Civil Engineering Dimension (E-Journal)
Not a member yet
443 research outputs found
Sort by
MODEL STRATEGI PENAWARAN UNTUK PROYEK KONSTRUKSI DI INDONESIA
oai:puslit2.petra.ac.id:article/15500This research is a study on certain bidding strategy models, based on the maximum expected profit, as often used in developed countries. The models chosen for this research are: the Friedman model, the Gates model and the Ackoff & Sasieni model. Probability models to win were analyzed using discrete and normal distribution, and also with multi and single distribution.
Bidding strategy models are rarely used or even discussed by the Indonesian contractors, though it will be the contractors' need in the coming globalization era in 2000.
The chosen models were applied in various constructions tenders data obtained within the period 1994 - 1998. Two data sets were reserved for comparison purpose.
It was concluded that the Friedman model gave the lowest bid, especialy when used with the multi discrete distribution. On the other hand, the Gates model and the Ackoff & Sasieni model could give higher optimum mark up.
Abstract in Bahasa Indonesia :
Penelitian ini melakukan studi atas berbagai model strategi penawaran yang didasarkan pada expected profit maximum yang pernah muncul dan digunakan di negara maju. Dari antaranya dipilih model-model dari Friedman, Gates dan Ackoff & Sasieni. Model-model didekati dengan berbagai bentuk distribusi diskrit maupun normal, serta distribusi tunggal maupun ganda.
Model strategi penawaran selama ini belum banyak dibicarakan dan dibahas oleh pihak-pihak yang terlibat pada proyek konstruksi di Indonesia, padahal akan merupakan kebutuhan kontraktor dalam menghadapi tender terbuka pada era globalisasi di tahun 2000.
Model-model tersebut kemudian diterapkan pada sejumlah data tender konstruksi di Indonesia yang berhasil diperoleh dari tahun 1994 sampai 1998. Hasil perhitungan diuji dengan dua data yang memang disisihkan untuk pengujian model tersebut.
Dapat disimpulkan bahwa model yang menghasilkan penawaran paling rendah adalah oleh model Friedman, dan khususnya dengan distribusi diskrit yang berganda. Sebaliknya, model Gates atau Ackoff & Sasieni menghasilkan mark up optimum yang lebih tinggi.
Kata kunci : probabilitas menang, penawaran, expected profit, mark up
PEMODELAN BANGKITAN PERGERAKAN PADA TATA GUNA LAHAN SEKOLAH DASAR SWASTA DI SURABAYA
Elementary School is a common location for traffic congestion especially every morning. This condition can be avoided if the elementary school planner can predict the trip generation of that school. The aim of this research is to make a mathematical model of trip generation for elementary school land use at Surabaya.
Research has been done to eight private elementary school using Pearson Correlation Analysis, Simple Regression Analysis, and Stepwise Regression Analysis to obtain the most significant trip generation model. Arrival rate and service rate distribution was analyzed using Chi-Square Distribution Fitting method to obtain arrival rate and service rate characteristic.
From the analysis, the most significant trip attraction model is Y = -867,9 + 194.Log X1 + 274.Log X8 + 177.Log X5, in which Y is number of student vehicle, X1 is number of elementary student, X8 is total area of classroom, and X5 is classroom capacity. The most significant trip production model is Y= -797,2 + 311.Log X1 + 164.Log X8 +79.Log X15, in which Y is number of student vehicle, X1 is number of elementary student, X8 is total area of classroom, and X15 is ratio between number of teacher and classroom. Several elementary school characteristics that influence traffic congestion are: number of student, number of queue lane, number of entrance, and vehicle occupancy.
Abstract in Bahasa Indonesia :
Sekolah dasar merupakan salah satu lokasi yang sering mengalami masalah kemacetan lalulintas. Hal tersebut bisa dicegah bila pemilihan lokasi sekolah dilakukan dengan mempertimbangkan perkiraan bangkitan pergerakan yang akan terjadi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat model bangkitan pergerakan (trip generation) kendaraan roda empat (pribadi dan antar jemput) akibat pembangunan sekolah dasar swasta di Surabaya.
Survey dilakukan pada delapan sekolah dasar swasta di Surabaya. Hasil survey dianalisis dengan metode Pearson Correlation, Simple Linear Regression, dan Stepwise Regression untuk mendapatkan model persamaan matematis yang paling signifikan. Distribusi laju kedatangan dan laju pelayanan dianalisa dengan metode chi square distribution fitting untuk mengetahui karakteristik laju kedatangan dan laju pelayanan kendaraan pengantar siswa.
Hasil analisa menunjukkan model terbaik untuk meramalkan pergerakan yang tertarik menuju ke sekolah dasar swasta (trip attraction) adalah Y = -867,9 + 194.Log X1 + 274.Log X8 + 177.Log X5, dimana Y adalah jumlah kendaraan pengantar, X1 adalah jumlah siswa sekolah dasar, X8 adalah luas total kelas, dan X5 adalah kapasitas kelas. Sedangkan model terbaik untuk meramalkan pergerakan yang berasal dari sekolah dasar swasta (trip production) adalah Y= -797,2 + 311.Log X1 + 164.Log X8 +79.Log X15, dimana Y adalah jumlah kendaraan penjemput, X1 adalah jumlah siswa sekolah dasar, X8 adalah luas total kelas, dan X15 adalah jumlah guru dibagi jumlah kelas. Beberapa karakteristik sekolah dasar yang mempengaruhi kelancaran lalulintas adalah: jumlah siswa, jumlah lajur antrian, jumlah pintu masuk, dan okupansi kendaraan
PENYEBARAN KEKUATAN DARI KOLOM YANG TERBUAT DARI LIMBAH KARBIT DAN KAPUR
A method commonly used to stabilize expansive soils is mixing the soil with foreign materials. The
main obstacle raised from soil stabilization in the field is the difficulty in mixing process. This paper
presents the strength distribution in soft soil due to the addition of single columns of quicklime and
carbide waste- product from gas industry that contains Calcium Oxide (CaO) up to 60%.
The results show that the addition of columns filled with carbide waste product and quicklime
increase the shear strength of surrounding soil. The spreading of the strength tends to follow a unique
pattern, that the increase of soil shear strength at a certain normalized-distance, S (in column
diameter D) from the column axis is constant. A significant increase of strength occurs in the area
closer to the column, and it decreases with the distance from the column.
Abstract in Bahasa Indonesia :
Metode yang umum dipakai untuk menstabilisasi tanah adalah mencampur tanah asli dengan
material lain. Kendala utama yang timbul pada stabilisasi tanah di lapangan adalah kesulitan pada
proses pencampuran. Makalah ini mempresentasikan penyebaran kekuatan tanah akibat kolom
tunggal yang terbuat masing-masing dari kapur aktif dan limbah karbit, yang mengandung unsur
Calsium Oksida (CaO) sampai 60%.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan kolom limbah karbit dan kolom kapur dapat
meningkatkan kekuatan tanah di sekitarnya. Penyebaran kekuatan tanah di sekitar kolom kapur
dan limbah karbit cenderung mengikuti suatu pola yang unik, yaitu bahwa peningkatan kekuatan
tanah pada jarak (yang dinormalisasikan dengan diameter kolom D) adalah tetap. Peningkatan
kekuatan geser tanah yang signifikan terjadi di daerah dekat kolom dan peningkatan ini mengecil
seiring dengan jarak dari kolom
PENERAPAN MANAJEMEN MUTU TERPADU PADA MATAKULIAH DI JURUSAN TEKNIK SIPIL
Paper ini dimulai dengan aplikasi Manajemen Mutu Terpadu di perguruan tinggi, terutama di jurusan Teknik Sipil, dan terfokus pada aspek pembelajaran. Kualitas pendidikan tidak dapat ditunda sampai akhir semester. Upaya-upaya perbaikan mutu selayaknya dilakukan jauh lebih dini. Pola "Kuesioner Satu Menit" dan kelompok Gugus Kendali Mutu diterapkan pada satu matakuliah di Jurusan Teknik Sipil Universitas Kristen Petra pada tahun 1997. Hasil menunjukkan bahwa TQM sangat membantu dalam memperbaiki mutu pembelajaran. Dosen tahu bagian-bagian mana yang kurang jelas, dan segera dapat diperbaiki pada pertemuan berikutnya. Mahasiswa juga menjadi lebih siap dan lebih memberikan perhatian pada matakuliah. Mahasiswa menjadi lebih aktif dan berinisiatif dalam kegiatan kuliah, dan dalam bekerja berkelompok. TQM dapat memperbaiki kualitas kelas besar
ANALISA OVERRUNS BIAYA PADA BEBERAPA TIPE PROYEK KONSTRUKSI
This research studied the occurrence of cost overruns in several type of construction projects, the causes of cost overruns, the dependency between cost overruns and projects type, cost overruns and time overruns, the causes of cost overruns and project type in several type of construction projects.
Questionaires were distributed to contractors with qualification A and B in Surabaya, to get data relating to cost overruns.
It is shown that the main causes in cost overruns were insufficient data and information of the project, rise of materials price, and government monetary policy. Less cost overruns happened in industrial building compared with comercial buildings and public facilities. It was also shown that cost overruns not necessarily be accompanied by time overruns and vise versa. For several type of construction projects there were no differences in the causes of cost overruns.
Abstract in Bahasa Indonesia :
Penelitian ini membahas terjadinya overruns biaya untuk beberapa tipe proyek konstruksi, penyebab terjadinya overruns biaya, ketergantungan antara overruns biaya dan tipe proyek, ketergantungan antara overruns biaya dan overruns waktu, ketergantungan antara penyebab overruns biaya dan beberapa tipe proyek konstruksi.
Penelitian ini dilakukan terhadap kontraktor dengan kualifikasi kelas A dan B yang berkedudukan di Surabaya dengan cara mendistribusikan kuesioner untuk mendapatkan data proyek yang berhubungan dengan terjadinya overruns biaya.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebab yang dominan dari overruns biaya adalah data dan informasi proyek yang kurang lengkap, kenaikan harga material, kebijaksanaan keuangan dari pemerintah. Tipe proyek konstruksi berupa bangunan industri mengalami overruns biaya lebih sedikit dibandingkan tipe proyek berupa bangunan komersial maupun fasilitas umum. Proyek yang mengalami overruns biaya tidak selalu mengalami overruns waktu, demikian juga sebaliknya. Untuk beberapa tipe proyek konstruksi penyebab terjadinya overruns biaya berpengaruh sama atau hampir tidak terjadi perbedaan.
Kata kunci : Overruns Biaya, Tipe Proyek, Proyek Konstruksi, Kontrakto
SUDUT PENYEBARAN BEBAN PONDASI DANGKAL DI ATAS TANAH URUG
Existing theories of stress distribution in a homogeneous soil do not consider the effect of soil density, even though the density test is always used to check the quality of compacted fill. It is always assumed that a surface load is distributed in the soil beneath the foundation through an angle of distribution from the vertical direction.
The purpose of this research is to check the relationship of the density and thickness of a filling material to the angle of distribution.
Results of this investigation concluded that the angle of distribution will increase if the compacted soil was made more compact in a reduced thickness. Effect of soil density is more dominant compared to the thickness of the fill
Abstract in Bahasa Indonesia :
Teori distribusi tegangan dalam tanah yang homogen tidak memperhitungkan pengaruh kepadatan tanah, sedangkan metode perbaikan tanah dengan urugan justru mengandalkan kepadatan tanah urugan ini. Distribusi tegangan dalam tanah dapat dianggap sebagai hasil penyebaran beban melalui suatu sudut penyebaran tertentu, yang diukur terhadap sumbu vertikal.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kepadatan dan tebal suatu tanah urug dengan sudut penyebaran tersebut.
Hasil penelitian menyimpulkan bahwa sudut penyebaran (a) makin besar bilamana kepadatan tanah urug (gdry) ditingkatkan dan tebalnya dikurangi. Pengaruh kepadatan terhadap sudut penyebaran lebih dominan daripada ketebala
PERBAIKAN MUTU PADA PROSES DAN PRODUKSI SPUN-PILE DENGAN MENGGUNAKAN METODE TAGUCHI
There are two major problems in producing concrete spun piles. First is the concrete strength and second is the uniformity of the cross section. Due to spinning, most concrete spun piles cross section consist of two layers. The inner part which is mortar with high water and cement content and the outer layer, which is quite dense with aggregate. Due to this different layer with different shrinkage properties concrete spun piles are prone to crack. This shrinkage cracks can cause corrosion on the prestressed wire thus influencing its durability.
This research was done to find the best design to give a product with the thinnest layer of mortar while achieving the strength (K 500). The Taguchi design of experiment method, a method to improve the quality of a product by minimizing the effect caused by variation without eliminating the causes, is used. The control factors chosen are Sand Aggregate (S/A) ratio, admixture, speed and duration of spinning, each with 3 levels. The simulated noise chosen is gradation of sand with 2 different levels. Eighteen (18) experiments are needed for the above simulated noise and control factor.
Through the Signal to Noise Ratio (SNR) and variance analysis, can be proposed a robust design which is less sensitive to the noise factors as well as giving better result from the previous product condition
Abstract in Bahasa Indonesia :
Keberhasilan melaksanakan proyek konstruksi tepat pada waktunya adalah salah satu tujuan terpenting, baik bagi pemilik maupun kontraktor. Keterlambatan adalah sebuah kondisi yang sangat tidak dikehendaki, karena akan sangat merugikan kedua belah pihak dari segi waktu dan biaya.
Penelitian ini bertujuan menemukan faktor-faktor yang sangat berperan atau mendominasi sebagai penyebab keterlambatan, dengan maksud agar proses perencanaan dan penjadwalan proyek konstruksi dapat dilakukan dengan lebih lengkap dan cermat; sehingga keterlambatan sedapat mungkin dihindarkan atau dikendalikan.
Temuan penyebab-penyebab keterlambatan, yang dikonfirmasikan dengan sigi lapangan menggunakan kuesioner yang didistribusikan kepada kontraktor, menunjukkan bahwa masalah-masalah tidak seksamanya rencana kerja, tidak tersedianya sumber daya dan kurangnya komunikasi/koordinasi, merupakan faktor-faktor yang dominan sebagai penyebab keterlamabatan dari sisi kontraktor. Dari sisi pemilik proyek, masalah ketidaklengkapan dan ketidakjelasan desain dan lingkup pekerjaan, masalah sistim pengawasan dan pengendalian proyek, merupakan faktor yang dominan sebagai penyebab keterlambata
ROLLER COMPACTED CONCRETE RCC UNTUK BANGUNAN BENDUNGAN
The using of Roller Compacted Concrete (RCC) is one of many alternatives that can be used to
decrease dam construction cost. Many Roller Compacted Concrete (RCC) composition has been
developed to achieve maximum compressive strength. Due to the economical consideration and the
possibility of the execution, drop hammer system has been used for this research. Compression test is
done after the age of the sample reaches seven, 28, 60, and 90 days.
The result shows that 60/40 composition of gravel/sand has higher average compressive strength on
all age of sample. The highest compressive strength the achieve is 17.78 MPa for 90 days sample.
Abstract in Bahasa Indonesia :
Penggunaan Roller Compacted Concrete (RCC) merupakan salah satu alternatif yang dapat
digunakan untuk mengurangi biaya pembuatan konstruksi bendungan. Berbagai komposisi benda
uji Roller Compacted Concrete (RCC) dibuat untuk mengetahui kuat tekan yang paling maksimal.
Ditinjau dari segi ekonomis dan kemudahan pelaksanaan, maka digunakan sistem alat pemadat
drop hammer. Dilakukan tes kuat tekan setelah umur benda uji masing-masing mencapai tujuh, 28,
60, dan 90 hari.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi kerikil/pasir sebesar 60/40 selalu memiliki kuat
tekan rata-rata yang lebih tinggi pada semua umur benda uji. Kuat tekan terbesar pada benda uji
umur 90 hari mencapai 17.78 MPa
DATA COLLECTION METHOD FOR PEDESTRIAN MOVEMENT VARIABLES
The need of tools for design and evaluation of pedestrian areas, subways stations, entrance hall, shopping mall, escape routes, stadium etc lead to the necessity of a pedestrian model. One approach pedestrian model is Microscopic Pedestrian Simulation Model. To be able to develop and calibrate a microscopic pedestrian simulation model, a number of variables need to be considered. As the first step of model development, some data was collected using video and the coordinate of the head path through image processing were also taken. Several numbers of variables can be gathered to describe the behavior of pedestrian from a different point of view.
This paper describes how to obtain variables from video taking and simple image processing that can represent the movement of pedestrians and its variable
APLIKASI BAMBU PILINAN SEBAGAI TULANGAN BALOK BETON
Reinforcing steel is a nonrenewable mining product. In order to solve this problem, bamboo, which is cheap and has a fairly high tensile strength, could be used as an alternative. In this study, bamboo is used to reinforce concrete beam. The beams are designed under reinforced with no compression reinforcement. All beams are reinforced with 12 mm bamboo Galah protected with water resistant layer. A four-point load test set up is used to ensure pure bending. The test results show that the average value of first crack moment is 15.26 % bigger compared with the calculated moment. This indicates that there is a reasonable agreement between experimental and theoretical results. The standard deviation (35,31 %) indicates that the quality of bamboo used in this study is not uniform. It could be concluded that, there is a possibility to use bamboo to replace steel as reinforcement, particularly for simple concrete structures.
Abstract in Bahasa Indonesia :
Baja tulangan adalah produk hasil tambang yang keberadaannya suatu saat akan habis. Untuk mengatasi problem tersebut, sebagai alternatif dicoba pemakaian tulangan bambu yang murah dan berkekuatan tinggi. Pada penelitian ini bambu digunakan sebagai tulangan balok beton, balok direncanakan bertulangan liat (underreinforced) dan tidak bertulangan tekan, semua balok diberi tulangan bambu pilinan dari bamu galah dengan diameter 12 mm dan diberi lapisan kedap air. Pengujian dilakukan dengan menggunakan metode four point load, sehingga pada bagian balok diharapkan akan terjadi lentur murni. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata perbandingan antara momen retak awal (eksperimen) dengan momen perhitungan (teoritis) sebesar 115.26 %, hal ini menunjukkan adanya kecocokan antara teori dan ekperimen. Simpangan standar yang cukup besar yaitu 35.31 % dapat diartikan bahwa kualitas tulangan kurang seragam. Disimpulkan bahwa bambu memiliki peluang untuk digunakan sebagai tulangan, khususnya untuk struktur beton sederhan