Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain
Not a member yet
    545 research outputs found

    Pengaruh Pertambahan Tekanan Terhadap Derajat Kepadatan Tanah

    Get PDF
    AbstrakIndonesia memiliki jenis-jenis tanah sangat beragam yang disebabkan oleh berbagai faktor. Tanah merupakan unsur penting dalam pekerjaan teknik sipil, dimana tanah sebagai penopang beban struktur yang diteruskan dari pondasi suatu konstruksi. Tanah yang digunakan adalah tanah yang stabil dan daya dukung tanahnya mampu untuk menahan beban yang berada diatasnya. Stabilisasi tanah umumnya dilakukan dengan cara pemadatan tanah untuk meningkatkan stabilitas tanah. Oleh karena pentingnya mengetahui kondisi suatu tanah, penulis melakukan uji fisik dan mekanik menggunakan sampel tanah di daerah Ulu Belu, Kab. Tanggamus, dan melakukan perbandingan pemadatan tanah dilaboratorium dengan menggunakan Proctor Modified dan alat tekan pemadat dengan percobaan variasi tekanan 3 Mpa, 6 Mpa, 9 Mpa, 12 Mpa, dan 15 MPauntuk mengetahui berat volume kering maksimum yang diperoleh dari kedua alat pemadat tersebut

    Analisis Investasi Proyek Pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Universitas Lampung

    Get PDF
    Pembangunan TPST Unila merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk memperbaiki sistem persampahan di Unila. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kelayakan ekonomi dari proyek Pembangunan TPST Universitas Lampung bedasarkan parameter penilian investasi. Parameter penilaian yang akan digunakan yaitu Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Benefit Cost Ratio (BCR), dan Payback Period (PP), dan analisis sensitivitas. Data yang digunakan adalah data Rincian Anggaran Biaya (RAB) TPST Unila, data timbulan sampah dan data jumlah civitas Unila, serta tingkat suku bunga dan tingkat inflasi yang diperoleh dari BI. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pembangunan TPST Unila tidak memenuhi semua parameter penilaian investasi, namun Pembangunan TPST Unila tetap layak secara ekonomi karena dapat memperbaiki sistem persampahan di Unila guna menciptakan kondisi lingkungan kampus yang bersih dan nyaman, mengurangi polusi udara, serta dapat mengurangi beban TPA Bakung dalam mengolah sampah

    Pengujian Permeabilitas Tanah Yang Dipadatkan Dengan Metode Modified Proctor Cubic Permeameter

    Get PDF
    Beberapa tahun terakhir, Indonesia sebagai negara berkembang makin gencar melaksanakan pemerataan pembangunan infrastruktur, salah satunya adalah infrastruktur sumber daya air.Salah satu hal penting yang menjadi dasar pembangunan bangunan air adalah kekuatan pondasi yang dibangun, termasuk jenis tanah yang dipakai dan sifat lolos air (permeabel) tanah tersebut. Umumnya, uji permeabilitas dilakukan menggunakan mold dengan model silinder. Pada penelitian ini, dilakukan uji permeabilitas tanah yang dipadatkan dengan modified proctor serta alat tekan modifikasi pada mold berbentuk kubus (cubic permeameter), bertujuan untukmengetahui nilai permeabilitas tanah dengan menggunakan mold segi empat dan membandingkan nilai permeabilitas tanah dari alat pressure method dan modified proctor method, serta mengetahui korelasi antara kepadatan tanah dengan nilai koefisien permeabilitas tanah. Sampel tanah yang digunakan berasal dari desa Pamenang, Pringsewu. Tanah tersebut selanjutnya dipadatkan dengan metode modifieddan dengan alat uji metode tekanan pada tekanan 5 MPa, 10 MPa, dan 15 MPa. Hasil dari pengamatan di laboratorium menunjukkan semakin besar tekanan yang diberikan pada tanah maka semakin kecil koefisien permeabilitasnya. Hubungan koefisien permeabilitas dengan metode pemadatan modifieddan metode tekanan memperoleh nilai koefisien permeabilitas sehingga tekanan berada diantara nilai 5 dan 10 MPa, yaitu di angka 7,52 MPa

    Studi Numerik Perkuatan Balok Beton Bertulang dengan Mengkombinasikan Penggunaan GFRP dan Wire Mesh pada Beton Mutu Normal

    Get PDF
    Pada penelitian ini meneliti dua jenis balok yaitu balok beton bertulang normal tanpa perkuatan yang dijadikan balok kontrol (BN) dan balok beton bertulang dengan perkuatan lentur kombinasi GFRP dan Wire mesh (GGWW). Dalam memodelkan beton dan GFRP dideskripsikan sebagai elemen solid, kemudian untuk model baja tulangan dan wire mesh sebagai elemen truss dan model epoksi sebagai elemen cohesive. Interaksi yang diberikan pada hubungan antara baja tulangan dan beton serta hubungan antara epoksi dan wire mesh menggunakan teknik interaksi embedded region kemudian pada hubungan lapisan perkuatan dan lapisan epoksi menggunakan teknik interaksi tie constraint. Berdasarkan input beban maksimum hasil eksperimental, perbedaan persentase lendutan pada model balok BN sebesar 0,79% antara model numerik dan eksperimental kemudian pada model balok GGWW adalah sebesar 31,5%. Pola retak pada model balok BN numerik dan eksperimental menunjukkan tipe retak lentur keseluruhan dan pada model balok GGWW terjadi kegagalan lekatan antara serat beton dan perkuatan (debonding). Kata kunci : perkuatan, lendutan, regangan, debonding

    Evaluasi Desain dan Analisis Dinding Penahan Tanah (Retaining Wall) pada Pembangunan Underpass Di Jalan Zainal Abidin Pagar Alam

    Get PDF
    Underpass merupakan infrastruktur yang dibangun untuk memberikan solusi kemacetan jalan yang terjadi di sebuah jalan. Untuk membangun sebuah underpass, maka diperlukan suatu dinding penahan tanah untuk menjaga stabilitas lereng sehingga aman dari kelongsororan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevalusasi desain dan menganalisis dinding penahan tanah pada pembangunan underpass yang sudah dibangun di Jalan Zainal Abidin Pagar Alam depan Universitas Lampung.Pada penelitian ini menggunakan SNI-1726-2012 untuk pembebanan gempa dan SNI-2847-2013 untuk penulangan dinding penahan tanah. Sebelum membangun underpass, diperlukan menghitung stabilitas lereng menggunakan rumus teori Fellinius (1927) agar tidak terjadi kelongsoran. Pada dinding penahan tanah terdapat 3 tekanan tanah lateral yaitu tekanan tanah diam, tekanan tanah aktif, dan tekanan tanah pasif menggunakan rumus teori Coulomb serta terdapat stabilitas guling, stabilitas geser, dan stabilitas daya dukung tanah menggunakan rumus teori Vessic (1975) untuk menentukan faktor keamanan. Selanjutnya dinding penahan tanah dipengaruhi oleh beban merata tambahan dengan menganggap sebagai beban tanah. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa pembangunan dinding penahan tanah pada underpass yang sudah dibangun aman terhadap stabilitas guling, stabilitas geser, stabilitas daya dukung tanah, dan gempa. Selanjutnya hasil perhitungan yang didapatkan tulangan geser, tulangan utama, dan tulangan susut pada dinding penahan tanah sudah aman.   Kata kunci:underpass,dinding penahan tanah, tekanan tanah lateral, longso

    Evaluasi Struktur Jalan Rel Kereta Api pada Fasilitas Perawatan Angkutan Batu Bara Wilayah DIVRE IV TNK

    Get PDF
    Untuk mengetahui kondisi struktur jalan rel yang telah dibangun pada STA 28+221,52 sampai dengan STA 30+269,80 di stasiun rejosari kecamatan Natar, Lampung Selatan. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi desain exsisting struktur jalan rel kereta api baik dari segi dimensi ataupun mutu bahan menggunakan software FEA (Finite Element Analysis) yaitu aplikasi SAP 2000 dan Plaxis versi 8.6. Dari hasil pembahasan didapatkan evaluasi struktur jalan rel pada STA 28+221,52 sampai dengan STA 30+269,80 80% memenuhi standar peraturan yang ada secara mutu bahan material. Didapatkan nilai faktor keamanan yaitu pada STA 29+575 sebesar 0,856. Pada STA 30+125 sebesar 1,047, pada STA 30+250 sebesar 1,198. Nilai ini tidak memenuhi syarat kestabilan tanah yaitu faktor keamanan > 1,25 sehingga dilakukan analisis berikutnya menggunakan desain turap yang dipasang pada kelongsoran tanah yang terjadi. STA 29+575 sebesar 1,971, STA 30+125 sebesar 1,454, STA 30+250 sebesar 1,471 yang artinya peningkatan faktor keamanan terjadi sebesar 20% dan memenuhi syarat kestabilitasan tanah. Kemudian pada analisa SAP 2000 dilakukan pada bantalan beton untuk mengetahui keretakan pada bantalan yang terjadi. Dari hasil analisis yang dilakukan didapat : bantalan beton tidak retak jika diberikan jacking force sebesar 74 kN

    Karakteristik Campuran Aspal Panas Menggunakan Bahan Campuran RAP (Reclaimed Asphalt Pavement) Pada Berbagai Ukuran Agregat Nominal

    Get PDF
    RAP (Reclaimed Asphalt Pavement) is the residual pavement that has been damaged or out of date. RAP can be reused as a basic material for flexible pavement with the addition of new aggregate material and asphalt, to fulfill the quality and specifications of flexible pavement. This study aime to determine the quality of hot mix asphalt at various nominal aggregate sizes that made from RAP (Reclaimed Asphalt Pavement). The results of the study obtained the maximum stability value on the use of RAP 20% in AC-WC obtained 1588,829 kg, while for the use of RAP 22% on AC-BC obtained 1799,405 kg and for RAP on AC-Base 28% has a maximum stability value amounting to 2285,571kg. The three types of mixtures have mixed characteristics and marshall characteristics that fulfill the General Specifications of Bina Marga. The Optimum Asphalt Content value for the percentage of RAP use of 20% in AC-WC was 5.8%. Whereas for the use of 22% RAP on AC-BC, the Optimum Asphalt Content value was 5.45% and the use of RAP on AC-Base 28% was obtained by the Optimum Asphalt Containt value of 4.9%. The greater the nominal aggregate size of the hot  asphalt type, the greater the percentage of RAP (Reclaimed Asphalt Pavement) required . Keyword : RAP (Reclaimed Asphalt Pavement), Hot Mix Asphalt, Optimum Asphalt Contain

    Analisis Hubungan Antara Volume,Kecepatan Dan Kepadatan Terhadap Jalan Perkotaan Studi Kasus Jalan Zainal Abidin Pagar Alam Bandar Lampung

    Get PDF
    AbstrakPerkembangan transportasi yang pesat pasti selalu muncul permasalahan lalu lintas yang kompleks dalam sarana dan prasarana transportasi, terutama pada transportasi perkotaan. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis karakteristik jalan dan mengetahui hubungan antara volume, kecepatan dan kepadatan pada jalan perkotaan yang ada di Bandar Lampung jalan Zainal Abidin Pagar Alam.Penelitian ini menggunakan model Greenshield sebagai metodenya. Metode ini mendapatkan hasil bahwa hubungan antara kecepatan dan kepadatan bersifat linier sehinggadapat melihat bagaimana pola hubungan antara kecepatan, kepadatan dan volume.Hasil dari penelitian ini didapat volume arus lalu lintas puncak terjadi pada pagi dan sore hari sebesar 15528,75 smp/jam arah menuju unila dan 1313,06 smp/jam menuju kedaton pada pagi hari. Kecepatan lalu lintas tertinggi terjadi pada pagi dan sore hari sebesar 22,25 km/jam menuju arah unila dan 28,29 km/jam menuju arah kedaton dan kepadatan lalu lintas tertinggi terjadi pada pagi dan sore hari yaitu sebesar 617,09 smp/km menuju arah kedaton dan 752,91 smp/km menuju arah unila pada pagi hari. Kata kunci:Greenshield;JalanPerkotaan;Hubungan Volume

    Analisis Perbandingan Data Pemodelan Pasang Surut BIG Dengan Data Pengukuran Pasang Surut UHSLC Pada Stasiun Tanjung Lesung

    Get PDF
    Data pasang surut diperlukan untuk menentukan elevasi bangunan pantai. Badan Informasi Geospasial (BIG) telah menyediakan data pemodelan pasang surut yang dapat diunduh secara gratis. Namun untuk mengetahui keakuratannya, dilakukan perbandingan data BIG dengan data pengukuran tide gauge yang dipublikasikan oleh University of Hawaii Sea Level Centre (UHSLC). Data yang digunakan yaitu data pasang surut 30 harian dari stasiun Tanjung Lesung periode waktu 2008-2012 yang dianalisis menggunakan metode Least Squares dan 9 komponen harmonik pasang surut melalui program ANFOR. Hasil analisis ANFOR diolah sehingga didapat nilai penyimpangan serta keakuratan dari data pasang surut yang dibandingkan. Dari hasil penelitian ini, didapat nilai penyimpangan berdasarkan elevasi yaitu 3,3906 %, nilai koefisien korelasi langsung berdasarkan elevasi sebesar 0,9673, nilai penyimpangan berdasarkan amplitudo komponen pasut K1 sebesar 15,7853 %, O1 sebesar 4,8253 %, P1sebesar 28,1752 %, M2 sebesar 3,2388 %, S2 sebesar 10,6345 %, N2 sebesar 10,5147 %, K2 sebesar 41,3055 %, M4sebesar 97,4340 %, dan MS4 sebesar 97,2310 %, sementara nilai koefisien korelasi berdasarkan amplitudo komponen pasut yaitu 0,9898. Maka dapat ditarik kesimpulan bahwa antara data pemodelan BIG dan data pengukuran UHSLC memiliki tingkat keakuratan tinggi

    Analisis Perbandingan Data Pemodelan Pasang Surut BIG Dengan Data Pengukuran Pasang Surut UHSLC Pada Stasiun Sadeng

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan menganalisis karakteristik pasang surut dan membandingkan data peramalan pasang surut dengan data terukur. Data yang digunakan merupakan data pasang surut jam-jaman periode tahun 2011-2015 yang diunduh dari website BIG dan UHSLC pada wilayah stasiun Sadeng, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Data yang digunakan untuk setiap analisis adalah data 30 harian atau 720 jam. Hasil perbandingan dalam penelitian ini diperoleh berdasarkan analisis data elevasi langsung dan besaran nilai amplitudonya. Untuk besaran nilai amplitudo komponen pasang surut didapatkan menggunakan program ANFOR yang mengaplikasikan metode Least Square. Berdasarkan pada hasil penelitian dapat diketahui bahwa tipe pasang surut yang terjadi pada stasiun Sadeng tergolong pasang surut campuran condong harian ganda. Berdasarkan data elevasi langsungnya, nilai kesalahan relatif dari perbandingan kedua sumber data sebesar 5,7748 % dengan selisih elevasi rata-rata 15,99 cm. Nilai koefisien korelasi langsung berdasarkan elevasinya sebesar 0,9838. Sedangkan berdasarkan perbandingan amplitudo komponen pasang surutnya didapatkan nilai kesalahan relatif yang bervariasi sebagai berikut: K1 sebesar 7,8981 %, O1 sebesar 3,8318 %, P1 sebesar 23,2832 %, M2 sebesar 1,8287 %, S2 sebesar 6,0048 %, N2 sebesar 5,8659 %, K2 sebesar 15,7505 %, M4 sebesar 95,0682 % dan MS4 sebesar 94,9316 %. Dari analisa amplitudo data peramalan pasang surut diperoleh korelasi sebesar 0,9977

    0

    full texts

    0

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇