Jurnal Komunika : Jurnal Komunikasi, Media dan Informatika
Not a member yet
92 research outputs found
Sort by
Penerapan Penataan Suara pada Produksi Acara Siaran Kethoprak Mataram di LPP RRI Stasiun Yogyakarta: Application of Sound Management in the Production of the Mataram Kethoprak Broadcast at LPP RRI Yogyakarta Station
Seorang penata suara bertanggungjawab dengan atas segala yang berhubungan dengan audio, dari konsep serta kualitas output audio yang dihasilkan. Penata suara dapat diawali dengan pemilihan dan penempatan sebuah peralatan michophone pada sumber suara dengan baik dan benar yang disesuaikan dengan sumber suara pada proses produksi, serta bertanggungjawab penuh terhadap proses editing yang diawali dari proses mixing, equalizing, leveling, balancing dan mastering, sehingga produksi acara yang dihasilkan dapat maksimal. Riset dalam penelitian ini adalah kualitatif. Riset kualitatif bertujuan menjelaskan fenomena dengan sedalam dalamnya melalui pegumpulan data. Populasi sampel diambil secara acak sumber daya manusia yang ada di RRI Stasiun Yogyakarta, khususnya bidang teknik operator audio atau penata suara. Teknik pengumpulan data sekunder dapat dilakukan dengan menggunakan interview (wawancara), observasi (pengamatan), dokumen, dan kepustakaan. Penerapan teknik miking sudah dilakukan dengan baik melalui alternative pemilihan jenis maupun type microphone untuk menangkap akustik suara yang sesuai karakteristik sumbersuara dari musik dan vokal. Akan tetapi masih sering terjadi suara vocal pemain terkadang sesaat level suaranya mengecil bahkan terdengar hilang, dikarenakan gerakan pemain yang bergerak menjauh atau tertutup oleh pemain lain, sehingga microphone tidak bisa menangkap suara yang dikeluarkan oleh sumber suara. Suara pada vocal penyanyi/sinden dan instrument musik gamelan secara pendengaran bisa diterima dengan baik, tetapi masih ada kelemahan bahwa ada beberapa instrument musik gamelan sedikit kurang terdengar dengan jelas dan jernih, dikarenakan tidak semua instrument musik gamelan diberikan microphone, hanya cukup diberikan instrument yang suaranya menonjol (key source) atau yang memimpin iringan, sehingga level sumbersuara musik gamelan kurang seimbang (balance)
Penerapan Metode Double Diamond pada Desain User Interface Website: The Implementation of the Double Diamond Method on the Design User Interface Website
CV. Bangun Bina Bersaudara menjual sarung tangan, masker dan produk kecantikan. Promosi produk yang selama ini dilakukan masih secara door to door, dan menerima pesanan melalui whatsapp. Dampak dari permasalahan tersebut adalah proses bisnis menjadi tidak efisien. CV. Bangun Bina Bersaudara telah memiliki website, namun kondisi website saat ini sangat tidak informatif dan kurang menarik, warna website sangat kontras dan tidak sedap dipandang mata. Akibatnya, informasi di web menjadi ambigu. Keadaan tampilan website tersebut membuat pelanggan enggan melakukan transaksi, dan membuat mereka kurang percaya pada perusahaan untuk melakukan pembelian produk melalui website. Hasil awal dari evaluasi website adalah 0,4, termasuk dalam kategori moderat. Hasil tersebut menunjukkan bahwa memungkinkan untuk melakukan perbaikan dalam alur sistem dan user. Untuk mengatasi masalah yang dihadapi, peneliti menerapkan metode Double Diamond untuk melakukan desain ulang tampilan website. Proses pengujian prototype kepada responden menggunakan metode webuse sebagai tolok ukur persepsi dan respon dari pengguna. Rata-rata hasil akhir pengujian prototipe pada iterasi pertama adalah 0,937 dan hasil dari iterasi kedua adalah 0,986. Hasil evaluasi tersebut menunjukkan bahwa desain website yang telah dibuat dapat diterima oleh pengguna
Model Tata Kelola Startup di Kabupaten Jember
Peran startup dengan model bisnis yang sesuai dengan situasi “stay at home” di masa pendemi seperti ini memiliki pertumbuhan cukup tinggi. Untuk itu meskipun masih dalam situasi krisis dukungan terhadap ekosistem startup sangat diperlukan. Perlu adanya model tata kelola startup yang efektif khususnya di sektor pangan yang harus direncanakan dengan baik agar dapat diimplementasikan untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan startup yang sesuai dengan kondisi daerah khususnya di masa pandemi ini. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif yaitu kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dan wawancara mendalam (indepth interview) dan pendekatan kuantitatif dengan instrumen kuesioner maka diperoleh skema model tata kelola startup yang disesuaikan dengan kondisi ekosistem startup yang ada di lokus penelitian yaitu Kabupaten Jember
Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) oleh UMKM pada Masa Pandemi COVID-19
Kebiasaan baru selama masa covid 19 tidak hanya mengubah cara hidup masyarakat tetapi juga merombak strategi bisnis dunia usaha. Sepinya dagangan dan turunnya omset membuat UMKM harus berinovasi. Pemanfaatan teknologi adalah sesuatu yang tidak dapat dihindari lagi. Tujuan dari kajian ini adalah memberikan gambaran bagaimana UMKM beradaptasi untuk bertahan di masa pandemi ini, serta untuk mengkaji bagaimana pemanfaatan teknologi digital oleh UMKM sehingga mereka harus mengalami perubahan dari bisnis konvensional menjadi bisnis secara online. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data deskriptif dengan tujuan untuk memberikan data tentang informasi yang di perlukan dalam pengamatan. Langkah prosedur dalam analisis data adalah dengan cara reduksi data, penyajian data, dan pengambilan kesimpulan. Data diolah dengan aplikasi Ms. Excel 2013 untuk mendapat persentase sehingga memperoleh insight untuk di analisis. Data diperoleh dari survei online menggunakan tools dari google form. Banyaknya responden yang memilih strategi dengan memanfaatkan teknologi informasi maka peran pemerintah adalah dengan memberi dukungan berupa bimbingan dan mentoring usaha khususnya di bidang teknologi informasi, baik berupa pelatihan maupun bimbingan teknis. Secara infrastruktur pemerintah dapat memberikan memberi dukungan pemasaran dan kanal distribusi bagi produk mereka. Pelatihan yang mereka butuhkan dapat berupa pelatihan pemasaran digital, pelatihan produksi dan pelatihan pengelolaan keuangan. Dengan pelatihan tersebut maka akan mengakselerasi digital bagi pelaku UMKM karena menerapkan pola pikir
Evalusi Kinerja Tata Kelola Teknologi Informasi terhadap Sistem Aplikasi Elektronik Program Keluarga Harapan dengan COBIT 5
Penelitian ini melakukan evaluasi dan identifikasi terkait proses dari kinerja tata kelola Teknologi Informasi (TI) terhadap aplikasi Elektronik Program Keluarga Harapan (E-PKH) dengan COBIT 5 yang pada implementasinya masih banyak kekurangan yang berimbas pada kurang maksimalnya kinerja Sumber Daya Manusia (SDM) PKH dalam pelaksanaan program keluarga harapan Kementerian Sosial di Kota Semarang. Data diperoleh dari hasil kuesioner, di mana topik pembahasan mengarah pada penggunaan dari proses domain COBIT 5 yaitu Deliver, Service and Support (DSS) serta domain Monitor, Evaluate, and Assess (MAE). Hasil evaluasi dari kinerja aplikasi E-PKH dengan COBIT 5 untuk 30 responden menunjukkan pada domain DSS01 (Manage Operation) level kapabilitas mencapai rata-rata nilai 0,79, yang berarti semua kegiatan operasional berdasasarkan standar COBIT 5 sudah terlaksana, di samping itu masih ada beberapa catatan yang perlu ditingkatkan, baik dari infrastruktur Teknologi Informasi yang sudah ada atau dengan dilakukannya kerjasama dengan pihak ketiga yang sudah berpengalaman untuk meningkatkan standar kualitas dari infrastruktur Teknologi Informasi. Domain DSS04 (Manage continuity) level kapabilitas dengan nilai 0,98 dari nilai ini Direktorat Jaminan Sosial yang menaungi Program Keluarga Harapan memerlukan sebuah manajemen untuk penanganan kemampuan atau skills dari SDM Program Keluarga Harapan dalam menjalankan bisnis proses yang lebih baik dari sistem yang ada
Kesenjangan Digital Tingkat Ketiga pada Pemuda Pedesaan di Kabupaten Cianjur, Indonesia
Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi kesenjangan digital pada pemuda pedesaan di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Indonesia di masa pandemi Covid-19, menggunakan konsep kesenjangan digital tingkat ketiga yang digagas oleh Massimo Ragnedda (2017). Studi-studi sebelumnya tentang kesenjangan digital di masyarakat pedesaan dan pemuda cenderung membahas masalah kesenjangan digital tingkat pertama dan tingkat kedua yang berfokus pada kesenjangan akses dan perbedaan pengalaman dalam menggunakan TIK. Namun, penelitian-penelitian tersebut tidak mampu menjelaskan kesenjangan digital dalam mereproduksi ketimpangan sosial, sehingga penelitian ini mencoba mengeksplorasi reproduksi tersebut melalui analisis kesenjangan digital tingkat ketiga. Data kuantitatif dikumpulkan melalui kuesioner online yang diisi secara mandiri oleh 368 responden yang tersebar di empat desa yang mewakili karakteristik wilayah desa di Kabupaten Cianjur. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa gender, tingkat pendidikan, kelas pekerjaan dan tingkat pendapatan berpengaruh terhadap tingkat pemanfaatan TIK bagi pemuda pedesaan di Kabupaten Cianjur. Selain itu, karakteristik pedesaan sebagai variabel kontrol memengaruhi hubungan antara variabel usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, kelas pekerjaan dan tingkat pendapatan dengan tingkat pemanfaatan TIK. Tingkat pemanfaatan TIK dalam studi ini menunjukkan fenomena kesenjangan digital tingkat ketiga, yaitu fenomena adanya gap antara mereka yang mendapat manfaat dari TIK dan mereka yang tidak mendapat manfaat dari TIK. Tingkat pemanfaatan TIK yang dipengaruhi oleh variabel-variabel di atas menunjukkan bahwa kesenjangan digital tingkat ketiga mereproduksi ketimpangan sosial yang telah ada di kalangan anak muda pedesaan di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Faktor demografi, kondisi struktur sosial dan karakteristik wilayah pedesaan menjadi basis sosial yang timpang dan berpotensi untuk semakin diperparah dengan adanya perbedaan manfaat yang didapat oleh pemuda pedesaan di Kabupaten Cianjur dari teknologi informasi dan komunikasi
Analisis Tingkat Literasi Digital Generasi Milenial Kota Surabaya dalam Menanggulangi Penyebaran Hoaks
Hoaks dianggap sebagai persoalan serius di era digital. Permasalahan tersebut mengindikasikan rendahnya literasi digital masyarakat. Di Indonesia, banyaknya jumlah pengguna Internet dan tingginya frekuensi masyarakat mengakses konten informasi dan media sosial, terutama di kalangan generasi milenial, tidak diiringi dengan kesadaran untuk menggunakan internet dengan bijak. Untuk itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat literasi digital generasi milenial di Kota Surabaya dalam menanggulangi penyebaran hoaks. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah generasi milenial usia 15 sampai 19 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat literasi digital generasi milenial di Kota Surabaya secara umum berada pada indeks kategori rendah. Komponen tertinggi ditunjukkan oleh Kemampuan Memahami, dengan skor indeks literasi digital 46,8%, yang termasuk kategori sedang. Komponen terendah ditunjukkan oleh Kemampuan Berkolaborasi dengan skor indeks literasi digital 32,2%. Penelitian ini memberikan kontribusi berupa rekomendasi kebijakan baru kepada pembuat kebijakan sebagai screening data awal terkait tingkat literasi digital
Public interest of textual characteristics information of Ministry of Environment and Forestry on social media
Media sosial banyak dimanfaatkan masyarakat dalam memperoleh informasi, demikian juga lembaga pemerintahan, banyak yang menggunakan media sosial dalam menyebarkan informasi. Salah satunya adalah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melalui halaman Facebook fanpage-nya. Informasi yang diberikan pada umumnya berbentuk teks atau video dan gambar disertai penjelasan teks. Untuk itu,penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik informasi tekstual terhadap ketertarikan minat pengunjung pada halaman Facebook fanpage KLHK. Penelitian dilakukan dengan cara melakukan scraping dan dilanjutkan pemrosesan bahasa alamiah (Natural Language Processing) untuk mengetahui karakteristik teks. Minat masyarakat diukur berdasarkan likes, shares, dan comments, dan disusun ke dalam klaster dengan metode Kmeans. Frekuensi kata yang sering muncul pada setiap klaster di analisis menggunakan similaritas cosine agar dapat dilakukan inferensi sesuai dengan domain KLHK. Relabeling dilakukan untuk menarik inferensi pada klaster yang terbentuk. Penelitian yang dilakukan dapat membentuk empat klaster. Klaster-klaster tersebut adalah klaster pengelolaan sumber daya alam nasional, pelestarian satwa liar, kegiatan pelestarian satwa liar,dan tim konservasi. Minat masyarakat tertinggi terdapat pada klaster pelestarian satwa liar yang ditunjukan dengan jumlah likes terbanyak. Sedangkan klaster yang paling banyak dibagikan dan dikomentari adalah klaster tim konservasi. Informasi yang terdapat dalam penelitian ini dapat digunakan oleh lembaga terkait dalam meningkatkan dan mengembangkan penyebaran informasi melalui media sosial.Social media recently had widely used by public community in obtaining information. Likewise, many government institutions also use social media to disseminate information. One of them is the Ministry of Environment and Forestry (KLHK) through its Facebook fan page. The information provided is mostly text or video and images accompanied by explanatory text. For this reason, this study aimed to determine the characteristics of textual information on visitor interest of the KLHK’s Facebook fan page. The research was conducted by web scrapping and continued with natural language processing (NLP) to find word characteristics. Public interest was measured based on likes, shares, and comments, and arranged into clusters using Kmeans method. Words frequencies that mostly appeared analysed using cosine similarity, therefore inference could be taken according to organisation\u27s domain. Relabeling was done to draw general clusters inferences. The research conducted had been formed four clusters. The highest public interest was appeared in the wildlife conservation cluster
Implementasi Sistem Pendukung Keputusan untuk Pemilihan Siswa Berprestasi di Sekolah Menengah Atas dengan Metode AHP dan TOPSIS
Karena tingginya tingkat kompetisi antar siswa maupun antar sekolah, maka Sekolah Menengah Atas (SMA) perlu melakukan seleksi siswa berprestasi untuk memunculkan kemauan bersaing antar siswa secara sehat dengan melibatkan berbagai pertimbangan. Adapun pertimbangan kriteria didalamnya yaitu nilai akademik, prestasi non akademik, sikap, perilaku, bakat, riwayat organisasi, dan penilaian ekstrakurikuler berdasarkan kurikulum 2013. Saat ini, banyak SMA melakukan proses penilaian secara manual sehingga membutuhkan waktu 1-2 minggu. Selain itu, proses pemilihan siswa berprestasi untuk kegiatan perlombaan juga masih melibatkan subjektivitas dari beberapa guru saja yang mengindikasikan kurang optimalnya hasil yang didapatkan karena menandakan adanya keberpihakan. Oleh karena itu, dibangunlah aplikasi Sistem Pendukung Keputusan (SPK) pemilihan siswa berprestasi dengan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) dan Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS) dengan model pengembangan Extreme Programming. Untuk proses pengujian fungsi aplikasi SPK ini dilakukan dengan metode Black-Box serta pengujian tingkat keakurasian menggunakan 104 sampel dan 6 kriteria yang ada dengan membandingkan antara hasil aplikasi dan hasil perhitungan secara manual. Hasil penelitian menunjukkan pengguna SPK ini dapat terbantu untuk menyelesaikan pemilihan siswa berprestasi dengan waktu kurang dari 20 menit. Tingkat keakurasian yang dihasilkan oleh aplikasi ini mencapai 100%
Implementasi Satu Data Indonesia: Tantangan dan Critical Success Factors (CSFs)
Satu Data Indonesia (SDI) merupakan upaya untuk menyediakan data yang kredibel, akuntabel, dan mutakhir dengan jalan membangun database pemerintah yang dapat digunakan sebagai acuan dalam setiap pengambilan kebijakan dan implementasinya. Inisiatif tersebut merupakan mandat Presiden yang tertuang dalam Peraturan Presiden No. 39 Tahun 2019. Namun, dalam pelaksanaannya masih dijumpai banyak tantangan dalam perencanaan, pengumpulan, pemeriksaan, dan penyebarluasan data. Dengan pendekatan literature review, tujuan dari studi ini adalah untuk mengidentifikasi tantangan atau permasalahan implementasi SDI dan menentukan Critical Success Factors (CSFs) dalam pelaksanaan SDI dari berbagai CSF Open Government Data. Hasil dari studi ini diharapkan dapat menjadi masukan dalam pelaksanaan SDI dan penyusunan kebijakan turunan dari Peraturan Presiden mengenai SDI