JUTI: Jurnal Ilmiah Teknologi Informasi
Not a member yet
407 research outputs found
Sort by
CATATAN DEWAN REDAKSI
Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT, yang telah memberikan karunia dan anugrah-Nya, sehingga JUTI edisi Januari 2012 ini dapat terbit dengan lancar. Jurnal Ilmiah Teknologi Informasi (JUTI) edisi Januari 2012 ini merupakan kelanjutan dari JUTI volume sebelumnya dengan pengelola yang berbeda. Sehubungan dengan kebijakan baru dari pimpinan Fakultas Teknologi Informasi, pengelolaan JUTI dialihkan dari Fakultas Teknologi Informasi kepada Jurusan Teknik Informatika. Edisi ini merupakan edisi pertama yang diterbitkan oleh Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Informasi, ITS. Sampai saat ini, kami sedang berusaha untuk memperoleh akreditasi kembali seperti pada waktu yang lalu. Oleh karena itu, kami berusaha keras agar penerbitan JUTI dapat tepat waktu dan dapat menerbitkan makalah-makalah yang berkualitas tinggi. Kami menyadari bahwa tidak semua makalah yang dikirim ke JUTI memiliki standar yang cukup untuk diterbitkan pada suatu jurnal ilmiah nasional. Oleh karena itu kami berusaha semaksimal mungkin untuk menyaring makalah yang berkualitas tinggi saja yang dapat terbit pada JUTI ini. Ke depan, kami akan berusaha mengadakan workshop penulisan artikel di JUTI kepada para calon pemakalah, seperti yang dahulu pernah dilaksanakan. Tujuannya, agar semakin banyak pengarang yang dapat mengirimkan makalah yang berkualitas tinggi ke JUTI. Ada delapan artikel yang dimuat dalam edisi kali ini. Empat artikel menyajikan topik terkait rekayasa perangkat lunak, satu artikel tentang simulasi navigasi robot dan tiga artikel membahas tentang pengolahan dan pemrosesan citra. Semoga seluruh artikel pada edisi ini mampu menjadi kontribusi nyata para peneliti tanah air sebagai solusi atas berbagai problem dalam dunia industri, sosial kemasyarakatan, dan lain-lain. Kami mengundang para peneliti untuk mempublikasikan hasil penelitiannya di JUTI pada edisi berikutnya yakni Juli 2012
ANALISIS KEAMANAN ALGORITMA ENKRIPSI CITRA DIGITAL MENGGUNAKAN KOMBINASI DUA CHAOS MAP DAN PENERAPAN TEKNIK SELEKTIF
Di dalam makalah ini dipresentasikan analisis keamanan dari sebuah usulan algoritma enkripsi citra yang berbasis chaos dan penggunaan teknik enkripsi selektif untuk mengurangi volume komputasi. Algoritma enkripsi menggunakan Arnold Cat Map untuk mengacak citra, selanjutnya teknik enkripsi selektif diterapkan dengan memilih hanya empat bit MSB dari setiap pixel untuk di-XOR-kan dengan keystream yang dibangkitkan dari Logistic Map. Analisis keamanan meliputi analisis ruang kunci, analisis histogram, analisis korelasi, analisis entropi, dan analisis sensitivitas. Secara keseluruhan dapat dinyatakan bahwa analisis keamanan terhadap algoritma enkripsi citra yang ditinjau menunjukkan bahwa algoritma tersebut aman dari berbagai serangan yang bertujuan untuk menemukan kunci atau pixel-pixel di dalam plain-image.
LOCAL THRESHOLDING BERDASARKAN BENTUK UNTUK BINERISASI CITRA DOKUMEN
Pada binerisasi dokumen, variasi intensitas lokal sering muncul dan merupakan akibat dari berbagai faktor seperti pencahayaan yang tidak merata, noise, dan tekstur dari kertas. Salah satu cara untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan metode local thresholding berdasarkan informasi bentuk. Akan tetapi proses komputasi yang lama diperlukan pada metode local thresholding citra dokumen yang memanfaatkan informasi bentuk. Hal ini disebabkan, setiap local window akan ditentukan nilai threshold -nya berdasarkan informasi bentuk. Paper ini mengusulkan penggabungan metode global thresholding dan lo cal thresholding berdasarkan bentuk. Sehingga didapatkan kualitas thresholding yang lebih baik dengan proses komputasi yang lebih cepat. Pada local window yang memiliki intensitas rendah akan dilakukan proses thresholding secara global, sedangkan local window yang memiliki intensitas tinggi dilakukan local thresholding berdasarkan bentuk. Dari hasil uji coba didapatkan kualitas thresholding yang lebih baik dengan proses komputasi yang lebih cepat. Rata-rata keakuratan thresholding yang dicapai adalah 96,42%
KERANGKA KERJA PEMILIHAN KONTROL TI MENGGUNAKAN PENDEKATAN RISIKO DAN EXPECTED MONETARY VALUES
Analisis risiko merupakan bagian terpenting dari kegiatan proses manajemen risiko. Proses tersebut terdiri dari keseluruhan kegiatan menganalisis risiko dan mengevaluasi risiko. Evaluasi risiko merupakan proses yang digunakan untuk menentukan prioritas yang diberikan oleh manajemen risiko dengan cara membandingkan tingkatan suatu risiko dengan standard yang digunakan, target ataupun kriteria lainnya yang telah ditentukan oleh pihak manajemen. Proses evaluasi risiko terdapat keterkaitan dengan beberapa kebu tuhan dari berbagai macam pengguna bisnis dan penyedia layanan Teknologi Informasi (TI) seperti ketersediaan layanan, pemeliharaan, kapasitas dan kualitas. Terdapat beberapa kontrol TI yang dapat digunakan pada perusahaan tetapi semuanya tidak harus digunakan. Dalam penelitian ini diusulkan kerangka kerja pemilihan kontrol TI berdasarkan pendekatan risiko dan menentukan expected monetary values sesuai dengan standard yang digunakan. Pemilihan kontrol TI tidak berkaitan dengan kerangka kerja tertentu. Uji coba dilakukan dengan menggunakan beberapa kontrol TI dan risiko yang sudah teridentifikasi. Setelah itu menentukan expected monetary values dan pemeringkatan kontrol TI dengan menggunakan metode cumulative voting. Dari hasil uji coba dihasilkan diantaranya semakin tinggi peringkat kontrol TI maka semakin tinggi peluang kontrol TI untuk mengurangi risiko. Biaya kontrol TI mempengaruhi pengurangan risiko yang sudah teridentifikasi. Semakin tinggi biaya kontrol TI maka semakin besar peluang untuk mengurangi risiko
REVIEW ALGORITMA SEGMENTASI PEMBULUH DARAH PADA CITRA FUNDUS RETINA MATA UNTUK MEMBANTU DIAGNOSIS DIABETIC RETINOPATHY
Diabetic retinopathy merupakan salah satu penyakit retina mata yang diakibatkan oleh komplikasi dari penyakit diabetes mellitus. Salah satu faktor yang penting dalam pendeteksian diabetic retinopathy adalah pembuluh darah pada retina mata. Pendeteksian pembuluh darah pada retina mata merupakan langkah awal dalam proses diagnosis penyakit diabetic retinopathy. Oleh karena itu suatu algoritma untuk segmentasi pembuluh darah yang tepat dan baik sangatlah diperlukan. Makalah ini membahas dan menganalisa berbagai algoritma dan teknik segmentasi pembuluh darah pada citra fundus retina mata. Makalah ini diharapkan dapat digunakan sebagai bahan referensi dalam memilih metode yang akan digunakan peneliti dalam melakukan segmentasi pembuluh darah yang sangat berguna dalam proses diagnosis penyakit diabetic retinopathy
OPTIMASI PENCAPAIAN TARGET PADA SIMULASI PERENCANAAN JALUR ROBOT BERGERAK DI LINGKUNGAN DINAMIS
Robot bergerak harus memiliki perencanaan jalur yang baik ketika menjalankan navigasi di lingkungan. Penelitian yang terakhir menangani permasalahan simulasi perencanaan jalur di lingkungan dengan kehadiran rintangan dan target yang bergerak. Teknik penghindaran rintangan dalam penelitian tersebut cukup baik namun jalur pencapaian target masih belum optimal. Penelitian ini memperbaiki algoritma Q-learning pada penelitian sebelumnya dengan menggunakan konsep Ant Colony. Pendekatan metode yang dilakukan bertujuan untuk mengoptimalkan pencapaian target. Prediksi pergerakan rintangan dan target juga digunakan untuk meningkatkan efektifitas pencapaian target. Hasil evaluasi uji coba berdasarkan jumlah skenario pelatihan, menunjukkan angka kegagalan metode yang diusulkan lebih kecil 22% dibandingkan metode sebelumnya. Sedangkan berdasarkan jumlah rintangan yang digunakan, angka kegagalan metode yang diusulkan lebih kecil 11% daripada metode sebelumnya. Hasil evaluasi waktu pencapaian target menunjukkan metode yang diusulkan rata-rata mempu mencapai target lebih lama 0,9 detik dari metode sebelumnya. Metode yang diusulkan mampu mencapai target lebih cepat pada pola pergerakan target yang linear
PERANGKAT LUNAK PEMBANGKIT DOKUMENTASI MODEL DATA KONSEPTUAL DAN MODEL DATA FISIK DENGAN PENGGAMBARAN DIAGRAM RESOLUSI TINGGI
Rancangan basis data berskala besar membutuhkan mekanisme penanganan penggambaran diagram ke halaman buku dokumentasi untuk menjaga kejelasan dan konsistensi informasi. Hal ini melatarbelakangi ide untuk membangun fitur pembangkit dokumentasi model data konseptual (CDM) dan model data fisik (PDM) pada CASE Tool dengan keluaran diagram model data beresolusi tinggi. Fitur ini dibangun di atas kerangka kerja .NET Framework 3.5 dan menggunakan pustaka tambahan Microsoft Office Interop Word 12.0. Hasil uji coba menunjukkan bahwa fitur pembangkit dokumentasi ini dapat menghasilkan buku dokumentasi berupa berkas Microsoft Word (*.doc atau *.docx). Diagram model data ditampilkan di bagian awal buku dokumentasi dengan resolusi tinggi dan informasi detil sebagai keterangan dari setiap objek model data ditampilkan di bagian akhir buku dokumentasi
PENGEMBANGAN HEURISTIK DIFERENSIAL TERKOMPRESI UNTUK ALGORITMA BLOCK A*
Kami menawarkan sebuah optimasi dari fungsi heuristik diferensial terkompresi untuk algoritma Block A*. Optimasi yang ditawarkan berupa optimasi dari segi memori dan performa pencarian yang diukur berdasarkan jumlah simpul yang dikembangkan. Hasil dari optimasi ini menunjukkan bahwa optimasi yang kami tawarkan dapat mengurangi jumlah penggunaan memori walau dengan sedikit penurunan performa pencarian
RANCANG BANGUN OPTIMASI PERENCANAAN KEBUTUHAN BAHAN BAKUDENGAN ALGORITMA SILVER-MEAL
Suatu usaha bisnis biasanya mengatur dengan sangat hati-hati sekali mengenai barang-barang inventori agar usahanya dapat berjalan lancar. Sebuah faktor penting dalam formulasi dan solusi dari suatu model inventori adalah permintaan (per satuan waktu) dari suatu item yang bersifat deterministik (bersifat tentu) atau bersifat probabilistik (ditentukan oleh distribusi kemungkinan). Material Requirement Planning (MRP) adalah situasi yang terjadi karena permintaandeterministik muncul. Kepopuleran sistem MRP dalam industri mengakibatkan meningkatnya minat terhadap topik dalam pengambilan keputusan dalam sistem manufaktur multistage. Akan tetapi, prosedur Lot-Sizing yang digunakan oleh sistem MRP yang sudah tersedia agak terbatas dalam kemampuannya untuk mengkoordinasi rencana produksi dari berbagai tahap dari proses manufaktur dan berbagai macam batas kapasitas. Masalah lot-sizing adalah menentukan ukuran lot produksi dari berbagai item dalam tahap produksi. Tujuan dari permasalahan ini adalah mengurangi biaya total manufakturing (temasuk biaya setup, biaya inventori holding, dan lain-lain) dengan tetap memperhatikan kebutuhan konsumen
HYBRID GENETIC ALGORITHMDAN ANT COLONY OPTIMIZATIONUNTUK OPTIMISASI METODE MULTILEVEL IMAGE THRESHOLDING
Penggunaan genetic algorithm (GA) sebagai metode multilevel image thresholding dalam segmentasi citra dapat memberikan keuntungan seperti kecepatan proses dan penentuan jumlah threshold serta nilai threshold yang tepat. Akan tetapi, genetic algorithm memiliki beberapa kelemahan dimana salah satunya adalah kemungkinan terjadinya konvergensi yang terlalu dini (premature convergence) dan tidak adanya feedback positive yang tidak menjamin solusi global optimal. Penelitian ini mengajukan metode baru Hybrid GA-ACO untuk optimisasi metode multilevel image thresholdingsehingga dapat mengatasi kelemahan tersebut dengan cara menggabungkan GA dan ant colony optimization (ACO). Penggabungan dilakukan dengan menjadikan posisi dan nilai threshold yang didapatkan pada GA sebagai nilai awal untuk proses algoritma ACO. Hasil pengujian dengan citra sintetis dan citra asli menunjukkan nilai cost function, uniformity, dan misclassification error dari metode hybrid GA-ACO lebih baik dibandingkan dengan algoritma awal GA, yaitu rata-rata 98.87% untuk tingkat uniformity dan 97.72% untuk nilai ME. Nilai cost function metode hybrid GA-ACO yang lebih kecil dibandingkan algoritma GA menunjukkan bahwa metode hybrid GA-ACO dapat mencegah konvergensi dini pada algoritma GA. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa metode hybrid GA-ACO yang dikembangkan merupakan suatu metode multilevel image thresholding yang dapat mencegah konvergensi dini sehingga mencapai konvergensi pada solusi optimal yang bersifat global optimum