Jurnal Komputer Terapan
Not a member yet
223 research outputs found
Sort by
Perancangan Dashboard Data Warehouse Mahasiswa Menggunakan Metode Nine Step Kimball
Politeknik Caltex Riau (PCR) sebagai sebuah perguruan tinggi swasta dengan 10 Program Studi telah mempunyai Sistem Akademik Mahasiswa. Salah satu dari program studi yang ada di Politeknik Caltex Riau yaitu Sistem Informasi. Berdasarkan hasil wawancara ke Kaprodi, selama ini monitoring akademik mahasiswa dilakukan dengan melihat tabel pada sistem akademik. Dalam melihat pola perkembangan akademik mahasiswa masih memiliki keterbatasan dimana belum adanya dashboard khusus nilai, Proyek akhir, TAK, kompen dan Carry over mahasiswa. Oleh karena itu didapatkan solusi merancang Data Warehouse yang dapat membantu pihak prodi Sistem Informasi dalam menganalisa data terkait akademik mahasiswa. Teknik Pemodelan yang digunakan adalah Fact Constellation. Diharapkan dengan adanya perancangan dan visualisasi ini membantu pihak prodi Sistem Informasi dalam menganalisa perkembangan data akademik mahasiswa.Politeknik Caltex Riau (PCR) sebagai sebuah perguruan tinggi swasta dengan 10 Program Studi telah mempunyai Sistem Akademik Mahasiswa. Salah satu dari program studi yang ada di Politeknik Caltex Riau yaitu Sistem Informasi. Berdasarkan hasil wawancara ke Kaprodi, selama ini monitoring akademik mahasiswa dilakukan dengan melihat tabel pada sistem akademik. Dalam melihat pola perkembangan akademik mahasiswa masih memiliki keterbatasan dimana belum adanya dashboard khusus nilai, Proyek akhir, TAK, kompen dan Carry over mahasiswa. Oleh karena itu didapatkan solusi merancang Data Warehouse yang dapat membantu pihak prodi Sistem Informasi dalam menganalisa data terkait akademik mahasiswa. Teknik Pemodelan yang digunakan adalah Fact Constellation. Diharapkan dengan adanya perancangan dan visualisasi ini membantu pihak prodi Sistem Informasi dalam menganalisa perkembangan data akademik mahasiswa
Pengukuran Kinerja Kubernetes Cluster pada Nested Virtualization Berbasi KVM
Kubernetes is an open-source container orchestration system that can be implemented in both physical and visualized infrastructure. In the implementation of virtualization, there are remaining resources that are not utilized optimally. One way to solve this problem is to implement Nested Virtualization. This study measures performance to analyze the resource usage (CPU, memory, disk, and network) of the Kubernetes cluster on KVM-based nested virtualization technology. The results of using standby and busy Kubernetes cluster memory in nested virtualization are higher, reaching 42% compared to only the Kubernetes cluster, which is 30%. CPU usage in standby and busy conditions in a Kubernetes cluster is higher at 65% compared to a Kubernetes cluster in Nested Virtualization, which is 36%. The high latency result is 237 ms on a Kubernetes cluster compared to a Kubernetes cluster on Nested Virtualization which is 40 ms. The disk read and write speeds of Kubernetes cluster technology are 410 MB/sec and 397 Mb/sec, while the Kubernetes cluster in Nested Virtualization is 116 MB/sec and 597 MB/sec. The network speed for downloading and uploading in a Kubernetes cluster is higher, namely, 39.1 Mbit/s and 53/94 Mbit/s, while the Kubernetes cluster in Nested Virtualization is 35.54 Mbit/s and 53.58 Mbit/s.Kubernetes sebagai sistem orkestrasi container open-source yang dapat diimplementasikan dalam infrastruktur fisik dan infrastruktur tervisualisasi. Dalam implementasi virtualisasi, masih terdapat sisa sumber daya yang tidak dimanfaatkan secara maksimal. Salah satu cara untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan menerapkan Nested Virtualization. Penelitian ini melakukan pengukuran kinerja untuk menganalisis penggunaan sumber daya (CPU, memori, disk dan network) kubernetes cluster pada teknologi nested virtualization berbasis KVM. Hasil penggunaan memori keadaan stanby dan busy kubernetes cluster pada nested virtualization lebih tinggi yaitu mencapai 42% dibandingkan dengan hanya kubernetes cluster yaitu 30%. Penggunaan CPU dalam keadaan stanby dan busy pada kubernetes cluster lebih tinggi yaitu 65% dibandingkan kubernetes cluster pada Nested Virtualization yaitu 36%. Hasil latency tinggi yaitu 237 ms pada kubernetes cluster dibandingkan kubernetes cluster pada Nested Virtualization yaitu 40 ms. Kecepatan baca dan tulis disk pada teknologi kubernetes cluster yaitu 410 MB/sec dan 397 Mb/sec, sementara kubernetes cluster pada Nested Virtualization yaitu mencapai 116 MB/sec dan 597 MB/sec. Kecepatan network untuk download dan upload pada kubernetes cluster lebih besar yaitu 39.1 Mbit/s dan 53/94 Mbit/s sementara kubernetes cluster pada Nested Virtualization yaitu 35.54 Mbit/s dan 53.58 Mbit/s
Implementasi Algoritma Random Forest Regression untuk Memprediksi Hasil Panen Padi di Desa Minanga
Minanga Village, Bambang District, Mamasa Regency, the people of which cultivate rice plants, usually the yields fluctuate each season, which often decreases or increases unstable. This research is expected to assist in predicting rice yields in accordance with pre-existing criteria and data such as land area, number of seeds, type of fertilizer, rainfall, pests and weeds, pest and weed control, and the rice planting system used (jajar legowo) , by applying the Random Forest Regression algorithm. Evaluation of algorithm performance is measured using Root Mean Squared Error (RMSE), Mean Absolute Percentage Error (MAPE) and the coefficient of determination (R²), the results of the Random Forest model obtained from 9 trees, the variable that has the highest value on the variable importance is the variable land area. So that from this model an accuracy value of 95.11% is obtained, the MAPE value in this model is 4.884%, the RMSE value is 0.250 and the R² value is 0.99.Desa Minanga, Kecamatan Bambang, Kabupaten Mamasa penduduknya melakukan budidaya tanaman padi yang biasanya hasil panen setiap musimnya mengalami fluktuasi yang seringkali terjadi penurunan atau pun peningkatan yang tidak stabil. Penelitian ini diharapkan dapat membantu dalam memprediksi hasil panen padi sesuai dengan kriteria dan data yang ada sebelumnya seperti luas lahan, jumlah bibit, jenis pupuk, curah hujan, hama dan gulma, pengendalian hama dan gulma, dan sistem penanaman padi yang digunakan (jajar legowo), dengan menerapkan algoritma Random Forest Regression. Evaluasi kinerja algoritma diukur dengan menggunakan Root Mean Squared Error (RMSE), Mean Absolute Percentage Error (MAPE) dan koefisien determinasi (R²), hasil dari model Random Forest yang didapatkan dari 9 pohon, variabel yang memiliki nilai paling tinggi pada variabel importance adalah variabel luas lahan. Sehingga dari model tersebut diperoleh nilai akurasi 95,11%, Nilai MAPE pada model ini yaitu 4,884%, nilai RMSE yaitu 0,250 dan nilai R² yaitu 0.99
the Comparison of Pixel Size and Anatomy Information of Radiograph Digital Image using DICOM viewer and Whatsapp
Technological advancement provides the biggest impact on the administration and information delivery system in hospitals. The adoption of a Paperless policy by hospitals demands that all activities involving information delivery to be done digitally. The availability of relevant media such as smartphones serve to support the adoption of such a policy. Patients who required the services of the Radiology Facility used to be given printed rontgen images to assist their doctors in their diagnosis, but with the emergence of digitalization, the patients are now provided with digital images that are distributed via WhatsApp. Such a method can also be applied to Radiograph interpretation, where information can be delivered remotely through the usage of PACs and/or WhatsApp. The interpretation standard for radiographs utilizes the DICOM Viewer, which means that recent social media developments offer an increased ease of access to the interpretation process by way of WhatsApp. The image that is sent via WhatsApp typically gets compressed, which consequently causes a loss of information in the image. This study aims to compare doctor’s opinions and image quality viewed between WhatsApp and DICOM viewer. This study is a quanitative comparative study through documentation, observation, and data collecting questionnaire. The study found that the image that was sent using WhatsApp suffered a decrease in size and pixel quantity. Therefore, the anatomical information provided by the two radiographs were different.Perkembangan ilmu pengetahuan memberikan dampak besar dalam administrasi dan penyampaian informasi kepada pasien di Rumah Sakit. Kebijakan Paperless yang di adopsi oleh rumah sakit menuntut kegiatan penyampaian infromasi dalam bentuk data digital. Hal ini didukung dengan tersedianya platform yang layak sebagai media penyampaian data yaitu telepon pintar. Pasien di Instalasi Radiologi selalunya diberikan sebuah gambaran hasil rontgen untuk dibawa pulang sebagai bahan rujukan yang dibawa kepada dokter pengirim atau untuk mendapatkan second opinion, namun digitalisasi mengharuskan pasien untuk pulang dengan radiograf digital yang dikirimkan dengan menggunakan whatsapp. Tidak hanya itu, pembacaan radiograf kini juga sudah dapat dilakukan jarak jauh dengan menggunakan platform PACS dan/atau Whatsapp. Standar pembacaan radiograf adalah dengan menggunakan DICOM viewer, namun dengan berkembangnya platform media sosial kini pengiriman data dapat dilakukan secara praktis menggunakan whatsapp. Pengiriman citra dengan menggunakan aplikasi ini akan menyebabkan terjadi kompresi data citra yang dapat mengurangi informasi pada citra. Hal ini tentunya dapat menyebabkan sulitnya bagi dokter spesialis radiologi untuk membaca informasi citra medis dalam menghasilkan interpretasinya. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan hasil ekspertise dokter spesialis radiologi dan kualitas citra menggunakan whatsapp dan DICOM viewer. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif komparatif melalui dokumentasi, observasi, dan kuisioner. Perbandingan ukuran pixel dan informasi anatomi citra radiograf digital antara DICOM Viewer dan Whatsapp didapatkan citra radiograf DICOM Viewer mengalami penurunan ukuran pixel dan size setelah citra radiograf dikirimkan ke Whatsapp, dan dari hasil pengujian informasi anatomi citra radiograf antara DICOM Viewer dan Whatsapp didapatkan perbedaan informasi anatomi citra radiograf digital antara DICOM Viewer dan Whatsapp
Implementasi GRE Over IPSec Tunnel VPN Menggunakan Fortigate
VPN adalah sebuah teknologi komunikasi yang menggunakan jaringan private (pribadi) yang dapat terhubung ke sebuah jaringan publik. Dengan cara tersebut, maka akan didapatkan hak dan pengaturan yang sama seperti halnya berada didalam jaringan lokal itu sendiri, walaupun sebenarnya menggunakan jaringan publik. Pada penelitian ini yang dipakai adalah protokol GRE over IPSec. GRE adalah protokol enkapsulasi yang secara default tidak mendukung keamanan enkripsi. Maka untuk menambahkan lapisan enkripsi di GRE Tunnel dengan dukungan IPSec dan protokol enkripsi IKEv2. Maka dibuat lah kombinasi antara GRE dan IPSec pada Fortigate yang memungkinkan pengguna untuk membuat jalur tuneling aman antara dua jaringan yang berbeda. Seluruh lalu lintas data yang melewati jalur tuneling akan dienkripsi menggunakan protokol IPSec. Setelah berhasil membangun VPN tunnel GRE Over IPSec, kemudian jaringan tersebut di uji. Hasil pengujian terhadap GRE Over IPSec tunnel VPN dengan protokol IKEv2 sudah berjalan dengan baik dan paket yang melalui tunnel tersebut sudah terenkripsi dengan aman. Sedangkan Dari hasil pengujian yang telah dilakukan terhadap performa jaringan GRE over IPSec pada Fortigate dilakukan untuk mengukur performa dari delay dan throughput paket yang dikirim, pengujian dilakukan dua kali pengujian yaitu upload dan download. Menurut THIPON dari jaringan yang dibangun termasuk kedalam kategori “sangat bagus”.VPN adalah sebuah teknologi komunikasi yang menggunakan jaringan private (pribadi) yang dapat terhubung ke sebuah jaringan publik. Dengan cara tersebut, maka akan didapatkan hak dan pengaturan yang sama seperti halnya berada didalam jaringan local walaupun sebenarnya menggunakan jaringan publik. Pada penelitian ini, protocol yang digunakan adalah protokol GRE over IPSec. GRE adalah protokol enkapsulasi yang secara default tidak mendukung keamanan enkripsi. Maka untuk menambahkan lapisan enkripsi di GRE Tunnel digunakanlah IPSec dan protokol enkripsi IKEv2. Oleh karena itu, diimplementasikanlah kombinasi antara GRE dan IPSec pada Fortigate yang memungkinkan pengguna untuk membuat jalur tuneling aman antara dua jaringan yang berbeda. Seluruh lalu lintas data yang melewati jalur tuneling akan dienkripsi menggunakan protokol IPSec. Selain keamanan, performa jaringan juga menjadi hal yang penting dalam membangun jaringan GRE over IPSec yang efektif dan efisien. Penggunaan protokol keamanan seperti IPSec dapat mempengaruhi performa jaringan karena proses enkripsi dan dekripsi data dapat memakan waktu dan sumber daya yang signifikan. Setelah berhasil membangun VPN tunnel GRE Over IPSec, kemudian jaringan tersebut diuji. Hasil pengujian terhadap GRE Over IPSec tunnel VPN dengan protokol IKEv2 sudah berjalan dengan baik dan paket yang melalui tunnel tersebut sudah terenkripsi dengan aman. Selain itu, juga dilakukan pengujian terhadap performa jaringan GRE over IPSec pada Fortigate untuk mengukur delay dan throughput paket yang dikirim. Pengujian dilakukan melalui dua proses pengujian yaitu upload dan download dengan berbagai jenis paket data seperti teks, gambar, suara dan video. Berdasarkan hasil pengujian, delay berada pada nilai <150 ms dan throughput berada pada nilai >100 bps. Berdasarkan, standar yang dikeluarkan oleh THIPON, delay dan throughput termasuk kedalam kategori “sangat bagus”
DeepSun: Klasifikasi Fase Cahaya Matahari Berdasarkan Warna Menggunakan CNN
The research is based on the DeepSun method, a system that uses Convolution Artificial Neural Networks (CNNs) to classify the phases of sunlight by color. Light phases such as the Golden Hour, Blue Hour, and Pink Hour have distinctive visual characteristics, and identifying these light phases automatically can provide a better understanding of the mood and aesthetics of an image. The proposed approach uses a dataset consisting of images collected during various sunlight conditions. The data is annotated with the appropriate light phase label. CNNs are used to extract important features from these images. Then, those features are used as inputs for classifiers trained using machine learning algorithms. Experiments were conducted to evaluate the performance of the DeepSun system. The results obtained show that this system is able to classify the phases of sunlight with a high degree of accuracy. Misclassification mainly occurs when light conditions are very similar between certain phases. However, by increasing the amount of training data and improving the CNN architecture, the accuracy rate can be further improved. With the ability to classify the phases of sunlight. With the ability to classify the phases of sunlight automatically, DeepSun can help users to choose the right time to take quality pictures. In addition, the system can also be used to improve automatic image processing and editing based on the desired light phase.Penelitian ini berbasis metode DeepSun, sebuah sistem yang menggunakan Jaringan Syaraf Tiruan Konvolusi (CNN) untuk mengklasifikasikan fase cahaya matahari berdasarkan warna. Fase cahaya seperti Golden Hour, Blue Hour, dan Pink Hour memiliki karakteristik visual yang khas, dan mengidentifikasi fase cahaya ini secara otomatis dapat memberikan pemahaman yang lebih baik tentang suasana dan estetika suatu gambar. Pendekatan yang diusulkan menggunakan dataset yang terdiri dari gambar-gambar yang dikumpulkan selama berbagai kondisi cahaya matahari. Data tersebut dianotasi dengan label fase cahaya yang sesuai. CNN digunakan untuk mengekstraksi fitur-fitur penting dari gambar-gambar ini. Kemudian, fitur-fitur tersebut digunakan sebagai input untuk pengklasifikasi yang dilatih menggunakan algoritma pembelajaran mesin. Eksperimen dilakukan untuk mengevaluasi kinerja sistem DeepSun. Hasil-hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa sistem ini mampu mengklasifikasikan fase cahaya matahari dengan tingkat akurasi yang tinggi. Kesalahan klasifikasi terutama terjadi saat kondisi cahaya yang sangat mirip antara fase-fase tertentu. Namun, dengan meningkatkan jumlah data latih dan peningkatan arsitektur CNN, tingkat akurasi dapat ditingkatkan lebih lanjut. Dengan kemampuan untuk mengklasifikasikan fase cahaya matahari secara otomatis, DeepSun dapat membantu pengguna untuk memilih waktu yang tepat dalam mengambil gambar yang berkualitas. Selain itu, sistem ini juga dapat digunakan untuk meningkatkan pemrosesan gambar otomatis dan pengeditan yang berbasis pada fase cahaya yang diinginkan
Implementasi Cloud Computing Cluster Menggunakan Microstack Untuk Layanan Web
Cloud Computing is a network/internet-based computerized system, where resources, software, information and applications are provided for use by other computers in need. Cloud Computing is often used by companies to support the company\u27s web services. The problem that is often experienced in cloud computing is downtime. Where this problem occurs because the file system or web server is an error and does not have a backup. This problem can be overcome by means of cloud computing cluster techniques that can provide web services that have high availability. Clusters consist of different servers working together to ensure that downtime of critical resources is reduced to a minimum with the aim of ensuring that critical resources reach maximum availability which is known as high availability. For the implementation of cloud computing clusters, we need a platform that has tools that can support these needs. One of the platforms that can be used is OpenStack, OpenStack is a free software and open-source software platform for cloud computing, mostly used as Infrastructure as a Service (IaaS) . One of the packages released by OpenStack is MicroStack which contains tools from OpenStack to build clusters in cloud computing. The result of this research is the achievement of high availability on web server services where web services can still be accessed when two nodes are turned off and when one of the servers is turned off. CPU usage increases when there are multiple number of http requests when multiple nodes are shut down and also when one of the physical servers is shutting down. Memory usage also increases when multiple nodes are shut down and also when one of the physical servers is shutting down.Cloud Computing adalah sistem komputerisasi berbasis jaringan/internet, dimana suatu sumber daya, software, informasi dan aplikasi disediakan untuk digunakan oleh komputer lain yang membutuhkan. Cloud Computing sering digunakan oleh perusahaan untuk menunjang layanan web perusahaan tersebut . Permasalahan yang sering dialami dalam cloud computing adalah downtime . Dimana permasalahan ini terjadi karena file system atau sever web tersebut error dan tidak memiliki backup . Permasalahan ini dapat di atasi dengan cara teknik cluster cloud computing yang dapat menyediakan layanan web yang memiliki high availability . Cluster terdiri dari server yang berbeda bekerja sama untuk memastikan bahwa downtime dari sumber daya kritis dikurangi seminimal mungkin dengan tujuan yaitu memastikan bahwa sumber daya kritis mencapai ketersediaan maksimum yang disebut sebagai high availability . Untuk penerapan cluster cloud computing kita membutuhkan platform yang memiliki tools yang dapat menunjang kebutuhan tersebut . Salah satu platform yang dapat digunakan adalah OpenStack , OpenStack adalah perangkat lunak bebas dan open-source software platform untuk cloud computing, sebagian besar digunakan sebagai Infrastructure as a Service (IaaS) . Salah satu package yang dirilis OpenStack adalah MicroStack yang berisi tools dari OpenStack untuk membangun cluster pada cloud computing. Hasil dari penelitian ini adalah tercapainya high availability pada layanan web server dimana layanan web masih dapat diakses saat ada dua node dimatikan dan saat salah satu server dimatikan. Penggunaan CPU meningkat ketika ada beberapa jumlah permintaan http request saat beberapa node dimatikan dan juga saat salah satu server fisik dimatikan .Penggunaan memori juga meningkat ketika ada beberapa node dimatikan dan juga saat salah satu server fisik dimatikan
Rancang Bangun Aplikasi Computer-based Test (CBT) serta Optimasinya Menggunakan Cache dan Queue Job
Examinations in schools that still use paper require a great deal of time, effort and money to implement, especially in the activities of printing, duplicating and distributing exam questions to students who will take the exam. Therefore, we need a system that can facilitate the filling, duplication and distribution of questions at a small cost. Based on these problems, a web-based CBT application was built that can be accessed anywhere and anytime and can work on multiple platforms (multi-platform). This system was built using the prototyping method to make it easier for developers and users to develop applications from the initial prototype to the production stage. In practice, this application is expected to be able to accommodate exam activities for all students in the school at the same time. Based on this, the application that is made must have reliability and accuracy starting from the process of carrying out the exam to displaying the results. Researchers apply a cache and queue job system to the application to get maximum results. From the results of tests that have been carried out in three stages, the results show that this web-based CBT application is able to accommodate exam activities in schools with a total of 250 students in one exam session and can display a recap of exam results from all participants.Pelaksanaan ujian di sekolah yang masih menggunakan kertas memerlukan waktu, tenaga dan biaya yang besar dalam penerapannya, terutama dalam aktifitas pencetakan, penggandaan dan distribusi soal ujian kepada siswa yang akan mengikuti ujian. Oleh karena itu, diperlukan sebuah system yang dapat memudahkan pengisian, penggandaan dan distribusi soal dengan biaya yang kecil. Berdasarkan permasalahan tersebut, dibangunlah sebuah aplikasi CBT berbasis web yang dapat diakses dimanapun dan kapanpun serta dapat bekerja pada banyak platform (multi-platform). Sistem ini dibagun dengan metode prototyping untuk memudahkan pengembang dan pelanggan dalam pengembangan aplikasi mulai dari purwarupa awal hingga tahap produksi. Pada penerapannya, aplikasi ini diharapkan mampu mengakomodir kegiatan ujian untuk seluruh siswa yang ada di sekolah disaat bersamaan. Berdasarkan hal tersebut, aplikasi yang dibuat harus memiliki kehandalan dan keakuratan mulai dari proses pelaksanaan ujian hingga menampilkan hasil. Peneliti menerapkan sistem cache dan queue job pada aplikasi untuk mendapatkan hasil maksimal. Dari hasil pengujian yang telah dilakukan sebanyak tiga tahap, diperoleh hasil yang menunjukkan bahwa aplikasi CBT berbasis web ini sanggup mengakomodir kegiatan ujian di sekolah dengan jumlah 250 siswa dalam satu sesi ujian serta dapat menanmpilkan rekap hasil ujian dari seluruh peserta
Rancang Bangun Alat Mobile Smart Trash Bin Menggunakan Raspberry Pi
People\u27s living standards are increasing with the development of the global economy, so that the production of domestic waste is increasing from year to year. However, in waste processing there is still a problem of mixing waste in landfills where hazardous waste is still mixed so that it can cause the spread of covid. Currently the trend is starting to shift to smart devices that use the Internet of Things to solve common problems such as waste management problems. In this study, a Mobile Smart Trashbin is proposed which can reduce direct interaction because it has an automatic opening and closing feature, can sort waste into hazardous and harmless, can transmit waste weight data, and can be controlled remotely and equipped with livestream. The developed system is tested by the methods of functionality testing, performance testing, and connectivity testing. Functionality testing gives the result that the whole system can work. Performance testing on the ultrasonic sensor results in an accuracy rate of 97.18%, the MG995 servo motor is at 100%, the weight sensor has an accuracy rate of 98.65%, and the use of batteries in standby can work for 13 hours 3 minutes 40 seconds and in a running state can work for 1 hour 56 minutes 42 seconds. The connectivity test of the average delay of robot control when given a command is 103.4ms, and the delay in sending waste weight data is 112.8ms.Standar hidup masyarakat semakin meningkat dengan adanya perkembangan ekonomi global, sehingga produksi sampah domestik menjadi semakin meningkat dari tahun ke tahun. Namun dalam pengolahan sampah masih terdapat masalah dimana masih tercampurnya sampah berbahaya sehingga dapat menyebabkan penyebaran covid saat ini. Saat ini tren mulai bergeser ke perangkat pintar yang menggunakan Internet of Things untuk mengatasi masalah umum seperti masalah pengolahan sampah. Dalam penelitian ini diusulkan sebuah mobile smart trash bin yang dapat mengurangi interaksi secara langsung karena memiliki fitur buka tutup otomatis, dapat memilah sampah menjadi berbahaya dan tidak berbahaya, dapat mengirimkan data berat sampah, dan dapat dikendalikan dari jarak jauh dengan dilengkapi livestream video. Sistem yang dikembangkan diuji dengan metode pengujian fungsionalitas, pengujian performa, dan pengujian konektifitas. Pengujian fungsionalitas memberikan hasil bahwa keseluruhan sistem dapat bekerja. Pengujian performa pada sensor ultrasonik memberikan hasil tingkat keakurasian sebesar 97,18%, servo motor MG995 berada di angka 100%, sensor berat memiliki tingkat keakurasian 98,65%, dan penggunaan baterai dalam keadaan bersiap dapat bekerja selama 13 Jam 3 Menit 40 Detik dan dalam keadaan bekerja dapat bekerja selama 1 Jam 56 Menit 42 Detik. Pengujian konektivitas dari rata-rata delay kontrol robot ketika diberikan perintah adalah 103,4ms, dan delay pada pengiriman data berat sampah adalah 112,8ms
Rancang Bangun Game Mobile Edukasi Bina Diri untuk Anak Berkebutuhan Khusus Tunagrahita
Merancang dan membangun game edukasi sesuai dengan kebutuhan pengguna akan meningkatkan aspek dan kebermanfaatan positif dari game tersebut. Siswa tunagrahita memiliki tingkat cederdasan dibawah anak normal. mata pelajaran bina diri di SLB adalah bpelajaran yang diberikan kepada siswa tunagrahita agar mampu melaksanakan kegiatan sehari-hari dan mengurus dirinya sendiri . Tujuan penelitian merancang dan bangun game edukasi sesuai kebutuhan siswa tunagrahita, agar siswa senang dan tertarik belajar bina diri. Penelitian ini dilakukan di SLB Sri Mujinab Pekanbaru. Metode penelitian yang digunakan yaitu Research & Development (R&D), kemudian dilanjut kan dengan analisis kepuasan pengguna melalui kuesioner dan observasi lapangan. Wawancara dan diskusi dengan guru SLB Sri Mujinab dilakukan untuk pengumpulan data. Subjek penelitian adalah 30 orang siswa tunagrahita (10 siswa SD, 10 siswa SMP, 10 siswa SMA) SLB Sri Mujinab Pekanbaru. Perancangan dan pengembangan game telah berhasil dilakukan sesuai kebutuhan siswa tunagrahita dan 100% telah sesuai berdasarkan pengujian UAT dan validasi materi. Hasil pengujian kepuasan pengguna, 90% siswa tunagrahita Sri Mujinab menyatakan lebih suka dan menarik belajar bina diri melalui game.Designing a game according to user needs and evaluating the design will increase the positive aspects and positive benefits of the game. The self-development curriculum in schools is assistance given to students to be able to carry out daily activities and take care of themselves without help or dependence on others by optimizing their abilities. This research was conducted at SLB Srimujinab Pekanbaru. The research method in designing games is Research & Development (R&D). Games are designed according to the needs of Sri Mujinab Special School students identified through interviews and discussions with teachers. Observation of game testing that has been designed was tested on 30 mentally retarded students (10 elementary, 10 junior high, 10 high school) at Srimujinab SLB Pekanbaru. The results of the research have succeeded in building a self-development mobile game that is 100% valid from the functional side of UAT, content and material validation. Based on the results of field observations, students are very interested, happy and more concentrated when playing games with the help of voice instructions and also red arrows in the game. Games that have been designed can be used as interesting learning media at Srimujinab SLB Pekanbaru