Sosioglobal : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Sosiologi
Not a member yet
    83 research outputs found

    PERUBAHAN INFRASTRUKTUR SOSIAL SEBAGAI IMPLIKASI PERUBAHAN SISTEM PERTANIAN (Kasus Pada Masyarakat Petani Kelapa Sawit)

    Get PDF
    Salah satu faktor yang mempengaruhi terjadinya perubahan sosial dalam masyarakat petani adalah perubahan system pertanian. Masyarakat yang awalnya merupakan petani subsisten, saat ini telah berubah menjadi petani yang berorientasi industry dengan menjadi petani monokultur kelapa sawit. Penelitian dilakukan untuk mengetahui perubahan infrastruktur social yang terjadi sebagai konsekuensi dari perubahan sistem pertanian tersebut. Metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, serta studi dokumentasi dipilih sebagai teknik dalam pengumpulan data. Analisis hasil penelitian menggunakan analisis materialisme budaya oleh Marvin Harris. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya perubahan system pertanian telah mendorong terjadinya perubahan sosial mendasar dalam masyarakat. Perubahan mendasar ini sering disebut sebagai perubahan infrastruktur. Adapun perubahan-perubahan yang termasuk dalam perubahan infrastruktur tersebut adalah pada mode produksi seperti perubahan pola tanam, pola produksi dan teknologi, aktivitas kerja, dan fungsi lahan. Dan perubahan mode reproduksi berupa perubahan komposisi penduduk dengan adanya penambahan jumlah penduduk melalui transmigrasi..

    STUDI DESKRIPTIF TENTANG LOYALITAS PESERTA GRUP WHATSAPP

    Get PDF
    ABSTRAKMedia Sosial WhatsApp  atau yang biasa disingkat WA sudah menjadi sarana berkomunikasi yang popular saat ini. Di Indonesia pertumbuhan WhatsApp termasuk yang paling tinggi. Berdasarkan hasil pengamatan, rata-rata orang yang memiliki WhatsApp, memiliki grup WhatsApp, dan ada yang bertahan untuk tetap berada dalam suatu grup WhatsApp tertentu. Atas hal tersebut, penulis tertarik untuk memahami loyalitas peserta grup WhatsApp. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui alasan seseorang bertahan dalam suatu grup WhatsApp tertentu. Teori yang digunakan dalam penelitan ini adalah teori motivasi dari Abraham Marslow dan Teori Pertukaran Social dari Thibault dan Kelley's. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif untuk mengetahui loyalitas peserta grup WhatsApp. Informan utama dari penelitian ini yaitu pemilik WhatsApp berusia dewasa muda.  Teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif pasif, dan studi literatur. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa alasan loyalitas seseorang berada dalam grup WhatsApp: a) bonding, b) sharing, c) kemudahan berhubungan, dan d) kebutuhan informasi.Kata kunci: whatsapp, grup, loyalitas, pesertaABSTRACTWhatsApp Social Media or commonly abbreviated as WA has become a popular means of communicating today. In Indonesia WhatsApp growth is among the highest. Based on observations, the average person who has WhatsApp, has the WhatsApp group, and some are persisted to stay within a certain WhatsApp group. Based that the fact, the author is interested to understand the loyalty of the group WhatsApp participants. The purpose of this study was to find out why one survives in a particular WhatsApp group. The purpose of this study was to find out one's loyalty lies within the WhatsApp group. The theory used in this research is need hierarchy theory from Abraham Marslow and Social Exchange Theory from Thibault and Kelley's. The method used in this research is a qualitative method with descriptive approach to know the loyalty of WhatsApp group participants. The main informant of this research is the owners of  WhatsApp with young adulthood categories. Data collection techniques are conducted through in-depth interviews, passive participatory observation, and literature studies. The results of this study indicate that the reasons for loyalty are in the WhatsApp group: a) bonding, b) sharing, c) ease of contact, and d) information needs.Keywords : whatsapp, group, loyalty, participant

    PEMBERDAYAAN MASYARAKAT BERBASIS POTENSI LOKAL MELALUI PROGRAM DESA WISATA DI DESA BUMIAJI

    Get PDF
    ABSTRAK Desa wisata merupakan salah satu program pemberdayaan masyarakat untuk memaksimalkan potensi-potensi yang dimiliki oleh suatu desa untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bentuk dari adanya aksi pemberdayaan masyarakat pada program desa wisata. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitiannya adalah studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan studi dokumen. Pemberdayaan masyarakat dilakukan dengan mengoptimalkan program desa wisata untuk dijadikan komoditi pariwisata berbasis potensi lokal masyarakat. Desa wisata di Bumiaji telah memberikan perubahan bagi masyarakat terlebih pada peningkatan pengetahuan dan perekonomian masyarakat. Oleh karena itu program pemberdayaan masyarakat di Desa Wisata dapat dijadikan sebagai rujukan dalam kegiatan-kegiatan pemberdayaan masyarakat lainnya.Kata kunci : desa wisata, pemberdayaan masyarakat, potensi lokal  ABSTRACT Village tourism is one of the community empowerment program to maximize the potential of which is owned by a village to improve welfare. This study was conducted to determine the community empowerment program tourist village. This study used a qualitative approach to the type of research is a case study. Data was collected through interviews, observation, and study documents. Community empowerment in villages that make the program as one of the central village tourism. Tourist village in Bumiaji been able to change people's lives, especially the increase of knowledge and economy of the community. Therefore, community empowerment program in Tourism Village can be used as a reference in other community empowerment activities.Keywords: tourism village, community empowerment, local potentia

    Fenomena Ojek Didalam Kampus Universitas Padjadjaran dan Relasi Sosial yang Terbangun di Dalamnya

    Get PDF
    Penelitian ini ditujukan untuk menjelaskan relasi sosial pada kelompok ojek yang berada di dalam kampus Universitas Padjadjaran Jatinangor dengan melihat hubungan antar sesama ojek, kampus Universitas Padjadjaran dan hubungan yang terbangun antar sesama tukang ojek pangkalan tersebut. Pendekatan yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif, dimana penentuan informan dilakukan menggunakan teknik purposive. Adapun pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan untuk menguji validitas dan keabsahan data, dalam menganalisa data hasil penelitian tersebut, proses triangulasi data mutlak dilakukan. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa relasi sosial yang terjalin antar sesama tukang ojek di pangkalan yang sama maupun dengan tukang ojek yang berbeda pangkalan memperlihatkan kecenderungan assosiatif dan dissosiatif. Meskipun begitu kecenderungan relasi sosial assosiatif lebih terlihat daripada dissosiatif. Adapun hubungan kelompok ojek yang ada di lingkungan kampus dengan kampus unpad sendiri juga menunjukkan relasi sosial yang dissosiatif

    Resensi Buku : Liquid Surveillance: A Conversation

    Get PDF
    Pengawasan (surveillance) terus mengalami perkembangan sebagaimana dunia yang erus mengalami transformasi dari generasi ke generasi. Pengawasan itu sendiri menjadi salah satu ciri mendasar didalam dunia modern. Masyarakat modern dikarakteristikan oleh kehidupannya yang begitu mengalir (fluid) yang kemudian memberikan gagasan bahwa kehidupan sedang berada pada tahap yang semakin cair (liquid) dimana segala sesuatunya selalu bergerak namun secara tidak pasti serta tidak kekal ikatannya. Saat ini, setiap warga negara, pekerja, konsumen bahkan turis setiap gerakannya selalu dilacak, diikuti dan dimonitor. Pengawasan tersebut juga mulai menyelinap ke tingkatan negara (liquid state)

    ADAPTASI SOSIAL MASYARAKAT KAWASAN BANJIR DI DESA BOJONGLOA KECAMATAN RANCAEKEK

    Get PDF
    ABSTRAKBanjir merupakan permasalahan lingkungan yang paling sering terjadi di Indonesia. Dalam merespon permasalahan lingkungan tersebut, manusia melakukan adaptasi agar dapat bertahan hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana adaptasi sosial yang dilakukan oleh masyarakat kawasan banjir di Desa Bojongloa serta faktor apa yang mempengaruhi adaptasi sosial. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan penelaahan dokumen atau literatur. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa masyarakat tidak hanya diam menghadapi banjir tetapi juga menyesuaikan diri dan sadar untuk melakukan usaha perbaikan kondisi lingkungan. Adaptasi sosial yang dilakukan oleh masyarakat diantaranya yaitu masyarakat memasang tambang secara bersama-sama, memasang tanggul, menyelamatkan barang-barang ke tempat yang lebih tinggi, tetap tinggal di dalam rumah, dan membersihkan lumpur setelah banjir. Masyarakat juga menaikan ketinggian lantai rumah mereka. Usaha masyarakat untuk memperbaiki kondisi lingkungan diantaranya melaksanakan kerja bakti secara gotong royong, menyampaikan aspirasi mengenai permasalahan banjir kepada Pemerintah Daerah, dan merencanakan normalisasi sungai secara swadaya masyarakat. Adaptasi sosial yang dilakukan oleh masyarakat juga merambah kedalam mempengaruhi kemampuan dan pola pikir masyarakat yang semakin berkembang dalam menghadapi masalah-masalah lingkungan baik fisik, ekonomi ataupun sosial. Interaksi sosial Masyarakat Desa Bojongloa terbangun kuat ketika menghadapi banjir guna keberlangsungan hidup bersama.Kata kunci: banjir, adaptasi sosial, interaksi sosialABSTRACTFloods are the most frequent environmental problem happened in Indonesia. People doing social adaptation to response environmental problems. This research is endeavor to describe the social adaptation on the flooded area and what factors affect it. This research uses qualitative method. Data will be collected with observation, interview, and documents or literature review. The result of this research indicate that people is not just give up in this situation but struggle to change and improve the environment for a better condition. People doing social adaptation such as set the rope together, making a simple dike, saving their stuffs in the higher place, stayed in the house, and cleaning the mud. People also upgrade their house high. People efforts to make a better environmental condition is clean environment together, speak up about floods problem to Local Government, and planned river normalization by their own way. Social adaptation could affect and rise people mindset so they could face their problems, be it physical, economic, or social problems. Social interaction between people in Bojongloa build strongly to face the flood disaster thus they can survive.Keywords: floods , social adaptation, social interactio

    PRAGMATISME PARTAI ISLAM DI INDONESIA: PENDEKATAN TINDAKAN SOSIAL

    Get PDF
    Partai-partai Islam di Indonesia dianggap telah jauh bergeser pada skema tindakan pragmatis, meninggalkan tindakan-tindakan ideologis dalam berbagai kebijakan politiknya. Karenanya, partai Islam dianggap tidak lagi memiliki identitas yang jelas setelah mereka memiliki platform yang tidak berbeda dengan partai-partai nasionalis sekuler. Artikel ini menggali lebih jauh konsep pragmatisme partai Islam dari pendekatan tindakan sosial. Dengan menyandang ideologi Islam, partai-partai Islam dituntut untuk melahirkan kebijakan dan tindakan yang sesuai dengan semangat spiritual keislaman. Tetapi di saat yang sama, sebagai organisasi partai mereka juga dituntut profesional dan fleksibel dalam rangka meraih tujuan-tujuan politiknya. Mereka berada di antara dua ranah, yang satu penuh dengan dimensi moralitas, yang satu lagi terkadang bersifat amoral. Di Indonesia, partai Islam senantiasa beradaptasi dengan lingkungan dan sistem politik demokratis, sehingga menuntut mereka menjadi pragmatis, meskipun identitas dan isu-isu keagamaan masih menjadi persoalan pokok bagi eksistensi mereka

    Modal Sosial Dalam Penanggulangan Bencana Banjir (Kasus Di Kabupaten Bandung, Jawa Barat)

    Get PDF
    Bencana banjir seringkali terjadi di wilayah Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Beberapa manajemen bencana banjir telah dilakukan di wilayah ini, tetapi seringkali hanya bersifat teknis seperti normalisasi sungai dan penanganan yang bersifat sosial seperti merelokasi penduduk. Tetapi berbagai upaya ini belum mampu menyelamatkan penduduk dari musibah banjir. Studi ini mengidentifikasi berbagai faktor dari kapital sosial yang ada di masyarakat yang tinggal di wilayah banjur serta menganalisa peranan LSM didalam merespon bencana banjir di Kabupaten Bandung. Studi ini menggunakan pendelatan kualitatif dengan menggunakan metode pengumpulan data wawancara, pengamatan, dan dokumentasi di tiga desa yang paling menderita akibat banjir di Kabupaten Bandung. Ketiga desa tersebut adalah Bojongsoang, Dayeuh Kolot dan Bale Endah. Hasil penelitian menunjukan bahwa terjadi penguatan kapital sosial di ketiga desa meskipun dengan karakteristik yang berbeda. Ketahanan sosial dimiliki oleh penduduk Dayeuh Kolot dan Andir dimana struktur masyarakatnya didominasi oleh kelas menengah dan berpendidikan sehingga mereka lebih independen dan responsif ketika menghadapi bencana banjir. Sementara penduduk Desa Bojongsoang relatif lebih mengalami ketergantungan ketika ketika banjir terjadi disebabkan masig banyaknya penduduk miskin dan terisolir secara geografis. Kehadiran LSM yang membantu korban banjir secara teknis cukup membantu tetapi disisi lain mendorong terjadinya ketidakpedulian serta ketergantungan terhadap bantuan pihak luar

    Studi Etnografi Virtual Tentang Belajar Bisnis Untuk Ibu Rumah Tangga di Saluran Youtube Belajar Berbisnis

    Get PDF
    Sekarang, jika seseorang membutuhkan info tentang sesuatu, orang tersebut akan mencarinya melalui YouTube. Salah satu video yang memberikan informasi yang dibutuhkan seorang ibu rumah tangga yang terkait dengan peluang bisnis adalah 7 Peluang Usaha Rumahan yang cocok untuk Ibu Rumah Tangga di saluran YouTube Belajar Berbisnis. Video ini memiliki lebih dari 200 ribu tampilan. Berdasarkan fakta tersebut, penulis tertarik untuk menganalisis komentar netizen yang terkait dengan video bisnis tersebut. Untuk menjawab pertanyaan tersebut, penulis menggunakan teori uses and gratification dengan tradisi penelitian etnografi virtual. Hasil yang ditemukan oleh penulis adalah banyak ibu rumah tangga yang ingin belajar bisnis, yang ingin memiliki bisnis rumahan, namun mereka memiliki ketakutan gagal dalam berbisnis, bingung berbisnis, dan tetap menganggap modal sebagai salah satu faktor penentu kesuksesan berbisnis. Komentar netizen terkait dengan video 7 Peluang Usaha Rumahan yang cocok untuk Ibu Rumah Tangga di saluran YouTube Belajar Berbisnis: banyak netizen yang memberikan komentar positif mengenai video tersebut, 2) Ada netizen yang memberikan komentar negatif mengenai video tersebut, dan 3) Ada netizens yang mengungkapkan beberapa pertanyaan terkait video yang diupload

    EKSPLOITASI PASIR BESI DAN DAMPAK LINGKUNGAN SOSIAL, BUDAYA, EKONOMI PADA MASYARAKAT DI PESISIR PANTAI SELATAN JAWA BARAT

    Get PDF
    Eksploitasi pasir besi sejauh ini dilihat sebagai salah satu potensi yang cukup menguntungkan bagi peningkatan ekonomi, namun dalam prosesnya muncul resistensi dari masyarakat. Penelitian ini untuk melihat sejauh mana aktivitas pertambangan pasir besi yang dilakukan di Kecamatan Cidaun memberikan dampak pada perubahan lingkungan sosial, budaya dan ekonomi masyarakat khususnya di Desa Kertajadi. Metodologi yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. Pemilihan metode ini lebih didasari oleh kebutuhan untuk memperoleh data dan informasi mendalam yang membutuhkan pendekatan yang personal sehingga data yang diperoleh dapat dianalisis secara akurat dengan otentisitas data yang tak terbantahkan karena merupakan temuan langsung dari informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya aktivitas penambangan pasir besi di Desa Kertajadi telah mendorong terjadinya perubahan dalam masyarakat baik itu perubahan sosial, budaya, maupun ekonomi. Hal itu terlihat dari terjadinya perubahan struktur dalam masyarakat dimana penambangan pasir besi ini telah mendorong munculnya struktur-struktur informal baru dalam masyarakat akibat dari adanya aktivitas penambangan. Aktivitas penambangan juga telah mendorong munculnya perubahan budaya dalam masyarakat dimana masyarakat yang awalnya mengandalkan budaya subsisten, terdorong untuk melakukan dominasi pada salah satu sumberdaya tertentu khususnya wilayah pantai. Perubahan pola mata pencaharian ini juga telah mendorong perubahan ekonomi, dimana muncul relasi ekonomi akibat dari adanya aktivitas pertambangan

    70

    full texts

    83

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Sosioglobal : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Sosiologi
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇