Jurnal Sains dan Teknologi Nuklir Indonesia
Not a member yet
    279 research outputs found

    Cover dan Redaksi, Vol 19, No:1, 2018 - Februari 2018

    No full text

    Cover dan Redaksi, Vol 19, No:2, 2018 - Agustus 2018

    No full text

    EVALUASI UJI PROFISIENSI WEPAL 2015.1 PADA CUPLIKAN TANAH

    Full text link
    EVALUASI UJI PROFISIENSI WEPAL 2015.1 PADA CUPLIKAN TANAH. Pengendalian kualitas prosedur analitik sangat penting untuk menghasilkan data analisis yang andal.  Partisipasi dalam program uji profisiensi yang diselenggarakan oleh WEPAL (Wageningen Evaluating Programmes for Analytical Laboratories) 2015.1, merupakan salah satu proses penting untuk meningkatkan akurasi dan ketepatan teknik analisis yang digunakan di laboratorium serta dalam peningkatan pemanfaatan reaktor riset. Cuplikan ISE (International Soil Analytical Exchange) diiradiasi pada fasilitas rabbit system dan dianalisis menggunakan metode AAN (Analisis Aktivasi Neutron). Evaluasi kinerja metode dilakukan dengan uji akurasi dan Z-score. Unsur yang dilaporkan sebanyak 14 unsur yang meliputi  Al, As, Ca, Co, Cr, Fe, K, Mg, Mn, Na, Sc, Ti, V dan Zn. Berdasarkan hasil analisis14 unsur yang dilaporkan, 57,1-78,6% memuaskan dengan |Z| ≤ 2; 7,14-21,4% dipertanyakan dengan 2<|Z|<3 dan 21,4-35,7% tidak memuaskan dengan |Z| ≥ 3. Pada hasil yang tidak memuaskan/outlier dilakukan tindakan perbaikan dan hasil analisis menunjukkan terdapat kesesuaian dengan nilai Z-score berkisar antara -2<Z<2. Secara umum, metode AAN baik untuk analisis multielemen matrik tanah dengan hasil analisis yang andal dan tingkat validitas yang baik.Kata kunci : uji profisiensi, AAN, tanah

    SPECTROPHOTOMETRIC DETERMINATION OF MOLYBDENUM CONTENT IN 99mTc SOLUTION VIA Mo-TGA-KSCN COMPLEXES FORMATION

    Full text link
    SPECTROPHOTOMETRIC DETERMINATION OF MOLYBDENUM CONTENT IN 99mTc SOLUTION VIA Mo-TGA-KSCN COMPLEXES FORMATION. Quality of Technetium-99m solution is determined from its radiochemical, radionuclidic and chemical purity. One of the major concern about chemical purity of Tc-99m from irradiated natural molybdenum is its molybdenum content or Mo breaktrough. Spectrophotometric method is one of method that could be applied for Mo determination in Tc-99m solution. Molybdenum (V) could form a colored complexes with potassium thiocyanate (KSCN) but Molybdenum (VI) must be reduced before formed a complexes with KSCN. Thioglycolic Acid (TGA) was used as reducing agent to obtain reduced Mo (Mo(V)). A series of optimization process was carried out to find optimum condition of complex formation for analysis purposes. Optimized condition were 3 mL of 25% HCl was added into a volume of Mo sample, followed by 200 µL  of 10% TGA, 1 mL of 10% KSCN, and water addition up to 10 mL total volume. The method is linear over 2 ppm to 30 ppm Mo with regression coeffisient 0.9988±0.0007. The detection limit was 0.212 ppm Mo. Color of the complex has a stability of absorbance up to 120 minutes while stored at room temperature. No significant deviation occured when 1000 ppm of oxalic acid, methyl ethyl ketone and iron added into sample solution. This complexing method is suitable for spectrophotometric determination of molybdenum content in Tc-99m solution as a part of quality control process

    PENGARUH IRADIASI GAMMA TERHADAP SOLANUM NIGRUM L DAN EFEKNYA SEBAGAI ANTI KANKER

    No full text
    Buah leunca (Solanum nigrum L) merupakan tanaman dari suku solanaceae yang dipercaya dapat mengatasi kanker. Leunca yang termasuk jenis buah dapat diawetkan dengan cara iradiasi gamma. Penelitian ini dilakukan untuk mempelajari pengaruh perlakuan dosis iradiasi gamma terhadap buah leunca dan efeknya terhadap khasiat anti kanker leukemia L1210. Dosis iradiasi yang diberikan adalah 5; 7,5; 10; dan 15 kGy, masing-masing dengan 2 ulangan. Ekstraksi dilakukan secara bertahap dengan n-heksan, etil asetat, dan etanol. Fraksi aktif dari etil asetat saja yang diuji sitotoksiknya. Hasil menunjukkan bahwa dosis iradiasi maksimum dengan sumber gamma 60Co untuk buah leunca adalah sebesar 7,5 kGy dengan tidak merusak khasiatnya sebagai anti kankerKata kunci : Solanum nigrum L, Sel kanker L 1210, Iradiasi gamma, Sitotoksi

    PENINGKATAN EFISIENSI PEMISAHAN RADIOISOTOP TERBIUM-161 BERBASIS KROMATOGRAFI KOLOM UNTUK APLIKASI TERAPI KANK

    Full text link
    ABSTRAK           PENINGKATAN EFISIENSI PEMISAHAN RADIOISOTOP TERBIUM-161 BERBASIS KROMATOGRAFI KOLOM UNTUK APLIKASI TERAPI KANKER. Angka kematian akibat kanker terus meningkat setiap tahun. Endoradioterapi, teknik nuklir menggunakan radionuklida untuk terapi kanker, merupakan teknik yang kompetitif dalam menangani penyakit kanker. Terbium-161 (161Tb) adalah radiolantanida pemancar-β- lemah (Eβ-rata-rata  = 0,150 MeV) dan memiliki waktu paro selama 6,9 hari yang potensial untuk terapi kanker ukuran kecil. Pada penelitian sebelumnya telah diperoleh pemisahan 161Tb dari hasil iradiasi bahan sasaran Gd2O3 diperkaya isotop 160Gd dengan metode kromatografi ekstraksi. Akan tetapi yield 161Tb yang diperoleh masih rendah, yaitu ~ 93%. Pada penelitian ini telah dilakukan upaya untuk meningkatkan efisiensi pemisahan 161Tb dari hasil iradiasi bahan sasaran Gd2O3 diperkaya isotop 160Gd menggunakan berbagai ukuran dan jenis resin Ln. Bahan sasaran Gd2O3 diperkaya isotop 160Gd (98,4 %) diiradiasi di RSG-G.A.Siwabessy.  Radioisotop 161Tb dipisahkan dari matriks Gd/Tb hasil iradiasi Gd2O3 dengan metode kromatografi ekstraksi menggunakan kolom resin Ln yang memiliki ukuran partikel 20 – 50, 50 – 100 dan 100 – 150 μm serta catridge resin Ln,  Ln2 dan Ln3 dengan ukuran partikel 50 – 100 μm sebagai fase diam.  Sebagai fase gerak digunakan larutan HNO3 0,8N dan 3N masing-masing untuk memisahkan isotop gadolinium dan terbium. Pada penelitian ini diperoleh peningkatan efisiensi  pemisahan 161Tb  menggunakan catridge resin Ln dengan ukuran partikel 50 – 100 μm (ditandem 2 buah) dengan yield sebesar 100 ± 0,1% dan Gd recovery sebesar 97,65 ± 0,2%. Radioisotop 161Tb hasil pemisahan memiliki kemurnian radionuklida 99,98 ± 0,01%. Sediaan  radioisotop 161TbCl3 yang dihasilkan memiliki kemurnian radiokimia sebesar 99,92 ± 0,2%

    STUDI PERPINDAHAN KALOR KONVEKSI PAKSA NANOFLUIDA AIR-ZrO2 DALAM SUB-BULUH VERTIKAL SEGIEMPAT

    No full text
    Studi perpindahan kalor KONVEKSI PAKSA nanofluida air-ZrO2 dalam sub-buluh vertiKal segiempat. Saat ini sedang berkembang pemikiran oleh para peneliti tentang pemanfaatan nanofluida sebagai pendingin alternatif, selain menggunakan air. Oleh karena itu, studi ini dilakukan untuk mengetahui karaktersitik sifat termofisika dari nanofluida air-ZrO2 pada aliran konveksi paksa. Analisis numerik tiga dimensi digunakan dalam optimalisasi perancangan perangkat uji berupa alat uji sub-buluh vertikal segiempat, sedangkan data eksperimental yang diperoleh dalam eksperimen digunakan untuk menentukan besarnya koefisien perpindahan kalor dari pemanas ke fluida pendingin nanofluida air-ZrO2. Hasil penelitian ini dibandingkan dengan mengunakan fluida-dasar atau air murni sebagai fluida kerja. Peralatan yang digunakan dalam percobaan ini adalah sub-buluh vertikal segiempat, dilengkapi dengan sistem pendingin primer, penukar kalor dan sistem pendingin sekunder. Sebagai sumber pemanas digunakan empat silinder vertikal yang memiliki fluks kalor yang seragam dengan ukuran masing-masing pemanas yaitu panjang 350 mm, diameter 25,4 mm dan rasio jarak antarpusat terhadap diameter (P/D) 1,16. Perpindahan kalor dari pemanasan ke pendingin terjadi secara konveksi paksa. Hasilnya menunjukkan bahwa nanofluida air-ZrO2 dengan konsentrasi sebesar 0,10 % dalam persen berat mempunyai koefisien perpindahan kalor 20% lebih besar dari koefisien perpindahan kalor dengan menggunakan air-murni sebagai pendingin

    THE ASSESSMENT OF BANDUNG TRIGA REACTOR TANK RADIOACTIVITY IN THE PERIOD 2000-2014 USING ORIGEN-2

    No full text
    THE ASSESSMENT OF BANDUNG TRIGA REACTOR TANK RADIOACTIVITY IN THE PERIOD 2000-2014 USING ORIGEN-2            In accordance with the regulation of the regulatory body of Indonesia related to the decommissioning of nuclear reactors, the management of the Bandung TRIGA reactor have to prepare a decommissioning plan document of the Bandung TRIGA research reactor. Decommissioning program documents shall be regularly updated every five years of the operation of nuclear reactor. In year 2000, Bandung TRIGA reactor tank have been lined using aluminum alloy 6061-T6 and has activated during reactor operation. Aluminum alloy 6061-T6 contains impurities that can produce high radioactivity and has a long half-life. This paper describes the radioactivity of the reactor tank after activation during the period from 2000 to 2014 using the software ORIGEN-2. Total radioactivity of the reactor tank bottom after decay for 5 years was 1.83 10-7 Curie, while the total radioactivity of reactor tank wall was 3.2 10-3 Curie

    Cover dan Redaksi, Vol 17, No:1, 2016 - Februari 2016

    No full text

    Cover dan Redaksi, Vol 16, No:1, 2015 - Februari 2015

    No full text

    144

    full texts

    279

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Sains dan Teknologi Nuklir Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇