JUTI: Jurnal Ilmiah Teknologi Informasi
Not a member yet
407 research outputs found
Sort by
PEMBANGUNAN PEMANTAU KINERJA JARINGAN KOMPUTER MELALUI REMASTERING UBUNTU
Pada saat ini Distribusi Linux yang berkembang sangat beraneka macam, tetapi yang cocok untuk memenuhi kebutuhan pemantau kinerja jaringan komputer masih sedikit. Paper ini berfokus pada pembangunan Distribusi Linux yang memiliki aplikasi standar khusus untuk pemantauan kinerja jaringan komputer. Distribusi Linux yang dibangun diturunkan dari Distribusi Linux Ubuntu Karmic Koala dengan teknik remastering. Sulolinuz adalah hasil Distribusi Linux baru ini, dengan perancangan aplikasi khusus pemantau kinerja jaringan yang digunakan kinerja Sulolinuz lebih efisien dari Ubuntu Karmic Koala. Sulolinuz memiliki performa yang lebih cepat dalam hal time respon pada saat melakukan booting dan shutdown. Sulolinuz lebih unggul dalam penggunaan RAM dan CPU saat melakukan proses pemantauan kinerja jaringan maupun saat berada dalam posisi idle
ALGORITMA PARALEL FP-GROWTH UNTUK PENGGALIAN KAIDAH ASOSIASI PADA JARINGAN KOMPUTER
Algoritma paralel untuk penggalian kaidah asosiasi pada dataset yang besar sangat dimungkinkan dengan tujuan utama untuk mengurangi waktu eksekusi. Semakin besarnya dataset, rata-rata jumlah item dalam sebuah transaksi dan rata-rata jumlah panjang large itemset yang digunakan akan menambah waktu eksekusi dalam penggalian kaidah asosisasi. Oleh karena itu, berbagai algoritma paralel banyak dikembangkan dengan seiringnya waktu, salah satunya adalah algoritma paralel FP-Growth secara trivial paralellization. Pada penelitian ini, algoritma paralel yang dibentuk akan diimplementasikan terhadap salah satu algoritma penggalian kaidah asosiasi yaitu algoritma FP-Growth. FP-Growth dipilihkarena memiliki banyak keuntungan dengan struktur data FP-Tree sebagai bentuk kompresi dataset dan tidak ada waktu yang terbuang untuk perulangan proses pengamatan dataset dibandingkan algoritma sebelumnnya seperti Apriori. Uji coba dilakukan di lingkungan komputer paralel berbasis jaringan komputer dengan menggunakan Pustaka Massage Passing Interface dan hasilnya membuktikan bahwa algoritma paralel FP-Growth menunjukkan performa yang lebih baik daripada algoritma FP-Growth pada komputer tunggal
SISTEM PROFIT PERBANKAN BUMN INDONESIA (STUDI KASUS : BANK MANDIRI 2006)
Perbankan merupakan salah satu komponen yang sangat penting dalam perekonomian di Indonesia. Dalam suatu organisasi perbankan, suatu transaksi yang dilakukan dengan nasabah akan berpengaruh terhadap aliran dana pada bank (cash flow), sehingga dapat diketahui total profit yang telah diperoleh. Untuk mengetahui profit perbankan dari studi kasus yang diangkat, maka digunakan simulasi menggunakan vensim atau simulasi dengan sistem dinamik dengan skenariosasi parameter dan struktur. Dengan skenariosasi yang diusulkan, dapat dihasilkan profit yang lebih efektif dibandingkan dengan sistem yang digunakan sekarang ini
IMPLEMENTASI PENGEMBANGAN METODE DIFFERENTIAL EVOLUTIONUNTUK CLUSTERING PIXEL
Perkembangan metode komputasi telah mengalami percepatan yang luar biasa. Berbagai teknik komputasi untuk mendapatkan solusi dengan kinerja optimal terus berkembang. Sejumlah algoritma termasuk dalam rumpun Evolutionary Computation, diantaranya adalah Differential Evolution (DE) yang berhasil menyelesaikan masalah optimasi dalam berbagai bidang diantaranya masalah clustering. Keunggulan DE adalah karena implementasinya yangmudah dan kecepatan konvergensinya. Dalam clustering, DE menghadapi kendala penentuan jumlah cluster. Pada penelitian ini diimplementasikan sebuah algoritma Evolutionary Clustering (EC) yang merupakan pengembangan dari DE. EC diterapkan untuk melakukan pengelompokan pixel-pixel dari citra gray-scale atas beberapa area homogen yang berbeda satu dengan lainnya. EC tidak membutuhkan informasi awal tentang jumlah cluster yang akan terbentuk. EC menjadi salah satu solusi untuk menentukan jumlah cluster optimal dengan nilai validitas yang lebih baik. Kinerja dari EC akan dibandingkan dengan algoritma Fuzzy C-Means (FCM). Hasil dari EC dibanding FCM relatif sama dari segi nilai cluster validity index namun EC membutuhkan waktu relatif lebih singkat
IMPLEMENTING ONLINE CUSTOMER RELATIONSHIP MANAGEMENT IN SMALL AND MEDIUM SIZE ENTERPRISE (SME): CASES BALI HANDICRAFT SMALL INDUSTRY
Online customer relationship management (CRM) implementation is becoming such terrifying activity for most firms, especially those which are categorized as SME (Small and Medium size Enterprise). Since that SME often lack of technical expertise and they really care for cost spending especially in internet connection cost. However, those barriers actually can be released when its implementation is being done with proper technology that can reduce cost while it will not reduce customer satisfaction in using online CRM. This paper tries to explain online CRM implementation in SME that will break all worries of SME’s management. On the other hand, brief literature review can bring clear explanation for importance of online CRM implementation in many level of industry
CATATAN DEWAN REDAKSI
Jurnal Ilmiah Teknologi Informasi (JUTI) edisi Juli 2011 ini merupakan edisi kedua dari
Volume 9. Kami menyadari bahwa tidak semua makalah yang dikirim ke JUTI memiliki
standar yang cukup untuk diterbitkan pada suatu jurnal ilmiah nasional. Oleh karena itu kami
berusaha semaksimal mungkin untuk menyaring makalah yang berkualitas tinggi saja yang
dapat terbit pada JUTI ini. Ke depan, kami akan berusaha mengadakan workshop penulisan
artikel di JUTI kepada para calon pemakalah, seperti yang dahulu pernah dilaksanakan.
Tujuannya, agar semakin banyak pengarang yang dapat mengirimkan makalah yang
berkualitas tinggi ke JUTI.
Semoga seluruh artikel pada edisi ini mampu menjadi kontribusi nyata para peneliti tanah air
sebagai solusi atas berbagai problem dalam dunia industri, sosial kemasyarakatan, dan lainlain.
Kami mengundang para peneliti untuk mempublikasikan hasil penelitiannya di JUTI
pada edisi berikutnya yakni Januari 2012
APLIKASI PARALEL BRANCH AND BOUND UNTUK MENYELESAIKAN VEHICLE ROUTING PROBLEM MENGGUNAKAN PUSTAKA MPICH DAN GLPK
Vehicle Routing Problem (VRP) merupakan permasalahan optimasi dalam Riset Operasional, yaitu permasalahan melakukan pengantaran barang (komoditas) dari sebuah depot ke sejumlah pelanggan dengan lokasi dan jumlah permintaan barang yang diketahui. Karakteristik VRP yang diimplementasikan adalah VRP yang mempunyai kapasitas kendaraan sama, jumlah kendaraan tetap, batasan jarak dan meminimalkan jarak tempuh semua kendaraan sebagai tujuan. Untuk penyelesaian VRP, diimplementasikan algoritma paralel branch and bound yang dapat dijalankan oleh beberapa komputer untuk mendapatkan solusi eksak dengan waktu komputasi yang lebih cepat. Langkah-langkah penyelesaian VRP dengan algoritma paralel branch and bound dimulai dengan tahap inisialisasi, yang menghasilkan subproblem yang berupa program linear pada search tree, kemudian dilakukan pembagian subproblem ke sejumlah komputer untuk dikerjakan masing-masing komputer. Setelah proses komputasi selesai, diperoleh solusi optimal beserta informasi rute terbaik yang ditemukan. Uji coba dan evaluasi dilakukan dengan data yang dihasilkan secara acak, untuk jumlah pelanggan sebanyak 15-40, dengan menggunakan 1, 2, 4, dan 8 komputer. Dari hasil pengukuran waktu komputasi, didapat bahwa penambahan jumlah komputer pada proses komputasi dapat mempercepat waktu komputasi, bahkan dapat mencapai superlinear speedup terutama untuk jumlah pelanggan yang besar, akan tetapi pada suatu saat penambahan jumlah komputer malah memperlambat waktu komputasi, karena overhead waktu komunikasi yang semakin besar
IMPLEMENTASI METODE PAPRIKA DALAM PENGEMBANGAN APLIKASI RANKING UNTUK SELEKSI JABATAN DENGAN MULTI KRITERIA (STUDI KASUS: PT. ABC)
Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan salah satu aset yang memegang peranan penting dalam pemerintah, swasta, dan juga lembaga pendidikan yang perlu dikelola dengan baik. Salah satu cara untuk mengelola SDM tersebut adalah dengan melakukan seleksi jabatan yang tepat berdasar kriteria-kriteria yang dibutuhkan. Seleksi ini bertujuan untuk meranking dan menyeleksi karyawan yang memiliki kemampuan yang sesuai dengan jabatannya. Pada perusahaan studi kasus terkait, seleksi jabatan masih dilakukan dengan cara manual dan belum ada perankingan dari karyawan yang diseleksi. Kondisi tersebut menyebabkan seleksi jabatan membutuhkan waktu yang lama. Tujuan penelitian ini adalah membuat suatu aplikasi untuk seleksi jabatan berupa perankingan. Pembuatan sistem ini berdasar pada multi kriteria yang telah ditetapkan oleh perusahaan pada studi kasus terkait. Multi kriteria tersebut dimodelkan berdasar pada metode Potentially All Pairwise RanKings of all possible Alternatives (PAPRIKA), yang merupakan salah satumetode dalam sistem pendukung keputusan yang melibatkan multi kriteria. Dalam penerapannya, metode ini membandingkan semua kemungkinan pasangan yang terjadi pada kriteria-kriteria yang digunakan pada studi kasus terkait, lalu dibutuhkan keputusan dari pemegang keputusan untuk menentukan kriteria mana yang lebih diutamakan dibandingkan dengan kriteria lainnya. Berdasar pada keputusan tersebut, metode PAPRIKA diterapkan dan dimodelkan kedalam permasalahan yang ada. Penerapan tersebut menghasilkan perankingan dari seleksi karyawan yang dilakukan. Hasil dari penerapan metode ini adalah berupa aplikasi untuk melakukan ranking dalam seleksi jabatan berbasis web yang diharapkan dapat mempermudah pihak manajemen perusahaan untuk mengambil keputusan dalam menentukan karyawan yang memiliki kompetensi yang sesuai dan tepat pada jabatan tertentu
USER STORY SOFTWARE ESTIMATION:A SIMPLIFICATION OF SOFTWARE ESTIMATION MODEL WITH DISTRIBUTED EXTREME PROGRAMMING ESTIMATION TECHNIQUE
Software estimation is an area of software engineering concerned with the identification, classification and measurement of features of software that affect the cost of developing and sustaining computer programs [19]. Measuring the software through software estimation has purpose to know the complexity of the software, estimate the human resources, and get better visibility of execution and process model. There is a lot of software estimation that work sufficiently in certain conditions or step in software engineering for example measuring line of codes, function point, COCOMO, or use case points.
This paper proposes another estimation technique called Distributed eXtreme Programming Estimation (DXP Estimation). DXP estimation provides a basic technique for the team that using eXtreme Programming method in onsite or distributed development. According to writer knowledge this is a first estimation technique that applied into agile method in eXtreme Programming
MODEL PENGEMBANGAN DASHBOARD UNTUK MONITORING DAN EVALUASI KINERJA PERGURUAN TINGGI
Tujuan utama dari penelitian ini adalah merancang model pengembangan dashboard untuk kebutuhan perguruan tinggi. Dashboard adalah aplikasi sistem informasi yang menyajikan informasi mengenai indikator utama dari aktifitas organisasi secara sekilas dalam layar tunggal. Pembuatan model memperhatikan 3(tiga) aspek utama dashboard yaitu penyajian data/informasi, personalisasi, dan kolaborasi antar pengguna. Model yang dihasilkan digunakan untuk pengembangan dashboard bagi kebutuhan monitoring dan evaluasi kinerja perguruan tinggi. Monitoring dan evaluasi kinerja mutlak dilakukan secara terus menerus oleh perguruan tinggi untuk memastikan bahwa proses bisnis yang dijalankannya dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan, melalui strategi pengelolaan yang tepat. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dan survei kuesioner. Studi literatur dilakukan untuk membuat rancangan awal model. Sedangkan survei kuesioner dilakukan untuk mengidentifikasi kebutuhan calon pengguna dashboard dan mengetahui faktor-faktor yang yang mempengaruhi kesuksesan pengembangan sistem informasi di perguruan tinggi. Jumlah responden sebanyak 95 orang di lingkungan Universitas Airlangga (UA) dan Institut Teknologi Bandung (ITB). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan prioritas kebutuhan dashboard untuk pengguna di UA dan ITB. Namun secara umum dapat dinyatakan bahwa kebutuhan yang terkait aspek penyajian data/informasi, personalisai, dan performansi merupakan hal yang dianggap penting untuk sebuah dashboard. Sedangkan aspek kolaborasi hanya dianggap sebagai daya tarik dashboard. Model pengembangan dashboard yang dihasilkan menggambarkan bahwa kepuasan pengguna dipengaruhi oleh kualitas sistem, kualitas layanan, dan manfaat positif yang diberikan oleh sistem