Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain
Not a member yet
545 research outputs found
Sort by
Analisis Perbandingan Hidrograf Satuan Sintetik Gama I dan SCS (HEC-HMS) dengan Hidrograf Satuan Terukur di Sungai Way Besai
The Way Besai River is located in Sumber Jaya District, West Lampung Regency. River discharge is an indicator of watershed function in transforming rain into stream flow. River discharge is generally presented by hydrograph. There are two methods to derive unit hydrograph, i. e. Measured Unit Hydrograph method (HST) and Synthetic Unit Hydrograph method (HSS). Synthetic Unit Hydrograph is used if the watershed does not have sufficient hydrometry data for calculating flood discharge. The purpose of this study is to analyze Synthetic Unit Hydrograph Gama I, Synthetic Unit Hydrograph SCS (HEC-HMS), and measured unit hydrograph for Way Besai River.
The method used in this study includes Synthetic Unit Hydrograph Gama I, Synthetic Unit Hydrograph SCS (HEC-HMS), and Measured Unit Hydrograph. The results of this study show that Unit Hydrograph derived from Synthetic Unit Hydrograph SCS (HEC-HMS) is better than the result derived from Synthetic Unit Hydrograph Gama I based on peak discharge, peak time, base time and base flow values.
Keywords: Watershed, Discharge, Synthetic Unit Hydrograph, Measured Hydrograph Unit, SCS (HEC-HMS), Gama I
PERBANDINGAN PENGARUH PENAMBAHAN SERAT BENDRAT LURUS (STRAIGHT) DENGAN SERAT BENDRAT BERKAIT (HOOKED) TERHADAP PERILAKU BETON DENGAN BEBAN TEKAN BERULANG
In this research, the concrete mixture is added by the material of straight and hooked wire bendrat fibers. This addition aimed to study and compare the effect of adding bendrat fiber straight and hooked to the compressive strength, tensile strength and flexural strength in normal quality concrete with 0.75% fiber concentration and aspect ratio 60 with repeated press load. The test specimen compressive and tensile strength in the form of cylinders with a diameter of 15 cm and height 30 cm and the flexural strength test specimen in the form of beam with a length of 60 cm, width 15 cm and height 15 cm. Testing is done after 28 days. Concrete with additional hooked bendrat fiber is more able to withstand fatigue due to repeated load that generates more experienced loading intervals until concrete destroyed, the compressive strength at the 13th interval, 14th tensile and 6th flexural. The compressive strength, tensile and flexural maximum split value occurred in the concrete with the addition of hooked bendrat fiber. However, the value did not increase significantly between the variations of straight bendrat fiber with hooked bendrat fiber. The maximum compressive strength in the hooked bendrat fiber of 34.5189 MPa, tensile strength of 3.2067 MPa and flexural strength of 8.9380 MPa.______ Key words: bendrat fiber, repeated press load, compressive strength, tensile strength, flexural strength
Pengaruh Abu Terbang Sebagai Bahan Pengganti Semen Pada Bata Beton Beragregat Bottom Ash
Setiap tahunnya pertambahan penduduk di Indonesia semakin meningkat. Hal ini berbanding lurus dengan meningkatnya kebutuhan akan pemukiman. Untuk mengatasi masalah tersebut dapat memanfaatkan bahan-bahan alternative sebagai bahan ikat dan material pengganti. Salah satu bahan alternatif yang mudah ditemukan di Indonesia adalah limbah batu bara yaitu abu terbang (fly ash) dan abu dasar (bottom ash). Selain dapat mengurangi pencemaran lingkungan karena termasuk limbah b3, limbah ini juga memiliki sifat pozzolan atau sifat mengikat seperti semen. Sehingga sangat efektif untuk digunakan dari berbagai segi. Penelitian yang dapat dilakukan dalam pemanfaatan limbah ini salah satunya dengan pembuatan bata beton berlubang dengan fly ash sebagai bahan pengganti sebagian semen dan bottom ash sebagai bahan pengganti sebagian pasir.Dari hasil penelitian didapat nilai kuat tekan paling tinggi adalah bata beton dengan komposisi fly ash sebesar 20% dari berat semen dengan nilai kuat tekan 33,3 kg/cm2 pada umur 28 hari dan 41,34 kg/cm2 pada umur 56 hari. Untuk nilai serapan air semua variasi fly ash masuk dalam klasifikasi mutu I (≤ 25%) dengan nilai serapan air optimum pada variasi fly ash 40% dengan nilai sebesar 11,3% pada umur 28 hari dan 9,65% pada umur 56 hari.Kata Kunci : Bata Beton, Fly Ash, Bottom Ash.
Kebutuhan Material Jaringan Jalan Provinsi di Provinsi Lampung tahun anggaran 2016 wilayah 1 dan 3
This study was conducted to asses the material requiermens for provincial network in Lampung in budget year 2016 to obtain the results for the following year.From the calculation of material needs of Lampung province road workfor region 1 and 3 in 2016, it shows a considerable need for asphalt, cement, sands, stone. From the calculation analysis of government tendency to apply tender pattern is quite late. And giving impact on the latency of material supply needs of road works in Lampung Province.However, to meet the material needs of Lampung Province road works is quite good. Considering its fulfilled the smooth supply needs to meet the material recuirements.Keywords : material recruitmen, road networks, Lampung provinc
PERENCANAAN DINDING PENAHAN TANAH PADA SUNGAI WAY HUI KABUPATEN LAMPUNG SELATAN
Flooding is an event that occurs when water flows water on the land, the EU defines flooding as a temporary immersion by water on land that is not normally submerged in water. Based on water sources that become reservoirs on earth, the type of flood is divided into three, namely river flood, lake flood, and flood tides. Floods that occur in some areas in Lampung are caused by overflow of water from rivers such as Way Hui rivers triggered by several things, namely garbage, river narrowing and drainage, and high rainfall. This study aims to analyze rainfall data in the study area. In addition, the plan also aims to calculate the design of rain and flood design in the study area and conduct retaining wall planning in the study area. In this study, the procedures used are data collection of rainfall and river basin data, calculation and rainfall analysis, calculation and analysis of rainfall design, calculation and analysis of rainfall intensity, calculation and design of debit analysis, calculation and analysis of slope stability, And Plan budget (RAB) budget. The results showed that the calculation of slope stability using Fellenius Method and Bishop Method. After the calculation, the security number (FK) of 1,317 for the Fellenius Method, and the security number (FK) for the Bishop Method is 1.351. With these results, the FK> 1 qualified safe is for the planning of retaining wall in Way Hui river. Then the authors calculate the cost budget plan (RAB) to build the retaining wall of the land and obtained a price of about Rp. 428.215.506,00. Keywords: flood, slope stability, flood dischargeAbstrakBanjir adalah peristiwa yang terjadi ketika aliran air merendam daratan, Uni Eropa mendefinisikan banjir sebagai perendaman sementara oleh air pada daratan yang biasanya tidak terendam air. Berdasarkan sumber air yang menjadi penampung di bumi, jenis banjir dibedakan menjadi tiga, yaitu banjir sungai, banjir danau, dan banjir laut pasang. Banjir yang terjadi disejumlah daerah di Lampung yang disebabkan oleh meluapnya air-air dari sungai seperti sungai Way Hui yang dipicu oleh beberapa hal, yaitu sampah, penyempitan sungai dan drainase, serta curah hujan yang tinggi.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa data hujan pada daerah studi. Selain itu, perencanaan ini juga bertujuan untuk melakukan perhitungan hujan rancangan dan banjir rancangan pada daerah studi dan melakukan perencanaan dinding penahan tanah pada daerah studi tersebut. Pada penelitian ini prosedur yang digunakan adalah pengumpulan data hujan dan data DAS, perhitungan dan analisa hujan kawasan, perhitungan dan analisa hujan rancangan, perhitungan dan analisa intensitas hujan, perhitungan dan analisa debit rancangan, perhitungan dan analisa stabilitas lereng, dan rencana anggaran biaya (RAB). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perhitungan stabilitas lereng menggunakan Metode Fellenius dan Metode Bishop. Setelah dilakukan perhitungan maka diperoleh angka keamanan (FK) sebesar 1,317 untuk Metode Fellenius, dan angka keamanan (FK) untuk Metode Bishop sebesar 1,351. Dengan hasil tersebut maka memenuhi syarat aman yaitu FK > 1 untuk perencanaan dinding penahan tanah pada sungai Way Hui. Kemudian penulis menghitung rencana anggaran biaya (RAB) untuk membangun dinding penahan tanah tersebut dan diperoleh harga sekitar Rp. 428.215.506,00 Kata kunci : banjir, stabilitas lereng, debit banji
ANALISIS PERBANDINGAN KEHILANGAN PRATEGANG AKIBAT METODE STRESSING SATU ARAH DAN DUA ARAH PADA JEMBATAN BETON PRATEGANG
A prestressed concrete bridge is a construction structure bridging one location to another location and this is made by stressing strands with opposite force caused by the external loading. The stressing process can be done before the concrete is molded (pre-tensioning) and after the concrete is molded (post-tensioning). The stressing in the prestressed post-tensioning concrete can be done with two methods; the one way and two ways stressing. Stressing by using these two stressing methods may cause different prestress force loss in the concrete. The objective of this research was to find out the influence of one way and two ways stressing methods to the prestress force loss, analysis was conducted by estimating prestress forces, determining amounts and lines of stranded-wire tendons, estimating pre-stress force loss because of one way and two ways stressing methods and force controlling and deflection in the girder. This research used PC I girder, PC U girder, and box girder types. The analysis results showed that the prestress force loss in the one way stressing method in PC I girder was 30.826%, 30.3401% in PC U girder, and 31.885% in box girder. The prestress force loss in two ways stressing method was 29.8397% in PC I girder, 29.3169% in PC U girder, and 31.4955% in box girder. The conclusion was that the prestress force loss in the girder by using one way stressing method was bigger than in two ways stressing method.Keywords: prestress concrete, stressing method, one way, two ways
Pengaruh Kejenuhan Air Tanah Lempung Organik dengan Kuat Geser Tanah Menggunakan Alat Vane Shear dan Direct Shear
Tanah yang banyak mengandung lempung mengalami perubahan volume ketika kadar air berubah. Kembang susut tanah yang besar, berakibat pada struktur bangunan di atasnya, karena tanah lempung organik umumnya memiliki kuat geser yang rendah. Sampel tanah diambil dari Daerah Jabung, untuk dilakukan pengujian permodelan laboratorium pada kotak kaca dengan alat vane shear dan direct shear dengan berat tanah ±117.000 gr. Pada pengujian geser langsung kondisi tanah tak jenuh di kedalaman 30 cm didapatkan nilai kuat geser sebesar 0,1286 kg/cm2, pada pengujian geser baling didapatkan 0,61 kg/cm2 dengan daya dukung tanah sebesar 1,4103 kg/cm2, kedalaman 50 cm didapatkan nilai kuat geser sebesar 0,1196 kg/cm2, pada pengujian geser baling didapatkan 0,61 dengan daya dukung tanah sebesar 1.7018 kg/cm2. Pada kondisi tanah jenuh kedalaman 30 cm didapatkan nilai kuat geser pada pengujian geser langsung sebesar 0,1286 kg/cm2, pada pengujian geser baling sebesar 0,61 kg/cm2 dengan daya dukung tanah sebesar 1,0347 kg/cm2, kedalaman 50 cm didapatkan nilai kuat geser sebesar 0,0861 kg/cm2, pada pengujian geser baling didapatkan 0,46 kg/cm2 dengan daya dukung tanah sebesar 1,3997 kg/cm2. Dari hasil pengujian uji geser langsung dan uji geser baling diketahui bahwa nilai kuat geser pada uji geser langsung lebih kecil dibandingkan dengan uji geser baling
Study Perbandingan Antara Uji Proctor Modified Dengan Alat Tekan Pemadat Modifikasi Berdasarkan Tekanan Kontak pada Alat Berat Pemadat Tanah
Pemadatan tanah merupakan salah satu pekerjaan penting dalam setiap proyek perkerasan jalan. Pemadatan tanah berfungsi untuk meningkatkan kekuatan tanah yang memberikan daya dukung kepada lapisan jalan di atasnya, serta juga berfungsi untuk mengurangin besar penurunan tanah yang tidak diinginkan. Dalam setiap pemadatan tanah diperlukan kadar air optimum untuk mencapai kepadatan maksimum yang dapat diketahui dengan uji proctor . Uji proctor yang masih manual dalam pemberian bebannya mengakibatkan membutuhkan tenaga manusia yang cukup besar dalam penggunaannya. Pada penelitian ini membandingkan uji proctor modified dengan pemodelan alat tekan pemadat modifikasi dengan menggunakan tekanan kontak alat berat pemadat tanah dalam usaha mengantikan uji proctor manual dengan alat modifikasi yang lebih praktis. Tanah yang digunakan adalah tanah timbunan pilihan, berasal dari Desa Gedung Agung, Kecamatan Jati Agung, Lampung Selatan. Pengujian alat tekan pemadat modifikasi ini terdiri dari 4 tekanan berbeda yaitu 1,667 Mpa; 6,2 Mpa; 7 MPa dan 8,4 MPa, menggunakan tiga sampel tanah pada masing-masing tekanan. Hasil pengujian di laboratorium menunjukkan bahwa berat volume maksimum (γdmaks) sebesar 1,706 gr/cm3 pada pengujian metode proctor modified dengan hasil pada alat tekan pemadat modifikasi didapat nilai tekanan sebesar 8 MPa
Analisis dan Desain Sistem Drainase di Lingkungan Universitas Lampung (Studi Kasus: Zona III Wilayah Rektorat – Fakultas Pertanian)
Water problems consist of three types: flood, drought, and water pollution. Floods are recognized as a significant source of threat to human life. One of the flood prevention actions that can be done is to optimize the drainage channels. Drainage can be defined as a technical action to reduce excess water so that the function of the area or land is not disturbed. University of Lampung is one of the locations prone to flooding. Therefore, a research to overcome the flood that occurred at the University of Lampung has been conducted (Case Study: Zone III Rectorate Area - Faculty of Agriculture). The purposes of this research are to analyze the drainage system of University of Lampung and to design drainage system that fulfill flood discharge plan. The research was conducted by survey in the field. The analysis conducted in this study include hydrological analysis and hydraulics analysis using HEC-RAS4.1.0 application. Calculation of discharge plan using rational method.. Based on the analysis results, there are no channels that are not sufficient for flood discharge, but there are some channels that are disconnected and cause the water to not flow. The disconnected channels are located on the channel with the DN5 and DN62 codes. For that, it is recommended to create a channel connecting DN62 channel with DN63, and make a channel on channel DN5 to DN65. The budget required for the repair of this channel is Rp 207,203,725.00 (Two Hundred Seven Million Two Hundred and Three Thousand Seven Hundred Twenty Five Rupiah).Keywords: Drainage, HEC-RAS, hydrology, hydraulics, flood
Evaluasi Perancangan Balok Beton Bertulang dengan Menggunakan Metode Elemen Hingga
Perancangan balok dilakukan sedemikian rupa agar tidak menimbulkan retak berlebihan pada penampang sewaktu mendukung beban kerja dan tegangan lebih lanjut tanpa mengalami keruntuhan. Agar tidak terjadi keruntuhan tersebut, batang balok sebagai bagian dari sistem yang menahan lentur harus kuat untuk menahan tegangan tekan dan tarik pada balok tersebut. Oleh karena itu dalam teknik sipil klasik, penyelesaian analisis tegangan struktur di pakai metode-metode seperti kemiringan lendutan (slope deflection) dan distribusi momen namun di teknik sipil modern ini terdapat metode baru yaitu metode elemen hingga dengan prinsip dikritisasi yang membagi suatu benda menjadi benda-benda yang berukuran lebih kecil agar lebih mudah pengelolaanya.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan tegangan yang diterima balok beton bertulang dengan menggunakan metode elemen hingga sehingga bisa mendapatkan suatu evaluasi perancangan balok beton bertulang dengan membandingkan tegangan yang di terima antara menggunakan metode konvensional dengan metode elemen hingga. Dari perhitungan yang telah dilakukan menunjukkan bahwa nilai pembesaran defleksi arah y (vertikal) lebih besar dibandingkan dengan nilai pembesaran defleksi arah x (horizontal), hal ini terjadi karena pengaruh dari beban vertikal yang diberikan dan juga konfigurasi balok yang digunakan dari struktur yang simetris. Tidak hanya itu dari hasil analisis tegangan pada tulangan dan pada beton di balok beton bertulang dengan menggunakan metode elemen hingga memiliki nilai yang lebih kecil bila dibandingkan dengan nilai fy dan f’c pada metode konvensional. Hal ini menunjukkan bahwa balok beton bertulang tersebut dapat menahan beban yang lebih besar dari pada nilai beban yang digunakan dalam perancangan balok bertulangan rangkap.Kata Kunci: Beton bertulang, Balok, Metode elemen hingga, Tegangan