Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain
Not a member yet
    545 research outputs found

    Studi Refleksi Gelombang Menggunakan Model Breakwater Tipe Dinding Berpori dengan Pemodelan Fisik 2-D

    No full text
    Pemecah gelombang mempunyai fungsi untuk mereduksi gelombang dan melindungi garis pantaidari hamparan ombak. Gelombang yang merambak mengenai suatu bangunan pemecahgelombang, sebagian energinya akan diteruskan (transmisi), sebagian energinya dipantulkan(refleksi), dan sebagian energinya akan dihancurkan (disipasi). Hal tersebut melatar belakangipenelitian “Studi Refleksi Menggunakan Model Breakwater Tipe Dinding Berpori denganPemodelan Fisik 2-D”. Variabel yang digunakan pada penelitian ini adalah, Tinggi gelombangdatang (Hi), Tinggi gelombang pantul (Hr), Ketinggian muka air tenang (d), Panjang gelombang(L), Koefisien Refleksi (Kr). Hubungan koefisien korelasi dan determinasi model breakwater yangdihasilkan berada pada range 59%-79% dan termasuk hubungan yang baik. Data yang dihasilkanyaitu berupa hubungan antara luasan lubang dengan koefisien refleksi yang dimana kofisienrefleksi terbesar dan terkecil dihasilkan pada model empat dan satu dengan angka kr, 0,3436 dan0,2373

    Analisis Stabilitas Breakwater Tenggelam Tipe Batu Pecah

    Get PDF
    Untuk mencegah kerusakan atau abrasi yang disebabkan oleh gelombang pada daerah pantai salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan membuat suatu bangunan yang mampu meredam energi gelombang sebelum sampai ke daerah pantai yaitu dengan membangun breakwater. Dipilihnya breakwatertenggelam dikarenakan breakwater tenggelam lebih efisien dari segi estetika karena tidak menghilangkan kesan alamiah pada pantai dan cenderung meniru konsep terumbu karang. Pada penelitian ini dilakukan uji pemodelan fisik breakwater tipe batu pecah dengan dimensi model lebar puncak 9,20 cm, tinggi 8,12 cm, kemiringan 1:1,5 dan berat unit armor 14,18 gram serta kedalaman dasar terhadap muka air tenang (d) 14,12 cm dan kedalaman puncak breakwater terhadap muka air tenang (dbw) 6 cm. dengan batas maksimal Hi adalah 7,25 cm, Panjang gelombang (L) 53 cm, dan kecepatan gelombang (C) 94,64 cm/s.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui stabilitas unit lapis lindung breakwater tenggelam tipe batu pecah serta mengetahui karakteristik gelombang yang terjadi pada breakwater tipe batu pecah. Dari hasil pengamatan gelombang pada model breakwater didapatkan tinggi gelombang datang (Hi) rata-rata sebesar 4,53 cmnilai panjang gelombang (L) rata-rata sebesar 65,08 cm, kecepatan (C) rata-rata gelombang sebesar 82,51 cm/s, dan dari hasil penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa breakwater yang digunakan dikatakan layak karena memeiliki persentase kerusakan sebesar 0% dan memiliki nilai KDmaksimum sebesar 1,58 dimana nilai tersebut mendekati nilai angka aman

    Pemanfaatan Limbah Plastik Bekas Gelas Kemasan Untuk Meningkatkan Kekuatan Campuran Beton Sebagai Bahan Rigid Pavement

    Get PDF
    Concrete is the main material of rigid pavement that can withstand compressive strength and weak to tensile strength. Flexural tensile strength on rigid pavement itself is a benchmark in concrete pavement. To increase the value of the flexural tensile strength can be done by adding fiber to the concrete mixture. The purpose of this study was to determine the effect of the addition of plastic waste from plastic packaging made of polypropylene on the compressive strength and flexural tensile strength of concrete.In this study, the addition of used plastic waste pieces from packaged glass used fractional volumes of 0%, 0.1%, 0.3%, 0.5%, and 0.7% of the volume of concrete mixture. The samples for this study were a cylinder with a diameter of 15 cm and a height of 30 cm for the compressive strength test and a beam measuring 15 x 15 x 60 cm for the flexural tensile strength test. The test was carried out after the concrete had been 28 days old. The result of this research is the compressive strength decreased along with the amount escalation of the fiber to the concrete mixture. The flexural tensile strength maximum occur of the addition of plastic fibers at 2% volume fraction increased by 23,75% compared to flexural tensile strength of normal concrete. As a result of adding plastic fibers to the concrete mixture, it also decreased the workability of the concrete mixtur

    Analisis Tundaan dan Panjang Antrean Akibat Penutupan Palang Pintu Kereta Api “Jalan Perintis Kemerdekaan”

    Get PDF
    Jalan Perintis Kemerdekaan merupakan persimpangan sebidang tak bersinyal yang sering mengalami kepadatan arus lalu lintas karena adanya perlintasan yang terbentuk dari pertemuan antara dua jenis prasarana transportasi yaitu jalan raya dengan jalan rel. Sehingga aktivitas perjalanan terganggu akibat lintasan kereta api dan banyaknya aktivitas disepanjang jalan menyebabkan antrean kendaraan yang panjang dikarenakan peningkatan volume lalu lintas dan besarnya tundaan yang terjadi. Tujuan penelitian ini menganalisis tundaan dan panjang antrean akibat pertemuan jalan raya dan jalan rel. Pengambilan data dilakukan melalui survei 1 hari kerja. Data yang dianalisis adalah volume, durasi penutupan palang pintu kereta api, tundaan, waktu gap dan panjang antrean kendaraan. Penentuan waktu gap kritis menggunakan metode Gap Acceptance. Hasil analisis yang di dapatkan yaitu : rata-rata penutupan palang pintu perlintasan sebesar 285,29 detik pada pagi hari dan 165,45 detik pada sore hari, rata-rata tundaan sebesar 411,19 detik pada pagi hari dan 377,45 detik pada sore hari, dan panjang antrean mencapai 50 meter di arah Jalan Perintis Kemerdekaan – Jalan Gatot Subroto.  Kata Kunci :volume; gap acceptance; tundaan;panjang antrean

    Perbaikan Tanah Organik Dengan Metode Preloading Prefabricated Vertical Drain (PVD)

    Get PDF
    Tanah organik mempunyai sifat kurang baik secara teknis untuk mendukung suatu pekerjaan kontruksi. Tanah tersebut mengalami penurunan yang besar dan dalam waktu yang sangat lama. Hal inilah yang sering menjadi masalah dalam pelaksanaan suatu pekerjaan kontruksi. Pada studi kasus tanah timbunan di proyek tol Pekanbaru-padang seksi sicincin-lubuk alung - padang, perbaikan tanah organic untuk mengatasi masalah diatas adalah dengan cara menggunakan kombinasi antaraPreloading dan Prefabricated Vertical Drain (PVD). Pemasangan PVD dapat mempercepat waktupenurunan yang terjadi karena disipasi air pori terjadi dalam arah vertical. Dalam tugas akhir ini, dilakukananalisaperhitungankonsolidasitanahdengan menggunakan metode elemen hingga. Analisa kedalaman antar PVD untuk mendapatkan jarak yang paling efektif yang disesuaikan dengan waktu konsolidasi yang paling cepat ,jarak kedalaman PVD yang diperhitungkan ialah 9 m, 8 m, 7 m. Dari hasil perhitungan tanpa menggunakan PVD diperoleh waktu 25000 hari dan mengalami penurunan sebesar 0,905 m. Sedangkan dengan jarak kedalaman PVD 9 m menghasilkan waktu konsolidasi 163 hari dan mengalamipenurunan 0,868 m, jarak antar PVD 8 m menghasilkan waktu konsolidasi 163 hari dan mengalami penurunan 0,868 m , dan kedalaman 7 m mengasilkan waktu konsolidasi selama 163 hari dengan penurunan 0,882 m. Dari analisa yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa jarak pemasangan yang paling efektif adalah menggunakan kombinasi preloading dan PVD dengan kedalaman PVD 9 m

    Analisis Kekuatan Kolom Akibat Penambahan Tingkat Pada Struktur Gedung (Studi Kasus Rumah Sakit Umum Hermina Lampung)

    Get PDF
    Penelitian ini merupakan studi analisis untuk mengevaluasi struktur sistem rangka pemikul momen khusus (SRPMK) dengan meninjau beberapa aspek seperti nilai displacement dan drift berdasarkan SNI 1726:2019 dan untuk mengetahui kemampuan struktur eksisting terhadap beban tambahan lantai dalam kondisi tanpa kombinasi beban gempa dan dalam kondisi dengan kombinasi beban gempa. Dalam analisis ini digunakan software Building Analysis systems untuk memodelkan serta mendapatkan output-output yang diperlukan pada perhitungan. Dari hasil penelitian didapatkan: (1) Nilai displacement dan drift gedung terhadap limit control berdasarkan SNI 1726:2019 (2) Analisis kekuatan struktur kolom eksisting

    Pengaruh Serat Baja Terhadap Kuat Tarik Lentur Balok Beton yang Disambung

    Get PDF
    The casting of concrete at different times often occurs, this is due to insufficient casting time, expansion or connection of structural components, strengthening of structures with additional dimensions, and so on. Thus there will be the addition of a new layer of concrete (overlay). This study is to determine the flexural tensile strength of concrete beams for joining old concrete and new concrete with the addition of steel fiber volume fractions of 0%, 1%, 1.5%, and 2% in the substrate layers overlay and also the compressive strength of the concrete in each layer. The samples in this study were beams (15 x 15 x 60 cm) with a thickness of 7.5 cm for substrate and overlay for flexural tensile strength testing and cylinders (15 cm in diameter and 30 cm in height) for compressive strength testing. From the results of the study, it was found that the flexural tensile strength of the beam with the addition of steel fibers in the substrate layer was higher than the addition of steel fibers in the overlay layer. The addition of steel fibers in the substrate and overlay layers makes the beam more ductile. The maximum flexural tensile strength of the beam with the addition of steel fibers in the substrate layer occurs at  volume fraction 1.5%, has an increase of 114.03% from the joint beam without steel fibers while the addition of steel fibers in the overlay layer occurs at volume fraction 2%, has an increase of 8.66% of the joint beams without steel fibers

    Analisis Stabilitas Lereng dan Penanggulangannya Menggunakan Metode Elemen Hingga

    Get PDF
    Citraland merupakan hunian modern yang memiliki ciri khas viewnya karena terletak di wilayah perbukitan, selain itu CitraLand mempunyai kontur dan elevasi yang berbeda – beda. Bisa disimpulkan lokasi CitraLand berpotensi terhadap longsor. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai faktor aman lereng dan menghitung stabilitas lereng menggunakan turap beton dengan program metode elemen hingga. Dari hasil analisis program metode elemen hingga, didapatkan nilai faktor aman lereng kondisi eksisting sebesar 1 atau berada pada kondisi labil (Fk<1,5) untuk kondisi yang dipengaruhi faktor gempa sebesar 0,859 atau berada pada kondisi labil (Fk<1,5). Setelah dilakukan penanggulangan menggunakan turap beton dengan dimensi tinggi turap dipermukaan tanah 3 meter, turap tertanam 1,7 meter, dan tebal turap 0,2 meter didapat nilai faktor aman  lereng eksisting sebesar 1,971 > 1,5 untuk nilai faktor aman dipengaruhi gempa didapat nilai sebesar 1,7772 atau berada pada kondisi stabil (Fk>1,5). Pada penelitian ini penanggulangan stabilitas lereng yang berpotensi longsor menggunakan turap beton yang meningkatkan nilai faktor aman, sehingga berpengaruh terhadap kestabilan tanah ketika diterapkan di lokasi penelitian.  Kata Kunci : Stabilitas lereng, Faktor aman, Metode elemen hingga, Tura

    Perbandingan Quantity Take Off (QTO) Material Berbasis Building Information Modeling (BIM) Terhadap Metode Konvensional pada Struktur Pelat

    Get PDF
    This study aims to determine the results of the Quantity Take Off (QTO) based on Building Information Modeling (BIM) and compare them with conventional calculations on slab structures. With a case study of the Integrated Surgical Care Building at RSUD Dr. H. Abdul Moeloek (Zone A). Building modeling is done using Autodesk Revit software. Based on the modeling results, the concrete volume for the slab structure is 888.99 m3 , which is 1.67% more effective than the conventional method. The value of slab structure reinforcement material is 119,762.03 kg, with a result of 3.32% more effective than conventional methods. BIM-based quantity take off able to estimate material in detail up to the calculation of waste material. The results of the calculation of the Waste Material Ratio (WMR) for the slab structure reinforcement is 2.48% from the total procurement of 122,814.28 kg, with an estimated waste material of 3,049.23 kg. Based on this research, it can be concluded that the BIM-based quantity take-off is able to calculate material volume in detail, and supports the calculation of estimated waste material

    Evaluasi Kinerja Struktur Gedung Bertingkat Dengan Analisis Time History (Studi Kasus : Rumah Sakit Umum Muhammadiyah Metro)

    Get PDF
    AbstractIndonesia is an area prone to earthquakes viewed based on its geographical location and the meeting path of the 3 main world plates, one of the impacts of earthquakes is structural damage. Based on the number of earthquake events in Indonesia in the last period and the losses caused, it is necessary to design a building structure that has earthquake resistance. The purpose of this study is to evaluate the performance of high-rise building structures based on time history analysis according to SNI 1726-2019. In this study, the building being reviewed is the Muhammadiyah Metro General Hospital, where time history analysis will be carried out with 5 earthquake records (accelerograms) used, including: El Centro (US, 1940), Chichi (Taiwan, 1999), Mentawai Earthquake ( Sumatera, 2007), Friuli (Italy, 1976), and Superstition Hills (USA, 1987). Structural analysis was calculated using ETABS software in a 3-dimensional model. The results of the analysis are drift, displacement, and base shear. The results of this analysis are used to evaluate the performance of high-rise building structures. The results showed that according to SNI 1726-2019 it is known that the greater the maximum acceleration of the earthquake, the higher the drift value or deviation will also be in the building structure. Deviations that occur in the building structure meet the requirements for deviations between permit levels in accordance with SNI 1726-2019 for the Chi-Chi, Friuli, El Centro, Sumatra and Superstition Hills earthquakes.Keywords: Earthquake, time history analysis, structural performanceAbastrakIndonesia merupakan daerah rawan terhadap gempa bumi ditinjau berdasarkan letak geografis dan jalur pertemuan 3 lempeng utama dunia, dampak gempa bumi salah satunya yaitu kerusakan bangunan struktur. Berdasarkan banyaknya kejadian gempa di Indonesia dalam kurun waktu terakhir serta kerugian yang ditimbulkan, maka diperlukan perencanaan struktur bangunan yang memiliki ketahanan gempa. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi kinerja struktur bangunan bertingkat berdasarkan analisis time history menurut SNI 1726-2019. Pada penelitian ini gedung yang ditinjau adalah Rumah sakit umum muhammadiyah metro, yang akan dilakukan analisis riwayat waktu dengan 5 rekaman gempa (akselerogram) yang digunakan, antara lain : El Centro (US, 1940), Chichi (Taiwan, 1999), Gempa Mentawai (Sumatera, 2007), Friuli (Italia, 1976), dan Superstition Hills (USA, 1987). Analisis struktur dihitung menggunakan softwere ETABS dalam model 3 dimensi. Hasil dari analisis berupa drift, displacement, dan base shear. Hasil analisis ini digunakan untuk mengevaluasi kinerja struktur bangunan bertingkat. Hasil penelitian didapat bahwa menurut SNI 1726-2019 diketahui bahwa semakin besar percepatan maksimum gempa, maka nilai drift atau simpangan akan semakin besar juga pada struktur gedung. Simpangan yang terjadi pada struktur gedung memenuhi syarat simpangan antar tingkat izin sesuai dengan SNI 1726-2019 terhadap gempa Chi-Chi, Friuli, El Centro, Sumatera dan Superstition Hills .Kata kunci : Gempa bumi, analisis time history, kinerja struktu

    0

    full texts

    0

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇