Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi
Not a member yet
    168 research outputs found

    Strategi Humas KPAI dalam Melaksanakan Tugas Pengawasan pada Kasus Bullying Terhadap Guru, Januari-April, 2019

    Full text link
    ABSTRACT November 2018, there was 1 report on the occurrence of bullying against teachers, then at the beginning of 2019, precisely January-April increased to 4 reports, the authors were interested in reviewing how the KPAI Public Relations Strategy can reduce the increase in bullying rates in carrying out supervisory tasks in bullying cases against teachers. This study aims to identify the KPAI Public Relations strategy in Carrying Out Supervision Tasks towards increasing cases of bullying against teachers. This research uses a qualitative research approach with descriptive methods. The author uses various sources in collecting data such as interviews, observations, and documentation involving 1 key informant and 2 informants. KPAI's Public Relations Strategy in Carrying Out Supervisory Tasks in the Case of Bullying Against Teachers, namely: strategy of publicity in the form of press conferences, strategy of persuations with cooperation built with various other parties such as regional Child Protection Commission (KPAD), Integrated Service Center for Empowering Women and Children (P2TP2A), and the Regional Technical Implementation Unit (UPTD), strategy of argumentation in the form of Publication in Social Media and Preaching to the Mass Media positively as a rival, and strategy of image by displaying environmental and social concern as an institution that is fast and responsive to every the case that was filed in the complaint. The conclusion of this research is that KPAI Public Relations uses the publicity and publication of the KPAI Public Relations Strategy in monitoring bullying cases against teachers. Publication on Social Media and News on websites, press conferences. While the role and efforts of KPAI Public Relations Guard the case & summarize the recommendations, Cooperate with other parties, and give a reprimand.   Keywords: PR Strategy, Bullying, Teachers. ABSTRAK November tahun 2018, masuk 1 laporan terjadinya bullying terhadap guru, lalu di awal tahun 2019 tepatnya Januari-April  meningkat menjadi 4 laporan, maka penulis tertarik untuk mengkaji bagaimana Strategi Humas KPAI dapat menekan naiknya angka bullying dalam melaksanakan tugas pengawasan pada kasus bullying terhadap guru. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi strategi Humas KPAI dalam Melaksanakan Tugas Pengawasan terhadap meningkatnya kasus bullying terhadap guru. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. penulis menggunakan berbagai sumber dalam pengumpulan data seperti wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan melibatkan 1 key informan dan 2 informan. Strategi Humas KPAI dalam Melaksanakan Tugas Pengawasan pada Kasus Bullying Terhadap Guru, yaitu : strategy of publicity berupa kegiatan konferensi pers, strategy of persuations dengan kerjasama yang dibangun kepada berbagai pihak lain seperti Komisi Perlindungan Anak daerah (KPAD), Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A), dan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD), strategy of argumentation berupa Publikasi di Sosial Media dan Pemberitaan kepada Media massa secara positif sebagai tandingan, dan strategy of image dengan menampilkan kepedulian terhadap lingkungan dan sosial sebagai lembaga yang cepat dan tanggap akan setiap kasus yang masuk di pengaduan. Kesimpulan dari penelitian ini Humas KPAI menggunakan publisitas dan publikasi Strategi Humas KPAI dalam pengawasan kasus bullying terhadap guru. Publikasi di Sosial Media dan Pemberitaan di website, konferensi pers. Sedangkan peran dan upaya Humas KPAI Mengawal kasus & merangkum rekomendasi, Bekerjasama dengan pihak lain, dan Memberikan teguran.   Kata Kunci: Strategi Humas, Bullying, Guru

    Komunitas Kicau Mania di Kota Depok dalam Menjalin Solidaritas Anggota

    No full text
    Rearing birds is a hobby that develops in the city of Depok. With this hobby, a bird lover community has emerged, one of which is the Chirping Mania Community of Depok. In this community there are many activities, including maintaining and preserving birds and holding exhibitions and competitions which later can also be an economic movement for the surrounding community. Some of these activities are often held to strengthen communication links of their members. The purpose of this study is to describe the communication patterns of the chirping mania depok community in building member solidarity and knowing the factors that influence the chirping mania community depok in maintaining solidarity. The method used in this research is qualitative. Where in this method the researcher used interview, observation, and documentation techniques. Bird enthusiast groups or commonly called chirping mania are increasingly popular nowadays. The rise of chirping context activity indicates the increasing interest in chirping birds also raises conservation awareness for chirping fans. The results of this study indicate that there is a primary communication pattern applied to the chirping mania community in Depok in maintaining solidarity through routine activities such as meetings, joint exercises, chirping birds contests and other social activities. In addition to the primary communication patterns, the Twitter mania community depok also applies a secondary communication pattern that is ongoing contact between members through social media Facebook, WhatsApp, and others

    Konstruksi Berita Politainment Anggota DPR RI Mulan Jameela dan Krisdayanti di Media Online

    Full text link
    The success of  fourteen artists to become members of the Indonesian Parliement 2019-2024 drew the attention of national media, including online media. However, some online media deliberately package this event in the form of politainment news. This is seen in the news about Mulan Jameela and Krisdayanti on Tribunnews.com and Detik.com. This research aims to find out the news construction of Mulan and Krisdayanti politainment news when officially appointed as a member of the Indonesian Parliament 2019-2024. The research method used is the Framing Zhongdang Pan and Gerald M. Kosicki. Pan Kosicki's framing device is divided into four large structures : syntactic structure, script structure, thematic structure, and rhetorical structure. The object of the research was the news texts Mulan and Krisdayanti as members of the Indonesian Parliament in Tribunnews.com and Detik.com in the October 2019 period. The results showed that the cognitive tools used by Tribunnews.com and Detik.com in coding information and interpreting events about Mulan and Krisdayanti as members of the Indonesian Parliament are constructed differently. The construction of Tribunnews.com and Detik.com tends to be more profitable for Krisdayanti than Mulan. The most highlighted side is the clothing choices used by Mulan and Krisdayanti, their relationship with each other's life partners to cases they have faced before. The success of Mulan and Krisdayanti in the Indonesian Parliement 2019-2024 was not so highlighted.   &nbsp

    Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Efektivitas Iklan Untuk Meningkatkan Niat Beli Konsumen

    Full text link
    Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh antara faktor-faktor iklan di media sosial (tampilan, repetisi, celebrity endorsement, konten, dan pilihan media) terhadap niat beli konsumen. Dengan mengetahui hal tersebut, penelitian ini dapat memberikan informasi penting bagi tenaga pemasar untuk meningkatkan niat beli konsumen melalui iklan yang ditampilkan melalui media sosial, terutama Instagram. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kuantitatif. Data dikumpulkan dari 327 responden, yang pernah melihat dan merespon iklan kosmetik yang ditampilkan di Instagram. Data dianalisis dengan regresi berganda. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa H1, H2, H3, H4, dan H5 diterima. Secara parsial, tampilan, repetisi, celebrity endorsement, konten, dan pilihan media dari sebuah iklan di Instagram memiliki pengaruh signifikan terhadap niat beli konsumen. Meskipun begitu, tiap faktor memiliki signifikansi yang berbeda. Faktor yang memiliki pengaruh paling signifikan adalah tampilan (0,287), diikuti dengan pilihan media (0,272), konten (0,246), repetisi (0,213), dan celebrity endorsement (0,162).   Keywords: Iklan, Media Sosial, Niat Bel

    Seduksi Seksual Dalam Berita Online: Tinjauan Politik Ekonomi Media Pada Pemberitaan Kasus Prostitusi Artis Vanessa Angel

    Full text link
    Prostitusi artis dalam pemberitaan telah menjadi sebuah seduksi informasi yang berhubugan dengan skandal .  Bahwa berita skandal bukan lagi memenuhi fungsi jurnalistiknya tetapi media menggnkan pemritaan skandal sebgai bentuk komoditas  melalui seduksi seksual sebagai sebuh nilai berita. Seduksi seksual secara teoritis adalah bentuk  konsumsi dari symbol symbol yang pada gilirannya memiliki konsekunsi politik ekonomi berupa bangkitnya nilai guna dan nilai tukar dari seduksi yang terjadi. Aritkel ini ingin menjelaskan logika politik ekonomi terhadap seduksi sexual di media massa online terkait kasus Vanessa Angel dan juga  politik ekonomi media dalam hubungan antar produksi teks dan konsumsi teks media terkait seduksi seksual ini. Maslah in akan dibahas menggnakan prepektif konsep teoritik seduksi dari jean baidrillard dan juga prepektif potik ekonomi.  Untuk menggali penjelasan dari masalah ini  metode yang digunakan dalam penjelasan teoritik pada artikel ini mengacu pada tinjaun teoritis dengan berbasis teori seduksi dari Baudrillard dan kerangka analisis  konsumsi dan produksi dari kajian politik ekonomi. Kajian ini menyimpulkan media menciptakan konfigurasi simbolik dalam hal ini seduksi seksual melalui berita prostitusi VA. Konsumsi media dibangkitkan oleh media dengan menyentuh libido dasar melalui seduksi ini, konfigurasi teks menunjukkan bahwa media berusaha menjadi seperti sebuah pasar persaingan media online untuk menyajikan kasus prostitusi. Dari logika komoditas tersebut, secara politik ekonomi, kasus prostitusi Vanesa Angel  diubah kedalam bentuk seduksi agar bisa di konsumsi secara aktif dan “beretika” oleh publik melalui sebuah kode budaya seksualitas yang dibungkus pemberitaan dengan meletakkan struktur penyajiannya pada pakem pakem penberitaan yang ujungnya adalah penjualan “media” (space dan konten serta layanan citra lain)

    Aktivitas Public Relations Di Mall Ciputra World Surabaya

    Full text link
    Peningkatan industri pusat perbelanjaan atau mall menjadi salah satu sektor penopang pertumbuhan perekonomian Indonesia. Maraknya mall memberikan kesempatan untuk para pelaku bisnis memasarkan produknya dan para konsumen untuk melakukan pembelian secara nyaman, sehingga perputaran ekonomi dapat terdorong. Perkembangan pusat perbelanjaan di Indonesia terjadi di berbagai kota salah satunya di kota Surabaya. Kini kota Surabaya menjadi kota yang memiliki mall terbanyak kedua setelah Jakarta. Salah satu pusat perbelanjaan di Surabaya yang berstandar high class mall adalah Ciputra World Surabaya. Ciputra World Surabaya mengusung sebuah konsep yaitu “The Magnificent World of Lifestyle”, untuk menggambarkan citranya sebagai pusat perbelanjaan yang tidak hanya mengakomodasi aktivitas shopping, melainkan dapat menjadi family mall yang menyajikan kualitas terbaik dalam hiburan, makan, dan rekreasi Dalam mempertahankan citranya tersebut, Ciputra World Surabaya mengandalkan aktivitas public relations yang menjadi salah satu kunci kesuksesan perusahaan. Berdasarkan fenomena tersebut, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui aktivitas public relations yang dilaksanakan oleh mall Ciputra World Surabaya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan metode pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa aktivitas public relations yang dilakukan oleh mall Ciputra World Surabaya terbagi menjadi tiga jenis yaitu corporate public relations, stakeholder relations dan marketing public relations. Diantara ketiga jenis aktivitas tersebut, yang paling dominan dilaksanakan adalah corporate public relations dan marketing public relations. Sedangkan aktivitas stakeholder relations masih belum banyak dilakukan dan membutuhkan pengembangan kedepannya

    Hiperealitas Media Pada Pemilihan Umum Indonesia Tahun 2019

    Full text link
    Pemilihan Umum (Pemilu) Indonesia tahun 2019 bisa jadi merupakan pemilu yang paling banyak menyita perhatian publik. Pada tahun 2014 silam, Prabowo Subianto dan Joko Widodo juga telah berhadapan dalam pemilihan presiden yang dimenangkan oleh pihak Joko Widodo sebesar 53.15 % suara. Pemilu tahun 2019 kali ini diwarnai carut marut pemberitaan, mulai dari debat masing-masing pasangan calon, debat para pendukung, hasil hitung yang berbeda pada masing-masing lembaga survey. Masing-masing calon mengklaim kemenangan pihaknya, media menunjukkan keberpihakan secara terang-terangan. Hal ini menimbulkan kegaduhan dimana-mana, masyarakat dibuat binggung, disini terjadi hiperealitas dimana yang di dalamnya merupakan sebuah kepalsuan yang berbaur dengan kenyataan; masa lalu berbaur dengan masa kini; fakta bersimpang siur dengan rekayasa; tanda melebur dengan realitas; dusta bersenyawa dengan kebenaran. Kategori kebenaran, kepalsuan, keaslian, isu-isu, dan realitas seakan-akan tidak berlaku lagi didalam dunia seperti itu. Dengan menggunakan metode studi kepustakaan, penulis mencoba menganalisis gambaran hiperealitas media dalam kasus pemilu 2019. Objek penelitian ini adalah dokumen cetak dan online. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemilu 2019 merupakan pemilu terparah dengan hiperelitas media yang sangat tinggi. Kecurangan disiarkan secara nyata dimana masing-masing pihak merasa benar dengan data yang direkayasa. Masyarakat mau tidak mau dipaksa menerima, mengkonsumsi dan mengkonstruksi sendiri informasi yang diterima. Hiperealitas media pada pemilu 2019 sangat berpotensi merusak kesatuan bangsa

    Dampak Komodifikasi Terhadap Tari Tradisi Sebagai Media Komunikasi : The Impact Of Commodification in Traditional Dance as A Communication Media

    Full text link
    Salah satu fungsi tari adalah menjadi media komunikasi antara pencipta tari dengan para audiens. Dewasa ini, tari bukan hanya sebagai media komunikasi sang pencipta tari, melainkan menjadi sebuah barang komoditas. Hal ini dikarenakan industri budaya yang telah berubah menjadi "hubungan masyarakat" tanpa memerhatikan pihak yang memproduksinya. Penelitian ini berfokus pada dampak komodifikasi terhadap tari tradisi sebagai media komunikasi yang membahas tentang fenomena tari Bedhaya di Jakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara, observasi dan studi dokumen terkait dengan tari Bedhaya. Data dianalisis menggunakan teori industri budaya dan teori komunikasi budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tari Bedhaya pada zaman dahulu hanya dapat dinikmati oleh elit dan orang-orang kerajaan (Keraton), tetapi dewasa ini dapat ditampilkan di mana saja dan dinikmati oleh siapa saja. Di Jakarta, tari Bedhaya ditampilkan di pesta pernikahan dengan nuansa tradisional Jawa untuk menyambut tamu undangan. Tari Bedhaya yang ditampilkan pada upacara pernikahan bukanlah Bedhaya Ketawang, yang hanya ditampilkan pada upacara kenaikan raja di Istana, tetapi versi lain dari Bedhaya di layar komersial yaitu Bedhaya Ela-ela

    Teori Kekayaan Media dalam Penggunaan Media Sosial Twitter Sebagai Media Komunikasi Pejabat Publik

    Full text link
    Beberapa tahun ini, media sosial mengubah pola komunikasi politik karena banyak dipilih oleh pemerintah dan politisi untuk menyampaikan informasi dan membangun citra diri. Sebagai media penyampai pesan, Twitter tentunya memiliki kelebihan dan keterbatasannya sendiri. Salah satu keterbatasannya adalah fitur blokir yang baru-baru ini menimbulkan naiknya tagar #GerakanBlokirFadjroel di Twitter. Tagar tersebut muncul karena seorang pengguna Twitter mengungkapkan bahwa dirinya diblokir oleh Fadjroel Rahman, juru bicara Presiden Jokowi. Meski begitu, Twitter juga memiliki banyak kelebihan untuk mendukung political public relation, seperti mendukung E-goverment, lebih dekat dengan masyarakat, menyediakan opsi umpan balik yang beragam, kecepatan informasi dan lain sebagainya. Hasil penelitian ini menemukan media Twitter adalah media yang tepat digunakan oleh pejabat publik di era digital, namun penggunaan fitur blokir di twitter wajib dihindari oleh pejabat publik karena melanggar hak dasar konstitusional warga negara. Keyword: Teori kekayaan media, Twitter, media sosial, hubungan masyarakat pemerinta

    Special Event Management Dalam Membangun Social Identity

    Full text link
    Event dapat dipahami sebagai serangkaian kegiatan yang diselenggarakan baik itu oleh individu maupun oleh sekelompok orang, yang memiliki tujuan dan maksud tertentu sehingga mencapai tujuan yang hendak diperoleh melalui agenda tersebut. Sisi sosial juga penting dalam event yang diadakan sehingga pengunjung dapat secara serentak berkumpul untuk mengikuti kegiatan dalam rangka menjalin silaturahmi sekaligus merayakan momen tertentu. Maka dari itu peneliti ingin mengkaji bagaimana implementasi special event management yang dilakukan oleh Pelaksana kegiatan kaitannya dengan membangun Identitas Sosial. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-kualitatif. Metode ini digunakan untuk menggambarkan situasi sosial yang diteliti dengan meliputi aspek tempat (place), pelaku (people), dan aktivitas (activity) yang saling berkaitan secara sinergis. Sumber data penelitian dalam penelitian kualitatif mengenai strategi Special Event Management dalam membangun Social Identity ini terdiri dari data primer dan data sekunder. Data Primer diperoleh dari hasil wawancara dengan subyek penelitian serta pelaksana lain yang terlibat dalam kegiatan yang diadakan tersebut. Data Sekunder pada penelitian ini adalah data dokumentasi hasil penelusuran peneliti. Hasil penelitian ini adalah dalam keterlibatan special event, identitas sosial dapat dibangun dengan rasa kekeluargaan dan berkaitan dengan tren terkini. Selain itu, aktualisasi diri menjadi dasar dalam identitas sosial ini, dan terdapat utilitarianisme yang ingin diperoleh dari special event. &nbsp

    157

    full texts

    168

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇