JUTI: Jurnal Ilmiah Teknologi Informasi
Not a member yet
    407 research outputs found

    IT OUTSOURCING SUCCESS FACTORS FOR THE CLIENT ORGANIZATION

    Get PDF
    Information and Technology Outsourcing (ITO), as defined by Willcocks et al.[1], is the practice of sourcing all or part of an organization‘s IT and IS functions along with its related services from an outside vendor. Due to the huge sum of money involved on each ITO contract, ITO managers were under pressure to successfully deliver what has been expected from the contract. This paper will focus on synthesizing ITO success factors from the current literatures to suggest a complete list of factors which influence the ITO success for the client organization. Based from the literatures, the following list of factors is proposed as the ITO key success factors: selective outsourcing, client core capabilities, relationship, ITO process, ITO configuration fit, supplier capabilities, ITO contract and stakeholder management. With a clear understanding on both the expectations and the success measurements, an ITO manager could use the proposed key success factors to enhance the success of his/her outsourcing ITO contract.   Keywords: Information Technology Outsourcing, Key Success Facto

    PENCARIAN RUTE TERPENDEK DALAM DUNIA 3 DIMENSI BERDASARKAN ALGORITMA DIJKSTRA

    Get PDF
    Virtual reality is one of the favorite application that very liked by peoples. Vitual reality also used in many games application in order to show the imitation of real world. Recently, virtual reality still imperfect due to shortest path problem. It need more accuration enhancement to get a very good refelection of the real world. This paper intends to discuss how to enhance the accuration of virtual reality shortest path tracking by utilizing Dijkstra algorithm. The built up prototype has three abilities: visualization, simulation fo campus traffic, and exploration of campus world in 3D ways.   Keywords: 3D, virtual reality, dijkstr

    MODEL REPRESENTASI INFORMASI DAN PENGETAHUAN UNTUK PROYEK-PROYEK PERUSAHAAN DENGAN MENGGUNAKAN SEMANTIK ONTOLOGI

    Get PDF
    This paper presents the utilization of knowledge management system for information and knowledge model development of enterprise projects. This information and knowledge management model is based on ontology semantic data model. The ontology data model is new technique for representing information and knowledge base on more semantically conception of meanings of objects, their properties, and relations between them that may arise within certain domain knowledge. The concern of the knowledge management model is to ensure that the model allows the process of creation, access, and utilization of data in a semantically manner (for querying process) and information or knowledge of enterprise projects. The experimentation shows that project ontology model has satisfied all consistent, valid, complete, and correct ontology model criteria and can be used for semantic reasoning computation. A prototype of the proposed model can access information and knowledge from the knowledge ontology model.   Kata Kunci: knowledge management system, semantic data model, ontology model, semantiq query, enterprise project

    RAY TRACING RENDER MENGGUNAKAN FRAGMENT ANTI ALIASING

    Get PDF
    Rendering is generating surface and three-dimensional effects on an object displayed on a monitor screen. Ray tracing as a rendering method that traces ray for each image pixel has a drawback, that is, aliasing (jaggies effect). There are some methods for executing anti aliasing. One of those methods is OGSS (Ordered Grid Super Sampling). OGSS is able to perform aliasing well. However, this method requires more computation time since sampling of all pixels in the image will be increased. Fragment Anti Aliasing (FAA) is a new alternative method that can cope with the drawback. FAA will check the image when performing rendering to a scene. Jaggies effect is only happened at curve and gradient object. Therefore, only this part of object that will experience sampling magnification. After this sampling magnification and the pixel values are computed, then downsample is performed to retrieve the original pixel values. Experimental results show that the software can implement ray tracing well in order to form images, and it can implement FAA and OGSS technique to perform anti aliasing. In general, rendering using FAA is faster than using OGSS although there is some situation where the time effectiveness is equal. This is possible since the process of intersection searching on FAA needs additional time. Rendered images using FAA are relatively similar to those using OGSS.   Kata Kunci: Ray Tracing, Fragment Anti Aliasing, Ordered Grid Super Sampling, Render, Sampling, Jaggie

    KLASIFIKASI CITRA DENGAN POHON KEPUTUSAN

    Get PDF
    Image classification can be done by using attribute of text that come along with the image, such as file name, size, or creator. Image classification also can be done base on visual content of the image. In this research, we implement a image classification model base on image visual content. The image classification is based on decision tree method that adapt C4.5 algorithm. The decision variable used in the decision tree generation process is image visual features, i.e. color moment order-1, color moment order-2, color moment order-3, entropy, energy, contrast, and homogeneity. The result of this research is an application that can classified image base on the knowledge of the previous classification cases.   Keywords: image classification, decision tree, C4.5 algorith

    PERBANDINGAN ANALISIS SANDI LINEAR TERHADAP AES, DES, DAN AE1

    Get PDF
    AES (Advanced Encryption Standard) menjadi algoritma enkripsi standar Amerika sejak tahun 2001 untuk menggantikan DES (Data Encryption Standard) yang telah digunakan jutaan pengguna di seluruh dunia dalam beberapa dekade. AES dirancang agar dapat diimplementasikan pada berbagai platform software dan hardware dengan efisien. Sementara studi pembuatan algoritma enkripsi telah banyak mendapat perhatian di tanah air, penelitian tentang pembuktian keamanannya masih sangat sedikit. Pada makalah ini akan dibahas mengenai cara membuktikan keamanan AES menghadapi  analisis sandi linear (ASL). Semua algoritma enkripsi bertaraf internasional yang baru dibuat hingga tahun terkini, selalu dianalisis dengan ASL sebagai dasarnya.  Kemudian juga dibahas bagaimana analisis sandi linear bekerja terhadap DES dan AE1 (Algoritma Enkripsi 1). AE1 adalah algoritma yang pernah dibuat oleh peneliti. Makalah ini memberikan penjelasan bagaimana AE1 lebih baik dalam menghadapi ASL dibanding AES dan DES. Akan tetapi ini tidak menjamin bahwa AE1 lebih unggul dalam sifat kriptografi lainnya.Kata kunci :  AES, DES, AE1, analisis sandi linea

    PERANGKAT LUNAK ANTAR MUKA GRAFIS SCHEMA DAN CUBE EDITOR MS ANALYSIS SERVICE BERBASIS WEB

    Get PDF
    Aplikasi Web telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan lagi dalam kehidupan sehari-hari. Seiring dengan meningkatnya teknologi internet membuat seorang administrator tidak perlu berada didepan komputer server untuk dapat melakukan pekerjaan administratif seperti membuat analisis proses secara online dari sebuah schema database untuk dibuat schema cube (data warehousing) dan melakukan perubahan pada schema yang sudah dibuat.Untuk dapat melakukan hal tersebut SQL Server 7.0 maupun SQL Server 2000 telah menyediakan fasilitas pengaksesan tabel dimensi, cube, relasi dan koneksi database dalam Analysis Manager menggunakan DSO (Decision Support Object) library component MS OLAP. Dengan adanya DSO connection, seorang administrator dapat memanipulasi schema, tabel, cube, dimension, relasi suatu schema cube dari database SQL Server secara langsung dengan menggunakan bahasa pemrograman yang mendukung, seperti MS Visual Basic, VBScript, MS Visual C++, MS.Net. Dalam penelitian ini dibuat aplikasi berbasis web yang merupakan tahap awal dari OLAP (Online Analytical Processing) suatu schema database dengan menggunakan SQL Analysis Service, Analysis Manager yang memungkinkan seorang administrator database untuk dapat melakukan pekerjaan administratif khususnya membuat schema dan cube (fact table) dari database yang dianalisis, membuat dan mengedit dimensi, dimana saja tanpa harus berada di komputer server. Kata Kunci : DSO, Cube, Measure,GUI, dimensi, fact table, ADO MD, SQL DMO, OLAP

    AUTONOMOUS MOBILE ROBOT BERBASIS PLAYER/STAGE MENGGUNAKAN PARALLEL SELF-ORGANIZING FEATURE MAPS UNTUK PEMETAAN LINGKUNGAN GLOBAL YANG TIDAK DIKETAHUI

    Get PDF
    Autonomous mobile robot adalah salah satu jenis robot yang dikembangkan dengan kemampuan untuk mengendalikan dirinya sendiri walaupun dalam lingkungan yang tidak diketahui. Untuk dapat melakukan pengendalian secara mandiri, bisa dilakukan dengan melalui proses pembelajaran secara mandiri tanpa supervisi (unsupervised) dengan mempertimbangkan input dari sensor-sensor yang dipakai. Pada saat robot melakukan pengenalan terhadap lingkungannya, diperlukan perosesan komputasi yang berat dengan waktu yang lama. Penelitian ini akan membahas tentang penggunaan Kohonen Self-Organizing Feature Maps (SOFM) atau (SOM)  sebagai metode pembelajaran Autonomous mobile robot dalam mengenali lingkungannya. Proses pembelajaran dilakukan dengan menggunakan parallel processing menggunakan LAM-MPI, Simulasi dilakukan dengan menggunakan software simulasi Player/ Stage. Hasil simulasi menunjukkan bahwa SOM menampilkan performa yang baik dalam memetakan lingkungan yang tidak diketahui tanpa supervisi. Hasil pemrosesan dengan menggunakan parallel processing juga menunjukkan dicapainya kecepatan yang signifikan dalam proses pembelajaran robot untuk mengenali lingkungannya. Planning dengan menggunakan A* mampu untuk memberikan jalur yang efektif bagi robot dalam mencapai titik tujuan. Kata Kunci: autonomous, pemetaan, path-planning, komputasi parallel,  parallel SO

    INTEGRASI ALGORITMA POHON KEPUTUSAN C4.5 YANG DIKEMBANGKAN KE DALAM OBJECT-RELATIONAL DBMS

    Get PDF
    Integrasi teknik-teknik data mining ke dalam DBMS, khususnya Object-Relational DBMS (ORDBMS), masih merupakan bidang penelitian yang aktif. Isu utama pada integrasi ini adalah: peleburan algoritma data mining ke dalam ORDBMS dengan memanfaatkan fitur-fiturnya untuk memperbaiki kualitas teknik tersebut. Pada penelitian ini, algoritma klasifikasi C4.5 dikembangkan dengan pendekatan aljabar relasional dan diintegrasikan ke dalam ORDBMS sebagai prosedur-prosedur tersimpan Java dan berbasis SQL, dengan tujuan untuk meningkatkan skalabilitas dan efisiensinya. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa algoritma yang sudah diintegrasikan berhasil memperbaiki skalabilitas dan pada kasus khusus juga memperbaiki  efisiensi.   Kata kunci: pengembangan algoritma C.5, integrasi C4.5 ke dalam Object-Relational DBMS, algoritma C4.5, perbaikan skalabilitas C4.5

    PENERAPAN ALGORITMA QUANTUM TREEMAPS DAN BUBBLEMAPS PADA ZOOMABLE IMAGE BROWSER

    Get PDF
    Pada umumnya, aplikasi penampil gambar (image browser) menampilkan gambar dengan menggunakan miniatur gambar (thumbnail) yang diatur dalam bentuk grid, dimana pengguna dapat memilih gambar yang hendak dilihat dengan menggunakan mouse.  Meskipun aplikasi penampil gambar sangat populer, mereka memiliki beberapa kekurangan.  Misalnya, mereka hanya bisa menampilkan gambar yang terletak dalam satu direktori saja.  Jika dalam direktori tersebut ada sangat banyak gambar dan tidak cukup untuk ditampilkan semuanya dalam satu layar, maka pengguna harus menggunakan scrollbar untuk melihat sisanya.  Untuk beberapa kasus, miniatur gambar yang ditampilkan terlalu kecil sehingga pengguna tidak tahu apa isi dari gambar tersebut.  Untuk mengatasi kekurangan-kekurangan diatas, digunakan Zoomable User Interface (ZUI) yang terintegrasi didalam sebuah aplikasi penampil gambar yang diberi nama Zoomable Image Browser yang dapat menampilkan gambar dengan menggunakan miniatur gambar tanpa scrollbar meskipun jumlahnya banyak.  Selain itu, pada aplikasi ini pengguna dapat menampilkan gambar-gambar dari banyak direktori sekaligus.  Untuk menyusun kelompok-kelompok gambar tersebut secara otomatis, digunakan dua algoritma, yaitu algoritma quantum treemaps dan algoritma bubblemaps.  Quantum treemaps adalah algoritma yang membagi daerah yang ada dalam bentuk persegi panjang. Persegi panjang yang dihasilkan akan dibagi-bagi lagi menjadi persegi panjang yang lebih kecil dan begitu seterusnya. Algoritma bubblemaps bekerja dengan mengisi sel-sel yang ada dalam sebuah grid, menyimpan tanda dari sel-sel yang ada, sehingga dapat diketahui bahwa sel tersebut akan ditempati oleh gambar dari kelompok yang mana. Kesimpulan yang dapat diambil adalah karena algoritma bubblemaps menghasilkan daerah dengan bentuk acak, maka pengguna akan kesulitan dalam menemukan kelompok gambar tertentu, tetapi tidak menghasilkan tempat kosong pada kelompok gambar. Sedangkan algoritma quantum treemaps menghasilkan daerah berbentuk persegi panjang untuk menampung kelompok-kelompok gambar, sehingga pada sebagian besar daerah kelompok gambar terdapat tempat kosong, tetapi pengguna akan lebih mudah membedakan kelompok-kelompok gambar.Kata Kunci: Quantum Treemaps, Bubblemaps, Zoomable Image Browse

    399

    full texts

    407

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    JUTI: Jurnal Ilmiah Teknologi Informasi
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇