLOGGER DALAM KOMUNIKASI PEMASARAN DI MEDIA SOSIAL

    Get PDF
    Getok tular digital atau digital word of mouth merupakan salah satu strategi komunikasi pemasaran di era digital. Pemanfaatan para penulis jurnal harian online atau sering disebut dengan blogger dapat mendeskripsikan bagaimana pengalaman pribadi mereka terkait citra sebuah merek (brand folklore) dengan cara yang lebih personal dibandingkan dengan iklan-iklan pemasaran konvensional maupun berita di media massa. Riset yang menggunakan contoh kegiatan uji coba gawai dari OPPO Indonesia dan komunitas blogger #kelasblogger ini diurakan dengan menggunakan etnografi virtual. Salah satu upaya yang dilakukan oleh blogger adalah selain dengan publikasi di blog, juga menyebarkan aktivitas saat itu juga melalui akun-akun media sosial seperti Facebook, Instagram dan Twitter. Akun media sosial tersebut juga sebagai saluran untuk menyebarkan tautan (link) konten yang telah terpublikasi di blog. Kata kunci : blogger, merek, iklan, media sosial, etnografi virtual

    WACANA KONSUMERISME DAN PEMANGILAN IDEOLOGIS DI DALAM LAMAN KOMERSIAL SAN DIEGO HILLS MEMORIAL PARKS AND FUNERAL HOMES

    Get PDF
    Bahasa memiliki merupakan sebuah praktik sosial. Bahasa tidak hanya berfungsi sebagai medium penyampai pesan. Di dalam kehidupan masyarakat, bahasa memiliki peran yang sangat besar di dalam membangun kepercayaan, pendidikan, dan berbagai hal lainnya. Salah satu fenomena bahasa yang menarik untuk diteliti adalah peran bahasa di dalam membangun wacana konsumerisme. Bahasa menjadi senjata yang sangat efektif untuk menyebarkan ideologi konsumerisme. Di dalam penelitian ini diuraikan bagaimana bahasa bekerja membangun wacana konsumerisme dan melakkan pemanggilan ideologis di dalam laman komersial permakaman San Diego Hill Memorial Parks and Funeral Homes. Dari penelitian ini didapatkan hasil bahwa Melalui wacana yang disampaikan di dalam situs resminya, San Diego Hills Memorial Parks and Funeral Homes menawarkan konsep diri kepada calon pelanggannya. Semua konsep diri ini muncul dengan berbagai detail yang ditawarkan di dalamn deskripsi setiap permakaman yang ditawarkan. Melalui wacana, laman resmi permakaman ini melakukan pemanggilan ideologis kepada para pelanggannya. Para pelanggannya didorong untuk mengidentifikasi dirinya sebagai bagian dari golongan dan kelas sosial yang mana. Setiap permakaman ditawarkan sesuai dengan gaya dan kelas sosial calon pelanggannya. Ideologi konsumerisme muncul melalui wacana yang membangun konsep San Diego Hills Memorial Parks and Funeral Homes. Melalui pemanggilan yang halus, wacana ini mendorong para pelanggan, calon pelanggan, atau masyarakat umum untuk mengidentifikasi diri mereka dan memilih permakaman yang sesuai dengan kebutuhan, keinginan, dan hasrat diri mereka. Wacana mendorong masyarakat, khususnya pelanggan untuk konsumsi tanda dan makna yang dibangun oleh wacana tersebut

    KAJIAN GAYA HIAS SINGABARONG DAN PAKSI NAGA LIMAN DALAM ESTETIKA HIBRIDITAS KERETA KESULTANAN CIREBON

    Get PDF
    Kereta kencana singabarong dan paksi naga liman merupakan hasil dari produksi kebudayaan yang dibuat oleh individu/ sekelompok masyarakat sebagai refleksi dari adanya gagasan dan tindakan yang dihasilkan di tempat dan periode tertentu. Perupaannya dalam bentuk makhluk hybriditas ini merefleksikan lingkungan kosmos dan simbol akulturasi budaya yang menghiasi perkembangan kebudayaan dan seni hias di wilayah cirebon. Sebagai karya seni yang memiliki asal usul mirip termasuk dalam hal ini adanya kesinambungan tradisi seni hias yang serupa, namun nyatanya kedua kereta kencana ini justru menampilkan perbedaan dalam hal eskpresi gaya ragam hiasnya. Sehingga penelitian ini sendiri erat kaitannya dengan melihat gejala peristiwa, kondisi, maupun situasi dalam periodisasi ketika karya seni itu diproduksi. Tujuan dari penelitian ini tak lain untuk mengetahui elemen bentuk apa saja yang berubah dan yang menjadi kekhasan dalam menampilkan ekspresi gaya di antara kedua visualisasi kereta tersebut, serta mengetahui motivasi, spirit, dan tren yang melatarbelakanginya. Dengan memahami latar belakang masalah serta tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini, maka peneliti menerapkan metode mixed methods sequential exploratory dengan pendekatan teori estetika morfologi dan kebudayaan sebagai pendukungnya yang berguna untuk memecahkan permasalahan tersebut dan menghasilkan data yang lebih akurat. Hasilnya diperoleh temuan berupa, karya seninya bersifat feodal, kedua kereta kencana paksi naga liman cenderung memiliki pengaruh gaya Hindu sedangkan singabarong didominasi oleh pengaruh China, ketiga spirit, jaman, dan trend dipengaruhi oleh peristiwa yang terjadi serta pengaruh gaya kepemimpinan sultan dalam konsep Tri-Tangtu dan keempat perupaannya banyak dipengaruhi unsur dan atribut-atribut wayang

    CORPUS LINGUISTICS: METHOD, THEORY, AND PRACTICE

    Get PDF
    Buku ini merupakan versi pertama yang memaparkan bagaimana linguistik korpus berkembang dan digunakan sebagai metodologi, teori utama, dan penggunaan korpus dalam bidang linguistik dan lintas disiplin. Buku ini terdiri dari 9 Bab, yang diawali dengan Bab I, What is Corpus Linguistics? Penulis mendefinisikan linguistik korpus sebagai sebuah bidang yang memfokuskan pada prosedur, atau metode mempelajari atau meneliti bahasa. McEnery dan Hardie juga menyinggung mengenai pendekatan yang digunakan dalam linguistik korpus yang juga dikemukakan oleh Tognini-Bonelli (2001) yang menyatakan adanya dua pendekatan linguistik korpus, yaitu: berbasis korpus (corpus-based) dan yang dikendalikan korpus (corpus-driven). Keduanya memiliki perbedaan dalam melihat korpus sebagai bukti yang mendukung teori. Yang pertama menggunakan pendekatan yang bersifat deduktif. Sementara itu corpus-driven approach menganggap korpus sebagai bukti yang harus menjadi acuan teori, sehingga bersifat induktif

    SIKAP AKADEMISI DAKWAH TERHADAP INTERNET SEBAGAI MEDIA DAKWAH

    Get PDF
    Popularitas Internet sebagai media telah membuka babak baru dalam aktivitas komunikasi, tidak terkecuali dalam aktivitas komunikasi keagamaan seperti dakwah dan sejenisnya. Tidak dapat dipungkiri bahwa sebagian umat Islam masih memandang negatif Internet, namun sebagian yang lainnya justru melihat Internet sebagai peluang baru bagi aktivitas dakwah. Dengan menggunakan studi kasus, tulisan ini mengungkap pandangan dan sikap akademisi ilmu dakwah di lingkungan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Bandung terhadap Internet sebagai media dakwah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pandangan dan sikap mereka dapat diklasifikasikan menjadi 3 (tiga) kategori; pertama, optimistik-progresif, yakni memandang internet sebagai media mutakhir yang sangat strategis untuk dimanfaatkan sebagai media dakwah di era global; kedua, optimistik-suportif yakni memandang positif tentang pentingnya internet sebagai media dakwah dan dalam batas kemampuannya berupaya memanfaatkan internet sebagai media penting untuk dakwah; dan ketiga, optimistik-pasif, yakni memiliki optimisme terhadap internet sebagai media dakwah namun masih belum tergerak untuk memanfaatkan dan mengoptimalkan internet sebagai media dakwah

    KOMPETISI ANTARA PETUNJUK SINTAKTIS DAN SEMANTIS DALAM PEMAHAMAN BAHASA INGGRIS: STUDI EKSPERIMENTAL BERTEKNOLOGI SEMIDARING

    Get PDF
    Penelitian tentang pemahaman kalimat ini merupakan salah satu bidang kajian dalam psikolinguistik. Pengguna bahasa memiliki berbagai petunjuk (cue) untuk memahami kalimat, yakni urutan (nomina pertama sebagai pelaku/subjek), kebernyawaan (nomina bernyawa sebagai pelaku/subjek), dan kongruensi (nomina sebagai pelaku/subjek adalah nomina yang bersesuaian dengan verba dalam kalimat). Penelitian berancangan kuantitatif dengan peubah bebas dua kelompok pembahan, lima tipe kalimat (setiap tipe terdiri atas empat kalimat). Peubah terikatnya dalah pilihan nomina pertama atau kedua dan waktu yang digunakan untuk menentukan pilihan. Hasilnya dianalisis menggunakan statistik berkaitan dengan rerata dan simpangan baku. Penelitian ini berhasil membuktikan bahwa pemahaman kalimat tidak bersifat semesta. Setiap kelompok penutur memiliki cara yang berbeda dalam memahami kalimat. Bobot relatif perangkat semantis (kebernyawaan) merupakan petunjuk terpenting pada kedua pembahan untuk menentukan pelaku perbuatan atau subjek kalimat, disusul urutan sebagai perangkat sintaktis, dan akhirnya kongruensi yang juga merupakan perangkat sintaktis.Kata kunci: pemahaman kalimat, pelaku/subjek, perangkat sintaktis, perangkat semantis

    FONETIK AKUSTIK: SEBUAH PENGANTAR TELAAH WUJUD AKUSTIK BAHASA

    Get PDF
    Fonetik akustik merupakan kajian interdisiplin antara ilmu fonetik dan ilmu akustik. Buku ini merupakan buku pertama yang membahas fonetik akustik dalam bahasa Indonesia. Tidak adanya referensi berbahasa Indonesia yang berkaitan dengan fonetik akustik membuat kajian fonetik akustik di Indonesia jauh tertinggal. Padahal, Indonesia kaya dengan berbagai macam bahasa daerah yang sangat menarik jika dibahas dari sudut fonetik akustik

    470

    full texts

    592

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Sosioteknologi
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇