Jurnal Sosioteknologi
Not a member yet
    592 research outputs found

    THE USE OF ANTCONC IN PROVIDING LEXICAL AND SINTACTICAL INFORMATION OF THE TEXBOOK OF RADIOGRAPHIC POSITIONING AND RELATED ANATOMY: A CORPUS LINGUISTIC STUDY

    Get PDF
    English is considered to be difficult due its different natures with Bahasa Indonesia both in pronouncing and writing. However, English textbooks are widely used in many program studies including in radiology. Therefore, many students have difficulties in understanding and comprehending the books due to their limited English ability especially related to English vocabularies and grammatical. This study aimed to acknowledge lexically and syntactically the linguistics features used in the textbook of Radiographic Positioning and Related Anatomy, which is a must-read book used during the study in the study program of Radiology. The method applied in this Corpus Linguistic study was a combination of quantitative method by using a concordancer called AntConc to analyze the radiology book quntitatively to get the word frequency list, and qualitative method in analyzing the quantitative data to describe the language features used in the textbook. The results of the quantitative and qualitative analyses show the most common vocabularies, word classes, and sentence patterns used in the text book that will be used to compose a pocket dictionary, which will help the radiography students to understand the radiological terms and comprehend many radiological sources autonomously and easily. Furthermore, through the dictionary, the students will not only be able to understand and comprehend many radiological texts but they will also be able to write texts and even discuss radiological topics in English autonomously. Results of the study show that AntConc has benefited the researchers since it has been able to assist the researchers in providing needed lexical and syntactical information of the textbook.  Bahasa Inggris dianggap sulit karena berbeda dengan bahasa Indonesia baik dalam pengucapan maupun penulisannya. Walaupun demikian, di Indonesia buku-buku teks berbahasa Inggris banyak digunakan di berbagai program studi termasuk di bidang radiologi. Oleh karena itu, banyak mahasiswa mendapatkan kesulitan untuk mengerti dan memahami buku-buku berbahasa Inggris tersebut karena keterbatasan pengetahuan Bahasa Inggris mereka terutama berkaitan dengan kosakata dan gramatika bahasa Inggris. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui fitur linguistik dalam bentuk kosakata dan gramatika yang digunakan dalam buku Radiographic Positioning and Related Anatomy. Buku ini merupakan buku yang wajib dipelajari mahasiswa di Program Studi Radiologi. Penelitian ini menggunakan metode gabungan antara kuantitatif dan kualitatif. Dengan menggunakan perangkat lunak konkordansi AntConc data dianalisis secara kuantitaif untuk mendapatkan daftar kata berdasarkan kekerapannya. Selanjutnya, metode kualitatif diaplikasikan untuk menganalisis dan menjelaskan data yang dihasilkan. Analisis kuantitatif dan kualitatif tersebut menghasilkan daftar kosakata, kelas kata, dan pola kalimat yang sering muncul dan akan digunakan untuk menyusun kamus mini buku tersebut. Keberadaan kamus ini diharapkan dapat membantu mahasiswa radiologi untuk memahami terminologi radiologi dan memahami banyak teks radiologi secara mandiri dengan mudah. Lebih lanjut lagi, mahasiswa tidak hanya mampu memahami banyak teks radiologi tetapi juga mampu memproduksi teks, bahkan berdiskusi tentang radigrafi dalam bahasa Inggris secara madiri. Hasil penelitian menunjukkan perangkat AntCont telah memberikan manfaat kepada peneliti karena perangkat ini telah mampu membantu peneliti untuk mempersiapkan informasi leksikal dan gramatikal bahasa Inggris yang terdapat pada buku radiologi di atas

    KAJIAN INKULTURASI PADA INTERIOR KARYA ARSITEKTUR MILIK HENRY MACLAINE PONT TAHUN 1918-1936 DI INDONESIA

    Get PDF
    Bangunan arsitektur kolonial di Indonesia pada dasarnya merupakan bangunan arsitektur nasional Belanda yang mengalami adaptasi iklim tropis Indonesia. Para arsitek Belanda yang membuat karyanya di Indonesia bereksplorasi menciptakan karya dengan langgam arsitektur yang beragam pada masa kolonial. Salah satu arsitek Belanda keturunan Indonesia yang diindikasi berhasil memadukan unsur lokal terhadap karya arsitekturnya di Indonesia pada masa penjajahan pemerintah kolonial Belanda adalah Henry Maclaine Pont. Pont diindikasi melakukan pendekatan inkulturasi pada proses perancangan karya arsitekturnya. Didasari dengan ketertarikan Pont terhadap arsitektur tradisional Indonesia di Pulau Jawa serta keinginan Pont dalam mewujudkan politik etis di bidang arsitektur membuat karyanya menjadi mahakarya yang indah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karya-karya Pont yang diindikasi memakai pendekatan inkulturasi pada proses perancangannya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode historis dan studi kasus serta kajiannya berupa etnografi visual dalam studi kasus pada karya yang merepresentasikan proses inkulturasi dalam karya Pont yakni Aula Barat Institut Teknologi Bandung dan Gereja Katolik Puhsarang Kediri. Selanjutnya, dilakukan juga identifikasi lebih rinci untuk mengetahui mengapa kedua mahakarya Pont disebut-sebut menggunakan pendekatan inkultrasi. Hal tersebut dilakukan untuk membuktikan asumsi bahwa karya hasil inkulturasi Henri Maclaine Pont membuat temuan baru terhadap langgam arsitektur di Indonesia pada masa kolonial. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa karya arsitektur Henry Maclaine Pont sangat menyesuaikan dengan lingkungan sekitar dan budaya lokal seperti yang terdapat pada penjelasan inkulturasi berupa juxtapose, superimposing, dan interlocked.  Bangunan arsitektur kolonial di Indonesia pada dasarnya merupakan bangunan arsitektur nasional Belanda yang mengalami adaptasi iklim tropis Indonesia. Para arsitek Belanda yang membuat karyanya di Indonesia bereksplorasi menciptakan karya dengan langgam arsitektur yang beragam pada masa kolonial. Salah satu arsitek Belanda keturunan Indonesia yang diindikasi berhasil memadukan unsur lokal terhadap karya arsitekturnya di Indonesia pada masa penjajahan pemerintah kolonial Belanda adalah Henry Maclaine Pont. Pont diindikasi melakukan pendekatan inkulturasi pada proses perancangan karya arsitekturnya. Didasari dengan ketertarikan Pont terhadap arsitektur tradisional Indonesia di Pulau Jawa serta keinginan Pont dalam mewujudkan politik etis di bidang arsitektur membuat karyanya menjadi mahakarya yang indah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karya-karya Pont yang diindikasi memakai pendekatan inkulturasi pada proses perancangannya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode historis dan studi kasus serta kajiannya berupa etnografi visual dalam studi kasus pada karya yang merepresentasikan proses inkulturasi dalam karya Pont yakni Aula Barat Institut Teknologi Bandung dan Gereja Katolik Puhsarang Kediri. Selanjutnya, dilakukan juga identifikasi lebih rinci untuk mengetahui mengapa kedua mahakarya Pont disebut-sebut menggunakan pendekatan inkultrasi. Hal tersebut dilakukan untuk membuktikan asumsi bahwa karya hasil inkulturasi Henri Maclaine Pont membuat temuan baru terhadap langgam arsitektur di Indonesia pada masa kolonial. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa karya arsitektur Henry Maclaine Pont sangat menyesuaikan dengan lingkungan sekitar dan budaya lokal seperti yang terdapat pada penjelasan inkulturasi berupa juxtapose, superimposing, dan interlocked

    READING APP REVIEWS AND TRYING APPS IN PREDICTING THE USE OF COMMUNICATION APPS: AN EXPERIMENTAL STUDY OF THE RELATIONSHIP AMONG BEHAVIOR, ATTITUDE AND INTENTION TO USE

    Get PDF
    This study examines the relationship among reading app reviews, trying apps, attitude and intention to use the communication apps. Attitude towards apps and intention to use apps change as a result of app reviews and trials. An experiment was conducted in a rural area testing twelve communication apps with 80 participants who were not communication app users. The relationship of the variables was analyzed using statistical regression. This study found that treatments do not affect attitude or intention to use. Meanwhile, significantly, attitude can moderately predict intention to use. Intention to use communication apps was not related to app reviews and trials but related to participants' attitudes. The findings suggest that this experiment did not use an appropriate method to confirm theoretical modelling of the TAM, TRA and TPB. Future research involving other variables (perceived usefulness, perceived ease of use etc.) is needed to reveal comprehensive modelling to predict the intention to use.  Penelitian ini mengkaji hubungan membaca review aplikasi, mencoba aplikasi, sikap, dan niat menggunakan aplikasi komunikasi. Sikap terhadap aplikasi dan niat menggunakan aplikasi berubah sebagai hasil dari review dan mencoba aplikasi. Eksperimen dilakukan di wilayah perdesaan untuk menguji dua belas aplikasi komunikasi dengan 80 partisipan yang bukan pengguna aplikasi komunikasi. Hubungan antarvariabel dianalisis menggunakan regresi statistik. Dari penelitian ini ditemukan perlakuan pada eksperimen tidak memengaruhi sikap maupun niat menggunakan aplikasi. Namun, sikap dapat memprediksi niat menggunakan aplikasi pada level moderat. Niat menggunakan aplikasi komunikasi tidak terhubung dengan review dan mencoba aplikasi tetapi terhubung dengan sikap partisipan. Hasil temuan menunjukkan eksperimen ini tidak cocok untuk mengonfrmasi model teori TAM, TRA, dan TPB. Penelitian selanjutnya yang melibatkan variabel lain (perceived usefulness, perceived ease of use, dsb) diperlukan untuk membuat model komprehensif yang dapat memprediksi niat menggunakan aplikasi

    IMPLEMENTASI TEORI FUNGSIONAL STRUKTURAL DALAM REGULASI PENYIARAN DIGITAL DI INDONESIA

    Get PDF
    Perkembangan teknologi penyiaran di dunia sudah beralih pada teknologi digital. Indonesia termasuk tertinggal dalam pelaksanaan penyiaran digital dikarenakan belum adanya payung hukum, dimana UU No.32/2002 tentang Penyiaran belum memuat aturan mengenai penyiaran digital. Menggunakan teori Fungsional Struktural, tulisan ini menganalisa bagaimana regulasi penyiaran digital seharusnya dibuat. Sebenarnya teknologi digital merupakan solusi yang tepat dalam mengatasi masalah keterbatasan frekuensi pada penyiaran analog, akan tetapi melimpahnya frekuensi digital ini justru menjadi potensi konflik. Hingga sekarang, pembahasan regulasi penyiaran digital masih berlangsung sengit terkait model multipleksing yang akan digunakan. Untuk menghindari terjadinya konflik di sistem sosial, single multipleksing merupakan model paling tepat, yaitu pemerintah menjadi operator penyelenggara multipleksing penyiaran digital mengingat frekuensi merupakan ranah publik, dan supaya terciptanya keteraturan penyiaran di Indonesia.  The world's broadcasting technology has been shifting to digital technology. In Indonesia, digital broadcasting implementation is, in fact, still left behind compared to other countries as it has no relevant regulations. Law Number 32/2002 about Broadcasting does not contain regulations related to digital broadcasting. By using Structural Functional approach, this study analyzes how digital broadcasting regulations should be made. Digital technology is a proper solution to the limited frequency problems of analog broadcasting. However, the abundance of digital frequency is also a potential conflict. Until now, discussions on the regulation of digital broadcasting are still occurring fiercely, especially on the multiplexing model to be used. To avoid conflicts in the social system, single multiplexing is the most proper model, in which the government becomes the operator of digital multiplexing-broadcasting implementation, considering the fact that frequency is a public belonging. This can also embody broadcast regularity in Indonesia

    KONFLIK AGRARIA: KONFLIK KELAS SOSIAL DAN PERMASALAHANNYA DALAM NOVEL DAWUK, KISAH KELABU DARI RUMBUK RANDU

    Get PDF
    Novel Dawuk: Kisah Kelabu dari Rumbuk Randu karya Mahfud Ikhwan adalah karya sastra yang mengangkat persoalan konflik agraria di Indonesia. Novel ini pertama kali diterbitkan pada tahun 2017 oleh penerbit Marjin Kiri dan pada tahun yang sama juga berhasil meraih penghargaan Kusala Sastra Khatulistiwa. Novel ini mengisahkan seorang bernama Warto Kemplung, si pendongeng yang kesehariannya nongkrong di warung kopi. Dia  mendapat segelas kopi dan rokok dari orang yang ingin mendengar ceritanya. Sering pula ia mengambil rokok dari orang yang sedang asyik bermain domino di warung kopi. Dia dikenal sebagai pembual oleh masyarakat karena keseringannya melontarkan cerita. Penduduk yang sudah lama mengenalnya akan mengabaikan cerita yang disampaikannya itu

    THE ‘THREE-MILLIMETERS’: A TECHNOCULTURAL REFLECTION ON BAMBOO WEAVING CRAFT DEVELOPMENT

    Get PDF
    Makalah ini berfokus pada refleksi atas temuan penelitian tentang pengembangan kriya anyam bambu dari sudut pandang teknokultur. Pengembangan kriya ini merupakan pengembangan hibrid yang menggabungkan teknik anyaman dari Bantul, Yogyakarta dan Beppu, Jepang. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas lokal untuk menghasilkan produk yang menampilkan karakter formal yang idiosinkretik. Selama berinteraksi dengan masyarakat lokal tersebut ditemukan persoalan menarik mengenai ukuran “tiga millimeter”. Secara teknokultural, ukuran ini memilliki kaitan dengan bentangan pikiran atas situasi dunia nyata. Refleksi diskursif ini menggunakan pendekatan fenomenologi. Refleksi teknokultural ini mengeksplorasi eksistensi ukuran ini; bagaimana hal ini bisa menjadi signifikan dan memungkinkan pendefinisian kualitas produk. Eksplorasi ini bermuara kepada beberapa pemikiran tentang kualitas kriya yang “benar” itu seperti apa. Lebih jauh lagi, diskusi mengenai temuan ini akan dipersempit pada konteks mengembangkan kerajinan yang identik

    QUR’ANIC TECHNOBRAILLE: MENUJU TUNANETRA MUSLIM INDONESIA BEBAS BUTA BACA AL-QUR’AN

    Get PDF
    Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji beberapa metode, mereduksi, dan memodifikasi kode Braille yang lebih efektif agar lebih mudah diimplementasikan oleh para penyandang tunanetra ketika membaca Alquran melalui metode Qur’anic technobraille. Metode pembelajaran dilakukan dengan pendekatan teori kepribadian sosial humanisme, yaitu melalui sudut pandang teori untuk memahami bagaimana individu tunanetra mengembangkan sifat-sifat kepribadiannya. Hasil kajian menunjukan, kehadiran teknologi Alquran Braille telah mengangkat kedudukan para tunanetra di tengah-tengah masyarakat. Mereka memiliki akses yang sama untuk berinteraksi, berkomunikasi, dan mendapatkan pahala keutamaan membaca Alquran. Hal ini seharusnya menjadi bagian program prioritas pemerintah, salah satunya melalui program pengembangan teknologi komunikasi baca kode braille menuju Indonesia bebas buta baca Alquran. Hal ini harus dilakukan. mengingat populasi masyarakat terbesar di Indonesia adalah umat Islam

    THE USE OF SMARTPHONE APPLICATIONS IN ENGLISH LANGUAGE TEACHING AND LEARNING

    Get PDF
    In 2002, the number of mobile telephone surpassed the number of ï¬xed lines; and in 2013, the number of smartphones exceeded the number of desktop and laptop computers (Meeker, 2012; The Economist, 2012). This rapid change in technology has changed the process of educating students. Mobile phones, smart phones, tablets have become indispensable to everyone because of their utility and usefulness in language learning if used effectively. Mobile learning has great potential and many researches have been conducted for educational purposes. This paper is aimed for preservice English teachers, teachers and lecturers. The first section of this paper discusses some useful Apps for self-study followed by how to make the most of them. The second section discusses how mobile Apps transform language teaching and learning by elaborating SAMR model in Ruben Puentedura's (R.R. Puentedura, 2011). The use of mobile Apps in supporting the development of core skills which are essential for working in the 21st century will be covered in the last session of this presentation

    THE UTILIZATION OF BATIK PATTERN AND NATURAL DYES AS VALUATION OF THE LOCAL VALUE IN BATIK SOCIETY

    Get PDF
    The global awareness in saving the environment and the appreciation towards the values of local wisdom and particular cultures opens up opportunities for the development of natural materials. Products that are considered eco-friendly for its sustainability draws interest of many consumers, one of which includes naturally dyed textile products. By conducting natural dyes in this following research, it is stated not only to be conducted by its environmental issues but also studies upon its trends and local genius. Dusun gempol, kec. Limbangan, kabupaten kendal, is a village located in the center of java among the slopes of west Gunung (mount )Ungaran. This region has varieties of potentials which are gained through aspects including natural and community resources. Both aspects are known to be active in various activities in preserving their nature and culture. There are diverse issues in improving the qualities of batik in this region. The limitation of knowledge and technology is one of the obstacles in gaining good quality materials and wide range of colors. Furthermore,there is a lack of understanding upon the material characteristics which also lead to a disadvantage. Therefore, product diversification is needed by improving the techniques in designing batik (based on local values) to gain the local's ability in producing interesting ornaments that symbolize their culture. Through this research, it is expected to stand as an asset in developing creative natural products in the hope of improving prosperity upon the region's batik crafters, as well as an alternative in solving environmental issues

    REPRESENTASI CALON PRESIDEN INDONESIA DALAM SURAT KABAR ELEKTRONIK ASING

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap representasi calon Presiden Indonesia di surat kabar on-line Sydney Morning Herald (SMH) pada tahun 2014. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis wacana kritis dengan bantuan linguistik korpus atau Corpus-Assisted Critical Discourse Analysis. Pendekatan corpus-driven dan corpus-based digunakan untuk membantu pemilihan sumber data, pengumpulan data, dan identifikasi topik berita yang menggambarkan sosok kandidat. Teknik linguistik korpus yang digunakan untuk menganalisis kompilasi korpus meliputi frekuensi, kata kunci, kelompok, N-gram, kolokasi, dan konkordansi. Analisis kritis terhadap data mengungkapkan representasi kedua kandidat dan jenis wacana yang diciptakan oleh SMH

    0

    full texts

    0

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Sosioteknologi
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇