Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain
Not a member yet
545 research outputs found
Sort by
Evaluasi Pengaruh Dilatasi pada Gedung Baja Empat Lantai Terhadap Beban Gempa menggunakan Metode Statik Pushover
Laboratorium Teknik 3 ITERA menerapkan dilatasi pada pembangunannya dengan asumsi masing-masing bangunan dapat berdefleksi saat terjadi gempa. Analisis pushover merupakan salah satu metode yang digunakan untuk mengetahui perilaku keruntuhan bangunan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bangunan dilatasi (model A1 & A2) dengan bangunan tanpa dilatasi (model B1) sebagai pembanding terhadap level kinerja struktur, gaya geser dasar maksimum yang ditahan struktur dan pola keruntuhan akibat beban gempa. Berdasarkan hasil analisis, total simpangan gedung existing dengan dilatasi (model A1 & A2) sebesar 96,54 mm tidak melebihi jarak yang tersedia yaitu 250 mm. Nilai target displacement metode FEMA-440 dengan level kinerja paling baik pada gedung existing dengan dilatasi (model A1) pada arah-x yang berada pada tingkat Immediate Occupancy dan level kinerja paling rendah pada gedung modifikasi tanpa dilatasi (model B1) pada arah-x yang berada pada tingkat Structural Stability. Mekanisme keruntuhan struktur menunjukan mekanisme strong column weak beam
Validasi Metode untuk Mencari Data Curah Hujan dengan Menggunakan Metode Rata-Rata Aljabar, Normal Ratio, Inversed Square Distance dan Modified Inversed Square Distance
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menghitung korelasi data curah hujan terukur dengan data curah hujan hasil perhitungan dengan masing-masing metode menggunakan lima stasiun. Dari hasil penilitian menggunakan metode Rata-Rata Aljabar, metode Normal Ratio, metode Inversed Square Distance dan metode Modifikasi dengan data hujan harian satu tahun, data hujan kumulatif bulanan, maupun data hujan rata-rata bulanan, dapat diambil kesimpulan semakin banyak jumlah stasiun maka semakin baik nilai korelasinya. Nilai korelasi dengan data hujan kumulatif bulanan serta data hujan rata-rata bulanan menggunakan beberapa jumlah stasiun yang berbeda setiap masing - masing metode tidak ada perbedaan yang signifikan dengan nilai rata-rata korelasi persentase perbedaannya 0.30 sampai dengan 0,40
Investigasi dan Retrofitting Struktur Balok dan Kolom Beton Bertulang dengan Glass Fiber Reinforced Polymer (Gfrp)
Bangunan Rumah Sakit Pendidikan Universitas Lampung sudah cukup lama terhenti dan terbengkalai pembangunannya, sehingga memunculkan kekhawatiran akan kekuatan eksisting yang ada jika pembangunan dilakukan kembali. Oleh sebab itu, perlu dilakukan evaluasi dan perkuatan struktur untuk meningkatkan kekuatan dan kelayakan bangunan tersebut.Ada dua metode yang digunakan dalam mengevaluasi bangunan ini yaitu metode survey langsung di lapangan dan metode analisis menggunakan program berbasis FEA. Untuk perhitungan perkuatan digunakan peraturan American Concrete Institute (ACI 440.2R, 2008). Sedangkan material utama perkuatannya digunakan Glass Fiber Reinforced Polymer (GFRP).Dari hasil pengolahan data, didapatkan 46,5% dari 43 balok lantai 1 yang ditinjau membutuhkan perkuatan di daerah lentur dan 21,95% dari 41 kolom basement dan lantai 1 yang ditinjau membutuhkan perkuatan di daerah aksial. Pada perhitungan perkuatan balok lentur didapatkan paling banyak 7 lapis material GFRP dan 6 lapis untuk material CFRP. Sedangkan pada perhitungan perkuatan kolom aksial didapatkan paling banyak 8 lapis GFRP dan 7 lapis untuk material CFRP. Element struktur balok lentur yang diperkuat pada penelitian ini memiliki tipe keruntuhan tarik dan untuk struktur kolom aksial yang diperkuat memiliki tipe keruntuhan tekan. Kata kunci : Evaluasi Struktur, Perkuatan Struktur, GFRP, Balok dan Kolo
Pengukuran Aktivitas Subgrade Jalan Terhadap Nilai Daya Dukung Yang Disubtitusi Material Pasir
Umumnya kerusakan pada perkerasan jalan disebabkan tanah dasar pada perkerasan jalan memiliki daya dukung tanah yang buruk, hal ini dikarenakan sifat tanah yang berpotensi mengalami pengembangan tanah akibat dari faktor cuaca dan lingkungan. Oleh sebab itu, perlu dilakukannya perkuatan pada tanah tersebut, salah satunya menggunakan materialpasir. Pada penelitian ini sampel tanah yang digunakan berasal dari Ruas Jalan R.A.Basyid, Kecamatan Jati Agung, Lampung Selatan pada STA 3+100 dan variasi pasir yang digunakan yaitu 0, 5, 10, & 15 % dari berat tanah. Pengujian yang dilakukan adalah pengujian CBR dari efek pegembangan tanah, lalu berdasarkan hasil pengujian tersebut, dilakukan perhitungan tebal perkerasan dengan metode analisa komponen SKBI 2.3.26.1987. Tanah pada penelitian ini termasuk kelompok A-7 atau jenis tanah yang buruk. Nilai aktivitas tanah pada setiap penambahan pasir 0%, 5%, 10%, dan 15% berturut-turut yaitu 0,5920; 0,4612; 0,2961; dan 0,2177. Nilai aktivitas tanah menurun seiring dengan menurunnya fraksi lempung.Hubungan nilai aktivitas tanah dan sifat-sifat fisik tanah terganggu (disturbed) pada tiap persentase penambahan pasir dengan kadar 0%, 5%, 10%, dan 15% memengaruhi tebal perkerasan jalan yang direncanakan. Dan Hasil perhitungan tebal perkerasan yang paling efisien didapatkan pada sampel tanah dengan persentase +15% pasir dan nilai aktivitas tanah yang rendah yaitu 0,2177
Analisis dan Perencanaan Sistem Drainase di Lingkungan Universitas Lampung (Studi Kasus Zona IV: Wilayah GSG – Rusunawa Universitas Lampung)
Universitas Lampung yang terletak di kecamatan Rajabasa menjadi salah satu lokasi rawan banjir, yang disebabkan oleh tidak berfungsinya sistem drainase. Sebagai kawasan perguruan tinggi yang seharusnya menjadi tempat pendidikan yang nyaman sepatutnya terus dilakukan peningkatan fasilitas dan infrastrukturyang menunjang peningkatan kualitas akademik dan non akademik. Salah satu bentuk peningkatan kualitas non-akademik adalah penataan lingkungan, yaitu perencanaan pembangunan sistem drainase.Hal ini dimaksudkan untuk menyelesaikan beberapa titik genangan banjir yang terjadi pada saat musim penghujan. Sistem drainase yang ada belum optimal. Analisis yang dilakukan pada penelitian ini meliputi analisis hidrologi yang bertujuan untuk menghitung debit rencana menggunakan metode rasional dan mengetahui kapasitas tinggi muka air pada saluran eksisting.Nilai dari tinggi muka air akan diketahui posisi titik banjir pada saluran eksisting.Berdasarkan hasil analisis, tidak ada data bahwa tinggi muka air di saluran yang melebihi tinggi saluran. Tetapi di beberapa titik tidak memiliki saluran drainase.Sehingga menyebabkan air menggenang. Untuk mengatasi genangan tersebut harus dibuat saluran drainase dengan kode PR1 – PR4, dengan ukuran dimensi tinggi saluran 50 cm, lebar saluran 50 cm dan panjang saluran ± 240 m
Kuat Lekat Beton dengan Variasi Umur Beton, Kekasaran Permukaan, Kelembapan dan Mutu Beton
AbstractStructure strengthening by adding fresh concrete mix to he existing concrete has a weakness in the bonding between the concrete joint. Research on the concrete-to-concrete bond strength has been carried out with various treatments. This study aims to determine the factors that influence bond strength between old concrete (substrate) and new concrete (overlay). The factors include are the substrate's ages, substrate surface's roughness, water content of the substrate and the compressive strength of the added concrete.The test method used in this study is slant shear test to quantify the bond strength. 150 × 150 × 300 mm2 prism with the interface line angle at 30°to the vertical was used as the specimen. The specimen cast in 2 phases, first substrate casting and second overlay casting. The overlay cast at different age of substrate depends on the variation needed. The treatments given are: 1) difference of overlay compressive strength which use 15 MPa, 25 MPa and 45 MPa concrete compressive strength; 2) difference of substrate’s ages at 7 days, 28 days and 42 days; 3) difference of substrate surface’s roughness with 3 sub-variations smooth, medium and coarse; 4) difference of water content of substrate specimen with dry, SSD and wet sub-variations.Keyword : concrete-to-concrete bond strength, slant shear test, interface roughness, substrate's ages
Pengaruh Hambatan Samping Terhadap Kapasitas Jalan (Studi Kasus Jalan Imam Bonjol dan Jalan R.A Kartini Bandar Lampung
The existence of roads is a tool to serve the movement of activities in urban areas. The problems that occur on the Jl. Imam Bonjol and Jl. RA Kartini is the number of vehicles that carry out activities in and out on the left and right of the road, the slow flow of vehicles, pedestrians, and the number of people who make buying and selling transactions on the right and left sides of the road which causes congestion and queues of vehicles that result in the road section is not functioning properly, namely as the main road in the city of Bandar Lampung. For this reason, it is necessary to analyze the effect of side barriers on the capacity of these roads.The purpose of this study is to identify the effect of side barriers on road capacity, the volume of vehicles on Imam Bonjol and RA Kartini roads and the difference in travel time required on the Imam Bonjol and RA Kartini roads in the morning and evening. To achieve a goal, the target is What is done is expected to be able to help the proper handling of road performance improvement and to determine the magnitude of the influence of side friction factors on the capacity of roads that occur in urban areas, especially Imam Bonjol and RA Kartini roads. And the method used in this study usesGuidelines for Indonesia's Road Capacity (PKJI) 2014.The output obtained from the research is the very high effect of side friction (ST) on the Imam Bonjol and RA Kartini roads resulting in a decrease in capacity, namely the Imam Bonjol road has decreased capacity by 27.73% and the RA Kartini section has decreased capacity. amounted to 26.27%. From the results of the survey conducted, it was found that the volume of heavy traffic affected the value of the capacity on the roads of Imam Bonjol and RA Kartini along 200 meters respectively.It was found that the effect of very high side friction (ST) resulted in an increase in travel time, namely on roads. Imam Bonjol the travel time needed is 3 minutes 10 seconds (3.78 km / hour) and on the RA Kartini road section it is 57 seconds (12.63 km / hour).Keywords : Side Obstacles, Traffic jam, time and capacity.
Evaluasi Bangunan Gedung Rumah Sakit Terhadap Beban Gempa Dengan Menggunakan Metode Statik Ekuivalen
Rumah sakit merupakan bagian integral dari suatu organisasi sosial dan kesehatan dengan fungsi menyediakan pelayanan, penyembuhan penyakit dan pencegahan penyakit kepada masyarakat. Sehingga perlu diteliti untuk mengetahui kekuatan dan kinerja struktur gedung terhadap beban gempa pada gedung Rumah Sakit. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi kinerja struktur atas Gedung Rumah Sakit terhadap beban gempa statik ekivalen dalam memenuhi persyaratan keamanan struktur berdasarkan SNI:1726-2012. Perhitungan beban gempa menggunakan metode Statik Ekuivalen dengan bantuan program ETABS 2017. Analisis gempa statik ekivalen digunakan untuk mengevaluasi kinerja layan bangunan dan kinerja struktur bangunan. Dari hasil analisis, diperoleh Story drift yang tergolong aman karena tidak melebihi batas simpangan izin sebesar 209 mm dan level kinerja struktur pada peraturan ATC-40 gedung masih dalam keadaan elastis. Balok dan kolom tidak perlu dievaluasi ke tahap Pushover karena nilai DCR kurang dari 2. Balok B1 di Lantai 2-4 memiliki perbedaan antara tulangan lentur dan geser yang dibutuhkan pada analisis dengan tulangan pada eksisting. Kolom lantai 2 K1.5, K1.8, K1.11 memiliki perbedaan antara tulangan lentur yang dibutuhkan pada analisis dengan tulangan pada eksisting. dan untuk tulangan geser kolom dalam kondisi aman. Penulangan pelat lantai pelat Lantai 2 sampai dengan 5 pada daerah tumpuan dan lapangan pelat arah X dan Y aman karena sama dengan hasil eksisting
Comparative Analysis of Measured Tidal Data with Tidal Data from Forecasting (Case Study of Tanjung Priok Tidal Station)
AbstractThis research was conducted to study the tidal characteristics. The data used in this study are the hourly tide data measured in the field and the tidal data from the BIG with data length from 1985 to 1989 at the Tanjung Priok tidal station, Jakarta Province, Indonesia. This modeling is carried out using a data length of 30 days for a data term of 720. By using the observational data and applying it in the Anfor program which uses the least squares method, produces a tidal periodic model that is obtained using 9 tidal harmonic components. From the results of modeling and measured data it can be seen the correlation coefficient. Based on these results, it can be concluded that the measured tide data components with the BIG tide data components are similar. The average correlation coefficient between the two data sets was 0.9644. From this research it can be seen that the value of the tidal data is said to be very good. Keywords: daily tides, correlation coefficien
Analisis Pengaruh Beban Gempa pada Gedung Tujuh Lantai Menggunakan Metode Statik Ekuivalen (Studi Kasus Rumah Sakit Ibu dan Anak Hermina Lampung)
Earthquake is one of the natural disasters that often occurs in Indonesia. One of the effects of earthquake natural disasters is that it can damage building structures. Therefore, the building to be built should take into account the effect of the earthquake load. Planning for a safe multi-storey building must minimize the risk of casualties, especially for health building facilities where there is a lot of human activity. SNI 1726: 2019 is the latest regulation governing the planning procedures for earthquake resistant buildings. In this research, structural modeling software is used to facilitate the analysis to be carried out. The expected results of this study are (1) Comparison of the value of the force in the RSIA Hermina building structure without earthquake loads and with earthquake loads (2) The ability of the RSIA Hermina building structure to withstand the internal forces generated from the analysis using the equivalent static method. From the results of this study, it was found that the increase in moment and latitude values in the beam and column was 2 to 20 times. Meanwhile, the floor slab structure does not experience the impact due to earthquake loads