Jurnal Ilmiah Pendidikan Lingkungan dan Pembangunan
Not a member yet
129 research outputs found
Sort by
Pengaruh Kebijakan Pencemaran Udara Transportasi terhadap Nilai Indeks Kualitas Udara di DKI Jakarta
Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) adalah program yang dibuat oleh PBB dengan 5 dari 17 tujuan yang terkait dengan masalah polusi udara. DKI Jakarta merupakan provinsi dengan kepadatan penduduk yang tinggi dan sebagian besar nilai Indeks Kualitas Udara (IKU) pada tahun 2011-2021 berada pada posisi terendah di Indonesia. Sektor transportasi menyumbang 75% dari total emisi, menjadikannya sumber utama emisi. Kesenjangan antara ekspektasi kebijakan pencemaran udara dengan kenyataan nilai IKU menjadi isu yang diangkat dalam penelitian ini. Metode penelitian yang digunakan adalah pemodelan, yang merupakan perpaduan antara metode kuantitatif dan kualitatif. Data yang dikumpulkan merupakan data sekunder time series tahun 2011-2021 dari berbagai dokumen publikasi pemerintah dan berbagai dokumen regulasi terkait sektor transportasi. Pemodelan dilakukan dengan perangkat lunak Powersim10 dan divalidasi dengan metode means of absolute error (MEA). Kemudian dibangun skenario dari berbagai penelitian terdahulu dan simulasi model untuk meningkatkan nilai IKU. Model berhasil dibangun dengan eror sebesar 7,96% dan disimulasikan hingga tahun 2045. Dibentuk tiga skenario yaitu pesimis, moderat, dan optimis untuk peningkatan kualitas udara. Skenario pesimis diusulkan sebagai skenario yang akan diimplementasikan
PERUBAHAN STATUS SOSIAL TERHADAP WILAYAH PERINDUSTRIAN DI KOTA SIDOARJO
Humans are dynamic social creatures. As social beings, there are elements that make up the structure as in the structural theory of conflict from Ralph Dahrendorf. The elements that exist in the motives of each community group certainly have different purposes, interests, and goals. This study aims to determine the factors that influence the occurrence of social mobility of the farming population towards industrial areas in Sedati District, Sidoarjo. Data were collected using quantitative methods using questionnaires and analyzed using scoring analysis techniques using the Guttman scale and descriptive analysis. The results of the analysis show that the structural conflicts that occur to the farming population in Sedati District occur due to changes in the physical conditions of the area and changing community structures
Conflict, Peace, and Sustainable Development Case Study: The Dichotomy of Abdul Latif Forest Park, Sinjai Regency
As outlined in the 2015-2025 Long-Term Development Plan (RPJP) of Sinjai Regency, which is also regulated by the 2012 Regulation of the Minister of Environment and Forestry regarding Facilities and Infrastructure in Tahura Nature Tourism. Although the implementation of the Abdul Latif Grand Forest Park campsite construction was legally sound, the development faced opposition from local indigenous communities and environmental activists concerned that it would harm local values, as the forest is considered sacred. Ecologically, the development will alter the natural structure, leading to deforestation, an increased risk of landslides, and the obstruction of access to water for plantation and community agricultural purposes. This opposition is further reinforced by the area's status as a protected forest, as well as the presence of the endemic Anoa animal, which also factors into the decision to reject the development. This study employs a case study approach to achieve a thorough understanding of the examined events. The study's findings suggest that the conflict between the government and local indigenous communities stems from a mismatch between the current policy and the values that should be upheld, in addition to the lack of extensive communication among the local government, local indigenous communities and environmental activists
Membentuk Kewarganegaraan Ekologis melalui Pendidikan Lingkungan berbasis Kegiatan Masyarakat
ABSTRACT
This study aims to analyze the formation of the concept of ecological citizenship through community activity-based environmental education. This research was conducted in Talang Bubuk Village, Plaju District, Palembang City, South Sumatra Province. Data collection techniques were carried out through documentation and observation. Data analysis was performed using the Miles, Huberman & Saldana qualitative data analysis technique. Data analysis includes data reduction, data presentation and conclusion. The results of the study show that environmental education which is carried out on the basis of community activities is able to make people care more about the environment in which they live so that indirectly they have been able to form ecological citizenship in the community
Pengaruh Industri dan PLTU, serta PDRB Hijau sebagai Upaya Pengelolaan Lingkungan di Provinsi Banten
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh keberadaan industri dan PLTU terhadap lingkungan di Provinsi Banten. Dengan analisis menggunakan metode DPSIR, diketahui impact dari emisi yang dihasilkan dari pembakaran batubara sebagai bahan baku PLTU serta dari industri adalah gangguan sistem pernafasan sebagai efek paling ringan, serta risiko kematian dini sebagai efek paling berat. Response yang telah dilakukan Pemerintah Provinsi Banten lebih banyak dari sisi hilir, seperti evaluasi, pembinaan, pengawasan serta penurunan beban pencemaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi upaya dari sisi hulu, yaitu perencanaan dan kebijakan yang tidak hanya berorientasi pada pembangunan ekonomi dan pencapaian target nasional saja, tetapi sektor lingkungan dan sosial juga dapat diinternalisasi. Salah satu upaya yang dapat dipertimbangkan adalah perhitungan PDRB hijau. Hasil perhitungan PDRB hijau di Provinsi Banten tahun 2018 sebesar Rp 396,6 T atau 91,4% dari nilai PDRB konvensional. Dengan hasil perhitungan PDRB hijau diharapkan dapat memberikan pemahaman pentingnya internalisasi lingkungan dalam pembanguna
Objective Dimensions on Fishermen's Quality of Life
The purpose of this study was to find out fishermen’s quality of life construct validity used survey by involving 44 fishermen in Cimalaya, Karawang. Data analyzed by correlations test, cronbach’s alpha and factor analysis (CFA). The Study results revealed that there were four objective dimensions of fishermen’s quality of life that can be seen from the indicators: (1) income with value of 0.455; (2) Marital status with value of 0.545; (3) Health status with value of 0.691; and (4) Social relationship with value of 0.638. Those values were good since they were above 0.4 or had little tolerance to above 0.25. For this reason, the objective dimensions of quality of life can be measured in terms of harmony and ability which is the integration of quality of life
Systematic Literature Review: Analisis Collaborative Governance Dalam Program Adiwiyata Sekolah
Adiwiyata Sekolah merupakan bentuk komitmen pemerintah melalui pendidikan, terhadap pengelolaan dan perlindungan lingkungan melalui kebijakan yang dibuat oleh pemerintah pada Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 5 Tahun 2013 diterjemahkan menjadi program sekolah Adiwiyata, dan telah berganti dengan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor P.52/Menlhk/Setjen/Kum.1/9/2019 tentang Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah. Tujuan penelitian ini, untuk melihat bentuk kolarasi yang dilakukan sebagai bentuk kerjasama antara pemerintah dan berbagai pihak, dalam mencapai tujuan adiwiyata sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif (meta-analisis), dengan metode Sistematik Literature Review. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tinjauan pustaka, dengan menggunakan database google scholar dan menggunakan aplikasi publish or perish, reference manager mendeley. Hasil penelitian ini yaitu, diketahui bentuk kolaborasi antara berbagai pihak, serta peran-peran dalam pelaksanaan program adiwiyata. Sehingga, tercapainya sikap sadar lingkungan pada seluruh warga sekolah, sebagai upaya untuk menanggulangi kerusakan lingkungan
UIN Walisongo Green Campus Study: Implementation of Education Readiness in The Faculty of Science and Technology
This study investigated the level of readiness and any difficulties to developing a green campus at UIN WALISONGO, especially in the field of education. This mixed-method study requires data on both processes and outcomes. The information was a grade for faculty preparation in education according to UI Green Matric standard, and limitations in the faculty environment towards the green campus. The preparedness score was 3.6. level 3 means the faculty is ready but must solve various issues. Obstacle to developing a green campus include the absence of fair distribution of socialization from faculty to various levels and a lack of sustainability courses in most study programs. The faculty lacks a sustainability group that work under the dean. The faculty hopes to green the campus by maximizing the academic community.
 
Penerapan Konsep Green Building Pada Public Property Sebagai Upaya Menghadapi Climate Change
ABSTRACT
The concept of Green building is one of our efforts to maintain environmental and natural conditions so that they are not damaged and are in good condition. The building sector in Indonesia has a considerable contribution, especially in energy consumption, water consumption, land use, and several other problems that have the potential to have an impact on the environment, for this reason, it is necessary to apply a green building concept. Moreover, currently Indonesia is intensively improving infrastructure for the construction of public buildings. So it is hoped that the application of the green building concept to public property can be an effort to face climate change. This paper discusses the application of the concept of building to public property as an effort to face climate change. The study took a sample at the Jakarta International Stadium where with a literature review based on case studies with descriptive methods.
Keywords : Green building, Public property, Climate change, Jakarta International Stadium
ABSTRAK
Konsep Green building merupakan sebagai salah satu upaya kita untuk menjaga kondisi lingkungan dan alam supaya tidak rusak dan berada di dalam kondisi yang baik. Sektor bangunan di indonesia memiliki kontribusi yang cukup besar terutama dalam konsumsi energi, konsumsi air, pemakaian lahan, dan beberapa masalah lainnya yang memiliki potensi berdampak terhadap lingkungan, untuk itulah perlunya menerapkan suatu konsep bangunan hijau (green building). Terlebih saat ini Indonesia sedang gencar meningkatkan infrastruktur pembangunan bangunan umum. Sehingga harapannya penerapan konsep green building pada public property ini dapat menjadi upaya menghadapi climate change. Tulisan ini membahas tentang penerapan konsep building pada public property sebagai upaya menghadapi climate change. Penelitian mengambil sampel pada Jakarta International Stadium dimana dengan kajian literatur berdasarkan studi kasus dengan metode deskriptif.
Kata Kunci : Green building, Public property, Climate change, Jakarta International Stadiu
Hubungan Fasilitas Rumah Sakit terhadap Perencanaan Instalasi Pengolahan Air Limbah: Studi Kasus Rumah Sakit Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara
Pendekatan konseptual pembangunan Rumah Sakit (Rumkit) tentu berhubungan dengan pelayanan orang sakit di suatu daerah untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Klasifikasi Rumkit diatur berdasarkan fasilitas dan kemampuan pelayanannya sehingga berdampak pada desain besaran kuantitas pengolahan air limbah yang direncanakan. Penelitian ini menunjukkan hubungan fasilitas Rumkit terhadap perencanaan pengembangan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) di Rumkit Bombana, Kabupaten Bombana – Sulawesi Tenggara. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa Rumkit Bombana masuk klasifikasi Rumkit Kelas C dengan jumlah tempat tidur pasien sebanyak 142 buah dan 152 pegawai aktif sehingga dapat diketahui penggunaan air keseluruhan perharinya bila kondisi semua aktif di Rumkit Bombana yaitu sebesar 122542 L/hari atau 122,542 m3/hari dengan total debit alir air limbah yang masuk ke saluran pembuangan terpusat sebesar 98,03 m3⁄hari atau 0,00113 m3⁄s. Selanjutnya, desain IPAL yang baru direncanakan sistem pengolahan biofilter terpusat berbentuk cuboid dengan 7 unit pengolahan yang masing-masing memiliki volume yaitu 6,72 m3 pemisahan minyak, 72,00 m3 ekualisasi, 27,00 m3 pengendap awal, 90,00 m3 biofilter anaerob dan 4,60 m3 aerob, 27,00 m3 pengendap akhir, dan 1,4 m3 kontaktor klorinasi yang dapat disederhanakan menjadi 5 segmen bak pengolahan. Sistem IPAL ini dipilih karena lebih mudah, murah, aman dan rendah biaya operasionalnya untuk standar Rumkit tipe C