Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain
Not a member yet
545 research outputs found
Sort by
Penerapan Building Information Modeling (BIM) pada bangunan gedung menggunakan software Autodesk Revit (Studi Kasus: Gedung 5 RSPTN Universitas Lampung)
Building Information Modeling (BIM) merupakan representasi digital dari karakteristik fisik dan karakter fungsional dari suatu bangunan, baik berupa gedung atau bangunan lain yang di dalamnya terdapat semua informasi dimulai dari tahap perencanaan sampai dengan tahap demolisi. Software yang mendukung konsep BIM salah satunya adalah software Autodesk Revit. Tujuan dari penelitian ini adalah memodelkan Gedung 5 Rumah Sakit Perguruan Tinggi Negeri (RSPTN) Universitas Lampung menggunakan konsep BIM serta mendapatkan data dan informasi volume bangunan. Penelitian ini diawali dengan memodelkan bangunan dengan menjalankan software Autodesk Revit, membuat grid dan level, membuat family struktur serta memodelkannya, memodelkan tulangan struktur, dan membuat family arsitektur serta memodelkannya. Setelah selesai melakukan proses pemodelan 3D maka selanjutnya mengeluarkan informasi volume bangunan. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa memodelkan Gedung 5 RSPTN UNILA dengan menggunakan konsep Building Information Modeling (BIM) dengan bantuan software Autodesk Revit 2019 menjadi lebih efektif dan efisien dikarenakan semua informasi seperti elemen struktur dan arsitektur dapat dimodelkan dengan lebih cepat dan akurat
Analisis Pola Hidraulik Peredaman Energi pada Kolam Olak Tipe Vlughter di Hilir Pelimpah Bertangga dengan Model Fisik 2D
Bendung adalah bangunan air yang dibangun melintang sungai atau pada sudetan untuk meninggikan taraf muka air sehingga dapat dialirkan secara gravitasi ke tempat yang membutuhkannya. Dalam analisis ini digunakan data, antara lain : debit, kecepatan aliran, bilangan froude, bilangan reynold dan peredaman energi. Untuk analisis menggunakan pelimpah bertangga yang dikombinasikan dengan kolam olak tipe Vlughter. Penentuan karakteristik aliran air dan penurunan energi divariasikan dengan 2 kondisi benda uji yang berbeda. Hasil penelitian menunjukan bahwa kolam olak Model A dan Model B memiliki karakteristik aliran yang sama pada setiap variasi debit, dimana pada Model A dan Model B memiliki tipe aliran turbulen dengan nilai Reynold (Re) > 1000, berdasarkan perhitungan nilai Froude (Fr) diperoleh tipe aliran super kritis pada kolam olak dengan nilai Fr > 1 dan aliran sub kritis pada bagian end sill dengan nilai Fr < 1. Sedangkan, untuk hasil persentase penurunan energi pada ketinggian muka air hulu (H0) 2 cm untuk Model A yaitu sebesar 28.29% dan untuk Model B sebesar 33.13%. Hal ini menunjukan bahwa Model B mampu meredam energi lebih baik dibandingkan dengan Model A. Dan pola aliran yang terjadi merupakan aliran nappe hingga menjadi aliran skimming
Kerugian BBM Akibat Kemacetan Di Kota Bandar Lampung (Studi Kasus Pada Ruas Jalan Pangeran Antasari)
AbstractBandar Lampung City is the third largest and most populous city on Sumatra Island with a population of 1,033,803 people (BPS, 2018). Due to the large population, traffic jams often occur, one of which is on Jalan Pangeran Antasari. The road is a City Street class which has a length of 5.6 km and a width of 15 m.Methods Data collection is carried out during peak hours, namely in the morning at 07.30 - 09.00 WIB and during busy afternoons at 16.15 - 17.45 WIB on weekdays, namely Tuesday and Friday. The method used is a moving car observer. The data collected is data on density, speed and fuel demand.
The calculation results are obtained from type I vehicles, namely vehicles with a capacity of 1469 cc for liters of gasoline which are widely used during trips in the afternoon, namely 0.46 liters of gasoline with the largest average density of 67.28 pcu/km. From type II vehicles, which are vehicles with a capacity of 2000 cc for liters of gasoline which are widely used for travel, namely 0.7 liters with a density of 90.99 pcu/km in the afternoon hours. Of the two types of vehicles in this study, the consumption of liters of gasoline is greater, that is, it occurs in type II vehicles with a capacity of 2000 cc compared to type I vehicles with a capacity of 1496 cc. The greater the density value, the more gasoline is used.Keywords: BBM, Congestion, Jalan Pangeran Antasari
Efektifitas Fly Over Di Jalan H. Komarudin – Jalan Kapten Haq Berdasarkan Tinjauan Tundaan Pada Perlintasan Sebidang Kereta Api Jalan H. Komarudin
Perlintasan pintu kereta api pada segmen ruas jalan H. Komarudin Bandar Lampung sering menimbulkan kemacetan sehingga menyebabkan terjadinya tundaan dan panjang antrian. Penelitian ini bertujuan menganalisis perilaku tundaan yang terjadi pada masing-masing lajur akibat penutupan pintu lintasan kereta api. Metode gap acceptance digunakan untuk mengetahui besaran tundaan yang terjadi dengan dukungan data kecepatan dan waktu tempuh. Hasil penelitian didapatkan tundaan atau waktu gap tertinggi pada hari Senin pagi sebesar 12,08 detik. Durasi penutupan palang pintu terlama terjadi hari senin pagi pukul 08:15 WIB sebesar 357,44 detik. Panjang antrian terpanjang terjadi pada hari senin sore saat kereta ke 1 sebesar 165 meter pada arah Fly Over – Bataranila
Kajian Penelitian Limbah Arang Tempurung Kelapa Sebagai Bahan Tambah Pada Aspal Untuk Campuran Split Mastic Asphalt Berbasis RAP
AbstractDamaged asphalt roads can be repaired with Reclaimed Asphalt Pavement (RAP). This method iscarried out using asphalt waste which is crushed into chunks and later be reused. However,because this pavement has a weakness in terms of quality, an innovation was carried out byadding coconut shell charcoal (ATK) waste as a an additive in asphalt mixture. This research isbased on Marshall testing to determine the performance of a mixture of Split Mastic Asphalt(SMA) with coconut shell charcoal. From the results of the Marshall Characteristics test on theRAP-based SMA mixture with the addition of ATK asphalt content, it shows that for each additionof ATK asphalt content of 3% successively there will be an increase in the stability value with anaverage increase of 9% at 25% RAP, 7% at 50% RAP and 6% at 75% RAP. So in the IKS test itcan be concluded that ATK added material can increase the IKS value as an indicator of thedurability of the asphalt mixture.Key words: Reclaimed Asphalt Pavement (RAP), Innovation, Coconut Shell Charcoal (ATK), Split Mastic Asphalt (SMA).AbstrakJalan aspal yang mengalami kerusakan dapat dilakukan perbaikan dengan Reclaimed AsphaltPavement (RAP). Metode ini dilakukan dengan menggunakan limbah aspal yang dihancurkanmenjadi bongkahan dan nantinya dimanfaatkan kembali. Namun, dikarenakan perkerasan inimemiliki kelemahan dalam hal kualitas, maka dilakukan suatu inovasi dengan penambahan limbahArang Tempurung Kelapa (ATK) sebagai bahan tambah pada aspal. Penelitian ini didasarkan padapengujian Marshall untuk mengetahui kinerja campuran Split Mastic Asphalt (SMA) dengan arangtempurung kelapa. Dari hasil pengujian Karateristik Marshall pada campuran SMA berbasis RAPdengan penambahan kadar aspal ATK, menunjukan bahwa pada setiap penambahan kadar aspalATK sebesar 3% secara berturut-turut akan mengalami peningkatan nilai satabilitas dengandiperoleh kenaikan nilai rata-rata sebesar 9% pada RAP 25%, 7% pada RAP 50% dan 6% padaRAP 75%. Sehingga pada pengujian IKS dapat disimpulkan bahwa bahan tambah ATK dapatmeningkatkan nilai IKS sebagai indikator durabilitas campuran aspal.Kata kunci: Reclaimed Asphalt Pavement (RAP), inovasi, Arang Tempurung Kelapa (ATK), Split Mastic Asphalt (SMA)
Durabilitas Campuran AC-WC Berbasis RAP Menggunakan Arang Tempurung Kelapa Sebagai Bahan Tambah Pada Aspal
Abstract One method of road infarstructure maintenance is dredging the old asphalt pavement to then be re-coated with a new asphalt pavement. The result of dredging old asphalt pavement is called RAP (Reclaimed Asphalt Pavement). RAP can be used as an aggregate substitution in the manufacture of new asphalt pavement layers, especially in the AC-WC (Asphalt Concrete-Wearing Course) layer by recycling. In addition to the utilization of RAP, improving the quality of road pavement also needs to be done by modifying paved mixtures by adding additives to the asphalt. The additive added in this study is ATK (Coconut Shell Charcoal). This study aims to determine the effect of the addition of ATK on the durability of RAP-based AC-WC mixtures. Furthermore, the immersion of the test object is carried out with a variation of 30 minutes, 1 day at a temperature of 60 °C. The effect of the addition of ATK to the RAP-based AC-WC mixture on its durability judging from the residual Strength Index (IKS) value shows that the residual strength value is getting smaller along with the increasing rap levels and ATK levels in the mixture, this can be caused because ATK is an organic material that is susceptible to the influence of water and RAP is a used asphalt pavement that has suffered damage due to road service. Keywords: AC-WC, RAP, Durability,Coconut shell charcoal Abstrak Salah satu metode pemeliharaan insfrastruktur jalan adalah pengerukan perkerasan aspal lama pada jalan untuk kemudian dilapis kembali dengan perkerasan aspal baru. Hasil dari pengerukan perkerasan aspal lama disebut dengan RAP (Reclaimed Asphalt Pavement). RAP dapat dimanfaatkan sebagai substitusi agregat pada pembuatan lapis perkerasan aspal baru khususnya pada lapisan AC-WC (Asphalt Concrete-Wearing Course) dengan cara daur ulang. Selain pemanfaatan RAP, peningkatkan kualitas dari perkerasan jalan juga perlu dilakukan dengan cara memodifikasi campuran beraspal dengan menambahkan bahan aditif pada aspal. Bahan aditif yang ditambahkan dalam penelitian ini yaitu ATK (Arang Tempurung Kelapa). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan ATK terhadap durabilitas campuran AC-WC berbasis RAP. Selanjutnya perendaman benda uji dilakukan dengan variasi 30 menit, 1 hari pada suhu 60˚C. Pengaruh penambahan ATK pada campuran AC-WC berbasis RAP terhadap durabilitasnya ditinjau dari nilai Indeks Kekuatan Sisa (IKS) menunjukkan nilai kekuatan sisa yang semakin kecil seiring dengan bertambahnya kadar RAP dan kadar ATK dalam campuran, hal ini dapat disebabkan karena ATK adalah bahan organik yang rentan terhadap pengaruh air dan RAP adalah perkerasan aspal bekas yang telah mengalami kerusakan akibat masa layan jalan. Kata Kunci: AC-WC, RAP, Durabilitas, AT
Kuat Tekan Beton Mutu Tinggi Dengan Memanfaatkan Fly Ash dan Silica Fume Sebagai Bahan Pengisi
Mengingat limbah sisa hasil pembakaran batu bara (fly ash) meningkat setiap tahunnya dan dapat menyebabkan dampak lingkungan yang cukup membahayakan terutama pada polusi udara dalam kehidupan sekitar, maka perlu dilakukan pemanfaatan fly ash sebagai bahan campuran beton. Dalam penelitian ini, penulis akanmelakukan pemanfaatan fly ash sebagai bahan pengganti sebagian semen dansilica fume sebagai bahan tambah untuk meningkatkan waktu setting time. Variasi fly ash yang digunakan adalah 0%, 5%, 10%, dan 15% dari berat total semen dan variasi silica fume yang digunakan adalah 5% dan 10% dengan waktu pengujian beton berumur 28 hari dan 60 hari serta ditambahkan superplasticizer sebesar 0,5% dari berat semen. Berdasarkan analisis data penelitian, didapatkan bahwa terjadi peningkatan kuat tekan beton antara beton yang memiliki kandungan fly ash dan silica fumeterhadap beton tanpa kandungan fly ash dan silica fume. Kuat tekan beton terbesar terjadi pada penambahan fly ash sebesar 15% dan silica fume 5% dengan nilai kuat tekan pada umur 28 hari sebesar 41,48 MPa dan pada umur 60 hari sebesar 47,03 MPa. Hal ini menunjukan bahwa kadar fly ash 15% dan kadar silica fume5% adalah kadar optimum penambahan fly ash dan silica fume untuk umur beton 28 hari dan 60 hari
Beton Ringan Struktural Dengan Memanfaatkan Agregat Buatan Dari Tanah Liat
AbstrakBerat jenis beton yang tinggi, yang meningkatkan berat struktur itu sendiri secara signifikan, adalah salah satu kelemahannya. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi berat beton, yaitu membuat beton ringan dengan menggunakan agregat ringan. Dari penelitian ini diharapkan dapat diketahui apakah dengan pemanfaatan agregat ringan buatan dari tanah liat sebagai bahan pengganti split dapat memenuhi persyaratan untuk beton ringan struktural. Dalam penelitian ini benda uji yang digunakan berupa silinder dengan diameter 150 mm dan tinggi 300 mm untuk pengujian kuat tekan dan kuat tarik belah beton. Rancang campur yang digunakan yaitu metode ACI 211.2-98. Variasi agregat ringan buatan dari tanah liat yang digunakan adalah 0%, 20%, 40%, 60%, 80% dan 100% dari total agregat kasar split dengan waktu pengujian beton berumur 28 hari serta ditambahkan superplasticizer sebesar 0,5% dari berat semen. Dari hasil pengujian yang telah dilakukan diperoleh kuat tekan dan kuat tarik terbesar terjadi pada beton normal dengan nilai kuat tekan 26,42 MPa dan kuat tarik belah sebesar 2,17 MPa. Sedangkan untuk nilai kuat tekan dan kuat tarik belah beton terendah terjadi pada beton dengan kandungan 100% agregat ringan buatan dari tanah liat dan 0% split dengan nilai kuat tekan 15,09 MPa dan kuat tarik belah sebesar 1,65 MPa. Dapat disimpulkan ditinjau dari nilai berat volume yang disyaratkan beton ringan dengan kadar 100% agregat ringan buatan dari tanah liat termasuk dalam kategori beton ringan, namun jika ditinjau dari hasil pengujian kuat tekan dan kuat tarik belah beton termasuk beton ringan untuk struktural ringan. Kata kunci: Beton ringan, tanah liat, kuat tekan, kuat tarik belah
Studi Analisis Gedung Bertingkat dengan Perbandingan SNI-1726-2012 dan SNI-1726-2019 Terhadap Rasio Tulangan (Studi Kasus : Rumah Susun Pasar Jumat Jakarta Selatan)
The design of building structures in Indonesia must be designed with the applicable earthquake regulations so that the building is resistant to earthquake loads. Over the course of time, the earthquake regulations were updated considering the large earthquakes that occurred in Indonesia still caused a lot of damage to building structures. The purpose of this study was to determine the difference between the response of the structure and the design of the structure after the SNI regulations were updated. The building being analyzed is the Pasar Jumat apartment in South Jakarta. The method used is the response spectrum method. The building was analyzed using the ETABS program given earthquake loads based on SNI-1726-2012 and SNI-1726-2019. Based on the results of the analysis, the value of the fundamental natural vibration period is not too different, the value of interstory drift between levels is below the interstory drift between permission levels and the value of the basic shear force has increased by 19.69%. While in the design of the structure, there is an increase in the ratio of reinforcement in the main beam by 10.61% at the support and 10% in the field. for secondary beam, the reinforcement ratio increased by 8.43% at the support and 10.52% in the field. While the column structure has increased by 2.84%
Evaluasi Tebal Perkerasan Jalan Provinsi Berdasarkan Manual Desain Perkerasan (MDP) 2017 (Studi Kasus : Jl. Laksamana R.E Martadinata Bandar Lampung, Lampung)
Jalan raya merupakan salah satu prasarana transportasi darat terpenting, sehingga desain perkerasanjalanyangbaikadalahsuatukeharusanuntukmenghubungkansuatu tempat ke tempatlain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis dan tebal struktur perkerasan jalan yang dipakai pada jalan provinsi berdasarkan Manual Desain Perkerasan (MDP) 2017. Lokasi penelitian dilaksanakan di Jl. Laksamana R.E martadinata Bandar Lampung dengan panjang jalan 5,179 km. Umur Rencana yang direncanakan Menggunakan Manual Desain Perkerasan (MDP) 2017 adalah selama 20 tahun dengan faktor laju perumbuhan lalu lintas sebesar 4,83 % dan diperoleh nilai Cumulative Equivalent Single Axle (CESA) sebesar3.137.290.03. Berdasarkan evaluasi tebal perkerasan antara Manual Desain Perkerasan (MDP) 2017 dengan desain yang digunakan oleh Bina Marga dan Bina Kontruksi Provinsi Lampung, maka penelitian ini dapat dijadikan bahan pertimbangan dalam pembangunan jalan di provinsi lampung.Kata Kunci : Jalan raya, Stuktur Perkerasan, MDP 201