Sosioglobal : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Sosiologi
Not a member yet
    83 research outputs found

    Eksklusi sosial pada masyarakat Petani

    Get PDF
    Konsep eksklusi sosial yang digunakan oleh para sosiolog barat, saat ini juga telah berkembang dan menjadi kajian keilmuan sosial di Indonesia. Pertumbuhan penduduk dan kebijakan pembangunan yang dikembangkan oleh pemerintah di daerah pedesaan telah menimbulkan perubahan pada masyarakat petani. Artikel ini berfokus  pada perubahan-perubahan yang menjadi pendorong terjadinya eksklusi sosial pada masyarakat petani, dan memperlihatkan bentuk-bentuk eksklusi sosial apa saja yang terjadi pada masyarakat petani khususnya di wilayah Jawa Barat

    DINAMIKA POLITIK IDENTITAS MASYARAKAT MUSLIM BALI PADA PILGUB BALI TAHUN 2018

    Get PDF
    The condition of a multicultural society causes democracy in Indonesia to be inseparable from political identity. Not only in regions, political identity also occured in the capital city, where the impact of this also influences people's perceptions from outside the capital about how they should be involved in politics. One issue related to political identity that has recently emerged and spread in various regions is the prohibition for Muslims to choose non-Muslim leaders to become regional heads. But what about the election of the Governor of Bali in 2018 where the Muslim community becomes a minority group and politically does not have a gubernatorial candidate and vice-governor candidate from among them while now some circles of Muslim communities are aggressively promoting their political identity. This research shows that the political identity movement of Muslim communities in Bali is very dynamic especially in situations where they consider themselves to be a minority group. The Balinese Muslim community continues to provide support and even choose non-Muslim leaders as far as the political agenda of the existing governor and deputy governor candidate pairs does not contradict their political identity. By using a qualitative approach this research also shows that all candidate pairs carry out various political approaches to the Balinese Muslim community, which shows that now the Balinese Muslim community which is a minority group has a political bargaining position.Keywords: political identity, Bali Muslim Society, Governor Election

    PERSEPSI PERKAWINAN USIA DINI DAN PEMBERDAYAAN GENDER (STUDI KASUS DESA PANCAWATI KECAMATAN CARINGIN KABUPATEN BOGOR)

    Get PDF
    Artikel ini berfokus pada bagaimana persepsi terhadap perkawinan di masyarakat memberikan dampak terhadap melonjaknya perkawinan anak usia dini dan di Desa Pancawati, Kecamatan Caringin Kabupaten Bogor. Melalui gagasan Martha C. Nussbaum mengenai kesetaraan Gender dan Pendekatan Kemampuannya, Nussbaum mengatakan bahwa perempuan berhak mendapatkan kesempatan yang sama dengan laki-laki akan tetapi nilain dan norma serta tradisi yang ada justru menghambat perempuan untuk memproleh hak yang setara dengan laki-laki. Artikel ini mencoba memberikan pandangan yang berbeda terkait masyarakat dalam mempersepsikan perkawinan. Berdasarkan hasil dari penelitian, persepsi perkawinan disini dapat dilihat dari empat sudut pandang, yang pertama adalah agama, yang memperbolehkan perkawinan terjadi meskipun usia masih anak-anak selama telah mencapai tanda-tanda kedewasaan, persepsi budaya  yang ada di masyarakat memperbolehkan menikah di usia dini, karena stereotip masyarakat terhadap perempuan yang berusia 17 tahun belum menikah dianggap sebagai “perawan tua”. Dari sudut pandang ekonomi memberikan pandangan bahwa anak semakin bertambah usianya semakin menjadi beban bagi orang tua, sehingga perkawinan di usia muda menjadi solusi untuk meringankan beban hidup orang tuanya. Sedangkan dari sudut pandang hukum, kelonggaran aturan dalam undang-undang perkawinan memberikan celah bagi mereka yang ingin melakukan perkawinan di usia dini.Keyword: Persepsi, Perkawinan, Usia dini, gender, perempuan.rtikel ini berfokus pada bagaimana persepsi terhadap perkawinan di masyarakat memberikan dampak terhadap melonjaknya perkawinan anak usia dini dan di Desa Pancawati, Kecamatan Caringin Kabupaten Bogor. Melalui gagasan Martha C. Nussbaum mengenai kesetaraan Gender dan Pendekatan Kemampuannya, Nussbaum mengatakan bahwa perempuan berhak mendapatkan kesempatan yang sama dengan laki-laki akan tetapi nilain dan norma serta tradisi yang ada justru menghambat perempuan untuk memproleh hak yang setara dengan laki-laki. Artikel ini mencoba memberikan pandangan yang berbeda terkait masyarakat dalam mempersepsikan perkawinan. Berdasarkan hasil dari penelitian, persepsi perkawinan disini dapat dilihat dari empat sudut pandang, yang pertama adalah agama, yang memperbolehkan perkawinan terjadi meskipun usia masih anak-anak selama telah mencapai tanda-tanda kedewasaan, persepsi budaya  yang ada di masyarakat memperbolehkan menikah di usia dini, karena stereotip masyarakat terhadap perempuan yang berusia 17 tahun belum menikah dianggap sebagai “perawan tua”. Dari sudut pandang ekonomi memberikan pandangan bahwa anak semakin bertambah usianya semakin menjadi beban bagi orang tua, sehingga perkawinan di usia muda menjadi solusi untuk meringankan beban hidup orang tuanya. Sedangkan dari sudut pandang hukum, kelonggaran aturan dalam undang-undang perkawinan memberikan celah bagi mereka yang ingin melakukan perkawinan di usia dini

    Mobilitas Sosial Masyarakat Pasca Pembangunan Perumahan Kota Baru Parahyangan

    Get PDF
    Penelitian ini dilatar belakangi oleh maraknya pembangunan permukiman perumahan di wilayah-wilayah pedesaan yang bercorak pertanian dan dengan itu mempengaruhi kondisi sosial masyarakat setempat. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan mobilitas sosial yang terjadi pada masyarakat Dusun 3 RW 14 dan 15 Desa Kertajaya Kecamatan Padalarang Kabupaten Bandung Barat pasca pembangunan perumahan Kota Baru Parahyangan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penentuan informan menggnakan teknik purposive sampling. Sedangkan, teknik pegumpulan data diantaranya adalah wawancara terstruktur, observasi non partisipan dan studi dokumen. Pengolahan dan analisis data dalam penelitian ini terdiri reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa mobilitas sosial yang terjadi pada masyarakat Dusun 3 RW 14 dan 15 pasca pembangunan Perumahan Kota Baru Parahyangan adalah mobilitas sosial horizontal, masyarakat melakukan perpindahan atau pergerakan dari status pekerjaan pada posisi yang sama atau setara

    GERAKAN ANTI KORUPSI MALANG CORRUPTION WATCH

    Get PDF
    Journey of the indonesia cannot be separated from the whose name corruption, various problems corruption then make a nation it tries to with very hard to do the eradication of corruption, then now kpk, the commission would grow up and incarnate as a power terlembaga, however kpk but many that blocks, so that his movement often in politician, in addition problems arise related the area of that causes limited kpk in running tasks and functions. Then institutions here needed in regions have motion based in society to be opposition from government in the fight against corruption the , one of which is unfortunate corruptions watch that is unfortunate highway , to attract football to scrutinize about lunge mcw as of a motion social , this research use the model descriptive qualitative , with data source of interviews and documentation. MCW is non-governmental organizations which has grown and developed social as of a motion that which appears or present of former activist in the era of reformasi, mcw use 3 strategies in efforts to eradicate corruption namely, prevention, law enforcement, anti-corruption education

    Media Sosial: Ruang Baru dalam Tindak Pelecehan Seksual Remaja

    No full text
    Artikel ini fokus pada masalah perilaku menyimpang, khususnya pelecehan seksual yang terjadi di media sosial. Pelecehan seksual adalah masalah sosial yang sudah ada sejak lama. Selain dengan ruang baru, remaja yang menggunakan internet telah membuka celah untuk menjadikan diri mereka sebagai korban pelecehan seksual itu sendiri. Pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif digunakan dalam kajian ini dengan melakukan analisis dokumen terkait penggunaan media sosial di masyarakat. Artikel ini berusaha untuk menguraikan tentang perilaku lama pelecehan seksual yang direproduksi ke dalam media sosial. Teori Anomi dan Ketegangan sosial digunakan sebagai pisau analisis untuk menguraikan terjadinya pelecehan seksual yang terjadi di media sosial saat ini. Dapat disimpulkan bahwa penggunaan media sosial yang tidak disertai pengawasan dan perhatian dari lingkungan sekitar akan memicu terjadinya perilaku-perilaku menyimpang. Pelecehan seksual sebagai salah satu bentuk perilaku menyimpang marak terjadi karena minimnya pengetahuan, kurangnya pengawasan, serta rendahnya tingkat kesadaran remaja dalam penggunaan media sosial secara bijak. Tindak pelecehan secara verbal di dunia maya terhadap perempuan, baik seksual maupun non-seksual yang terjadi merupakan bentuk kebiasaan yang direproduks

    MOTIVES SELFIE AMONG THE STUDENT (Phenomenology Study in Instagram Group UNP Cantik)

    No full text
    This research is motivated by the interest of researcher in observing selfie phenomenon which has spread in every layer of society without exception to UNP is students who joined Instagram group of UNP Cantik (GUC). Researcher found that what they show in the GUC not only selfie, but also different expressions and background that they depict to the public. Obviously behind these actions, regardless of their motive that to show selfie photos with various forms of expression and background they want to perform. This study aims to analyze the motive of GUC’s student member. This study analyzed with theory of phenomenology by Alfred Schutz. This research was conducted with a qualitative approach with the type of phenomenology study research. The research result found that there were three Selfie motives of  GUC’s Members: (1) gainging the self-satisfaction and entertainment. (2) Building self image. (3) Drawing the attention of other

    THE EARLY MARRIAGE AMONG THE FARMING COMMUNITY

    Get PDF
    ABSTRACTThis article focuses on early marriage among the farming community. Marriage is a social institution that is recognized in every society. Marriage at a young age is a marriage performed by young couples under the age of 21. The purpose of this study is to find out what factors cause early marriage among the farming community and know the negative positives of early marriage. The method used is a qualitative method using an interactive model data analysis consisting of four components, namely Data Collection, Data Reduction, Data Presentation and Conclusion Withdrawal. The results of the study state that the factors that cause early marriage among the farming community are 6 factors: (1) Education. (2) Biology. (3) Pregnancy Before Marriage. (4) Understanding of Religion. (5) Economy. (6) Customs and Culture.keywords : For Young Marriage, Factors, Farmer Community.

    PARTISIPASI PEMUDA PADA WISATA ALAM KALIBIRU

    Get PDF
    Pariwisata merupakan sektor yang sedang berkembang pesat di berbagai wilayah Indonesia. Pariwisata berbasis komunitas menjadi daya tarik baru yang memberdayakan komunitas lokal dengan menerapkan praktik-praktik pariwisata berkelanjutan. Pemuda sebagai bagian dari komunitas lokal sering berpartisipasi secara langsung dalam pariwisata berbasis masyarakat. Penelitian ini ingin mengungkap implikasi partisipasi pemuda dalam sektor pariwisata. Wisata Alam Kalibiru dipilih sebagai lokus penelitian karena merupakan representasi pariwisata berkelanjutan yang telah dikenal di tingkat nasional dan internasional. Penelitian ini menggunakan teori-teori mengenai partisipasi dan pariwisata berbasis masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan campuran (mixed methods) dengan penekanan pada pendekatan kuantitatif. Pendekatan kuantitatif dilakukan menggunakan kuesioner dengan melibatkan 30 responden pemuda yang terlibat dalam aktivitas pariwisata di Wisata Alam Kalibiru. Pendekatan kualitatif digunakan untuk memperkaya serta mengonfirmasi data yang didapat dari pendekatan kuantitatif. Hasil dari penelitian ini adalah tingkat partisipasi pemuda masih ada di bawah tingkat partisipasi masyarakat secara umum. Generasi yang lebih tua masih memegang posisi-posisi utama dalam pengelolaan Wisata Alam Kalibiru. Perlu adanya proses transisional yang komprehensif untuk menjamin keberlangsungan Wisata Alam Kalibiru di masa depan

    LITERASI DIGITAL DAN PEMBUKAAN DIRI: Studi Korelasi Penggunaan Media Sosial Pada Pelajar Remaja di Kota Medan

    Get PDF
    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis korelasi antara literasi digital dan pembukaan diri pelajar remaja sebagai pengguna media sosial. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan komparasi deskriptif. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode Purposive Sampling. Besaran populasi induk adalah 7399 siswa di 20 SMA di Kota Medan. Sampel penelitian menggunakan perhitungan Tabel Taro Yamane dan menghasilkan 378 responden yang secara proporsional di Kecamatan Medan Kota sebagai pengguna media sosial. Kuesioner literasi digital terdiri dari 17 butir pertanyaan dan kuesioner pembukaan diri di media sosial diadposi dari penelitian terdahulu Revised Self Disclosure Scale (Blau, 2011) yang telah direvisi dan menghasilkan 17 butir pertanyaan dengan pilihan jawaban menggunakan skala Likert (1-4). Temuan dalam penelitian ini adalah adanya korelasi positif antara variabel X dan Y (Literasi Digital dan pembukaan diri di media sosial) dengan skala sedang.Kata Kunci : literasi digital, pembukaan diri, remaja, media sosial, kota medanABSTRACTThe purpose of this research is to analyze the correlation between digital literacy and self-disclosure in adolescence students as the active user of social media. This is quantitative research with comparative descriptive approach. By using purposive sampling technique, the researcher has ideally figured the major population size in Medan, and decided that every element or element group must have equal probability to be treated as a sample. The sample is counted using the Taro Yamane Table, resulting in 378 respondents consisting of active social media users that are proportionally spread around 20 high schools in the district of Medan Kota. The researcher uses questionnaire as the data collection method. The digital literacy questionnaire consists of 17 questions while the questionnaire on the matter of self-disclosure on social media is adopted from a previous study titled Revised Self Disclosure Scale (Blau, 2011), using the Likert scale for answering options. The findings in this research are the positive correlation between the X and Y variables (digital literacy and self-disclosure on social media) on a medium scale.Keywords : digital literacy, self disclosure, adolescences, students, social medi

    70

    full texts

    83

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Sosioglobal : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Sosiologi
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇