Sosioglobal : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Sosiologi
Not a member yet
    83 research outputs found

    Fungsi Kelompok Usaha Berkah Bersama (Kubbe) Dalam Pemberdayaan Pemuda

    Get PDF
    Kelompok Usaha Berkah Bersama (KUBBE) digagas sebagai bentuk pemberdayaan kelompok pemuda Kaum RT 02/RW 10 bertujuan untuk individu maupun kelompok dapat berkembang, mandiri dan berdaya secara finansial maupun potensial. KUBBE dibentuk pada 07 November 2020 dan beranggotakan 20 orang. KUBBE ditinjau dari teori Struktural Funsgional Robert K. Merton, bahwa setiap unit/kelompok/organisasi memiliki susunan struktur yang unsur-unsurnya saling berkaitan dan berhubungan satu dengan lain dan memiliki fungsi. Penelitian ini berfokus pada fungsional KUBBE menurut Robert K. Merton yang memiliki turunan berupa fungsi manifest, fungsi laten, disfungsional dan nonfungsional. Program pemberdayaan KUBBE sebagai kelompok usaha yakni berwirausaha dalam bidang kuliner yang terdiri dari ragam makanan dan minuman. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif agar dapat menggambarkan bagaimana bentuk pemberdayaan yang dilakukan oleh pemuda KUBBE dan fungsional KUBBE secara keseluruhan. Hasil akhirnya diharapkan pemberdayaan KUBBE secara fungsional dan sosiologis dapat bertahan dan berkelanjutan menjadi pemuda yang berhasil dan berdaya. Kelompok Usaha Berkah Bersama (KUBBE) formed in Dayeuhkolot kampung kaum RT 2 RW 10 Bandung Regency, is an effort to overcome social and economic pressures on the community by uniting resources between individuals. So that the potential of each individual can be channeled and form synergy and effective strategies in running their business. To find out how the functional structure and organizational governance of KUBBE, researchers use Robert K. Merton's theory of functional structure which consists of manifest functions, latent functions, dysfunctions and non-functions. By describing the functional structure, it is hoped that it can be a reference for empowering other business groups. The results showed that the youth in KUBBE can be a forum in improving welfare in terms of continuing education and making a way to solve the economic problems of its members. KUBBE can run well with regular evaluations to find solutions in determining future business strategies. The thing that makes an interesting finding in the KUBBE is that it does not always carry out a routine, but the KUBBE always does new things in its business

    Kesadaran Lingkungan Anak Muda di Kota: Pelajaran dari Membaca Kota di Yogyakarta, Indonesia

    Get PDF
    ABSTRAK Bencana lingkungan telah membahayakan kota Yogyakarta. Penduduk muda kota ini telah dan akan terus terkena dampak dari bencana-bencana ini.  Namun, pendidikan lingkungan hidup (PLH) di kota ini kurang efektif dalam menciptakan kesadaran di kalangan anak-anak dan remaja tentang isu-isu lingkungan hidup di sekitar mereka. Penelitian ini dilakukan untuk menilai dan meningkatkan peran anak muda di Yogyakarta untuk menghadapi permasalahan tersebut, proyek Membaca Kota dilaksanakan di Kampung Jogonegaran dengan menggunakan metode berikut: 1) survei kuantitatif pra-proyek; 2) kegiatan interaktif; dan 3) diskusi kelompok terarah pasca-kegiatan. Berdasarkan hasil pra-survei, para anak muda kampung menunjukkan kesadaran dan kepedulian mereka terhadap isu-isu lingkungan perkotaan seperti pengelolaan sampah dan ruang terbuka hijau. Selama kegiatan berlangsung, para peserta menunjukkan berbagai tingkat keterlibatan dan respon. Setelah penelitian selesai, para anak muda menunjukkan kesadaran yang lebih besar dan kesiapan untuk menyuarakan dan mengambil tindakan terkait masalah lingkungan di perkotaan. Setelah kegiatan yang dilakukan, beberapa wawasan ditemukan untuk meningkatkan program pendidikan lingkungan berbasis masyarakat: 1) melibatkan peserta dalam semua tahapan program sangat penting; 2) memastikan adanya saling pengertian antara peserta dan penyelenggara sangat penting; dan 3) penerapan pedoman standar untuk kegiatan manajemen proyek diperlukan. Kata Kunci: Lingkungan Urban, Pendidikan Lingkungan Interaktif, Agensi Anak Muda, Pengorganisasian Komunitas Anak Muda.ABSTRACT Environmental disasters have endangered the city of Yogyakarta. The city's young population has been and will continue to be affected by these disasters.  However, environmental education (PLH) in the city is less effective in creating awareness among children and adolescents about environmental issues around them. This research was conducted to assess and improve the role of young people in Yogyakarta to face these problems, the City Reading project was carried out in Jogonegaran Village using the following methods: 1) pre-project quantitative survey; 2) interactive activities; and 3) post-activity focus group discussions. Based on the pre-survey results, the village youths showed their awareness and concern for urban environmental issues such as waste management and green open spaces. During the activity, participants showed varying levels of engagement and response. After the study was completed, the young people showed greater awareness and readiness to voice and take action on environmental issues in urban areas. Following the activities undertaken, several insights were found to improve community-based environmental education programs: 1) involving participants in all stages of the program is essential; 2) ensuring mutual understanding between participants and organizers is essential; and 3) the implementation of standard guidelines for project management activities is necessary Keywords: Urban Environment, Interactive Environmental Education, Youth Agency, Youth Community Organizing.

    Pengawasan Terhadap Masyarakat: Panopticon Dan Post-Panopticon (Analisis Diferensiasi Pemikiran Michel Foucault-Deleuze & Guattari)

    No full text
    Menggunakan analisis diferensiasi berdasarkan gagasan Michel Foucault, Gilles Deleuze, dan Felix Guattari, artikel ini merinci metode yang digunakan dalam pengawasan panoptikon dan pasca-panoptikon. Tubuh adalah item bermasalah dalam pandangan pemantauan yang diilhami panoptikon Foucault. Alternatifnya, kontrol pasca-panoptikon merupakan indikasi kecenderungan otoritas yang tak terbatas untuk mengumpulkan dan menyandikan fakta ke dalam lingkup otoritas diskursifnya. Dalam artikel ini, menggunakan penelitian literature review, dengan data primer yang berasal dari berbagai sumber baik jurnal, buku, dokumentasi, internet dan pustaka yang relevan.  Ada tema kunci lain dalam filosofi Deleuze yang dapat digunakan untuk mempelajari surveilans pasca-panoptikon, meskipun sebagian besar penelitian Deleuzian bersandar pada paradigma masyarakat kontrol. Penjelasan Deleuze dan Guattari tentang hubungan kekuasaan rhizomatik dalam masyarakat pasca-kapitalis bersandar pada gagasan ini, yang mereka sebut "reteritorialisasi". Berbeda dengan indikator terbatas dari masyarakat kontrol, reteritorialisasi dapat membantu penelitian kita ke dalam bentuk pemantauan individu dan masyarakat. Menggunakan gagasan reteritorialization, yang mengacu pada kekuatan cairan yang melewati tubuh, keinginan, dan sosial, esai ini berusaha membahas praktik pengawasan npanopticon dan pasca-panopticon. Using a differentiation analysis based on the ideas of Michel Foucault, Gilles Deleuze, and Felix Guattari, this article details the methods used in panopticon and post-panopticon surveillance. The body is a problematic item in Foucault's panopticon-inspired view of monitoring. Alternatively, post-panopticon control is indicative of an authority's boundless propensity to collect and encode facts into its discursive sphere of authority. There are other key themes in Deleuze's philosophy that may be utilized to study post-panopticon surveillance, even though most of the Deleuzian research relies on the control society paradigm. Deleuze and Guattari's explanation of rhizomatic power relations in post-capitalist society relies on this notion, which they term "reterritorialization." In contrast to the limited indicators of a control society, reterritorialization may aid our research into individual and societal forms of monitoring. Using the idea of reterritorialization, which refers to the fluid force that goes through the body, desire, and the social, this essay seeks to address npanopticon and post-panopticon surveillance practices

    Partisipasi Masyarakat Dalam Penanganan Stunting Melalui Nagari Pintar Di Nagari Ganggo Hilia Kabupaten Pasaman

    Get PDF
    This research is motivated by the high prevalence of stunting in one of the Pasaman districts,  especially Nagari Ganggo Hilia. In this Nagari, a program called “Smart Nagari” that designed as the pilot for handling stunting. this study aims to uncover how the Ganggo Hilia community engages regarding stunting through Nagari Pintar. The descriptive qualitative approach is needed to collect and analyze data. Primary data that gathered over in-depth interviews and direct observation at the research location. The theory used is the stages of community participation in handling stunting in Nagari Ganggo Hilia is already active but not optimal. The community has felt the benefits of activities at the integrated healthcare center. However, regarding the results, there hasn’t been a significant reduction in the stunting rate, yet the community has actively participated in activities at the integrated healthcare center. For indicators of decision making, implementation, and evaluation, society has already engaged. So that in this case, the government can provide programs that can be collaborated with the Smart program itself to reduce stunting rates.

    Hiperrealitas Belanja Online Pada Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang

    Get PDF
    Hyperreality indicates that the old reality has died and been replaced by a new reality where this can be seen from the pervasiveness of pseudo reality which is difficult to distinguish from the real one. This pseudo reality is an e-commerce’s world where many people find it easy to access and get a product of what they need only through internet devices and smart devices that can be accessed anywhere and anytime. Students are probably one of the e-commerce users who get a lot of convenience and can also save time when accessing e-commerce platforms on their smart devices. This study uses a qualitative approach with the type of phenomenological research where researchers identify human experiences about a particular phenomenon that is being studied. Collecting data using the methods of observation, interviews, and documentation. The research subject itself involved students from the University of Muhammadiyah Malang. Data analysis using the Moustakas method. This study uses the theory of hyperreality from Jean Baudrillard which explains that there are three stages of the subject before entering hyperreality, namely the stages of simulation, simulacra, and simulacrum. Simulation is an e-commerce, simulacra is the equivalent of sign manipulation that requires a reference model to identify oneself, while in simulacrum the subject has lost his identity because he has become the reference model of himself. Based on the results of research on e-commerce that occurs among students, there is a hyperreality that occurs due to lifestyle factors that always align with their friendship environment and are also influenced by activities on social media where users are always offered product display advertisements. Hyperreality can be seen from those who have consumptive behaviours where they buy an item not based on what they need, but based on their sheer desire to affirm their social class. Keywords: Hyperreality, E-commerce, Simulation, Simulacra, Simulacru

    Konstruksi Sosial Dalam Kasus Kekerasan Seksual Anak Di Bandung Barat

    Get PDF
    Kekerasan seksual merupakan salah satu masalah sosial yang sangat memprihatinkan bagi Negara Indonesia, kekerasan seksual saat ini, sudah mulai dialami oleh anak-anak remaja. Tujuan penelitian ini, untuk menganalisis proses terbentuknya konstruksi social yang terjadi pada kasus kekerasan seksual anak di Kecamatan Cipongkor Bandung Barat. Pendekatan ini, menggunakan konsep konstruksi sosial yang terdiri dari proses eksternalisasi, objektivikasi dan internalisasi. Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu metode kualitatif. Data penelitian didapatkan melalui tahapan observasi, wawancara dan dokumen penelitian. Hasil penelitian ini bahwa Pertama, pada tahap eksternalisasi keluarga korban mendefinisikan kekerasan seksual merupakan aib karena dengan anaknya menjadi korban kekerasan seksual artinya anaknya telah kehilangan kehormatannya. Kedua, Proses Objektivikasi dimana proses ini sudah pada tahap terlegitimasi secara pemikiran, cara pandang orang tua korban yang memandang bahwa kekerasan seksual sebagai aib sudah menjadi pemikiran secara kolektif sehingga menjadi suatu acuan keluarga korban dalam mengambil tindakan, termasuk melakukan tindakan melalui jalur hokum. Ketiga, Proses Internalisasi dalam proses ini dimana korban dan keluarga merasa harus beradaptasi dengan nilai-nilai yang ada dimasyarakat sekitar. Proses konstruksi social dalam terjadi kekerasan seksual karena adanya proses sosialiasi yang tidak sempurna di masyarakat atau keluar dari nilai-nilai dan norma-norma toleransi masyarakat.    Sexual abuse is one of the social problems that is very concerning for the Indonesian State, sexual violence at this time, has begun to be experienced by teenagers. The purpose of this study was to analyze the process of social construction that occurred in cases of child sexual violence in Cipongkor District, West Bandung Regency. This approach, using the concept of social construction consisting of externalization, objectification and internalization processes. The method used in this research is qualitative method. Research data obtained through stages of observation, interviews and research documents. The results of this study that first, at the stage of externalizing the victim's family defines sexual violence as a disgrace because with her child being a victim of sexual violence means her child has lost his honor. Second, the objectification process in which this process has been legitimized in the mindset, the perspective of the victim's parents who view sexual violence as a disgrace has become a collective thought so that it becomes a reference for the victim's family to take action, including taking action through legal channels. Third, the internalization process in this process where victims and families feel they have to adapt to the values that exist in the surrounding community. The process of social construction in the occurrence of sexual abuse due to an imperfect socialization process in society or out of the values and norms of community tolerance

    Perspektif Ilmu-Ilmu Sosial di Era Digital: Disrupsi, Emansipasi, dan Rekognisi

    Get PDF
    Perkembangan teknologi yang begitu pesat di era digital pada awal abad ke-21 seakan-akan mengubur fungsi sosiologi sebagai ilmu yang memaknai bentuk zaman. Di Indonesia sendiri telah terjadi berbagai perubahan dan pergeseran sosial yang sebagian besar tidak disadari oleh masyarakat umum karena dianggap sebagai suatu hal yang “wajar” sebagai akibat dari digitalisasi berbagai aspek kehidupan. Buku Perspektif Ilmu-Ilmu Sosial di Era Digital: Disrupsi, Emansipasi, dan Rekognisi berisikan hasil-hasil penelitian yang diringkas oleh belasan sosiolog terkait keadaan sosial yang terjadi di Indonesia pada era digital. Setiap babnya membahas aspek-aspek tertentu dalam kehidupan masyarakat Indonesia yang ditinjau dari segi sosiologi. Tidak hanya pembahasan, namun para peneliti juga akan mengajak pembaca untuk berpikir secara kritis terhadap isu-isu sosial yang sedang terjadi di Indonesia, seperti dampak media sosial pada hubungan demokratis pemerintah dengan masyarakat, kondisi sosial masyarakat di tengah pandemi, pergeseran otoritas agama, budaya, serta perekonomian bangsa, dan lainnya

    Reifikasi dalam Praktik Penangkapan Ikan Destruktif di Pulau Lembata

    Get PDF
    Praktik penangkapan ikan secara destruktif sering terjadi melalui penggunaan bom ikan dan racun. Di Pulau Lembata, para nelayan masih terus menggunakan bom ikan dan racun. Dengan menggunakan konsep reifikasi yang memiliki aspek agensi dan struktur sosial, riset ini bertujuan untuk menjelaskan faktor penyebab penggunaan bom ikan dan racun di Lembata.   Pendekatan kualitatif digunakan dalam riset ini. Data primer riset ini diperoleh melalui wawancara. Data sekunder diperoleh dari dokumen yang dirilis pemerintah dan lembaga swadaya masyarakat, berita dari media massa daring, serta riset-riset lain yang relevan dengan topik riset ini.  Riset ini menunjukkan bahwa penggunaan bom ikan dan racun disebabkan oleh beberapa faktor yang saling berhubungan. Pertama, belum maksimalnya pelaksanaan kebijakan pengembangan UKM dan pemberian bantuan alat tangkap dan armada penangkapan yang telah disepakati oleh pemerintah dan nelayan melalui dialog. Kedua, mekanisme birokrasi yang lamban yang kemudian membuat kebijakan itu belum dilaksanakan dengan maksimal. Ketiga, partisipasi nelayan yang terbatas dalam perencanaan kebijakan. Keempat, penambahan waktu kerja nelayan buruh oleh nelayan juragan. Upah yang diberi oleh nelayan juragan kepada nelayan buruh biasanya rendah dan tak sepadan dengan waktu kerja. Kelima, adanya fluktuasi harga dan kompetisi antar nelayan.

    Srategi Penguatan Modal Sosial Pedagang Bubur Kacang Ijo (Burjo) Di Kawasan Kampus Universitas Sebelas Maret Surakarta

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk memahami dan menjelaskan strategi yang dijalankan oleh pedagang burjo di seputar kampus Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta dalam memperoleh, mempertahankan, dan mengakumulasi modal sosial yang menunjang berputarnya roda usaha mereka. Metode kualitatif digunakan untuk mengumpulkan dan menganalisis data. Data primer diperoleh melalui wawancara mendalam dengan 30 orang partisipan yang terdiri dari pedagang (20 orang), pemasok bahan baku (5 orang), dan pemilik modal (5 orang). Ketiga pihak dipilih sebagai partisipan penelitian karena keterlibatannya secara langsung di dalam bisnis ini dan karena kaitan yang terjalin di antara mereka. Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah pedagang burjo menjalankan dua jenis strategi dalam kaitan dengan modal sosial.  (1) Strategi internal yang dijalankan adalah membangun hubungan yang menyerupai keluarga, membangun ikatan kepercayaan dengan semua karyawan, saling memberikan bantuan berupa meminjamkan tenaga karyawan, memberikan bahan baku makanan, bertukar menukar informasi seputar perdagangan, berbagi resep menu makanan dan berbagi antar karyawan. (2) Strategi eksternal yang ditempuh adalah memilih agen untuk dijadikan langganan, mengalah terhadap masyarakat setempat, membersihkan lingkungan usaha, menjaga kualitas masakan, harga murah,  pelayanan yang cepat dan ramah,  membayar uang parkir keamanan, memberikan bantuan terhadap masyarakat sekitar, melayat, menjaga nilai kejujuran, keramahan, keakraban dengan pelanggan, memberi hutang pada pembeli, menaruh kepercayaan terhadap pembeli dan ikut memberikan sumbangan terhadap pegawai burjo lain ketika ada yang meninggal.This research aims at understanding and explaining strategies that green bean porridge (burjo) vendors around the area of Universitas Sebelas Maret campus develop in gathering, maintaining, and accumulating social capitals for the improvement of their businesses’ performance. Qualitative method was used for the data collection and analysis. Primary data was collected through in-depth intervews with 30 research participants, consisting of 20 vendors, 5 suppliers, and 5 investors. These participants were selected due their direct involvement in this business and their close interrelation. This research results in two main conclusions concerning the way burjo vendors manage the social capital. (1) Internally, they build family-like relation, develop trust among employee, and practice mutual help, e.g. lending food materials, sharing business-reated informations as well as recipes. (2) Externally, they develop trust with preferred suppliers, be kind always available for helping the local inhabitants, manage a clean business location, keep the food quality,  give better price, provide a quick and friendly service, regularly pay the parking tribute, go to funeral, allow costumers to pay later, and donate certain amount of cash for bereavement

    DEMOKRASI DIGITAL DI MASA PANDEMI COVID-19 (STUDI KASUS PILKADA TAHUN 2020 DI KABUPATEN JEMBRANA)

    No full text
    Pandemi covid-19 memberikan efek luar biasa bagi kehidupan masyarakat tak terkecuali perhelatan politik pilkada. Sebagaimana yang terjadi pada Pilkada Jembrana tahun 2020, untuk mengatasi tersebut, penggunaan media cetak, media elektronik dan media  sosial dalam kampanye menjadi strategi penting dan utama bagi pasangan calon dalam kondisi Pandemi. Kampanye yang aman karena minimnya tatap muka langsung dengan calon pemilih sehingga tidak ada potensi resiko tertular dan menulari covid 19. Dalam kondisi pandemi yang diikuti dengan menyebarnya budaya revolusi industri 4.0 tentunya penggunaan media sosial akan lebih dikedepankan. Kampanye dengan menggunakan media sosial juga dirasa menghemat pembiayaan dan memiliki efektifitas tinggi serta daya jangkau yang luas. Di Jembrana sendiri angka kasus Covid-19 pada tahun 2020 memang mengalami naik turun. Bahkan beberapa wilayah yang menjadi sasaran kampanye tatap muka beberapa kali mengalami lonjakan kasus. Alhasil banyak masyarakat menyemarakkan pilkada ini dengan berinteraksi di dunia maya. Hasil dari penelitian yang menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologis yakni sosialisasi pilkada dilakukan secara hybrid yakni offline dan online yang akhirnya berdampak pada konflik sosial di ranah digital. Konflik ini menyebabkan masyarakat semakin selektif di dalam menerima informasi dan hanya mengandalkan informasi yang mereka peroleh dari keluarga, klan (dadia) atau sesama warga banjar (dusun). Penelitian ini juga memperlihatkan bahwa peran civil society (komunitas, stakeholder dan para penggiat media sosial) juga mempengaruhi ketertiban dan keamanan dalam pelaksanaan pemilihan dan juga peningkatan jumlah partisipasi masyarakat dalam memilih. Kata kunci: demokrasi digital, pilkada, pandemi covid-1

    70

    full texts

    83

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Sosioglobal : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Sosiologi
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇