JUTI: Jurnal Ilmiah Teknologi Informasi
Not a member yet
407 research outputs found
Sort by
PERANCANGAN DAN PEMBUATAN PERANGKAT LUNAK PEMBANGKIT STRUCTURED ENGLISH BERDASARKAN TABEL KEPUTUSAN
Dalam pengembangan sebuah sistem informasi, pengguna seringkali memberikan beberapa aturan bisnis untuk diterapkan ke dalam sebuah sistem informasi. Aturan tersebut biasanya berupa aturan tertulis atau pun tidak tertulis yang menjadi kebijakan instansi. Pada tahap analisis, seorang sistem analis perlu mendokumentasikan aturan bisnis untuk keperluan perencanaan lebih lanjut. Dokumentasi bisa diwujudkan sebagai sebuah tabel keputusan yang bisa dengan mudah untuk menemukan adanya redudansi atau pun kontradiksi aturan. Selain itu, dengan tabel keputusan akan memudahkan programmer dalam mengimplementasikan aturan bisnis ke dalam program komputer. Pada penelitian ini dikembangkan sebuah perangkat lunak yang memiliki kemampuan untuk membangkitkan pseudocode atau Structured English dari aturan bisnis yang telah diubah menjadi tabel keputusan. Sebelum aturan bisnis tersebut dimasukkan ke dalam tabel keputusan, sistem analis harus terlebih dulu menentukan condition dan action yang sesuai. Selain itu, perangkat lunak ini diharapkan juga mampu membuat, memvalidasi dan menyederhanakan sebuah tabel keputusan secara otomatis. Berdasar uji coba yang dilakukan, terbukti perangkat lunak dapat bekerja dengan baik sesuai fungsi yang diharapkan. Pembuatan tabel keputusan dapat dilakukan baik untuk limited maupun extended entry decision table. Perangkat lunak juga mampu melakukan pengecekan validasi, penghapusan rule tabel keputusan, dan juga otomatisasi penyederhanaan tabel keputusan. Selain itu perangkat lunak berhasil membangkitan pseudocode yang berbentuk Structured English dari tabel keputusan. Kata kunci : Tabel Keputusan, Decision Table, Structured English, Aturan Bisnis, Business Rule, Analis Sistem, Analisis dan Desain Sistem Informasi
PERANCANGAN FUNGSI RANGKAIAN LOGIKA MELALUI FINITE STATE MACHINE DENGAN MEKANISME BELAJAR DARI CONTOH
Perancangan rangkaian logika secara umum dapat dilakukan dengan metode sebagai berikut : mendefinisikan permasalahan, membentuk diagram keadaan atau tabel keadaan, membentuk tabel kebenaran, membentuk fungsi logika dan menuangkannya dalam rangkaian logika. Penerapan metode tersebut membutuhkan ketelitian dan waktu yang sebanding dengan kompleksitas rangkaian yang dirancang. Karena itu, perlu dibuat sebuah perangkat lunak untuk membantu proses perancangan rangkaian logika, agar proses perancangan dapat dilakukan dengan mudah, cepat, dan dengan ketelitian yang tinggi. Untuk merancang rangkaian logika,dalam penelitian ini diterapkan mekanisme belajar dari contoh, yang memanfaatkan teori-teori otomata dan switching. Penelitian ini mencoba membangun model untuk rangkaian logika yang diinginkan berdasarkan atas contoh input/output dari rangkaian logika yang diinginkan, dengan langkah-langkah : membangun model dari contoh yang diberikan, melakukan modifikasi model (jika diperlukan) berdasarkan atas contoh tambahan yang diberikan, memilih salah satu model sebagai solusi akhir jika diperoleh lebih dari satu model, dan menerjemahkan model ke dalam rangkaian logika. Penelitian ini menghasilkan model untuk rangkaian logika dalam bentuk finite state machine, yang kemudian diterjemahkan menjadi fungsi logika dalam bentuk sum of product. Dari hasil uji coba yang telah dilakukan, untuk setiap contoh yang diberikan, perangkat lunak yang dikembangkan terbukti mampu membentuk minimal sebuah model dan menerjemahkannya menjadi fungsi logika. Namun demikian, tingkat kesesuaian antara model yang dihasilkan dengan yang diharapkan masih tergantung pada kelengkapan contoh yang diberikan. Selain itu, perangkat lunak ini juga mampu membedakan jenis rangkaian logika yang dihasilkan, mampu melakukan modifikasi pada model yang dihasilkan serta mampu menangani contoh-contoh yang inkonsisten
METODE FAIR-SHARE AMOUNT UNTUK KOMPRESI MENGGUNAKAN KUANTISASI VEKTOR PADA BASIS DATACITRA GRAY LEVEL SEMBARANG DENGAN DERAJAT KEABUAN
Pada penelitian sebelumnya [1][2] metode Fair-Share Amount ini dibuat khusus untuk men-generate codebook dari jumlah vektor yang besar pada kompresi citra menggunakan kuantisasi vektor. Dengan waktu eksekusi yang relatif singkat dan hasil yang cukup baik (error yang cukup kecil) metode ini cocok dipergunakan untuk jumlah vektor data yang besar karena kompleksitasnya hanyalah n 2log n. Tetapi metode ini bukannya tanpa kelemahan, karena pada penelitian sebelumnya [1][2], metode ini hanya dapat diterapkan pada data citra gray level yang sejenis (dimensi dan tema setiap citra sama). Karenanya pada penelitian ini dicoba untuk menerapkan metode Fair-Share Amount ini pada data citra gray level sembarang (dimensi dan tema citra berbeda). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa metode Fair-Share Amount dapat digunakan pada data citra gray level sembarang karena dengan waktu eksekusi yang relatif singkat hasil yang didapat cukup baik (error yang cukup kecil). Namun sama seperti penelitian sebelumnya [1][2], metode ini tidak cocok untuk diterapkan pada jumlah data yang kecil. Pada jumlah data yang kecil error yang dihasilkan relatif lebih besar dibanding dengan metode-metode lain yang ada pada saat ini. Kata kunci : Kuantisasi Vektor, metode Fair-Share Amount, Codebook generatio
SISTEM LAYANAN INFORMASI NILAI MAHASISWA DENGAN MEMANFAATKAN PENERIMA SINYAL DTMF TELEPON
Perkembangan teknologi saat ini dituntut untuk memenuhi kebutuhan informasi yang berupa data yang cepat dan akurat. Jaringan Komputer merupakan salah satu solusi yang dapat diandalkan untuk tuntutan ini. Akan tetapi untuk informasi data yang sifatnya pendek dan bersifat pilihan, media telepon dapat digunakan sebagai salah satu alternatif solusi. Dengan sebuah alat bantu yang menghubungkan antara server database dan jaringan telepon, telepon dapat digunakan menjadi sebuah solusi alternatif untuk menyampaikan informasi yang dipilih oleh pengguna. Dalam penelitian ini, sebuah perangkat akan dibuat untuk menerima sinyal DTMF (Dial Tone Multi Frequency) telepon yang merupakan sinyal analog, dan mengubahnya menjadi sinyal digital yang dapat diterima oleh komputer. Sistem ini merupakan salah satu solusi IVR (Interactive voice response). Oleh komputer sinyal ini akan digunakan sebagai rangkaian perintah dan input data untuk memilih dan mengetahui informasi nilai akademis. Pada hasil akhir sistem ini dapat sebagai alternatif lain dari sistem pelayanan informasi nilai mahasiswa yang telah ada saat ini, yang menggunakan media intranet dan internet. Kata kunci: DTMF, IVR, PPI 8255
PEMBUATAN APLIKASI OLAP UNTUK ANALISIS STUDI KELAYAKAN PROYEK: STUDI KASUS PEMERINTAH KABUPATEN KEDIRI
Untuk memperbaiki kinerja pemerintah, maka kelembagaan negara, instansi pemerintah, entitas ekonomi, dan satuan kerja sektor publik harus dikelola dengan konsep good governance. Mengingat pengeluaran pembangunan memerlukan dana yang lebih besar dari dana yang ada, maka perlu diperhatikan skala prioritas pembangunan serta analisis biaya dan manfaatnya. Karena itu perlu dilakukan evaluasi atas usulan proyek-proyek pembangunan untuk diseleksi dan ditentukan kelayakannya, agar tujuan pembangunan dapat dicapai serta dapat memberikan manfaat yang optimal. Untuk membantu perencanaan pembangunan pemerintah, pada penelitian ini dibuat sebuah aplikasi OLAP. Aplikasi OLAP ini dibuat dengan studi kasus Bappeda Pemda Kabupaten Kediri yang saat ini sedang mengaplikasikan prinsip good governance dan berminat mengembangkan sistem ini. Aplikasi OLAP yang dibuat direncanakan untuk menjadi analysis tool yang dapat memanipulasi tampilan dalam berbagai sudut pandang data, merubah urutan data, dan melakukan perubahan parameter dengan menggunakan fungsi-fungsi rekapitulasi dalam sebuah aliran data global ke detil atau sebaliknya, akan dapat memberi bantuan kepada user dalam proses analisis menentukan kebijakan dalam menentukan kelayakan proyek-proyek pembangunan terutama ditinjau dari aspek keuangan. Berdasarkan kebutuhan user, dirancang sebuah aplikasi OLAP yang terdiri atas 3 modul yaitu User Management, OLAP Entry, dan OLAP Report. User Management mengatur penggunaan aplikasi oleh user, OLAP Entry menjembatani sistem manual dengan sistem OLAP yang akan dibuat, sedangkan OLAP Report merupakan penerapan dari OLAP yang sesungguhnya sebagai alat bantu analisis. Dari uji coba aplikasi OLAP ini, diperoleh kemudahan user dalam melakukan analisis dengan adanya fitur OLAP yang mampu memanipulasi tampilan, menambahkan custom field, dan melakukan filtering data. Selain itu, dengan adanya kemampuan menyimpan data, aplikasi dapat menyimpan konfigurasi proses analisis yang telah dilakukan. Dengan adanya penyimpanan konfigurasi ini, analisis serupa dapat dilakukan tanpa harus melakukan redefinisi konfigurasi sekaligus menjadikannya sebuah standar analisis. Kata kunci : Good Governance, Akuntabilitas, OLAP, Feasibility Study, Analysis Tool
ANALISIS DAN PERANCANGAN ARSITEKTUR SISTEM OTENTIKASI TERINTEGRASI ANTARA PLATFORM LINUX, WINDOWS 2000, DAN NOVELL NETWARE: STUDI KASUS JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA FTIF ITS
Jurusan Teknik Infomatika merupakan suatu organisasi yang menggunakan jaringan komputer yang diakses dari beberapa domain dan menggunakan sistem operasi terpisah. Masing-masing sistem tersebut menggunakan pengelolaan autentikasi yang terpisah, dengan kenyataan bahwa seharusnya dapat diakses oleh setiap anggota organisasi ini. Kebutuhan pengguna dan pengelola jaringan akan efisiensi pemakaian informasi autentikasi menjadi permasalahan yang akan dibahasa dana makalah ini. Pada makalah ini, dilakukan analisis kemungkinan dilakukannya otentikasi terintegrasi pada jaringan komputer Teknik Informatika yang menggunakan Windows 2000, Linux, dan Novell Netware. Analisis dilakukan dengan meninjau kemampuan integrasi direktori, metode otentikasi, dan kerjasama dengan sistem lain. Dari hasil pemetaan terhadap kebutuhan dan ketersediaan sumber daya teknologi pada jurusan, dipilih solusi otentikasi menggunakan Samba dan OpenLDAP untuk melayani permintaan otentikasi dari Windows 2000 dan Linux. Uji coba telah dilakukan untuk otentikasi client Windows 2000 dan Linux , mencakup login dari masing-masing sistem operasi, domain yang berbeda, menggunakan satu username dan password. Uji coba juga dilakukan terhadap proses pemeliharaan sistem oleh administrator sistem. Kata Kunci : identity management, system integration, centralized authentication, Samba, OpenLDAP
MESIN PENCETAKAN DENGAN PENGGERAK DARI PARAMETER PROGRAM BERBASIS WINDOWS
Proses pencetakan merupakan alat bantu yang harus ada pada semua aplikasi terutama pada pembuatan aplikasi sistem informasi. Dua model pembuatan pencetakan yang selama ini tersedia adalah dengan pembuatan laporan langsung lewat program atau dengan pencetakan lewat alat bantu yang terpisah dengan program. Persoalan terbesar pada proses pembuatan laporan terjadi pada fleksibilitas dari isi laporan, sehingga mudah di ubah tanpa mengubah program asli (executable) atau membuka alat bantu yang dipakai. Persoalan ini dapat diatasi dengan mengubah pendekatan ke pemisahan program utama yang mengurus masalah inti dari aplikasi sedangkan pembuatan laporan pencetakan dapat ditugaskan pada mesin penggerak yang bisa di modifikasi, sehingga mudah di pelihara khususnya terjadi permintaan perubahan format laporan atau perubahan lainnya yang berkaitan dengan pembuatan laporan. Pembuatan laporan dapat diatur dengan dimiripkan dengan skrip program tertentu dengan membangun fungsi generik untuk membantu mempercepat pembuatan format laporan. Tujuan pencetakan dapat diatur tergantung dari kebutuhan pelaporan yang diinginkan misalnya pencetakan lewat port LPT, lewat driver manufacturer, lewat word dan lewat excel. Khusus untuk pencetakan lewat word dapat dipilih sebagai dokumen word baru, bentuk template atau mail merge, sedangkan excel dapat memilih pencetakan lewat dokumen excel baru atau dokumen template.Tujuan pembuatan laporan ke berbagai macam pilihan sumber dapat meningkatkan kemampuan aplikasi untuk berinteraksi dengan aplikasi lain sehingga flesibilitas dari aplikasi dapat meningkat. Setting pengaturan printer diatur sedemikian rupa sehingga mirip dengan lingkungan printer. Pengambilan data secara mudah merujuk pada data yang saat itu aktif. Untuk keperluan lain dimungkinkan membuat penampung data sendiri, kemudian di kirim ke printer.State sebelum dan sesudah pencetakan dapat di sisipkan sintak, sesuai dengan proses yang ada, seperti misalkan update status keberhasilan pencetakan, sehingga tidak dobel melakukan pencetakan. State sebelum pencetakan dapat mengecek apakah status printer telah tercetak atau belum.Pengaturan kertas, halaman tunggal atau kertas bersambung (continous-form) dapat dihandel dengan melakukan logika pada kertas secara fisik. Pemetaan logika dengan memakai logika pemrograman seperti perulangan, percabangan dan pembuatan variabel. Semua kelengkapan skrip program sebagai parameter dari program utama menjadikan aplikasi mudah dilakukan perubahan dengan otorisasi tertentu. Manajemen penyimpanan skrip parameter program untuk tiap kasus yang berbeda pada satu tempat penyimpanan dapat memudahkan pembuatan laporan. Penyimpanan bersifat sebagai sumber daya bagi pakai (resource sharing) menunjang pembuatan skrip dikerjakan oleh banyak orang pada saat yang sama, dan secara langsung dapat juga dipakai sebagai mesin pencetakan secara bersama-sama. Kata kunci : mesin Pencetakan, parameter program, penggerak
PERBESARAN CITRA MENGGUNAKAN METODE WAVELET
Perbesaran citra merupakan salah satu cabang dalam pengolahan citra digital, yang sering dibutuhkan dalam berbagai aplikasi seperti dalam bidang kedokteran, multimedia, dan dalam citra satelit. Seiring makin berkembangnya teknologi, makin banyak pula metode yang digunakan untuk perbesaran citra. Pada penelitian ini, proses perbesaran citra dilakukan menggunakan metode wavelet. Jenis filter induk wavelet yang digunakan, yaitu haar, daubechies 4, daubechies 6, daubechies 8, dan coiflet 1. Langkah-langkah proses perbesaran citra adalah sebagai berikut: transformasi wavelet diskrit, yaitu mendekomposisi citra inputan dengan menggunakan algoritma pyramida. Kemudian hasil dekomposisi (koefisien wavelet) dikalikan dengan dua dan diletakkan dalam matrik yang berukuran dua kali citra inputan pada sisi pojok kiri atas, sedangkan elemen matrik yang lain diisi nol. Setelah dilakukan proses transformasi wavelet invers (proses rekonstruksi) terhadap matrik tersebut, dihasilkan nilai untuk citra output (hasil perbesaran). Proses di atas memanfaatkan dua buah fungsi filter, yaitu low-pass filter (scaling function) dan high-pass filter (wavelet function). Dari uji coba yang dilakukan pada perangkat lunak ini terhadap lima filter induk wavelet yang digunakan, filter haar mempunyai nilai MSE (Mean Square Error) terkecil. Uji coba juga menunjukkan bahwa karakteristik citra asli, seperti standard deviasi juga mempengaruhi besarnya nilai MSE. Kata Kunci : Transformasi Wavelet, Algoritma Pyramida, MSE
RANCANG BANGUN APLIKASI PENCARIAN DOKUMEN BERBASIS WEB MENGGUNAKAN METODE SUFFIX CACTUS CLUSTERING
Salah satu bagian dari temu kembali (retrieval) informasi adalah menyajikan data hasil pencarian dengan cara mengelompokkan (clustering) seluruh dokumen hasil pencarian sesuai dengan kemiripan antar dokumen. Agar tingkat kemiripan dokumen tinggi maka dokumen harus dibaca dengan memperhatikan struktur frasa-frasa penyusun dokumen (semantis). Pembacaan secara semantis inilah yang kemudian membutuhkan representasi isi dokumen secara tepat. Hal ini dipecahkan dengan preprocessing dokumen hasil pencarian dalam bentuk struktur data suffix cactus. Implementasi struktur data suffix cactus memungkinkan pencarian string relatif lebih cepat dibandingkan query biasa. Suffix cactus bisa dikonstruksi dari suffix tree ataupun dari suffix array. Kinerja suffix cactus berada di antara keduanya. Pada makalah ini, suffix cactus dikonstruksi berdasarkan pada informasi yang didapat dari suffix tree, sedangkan clustering diimplementasikan pada judul dokumen yang dianggap representasi dokumen berbahasa Indonesia. Hasil pencarian dokumen berupa grup-grup dokumen dan ditampilkan frasa-frasa baru yang memiliki kedekatan dengan keyword yang diinputkan. Pada makalah ini juga dilakukan pengukuran waktu eksekusi dan ukuran suffix cactus terhadap jumlah dokumen (hits). Kata kunci: Information Retrieval, clustering, suffix tree, suffix cactus
PERANGKAT LUNAK PEMINDAI CELAH KEAMANAN JARINGAN PADA BERBAGAI SISTEM OPERASI
Keamanan jaringan merupakan tantangan yang besar dalam pengembangan layanan Internet yang dewasa ini tumbuh demikian cepat. Salah satu bentuk masalah keamanan yang paling menonjol adalah intrusi dari cracker yang memanfaatkan celah-celah keamanan yang ada sebagai kompensasi dari layanan yang diberikan oleh sebuah server. Cracker akan berusaha mengakses ports yang sedang digunakan oleh layanan suatu server dan berusaha mengekspoitasi kelemahan port tersebut untuk melakukan Denial of Service (DoS), defacing situs internet, maupun Information Retrieval terhadap data-data sensitif. Tugas akhir ini berusaha menyajikan sebuah perangkat lunak yang dapat mencari celah-celah keamanan yang mungkin timbul pada sebuah komputer yang terhubung ke jaringan. Celah keamanan yang dapat dideteksi oleh perangkat lunak ini antara lain ARP Poisoning, Open Ports, NetBIOS Null Session, DCOM RPC dan IIS Unicode. Sebagai tambahan, perangkat lunak ini juga dapat memberikan estimasi mengenai sistem operasi apa yang dimiliki oleh komputer tersebut. Dari hasil uji coba, perangkat lunak ini dapat menjalankan fungsi-fungsinya dengan baik. Namun demikian, terdapat sedikit kekurangan-kekurangan antara lain antisipasi terhadap firewall yang belum cukup baik dan penggunaan CPU time yang cukup tinggi. Kata Kunci : Jaringan, Keamanan, ARP Poisoning, IIS Unicode, DCOM RPC, Null Session, Fingerprinting, Port Scannin