JUTI: Jurnal Ilmiah Teknologi Informasi
Not a member yet
407 research outputs found
Sort by
APLIKASI PENENTUAN PEMBERIAN PEMBIAYAAN PADA LEMBAGA KEUANGAN SYARIAH
Bank Syari’ah X sebagai salah satu institusi keuangan yang bergerak dalam usaha pelayanan bidang keuangan dengan berbasis syariah Islam memiliki salah satu produk berupa pembiayaan. Calon debitur yang akan mengajukan harus melalui seleksi kuantitatif dan kualitatif. Seleksi ini memakan waktu yang relatif lama karena hasil seleksi harus memiliki akurasi dan mencerminkan kondisi calon debitur sesungguhnya. Sementara manajemen Bank Syari’ah X berusaha memberikan pelayanan pembiayaan tersebut secara cepat, tepat dan akurat, agar proses penyaluran pembiayaan tepat dan tidak mengalami kemacetan.Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan rancangan dan aplikasi menggunakan XpertRule yang dapat melakukan analisis kuantitatif dan kualitatif untuk menghasilkan informasi kondisi calon debitur. Informasi tersebut dapat digunakan oleh manajer pembiayaan sebagai pendukung keputusan dalam menentukan pemberian pembiayaan kepada calon debitur. Aplikasi ini menggunakan prinsip sistem berbasis pengetahuan dalam menganalisis calon debitur secara kuantitatif dan kualitatif pada aspek teknis dan non-teknis. Analisa kuantitatif dengan menggunakan pohon keputusan yang setiap cabang keputusan memiliki bobot resiko tertentu. Analisis aspek kualitatif yang tidak terukur secara langsung ditangani oleh pohon keputusan yang cabang keputusannya memiliki berdasarkan nilai logika.Dari hasil ujicoba dan perbandingan dengan analisis manual, hasil analisis aplikasi menunjukkan hasil yang lebih spesifik serta disertai saran dan proyeksi kondisi masa depan. Selain itu karena dilakukan oleh komputer, kerja aplikasi lebih cepat dari pada analisis manual.Kata kunci: Bank Syari’ah, pembiayaan, sistem pakar, XpertRule
IMPLEMENTASI VIRTUAL PRIVATE NETWORK - WAN DALAM DUNIA BISNIS
Dalam dunia bisnis, biasanya sebuah organisasi ingin membangun Wide Area Network (WAN) untuk menghubungkan beberapa kantor cabangnya. Sebelum munculnya Virtual Private Network (VPN), mereka umumnya menggunakan ” leased line” yang mahal sehingga hanya perusahaan besar yang dapat memilikinya.VPN - WAN memberi solusi alternatif karena dapat mengurangi biaya pembuatan infrastruktur jaringan dan memotong biaya operasional dengan memanfaatkan failitas internet sebagai media komunikasinya. Perusahaan cukup menghubungi Internet Service Provider (ISP) terdekat untuk mendapatkan layanan ini.Setiap paket informasi yang dikirim dapat diakses, diawasi atau bahkan dimanipulasi oleh pengguna. Supaya komunikasi berjalan aman maka diperlukan protokol tambahan khusus yang dirancang untuk mengamankan data yang dikirim. Dewasa ini sudah banyak perusahaan seperti : perusahaan manufaktur, distribusi dan retail; pertambangan minyak dan gas, telekomunikasi, finansial, pemerintahan serta industri transportasi yang menggunakan VPN karena fasilitas –fasilitas yang ditawarkan berupa remote access client, internetworking LAN to LAN serta akses yang terkontrol dengan biaya yang murah. Uji coba yang dilakukan Miercom(LAB penyedia testing kinerja perangkat keras) terhadap Cisco 1841 membuktikan bahwa Cisco 1841 dapat menopang suatu komunikasi dua arah, interkoneksi IP WAN kapasitas E1 dengan enkripsi 3DES yang dapat menunjang throughput sampai dengan 2 Mbps dalam koneksi E1 IP-WAN. Penggunaan VPN akan meningkatkan efektivitas, efisiensi kerja serta skalabilitas perusahaan. Keuntungan lain yang didapat dari VPN adalah pada biaya pulsa yang jauh lebih murah dibandingkan dengan menggunakan” leased line”.Kata Kunci: VPN, WAN, paket informasi, ISP, remote access client, skalabilitas
APLIKASI SISTEM PAKAR UNTUK DIAGNOSIS AWAL GANGGUAN KESEHATAN SECARA MANDIRI MENGGUNAKAN VARIABLE-CENTERED INTELLIGENT RULE SYSTEM
Masyarakat semakin memahami pentingnya makna kesehatan, utamanya jika gangguan kesehatan tersebut terjadi pada dirinya sendiri atau keluarganya. Ketika hal ini terjadi, diinginkan diketahui penyebab gejala yang dialami dan seberapa cepat dapat disembuhkan. Lebih jauh masyarakat juga semakin mandiri, banyak yang telah sadar bahwa pelbagai sakit ringan biasa, seperti pilek atau diare, tidaklah perlu memanggil ahli kesehatan atau menjalani pengobatan yang rumit. Gangguan semacam ini akan sembuh dengan sendirinya – bahkan walau tanpa mendapatkan pengobatan sekalipun. Masalah bagi mereka yang tidak terlatih secara medis adalah bahwa keluhan semacam sakit kepala atau batuk bisa jadi merupakan petunjuk awal adanya sakit yang serius. Dari sini diterbikan buku “Dokter di Rumah Anda” yang menjelaskan diagram atau langkah-langkah yang dapat dilakukan di rumah sehingga dapat diambil langkah lebih lanjut pada gangguan yang dihadapi. Dalam penelitian ini dimplementasikan sistem pakar untuk diagnosis awal gangguan kesehatan menggunakan Variable-Centered Intelligent Rule System (VCIRS) dari buku diatas.Dari sistem yang telah diimplementasikan diperoleh kesimpulan bahwa secara umum sistem ini dapat berjalan dengan baik, namun demikian masih ada beberapa kekurangan karena keberhasilan diagnosis awal gangguan kesehatan sangat bergantung dengan keahlian pengguna sistem dalam membangun knowledge base (basis pengetahuan).Kata Kunci: VCIRS, gangguan kesehatan, diagnosis kesehata
KAJIAN PEMANFAATAN MODEL PENGETAHUAN UNTUK MEMBANGUN SUATU MODEL ARSITEKTUR JARINGAN SYARAF TIRUAN (JST BERBASIS-ATURAN)
Jaringan syaraf tiruan (JST) banyak mendapat kritikan sebagai model kotak hitam yang walaupun dapat mengambil suatu kesimpulan dengan baik namun tidak mampu menjelaskan secara logis mengapa kesimpulan tersebut masuk akal untuk diambil. Pada makalah ini ditunjukkan bahwa pernyataan ini tidak sepenuhnya benar dengan cara memperkenalkan JST yang dapat melakukan penalaran mundur pada klausa definite logika proposisi maupun logika orde pertama. JST yang digunakan bukan merupakan JST konvensional seperti propagasi-balik (backpropagation) yang fitur utamanya adalah pembelajaran statistikal. JST yang digunakan adalah JST nonstatistik yang dibuat sedemikian rupa sehingga cocok digunakan untuk melakukan penalaran secara logis dengan kemampuan untuk memberikan argumentasi terhadap kesimpulan yang diperolehnya. JST pada makalah ini merupakan model inferensi yang massively parallel sehingga dapat digunakan untuk melakukan penalaran dengan lebih efisien jika dijalankan pada sistem komputer paralel.Kata Kunci: jaringan syaraf tiruan, argumentasi, penalaran, inferensi, klausa definite, massively parallel
QuickASP: PEMBANGKIT KODE PROGRAM ASP UNTUK APLIKASI BASIS DATA BERBASIS WEB
Dalam pembuatan sistem aplikasi basis data berbasis web, perancangan antarmuka pengguna (presentation layer) dan lapisan bisnis (bussiness layer) merupakan tahap yang dilalui setelah pemahaman terhadap kebutuhan pengguna sistem. Adanya pola atau keteraturan dalam implementasi tahap ini menyebabkan pengembangan sistem akan lebih efisien jika menggunakan suatu aplikasi yang dapat menghasilkan kerangka dasar aplikasi web dengan cepat untuk kedua lapisan tersebut dan bahkan beserta kode programnya. Pada penelitian ini telah diimplementasikan suatu perangkat lunak yang selanjutnya disebut QuickASP. QuickASP membangkitkan kode ASP untuk membangun homepage otomatis. Untuk membangkitkan kode ASP, QuickASP membutuhkan komponen berupa basis data dan file Cascading Style Sheets (CSS). Proses awal yang dilakukan QuickASP dalam membangkitkan kode program ASP adalah membaca informasi basis data berupa tabel-tabel, nama field dan tipe data. Setelah itu QuickASP akan membangkitkan file-file ASP beserta file-file pendukungnya berdasarkan hasil pengaturan tampilan halaman web yang dilakukan oleh pengguna.Uji coba QuickASP dilakukan pada tiga jenis basis data yaitu Microsoft Access, Microsoft SQL Server, dan Oracle. Dari hasil uji coba tersebut, QuickASP terbukti dapat membangkitkan homepage otomatis beserta fungsi–fungsi yang disediakan untuk modifikasi record dan fungsi navigasi.Kata kunci: QuickASP, file cascading style sheets, kode program ASP
PENERAPAN REKAYASA ULANG ITERATIF PADA SISTEM INFORMASI AKADEMIK FTIF ITS SURABAYA
Selama penggunaannya, sistem warisan (legacy) dapat terjadi banyak aktifitas pemeliharaan (maintenance) yang dapat menyebabkan penurunan kualitas sistem. Ketika sistem mengalami penurunan sampai tingkat kritis, sistem warisan perlu direkayasa ulang.Untuk mempertahankan keberadaan dan keberlangsungan sistem perlu dilakukan rekayasa ulang secara bertahap dalam domain aplikasi sistem warisan. Dalam prosesnya, pada sistem warisan dilakukan rekayasa ulang komponen demi komponen baik program maupun data membentuk sistem tujuan yang telah direkayasa ulang. Proses ini berakhir sampai akhirnya sistem warisan habis menjadi sistem tujuan. Metode ini dinamakan Rekayasa Ulang Iteratif. Metode Rekayasa Ulang Iteratif memperhatikan satu hal yang sangat penting dari metode rekayasa ulang lain yaitu memastikan pembagian data dan fungsi antara sistem warisan dan sistem yang telah direkayasa ulang. Selain itu selama proses rekayasa ulang antara komponen warisan dan komponen yang telah direkayasa ulang dapat berjalan bersamaan. Implementasi dari Rekayasa Ulang Iteratif dalam penelitian ini dilakukan pada studi kasus Sistem Informasi Akademik FTIF ITS Surabaya. Hasil dari Rekayasa Ulang Iteratif ini telah dapat menyelesaikan permasalahan rekayasa ulang sistem warisan menjadi sistem yang telah direkayasa ulang sebagian yaitu pada proses login, frs, dan perwalian. Rekayasa ulang yang dilakukan pada ketiga proses tersebut menunjukkan bahwa proses Rekayasa Ulang Iteratif berhasil dilakukan karena diantara proses yang sudah direkayasa ulang dan sistem warisan dapat berjalan bersama. Dengan demikian proses Rekayasa Ulang Iteratif berlangsung tanpa membekukan Sistem Informasi Akademik FTIF ITS Surabaya yang merupakan sistem warisan. Dalam hal ini sistem warisan selain proses login, frs, dan perwalian yang masih ada masih terus berjalan sampai sistem warisan secara keseluruhan berhasil direkayasa ulang. Kata kunci: Rekayasa Ulang Iteratif, Sistem Warisan, Peremajaan Sistem Warisan
PENGHILANGAN NOISE PADA CITRA BERWARNA DENGAN METODE TOTAL VARIATION
Saat ini multimedia telah menjadi teknologi yang cukup dominan. Tukar menukar informasi dalam bentuk citra sudah banyak dilakukan oleh masyarakat. Citra dengan kualitas yang baik sangat diperlukan dalam penyajian informasi. Citra yang memiliki noise kurang baik digunakan sebagai sarana informasi, oleh karena itu diperlukan suatu metode untuk memperbaiki kualitas citra. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode total variation untuk penghilangan noise yang dapat diterapkan untuk model warna nonlinier, yaitu Chromaticity-Brightness (CB) dan Hue-Saturation-Value (HSV). Filter total variation disebut filter yang bergantung pada data citra karena koefisien filternya diperoleh dari pemrosesan data citra dengan rumusan yang baku. Sehingga filter mask untuk masing-masing piksel memiliki kombinasi koefisien yang berbeda. Metode ini menggunakan proses iterasi untuk menyelesaikan persamaan dasar yang nonlinier. Uji coba dilakukan dengan menggunakan 30 data dengan berbagai jenis noise, yaitu gaussian, salt and pepper dan speckle. Uji coba pembandingan dengan metode filter median dan filter rata-rata. Dari percobaan ini menunjukkan bahwa metode total variation menghasilkan citra yang lebih baik daripada metode filter median maupun filter rata-rata, terutama pada citra yang terdegradasi dengan noise gaussian dan speckle. Kata kunci : Denoising, Total variation, Nonlinear Color Mode
PERANCANGAN DAN PEMBUATAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS AGRIBISNIS BERBASIS WEB STUDI KASUS WILAYAH KABUPATEN JOMBANG
Pembangunan Sistem Agribisnis sangat menunjang sebagai strategi pembangunan ekonomi pedesaan. Kabupaten Jombang memiliki potensi agribisnis yang dapat dikembangkan secara luas. Namun demikian pengembangan atas beberapa komoditi agribisnis di daerah ini belum menunjukkan adanya koordinasi yang harmonis antar petani dengan investor dan pemerintah sebagai pemonitor dan pengevaluasi. Dan juga dipengaruhi oleh kondisi lahan yang terbatas dan kemampuan lahan tidak merata berdasarkan letak geografis dan topografinya, yang masing-masing sangat mempengaruhi produktifitas tanaman. Perencanaan dan pengambilan keputusan yang tepat harus dilandasi oleh data dan informasi yang akurat tentang kondisi lahan. Karena itu semua faktor yang mempengaruhi sistem informasi agribisnis termasuk faktor pendukung dan pembatas, dipikirkan sejak awal dan dituangkan dalam sebuah produk database dan peta pembangunan pertanian agribisnis. Dalam makalah ini dibahas suatu sistem informasi agribisnis yang mampu digunakan untuk untuk mendapatkan model, informasi dan gambaran keruangan tentang komoditas jagung dan kedelai di wilayah kabupaten jombang secara cepat dan akurat. Memberikan info jadwal tanam, info jadwal pemupukan, dan info jadwal pemanenan. Dengan menggunakan software yang mendukung SIG, mapinfo,mapXtreme, dan script pemrograman ASP serta menggunakan database Oracle 9i Release 2 untuk menyimpan data atribut. Dari hasil makalah ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi produktifitas pertanian dan peningkatan pendapatan daerah Jombang Kata Kunci : agribisnis, sistem informasi geografis, potensi lahan, mapXtrem
PERANGKAT LUNAK UNTUK LAYANAN MOBILE BANKING BERBASISKAN TEKNOLOGI WIRELESS APLICATION PROTOCOL (WAP)
Teknologi Wireless Aplication Protocol (WAP) merupakan penggabungan atas tiga buah teknologi jaringan yang sedang berkembang pesat, yaitu : wireless data, telepon, dan Internet. Teknologi WAP muncul untuk menjawab ketergantungan akan informasi yang makin tinggi, dengan memberikan layanan internet lewat mobile devices, seperti PDA, telepon selular, dll. Sehingga dengan teknologi ini informasi bisa diakses dimana saja dan kapan saja tanpa memerlukan sambungan kabel.Kemampuan ini membuat kalangan bisnis berlomba-lomba menyajikan layanannya dengan menggunakan teknologi ini. Mobile banking (m-banking) merupakan salah satu layanan yang disajikan - selain mcommerce, mportal, dll. – dengan memanfaatkan teknologi ini. M-Banking juga merupakan hasil kondisi makin ketatnya layanan dunia perbankan, yang mana masing-masing bank, untuk memenangkan persaingan, makin memanjakan nasabahnya. Nasabah makin mudah melakukan transaksi tanpa harus pergi ke bank dan terikat oleh jam layanan bank. Dalam Penelitian ini, akan dibuat perangkat lunak yang mampu menjalankan aplikasi m-banking dengan berbagai layanan keuangan yang biasanya diberikan oleh bank. Dengan Penelitian ini nantinya dapat dilihat bagaimana implementasi dari sistem layanan aplikasi m-banking.Kata kunci : WAP, mobile bankin
PERANGKAT LUNAK "DIGITAL SIGNAGE MANAGER"
Digital signage adalah suatu alat untuk menampilkan konten multimedia kepada umum. Digital signage pada umumnya terdiri dari dua komponen penting, yaitu manager dan player. Digital Signage Manager (DSM) adalah suatu perangkat lunak yang mempunyai fungsi mengelola perangkat lunak Digital Signage Player (DSP). Pengelolaan ini menyangkut pengaturan dan pengiriman konten, pengaturan DSP, dan pengaturan konten yang ada di DSP. Pada penelitian ini telah dibangun sebuah perangkat lunak DSM, yang merupakan bentuk pengembangan dari perangkat lunak yang sebelumnya telah ada yaitu BZNP-100, yang tidak lain adalah perangkat lunak untuk mengelola Sony Network Player NSP-100. DSM dibangun dengan tujuan untuk melengkapi kekurangan dan menambah beberapa fitur tambahan yang belum ada pada perangkat lunak sebelumnya, seperti: mendukung material Flash, mengirim Content Delivery Disc (CDD), menjadwalkan playlist, dan mendukung dua layar. BZNP-100 dan Sony Network Player NSP-100 merupakan digital signage yang dibuat oleh perusahaan elektronik Sony Corporation pada tahun 2003.Uji coba perangkat lunak DSM ini dilakukan dengan menjalankan skenario uji coba berdasarkan fungsionalitas masing-masing fitur. Uji coba dilakukan pada masing-masing fitur antara lain: login, konfigurasi, pembuatan material, manajemen DSP, manajemen playlist, memainkan material dan playlist, dan manajemen remote material dan playlist. Hasil uji coba menunjukkan bahwa perangkat lunak DSM telah berfungsi sesuai dengan tujuan yang diharapkan.Kata kunci: Digital signage, Digital Signage Manager (DSM), Digital Signage Player (DSP), Content Delivery Disc (CDD), plasma TV, LCD