Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi
Not a member yet
168 research outputs found
Sort by
Efektivitas Instagram @cerita_asahan Dalam Penyebaran Informasi Bagi Masyarakat Kisaran
Penelitian ini bertujuan melusuri efektivitas akun Instagram @cerita_asahan efektif dalam menyebarkan informasi kepada masyarakat Kisaran. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus yang difokuskan pada satu objek, yaitu akun @cerita_asahan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Partisipan dipilih melalui teknik purposive sampling berdasarkan kriteria tertentu. Analisis data dilakukan berdasarkan tahapan dalam model Miles dan Huberman yang terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akun @cerita_asahan efektif dalam menyampaikan informasi lokal yang aktual, relevan, dan mudah dipahami. Efektivitas tercermin melalui tingginya interaksi, luasnya jangkauan konten, dan dampak langsung terhadap perilaku pengguna, seperti meningkatnya kewaspadaan serta keterlibatan dalam kegiatan di lingkungan sekitar. Temuan dianalisis menggunakan teori Uses and Effect yang menunjukkan adanya efek kognitif, afektif, dan perilaku terhadap para pengikut. Akun @cerita_asahan berperan penting sebagai sumber informasi digital lokal yang dipercaya dan dimanfaatkan oleh masyarakat Kisaran. Kendala yang dihadapi berkaitan dengan tantangan dalam menjaga kredibilitas akun, seperti validitas informasi ditingkatkan melalui pencantuman sumber resmi dan konten yang belum terverifikasi perlu dicegah guna menjaga kepercayaan publik terhadap informasi yang disampaikan
Strategi Kampanye SLB Negeri Bekasi Jaya dalam Meningkatkan Kesadaran Publik tentang Kesetaraan Hak Penyandang Tunarungu di Kota Bekasi
ABSTRACT This study aims to support the fulfillment of the rights of individuals with hearing impairments in the city of Bekasi. The background of this research is the communication barriers between individuals with hearing impairments (deaf peers) and the broader community (hearing peers), which often lead to feelings of inferiority and suspicion toward the deaf. This results in difficulties in communication and socializing, as well as affecting their opportunities for equal acceptance in society, including in the workforce. Therefore, this study designs a social campaign using poster media to raise public awareness of the rights of the deaf and create opportunities for them to participate equally in social and professional life. The research method used is a descriptivequalitative approach, through observation and direct interviews with relevant informants, including school officials and a student from the school. The paradigm employed is constructivism, which emphasizes how individuals or groups form their understanding and interpretation of the world, including the issues of equal rights and abilities of individuals with disabilities. The data collected are then analyzed descriptively to provide an in-depth overview of the challenges faced by individuals with hearing impairments in Bekasi. The research findings indicate a significant potential among individuals with hearing impairments to develop skills that align with their interests and talents, thus opening up broader career opportunities. Ultimately, this study can raise awareness in the city of Bekasi about the rights of individuals with hearing impairments. Additionally, this research also creates opportunities for individuals with hearing impairments to work in various fields, enabling them to contribute economically to their families. Keywords: Campaign Strategy; SLB Negeri Bekasi Jaya; Deaf Community
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendukung pemenuhan hak penyandang tunarungu, di Kota Bekasi. Latar belakang penelitian ini adalah adanya hambatan komunikasi antara penyandang tunarungu (teman tuli) dan masyarakat luas (teman dengar), yang sering menimbulkan perasaan rendah diri dan rasa curiga pada teman tuli. Hal ini mengakibatkan kesulitan dalam berkomunikasi dan bersosialisasi, serta mempengaruhi peluang mereka untuk diterima secara setara dalam masyarakat, termasuk di dunia kerja. Oleh karena itu, penelitian ini merancang kampanye social dengan menggunakan media publikasi poster untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap hak-hak teman tuli dan membuka peluang mereka untuk berpartisipasi secara setara dalam kehidupan sosial dan profesional. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif-kualitatif, melalui observasi dan wawancara langsung dengan informan terkait yakni pihak sekolah dan juga salah satu siswa sekolah. Sedangkan paradigma yang digunakan adalah konstruktivisme. Paradigma ini menekankan pada cara individu atau kelompok membentuk pemahaman dan interpretasi mereka tentang dunia, termasuk mengenai kesetaraan hak dan kemampuan penyandang disabilitas. Data yang dikumpulkan kemudian dianalisis secara deskriptif untuk menghasilkan gambaran mendalam terkait permasalahan yang dihadapi penyandang tuna rungu di Kota Bekasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya potensi besar dari penyandang tuna rungu untuk mengasah keterampilan yang sesuai dengan minat dan bakat mereka, sehingga dapat membuka peluang karier yang lebih luas. Pada akhirnya penelitian ini dapat meningkatkan kesadaran Masyarakat di Kota Bekasi, terhadap hak-hak penyandang tuna rungu. Selain itu, penelitian ini juga mampu membuka kesempatan bagi penyandang tuna rungu untuk bekerja di berbagai bidang, sehingga dapat berkontribusi secara ekonomi bagi keluarga mereka. Kata Kunci: Strategi Kampanye; SLB Negeri Bekasi Jaya; Teman Tuna Rung
Peran Aplikasi Tiktok Dalam Mengedukasi Bahasa Isyarat Melalui Komunikasi Formal Informal Dan Simbolik
Aplikasi TikTok mengalami peningkatan jumlah pengguna aktif di Indonesia dari tahun 2020 setelah adanya pandemi. Hal ini menjadikan aplikasi TikTok sebagai media alternatif masyarakat untuk memperoleh hiburan dan dimanfaatkan sebagai media bagi para pengajar dalam memberikan edukasi. Rezki Achyana merupakan salah satu pengajar Bahasa Isyarat yang memanfaatkan media sosial TikTok sebagai wadah untuk mengedukasi dengan akun @rezkiachyana. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui
Peran Media Sosial Tiktok Akun Rezki Achyana dalam Mengedukasi Bahasa Isyarat Bersama Teman Tuli. Pada penelitian ini menggunakan pola komunikasi formal, informal dan simbolik dengan pendekatan kualitatif dan menggunakan alat pengambilan data melalui wawancara online. Sumber penelitian ini dengan mengambil 5 orang informan dengan menggunakan teknik purposive sampling. Adapun key informan yaitu narasumber teman tuli pada akun TikTok Rezki Achyana dan Juru Bahasa Isyarat selaku teman dengar. Teori yang digunakan yaitu Teori Persamaan Media dan Teori Determinisme Teknologi. Hasil dari penelitian ini akun TikTok Rezki Achyana memiliki peran yaitu Pertama, media sosial TikTok Rezki Achyana dapat dijadikan sebagai media untuk menyalurkan informasi tentang Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO) kepada semua pengguna TikTok. Kedua, sebagai media memperkenalkan budaya tuli. Ketiga, sebagai media promosi kelas Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO) yang diadakan oleh Para Kerja. Keempat, menjadikan media untuk mencurahkan isi hati. Kelima, sebagai media untuk bersosialisasi bagi teman tuli dan teman dengar
Strategi Digital Branding dalam Konten Facebook Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Barat
Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Barat merupakan lembaga pemerintah yang bertanggung jawab dalam pelaksanaan kegiatan perstatistikan di Jawa Barat. Namun demikian, nama instansi BPS Provinsi Jawa Barat kurang dikenal oleh masyarakat. Akibatnya, masih dijumpai sebagian masyarakat yang menolak didata oleh petugas sensus/survei dari BPS Provinsi Jawa Barat. Hal ini berdampak pada rendahnya response rate kegiatan sensus/survei tersebut dan kualitas data statistik yang dihasilkan. Untuk itu, BPS Provinsi Jawa Barat melakukan berbagai upaya agar masyarakat Jawa Barat lebih mengenal instansi BPS Provinsi Jawa Barat. Salah satunya adalah dengan melakukan strategi digital branding di media sosial. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis strategi digital branding yang dilakukan oleh BPS Provinsi Jawa Barat. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, pengamatan, dan dokumentasi terhadap Tim Humas BPS Provinsi Jawa Barat. Dari hasil penelitian terungkap bahwa BPS Provinsi Jawa Barat melakukan strategi digital branding melalui platform media sosial Facebook. Platform tersebut dipilih karena Facebook lebih fleksibel untuk konten dengan format yang beragam seperti teks, gambar, video, maupun tautan website. Sedangkan dari sisi konten, BPS Provinsi Jawa Barat membuat kategori konten yang terdiri dari konten rilis data statistik menggunakan infografik, konten edukasi, kuis interaktif, kegiatan kedinasan, dan informasi lainnya. Strategi ini dapat dikembangkan lagi dengan berkolaborasi dengan instansi pemerintah lainnya agar BPS Provinsi Jawa Barat dapat dikenal lebih luas lagi oleh masyarakat Jawa Barat
Analisis Respons Publik di Media Sosial Terhadap Proses Legislasi RUU TNI Dalam Kerangka Demokrasi Deliberatif
This article analyzes public responses to the legislative process of the revision of the Indonesian National Armed Forces Law (RUU TNI), highlighting a gap between public rejection and the political decision to proceed with its ratification. Using a qualitative-critical approach and the framework of deliberative democracy, the study draws on secondary data from Social Network Analysis (SNA) by Drone Emprit. Findings show that 81% of public sentiment in digital spaces was negative, driven by concerns over the return of the military’s dual function and the lack of public participation in the legislative process. This reflects a legitimacy crisis, as deliberative democracy emphasizes that legal validity must be accompanied by public engagement and acceptance. The article contributes to the discourse on weak policy communication and the urgent need to open deliberative spaces in public policymaking. However, the study relies on digital data, which may not fully capture the broader spectrum of societal aspirations. Future research should adopt a communication ethnography approach and conduct quantitative studies on public perceptions across regions to gather more geographically and demographically representative data.
ABSTRAK
Artikel ini menganalisis respons publik terhadap proses legislasi Revisi Undang-Undang Tentara Nasional Indonesia (RUU TNI), yang menunjukkan ketimpangan antara penolakan publik dan keputusan politik untuk tetap mengesahkannya. Menggunakan pendekatan kualitatif-kritis dan kerangka demokrasi deliberatif, studi ini memanfaatkan data sekunder dari Social Network Analysis (SNA) oleh Drone Emprit. Temuan menunjukkan bahwa 81% sentimen publik di ruang digital bersifat negatif, dipicu oleh kekhawatiran terhadap kembalinya dwifungsi TNI dan minimnya partisipasi publik dalam proses legislasi. Kondisi ini merefleksikan krisis legitimasi, karena dalam demokrasi deliberatif, legalitas formal tidak cukup tanpa keterlibatan dan penerimaan masyarakat. Artikel ini berkontribusi pada diskursus tentang lemahnya komunikasi kebijakan dan urgensi membuka ruang deliberatif dalam legislasi publik. Keterbatasan kajian terletak pada basis data digital yang belum mencerminkan keseluruhan spektrum aspirasi masyarakat. Studi lanjutan disarankan menggunakan pendekatan etnografi komunikasi atau kajian kuantitatif terhadap persepsi masyarakat lintas wilayah untuk memperoleh data yang lebih representatif secara geografis dan demografis.
Intervensi Sosial Sebagai Strategi Komunikasi Dalam Menurunkan Stunting di Sidoarjo Jawa Timur
The stunting rate decreased by 2.8%, which was 21.6% in 2022 compared to 24.4% in 2021. The decline is a positive development, but it is still above the threshold set by the World Health Organization (WHO) which should not exceed 20%. This shows that the problem of stunting in Indonesia still requires serious attention. The purpose of the study was to understand social intervention as one of the communication strategies in reducing stunting rates in Sidoarjo Regency. Interventions in communication for social and behavioral change include various methods such as interpersonal communication, the utilization of mass media, and community mobilization and its social aspects. Qualitative research approach with constructivism paradigm. The data collection method was an in-depth interview with 4 resource persons, namely a public relations officer of the Sidoarjo Regency Health Office and three mothers who were the target audience for reducing stunting rates. The results showed that efforts to reduce stunting were carried out through two social interventions, namely specific nutrition interventions to address direct causes and nutrition-sensitive interventions to address indirect causes. Social interventions are carried out in a convergent manner with an emphasis on handling the causes of nutritional problems. Social and behavioral change communication approaches are used to raise awareness about stunting so as to encourage pregnant women and stunted children to improve nutrition and behave healthily
Peran Komunikasi Keluarga dalam Membangun Resiliensi Remaja Madya Fatherless di Jakarta Barat
This article aims to explain how family communication resilience is formed in middle adolescents experiencing fatherless conditions. The problem is focused on the patterns of family communication that contribute to building adolescents' psychological resilience and the role of father-substitute figures within the family. To approach this issue, the study refers to the theoretical framework of family resilience by Froma Walsh and interpersonal communication theory. Data were collected through a qualitative method using a phenomenological approach, involving in-depth interviews with five middle adolescents living in West Jakarta who have experienced fatherlessness. The data were analyzed thematically based on the participants' subjective experiences. This study concludes that open communication, emotional support from mothers or substitute figures, and involvement in positive activities are key factors in developing adolescent resilience. In addition, adolescents show the ability to manage emotions and construct positive meaning from their life situations. These findings emphasize the importance of strengthening family roles and social environments in supporting adolescents to cope with the absence of a father figure.
Keywords: Adolescent Resilience; Emotional Support; Fatherless: Family Communication; Phenomenology
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana resiliensi komunikasi keluarga terbentuk pada remaja madya yang mengalami kondisi fatherless. Masalah difokuskan pada bentuk komunikasi keluarga yang berperan dalam membentuk ketahanan psikologis remaja serta dukungan dari figur pengganti ayah dalam keluarga. Guna mendekati masalah ini dipergunakan acuan teori dari resiliensi keluarga Froma Walsh dan teori komunikasi interpersonal. Data-data dikumpulkan melalui metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, menggunakan wawancara mendalam terhadap lima remaja madya yang tinggal di Jakarta Barat dan mengalami kondisi fatherless. Data dianalisis secara tematik berdasarkan pengalaman subjektif para informan. Kajian ini menyimpulkan bahwa komunikasi terbuka, dukungan emosional dari ibu atau figur pengganti, serta keterlibatan dalam kegiatan positif merupakan faktor utama yang membentuk resiliensi remaja. Selain itu, remaja juga menunjukkan kemampuan mengelola emosi dan membangun makna positif terhadap situasi yang mereka alami. Temuan ini menggarisbawahi pentingnya penguatan peran keluarga dan lingkungan sosial dalam mendampingi remaja menghadapi kondisi kehilangan figur ayah.
Kata Kunci: Dukungan Emosional; Fatherless; Fenomenologi; Komunikasi Keluarga; Resiliensi Remaj
Etika Komunikasi Dharmaduta di Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara menurut Kemurnian Ucapan dalam Cunda Sutta
Communication based on ethics can strengthen trust between individuals, foster mutual respect, and create an inclusive dialogical atmosphere. This article aims to examine how the four purities of speech in the Cunda Sutta can be used as a basis for communication ethics for Dharmaduta in carrying out their duties in Keling District, Jepara Regency. The method used is descriptive qualitative with data collection techniques through interviews, observation, and documentation. Cunda Sutta becomes the foundation of communication ethics for Dharmaduta in carrying out their duties. Dharmaduta provides information and conveys teachings in accordance with what is needed by the people and based on facts without providing additions and exaggerations, Dharmaduta uses Javanese language, namely fine krama language and adjusts to the audience present, Dharmaduta provides support to the people to carry out interfaith activities, for example by helping the smooth running of the traveling takbir activities to welcome Eid al-Fitr. In the discussion session, Dharmaduta invites people to discuss about the teachings of Buddhism and does not discuss the shortcomings of others. This research shows that integrating the teachings of the Cunda Sutta in Dharmaduta's communication practices not only strengthens Dharmaduta's religious role, but also becomes a real contribution in maintaining the values of diversity and maintaining social harmony at the local level. Through a communication approach that prioritizes honesty, unity, gentleness, and usefulness, Dharmaduta is able to foster tolerance and prevent inter- religious conflicts
Komunikasi Persuasif Pimpinan Dalam Membentuk Karakter Santri Di Pondok Pesantren Azhar Center Kecamatan Kualuh Selatan Kabupaten Labuhan Batu Utara
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana cara komunikasi persuasif pimpinan pondok dalam membentuk karakter santri di pondok pesantren azhar center kecamatan kualuh selatan kabupaten labuhan batu utara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode penelitian kualitatif deskritif. Metode penelitian kualitatif adalah penelitian yang menggunakan metode ilmiah untuk mengungkapkan suatu fenoma dengan cara mendeskripsikan data dan fakta melalui kata-kata secara menyeluruh terhadap subjek penelitian. Adapun teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah dengan Metode Wawancara yang merupakan salah satu teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara mengadakan tanya jawab, tanya jawab baik secara langsung maupun tidak langsung dengan sumber data. Adapun pengertian dari komunikasi persuasif ini adalah Seperti Menurut Simons mendefinisikan bahwa persuasif merupakan bentuk komunikasi manusia yang dirancang memang untuk mempengaruhi orang lain dengan merubah kepercayaan, nilai, dan sikap mereka. Hasil penelitian ini adalah mengetahui Hasil komunikasi persuasif yang dilakukan pimpinan pondok dalam membentuk karakter santri di pondok pesantren Azhar Center memberikan dampak yang signifikan. Santri di pondok pesantren Azhar Center menjadi lebih disiplin, sopan santun, memiliki akhlak yang mulia sesuai yang di inginkan pimpinan pondok pesantren dalam menjalankan keseharianya, seperti disiplin dalam membuang sampah pada tempatnya, disiplin waktu sholatnya, perkata lemah lembut kepada sesama, dan disiplin dalam mejalankan aturan yang telah dibuat pimpinan pondok pesantren untuk menjadi penghafal Al-Quran dan menjadi santri berkehidupan berpegang dengan Al-quran dan hadist, serta menjadi santri yang hidup berpegang dengan sunnah-sunnah rasul
Strategi Komunikasi Polda Kepulauan Riau Dalam Menjaga Citra Positif Instansi
ABSTRACT
Not many people realize the importance of having a positive image for individuals, companies, organizations and institutions, both government and non-government. Because other people's judgments and views of us or the organization we are in depend on the image we have. Police agencies are no exception, police agencies at the central and regional levels also expect a positive image, this affects the level of public trust in these institutions. Based on research that was previously found, the Riau Islands Regional Police, including agencies that have a positive image, in 2019 the level of public trust in the Police through 34 Regional Police has a value of 77.36%. This study aims to explore the communication strategy of the Riau Islands Police in maintaining the positive image of the institution, this research was carried out using descriptive qualitative research methods, the respondents in this study were 6 people, the key informants in this study were members of the Riau Islands Police Public Relations Division, as for other supporting informants are journalists, stakeholders, and society. The data in this study were analyzed using the credibility test, transferability test, dependability test and confirmability. The results of this study are that the Riau Islands Police have 3 main strategies in maintaining the positive image of the institution, the first is the general strategy, which is the strategy carried out by public relations like Media Relations, CSR, Campaign, after that the seccond the applied strategy is implementing the strategy from the center, then the follow-up strategy is strengthening member performance. The three strategies are mutually sustainable in the institution's efforts to maintain a positive image.
Keyword : CSR; Communication Strategy; Positive Image; Media Relations
ABSTRAK
Tidak banyak orang yang menyadari pentingnya memiliki citra positif bagi individu, perusahaan, organisasi dan institusi, baik pemerintah maupun non-pemerintah. Karena penilaian dan pandangan orang lain terhadap kita atau organisasi tempat kita bernaung bergantung pada citra yang kita miliki. Tidak terkecuali instansi kepolisian, instansi kepolisian di tingkat pusat maupun daerah juga mengharapkan citra yang positif, hal ini berpengaruh pada tingkat kepercayaan masyarakat terhadap instansi tersebut. Berdasarkan penelitian yang telah ditemukan sebelumnya, Polda Kepulauan Riau termasuk instansi yang memiliki citra positif, pada tahun 2019 tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Polri melalui 34 Polda memiliki nilai 77,36%. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi strategi komunikasi Polda Kepulauan Riau dalam mempertahankan citra positif institusi, penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif, responden dalam penelitian ini berjumlah 6 orang, informan kunci dalam penelitian ini adalah anggota Bidang Humas Polda Kepri, adapun informan pendukung lainnya adalah jurnalis, stakeholder, dan masyarakat. Data dalam penelitian ini dianalisis dengan menggunakan uji kredibilitas, uji transferabilitas, uji dependabilitas dan konfirmabilitas. Hasil dari penelitian ini adalah Polda Kepri memiliki 3 strategi utama dalam mempertahankan citra positif institusi, yang pertama adalah strategi umum yaitu strategi yang dilakukan oleh humas seperti Media Relations, CSR, Kampanye, setelah itu yang kedua strategi terapan yaitu menerapkan strategi dari pusat, kemudian strategi lanjutan yaitu penguatan kinerja anggota. Ketiga strategi tersebut saling berkesinambungan dalam upaya lembaga mempertahankan citra positif.
Kata Kunci : CSR; Citra Positif; Media Relations; Strategi Komunikas