Al-Iqtishad: Jurnal Ilmu Ekonomi Syariah
Not a member yet
    352 research outputs found

    Do Social Role-Based Strategies Matter For Gen-Y Customers? The Case Of Indonesian Islamic Banks

    Get PDF
    Since its conception, Islamic banks (IBs) have been perceived to be more society-oriented than its counterpart. IBs are expected to engage with their customers in the higher ethical norm, more philanthropic activities, and also concern with their impact on society. Such conceptions become customers’ bold line in distinguishing IBs and conventional banking. As one of the most important customers, understanding Generation-Y behavior is imperative in achieving and maintaining the sustainability of IBs. It includes whether the on-going conception still matters for this segment. The findings of this research demonstrate that Gen-Y consumer concern on relationship satisfaction than trust and identification factors, where relationship satisfaction is influenced by commercial performance, followed by ethical behavior and relational outcomes. Thus, the results suggest some key strategics for IBs maintaining loyalty of Gen-Y customers.Semenjak kemunculannya, Perbankan Syariah (IB) dianggap lebih berorientasi kepada masyarakat (berperan sosial) ketimbang Perbankan Konvensional. IB diharapkan untuk berperilaku lebih etis, lebih dermawan, dan lebih peduli terhadap dampak kegiatan mereka ke masyarakat. Prinsip ini menjadi pembeda antara kegiatan IB dan Konvensional. Menjadi salah satu nasabah paling penting, memahami perilaku nasabah Gen-Y menjadi keharusan dalam mencapai bisnis yang berkelanjutan. Penelitian ini termasuk menganalisa apakah prinsip peranan sosial ini masih penting bagi segmen Gen-Y. Hasil menunjukan bahwa nasabah Gen-Y lebih peduli kepada kepuasan hubungan ketimbang faktor kepercayaan dan identifikasi. Kepuasan hubungan dipengaruhi oleh kinerja komersial, diikuti oleh perilaku etis dan nilai hubungan. Hasil ini merekomendasikan beberapa strategi kunci bagi IB untuk menjaga loyalitas nasabah Gen-Y

    Sight Beyond Sight: Foreseeing Fraudulent Financial Reporting through the Perspective of Islamic Legal Ethics

    Get PDF
    In the financial sectors, fraud has become a world phenomenon, ranging from fraudulent financial reports, assets misappropriation and corruption. These three types of fraud are practices carried out deliberately against the law which harm many parties. This study aims to analyze fraudulent financial reporting, where the presentation of misstatements is presented to mislead financial reports. These are against the ethical perspective of Islamic law as stated in the Quran and Hadith. This research uses secondary data based on the principles of sharia accounting concepts and Islamic ethics. The analytical method used is a qualitative description method with literary and normative approaches by examining fraudulent financial reporting from the perspective of Islamic law. The results of this study strengthen the theory of fraud pentagon with the symptoms and red flags of fraud, namely pressure, opportunity, rationalization, competence, and arrogance of the perpetrators of fraud. The Quran as well as the hadith emphasize the values of honesty, justice, truth, responsibility, and belief in reporting. This research also overlooks the weak ethics of the accounting profession and also the value of religiosity held by weak accountants from the perspectives of Islam. AbstrakPada sektor keuangan, fraud (kecurangan) menjadi salah satu fenomena global, dengan kasus kecurangan laporan keuangan, penyelewengan aset dan korupsi. Ketiga bentuk kecurangan tersebut merupakan praktek yang dilakukan secara sengaja melawan hukum dan merugikan banyak pihak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kecurangan pelaporan keuangan, dimana informasi yang disajikan dalam laporan adalah hal yang tidak sesuai dengan kenyataan. Hal ini bertentangan dengan etika hukum Islam dalam Al-Qur\u27an dan Hadits. Penelitian ini adalah menggunakan data sekunder dengan mendasarkan pada prinsip-prinsip akuntansi syariah dan etika Islam. Metode analisis yang digunakan adalah metode deskripsikualitatif dengan pendekatan literatur dan kajian normatif. Hal ini dilakukan dengan memeriksa kecurangan pelaporan keuangan dari perspektif hukum Islam. Hasil dari penelitian ini memperkuat teori Fraud Pentagon tentang gejala dan Red Flag Fraud, yang terdiri dari tekanan, peluang, rasionalisasi, kompetensi, dan arogansi para pelaku penipuan. Hal ini bertentangan dengan prinsip hukum Islam yang menekankan pada nilai-nilai kejujuran, keadilan, kebenaran, tanggung jawab, dan kepercayaan dalam pelaporan. Penelitian ini juga menunjukkan lemahnya prinsip etis dalam profesi akuntansi dan jugai religiusitas yang dimiliki oleh akuntan.

    Strategies for Strengthening Halal Industries towards Integrated Islamic Economic System in Indonesia: Analytical Network Process Approach

    No full text
    The halal economy has become a crucial issue in the context of the development of the global Sharia economy. The halal economy is a holistic concept and integral to Sharia values. One of the problems facing the halal economy is the absence of an integrated system between the halal industries and Islamic finance in Indonesia. This research aims to investigate the problems contributing to the divergence of the halal industries from Islamic finance in Indonesia and find solutions in the form of strategic priorities. Data obtained through in-depth interviews and focused discussions with ten experts. It reveals that the main problems are regulation, human resources, institutional building, services and information technology (IT), sharia issues and public awareness. By using the analytical network process (ANP) approach, it finds that the rater agreement value of W = 0.5514, meaning that 55.14% of respondents agree the problems are, based on the order of priority, regulations (17.4%), services and IT (17.0%), institutional building (16.6%), human resources (16.4%), Sharia Issues (16.4%) and public awareness (16.3%). As for alternative priority strategies, the rater agreement shows the value of W = 0.5754, meaning that 57.54% of respondents agree the three main alternative strategies for building the integrated halal industries in Indonesia, namely, strengthening regulations and policies (13.8%), building halal lifestyle (13.3 %) and strengthening human resource capacity (12.7%). It concludes that the regulatory and policy aspects rank first and foremost priority for the development of an integrated Sharia economic system. All stakeholders need to strengthen regulatory and policy aspects so that they are responsive for the development of the halal industries in Indonesia to be able to compete at the national and global levels. Ekonomi halal telah menjadi isu yang sangat krusial dalam konteks perkembangan ekonomi Syariah global. Ekonomi halal merupakan sebuah konsep yang holistik dan integral dengan nilai-nilai Syariah. Problem terbesarnya adalah belum adanya suatu sistem terintegrasi antara industri halal dengan lembaga keuangan Syariah di Indonesia. Penelitian ini bertujuan melakukan investigasi terhadap permasalahan yang menyebabkan munculnya divergensi industri halal dari keuangan syariah di Indonesia, memetakan permasalahan sehingga dapat diurutkan berdasarkan skala prioritas, serta menemukan solusi berupa alternatif strategis prioritas. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dan diskusi terfokus (FGD) dengan sejumlah ahli terdiri dari regulator, ulama, akademisi, dan pelaku bisnis syariah berdasarkan kriteria utama yaitu: regulasi, sumber daya manusia, institutional building, layanan dan teknologi informasi (IT), isu syariah dan public awareness. Dengan menggunakan pendekatan analytical network prosess (ANP), ditemukan aspek kriteria di atas, hasil rater agreement menunjukkan nilai W=0.5514, yang berarti 55.14% responden sepakat berdasarkan urutan prioritasnya adalah regulasi (17.4%), layanan dan IT (17.0%), institutional building (16.6%), sumber daya manusia (16.4%) dan Isu syariah (16.4%) serta Public awareness (16.3%). Dari setiap kriteria tersebut selanjutnya dapat diidentifikasi urutan sub kriteria masing-masing. Adapun untuk alternatif strategi prioritas, hasil rater agreement menunjukkan nilai W=0.5754, yang berarti 57.54% responden sepakat berdasarkan urutan prioritasnya, tiga alternatif strategi utama untuk membangun industri halal di Indonesia adalah penguatan regulasi dan kebijakan (13.8%), buiding halal lifestyle (13.3%) dan penguatan kapasitas sumber daya manusia (12.7%). Kesimpulan akhir penelitian menunjukkan bahwa aspek regulasi dan kebijakan menduduki urutan prioritas pertama dan terpenting untuk pembanguan sistem ekonomi syarah yang terintegrasi. Implikasi penelitian ini adalah perlunya adanya perhatian yang serius dari para stakeholder untuk penguatan aspek regulasi dan kebijakan agar responsif terhadap kebutuhan pengembangan industri halal di Inonesia agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun global

    Gold Currency Model in Aceh

    Get PDF
    Complementary currency has been a trending issue. This is because the complementary currency can reduce people’s dependency on the government in serving the currency as a medium of exchange. However, many studies neglected the role of idle gold. Aceh is one province of Indonesia that reserves the right of special autonomy to implement Sharia. Aceh, being renowned for its fertility in the cultivation of some agricultural products such as coffee, tobacco, and palm oil, has become a strategic trade center. Aceh is also equally rich in gold mines, with the approximate result of five tons a year. This research attempts to design a model of complementary currency based on physical gold in Aceh. This study uses unstructured interviews with scholars, leaders, business people, and the government. The result reveals that stakeholders agree with the gold complementary currency, support and willing to recommend it. Besides, this model is believed to be beneficial. However, the most challenging factor is the support from the government which is essential to develop this gold currency model.AbstrakMata uang komplementer (complementary currency) menjadi isu yang masih terus menjadi pembahasan. Hal ini karena mata uang komplementer dapat mengurangi ketergantungan terhadap pemerintah dalam melayani kebutuhan mata uang sebagai media pertukaran. Mata uang komplementer, termasuk yang berbasis emas, dapat meningkatkan ketahanan masyarakat terhadap krisis moneter. Namun demikian, kajian tentang hal ini masih jarang, terutama tentang peranan emas yang menganggur (idle gold). Aceh merupakan satu provinsi di Indonesia yang memiliki hak otonomi khusus untuk menerapkan syariat Islam. Penelitian ini mencoba merekomendasikan model mata uang komplementer berdasarkan emas, untuk diimplementasikan di Aceh. Penelitian dilakukan dengan wawancara tidak terstruktur dengan stakeholders dari ulama, pemimpin masyarakat, pelaku bisnis, dan pemerintah. Hasilnya menunjukkan bahwa stakeholders setuju, mendukung, dan merekomendasikan penggunaan mata uang komplementer di Aceh. Selain itu, model ini dipercaya dapat bermanfaat bagi perekonomian, kehidupan sosial, dan penerapan nilai Islam serta persaidaraan. Namun demikian, tantangan yang paling utama adalah dukungan pemerintah dan keterlibatannya dalam pengembangan dan implementasi model ini.

    Commemorating the 10th Anniversary of Al-Iqtishad Journal of Islamic Economics: A Bibliometric Analysis

    Get PDF
    This study bibliometrically evaluates and analyzes the articles published by Al-Iqtishad Journal in the last ten years. Data were obtained from the website of Al-Iqtishad Journal and further edited in Mendeley. The results show that the Al-Iqtishad journal had published 215 articles in the last ten years, mostly in English and Indonesian languages, with the majority of the topics on Islamic banking. These findings tend to be useful for the editorial board of Al-Iqtishad journal to evaluate and improve the publication of their articles. AbstrakStudi ini menganalisis dan mengevaluasi secara bibliometrik artikelartikel yang diterbitkan oleh Jurnal Al-Iqtishad dalam 10 tahun terakhir. Data diperoleh dari situs web dan selanjutnya diedit di Mendeley. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jurnal Al-Iqtishad telah menerbitkan 215 artikel dalam sepuluh tahun terakhir yang sebagian besar berbahasa Inggris dan Indonesia, dengan mayoritas topik tentang perbankan syariah. Temuan ini cenderung bermanfaat bagi dewan redaksi Iqtishad untuk mengevaluasi dan meningkatkan publikasi artikel mereka.

    Understanding Sharia Compliance According To Indonesian Muslim Entrepreneurs And Business People

    Get PDF
    This research aims at understanding the concept of Sharia compliance, according to Muslim business people and entrepreneurs. These people, over the years, believe that their business is in full conformity with Sharia. Using a qualitative approach coupled with an ethnographic analysis, this research finds that their business is in line with Sharia in terms of its meanings, forms, functions, benefits and values. This study also finds that there are similarities between one respondent to others with regard to the underlying meaning of Shariah compliance. However, they have different understanding concerning the meaning of usury and interest in conventional banking.Penelitian ini bertujuan melihat pemaknaan kesesuaian dengan syariah (shariah compliance) menurut para pebisnis dan wirausahawan Muslim. Kelompok ini, selama bertahun-tahun, meyakini bahwa usaha yang mereka jalankan sudah sesuai dengan syariah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi etnografi. Selanjutnya, penelitian ini menemukan bahwa para bisnis yang dijalankan oleh responden berkesesuaian dengan syariah dalam hal makna, bentuk, fungsi, manfaat, dan nilai. Ditemukan juga bahwa ada kesamaan pemahaman antara satu responden dengan yang lain terkait dengan pemaknaan shariah compliance. Meskipun demikian, ada perbedaan dalam memahami hukum tentang riba dan bunga pada bank konvensional

    The Measurement of Social Value Impact of Ziswaf Using Social Return on Investment Model at Smart Ekselensia Indonesia

    Get PDF
    This study aims to measure the social value of the impact of Zakat, Charity/Shodaqoh, and Waqf (ZISWAF) produced by SMART Ekselensia Indonesia using Social Return on Investment (SROI). This study uses quantitative methods with a Social Return on Investment (SROI) measurement model. SROI measurement results show 32: 1. This can be interpreted that every IDR1 invested, it generates a social value of IDR32, which benefits are received by students and the community around SMART Ekselensia Indonesia. It also shows that SMART Ekselensia Indonesia has succeeded in creating social impacts that bring benefits to students and the surrounding community. The authenticity of this study is in the measurement of the impact of Zakat on mustahiq beneficiaries. A unique aspect of this study is the use of a social value measurement model of the impact of Zakat using the SROI approach. 

    AlmsGiving Behavior of Muslim Communities in Indonesia and Malaysia: A Comparative Study

    No full text
    The study aims to (1) find factors influence funding activities through formal and informal zakah institutions for Indonesian and Malaysian Muslims; (2) find the most significant factors that influence funding activities through formal and informal zakah institutions for Indonesian and Malaysian Muslims; (3) compare the generosity of Indonesian and Malaysian Muslim communities. 564 purposive sampling of Muslim communities in Malaysia and Indonesia participated in this study. Artificial Neural Network (ANN) analysis used as a data analysis tool. Two measurement tools used to examines variables, namely; Questionnaire on planned behavior and Questionnaire of trustworthiness. The result is that the most significant factor influencing charity behavior of Malaysian Muslim society is injunctive norms (42.12%). This is followed by descriptive norms (20.50%) and moral norms (14.49%). Whereas among the Indonesian Muslim community, the most significant factor driving people to give alms is the Injunctive Norm (51.55%). This is followed by past behavior (18.06%) and attitude (13.59%)

    Islamic Social Reporting and Halal Business Performance

    Get PDF
    Islamic Social Reporting (ISR) is used to assess a company\u27s social performance based on Islamic principles. Islamic social performance reports will influence investors\u27 decisions in investing. This research is to analyze factors influencing the Islamic Corporate Social Responsibility report. Data is obtained from the annual reports of 44 companies in the halal industry sector from 2013-2018, and analyzed using the Random Effect Model (REM) method. In this research, interest on debt-based Sharia Screening (SS) is divided by total assets with a maximum tolerance of 45 percent; the companies’ net-based Profitability (PRV) is divided by the total assets (ROA), and total debt-based leverage (LEV) is divided by equity (DER). The result is that Sharia Screening, Profitability, and Leverage affect ISR reporting. Increasing sharia screening and leverage will decrease ISR reporting, while increasing profitability will increase ISR reporting. Thus, the increase and decrease in this variable affect the companies’ decision to report the ISR. Therefore, companies must improve their financial performance to improve corporate social responsibility disclosure quality, which is very important for stakeholders in investing. AbstrakPelaporan sosial Islam digunakan untuk menilai kinerja sosial perusahaan berdasarkan prinsip-prinsip Islam. Laporan kinerja sosial Islam akan mempengaruhi keputusan investor dalam berinvestasi. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi laporan sosial Islam dengan menggunakan 44 perusahaan sektor industri halal, data tahunan tahun 2013-2018, dan menggunakan metode random effect model (REM). Syariah Screening (SS) berbasis pada hutang bunga dibagi total aset dengan toleransi maksimal 45 persen, Profitabilitas (PRV) berbasis pada laba bersih perusahaan dibagi total aset (ROA), dan leverage (LEV) berbasis pada total hutang dibagi ekuitas (DER). Hasilnya adalah syariah screening, profitabilitas, dan leverage mempengaruhi pelaporan sosial Islam. Peningkatan syariah screening dan leverage akan menurunkan pelaporan ISR, sedangkan peningkatan profitabilitas akan meningkatkan pelaporan ISR. Dengan demikian kenaikan dan penurunan variabel ini mempengaruhi keputusan perusahaan untuk melaporkan ISR. Oleh karena itu, perusahaan harus meningkatkan kinerja keuangannya untuk meningkatkan kualitas pelaporan sosial Islam yang sangat penting bagi stakeholders dalam berinvestasi. Dengan demikian kenaikan dan penurunan variabel ini mempengaruhi keputusan perusahaan untuk melaporkan ISR. Oleh karena itu, perusahaan harus meningkatkan kinerja keuangannya untuk meningkatkan kualitas pelaporan sosial Islam yang sangat penting bagi stakeholders dalam berinvestasi.

    Analysis of the Decision of Muslim Investors in Sharia Mutual Funds Investing with Maqasid Al-Sharia Approaches

    Get PDF
    This study is a quantitative survey research, namely statistical test data analysis in the form of multiple linear regression with purposive sampling. The data collection method was by distributing questionnaires to 200 participants of the Bareksa Fund Academy training. The results show that the decision of Muslim investors in investing in Islamic mutual funds is influenced by the maqasid sharia principle approach. Meanwhile, the result of F count is significant at 49,141, meaning that, overall, there is an influence of the factors of the maqasid sharia approach on investment decisions (value). This also implies that there is a significant influence of the variables of maintaining religion, soul, sense, and treasure on the investment decisions. Meanwhile, the variable maintaining offspring does not show any effect, because the probability is 0.961> 0.05. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis keputusan investor Muslim dalam berinvestasi di reksadana syariah dengan pendekatan maqashid syariah. Penelitian ini juga untuk mengetahui pengaruh dan faktor dominan dari pendekatan maqashid syariah (menjaga agama, jiwa, akal, harta, dan keturunan) terhadap keputusan (nilai) investasi. Survey kuantitatif dipilih sebagai pendekatan penelitian, yaitu dengan analisis data uji statistik berupa regresi linear berganda dengan purposive sampling. Pengambilan data dilakukan dengan penyebaran kuesioner kepada para peserta pelatihan Bareksa Fund Academy, sebanyak 200 peserta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keputusan investor Muslim dalam berinvestasi di reksadana syariah dipengaruhi oleh pendekatan prinsip maqashid syariah. Sedangkan, hasil F hitung signifikan sebesar 49,141 artinya, secara keseluruhan terdapat pengaruh pada faktorfaktor pendekatan maqashid syariah terhadap keputusan (nilai) investasi. Ini berarti juga terdapat pengaruh pada variabel menjaga agama, jiwa, akal, dan harta secara signifikan terhadap keputusan investasi tersebut. Namun demikian, variabel menjaga keturunan tidak berpengaruh karena probabilitas 0,961>0,05

    291

    full texts

    352

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Al-Iqtishad: Jurnal Ilmu Ekonomi Syariah
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇