Sosioglobal : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Sosiologi
Not a member yet
83 research outputs found
Sort by
RELASI KEPALA DESA DAN BADAN PERWAKILAN DESA DALAM PEMANFAATAN DANA DESA DI KECAMATAN NAMLEA
The Village fund is a government effort to support the development of the village through financing schemes that are regulated and implemented directly by the village government, the involvement of village institutions in the management of village funds into an institutional relationship that is able to Village Fund Management. This research is a qualitative study aimed to describe the relationship of village government with village institutions in the planning and implementation of development based on the allocation of village funds obtained. The research site is focused on Namlea subdistrict with the consideration of density and heterogeneity of society. The number of informant that will be interviewed as many as 40 people taken in purposive. The analytical techniques used follow the concept given Miles and Huberman. The results showed that the relationship that awakened has a positive impact on the planning, implementation and supervision of the use of the village funds with the presence of the engagement, the sense of having and responsibility to the management Village funds are not merely the responsibility of the villagers but rather to be a responsibility with the parties involved
Peran Istri Dalam Strategi Adaptasi Ekonomi Keluarga Pasca Proses Penggenangan Waduk Jatigede Di Desa Tarunajaya
Penggenangan Jatigede pada tahun 2015 silam, mengakibatkan perubahan sosial masyarakat terdampak. Hilangnya lahan pemukiman dan lahan pertanian merubah mata pencaharian utama yang sekaligus menurunkan tingkat kesejahteraan keluarga. Upaya suami dalam mencaripekerjaan penggantu terhambat oleh usia, kesempatan kerja dan keahlian. Perubahan mata pencaharian terbanyak berasal dari sektor pertanian sebesar 45%. Jumlah keluarga terdampak yang pindah ke Desa Tarunajaya sebanyak 461 KK dengan jumlah istri terdampak sebanyak 85% atau 392 orang. Pada dasarnya, istri terdampak telah terbiasa dengan melibatkan diri mencari tambahann pendapatan semasa di wilayah genangan. Semakin berkurangnya lahan pertanian menyebabkan istri terdampak melakukan perubahan strategi adaptasinya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang didukung dengan data kuantitatif untuk melihat strategi adaptasi sosial ekonomi yang dilakukan oleh para istri terdampak pasca penggenangan. Dengan menggunakan teori adaptasi dari Parsons, diharapkan dapat memberikan gambaran peran istri dalam menjalankan strategi adaptasinya. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat dua kelompok istri yaitu: istri yang berperan tunggal sebagai ibu rumah tangga dan istri yang memiliki peran ganda yang berada di sektor pertanian, perikanan dan non pertanian. Pasca penggenangan jumlah istri yang berperan tunggal cenderung meningkat 6% dengan alasan kurangnya modal, usia, pengetahuan ditambah dengan memiliki anak berusia balita. Sedangkan istri yang berperan ganda meningkat pada sektor non pertanian sebesar 10%. Para istri memerlukan pembinaan, akses untuk mendapatkan modal dengan bunga ringan agar dapat membangun sosial ekonomi mandiri agar strategi adaptasi sosialnya berhasil
Proletarianisasi Pekerja Sosial dalam Tatanan Birokrasi
ABSTRAK Penelitian ini mengkaji tentang hubungan birokrasi dengan masalah pemberian gaji, jaminan, dan, tunjangan bagi pekerja sosial. Metode yang digunakan adalah kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pekerja sosial mengalami proletarianisasi, karena keterlambatan pemberian gaji bulanan, ketidakcukupan besaran gaji, serta ketiadaan jaminan dan tunjangan. Proletarianisasi ini terjadi karena mekanisme birokrasi yang tidak transparan
Fungsi Lembaga Pembinaan Khusus Anak dalam Melaksanakan Program Pembinaan Berbasis Budi Pekerti pada Anak Didik Pemasyarakatan
Lembaga Pembinaan Khusus Anak merupakan lembaga yang memberikan fasilitas dan turut melaksanakan program pembinaan kepada anak didik pemasyarakatan. Sebagai lembaga yang melaksanakan pembinaan tersebut tentu memiliki fungsi yang memiliki dampak bagi Anak yang menjalani pembinaan, fungsi lembaga tersebut dapat berupa fungsi manifes dan fungsi laten. Meskipun demikian, suatu lembaga dalam melaksanakan pembinaan memiliki hambatan yang dapat menghambat suatu program binaan dan dapat disebut dengan disfungsi lembaga. Untuk menganalisis persoalan tersebut penulis menggunakan analisis sosiologis menggunakan teori fungsionalis struktural yang dikemukakan oleh Robert K. Merton. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dengan teknik pengumpulan data observasi dan wawancara kepada informan yang merupakan para pegawai LPKA Kelas II Bandung. Simpulan penelitian ini, struktur memiliki dampak andil dalam keberhasilan terlaksananya suatu program pembinaan, struktur yang teridiri dari aturan, norma, dan sumber-sumber daya memadai dapat berdampak pada keberhasilan pembinaan dalam membentuk Anak agar menjadi individu yang lebih baik dan dapat kembali ke lingkungan sosialnya
KARAKTERISTIK DASAR LITERASI DIGITAL DAN RELASI SOSIAL GENERASI MILENIAL BANTEN
ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi karakteristik dasar literasi digital dan relasi sosial generasi milenial di Banten. Penelitian ini menggunakan metode survei. Pertanyaan terkait dengan literasi digital terbagi atas tiga kelompok, yaitu mengenai penggunaan perangkat, strategi membaca, dan strategi verifikasi informasi. Sementara pertanyaan terkait dengan relasi sosial terdiri dari bagaimana informan melakukan interaksi sosial, bagaimana kepeduliannya terhadap pandangan masyarakat terhadap dirinya, dan bagaimana relasi informan dalam kelompok.Hasil penelitian ini menemukan bahwa generasi milenial Banten memiliki karakteristik dasar literasi digital: (1) generasi milenial Banten mengandalkan buku sebagai sumber informasi; (2) bentuk visual informasi mulai dari yang paling disukai generasi milenial Banten ialah video; (3) gaya membaca generasi milenial Banten yang terbanyak ialah dengan menggunakan kata kunci atau fokus tertentu; (4) strategi verifikasi informasi generasi milenial Banten ialah dengan membandingkan sumber. Sementara pada karakteristik relasi sosial generasi milenial Banten ditemukan bahwa generasi milenial Banten lebih menyukai interaksi langsung dalam melakukan interaksi sosial, dan generasi milenial lebih menyukai aktivitas komunal dan aktif dalam kegiatan kelompok.Dengan demikian karakteristik generasi milenial di tingkat lokal Banten tidak sepenuhnya sama dengan karakteristik literasi digital maupun relasi sosial yang menjadi arusutama pandangan masyarakat luas maupun yang dijadikan dasar pengambilan kebijakan. Dengan begitu perlu dilakukan evaluasi secara menyeluruh atas keputusan perubahan yang menyandarkan diri pada generalisasi karakteristik generasi.Kata kunci: literasi digital, relasi sosial, pembangunan manusia, generasi milenial, sosiologi pembangunan.ABSTRACTThis study aims to explore the basic characteristics Banten’s millennial generation of digital literacy and social relations. This research uses survey method. Questions related to digital literacy are divided into three groups, namely regarding the use of devices, reading strategies, and information verification strategies. While the questions related to social relations consist of how the informant conducts social interaction, how concerned about the public's view of him, and how the informant's relations within the group.The results of this study found that Banten's millennial generation has the basic characteristics of digital literacy: (1) Banten's millennial generation relies on books as a source of information; (2) the visual form of information starting from the most preferred Banten millennial generation is video; (3) Banten's most millennial generation reading style is by using certain keywords or focus; (4) Banten millennial generation information verification strategy is to compare sources. While on the characteristics of Banten millennial generation social relations it is found that the Banten millennial generation prefers direct interaction in carrying out social interactions, and millennial generation prefers communal and active activities in group activities.Thus the characteristics of millennial generation at the local level in Banten are not entirely the same as the characteristics of digital literacy and social relations which are the main stream of view of the wider community and are used as the basis for policy making. In this way, it is necessary to conduct a thorough evaluation of the change decisions that rely on generalizing generational characteristics.Keywords: digital literacy, social relation, human development, millennial generation, sociology of development
Transformasi Bentuk dan Fungsi Keluarga di Desa Mekarwangi
Tujuan studi ini adalah untuk mengetahui transformasi atau perubahan bentuk dan fungsi keluarga di Desa Mekarwangi. Latar belakang penelitian ini yaitu terjadinya perpindahan atau mobilitas sementara dengan alasan mencari ilmu atau bekerja di tempat lain jauh meninggalkan desa. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan tekhnik pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara. Analisisnya menggunakan teori fungsional struktural dan teori interaksi simbolik. Temuannya menunjukkan bahwa bentuk dan fungsi keluarga mengalami perubahan namun tidak permanen. Kesimpulan studi ini menunjukkan bahwa terjadinya perubahan bentuk dan fungsi keluarga dalam masyarakat Desa Mekarwangi karena adanya perpindahan atau mobilitas sementara dari anggota keluarga, namun perubahannya bersifat sementara atau tidak permanent karena kuatnya ikatan kekerabatan dalam keluarga inti dan keluarga luasnya. Bentuk keluarga dapat saja berubah namun fungsi keluarga tidak berubah karena meskipun tidak tinggal dalam satu tempat yang sama namun fungsi kasih sayang, fungsi pendidikan, fungsi keagamaan dan fungsi ekonomi masih dapat dilaksanakan dengan interaksi jarak jauh menggunakan alat kominikasi yang sekarang sudah mudah dan cepat
SOCIAL CHANGES IN SUBURBAN COMMUNITY (Study In Saradan Vilage, Cibiru Subdistrict Of Bandung City)
Traditional Sundanese suburban communitiesin protecting the territoryand the cultural preserver is not afraid of change. Because of, as a traditional society the community has the power to remain in their territory. This condition was found in the community of Saradan Village, Cibiru Sub-District of Bandung City. This study examines the social life of traditional Sundanese suburban communities, observes the changes in community life patterns that occur in the midst of rampant development. The purpose of this study is to determine the extent of the process of change in the life of the traditional Sundanese suburban of Saradan Village. This study uses a qualitative method with descriptive analysis which aims to describe the overall research problem. With a descriptive approach and in-depth interviews, showing that the existence of the community to maintain the heritage of the ancestors from time immemorial, the house and the land is one of the assets that must be maintained by the community. Changes in social and agriculture work in the community that are not always ongoing thinking is progressing, patterns of money in the cultural preservation aspects are still taking priority in the recognized communities as societies of the people who are polite and supportive. The dimensions of community life are difficult to penetrate by other communities, Sundanese people have a principle in themselves to not be easily influenced in actio
Gerakan Tanpa sedotan: Hindari Kerusakan Lingkungan
ABSTRAKKerusakan lingkungan yang diakibatkan gaya konsumtif masyarakat modern membuat kerugian tidak hanya pada kehidupan masyarakat itu sendiri melainkan juga seluruh makhluk hidup. Studi ini mengkaji tentang isu gerakan sosial baru yaitu #NoStrawMovement. Gerakan #NoStrawMovement mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam menjaga dan merawat lingkungan mereka sendiri dengan mengurangi pengurangan sedotan plastik. Tujuan dari penelitian ini ialah mengetahui sejauh mana kefektifan gerakan #NoStrawMovement dalam mempengaruhi prilaku masyarakat untuk mengantipasi kerusakan Lingkungan. Penelitian ini menggunakan telaah studi kepustakaan dari berbagai literatur yang relevan. Hasil penelitian menunjukan bahwa keberhasilan gerakan ini dibuktikan dengan berkurangnya pengguaan sedotan plastik secara signifikan dikalangan masyarakat. keberhasilan ini juga dipengaruhi oleh beberapa restaurant makanan yang tidak lagi menyediakan sedotan plastik bagi masyarakat. Seperti virus yang terus menyebar, gerakan anti sedotan plastik ini terus meluas dan membuat kesadaran bagi hampir setiap kalangan masyarakat.Kata kunci: gerakan sosial baru, #NoStrawMovement, sedotan plastik dan kerusakan lingkungan. ABSTRACTEnvironmental damage caused by the consumptive style of modern society causes harm not only to the life of the community itself but also to all living things. This study examines the issue of a new social movement, the #NoStrawMovement. The #NoStrawMovement moves people to participate in maintaining and caring for their own environment by reducing the reduction of plastic straws. The purpose of this study was to determine the extent of the effectiveness of the #NoStrawMovement in influencing community behavior to anticipate environmental damage. This study uses a literature study from various relevant literature. The results showed that the success of this movement was evidenced by the significant reduction in the use of plastic straws among the public. This success was also influenced by several food restaurants that no longer provided plastic straws for the community. Like a virus that continues to spread, the anti-plastic straw movement continues to expand and create awareness for almost every community. Keywords: modernization, new social movements, #NoStrawMovement, plastic straws and environmental damage
Isu Gerakan Sosial Baru: Tempat Nasi Gratis Bandung
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan mengidentifikasi mengenai isu gerakan sosial baru yang berbentuk Tempat Nasi Gratis Bandung, jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kepustakaan. Saat ini semua orang dapat melakukan kegiatan gerakan atau aksi sosial dengan cara apa pun. Salah satunya dengan bersedekah nasi, berbagi kebahagiaan dengan sesama, ketika memiliki rejeki yang lebih untuk beramal masyarakat Bandung bisa menyalurkannya melalui sebuah etalase dengan tinggi 1 meter dan lebar 50cm untuk menyimpan nasi bungkus atau nasi kotak dengan lauk pauknya serta air mineral. Etalase yang diberi nama Tempat Nasi Gratis atau TNG yang berada di Bandung ditempatkan dilokasi-lokasi yang strategis dengan konsep siapapun boleh mengambil dan siapapun boleh mengisi. Nasi kotak yang tersedia dietalase, tidak hanya untuk masyarakat miskin kota, melainkan warga yang kehabisan uang, ataupun warga yang kesulitan mendapatkan makanan saat di perjalanan. Gerakan sosial baru ini digagas oleh seorang warga Bandung bernama Rochsan rudyanto
HIJRAH ISLAMI MILENIAL BERDASARKAN PARADIGMA BERORIENTASI IDENTITAS
Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan perkembangan hijrah islami pada masyarakat milenial, dengan mencerminkan perubahan diri ke arah yang lebih baik berlandaskan ajaran agama Islam. Metode penelitian menggunakan pendekatan studi kepustakaan dengan mengumpula\kan informasi dari jurnal, buku, dokumen elektronik, dan berita online. Hijrah Islami menjadi gerakan sosial baru di masyarakat, paradigma berorientasi identitas sebagai analisis penelitian, karena menitikberatkan pada keterlibatan para aktor dan aksi kolektif. Analisis dikaji dengan lima kelebihan paradigma ini, hasilnya adalah: (1) Ekspresi kuat terjadi pada artis yang melakukan hijrah, pelaku ekonomi di bidang pakaian muslim meningkat, kajian-kajian hijrah islami diperoleh dari media sosial; (2) Ekspresi hijrah islami milineal, terlihat pada gagasan yang maju, pola pikir lebih kritis dan terbuka; (3) Perilaku ekspresif dengan mengikuti berbagai kajian-kajian islam; (4) Peran dan posisi aktor milenial dalam melaksanakan hijrah sebagai muslim dan muslimah sesuai dengan ajaran agama islam; (5) Menempatkan individu dalam hijrah islami ke arah tujuan hidup yang lebih baik dan terarah. Kesimpulan, hijrah islami milenial merupakan gerakan sosial baru yang menjadi identitas umat Islam berdasarkan ajaran agama Islam. Kata Kunci: Hijrah, Islami, Milenial dan Identita