Jurnal Komputer Terapan
Not a member yet
223 research outputs found
Sort by
Customer Relationship Management System at Aesthetic Clinic
Accessing and processing information more effectively and efficiently is made possible through the employment of quality information technology, one of which is in the technology the clinic requires. According to our case study, the clinic is still manually documenting customer service data and experiencing declining repeat client visits. Utilizing information technology is necessary for efforts to boost customer value innovation. As one of its aspects, Customer Relationship Management uses a framework of dynamics to acquire customer satisfaction data from loyal customers. The utilization of customer data will be categorized into platinum, gold, and silver using a ranking system for decision-making with the Simple Additive Weighting method—rating customers through the normalization of a decision matrix. The maximum consumer value based on the parameters determined by the choice matrix is one, while the lowest is 0.27. The testing that has been conducted is black-box testing. It is determined that 100 percent of the system\u27s functionality is operating correctly, and UAT testing reveals that all features operate properly. Usability Testing conducted on patients yielded a ratio of 78.1%, indicating that the clinic evaluated customer satisfaction with the customer relationship management system
Smart Glove Sebagai Alat Bantu Komunikasi Pasien
Therapeutic communication in nursing is the process of communication conducted by a nurse while carrying out nursing interventions, with the aim of providing therapeutic benefits in the patient\u27s healing process. In therapeutic communication, a nurse can gain a deep understanding of the condition of the patient being treated and decide on the most appropriate nursing actions. This is to ensure that the care provided is tailored to the patient\u27s needs, thereby helping to expedite the healing process. A nurse-call device, also known as "nurse-call," is one of the common devices used in hospitals as a means of communication between patients and nurses. This device plays a vital role in delivering optimal nursing care, especially when patients require immediate assistance. In the context of this research, a Smart Glove device is proposed that allows patients to communicate with nurses when they have various needs during the care process. The developed system was then tested using functionality and performance testing methods. The performance testing results showed a minimal error rate of 14%, while functionality testing indicated that the sensors worked well, with an average latency of approximately 9.53ms.Komunikasi terapeutik dalam keperawatan merupakan proses komunikasi yang dilakukan oleh seorang perawat saat melakukan intervensi keperawatan, dengan tujuan memberikan manfaat terapeutik dalam proses penyembuhan pasien. Dalam komunikasi terapeutik, perawat dapat memperoleh pemahaman yang mendalam tentang kondisi pasien yang sedang dirawat dan memutuskan tindakan perawatan yang paling tepat. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa perawatan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan pasien, sehingga dapat membantu mempercepat proses kesembuhan. Alat panggilan perawat, yang juga dikenal sebagai "nurse-call," adalah salah satu perangkat umum yang digunakan di rumah sakit sebagai sarana komunikasi antara pasien dan perawat. Alat ini memiliki peran yang sangat penting dalam memberikan layanan perawatan yang optimal, terutama ketika pasien memerlukan bantuan segera. Dalam konteks penelitian ini, diajukan sebuah perangkat Smart Glove yang memungkinkan pasien untuk berkomunikasi dengan perawat ketika mereka membutuhkan berbagai kebutuhan selama proses perawatan. Sistem yang dikembangkan kemudian diuji menggunakan metode pengujian fungsionalitas dan performa. Hasil pengujian performa menunjukkan tingkat kesalahan yang minimal sebesar 14%, sementara pengujian fungsionalitas menunjukkan bahwa sensor bekerja dengan baik dan rata-rata latency yang ditemukan adalah sekitar 9,53ms
Analisis Transformasi Digital Pelayanan Publik Menggunakan Metode Gartner Analytic Asceedency (Studi Kasus : Pelayanan Perizinan Pemerintah Daerah Kabupaten Majene
Public service is one of the activities carried out to fulfill the need for services to the community or individuals. With the outbreak of the Covid-19 virus some time ago, it demands public service delivery to innovate so that public services can run well and optimally even in a situation of physical distancing. One of the innovations was utilizing technology or digital transformation in public services. The aim of this study is to analyze the role and influence of digital transformation in improving licensing services in Majene Regency through the use of the Online Single Submission (OSS) application and the SiCantik Cloud application. The method used in this study is explanatory research with analytical techniques using Gartner Analytic Ascendency. The results of this study indicate that the Regional Government of Majene Regency needs to take persuasive approaches to remove existing obstacles to the use of digitalization in licensing services, such as regulating the use of regional digital-based licensing services in a binding regulation, conducting thorough education for users of licensing services, conduct outreach regarding the importance of this digital-based licensing service and expand the reach of fixed broadband and mobile broadband networks in Majene Regency. These things can be done by involving the cooperation of related agencies such as the Investment and One-Stop Integrated Services (DPMPTSP) and Communication, Information, Statistics and Coding Services (Dinas Kominfo) of Majene Regency.Pelayanan Publik merupakan salah satu kegiatan yang dilakukan dalam rangka pemenuhan kebutuhan pelayanan kepada masyarakat atau perorang. Dengan adanya wabah virus Covid-19 beberapa waktu lalu, menuntut penyelenggaran pelayanan publik untuk melakukan inovasi agar pelayanan publik dapat berjalan dengan baik dan maksimal meskipun dalam situasi physical distancing. Salah satu inovasi yang dilakukan adalah dengan memanfaatkan teknologi atau transformasi digital dalam pelayanan publik. Tujuan penelitian ini melakukan analisis terhadap peranan dan pengaruh transformasi digital dalam peningkatan pelayanan perizinan di Kabupaten Majene melalui penggunaan aplikasi Online Single Submission (OSS) dan aplikasi SiCantik Cloud. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah explanatory research dengan teknik analisis menggunakan Gartner Analytic Asceendency. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Pemerintah Daerah Kabupaten Majene perlu melakukan pendekatan-pendekatan persuasive untuk menghilangkan hambatan yang ada dari penggunaan digitalisasi dalam pelayanan perizinan, seperti mengatur penggunaan pelayanan perizinan berbasis digital daerah dalam sebuah regulasi yang mengikat, melakukan edukasi menyeluruh kepada pengguna layanan perizinan, melakukan sosialisasi terkait pentingnya layanan perizinan berbasis digital ini serta memperluas jangkauan jaringan fixed broadband dan mobile broadband di Kabupaten Majene. Hal-hal tersebut dapat dilakukan dengan melibatkan kerjasama Dinas terkait seperti Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian Kab Majene
Rancang Bangung Aplikasi Monitoring Latihan Kebugaran Jasmani Berbasis Internet of Things
Kebugaran jasmani merupakan suatu bentuk kemampuan dengan menyesuaikan berat dari tubuh manusia yang harus dipenuhi seseorang agar dapat melakukan segala aktivitas atau kegiatan sehari-hari tanpa ada rasa lelah. Kebugaran jasmani juga dapat digunakan untuk mengetahui bagaimana kondisi kesehatan jantung dari berapa kali pengguna melakukan gerakan beserta BPM (Beat per Minutes). Pada umumnya orang lupa dalam menghitung berapa kali mereka telah melakukan gerakan dan tidak tahu berapa detak jantung yang mereka dapatkan selama latihan kebugaran. Maka dari itu, dibangunlah sistem monitoring untuk melacak pergerakan tubuh serta kondisi kesehatan jantung dalam latihan kebugaran jasmani yang menggunakan basis IoT yang didukung dengan metode fuzzy mamdani dalam menghitung detak jantung. Mikrokontroler yang digunakan adalah ESP8266 yang dilengkapi dengan modul wifi, sensor PIR dan Heart Rate Sensor. Sensor PIR akan mendeteksi gerakan pengguna. Heart Rate Sensor akan mendeteksi detak jantung pengguna. Dari kedua parameter ini akan dihasilkan status kondisi kesehatan jantung. Kemudian modul wifi akan mengirimkan data ke aplikasi android untuk ditampilkan. Berdasarkan hasil rancangan dan dengan adanya sistem monitoring latihan kebugaran ini pengguna dapat menerapkan gaya hidup yang sehat dan memudahkan dalam melatih kebugaran secara riil time.Kebugaran jasmani merupakan suatu bentuk kemampuan dengan menyesuaikan berat dari tubuh manusia yang harus dipenuhi seseorang agar dapat melakukan segala aktivitas atau kegiatan sehari-hari tanpa ada rasa lelah ataupun gangguan pada tubuh. Kebugaran jasmani juga dapat digunakan untuk mengetahui bagaimana kondisi kesehatan jantung dari berapa kali pengguna melakukan gerakan beserta BPM (Beat per Minutes). Dalam melatih kebugaran jasmani ini terdapat beberapa gerakan yang dapat dilakukan, dalam aplikasi monitoring ini menggunakan gerakan push-up, squat, jumping jacks. Terkadang orang lupa dalam menghitung berapa kali mereka telah melakukan gerakan-gerakan tersebut bahkan tidak tahu berapa detak jantung yang mereka dapatkan selama latihan kebugaran. Dengan hal inilah dibangun sistem monitoring untuk melacak pergerakan tubuh beserta kondisi kesehatan jantung dalam latihan kebugaran jasmani yang menggunakan basis IoT atau kepanjangan dari Internet of Things. Sistem ini menggunakan aplikasi android dengan dihubungkan pada perangkat IoT yang lalu dihubungkan melalui sebuah modul wifi yaitu ESP8266 untuk mengirimkan data ke aplikasi android. Dengan adanya aplikasi monitoring latihan kebugaran berbasis iot diharapkan dapat membantu, memudahkan, memotivasi dalam berolahrag
Alat Monitoring dan Notifikasi Penggunaan Daya Listrik Rumah Tangga Berbasis Internet Of Things Menggunakan Blynk 2.0
Every year the number of electricity consumers continues to increase, but knowledge about electricity is still poorly understood, especially for consumers in the household aspect even though digital kWh meters have been applied, this causes the use of electrical energy to be less efficient. This study aims to create a monitoring tool for the use of electric power as well as a notification so that consumers can save electricity costs. The method used is research and development to improve existing products by testing their effectiveness. This tool uses the PZEM-004T module as a current and voltage reader sensor, and Blynk 2.0 as an internet of things platform. The test results show the tool can read the voltage with a difference of 0.7V and the current with a difference of 0.1433A. The tool can monitor electricity, and there are notifications on tools and smartphones in the form of warnings for 500 Watt usage, increasing the number of usages of Rp. 5000, and Offline conditions. The experiment of implementing the tool for 6 days, consumers were able to save electricity usage as much as 0.51kWh or equivalent to Rp.781.01 compared to without the tool.Setiap tahunnya jumlah konsumen listrik terus meningkat, tetapi pengetahuan tentang listrik masih kurang dimengerti terutama bagi konsumen aspek rumah tangga meskipun telah diterapkan kWh meter digital, hal ini menyebabkan penggunaan energi listrik kurang efisien. Penelitian ini bertujuan untuk membuat alat monitoring penggunaan daya listrik serta adanya notifikasi agar konsumen dapat melakukan penghematan biaya listrik. Metode yang digunakan adalah riset dan pengembangan untuk menyempurnakan produk yang telah ada dengan menguji keefektifannya. Alat ini menggunakan modul PZEM-004T sebagai sensor pembaca arus dan tegangan, serta Blynk 2.0 sebagai platform internet of things. Hasil pengujian menunjukkan alat dapat membaca tegangan dengan selisih 0,7V dan arus dengan selisih 0,1433A. Alat dapat melakukan monitoring pada listrik, serta terdapat notifikasi pada alat dan smartphone berupa peringatan pemakaian ≥500 Watt, bertambahnya jumlah pemakaian Rp.5000, dan keadaan Offline. Percobaan implementasi alat selama 6 hari, konsumen mampu menghemat penggunaan listrik sebanyak 0,51kWh atau setara dengan Rp.781,01 dibandingkan tanpa alat
Pengembangan Sistem Informasi Pengajuan ISBN di Perpustakaan Politeknik Caltex Riau
The ISBN (International Standard Book Number) application is one of the facilities provided by the Riau Caltex Polytechnic Library (PCR) to the academic community to assist the academic community to get ISBNs from the National Library. Until now, the ISBN application process for the Caltex Riau Polytechnic Publisher (PCR) has taken quite a long time. The author communicates via email sent to library staff, causing the author and staff have difficulty seeing the progress status of the ISBN application. Therefore, a library system was built to manage the ISBN management process for the Caltex Polytechnic Publisher. The system development uses Rapid Application Development (RAD) methodology. The development of the website using the RAD methodology requires a strong commitment between developers and users, so that the system can be completed within the specified time. The resulting system has been tested using the Black Box testing method and states that the system features are 100% running as expected.Pengajuan ISBN (International Standard Book Number) merupakan salah satu fasilitas yang disediakan Perpustakaan Politeknik Caltex Riau (PCR) kepada sivitas akademika untuk membantu sivitas akademika dalam pengurusan ISBN ke Perpustakaan Nasional. Selama ini, proses pengajuan ISBN Penerbit Politeknik Caltex Riau (PCR) memakan waktu yang cukup lama. Penulis melakukan komunikasi via email yang dikirimkan kepada staf perpustakaan, sehingga penulis maupun staf kesulitan dalam melihat status progres pengajuan ISBN. Oleh karena itu, dibangunlah sebuah sistem perpustakaan, yang dapat mengelola proses pengurusan ISBN Penerbit Politeknik Caltex. Pengembangan sistem dilakukan dengan menerapkan metodologi Rapid Application Development (RAD). Pengembangan sistem dengan metodologi RAD lebih sesuai diterapkan pada sistem berskala kecil, dan jangka pendek. Sistem yang dihasilkan telah diuji dengan menggunakan metode black box testing dan menyatakan bahwa fitur-fitur sistem 100% sudah berjalan sesuai dengan yang diharapkan
Rancang Bangun Website Monitoring Gain and Losses Bridger SSK II.
Perkembangan teknologi informasi tidak bisa kita hindari sehingga segala sektor usaha sudah memanfaatkan teknologi informasi untuk memudahkan dan mempercepat proses bisnis yang berjalan. Salah satunya adalah Pertamina DPPU SSK II Pekanbaru yang melakukan inovasi terhadap proses monitoring gain and lossess bridger dengan menggantikan proses manual menjadi proses yang menggunakan website. Pembangunan website menggunakan metode waterfall yang memiliki lima tahapan yang harus diselesaikan pertahap. Adapun tahapan dari waterfall adalah requirements, desain, coding, implementation, deployment, dan maintenance. Dengan adanya website yang ini sangat membantu pihak dari Pertamina DPPU SSK II Pekanbaru dalam membantu pihak pertamina DPPU SSK II efektif dan efisien dikarenakan kemudahan dalam mengakses website tersebut.
Kata kunci: Pertamina, Waterfall, Website
Penggunaan Metode FIFO pada Real-Time Monitoring Antrian Pendaftaran Pasien Puskesmas Berbasis Web
Antrian adalah suatu keadaan di mana seseorang harus menunggu gilirannya untuk mendapatkan pelayanan, yang terjadi akibat oleh sekelompok orang yang membutuhkan jasa pelayanan pada waktu yang bersamaan. Salah satu aktivitas mengantri terjadi pada saat melakukan pendaftaran pasien pada suatu Puskesmas. Di masa setelah pandemi, kita sebagai masyarakat di anjurkan untuk tetap melaksanakan protokol kesehatan, salah satunya adalah menjaga jarak (physical distancing) atau menghindari kerumunan. Namun, di beberapa tempat yang harus didatangi oleh masyarakat, seperti klinik atau puskesmas, kerumunan tidak bisa dihindari karena banyak masyarakat yang sakit dan harus mengantri untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. Disamping itu pelayanan yang cepat dan baik juga merupakan salah satu target layanan dari setiap tempat pelayanan publik termasuk puskesmas. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Pekanbaru, Puskesmas Rumbai merupakan tempat pelayanan kesehatan di wilayah Pekanbaru yang menangani 6 Kelurahan dengan jumlah penduduk kurang lebih 83 ribu jiwa. Setiap harinya rata-rata kunjungan ke puskesmas Rumbai adalah 35 - 60 pasien. Dalam upaya meningkatkan pelayanan kepada masyarakat maka dibangun sistem antrian online berbasis web dengan menggunakan bahasa pemrograman PHP dan My SQL sebagai databasenya. Aplikasi ini dengan menerapkan metode FIFO (First In First Out) yang berfungsi sebagai pendaftaran online sehingga setiap pasien untuk mendapatkan informasi nomor antrian dan perkiraan waktu pelayanan sehingga tidak perlu menunggu langsung di Puskesmas dalam waktu yang cukup lama. Aplikasi antrian yang dibuat dilengkapi dengan fitur monitoring laju antrian yang sedang berjalan yang dapat diakses secara real-time. Informasi nomor antrian diimplementasikan menggunakan SMS Gateway sebagai notifikasi setelah pengambilan antrian berhasil dilakukan. Hasil pengujian dari aplikasi ini berhasil dilakukan dengan 100% fitur berjalan sesuai dengan kebutuhan pengguna. Seluruh fungsi dalam aplikasi memiliki respond time yang baik, dengan pengujian yang dilakukan terhadap 10 user dengan masing-masing request sebanyak 10 dalam waktu 1 detik.Antrian adalah suatu keadaan di mana seseorang harus menunggu gilirannya untuk mendapatkan pelayanan, yang terjadi akibat oleh sekelompok orang yang membutuhkan jasa pelayanan pada waktu yang bersamaan. Salah satu aktivitas mengantri terjadi pada saat melakukan pendaftaran pasien pada suatu Puskesmas. Di masa after pandemi, kita sebagai masyarakat di anjurkan untuk tetap melaksanakan protokol kesehatan, salah satunya adalah menjaga jarak (Physical Distancing) atau menghindari kerumunan. Namun, di beberapa tempat yang harus didatangi oleh masyarakat, seperti klinik atau puskesmas, kerumunan tidak bisa dihindari karena banyak masyarakat yang sakit dan harus mengantri untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. Disamping itu pelayanan yang cepat dan baik juga merupakan salah satu target layanan dari setiap tempat pelayanan publik termasuk puskesmas. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Pekanbaru, Puskesmas Rumbai merupakan tempat pelayanan kesehatan di wilayah Pekanbaru yang menangani 6 Kelurahan dengan jumlah penduduk kurang lebih 83 ribu jiwa. Setiap harinya rata-rata kunjungan ke puskesmas Rumbai adalah 35 - 60 pasien. Dalam upaya meningkatkan pelayanan kepada masyarakat maka dibangun sistem antrian online berbasis web ini dengan menerapkan metode FIFO (First In First Out) yang berfungsi sebagai pendaftaran online sehingga setiap pasien akan mendapatkan informasi nomor antrian dan perkiraan waktu pelayanan sehingga tidak perlu menunggu langsung di Puskesmas dalam waktu yang cukup lama. Aplikasi antrian yang dibuat dilengkapi dengan fitur monitoring laju antrian yang sedang berjalan yang dapat diakses secara real-time. Hasil pengujian dari aplikasi ini berhasil dilakukan dengan 100% fitur berjalan sesuai dengan kebutuhan pengguna. Seluruh fungsi dalam aplikasi memiliki respond time yang baik, dengan pengujian yang dilakukan terhadap 10 user dengan masing-masing request sebanyak 10 dalam waktu 1 detik. Implementasi SMS Gateway sebagai notifikasi setelah pengambilan antrian sudah berhasil dilakuka
Implementasi Cloud Computing Cluster Menggunakan Ovirt Untuk Layanan Web
Cloud Computing Cluster consists of different servers, working together to ensure that downtime of critical resources is reduced to a minimum with the aim of ensuring that critical resources reach maximum availability which is known as high availability. For the implementation of cluster cloud computing requires a platform that has tools that can support these needs. One platform that can be used is Ovirt. Ovirt is an open source based virtualization solution, designed to manage the entire infrastructure of an agency. Ovirt uses the KVM hypervisor and is built on top of several other community projects, including libvirt, Gluster, PatternFly, and Ansible. Technically Ovirt can have Clustering technology and have High Availability in environments that use more than one hypervisor. Its usefulness is that if one hypervisor has a problem, the Virtual Machine (VM) in it can move to another hypervisor. The result of this research is the achievement of high availability on web server services where web services can still be accessed when two nodes are turned off and when one of the servers is turned off. CPU usage increases when there are multiple number of http requests when multiple nodes are shut down and also when one of the physical servers is shut down, the same thing happens to memory usage which increases by 1% when multiple nodes are shut down and also when one of the physical servers is shut downCloud Computing Cluster terdiri dari server yang berbeda dan bekerja sama untuk memastikan bahwa downtime dari sumber daya kritis dikurangi seminimal mungkin. Tujuannya yaitu memastikan bahwa sumber daya kritis mencapai ketersediaan maksimum yang disebut sebagai high availability. Untuk penerapan metode cluster cloud computing membutuhkan platform yang memiliki tools yang dapat menunjang kebutuhan tersebut. Salah satu platform yang dapat digunakan adalah Ovirt. Ovirt adalah solusi virtualisasi berbasis open source yang dirancang untuk mengelola seluruh infrastruktur instansi. Ovirt menggunakan hypervisor KVM dan dibangun di atas beberapa proyek komunitas lainnya, termasuk libvirt, Gluster, PatternFly, dan Ansible. Secara teknis Ovirt dapat memiliki teknologi Clustering dan memiliki High Availability pada environment yang menggunakan hypervisor lebih dari satu. Kegunaannya adalah jika salah satu hypervisor bermasalah maka Virtual Machine (VM) yang ada didalamnya dapat berpindah ke hypervisor lain. Hasil dari penelitian ini adalah tercapainya high availability pada layanan web server dimana layanan web masih dapat diakses saat ada dua node dimatikan dan saat salah satu server dimatikan. Penggunaan CPU dan memori meningkat 1% ketika ada beberapa jumlah permintaan http request saat beberapa node dimatikan dan juga saat salah satu server fisik dimatikan
Perbandingan Kinerja k-Nearest Neighbor dan Local Mean Distance k-Nearest Neighbor Pada Data Citra Covid-19
Corona Virus Disease 2019 (covid-19) merupakan pandemi dunia yang menimbulkan berbagai kerugian di dunia. Diagnosis covid-19 yang valid memerlukan waktu yang cukup lama dan hasil ini tidak sepenuhnya akurat. Salah satu cara untuk meningkatkan hasil akurasi adalah dengan menggunakan image classification. k-Nearest Neighbor (kNN) adalah salah satu Teknik klasifikasi yang paling banyak digunakan untuk melakukan pekerjaan tersebut, hanya saja kNN masih memiliki kelemahan. Untuk mengatasi kelemahan pada kNN, maka dilakukan modifikasi dengan menambahkan local mean dan distance weight, di mana varian kNN ini dikenal dengan nama Local Mean Distance Weight k-Nearest Neighbor (LMDWkNN). Oleh sebab itu, penelitian kali mencoba membandingkan kinerja kedua algoritma ini untuk melakukan image classification pada citra covid-19. Kinerja diukur berdasarkan nilai akurasi, precision, dan recall, di mana dari hasil pengujian terbukti bahwa kinerja LMDWkNN lebih baik dari pada kinerja kNN. Algoritma LMDWkNN mengalami peningkatan rata-rata sebesar 3.5% untuk nilai akurasi, 2.89% untuk precision, dan 3.54% untuk recall. Meskipun begitu kNN tetap mampu menghasilkan kinerja yang sama baiknya yang mana kinerja kNN akan sangat bergantung dari nilai k yang digunaka