Skripsi Jurusan Psikologi - Fakultas Pendidikan Psikologi UM
Not a member yet
783 research outputs found
Sort by
HUBUNGAN POLA ASUH DAN STATUS SOSIAL EKONOMI DENGAN GAYA HIDUP HEDONISME PADA REMAJA SMA Negeri 3 Malang
ABSTRAK Etyng, Koriys Destueg. 2012. Hubungan Pola Asuh dan Status Sosial Ekonomi Dengan Gaya Hidup Hedonisme Pada Remaja SMA Negeri 3 Malang. Skripsi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Marthen Pali, M.Psi. (II) Anies Syafitri, S.Psi, M.Psi, Psikolog. Kata kunci: pola asuh, status sosial ekonomi, gaya hidup hedonisme. Pola asuh adalah perlakuan atau sikap orang tua yang diterapkan pada anak dalam kehidupan sehari-hari seperti mendidik, membimbing, mendisiplinkan, serta melindungi anak. Pola asuh ada 3 bentuk: otoriter, demokratis, dan permisif. Status sosial ekonomi adalah kedudukan atau posisi seseorang dalam masyarakat dilihat dari tingkat pendidikan, pekerjaan, dan tingkat penghasilannya. Terbagi menjadi 3 kelas, yaitu status sosial ekonomi atas, menengah, dan bawah. Gaya hidup hedonisme adalah perilaku seseorang untuk menghabiskan waktu dan uang untuk memenuhi kesenangan fisik dan psikis. Kesenangan fisik dapat dilihat dari pakaian, makanan, gadget, dan kendaraan yang mereka gunakan, serta kesenangan psikis yang dapat dilihat dari interaksi sosial mereka dan hiburan yang mereka pilih untuk menghabiskan waktu luang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pola asuh dan status sosial ekonomi dengan gaya hidup hedonisme remaja di SMA Negeri 3 Malang. Rancangan penelitian ini adalah deskriptif korelasional. Penelitian korelasional adalah penelitian yang bertujuan untuk menganalisa dan mengetahui hubungan antara 2 variabel atau lebih. Populasi dalam penelitian ini adalah remaja atau siswa kelas X dan XI SMA Negeri 3 Malang sebanyak 512 siswa. Adapun sampel dalam penelitian ini adalah 10% dari jumlah populasi yaitu 50 siswa dari 3 kelompok. Berdasarkan hasil analisis korelasi ada hubungan antara pola asuh dengan gaya hidup hedonisme pada remaja SMA Negeri 3 Malang sebesar 0.196 (p=0.01
HUBUNGAN ANTARA EMPATI DAN EFIKASI DIRI DENGAN PERILAKU AGRESI PADA GURU SEKOLAH DASAR NEGERI INKLUSI DI KECAMATAN LOWOKWARU KOTA MALANG
ABSTRAK Hastik, Ama. 2012. Hubungan Antara Empati dan Efikasi Diri dengan Perilaku Agresi guru. Skripsi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Endang Prastuti, M.Si., (II) Indah Y. Suhanti, S.Psi, M. Psi. Kata kunci: empati, efikasi diri, perilaku agresi, guru Empati adalah kemampuan untuk memahami pikiran, perasaan dan pengalaman orang lain dengan menempatkan diri pada posisi orang lain tanpa kehilangan identitas diri, sikap pribadi, dan kendali reaksi emosi terhadap pengalaman emosi orang lain. Pemahaman yang melibatkan komponen kognisi dan afeksi tersebut membuat individu mampu menghargai posisi dan perasaan orang lain, sebagai dasar membina hubungan interpersonal yang baik dan menyenangkan. Efikasi diri guru adalah keyakinan yang dimiliki oleh seorang guru sebagai individu yang mana di dalam diri mereka memiliki kemampuan untuk merencanakan, mengatur, dan melaksanakan kegiatan yang diperlukan untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Perilaku agresi adalah suatu perilaku yang diniatkan oleh seseorang untuk melukai objek yang menjadi sasaran agresi secara fisik maupun verbal, langsung maupun tidak langsung, yang dilakukan secara sengaja yang dapat menimbulkan penderitaan fisik atau psikis pada individu yang menjadi korban perilaku tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) gambaran empati guru sekolah dasar negeri inklusi di Kecamatan Lowokwaru Kota Malang, (2) gambaran efikasi diri guru sekolah dasar negeri inklusi di Kecamatan Lowokwaru Kota Malang, (3) gambaran perilaku agresi guru sekolah dasar negeri inklusi di Kecamatan Lowokwaru Kota Malang, (4) hubungan antara empati dengan perilaku agresi guru sekolah dasar negeri inklusi di Kecamatan Lowokwaru Kota Malang, (5) hubungan antara efikasi diri guru dengan perilaku agresi guru sekolah dasar negeri inklusi di Kecamatan Lowokwaru Kota Malang, (6) hubungan antara empati dan efikasi diri guru dengan perilaku agresi guru sekolah dasar negeri inklusi di Kecamatan Lowokwaru Kota Malang. Penelitian ini dilakukan pada guru di sekolah dasar negeri inklusi di Kecamatan Lowokwaru Kota Malang dengan jumlah sampel 42 orang, dengan rancangan penelitian deskriptif dan korelasional. Teknik sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik purposive sampling dengan ciri-ciri : (1) Guru yang mengajar di Sekolah Dasar Negeri Inklusi di Kecamatan Lowokwaru Kota Malang, (2) Mengajar sebagai guru kelas atau guru mata pelajaran di kelas inklusi dan guru pembimbing khusus (GPK), (3) Laki-laki dan perempuan, (4) Berusia 21-60 tahun. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa skala empati, skala efikasi diri dan skala perilaku agresi. Hasil uji validitas aitem empati diperoleh nilai validitas antara 0,374 sampai 0,800, penghitungan reliabilitas dengan koefisien Alpha Cronbach 0,901, Hasil uji validitas aitem efikasi diri diperoleh nilai validitas antara 0,250 sampai 0,919, penghitungan reliabilitas dengan koefisien Alpha Cronbach 0,978 dan Hasil uji validitas aitem perilaku agresi diperoleh nilai validitas antara 0,362 sampai 0,806, penghitungan reliabilitas dengan koefisien Alpha Cronbach 0,939. Validitas instrumen menggunakan uji validitas isi dengan product moment pearson. Analisis data menggunakan analisa regresi linier berganda (Multiple Linier Regression). Dari penelitian diperoleh hasil (1) tingkat empati guru berada pada kategori sedang (57,14%), dan tinggi (42,86%); (2) tingkat efikasi diri berada pada kategori sedang (14,29%), dan tinggi (85,71%); (3) tingkat perilaku agresi berada pada kategori sedang (9,52%) dan rendah (90,48%); terdapat hubungan negatif yang signifikan antara empati dengan perilaku agresi guru dengan korelasi product moment pearson (rxy = -0,554, p = 0,000< 0,05), terdapat hubungan negatif yang signifikan antara efikasi diri dengan perilaku agresi guru dengan korelasi product moment pearson (rxy = -0,631, p = 0,000< 0,05), serta terdapat hubungan antara empati dan efikasi diri dengan perilaku agresi dengan hasil analisis regresi linier berganda yang menunjukan nilai F 19,5111 (p = 0,000 < 0,05). Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan (1) bagi guru diharapkan dapat lebih berempati terhadap siswa terutama terhadap siswa yang berkebutuhan khusus, serta tetap mempertahankan efikasi dirinya yang tinggi terhadap perannya sebagai seorang pendidik serta menghindari berperilaku agresi (2) bagi sekolah diharapkan memberikan pelatihan kepada guru-guru untuk lebih meningkatkan empati, mempertahankan efikasi dirinya, sehingga guru dapat menghindari perilaku agresi (3) bagi Dinas Pendidikan diharapkan untuk memberikan bantuan profesional bagi para guru dalam bentuk reorientasi pelatihan dalam jabatan dan penataran guru, kepala sekolah, dan guru kelas sehingga mereka dapat memberikan kontribusi terhadap sekolah inklusi (4) bagi peneliti selanjutnya diharapkan menambah jumlah populasi dan sampel penelitian agar dapat terlihat perbedaannya, melakukan penelitian secara berkesinambungan yang lebih komprehensif tentang berbagai aspek yang berkaitan dengan empati, efikasi diri dan perilaku agresi, menyempurnakan atau menambah variabel independent dengan variabel- variabel yang dapat mempengaruhi empati, efikasi diri, dan perilaku agresi, misalnya usia, latar belakang pendidikan, pengalaman mengajar, jenis kelamin dan menambahkan atau memperkuat instrumen yang digunakan dalam penelitian, misalnya dengan menggunakann metode observasi dan wawancara.
Hubungan Efikasi Diri dan Konformitas terhadap Niat Berperilaku Menggunakan Narkoba Siswa SMK Kosgoro Kabupaten Malang.
ABSTRAK Indah, Nisa’ Nur. 2012. Hubungan Efikasi Diri dan Konformitas terhadap Niat Berperilaku Menggunakan Narkoba Siswa SMK Kosgoro Kabupaten Malang. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Fattah Hidayat S.Psi., S.E., M.Si dan (2) Diyah Sulistiyorini, S.Psi., M.Psi. Kata Kunci: Efikasi diri, konformitas, niat berperilaku, narkoba, kabupaten Malang. Penyalahgunaan narkoba yang dilakukan oleh remaja semakin mengkhawatirkan dari tahun ke tahun. Pengaruh teman sebaya dan kurangnya keyakinan diri menjadi salah satu faktor yang sering dikaitkan. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui gambaran efikasi diri, (2) mengetahui gambaran konformitas, (3) mengetahui gambaran niat berperilaku menggunakan narkoba dan (4) mengetahui hubungan antara efikasi diri dan konformitas dengan niat berperilaku menggunakan narkoba pada siswa SMK Kosgoro Kabupaten Malang. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dan korelasional. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa (1) terdapat hubungan negatif antara efikasi diri dan niat berperilaku menggunakan narkoba (rxy=-373;si
CINTA MENURUT PEREMPUAN PENGHAFAL AL-QUR’AN (HAFIZHAH)
ABSTRAK Kamilin, Asri Diana. 2010. Cinta menurut Perempuan Penghafal al-Qur’an (Hafizhah). Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I)Dr. Fattah Hanurawan, M.Si. M.Ed., (II) Ike Dwiastuti, S.Psi., M.Psi. Kata Kunci: cinta, perempuan, penghafal al-Qur’an Cinta adalah sebuah reaksi emosi atau perasaan, seperti halnya marah, cemas, benci, dan bahagia, yang diarahkan pada suatu objek cinta (Hanurawan, 2007). Cinta dipengaruhi oleh kisah cinta (Sternberg, 2013) serta musik dan lirik lagu (Gueguen, dkk., 2010). Salah satu jenis alunan nada dan lirik yang dipercaya berpengaruh bagi jiwa dan tingkah laku individu ialah bacaan al-Qur’an, kitab suci umat Islam. Kitab Al-Qur’an merupakan teks yang paling banyak dipelajari, dihafal dan digunakan sebagai ritual (Rassmussen, 2007). Kitab al-Qur’an dibaca dan didengarkan terus-menerus oleh individu yang hafal al-Qur’an. Tata caraperilakupenghafal al-Qur’an dibimbing oleh pemahaman terhadap apa yang telah dipelajari dan dikuasainya dari al-Qur’an (Chairani & Subandi, 2010). Dalam hal ini, perempuan berbeda dengan laki-laki yang memungkinkan perbedaan berpikir, bertindak, dan merasakan sesuatu (Friedman & Schustack, 2006).Tujuan penelitian ini ialah untuk menemukan makna cinta menurut perempuan penghafal al-Qur’an (hafizhah), dan menggali ekspresi cinta dari perempuan penghafal al-Qur’an (hafizhah).Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif fenomenologis. Metode pengumpulan data yang digunakan ialah wawancara, observasi, catatan lapangan, dokumen penunjang lainnya, Skala Segitiga Cinta Sternberg (Sternberg’s Triangular Love Scale) danSkala Cinta Bergairah (Passionate Love Scale).Berdasarkan analisis yang dilakukan, diperoleh simpulan sebagai berikut: Makna cinta bagi perempuan penghafal al-Qur’an ialahperasaan yang dilandasi kesetiaan atau komitmen antara individu terhadap objek cinta transendental dan nontransenendental.Simpulan lain terkait makna cinta, yaitu:a) Asal mula makna cinta memiliki dua konsep, yaitu cinta sebagai fitrah (bawaan) yang sudah tertulis di lauhul mahfuzh sehingga tidak bisa diubah dan cinta yang bisa dipelajari, sehingga seorang bisa jadi terlahir tidak dengan cinta kepada orang yang dicintainya saat ini.b)Faktor yang mempengaruhi makna cinta yaknisecara internal berupakeunikan individu dan pemahaman terhadap al-Qur’an,serta eksternal yaitu lingkungan (saudara, teman, dll.) dan lagu-lagu.c)Makna cinta berpengaruh pada keputusan melanjutkan pernikahan dan menentukan tingkat urutan pihak yang dicinta. Ekspresi cinta bagi perempuan penghafal al-Qur’an dapat diuraikan melalui beberapa topik, yakni: a) Ekspresi fisik, menunjukkan respon fisik atau tidak b) Ekspresi emosi cinta, melalui penyampaikan perasaan cinta, tidak menyukai perhatian berlebihan, banyak mengalami pengalaman menyenangkan dan adanya keseriusan dalam cinta.c) Ekspresi pengalihan cinta, yakni dengan mengaji untuk menghilangkan rindu, tidak merespon lelaki diluar orang yang dicintai, keluar bersama dengan orang yang dicintai dan menjadikan hafalan al-Qur’an yang dimiliki sebagai pembatas hubungan yang dibangun
Hubungan Kematangan Emosi dan Locus of Control dengan Sikap terhadap Induced Abortion pada Mahasiswi S1 Psikologi Universitas Negeri Malang Angkatan 2009 dan 2010
ABSTRAK Apriasta, Pepita Christianda. 2012. Hubungan Kematangan Emosi dan Locus of Control dengan Sikap terhadap Induced Abortion pada Mahasiswi S1 Psikologi Universitas Negeri Malang Angkatan 2009 dan 2010. Skripsi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Fattah Hidayat, S.Psi., S.E., M.Si., (2) Pravissi Shanti, S.Psi., M.Psi. Kata kunci: kematangan emosi, locus of control, sikap terhadap induced abortion Aborsi yang disengaja atau induced abortion marak terjadi di Indonesia dan sekitar 700 ribu pelakunya adalah remaja di bawah 20 tahun. Perilaku ditentukan oleh intensi dan intensi dibentuk salah satunya oleh sikap sehingga menyelidiki sikap remaja terhadap induced abortion menjadi penting untuk mengetahui kemungkinan perilaku remaja berkenaan dengan aborsi yang disengaja di masa mendatang. Sikap terhadap induced abortion dihubungkan dengan variabel lainnya, yakni kematangan emosi yang membuat individu dapat mengekspresikan emosinya dengan cara yang dapat diterima secara sosial dan locus of control yang merupakan keyakinan individu atas sumber kontrol dari peristiwa dalam hidup individu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara: 1) kematangan emosi dengan sikap terhadap induced abortion, 2) locus of control dengan sikap terhadap induced abortion, dan 3) kematangan emosi dan locus of control dengan sikap terhadap induced abortion. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan penelitian deskriptif dan korelasional untuk mengetahui hubungan kematangan emosi dan locus of control dengan sikap terhadap induced abortion. Subyek penelitian adalah 48 mahasiswi Psikologi Universitas Negeri Malang angkatan 2009 dan 2010 dengan rentang usia 18 sampai 22 tahun. Instrumen penelitian yang digunakan adalah skala, yakni skala kematangan emosi (α=0,901), skala locus of control (α=0,776), dan skala sikap terhadap induced abortion (α=0,970). Pengumpulan data diambil dari pilihan jawaban subyek pada ketiga skala. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) terdapat hubungan negatif antara kematangan emosi dengan sikap terhadap induced abortion (r= -0,303; sig.0,05), dan 3) tidak terdapat hubungan antara variabel kematangan emosi dan locus of control secara bersama-sama dengan sikap terhadap induced abortion. Penelitian selanjutnya diharapkan menggunakan subyek dengan karakteristik yang relevan dengan fenomena induced abortion dan dengan jumlah lebih banyak, serta perlu dilakukan penambahan jumlah aitem dalam pengembangan skala locus of control. Saran bagi para remaja akhir adalah untuk mengupayakan pencapaian dan peningkatan kematangan emosi melalui katarsis, sehingga diharapkan dapat turut mengurangi angka aborsi di Indonesia.
BENTUK KONSEP DIRI DAN KECEMASAN TERHADAP KEMATIAN PADA PENDERITA KANKER PAYUDARA
ABSTRAK Arisandi, Boby Yanuar. 2012. Konsep Diri dan Kecemasan Terhadap Kematian pada Penderita Kanker Payudara. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Anies Syafitri, M.Psi, (II) Indah Yasminum Suhanti, M.Psi. Kata Kunci: Konsep Diri, Kecemasan, Kematian, Kanker Payudara Kanker payudara bukan hanya masalah aspek biologis semata, melainkan ada aspek psikologis yang turut mempengaruhi dari penderita sendiri. Payudara sendiri merupakan aspek paling berharga bagi perempuan. Apabila ada kelainan pada organ ini tentunya akan berpengaruh secara psikologis terutama konsep diri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan beberapa hal, yaitu tentang konsep diri, kecemasan terhadap kematian, dan bentuk perilaku atau proses berpikir pada penderita kanker payudara dalam menghadapi kematian. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kualitatif studi kasus. Dengan penelitian studi kasus, maka penelaahannya dilakukan secara intensif, mendalam, mendetail, dan komprehensif. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara dan observasi. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data berupa instrumen manusia, yaitu peneliti sendiri. Untuk menjaga keabsahan data, dilakukan kegiatan triangulasi data. Kegiatan analisis data dimulai pengumpulan data, tahap reduksi data dan kategorisasi. Berdasarkan hasil analisis data tersebut, diperoleh temuan penelitian sebagai berikut. Pertama, subjek penelitian memiliki konsep diri positif. Konsep diri positif diperoleh dari pola asuh orang tua, interaksi dengan masyarakat sekitar atau lingkungannya. Subjek penelitian mengalami kecemasan terhadap kematian, mengalami fase depresi dan isolasi, dan juga mengalami fase penerimaan. Kedua, subjek penelitian yang kedua juga memiliki konsep diri positif yang diperoleh dari interaksi dengan teman sebaya, hasil belajar, dan juga interaksi dengan tetangga atau lingkungannya. Subjek penelitian yang kedua tidak mengalami kecemasan terhadap kematian. Subjek penelitian lebih mengkhawatirkan masalah besarnya biaya pengobatan di rumah sakit daripada kematian karena kanker payudara yang dideritanya. Kesimpulannya dari penelitian ini adalah tidak semua penyakit kronis atau mematikan seperti kanker akan memperikan dampak kecemasan terhadap kematian pada penderitanya. Bentuk perilaku dan proses berpikir pada penderita kanker payudara dalam menghadapi kematian seperti penolakan, isolasi, marah, depresi, tawar-menawar, dan penerimaan tidak selalu berurutan atau perilaku yang muncul dari subjek penelitian adalah tumpang tinding. Diharapkan untuk penelitian selanjutnya adalah mengambil lebih banyak subjek penelitian dengan latar belakang yang berbeda seperti wanita yang belum menikah sehingga dapat melihat gambaran konsep diri dan bentuk perilaku atau berpikir dalam menghadapi kematian.
Hubungan Antara Konsep Diri dengan Intensi Mencontek pada Siswa Kelas XI SMA Negeri di kota Malang
ABSTRAK Oktavia, Yesi Tarani. 2012. Hubungan antara Konsep Diri dengan Intensi Mencontek pada Siswa Kelas XI SMA Negeri di kota Malang. Skripsi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Adi Atmoko, M.Si dan (2) Pravissi Shanti, S.Psi., M.Psi. Kata Kunci: Konsep diri, intensi mencontek, kota Malang. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui gambaran konsep diri, (2) mengetahui gambaran intensi mencontek, dan (3) mengetahui hubungan antara konsep diri dengan intensi mencontek pada siswa kelas XI SMA Negeri di kota Malang. Jenis penelitian ini adalah deskriptif korelasional. Pengambilan sampel dengan menggunakan teknik cluster random sampling. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 222 siswa. Validitas instrumen menggunakan validitas konstruk dengan loading factor ≥ 0,50. Instrumen yang digunakan berupa skala konsep diri dengan r alpha=0,772 dan skala intensi mencontek dengan r alpha=0,873. Data dianalisis menggunakan teknik persentase dan uji korelasi Product Moment. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa: (1) sebesar 52,25% siswa memiliki konsep diri tinggi (2) sebesar 69,37% siswa memiliki intensi mencontek yang sedang dan (3) ada hubungan negatif yang signifikan antara konsep diri dengan intensi mencontek. Hubungan yang negatif ditunjukkan dengan nilai rxy sebesar -0,408. Saran yang diajukan berdasarkan hasil penelitian adalah: (1) bagi siswa dengan konsep diri menengah diharapkan lebih menggali kelebihan-kelebihan yang dimilikinya dan dapat dilakukan dengan cara mengikuti pelatihan pengenalan diri, (2) bagi orangtua diharapkan senantiasa memberikan penghargaan tanpa syarat kepada anak agar konsep diri anak cenderung ke arah positif, (3) bagi guru hendaknya juga memberikan penghargaan yang positif terhadap siswa dan tidak membeda-bedakan siswa berdasarkan kemampuannya di kelas, dan (4) pada penelitian lebih lanjut, disarankan untuk meneliti faktor-faktor lain yang turut menentukan intensi mencontek siswa.
Hubungan antara Pengetahuan Kesetaraan Gender dan Pengalaman Memimpin dengan Sikap Terhadap Kesetaraan Gender pada Wanita Karir di Kabupaten Trenggalek
ABSTRAK Arnani, Ni Putu Rizky. 2012. Hubungan antara Pengetahuan Kesetaraan Gender dan Pengalaman Memimpin dengan Sikap Terhadap Kesetaraan Gender pada Wanita Karir di Kabupaten Trenggalek. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Endang Prastuti M.Si, (II) Ninik Setyowati S.Psi.,M.Psi. Kata Kunci : pengetahuan kesetaraan gender, pengalaman memimpin dan sikap terhadap kesetaraan gender Sikap terhadap kesetaraan gender adalah kecenderungan pandangan, pendapat seseorang untuk menilai suatu objek sikap suatu objek yang berkaitan dengan gender dalam keluarga, budaya, bidang sosial, ekonomi, pendidikan, politik. Perbedaan sikap terhadap kesetaraan gender berbeda-beda, faktor yang mempengaruhi diantaranya adalah pengetahuan dan pengalaman seseorang. Pengetahuan merupakan hasil pemahaman yang sebelum tidak tahu akhirnya tahu dan terjadi setelah orang melakukan penginderaan terhadap suatu objek tertentu. Pengalaman adalah arti keseluruhan pelajaran yang dipetik seseorang dari peristiwa yang dilalui dari perjalanan hidupnya. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui pengetahuan kesetaraan gender pada wanita karir,(2) mengetahui pengalaman memimpin pada wanita karir, (3) mengetahui sikap terhadap kesetaraan gender pada wanita karir, (4) mengetahui hubungan pengetahuan kesetaraan gender dengan sikap terhadap kesetaraan gender, (5) mengetahui hubungan antara pengalaman memimpin dengan sikap terhadap kesetaraan gender dan (6) mengetahui hubungan antara pengetahuan kesetaraan gender memimpin dan pengalaman memimpin dengan sikap terhadap kesetaraan gender. Jenis penelitian ini adalah deskriptif korelasional, dengan pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampel, subjek penelitian dalam penelitian ini berjumlah 35 orang wanita karir yang berusia 35-50 tahun. Instrumen penelitian yang digunakan adalah uji pengetahuan kesetaraan gender, angket pengalaman memimpin dan skala sikap terhadap kesetaraan gender yang dikembangkan oleh peneliti. Teknik analisis data menggunakan teknik Product Moment untuk mengetahui hubungan antara dua variabel dan teknik Regresi digunakan untuk mengetahui hubungan antara ketiga variabel. Hasil penelitian menunjukkan (1) pengetahuan kesetaraan gender tergolong sedang, (2) pengalaman memimpin tergolong sedang, (3) sikap terhadap kesetaraan gender termasuk sedang, (4) ada hubungan hubungan pengetahuan kesetaraan gender dengan sikap terhadap kesetaraan gender, (5) ada hubungan antara pengalaman memimpin dengan sikap terhadap kesetaraan gender dan (6) ada hubungan antara pengetahuan kesetaraan gender memimpin dan pengalaman memimpin dengan sikap terhadap kesetaraan gender. Disarankan (1) bagi wanita, diharapkan dapat memberikan pemahaman bahwa peran dapat dibagi secara adil dan tidak bersifat mutlak (dapat dipetukarkan) sehingga laki-laki dapat mengambil peran yang menjadi peran wanita dan sebaliknya. Agar wanita memiliki sikap positif terhadap kesetaraan gender perlu meningkatkan pengetahuan mengenai kesetaraan gender dan pengalaman memimpin. Untuk meningkatkan pengetahuan mengenai kesetaraan gender dengan cara mencari informasi baik melalui media cetak maupun elektronik, sedangkan pengalaman memimpin diperoleh melalui proses belajar dengan aktif mengikuti organisasi baik formal maupun non formal, (2) bagi peneliti selanjutnya untuk menambah jumlah sampel dan mencari teori yang lebih mendalam dan komprehensif mengenai permasalahan gender dan pengalaman memimpin.
Hubungan Pengetahuan Moral Seksual, Kematangan emosi, dan Perilaku Seksual Siswa SMP
ABSTRAK Putri, Allyn Nadhya Pamula. 2012. Hubungan Pengetahuan Moral Seksual, Kematangan emosi, dan Perilaku Seksual Siswa SMP. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Triyono, M.Pd dan (2) Indah Yasminum Suhanti, M.Psi. Kata Kunci: pengetahuan moral seksual, kematangan emosi, perilaku seksual Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui hubungan pengetahuan moral seksual dengan perilaku seksual, (2) mengetahui hubungan kematangan emosi dengan perilaku seksual dan (3) mengetahui hubungan pengetahuan moral seksual dan kematangan emosi dengan perilaku seksual siswa SMP. Jenis penelitian ini adalah deskriptif korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SMP Negeri 2 Sooko Mojokerto. Pengambilan sampel dengan menggunakan teknik purposive random sampling. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 62 siswa. Instrumen yang digunakan berupa angket pengetahuan moral seksual dengan r alpha =0,962, skala kematangan emosi dengan r alpha =0,918dan skala perilaku seksual dengan r alpha =0,95. Data dianalisis menggunakan teknik uji korelasi Regresi Ganda. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa: (1) ada hubungan negatif yang signifikan antara pengetahuan moral seksual dengan perilaku seksual (2) ada hubungan negatif yang signifikan antara kematangan emosi dengan perilaku seksual, dan (3) terdapat hubungan yang signifikan secara simultan antara pengetahuan moral seksual dan kematangan emosi dengan periaku seksual . Perilaku seksual mampu dijelaskan oleh pengetahuan moral seksual dan kematangan emosi dengan nilai R = 0,507, F = 10,216, sig = 0,000. Dengan nilai R adjust = 0,232, maka sumbangan efektif dari penelitian ini sebesar 23,2% dan sisanya 76,8% dari faktor lain. Berdasarkan hasil penelitian disarankan kepada pendidik dan orang tua, harus mampu mengarahkan putra putrinya agar memiliki pengetahuan moral seksual mengembangkan kematangan emosinya. Bagi Penelitian selanjutnya diharapkan menambahkan aspek lain, untuk meneliti faktor-faktor lainnya yang menjadi permasalahan dalam perilaku seksual yang semakin marak dilakukan oleh remaja, sehingga dapat memberikan solusi bagi permasalahan perkembangan remaja.
Tindak Tutur Guru Dalam interaksi Belajar Mengajar Di RA Muslimat NU 25 Lesanpuro Malang(Sebuah Analisis Deskripsi Komunikasi Antara Guru Terhadap Anak Didik Dalam Pengubahan Perilaku Siswa Yg Mengganggu Proses Belajar Di RA Muslimat NU 25 Lesanpuro Mlg)
ABSTRAK Rosdiana, Vira Fauziah. 2012. Tindak Tutur Guru Dalam interaksi Belajar Mengajar Di RA. Muslimat NU 25 Lesanpuro Malang (Sebuah Analisis Deskripsi Komunikasi Antara Guru Terhadap Anak Didik Dalam Pengubahan Perilaku Siswa Yang Mengganggu Proses Belajar Di RA. Muslimat NU 25 Lesanpuro Malang). Skripsi Jurusan Psikologi. Universitas Negeri Malang. Dosen Pembimbing : (I) Dr. Adi Atmoko, M.Si. (II) Dra. Nur Eva, S.Psi, M.Psi Kata Kunci : Tindak Tutur Guru Tindak tutur adalah unit tuturan minimal yang dapat berfungsi untuk berkomunikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis tindak tutur yang diterapkan di RA Muslimat NU 25 Lesanpuro dalam pengubahan perilaku yang mengganggu proses belajar mengajar. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan model penelitian deskriptif Basic and Generic Qualitatif Study. Lokasi penelitian ini adalah di RA Muslimat NU 25 Lesanpuro. Alat pengumpulan data yang digunakan adalah abservasi, wawancara, dan dokumentasi. Subyek dari penelitian ini adalah guru kelas tk B di RA Muslimat NU 25 Lesanpuro. Sedangkan obyek dari penelitian ini adalah siswa kelas tk B di RA Muslimat NU 25 Lesanpuro. Keseluruhan data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik analisis deskriptif, dan disusun menjadi kesimpulan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindak tutur guru dalam interaksi belajar mengajar di sekolah RA Muslimat NU 25 Lesanpuro adalah (1) tindak meminta, (2) tindak bertanya, (3) tindak memerintah, (4) tindak melarang, dan (5) tindak menasehati. Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan kepada guru RA Muslimat NU 25 Lesanpuro agar hasil penelitian ini hendaknya dapat dijadikan pertimbangan dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar siswa RA Muslimat NU 25 Sawojajar sehingga guru dapat mengubah perilaku siswa yang mengganggu proses belajar.