Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain
Not a member yet
    545 research outputs found

    Evaluasi Kinerja Parkir di Central Plaza Bandar Lampung

    Get PDF
    Permasalahan perparkiran akibat kendaraan yang parkir di bahu jalan sangat berpengaruh pada terhambatnya laju pergerakan kendaraan yang melintasi lokasi dengan aktivitas yang tinggi, salah satunya di lokasi pusat perbelanjaan Central Plaza Bandar Lampung. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kinerja parkir di Central Plaza yang dipengaruhi oleh karakteristik parkir.Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu pendekatan analisis deskriptif, lalu dianalisis menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian dilakukan di area parkir Central Plaza pada hari Sabtu, 28 Mei 2022 dengan waktu pengamatan selama 12 jam atau 720 menit dimulai pukul 10.00–22.00 WIB.Hasil dari penelitian ini didapatkan akumulasi maksimum mobil sebanyak 70 kendaraan dengan indeks parkir sebesar 37,8%, sedangkan akumulasi motor sebanyak 174 kendaraan dengan indeks parkir sebesar 43,5%. Volume parkir mobil sebanyak 489 kendaraan dengan PTO sebesar 2,64 kendaraan/hari/SRP dan volume motor sebanyak 424 kendaraan dengan PTO sebesar 0,53 kendaraan/hari/SRP. Durasi rata-rata parkir mobil selama 58 menit dan motor selama 77 menit. Kapasitas parkir untuk mobil sebesar 2297 kendaraan, sedangkan motor sebesar 7481 kendaraan. Dengan perbandingan angka kapasitas yang lebih besar dari volume parkir, sehingga area parkir di Central Plaza masih memadai untuk menampung permintaan parkir.Kata Kunci : Kinerja parkir, Karakteristik parkir, Central Plaza

    Preferensi Bahan Bakar Minyak Bersubsidi dan Nonsubsidi di Kalangan Pegawai Pemerintah Kota Bandar Lampung

    Get PDF
    Transportation is defined as the activity of moving passengers and goods from one place to another, in which there is an element of movement. Transportation plays an important role in the development and development of infrastructure in urban areas. This is the main reason for choosing those that are considered efficient in terms of fuel in meeting the transportation needs of the vehicles used. According to the author's observations, people tend to prefer to buy subsidized fuel because of the higher prices. cheap, so willing to wait in long lines and cause the road to be consumed by queues that disturb other road users. Fuel oil itself is divided into 2 groups, namely subsidized and non-subsidized. The problem of adjusting subsidized fuel prices has also developed a discourse regarding who is entitled to subsidized fuel based on Presidential Regulation Number 43 of 2014 as amended by Presidential Regulation Number 43 of 2018 concerning the supply, distribution, and retail selling price of BBM. Data collection was carried out directly in the field by giving questionnaires and asking directly to Bandar Lampung City Government Employees. After that, perform an analytical test by evaluating the tariff according to the ability to buy Ability To Pay (ATP) and the willingness of consumers to buy Willingness To Pay (WTP) using the Analytical Hierarchy Process (AHP) method. From this, the authors are interested in conducting research with the title: "SUBSIDIED AND NON-SUBSIDIED OIL FUEL PREFERENCES IN BANDAR LAMPUNG GOVERNMENT EMPLOYEES".This research begins by collecting literature studies and data, including primary and secondary data. Primary data were obtained through interviews with several respondents using the selected random sampling method. Secondary data sourced from BPS, PT. Pertamina, Bandar Lampung City Government and the results of other studies related to this topic. The data will be used for the next process, namely the analysis of calculations, and the last stage, namely the results and drawing conclusions.Based on the results of the study using the Analytical Hierarchy Process method, it can be concluded that risk is the most influential criterion in selecting the type of fuel oil.Keywords: preferences, subsided and nonsubsided oil fue

    Analisis Perbandingan Pengaruh Penambahan Serat Baja Karbon 3D Dramix dan Serat Kawat Bendrat Terhadap Kuat Tekan, Kuat Tarik Belah, dan Kuat Tarik Lentur Pada Beton Mutu Normal

    Get PDF
    AbstractIn general, the structural characteristics of concrete are that it has a high compressive strength but is weak in tensile strength. The aim of this study was to coMPare the effects of adding Dramix 3D carbon steel fiber and bendrat wire fiber on the compressive strength, split tensile strength, and flexural tensile strength in normal quality concrete. In this study, the addition of Dramix 3D carbon steel fiber and bendrat wire fiber with volume fractions of 0%, 1%, 1.5%, and 2% of the volume of the concrete mix was evaluated. The samples for this study were a cylinder with a diameter of 15 cm and a height of 30 cm for the compressive strength and split tensile strength tests, and a beam measuring 10 x 10 x 40 cm for the flexural tensile strength test. From the results of the study, it was found: (1) The compressive strength maximum occur of the addition of bendrat wire fiber at Vf 1% increased by 19.33% from the compressive strength of concrete at Vf 0%., (2) The split tensile strength maximum occur of the addition of 3D Dramix carbon steel fibers at Vf 2% increased by 88.38% from the split tensile strength of Vf 0% concrete., and (3) The flexural tensile strength maximum occur of the addition of Dramix 3D carbon steel fibers at Vf 2% increased by 465.63% from the flexural tensile strength of concrete at Vf 0%. Key words : Dramix 3D carbon stell fiber, bendrat wire fiber, compressive strength, split tensile strength, flexural tensile strength. AbstrakBeton mempunyai kuat tekan yang besar tetapi lemah terhadap kuat tarik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan pengaruh penambahan serat baja karbon 3D Dramix dan serat kawat bendrat terhadap kuat tekan, kuat tarik belah, dan kuat tarik lentur pada beton mutu normal. Pada penelitian ini, dilakukan penambahan serat baja karbon 3D Dramix dan serat kawat bendrat dengan volume fraksi sebesar 0%, 1%, 1,5% dan  2% dari volume adukan beton. Sampel pada penelitian ini berupa silinder dengan (diameter 15 cm dan tinggi 30 cm) untuk uji kuat tekan dan kuat tarik belah, dan balok berukuran (10 x 10 x 40 cm) untuk uji kuat tarik lentur. Dari hasil penelitian didapatkan: (1) Kuat tekan maksimum terjadi pada penambahan serat kawat bendrat pada Vf 1% mengalami peningkatan sebesar 19,33% dari kuat tekan beton Vf0%., (2) Kuat tarik belah maksimum terjadi pada penambahan serat baja karbon 3D Dramix pada Vf 2% mengalami peningkatan sebesar 88,38% dari kuat tarik belah beton Vf0%., dan (3) Kuat tarik lentur maksimumterjadi pada penambahan serat baja karbon 3D Dramix pada Vf 2% mengalami peningkatan sebesar 465,63% dari kuat tarik lentur beton Vf0%.Kata kunci : serat baja karbon 3D Dramix, serat kawat bendrat, kuat tekan, kuat tarik belah, kuat tarik lentur

    Karakteristik Uji Marshall Pada Campuran Split Mastic Asphalt (SMA)

    Get PDF
    Di Indonesia banyak jalan yang mengalami kerusakan sebelum umur rencananya tercapai. Kerusakan tersebut diantaranya yaitu jalan yang berlubang, jalan yang mengalami keretakan serta pengelupasan pada permukaan jalan.Salah satu campuran beton aspal yang masih jarang ditemukan pengujiannya yaitu perkerasan jalan yang menggunakan campuran Split Mastic Asphalt (SMA) yang memiliki kandungan agregat kasar dan kadar aspal yang lebih tinggi yang membuat ketahanan geseknya lebih tinggi, lebih tahan terhadap deformasi dan tidak mudah retak.Penelitian ini menggunakan metode analisa perbandingan dari nilai parameter dan karakteristik marshall dari campuran. Membandingkan nilai stabilitas, flow,VIM, VMA, VFA, Dan IKS dengan 2 variasi rendaman selama rendaman normal 30 menit dan 24 jam dari campuran Split MasticAsphalt(SMA) dan campuran AC.Hasil penelitian ini diperoleh nilai stabilitas dan VIM dari campuran SMA yang lebih kecil dibandingkan campuran AC namun didapatkan nilai flow, VMA, dan VFA yang lebih besar yang membuat campuran SMA memiliki keunggulan lebih tahan terhadap deformasi dan ketahanan gesek yang lebih tinggi karena kandungan agregat kasar yang lebih banyak dan lebih awet dan tidak mudah retak karena kandungan kadar aspal yang lebih banyak dibandingkan campuran AC.Kata kunci : Karakteristik marshall, Perbandingan, SMA (Split Mastic Asphalt), AC (Asphalt Concrete)

    Kajian Tundaan Perjalanan Pada Daerah Tanjakan Menggunakan Metode Gelombang Kejut (Studi Kasus : Tanjakan Tarahan, Lampung)

    Get PDF
    Trase tanjakan jalan raya menyebabkan terjadinya antrian atau tundaan. Penelitian ini berlokasi di Tanjakan Tarahan, Jalan Lintas Sumatra, Lampung Selatan. Terbentuknya Gerakan gelombang kejut akibat adanya tanjakan dan kendaraan besar menanjak ini menyebabkan kecepatan turun atau tundaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tundaan dengan pendekatan gelombang kejut berdasarkan nilai EKR (Ekivalen Kendaraan Ringan) yang didapat dari metode rasio headway.Perhitungan nilai gelombang kejut berdasarkan model linier Greenshield. Berdasarkan analisis rasio headway didapatkan nilai ekivalen kendaraan ringan (EKR) untuk sepeda motor (SM) sebesar 2,072 sementara untuk kendaraan berat (KB) 0,489. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan waktu tempuh kemiringan 1 dari 16,63 detik pada saat normal meningkat menjadi 28,28 detik pada saat antrian kendaraan, sedangkan kemiringan 2 dari 27,47 detik saat normal meningkat menjadi 58,60 detik saat adanya antrian kendaraan. Pada perhitungan kendaraan mengalami penurunan kecepatan, kemiringan 1 saat awal tanjakan 56,54 km/jam, pada saat tanjakan mengalami penurunan kecepatan menjadi 23,37 km/jam. Sedangkan kemiringan 2 saat awal tanjakan 43,24 km/jam dan pada saat tanjakan mengalami penurunan kecepatan menjadi 19,97 km/jam

    Kalibrasi Alat Ukur Sedimen Tersuspensi Berbasis Turbidity Sensor

    Get PDF
    AbstractTurbidimeter is a standard instrument used to determine the level of turbidity of water. However, its use is felt to be less effective and efficient because it is not carried out in running water. Based on this statement, a practical suspended sediment measuring instrument based on a turbidity sensor is needed. Furthermore, to ensure the ability of a measuring instrument, an activity is needed to determine the validity of the conventional instrument reading value. Therefore, this study aims to calibrate the suspended sediment measuring instrument based on the turbidity sensor. The method used is to compare the measurement results of the design instrument against measuring standards that are traceable to international standards. Turbidity measurements were carried out using two devices which were compared at the same time.The results of the calibration show the output pattern with the appropriate level of linearity. The R-squared value which is the correlation coefficient, with R2=0.9667 indicates a good match between the two instruments. The slope gradient of the curve line is 1.1083 which means that the NTU-18 turbiditymeter is well calibrated. The results of the calculation of the unit conversion of NTU and mg/L have the average square of error or a correlation coefficient of R2=0.8984, meaning that both have a good correlation. In conclusion, the measuring instrument is able to operate properly and without problems. The tool manages to provide relative precision and practical response times, so work efficiency can be increased.  Keywords: Turbidity, Calibration, Convertion AbstrakTurbidimeter merupakan instrumen standar yang digunakan untuk menentukan taraf kekeruhan air. Namun penggunaannya dirasa kurang efektif dan efisien karena tidak dilakukan pada air mengalir. Berdasarkan pernyataan tersebut maka dibutuhkan instrumen ukur sedimen tersuspensi yang praktis berbasis turbidity sensor.Selanjutnya untuk memastikan kemampuan suatu alat ukur, maka diperlukanlah suatu aktifitas untuk menentukan keabsahan konvensional nilai pembacaan instrumen. Oleh karena itu, pada penelitian ini bertujuan untuk mengalibrasi alat ukur sedimen tersuspensi berbasis turbidity sensor. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu dengan cara membandingkan hasil pengukuran alat rancangan terhadap standar ukur yang mampu telusur ke standar internasional. Pengkuran turbiditas dilakukan menggunakan dua alat yang dibandingkan pada waktu yang bersamaan.Hasil kalibrasi alat menujukkan pola output dengan tingkat linieritas yang sesuai. Nilai R-kuadrat yang merupakan koefisien korelasi, dengan R2=0,9667 menunjukkan kecocokan yang baik antara kedua instrumen. Gradien kemiringan garis kurva bernilai 1,1083 memiliki arti bahwa turbiditimeter NTU-18 sudah terkalibrasi dengan baik. Hasil perhitungan konversi satuan NTU dan mg/L memiliki kuadrat kesalahan rata-rata atau koefisien korelasi sebesar R2=0,8984, artinya keduanya memiliki korelasi yang baik. Kesimpulannya alat ukur mampu beroperasi dengan baik dan tanpa masalah. Alat berhasil memberikan presisi relatif dan waktu respons yang praktis, sehingga efisiensi pekerjaan dapat ditingkatkan. Kata Kunci :Turbidity, Kalibrasi, Konvers

    Analisis Kelongsoran pada Tanah Lereng di Ruas Jalan Kecamatan Batu Ketulis sebagai Material Timbunan Jalan Ditinjau Terhadap Jenis Pemadatan dan Swelling

    Get PDF
    Batu Ketulis is a sub-district in the province of West Lampung. This regency is well-known as an advanced area in agriculture and other natural resources. Slopes can be formed naturally or man-made. In landfilling activities that will form a new slope will result in a change in stress in the soil which affects the stability of the soil.The purpose of this study was to determine the magnitude of the swelling on the slope soil in the Batu Ketulis road section of West Lampung Regency, to know the magnitude of the shear force on the slope soil as embankment material in the sub-district of batu ketulis roads, to know the stability of the slope as embankment material in the road section. the Batu Ketulis area so that the level of soil security can be identified . Soil conditions with fully saturated conditions have the least stability compared to other conditions. From the results of the analysis carried out on fully saturated soil conditions at locations 1 and 2 with variations in height and angle, the value of the critical safety factor is 1.262-1.282 with a height of 8 meters, an angle of 400 degrees

    Penerapan Building Information Modeling (BIM) Menggunakan Software Autodesk Revit Pada Gedung 4 Rumah Sakit Pendidikan Peguruan Tinggi Negeri (RSPTN) Universitas Lampung

    Get PDF
    Dalam perkembangannya, teknologi Computer-Aided Drafting (CAD) yang menjalankan program dibidang arsitektur, rekayasa, serta konstruksi kini telah mengembangkan teknologinya menjadi Building Information Modeling (BIM). Salah satu software dari BIM yang dapat digunakan pada aplikasi konstruksi yakni Autodesk Revit, dimana Revit mampu mempresentasikan informasi pada pekerjaan sarana dan prasarana konstruksi. Pada pembangunan gedung Rumah Sakit Pendidikan Perguruan Tinggi Negeri (RSPTN) Universitas Lampung, sebagian perencanaan dan pelaksanaan yang telah dilaksanakan masih menggunakan metode konvensional, sehingga masih kurangnya dokumentasi yang akurat dari proses konstruksi. Berdasarkan hal itu, pada penelitian ini akan dilakukan penerapan Building Information Modeling (BIM) menggunakan software Autodesk Revit. Dari penelitian ini didapatkan bahwa telah dihasilkan informasi yang dipresentasikan menggunakan software Autodesk Revit 2019 yaitu dimensi bangunan serta volume material proyek sebagai bagian dari inventarisasi aset pada Gedung 4 Rumah Sakit Pendidikan Perguruan Tinggi Negeri (RSPTN) Universitas Lampung yang dapat dijadikan sebagai dasar dari pertimbangan dalam pengambilan keputusan pada tahap Operational and Maintenance (OM).

    Kajian Penelitian Limbah Arang Tempurung Kelapa Sebagai Bahan Tambah Pada Aspal Untuk Campuran Split Mastic Asphalt

    Get PDF
    Abstract Split Mastic Asphalt (SMA) is one of the surface layers with a higher percentage of AC pavement. This layer uses a gap gradation which has advantages, one of which is the percentage of coarse aggregate 70% of the total mixture, so that the main strength comes from the strength of the aggregate. In addition, it is necessary to increase the strength of the asphalt which can be done, one of which is to use coconut shell charcoal waste as a mixture in the asphalt. Coconut shell waste is found in Indonesia that has not been used optimally, so this study aims to determine the effect of adding coconut shell waste to the Split Mastic Asphalt (SMA) pavement mixture on Marshall characteristics and determine the optimum asphalt content needed so that the SMA mixture can improve performance. strength. Variations in addition of Coconut Shell Charcoal of 0%, 3%, 6% and 9% which will be mixed with asphalt. Furthermore, the test object is immersed for 30 minutes at a temperature of 60˚C. The addition of coconut shell charcoal to the Split Mastic Asphalt (SMA) mixture has an effect on changes in the Stability value, the higher the coconut shell charcoal content in the Split Mastic Asphalt (SMA) mixture, the Stability value will increase, this is because coconut shell charcoal affects the penetration value of the asphalt. . The results of this study obtained the highest stability value at the addition of 9% Coconut Shell Charcoal content. Keywords: Split Mastic Asphalt (SMA), Coconut Shell Charcoal, Stability Abstrak Split Mastic Asphalt (SMA) adalah salah satu lapisan permukaan dengan persentase lebih tinggi dari perkerasan AC. Lapisan ini menggunakan gradasi senjang dimana memiliki keunggulan yakni persentase agregat kasar 70% dari campuran, sehingga kekuatan bersumber dari kekuatan agregat. Selain itu, diperlukan peningkatan kekuatan pada aspal yang dapat dilakukan salah satunya adalah dengan menggunakan limbah arang tempurung kelapa sebagai campuran pada aspal tersebut. Limbah tempurung kelapa banyak ditemukan di Indonesia yang belum dimanfaatkan secara optimal, sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari penambahan limbah tempurung kelapa pada campuran perkerasan Split Mastic Asphalt (SMA) terhadap karakteristik Marshall dan Menentukan kadar aspal optimum yang dibutuhkan agar campuran SMA dapat meningkatkan kinerja kekuatan.Variasi Arang Tempurung Kelapa sebesar 0%, 3%, 6% dan 9% yang akan dicampurkan aspal. Selanjutnya benda uji direndam dengan 30 menit dengan suhu 60˚C. Penambah anarang tempurung kelapa terhadap campuran Split Mastic Asphalt (SMA) berpengaruh terhadap Stabilitas, semakin tinggi kadar arang tempurung kelapa dalam campuran Split Mastic Asphalt (SMA) maka nilai Stabilitas akan semakin meningkat, hal ini dikarenakan arang tempurung kelapa mempengaruhi nilai penetrasi terhadap aspal. Hasil dari penelitian ini diperoleh nilai stabilitas tertinggi pada penambahan kadar Arang Tempurung Kelapa 9%. Kata Kunci: Split Mastic Asphalt (SMA), Arang Tempurung Kelapa, Stabilita

    Pengaruh Variasi Waktu Rendaman Terhadap Durabilitas Campuran Split Mastic Asphalt (SMA) dengan Tambahan Arang Tempurung Kelapa sebagai Bahan Tambah pada Aspal

    Get PDF
    Perubahan cuaca yang tidak pasti terutama pada saat musim hujan menjadi salah satupenyebab kerusakan jalan. Oleh karena itu, diperlukan pemeliharaan maupun perbaikanuntuk mempertahankan kondisi jalan pada tingkat yang layak dan memperlambat lajupenurunan kondisi jalan. Kondisi jalan yang baik sangat dipengaruhi oleh lapisan-lapisanpenyusun jalan itu sendiri, salah satunya adalah lapisanSplit Mastic Asphalt(SMA).Diperlukan peningkatan kekuatan pada aspal, salah satunya adalah dengan menggunakanbahan tambah abu arang tempurung kelapa karena bahan ini mempunyai kandungansenyawa yang sama dengan aspal dan dapat menambah kekakuan dari aspal tersebut.TujuandalampenelitianiniadalahuntukmengetahuikarakteristikmarshallpadacampuranSplit Mastic Asphalt (SMA)dengan menggunakan limbah arang tempurungkelapa sebagai bahan tambah pada aspal. Penelitian ini menggunakan metoderendamandengan mengambil nilai IDP (Indeks Durabilitas Pertama) dan IDK (Indeks DurabilitasKedua). Dari hasil analisis pengolahan data dan studi literatur, sehingga diperoleh nilaiterbesar IDP dan IDK adalah 0,38% dan 21,55%.Kata kunci :pengaruh, durabilitas,split mastic asphalt, arang tempurung kelapa

    0

    full texts

    0

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇