Tekmapro: Journal of Industrial Engineering and Management
Not a member yet
108 research outputs found
Sort by
MODEL SISTEM DINAMIS UNTUK MENINGKATKAN SISTEM PERAWATAN MESIN PADA KONVEKSI XYZ
MODEL SISTEM DINAMIS UNTUK MENINGKATKAN SISTEM PERAWATAN MESIN PADA KONVEKSI XY
ANALISA RELIABILITY CENTERED MAINTENANCE (RCM) MESIN SABLON DIGITAL
Produktifitas dan efektifitas merupakan suatu hal yang sangat diperlukan pada setiap perusahaan, hal ini dibutuhkan karena akan menghasilakn tingkat keuntungan bagi perusahan. Produktifitas yang tinggi dapat di dukung dari salah satu faktor yaitu keandalan sebuah mesin, dimana mesin ini merupakan faktor penunjang suatu keberhasilan jalanya aktifitas produksi. Akibat dari produktfitas tinggi terjadi downtime pada mesin, pada penelitian ini obyek penelitian berfokus pada mesin sablon digital. Adapun tujuan dari penelitian ini penulis bermaksud menganlisaefektifitas mesin digital sablon. Salah satu metode yang sering digunakan yaitu Reliability Centered Maintenance (RCM). Berdasarkan hasil penelitian yang didapatkan oleh peneliti terdapat hasil nilai tertinggi dalam nilai RPN pada mesin sablon digital yaitu pada komponen Tube Tinta dan Komponen Tinfta Kapsul Filter sebesar 156 dan 52. Kemudian penelitian di lanjutkan kidentifikasi interval waktu pemeliharaan pada komponen- komponen tersebut agar diketahui berapa lama jarak waktu pemeliharaan, dan berdasarkan hasil penelitian maka didapatkan pada komponen Tube Tinta yaitu 19.325 Jam serta mengamai kegagalan sebanyak 12 kali untuk 6 bulan. Kemudian untuk komponen Kapsul Penyaring Tinta didapatkan hasil inter-val pemelihraan dan breakdown yaitu 20,740 jam dan juga 4 kali dalam 6 bulan
 
MANAJEMEN RISIKO K3 DENGAN METODE FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS (FMEA) DAN FAULT TREE ANALYSIS (FTA) UNTUK MENGIDENTIFIKASI POTENSI DAN PENYEBAB KECELAKAAN KERJA (Studi Kasus: Tahap II Pembangunan Gedung Laboratorium DLH Banyuwangi)
Suatu proyek bidang infrastruktur tentu mempunyai sasaran durasi pengerjaan yang wajib dilaksanakan dengan cepat serta tepat. Tetapi, pada faktanya selalu terdapat kendala yang membatasi pengerjaan proyek tersebut, salah satu pemicu terbentuknya keterlambatan dalam proyek bidang infrastruktur adanya kecelakan kerja. Pelaksanaan proyek pembangunan Gedung Laboratorium DLH Banyuwangi tahap II pada pekerjaan struktur terjadi beberapa kasus kecelakaan kerja yaitu tertinjak benda tajam yang dengan presentase kejadian 23%, kejatuhan barang dari atas dengan presentase kejadian 24%, jatuh terpeleset/tersandung dengan presentase kejadian 16%, terbentur barang keras dengan presentase kejadian 21%, terkena runtuhan bangunan 11%, dan terjatuh dari ketinggian dengan presentase kejadian 5% yang menyebabkan beberapa risiko. Kemudian dilakukan minimalisir dengan menerapkan manajemen risiko bidang kesehatan dan keselamatan kerja (K3) menggunakan metode FMEA dan FTA. Saat menerapkan metode FMEA ditemukan bahwa menginjak benda tajam merupakan mode kegagalan dengan hasil RPN paling tinggi, yaitu 36. Saat menerapkan FTA ditemukan 2 top event, 4 intermediete event, dan 5 basic event. Adapun upaya perbaikan yang dilakukan, yaitu dilakukannya briefing SOP kepada seluruh pekerja yang berada dilokasi, menerapkan aturan kerja, dan pengawasan rutin
PERANCANGAN EKSPERIMEN UNTUK MENEMUKAN PARAMETER TERBAIK ALGORITMA SIMULATED ANNEALING: STUDI KASUS VEHICLE ROUTING PROBLEM
Penelitian ini menentukan solusi VRP (Vehicle Routing Problem) yang sering muncul dalam dunia industri dengan menggunakan SA (Simulated Annealing). Trial and error pada setiap pengaturan parameter harus dilakukan untuk pencarian solusi optimal walaupun membutuhkan waktu lebih lama. Design of Experiment (DoE) tampaknya mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk menentukan solusi optimal dengan mengidentifikasi faktor-faktor penting serta interaksi apa pun yang mungkin ada di antara faktor-faktor tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji solusi terbaik dalam VRP yang diselesaikan oleh SA menggunakan desain statistik pendekatan eksperimental (DoE). Selanjutnya menggunakan 23 desain faktorial digunakan untuk mengidentifikasi 3 faktor pengaturan parameter SA dan pengaturan dua level. Faktor-faktor tersebut adalah metode swap, iterasi dan suhu maksimum serta pengaturan level tinggi dan rendah. Solusi optimal dari respon untuk swap dan iterasi maksimal berada pada level rendah dan faktor suhu berada pada level tinggi
ANALISIS TINGKAT KEPUASAN LAYANAN DISTRIBUSI PRODUK DUA KELINCI DENGAN METODE PHYSICAL DISTRIBUTION SERVICE QUALITY DAN POTENTIAL GAIN CUSTOMER VALUE DI PT. HASIL TUNAS CEMERLANG
Pelayanan merupakan kegiatan pemenuhan kebutuhan dan keinginan konsumen untuk memenuhi harapan dan kepuasan pelanggan. PT. Hasil Tunas Cemerlang merupakan sebuah perusahaan yang bergerak di bidang general distributor consumer. Saat ini, PT. Hasil Tunas Cemerlang khususnya distribusi pada produk Dua Kelinci yang mempunyai permintaan yang tinggi menerima aduan dari pelanggan dimana adanya beberapa kasus keterlambatan dan waktu pengiriman lama yang menyebabkan proses pendistribusian ke pelanggan terhambat, jumlah produk yang dikirim belum sesuai dengan pesanan, belum jelasnya informasi ketersediaan produk, dan lain-lain. Penelitian ini menggunakan metode Physical Distribution Service Quality (PDSQ) untuk mengukur tingkat kepuasan layanan distribusinya dan Potential Gain Customer Value (PGCV) untuk memberikan usulan perbaikan. Pada metode PDSQ diperoleh nilai IKP dengan nilai rata-rata persepsi untuk setiap dimensi didapat nilai sebesar 3,36 dan untuk rata-rata harapan sebesar 4,73. Diperoleh nilai Indeks Kepuasan Pelanggan yaitu 0,70 masuk kedalam kategori C atau Cukup Puas. Setelah dilakukan pemeringkatan dengan metode Potential Gain Customer Value maka diperoleh peringkat sebagai rekomendasi strategi perbaikan dengan lima (5) peringkat tertinggi yaitu Kecepatan Waktu Pengiriman Produk (T2) dengan nilai 9,72, atribut Informasi Ketersediaan Produk (A2) dengan nilai 9,12, Ketepatan Dalam Pengiriman Produk (T4) dengan nilai 9,04, Kondisi Jumlah Produk Sudah Sesuai Pesanan (C2) dengan nilai 8,70, Kecepatan Waktu Pelayanan Pemesanan (T1) dengan nilai 7,76
PEMETAAN IMPLEMENTASI KOLABORASI STAKEHOLDER DI OBJEK WISATA MAKAM SUNAN GIRI DENGAN ANALISIS SWOT DAN QSPM
Pada akhir tahun 2019 telah terjadi wabah Covid-19 secara global. Dengan adanya situasi pandemi Covid-19 ini banyak aspek atau sektor yang terdampak seperti sektor ekonomi, kesehatan, pendidikan, hiburan, dan pariwisata di Indonesia. Kabupaten Gresik merupakan salah satu kabupaten yang memiliki sejumlah potensi. Salah satunya yaitu potensi wisata. Jenis wisata di Kabupaten Gresik antara lain wisata ziarah, wisata tradisi, wisata seni budaya, dan wisata alam. Pada penelitian ini akan berfokus pada objek wisata ziarah yaitu Makam Sunan Giri. Sebelum terjadi pandemic covid-19 banyak pengunjung yang mendatangi Makam Sunan Giri, namun setelah pandemic covid-19 Makam Sunan Giri menjadi terdampak hingga mengakibatkan terjadinya penutupan objek wisata. Pada pertengahan tahun 2020, objek wisata Makam Sunan Giri mulai dibuka namun dengan beberapa Batasan. Peran stakeholder akan menjadi sangat penting dalam kebangkitan perekonomian Makam Sunan Giri. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pemetaan implementasi kolaborasi stakeholder Makam Sunan Giri yang akan diawali dengan identifikasi stakeholder yang terlibat beserta peran dan fungsinya, kemudian pemetaan implementasi kolaborasi antar stakeholder akan didekati dengan metode kuantitatif antara lain analisis SWOT dan QSPM. Hasil yang didapatkan dari analisis SWOT posisi oragnisasi Yayasan Pengelola Makam Sunan Giri berada di kuadra I dan dirumuskan empat strategi SO. Selanjutnya dari QSPM didapatkan nilai TAS tertinggi yaitu strategi 3 dimana pengembangan secara fisik perlu didukung penuh oleh stakeholder yang ada. Pemetaan implementasi kolaborasi antar stakeholder untuk menjalankan strategi tersebut juga telah dirumuskan
MODIFIED FMEA DALAM MANAJEMEN RISIKO RANTAI PASOK INDUSTRI BUDIDAYA LOBSTER AIR TAWAR
MODIFIED FMEA DALAM MANAJEMEN RISIKO RANTAI PASOK INDUSTRI BUDIDAYA LOBSTER AIR TAWA
ANALISIS PENGARUH FAKTOR-FAKTOR LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN DENGAN METODE PARTIAL LEAST SQUARE (PLS) DI PT. BENUA INDAH TUBAN (Studi Kasus Pegawai Produksi PT. Benua Indah Tu-ban)
Sumber daya manusia (SDM) ialah satu diantara beberapa faktor produksi yang mempunyai peran penting dalam suatu perusahaan karena mempunyai karakteristik yang begitu spesifik jika dibandingkan faktor lain. PT. Benua Indah Tuban adalah perusahaan yang menghasilkan produksi clay sebagai bahan dasar pupuk. Karyawan dalam perusahaan berikut kerap melakukan interaksi bersama lingkungan kerja yang sama dengan kondisi yang berubah-ubah. Kinerja karyawan PT. Benua Indah Tuban selama bulan Januari-Oktober 2020 mengalami penurunan. Dengan demikian diperlukan penelitian tentang pengaruh faktor – faktor lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan PT. Benua Indah sehingga dapat meningkatkan kinerja karyawan bagian produksi. Penelitian ini menggunakan lingkungan sosial, lingkungan fisik, dan lingkungan organisasional sebagai faktor yang mempengaruhi kinerja karyawan, untuk analisa data maka digunakan uji model dengan memanfaatkan aplikasi Smart PLS. Metode penelitian ini menggunakan 50 sampel dengan memakai sampel bersamaan dengan populasi atau yang biasa disebut sampel jenuh. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa variabel lingkungan fisik memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja sebesar 64,2% dan lingkungan organisasional berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja sebesar 28,6%. Sedangkan variabel lingkungan sosial tidak mempengaruhi secara signifikan terhadap kinerja sebesar -3,9%. Model prediksi dari hasil penelitian ini mampu menjelaskan variabel kepuasan pelanggan sebesar 63,2% (R2= 0,632)
PENGUJIAN USABILITY ANTAR GENDER PADA MOBILE WEBSITE MARKETPLACE MENGGUNAKAN SYSTEM USABILITY SCALE
Salah satu kemajuan yang dirasakan pada era globalisasi adalah timbulnya mobile website marketplace yang digunakan oleh konsumen untuk memudahkan dalam berbelanja. Banyak website martketplace yang bersaing untuk mendapatkan perhatian dari konsumen. Marketplace yang muncul semakin massif saat ini tidak jarang membuat para konsumen bingung dalam memilih mobile website marketplace yang akan digunakan. Disamping itu masih terdapat beberapa error yang timbul disebabkan oleh konsumen tidak mengerti atau kurang familiar dengan penggunaan menu atau ikon yang muncul di aplikasi mobile website. Salah satu upaya untuk mengukur kemudahan mobile website marketplace adalah dengan menentukan skala usabilitas. System usability scale merupakan alat ukur yang ringkas untuk mengukur persepsi subjektif pengguna terhadap usability suatu sistem. Penelitian ini bertujuan melakukan pengujian pada salah satu mobile website marketplace dengan menggunakan 120 responden sebagai sampel pengujiannya. Hasil penelitian diketahui bahwa aplikasi mobile website marketplace memiliki nilai usability scale 76.25 satuan yang artinya bahwa para konsumen merasakan kemudahaan dalam menggunakan mobile website marketplace dan tidak mengalami permasalahan dalam menggunakannya
The Effect of Availability Bias and Representativeness Bias on Investment Decisions Among Millennials and Gen Z in Indonesia
The investment represents a more advanced financial activity than solely depositing funds in a bank for safekeeping. The investment is anticipated to mitigate the effect of inflation on the fluctuation of the currency's worth. Millennials and Generation Z are demographic cohorts that significantly affect the capital market; nonetheless, numerous individuals within these generations exhibit imprudent investment behaviour, primarily attributable to biases in their investment decisions. The research aimed to critically examine prior studies employing different methods to further the understanding of availability bias and representativeness bias in Indonesia. The study utilised a quantitative method. The participants of this study consisted of investors from the Gen Z and millennial cohorts in Indonesia. The sample size in this investigation consisted of 120 samples. The sampling technique employed in this study was purposive sampling, namel7 a strategy selecting participants based on predetermined criteria. The study's criteria encompassed individuals classified as investors, falling within the age range of 17 to 35 years, and possessing a minimum of 6 months of expertise in the field of investment. This study's findings indicated that bias availability and bias affected statistically significant and positively affected investment decision-making among millennials and Gen Z individuals in Indonesia. The data revealed that 14.7% of investment decisions are affected by variables related to availability bias and representativeness bias, with the remaining 85.3% being affected by other variables.