Jurnal Sains dan Seni ITS
Not a member yet
    2345 research outputs found

    Menentukan Konsep Colorful Geometric untuk Desain Interior Sekolah Dasar Internasional

    Get PDF
    Sekolah merupakan tempat dimana anak dapat belajar, tumbuh serta berkembang. Kualitas didikan anak juga berpengaruh dari baik atau buruknya kualitas sekolah. Anak usia sekolah dasar memiliki karakteristik yang berbeda dengan anak di jenjang sekolah yang lainnya. Penting bagi pihak sekolah untuk menciptakan suasana dan mood sekolah yang tepat untuk membantu dalam proses pembelajaran. Sekolah internasional memiliki budaya pembelajaran yang berbeda dengan sekolah pada umumnya yang berada di Indonesia. Penggunaan kurikulum yang berbeda menyebabkan kebutuhan serta proses pembelajaran yang juga berbeda. Kebutuhan dalam proses pembelajaran ini dapat direalisasikan dan dioptimalkan dengan desain interior yang baik. Dengan melihat dari kebutuhan serta karakteristik penggunanya, maka dapat dijadikan kriteria dalam mendesain interior sekolah. Data-data yang digunakan dalam proses mendesain ini menggunakan data primer dan sekunder. Data primer yang diperoleh dari hasil wawancara dan observasi serta data sekunder diperoleh melalui studi literatur dari buku dan juga jurnal. Hasil dari data primer dan sekunder dapat diperoleh konsep desain inrerior ‘Colorful Geometric’. Konsep ini lahir dari melihat kebutuhan kurikulum Cambridge yang diterapkan oleh sekolah dan juga psikologis dari pengguna yaitu anak Sekolah Dasar

    Perancangan Video Eksplanasi Motion Graphic Tari Lahbako Sebagai Media Pengenalan Budaya Daerah Kabupaten Jember

    Get PDF
    Tari Lahbako sebagai tarian daerah Kabupaten Jember merupakan bentuk apresiasi terhadap petani tembakau. Menurut Zoebarzy (2017) Tari Lahbako kurang berkembang akibat kurangnya sistem pemasaran dan pengelolaan. Rencana publikasi kesenian Kabupaten Jember sudah menjadi bagian dari kebutuhan yang ingin dicapai oleh DISPARBUD pada Rencana Strategis 2021-2026. Upaya yang dilakukan belum optimal sehingga butuh strategi untuk mengenalkan Tari Lahbako ke masyarakat luas. Berdasarkan fenomena tersebut, maka dibuat sebuah perancangan media untuk mengenalkan Tari Lahbako. Proses perancangan yang dilakukan melalui beberapa tahapan. Pertama, studi terhadap studi literatur untuk konten Tari Lahbako dan teori motion graphics, serta studi eksisting terhadap komparator dan acuan terhadap video yang mengangkat video eksplanasi dan tarian daerah. Kedua, studi eksperimental untuk menghasilkan naskah, storyboard, prototype, dan aset video. Ketiga dilakukan depth interview bersama para ahli yaitu scriptwriter dan motion artist untuk mendapatkan evaluasi dari hasil studi eksperimental. Tahap terakhir yaitu user test untuk menguji hasil output kepada target audiens yaitu mahasiswa seni tari melalui kuesioner. Output final dari perancangan ini adalah video eksplanasi motion graphic yang mengangkat Tari Lahbako dengan lingkup materi filosofis, sejarah, kostum, gerakan, dan musik pengiring. Aset yang ditampilkan yaitu foto dokumentasi, video wawancara, video Tari Lahbako, dan ilustrasi tokoh. Materi kostum menjabarkan kedua versi Tari Lahbako dan materi gerakan menjabarkan Tari Lahbako versi baru karena inti penceritaan yang sama. Perancangan menghasilkan video satu episode dengan durasi 10 menit yang didistribusikan melalui kanal Youtube untuk saluran utama dan media sosial untuk saluran promosi dengan konsep pengangkatan tarian daerah Indonesia, khususnya tarian daerah yang kurang mendapatkan publikasi sehingga diharapkan menjadi ensiklopedia singkat untuk tarian daerah Indonesia. Perancangan ini bertujuan menjadi media pengenalan Tari Lahbako ke generasi muda sebagai sarana pelestarian kebudayaan daerah untuk mempertahankan eksistensinya

    Desain Smart Lamp dengan Konsep Zen sebagai Alat Bantu Pengantar Tidur

    Get PDF
    Pandemi telah memengaruhi penduduk dalam mendapatkan tidur berkualitas. Menurut studi yang dilakukan Philips, hampir 62% responden di Asia Pasifik mengalami dampak negatif terhadap stres, kesehatan mental, kemampuan tidur nyenyak, dan bekerja. Peningkatan gangguan tidur dan kualitas tidur masyarakat yang memburuk diikuti juga dengan menurunnya produktivitas seseorang selama pandemi. Maka, diperlukan sebuah solusi yang memberikan rasa nyaman dan tenang kepada pengguna agar mendapatkan kualitas tidur yang lebih baik dan meningkatkan kualitas tidur pengguna. Untuk mendapatkan solusi, metode yang dilakukan antara lain yaitu wawancara dengan ahli atau psikolog mengenai gangguan tidur dan calon pengguna dengan pola kerja work from home dan work from office, studi tentang tidur, hormon melatonin, ritme sirkadian, dan warna terhadap mood, benchmarking terhadap eksisting, dan analisa aktivitas pengguna. Hasil dari perancangan adalah desain lampu yang bisa membuat pengguna merasa nyaman dan tenang di kamar tidur atau ruang istirahat. Eksplorasi bentuk dibuat dengan kriteria compact, zen¸dan easy to use

    Perancangan One-Stop Coffee & Work Area sebagai Respon terhadap Pergeseran Budaya Ngopi

    No full text
    Kegiatan ngopi menjadi budaya tersendiri bagi masyarakat penikmat kopi. Selain sebagai jembatan untuk bersosialisasi, ngopi juga menjadi pendamping bekerja karena khasiat kopi yang dapat meningkatkan produktivitas dan mencegah kantuk. Adanya perkembangan teknologi, khususnya di kota metropolitan Surabaya, menyebabkan pergeseran budaya ngopi akibat munculnya kebutuhan masyarakat untuk berekspresi di media sosial, yang mana hal ini menuntut kedai kopi untuk memiliki suasana yang nyaman dan estetik sehingga dapat menarik lebih banyak peminat. Di sisi lain, banyak para pekerja seperti pegawai kantor yang mengalami kebosanan kerja membutuhkan suasana nyaman kedai kopi beserta minuman kopinya untuk meningkatkan produktivitas. Karena peminat kopi semakin banyak, maka tingkat konsumsi kopi menjadi semakin tinggi dan diperlukan peningkatan produksi kopi untuk mengimbangi hal ini. Pendekatan behaviorology akan menjawab permasalahan produktivitas dengan mensintesis perilaku pengguna ke dalam arsitektur. Selain itu, kedai kopi pada perancangan ini juga menjawab kebutuhan berekspresi dan peningkatan produksi kopi. Metode behavior mapping digunakan untuk merumuskan kriteria umum rancangan dari perilaku user yang kemudian akan disintesis menjadi konsep desain. Objek rancangan yang dihasilkan adalah One-stop Coffee & Work Area yang merupakan mixed-use building bertema kopi, mencakup coffee shop-like co-working space, coffee shop and roastery, dan coffee training center. Objek rancang ini diharapkan dapat mewadahi aktivitas penikmat dan pelaku kopi dalam satu area yang terintegrasi serta merespon permasalahan akibat pergeseran budaya ngopi terkait produktivitas kerja, berekspresi di media sosial, dan peningkatan produksi kopi

    Desain Stretcher Isolasi untuk Pemindahan Pasien Covid-19 dengan Sistem Negative Pressure Isolation

    Get PDF
    Wabah Covid-19 yang melanda bumi sejak tahun 2019 telah menyebabkan perubahan besar di seluruh dunia. Pada April 2021, terdapat 3.500.000 kasus baru per hari dan 6.500 kasus baru di Indonesia .Masalah lain yang diciptakan oleh Covid-19 adalah tingkat kematiannya yang tinggi. Angka kematian akibat Covid-19 per April 2021 adalah 4000 kematian setiap hari dan 200 kematian harian di Indonesia Angka ini menunjukkan tingkat kematian yang tinggi. Tingginya angka kematian dan tingkat penyebaran yang tinggi menunjukkan bahwa Covid-19 masih jauh dari kata selesai dan memiliki risiko besar bagi manusia. Risiko tersebut lebih besar lagi bagi tenaga medis yang memiliki risiko 3 kali lebih besar tertular Covid-19 Oleh karena itu perlu dibutuhkan lingkungan kerja yang lebih baik dan aman bagi tenaga medis. Selanjutnya dilakukan wawancara dan penelusuran literatur untuk mengetahui kebutuhan tenaga medis. Dari hasil penelitian ini ditemukan bahwa selain lingkungan yang lebih aman dari Covid-19, juga dibutuhkan brankar yang lebih mudah untuk dimuat ke ambulans oleh tenaga medis. Dari Pengolahan hasil penelitian, dirumuskan sebuah brankar yang lebih aman dari Covid-19, mudah dimuat dan cepat disiapkan, serta mudah diakses dan memiliki visibilitas tinggi

    Peramalan Volatilitas dengan Pemodelan EGARCH, TGARCH, dan APARCH dalam Pengukuran Estimasi Risiko Saham Sektor Keuangan

    Get PDF
    Data finansial yang mengikuti deret waktu memiliki keragaman atau volatilitas yang setiap waktunya tidak konstan. Keadaan ini disebut sebagai heteroskedastisitas. Metode yang dapat menyelesaikan masalah tersebut adalah Autoregressive Conditional Heteroscedasticity (ARCH)/Generalized Autoregressive Conditional Heteroscedasticity (GARCH). Namun, ARCH/GARCH tidak dapat mengatasi beberapa kasus seperti perbedaan dalam nilai volatilitas yang disebut sebagai leverage effect. Sehingga dilakukan pemodelan dengan mengakomodasi respon volatilitas yang memiliki sifat asimetris seperti Exponential GARCH (EGARCH), Threshold GARCH (TGARCH), atau Asymmetric Power ARCH (APARCH). Dalam melakukan investasi, tentunya diperlukan kebijakan manajemen risiko yang baik, yaitu dengan mengestimasi risiko menggunakan metode Value at Risk (VaR) dan Conditional Value at Risk (CVaR). Penelitian ini dilakukan untuk peramalan volatilitas serta estimasi risiko dengan pemodelan EGARCH, TGARCH, dan APARCH untuk mengestimasi risiko pada saham sektor keuangan dengan volatilitas tinggi dan rendah untuk periode 20 Januari 2014 – 30 Desember 2021. Hasil pemodelan menunjukkan jika tidak terdapat karakteristik tertentu yang membedakan pemodelan antara saham dengan volatilitas tinggi dan rendah. Namun, dapat dikatakan jika model TGARCH dan EGARCH adalah model yang terbaik dalam memodelkan sifat asimetris. Peramalan volatilitas untuk sepuluh hari kedepan menghasilkan kesimpulan jika saham volatilitas tinggi memiliki hasil peramalan volatilitas yang tinggi juga dan sebaliknya. Estimasi risiko Value at Risk (VaR) dan Conditional Value at Risk (VaR) berdasarkan model terbaik untuk tingkat kepercayaan 99%, 95%, dan 90% menghasilkan kesimpulan saham dengan volatilitas tinggi memiliki estimasi risiko yang tinggi pula dan sebaliknya. Semakin tinggi tingkat kepercayaan, semakin tinggi pula estimasi risikonya

    Pemodelan Indeks Pembangunan Gender di Pulau Kalimantan Menggunakan Metode Regresi Nonparametrik Spline Truncated

    Get PDF
    Indeks Pembangunan Gender merupakan indeks yang digunakan untuk mengukur pencapaian kemampuan pembangunan manusia yang mempertimbangkan kesetaraan gender antara perempuan dan laki-laki berdasarkan tiga komponen pembentuk yaitu dari dimensi kesehatan, pendidikan, dan ekonomi. Indonesia merupakan negara berkembang yang perlu untuk terus melakukan pembangunan manusia yang ditujukan untuk seluruh masyarakatnya tanpa memandang perbedaan gender agar dapat mewujudkan kesejahteraan masyarakat. IPG provinsi-provinsi di Pulau Kalimantan masih berada peringkat 10 terendah dari 34 provinsi yang ada di Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa perlu adanya upaya dalam pembangunan kesetaraan gender di Pulau Kalimantan. Pada penelitian ini digunakan metode regresi nonparametrik spline truncated karena pola data antara variabel respon dengan 7 prediktor dari data yang digunakan tidak membentuk suatu pola tertentu. Model terbaik yang digunakan pada penelitian ini menggunakan titik knot optimal berdasarkan nilai GCV paling minimum. Berdasarkan hasil analisis pada penelitian ini model terbaik adalah menggunakan kombinasi knot (3,3,3,3,3,1,1) dengan nilai GCV sebesar 23,55265. Terdapat 4 variabel yang berpengaruh signifikan terhadap IPG di Pulau Kalimantan yaitu rasio angka kesakitan penduduk perempuan terhadap laki-laki (x1), rasio APS SD/sederajat penduduk perempuan terhadap laki-laki (x2), rasio APS SMP/sederajat penduduk perempuan terhadap laki-laki (x3), rasio TPAK penduduk perempuan terhadap laki-laki (x5). Model yang telah diperoleh memiliki nilai R^2 sebesar 71,55%

    Pengendalian Kualitas Proses Produksi Hasil Gula Kristal Putih di PG Djatiroto PTPN XI Menggunakan Diagram Kontrol Maximum Multivariate Cumulative Sum (Max-MCUSUM) Berbasis Residual Model Multioutput Least Square Support Vector Regression (MLS-SVR)

    No full text
    Gula yang merupakan bahan dasar pokok digunakan masyarakat sebagai pemanis dan juga pengawet makanan. Salah satu perusahaan agribisnis yang bergerak fokus pada produksi gula yaitu PT Perkebunan Nusantara XI (PTPN XI). Gula kristal putih adalah gula tebu atau bit yang melalui proses kristalisasi yang digunakan untuk konsumsi rumah tangga yang telah dijelaskan peraturan SNI 3140.3:2010. Pabrik Gula Djatiroto merupakan salah satu dari enam belas pabrik gula yang berada dibawah PTPN XI. Pada penelitian ini karakteristik kualitas yang digunakan yaitu warna larutan, besar jenis butir, dan kadar air yang masing-masing karakteristik kualitas memiliki hubungan. Hubungan pada ketiga variabel menunjukkan adanya kasus autokorelasi. Adanya autokorelasi menyebabkan false alarm dan mendapatkan pengambilan keputusan yang tidak tepat. Analisis yang digunakan yaitu dengan model algoritma Multioutput Least Square Support Vector Regression (MLS-SVR) untuk mengatasi data berautokorelasi dan dilakukan pengendalian menggunakan diagram kontrol Max-MCUSUM. Input model MLS-SVR ditentukan berdasarkan lag yang signifikan dari plot PACF, dimana pada penelitian ini pada karakteristik kualitas warna larutan signifikan pada lag-1, 2, 11, dan 23, karakteristik kualitas besar jenis butir signifikan pada lag-1, 2, 3, dan 28, serta karakteristik kualitas kadar air signifikan pada lag-27. Hasil input model MLS-SVR dan kombinasi hyper-parameter optimal menghasilkan nilai residual yang dapat mengurangi autokorelasi. Nilai residual digunakan pada pembuatan diagram kontrol Max-MCUSUM. Pada fase I dengan k = 0,5 didapatkan diagram terkendali secara statistik setelah diatasi, dan pada fase II dengan menggunakan k yang sama menunjukkan tidak terdapat titik-titik yang keluar batas kontrol. Hasil identifikasi variabel penyebab out of control didapatkan variabel warna larutan dan besar jenis butir yang memiliki faktor-faktor yang menjadi penyebab terjadinya out of control. Hasil kapabilitas proses telah kapabel dan kinerja proses sudah baik secara multivariat

    Kajian Visual Kesederhanaan Antarmuka Pengguna pada Aplikasi Kebugaran Berbasis Mobile (Studi Kasus: Google Fit)

    Get PDF
    Perkembangan industri aplikasi mobile merupakan salah satu yang paling pesat di dunia. Hal ini membuka banyak tantangan dalam tingginya persaingan pengembangannya, termasuk pada kepopuleran aplikasi kebugaran gaya hidup sehat yang dapat melacak aktivitas fisik penggunanya. Kesederhanaan merupakan salah satu prinsip strategis yang dapat meningkatkan kepuasan dan loyalitas pengguna. Di antara aplikasi kebugaran dengan fitur pelacakan aktivitas, Google Fit adalah salah satu pemain terbesar dengan rating maupun jumlah pengunduh yang paling banyak. Penelitian ini mengkaji aplikasi tersebut dari segi elemen visual antarmuka pengguna. Seluruh prinsip tiga dimensi kesederhanaan yaitu desain informasi, kompleksitas tugas dan estetika visual diterapkan pada kajian aplikasi ini. Pada hasil analisis, Google Fit masih memiliki ruang untuk penerapan aspek kesederhanaan pada tampilan visual antarmuka penggunanya. Sehingga temuan yang dihasilkan diharapkan dapat menjadi rujukan penggunaan prinsip kesederhanaan bagi perancangan antarmuka pengguna untuk aplikasi kebugaran selanjutnya

    Pra-Desain Pabrik Mosof (Modified Sorghum Flour) Dari Biji Sorgum Dengan Proses Fermentasi Bakteri Lactobacillus Plantarum Sebagai Subtitusi Tepung Terigu

    Get PDF
    Perancangan Pabrik MOSOF dari Biji Sorgum direncanakan mulai konstruksi tahun 2026 di Lamongan dan beroperasi pada tahun 2028 selama 330 hari/tahun. Lokasi dipilih berdasarkan hasil AHP dari ketersediaan bahan baku tertinggi di Jawa Timur, sekitar 13.500 ton/tahun pada 2022, ditargetkan mencapai 154.464 ton/tahun pada 2024, dengan Jawa Timur sebagai pasar terbesar. Produksi Tepung Sorgum mencapai 80.000 ton/tahun dengan bahan baku Biji Sorgum, Bakteri Lactobacillus Plantarum, dan nutrient. Proses produksi terdiri dari tiga tahapan: continous pre-treatment untuk mengupas kulit biji sorgum dan pencucian, pengolahan produk melalui fermentasi menggunakan bakteri Lactobacillus Plantarum dengan suhu 30°C, dan proses continous meliputi pengeringan, penghalusan (penepungan 80 mesh), dan pengemasan.Studi evaluasi ekonomi pabrik menunjukkan estimasi modal (CAPEX) Rp 561.176.958.858,691 dan biaya produksi total (OPEX) Rp 592.571.491.247,285. NPV adalah Rp 576.219.666.223,592, IRR 24%, dengan bunga pinjaman bank BNI korporasi 8% per tahun. Waktu pengembalian modal (POT) 3,6 tahun dan BEP 45,731%. Berdasarkan analisa ekonomi, pabrik MOSOF dengan kapasitas 80.000 ton/tahun layak didirikan secara ekonomis

    2,187

    full texts

    2,345

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Sains dan Seni ITS
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇