Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi
Not a member yet
168 research outputs found
Sort by
Transformasi Digital TVRI Sulawesi Selatan Manfaatkan Fitur Siaran Langsung Platform Media Sosial
Television of the Republic of Indonesia, South Sulawesi, carried out a digital transformation by utilizing social media platforms for live broadcasts. Utilization of social media platforms to respond to media transformation in TVRI. This research was conducted with the aim of answering research questions, namely (1) Why does TVRI South Sulawesi utilize the live broadcast feature of social media platforms? and (2) How does South Sulawesi TVRI take advantage of the live broadcast feature of social media platforms? This study involved 4 informants who are leaders and employees of TVRI South Sulawesi. The results of the study found that TVRI South Sulawesi utilized the live broadcast feature on 3 social media platforms, namely Facebook, YouTube, and Instagram. This innovation was carried out as an effort to strengthen the distribution reach of news produced by TVRI South Sulawesi. As evidenced by the live broadcast feature of social media platforms, it can make it easier for the public to access information in real time as long as they are connected to the internet
Literasi Media Sosial Pemberitaan Covid-19: Perspektif Generasi Z Kota Bandar Lampung
ABSTRACT
Media literacy is an ability that not only involves the ability to use ICT (Information, Communication and Technology), but also the ability to socialize and have attitudes, think critically and creatively as digital competencies. This study aims to find out whether social media literacy about covid 19 news in Bandar Lampung city can influence the perception of generation Z people so that there is a change in attitude. The research method used is a descriptive qualitative method with observation and dissemination of questionnaires. The data that has been collected is calculated in the form of a percentage which is intended to find out the status of something that is presented and presented in the form of a percentage and then interpreted into qualitative sentences. The results of this study show that media literacy about Covid-19 news has a positive effect on public perceptions in forming attitudes, this result is supported because Generation Z of Bandar Lampung City has technological capabilities and is digitally proficient in social media. .
Keywords: Gen-Z Perspective; Media Literacy; Sense Extension Theory
ABSTRAK
Literasi media merupakan kemampuan yang bukan hanya melibatkan kecakapan menggunakan TIK (Teknologi, Informasi dan Komunikasi), melainkan juga kemampuan memiliki sikap dan bersosialisasi, kritis dalam berpikir dan sebagai kompetensi digital dapat kreatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah literasi media sosial tentang pemberitaan Covid 19 di kota Bandar Lampung mampu mempengaruhi persepsi masyarakat generasi Z sehingga terjadinya perubahan sikap. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif dengan observasi dan penyebaran angket. Data yang telah terkumpul disajikan dengan bentuk presentase bertujuan untuk mengetahui status yang dipresentasekan dan disajikan berwujud presentase kemudian ditafsirkan menjadi kalimat yang bersifat kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Literasi media tentang pemberitaan Covid 19 berpengaruh positif terhadap persepsi masyarakat dalam pembentukan sikap, hasil ini di dukung karena Generasi Z Kota Bandar Lampung memiliki kemampuan teknologi dan cakap digital dalam media sosial.
Kata Kunci: Literasi Media; Perspektif Gen-Z; Sense Extention Theory
 
Difusi Inovasi Program Digital Payment di Desa Kanekes Baduy
Manusia sebagai bagian dari masyarakat memiliki kemampuan dalam beradaptasi dengan lingkungan sosial. Munculnya Industri 4.0 mengharuskan penggunaan teknologi secara maksimal. Kini berbagai aspek kehidupan masyarakat termasuk kegiatan ekonomi juga mulai bergeser menyesuaikan dengan perkembangan teknologi. Salah satu kegiatan ekonomi berbasis digital yang kini banyak digunakan oleh masyarakat adalah pembayaran digital (digital payment). Masyarakat Baduy menjadi salah satu masyarakat yang mulai beradaptasi dengan kebiasaan baru tersebut. Namun, perubahan tersebut memerlukan suatu pendekatan khusus mengingat masyarakat Baduy masih sangat kental dengan nilai-nilai adatnya. Beberapa dari mereka mengaku sudah terbiasa dengan sistem pembayaran digital. Penyesuaian ini dilakukan salah satunya sebagai upaya memajukan Baduy sebagai desa wisata. Warga asli Baduy diharuskan melakukan penyesuaian terhadap perkembangan teknologi sehingga dapat memajukan Baduy. Oleh karena itu, untuk melakukan pergeseran terhadap suatu budaya di masyarakat diperlukan adanya sosialisasi inovasi yang akan ditawarkan. Dalam teori difusi inovasi, baru hanya dapat diterima apabila sesuai dengan karakteristik masyarakat. Penelitian ini ditunjang dengan model kualitatif. Pastikan kualitatif dipilih dengan mempertimbangkan objek penelitian, yaitu masyarakat Baduy. Sebagai hasilnya, para pelaku bisnis mencoba mengembangkan usaha dengan pembayaran digital. Beberapa dari mereka bahkan telah menyediakan sistem pembayaran melalui kode QR. Namun, sebagian besar juga mengaku belum terbiasa dengan sistem pembayaran digital dan tetap mengikuti perdagangan melalui transaksi tradisional
Analisis Pemanfaatan Media Humas Digital Dalam Menciptakan Interaksi Dengan Followers di Intagram @bloomka_id
ABSTRACT
Advances in technology and information have made many companies or businesses run digital public relations activities with the help of the internet by utilizing social media. The goal to be achieved in this research is to see the results of the analysis of the use of digital public relations media in creating interactions with followers on Instagram @bloomka_id. The analysis method that the researcher uses is descriptive qualitative research is carried out more on someone's opinion about an object of research with interview data collection techniques from sources representing the Bloomka company which has the task of acquiring Bloomka's digital media, one of which is Instagram social media.
Keywords: Interaction, Digital Media, Public Relations.
ABSTRAK
Kemajuan teknologi dan informasi membuat banyak perusahaan atau pembisnis menjalankan kegiatan kehumasan secara digital dengan bantuan internet dengan memanfaatkan media sosial. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini ialah untuk melihat hasil analisis pemanfaatan media humas digital dalam menciptakan interaksi dengan followers di Instagram @bloomka_id. Metode penelitian yang peneliti gunakan adalah kualitatif deskriptif penelitian yang dilakukan lebih kepada pendapat seseorang tentang suatu objek penelitian dengan teknik pengumpulan data wawancara narasumber yang mewakili perusahaan Bloomka yang mempunyai tugas mengoleh media digital Bloomka yang salah satunya adalah media sosial Instagram.
Kata Kunci: Interaksi, Media Digital, Public Relations
Pola Komunikasi Antarbudaya Dalam Penyelesaian Konflik Rumah Tangga Pada Pasangan Kawin Campur Indonesia – Turki Di Istanbul
ABSTRAK
Perkawinan campuran yang terjadi di antara individu yang memiliki latar belakang etnis yang berbeda, membuat individu memiliki dinamika unik dan tantangan yang akan dijalani. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan motif, pengalaman, makna atau komunikasi antar budaya yang dilakukan oleh pasangan kawin campur Indonesia-Turki yang tinggal di Istanbul. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode fenomenologi yang digunakan untuk mengkaji, menggali dan mengungkap kesamaan makna dari sebuah konsep atau fenomena yang menjadi pengalaman hidup sekelompok individu yang mengalaminya secara langsung. Teknik pengumpulan data yang digunakan melalui observasi dan wawancara. Subjek pada penelitian ini adalah pasangan kawin campur Indonesia-Turki sebanyak delapan orang suami istri yang tinggal di Istanbul Turki, yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa konflik dalam rumah tangga pasangan kawin campur Indonesia Turki dipengaruhi oleh perbedaan budaya. Perbedaan budaya dapat diatasi dengan komunikasi secara dua arah, langsung, dan terbuka sehingga memunculkan adanya toleransi dan negoisasi pada kedua belah pihak agar tidak terjadi konflik berkelanjutan.
ABSTRACT
Mixed marriages that occur between individuals with different ethnic backgrounds make individuals have unique dynamics and challenges. This research aims to determine the motives, experiences, meanings, or intercultural communication carried out by Indonesian-Turkish intermarried couples living in Istanbul. The research method used is phenomenological, exploring and revealing the similarity of meaning of a concept or phenomenon that becomes the life experience of a group of individuals who directly experience it. The data collection is through observation and interviews. This study's subjects were eight Indonesian-Turkish intermarried couples living in Istanbul, Turkey, which was selected by purposive sampling technique. The research results show that cultural differences influence the conflict in the household of intermarried couples between Indonesia and Turkey. However, cultural differences can be overcome by two-way, direct, and open communication so that there is tolerance and negotiation on both sides and no ongoing conflict.
 
Transmisi Pesan Dalam Digitalisasi – Analisis Penggunaan Media Sosial Oleh Dokter Tifa
Doctor Tifa is of a social media activist with such high credibility to the point her posts were used by other mass media as a source of information. There was a shocking post regarding Jokowi’s “fake certificates” on October 2022. These posts were the last time Doctor Tifa received her most news exposure and was seen on social media. The research is aimed to identify how Doctor Tifa constructs the “fake certificate” message to the audience and creates a digital phenomenon. The qualitative study uses the Message Transmission Theory by Shannon and Weaver and uses a text analysis of Doctor Tifa’s latest posts on social media. The research data displayed that Doctor Tifa purposefully attempted to defame President Jokowi by constructing “fake certificates” messages on social media. Digital messages are capable of being distributed quickly and widely, which gives birth to a new phenomenon in the digital world.
Keywords: Social Media; Message Transmission Theory; Content Analysis; Defamation
ABSTRAK
Dokter Tifa memiliki salah satu akun media sosial dengan kredibilitas tinggi sehingga banyak media massa menggunakan unggahannya sebagai sumber informasi. Salah satu unggahan Dokter Tifa tentang “ijazah palsu” Jokowi mengguncangkan media massa pada bulan Oktober 2022. Kumpulan unggahan tersebut menjadi kali terakhir Dokter Tifa mendapatkan perhatian media terbanyak dan juga kali terakhir beliau terlihat dalam media sosial. Penelitian ini ditujukan untuk menginterpretasi konstruksi pesan “sertifikat palsu” oleh Dokter Tifa di media sosial. Penelitian kualitatif ini menggunakan Teori Transmisi Pesan oleh Shannon dan Weaver dengan analisis wacana sebagai metode penelitian untuk mengkaji unggahan Dokter Tifa dalam media sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dokter Tifa dengan sengaja berusaha untuk merusak citra Presiden Jokowi dengan merancang pesan “ijazah palsu” dalam media sosial. Pesan digital dapat terdistribusi secara luas dalam waktu yang singkat, sehingga unggahan tersebut mampu melahirkan sebuah fenomena dalam dunia maya.
 
Analisis Wacana Kritis Teks Berita Konser Dan Acara Besar Boleh Kembali Digelar Pada Portal Berita Kompas
Mass media is a tool to convey information in the era of globalization. Mass media can also means as of delivering the results of journalistic activities. The results of this journalistic activities can be written in print or electronic form. Besides being easy to access, electronic mass media or online media is one of the easiest types of mass media to obtain and can be easily spread widely. One of these online media is Kompas.com. This research is using a qualitative research method with the critical analysis discourse method of Teun A. Van Dijk. This study focuses on analyzing four news discourses on the Kompas.com news portal with the theme of the return of allowing concerts and big events. In this analysis, there are several structures analyzed, such as: macro structure, superstructure, semantic microstructure, syntactic microstructure, stylistic microstructure and rhetorical microstructure. From this research, there are guidelines and studies that must be obeyed to and carried out before holding concerts and large events. In addition, concerts and major events cannot be held evenly in all regions, due to differences in the rules and levels of PPKM in each region. Although the Minister of Communications and Informatics, Johnny G. Plate, suggested that there should be concerts and big events so that residents can live on with their activities as usual. The government is still expected not to rush into allowing concerts and large events to be held. This is because the government must remain alert in order to avoid transmission and a spike in the high number of Covid-19 cases
Strategi Digital Branding Pariwisata 4.0 Kota Semarang Melalui Pendekatan “Brand Hexagon”
Perdaban digital tentunya memberi impak di berbagai sektor salah satunya di bidang Pariwista, di sektor pariwisata, era revolusi industri 4.0 berdampak pada munculnya transformasi digital yang menjadi penyebab lahirnya tourism 4.0. Penelitian ini bertujuan untuk mengrtahui langkah-langkah strategis kota Semarang dalam membangun digital branding Pariwisata 4.0. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, adapun tek pengumpulan datanya adalah menggunakan observasi, wawaranca, dokumentasi dan studi pustaka. Analisa data dalam penelittian menggunakan metode brand hexagon. Hasil penelitian menunjukan bahwa dinas pariwista telah menggunakan beberapa platform digital seperti website, social media dan aplikasi smartphone sebagai penunjang promosi dan langkah strategi dalam memaksimal pariwisata kota Semarang. Selain itu aplikasi Smart City Lunpia menjadi media informasi berbasis digital sebagai upaya nyata dalam kesiapan menyambut tourism 4.0
Hambatan Komunikasi Antarbudaya Mahasiswa Baru di Media Virtual
Pandemi Covid-19 memaksa pemerintah mengeluarkan sebuah kebijakan yang sifatnya membatasi interaksi masyarakat untuk menghambat adanya penularan. Kebijakan tersebut diterapkan pada segala bidang kehidupan manusia termasuk dibidang pendidikan. Melalui surat edaran yang dibuat oleh Kemendikbud dan Kemenag, perbelajaran dan perkuliahan tatap muka ditiadakan sementara dan diganti dengan cara virtual. Salah satu kampus yang menerapkan sistem daring atau kuliah virtual yakni UIN Walisongo Semarang. Bahkan pihak kampus juga melakukan pembatasan interaksi baik dikalangan dosen dan mahasiswa maupun mahasiswa dengan mahasiswa. Hal tersebut tentu menjadi problem tersendiri dikalangan mahasiswa baru yang notabennya belum
mengenal dunia kampus sebab masih dalam proses peralihan dari siswa kemahasiswa, apalagi lingkup pertemanannya tentu hanya sebatas satu wilayah domisili yang memiliki etnis yang sama, berbeda sekali saat menjadi seorang mahasiswa yang lingkup wilayah dan etnisnya lebih beragam baik dari segi sifat, budaya dan lain sebagainya. Sehingga hal tersebut sangat berpotensi menimbulkan hambatan-hambatan dalam komunikasi antar budaya dikalangan mahasiswa baru sebab interaksi mereka dibatasi dan hanya melalui komunikasi virtual. Fokus penelitian ini yakni pada mahasiswa baru etnis Aceh dan Jawa prodi ilmu falak kelas B1. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hambatan komunikasi antara budaya dikalangan mahasiswa baru etnis Aceh dan Jawa prodi ilmu falak dikelas B1 ketika berinteraksi melalui media virtual. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualititatif dengan pendekatan purposive sampling. Hasil penelitiannya adalah ditemukan empat hambatan yakni hambatan terkait bahasa, presepsi, stereotip dan keterasingan
Penggunaan Multiple Account Media Social Instagram sebagai Dramaturgi Pada Perempuan Milenial
ABSTRAK
Saat ini hampir segala aspek kehidupan manusia didominasi oleh penggunaan internet, tak terkecuali dalam melakukan komunikasi. Komunikasi menjadi lebih menyenangkan dan mudah karena hadirnya berbagai media sosial, seperti salah satunya adalah media sosial instagram. Platform ini semakin hari menawarkan berbagai fitur yang menarik bagi para penggunanya, awalnya instagram digunakan untuk berkomunikasi dengan pengguna lainnya namun kini sudah menjadi ajang untuk eksistensi diri dan representasi diri bagi para penggunanya, khususnya pengguna perempuan. Fitur yang dimaksud adalah fitur switch account, adanya fitur ini pengguna bisa menggunakan akun instagram lebih dari satu dengan waktu bersamaan. Pada akun utamanya mereka akan menunjukkan sisi terbaiknya atau melakukan branding kepada khalayak sedangkan pada akun kedua mereka akan menampilkan diri mereka apa adanya. Tujuan penelitian ini adalah ingin mencari tahu bagaimana penggunaan multiple account media sosial instagram sebagai dramaturgi pada perempuan milenial. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan
pendekatan fenomenologi. Informan penelitian dipilih secara acak sebanyak 7 orang mahasiswa perempuan, dengan usia 19-21 tahun. Teori yang dipilih adalah teori dramaturgi yang dicetuskan Erving Goofman. Teori ini menjelaskan bagaimana panggung depan (front stage) dan panggung belakang (back stage) layaknya kehidupan sosial manusia dalam sebuah pertunjukan teater. Hasil penelitian mengungkapkan penggunaan media sosial instagram sebagai dramaturgi menunjukkan hasil yang berbeda-beda pada tiap informan, karena sertiap manusia memiliki kepribadian yang tidak sama. Penelitian ini dapat disimpulkan melalui akun utamanya para informan akan memperlihatkan karakter ideal layaknya pengguna instagram yang lain agar dapat diterima oleh khalayak, sedangkan pada akun kedua kebanyakan informan menggunakannya untuk membagikan postingan yang tidak bisa ia bagikan di akun pertamanya karena postingan dinilai kurang pantas