Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi
Not a member yet
168 research outputs found
Sort by
Efek Political Branding Dico Ganinduto Melalui TikTok pada Generasi Z Analisis Strategi Kampanye Digital di Pilgub Jateng 2024
Internet telah membawa perubahan besar dalam komunikasi, khususnya melalui media
digital yang menjadi saluran utama untuk mengakses informasi, termasuk di bidang politik. Salah
satu platform digital populer adalah TikTok, yang digunakan sebagai strategi political branding
untuk menarik dukungan masyarakat, terutama Generasi Z. Penelitian ini mengkaji pengaruh
political brandin Dico Ganinduto melalui TikTok terhadap minat Generasi Z dalam Pilgub Jateng
2024 dengan menggunakan teori Elaboration Likelihood Model (ELM). Penelitian ini
berparadigma positivisme dengan metode kuantitatif dan pendekatan deskriptif. Sampel diambil
secara acak dari 114 pengguna TikTok Generasi Z di Jawa Tengah melalui kuisioner daring. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa political branding Dico Ganinduto melalui TikTok berpengaruh
signifikan terhadap minat memilih Generasi Z. Route Central (pemrosesan pesan mendalam)
memiliki pengaruh kuat (korelasi Pearson 0,775), sementara Route Peripheral (pemrosesan
superfisial) berpengaruh lebih lemah (korelasi Pearson 0,579). Generasi Z menunjukkan
pemahaman dan respons emosional yang baik terhadap konten TikTok. Kesimpulannya, TikTok
memiliki potensi besar untuk menyampaikan pesan politik kepada Generasi Z. Untuk menarik
dukungan, diperlukan konten berkualitas tinggi yang informatif dan mendorong pemikiran kritis,
karena Generasi Z cenderung kritis dan mempertimbangkan kandidat secara serius
Manajemen Komunikasi Melalui Media Sosial Facebook dan Instagram Pemuda Adat Dalam Mempromosikan Wisata Kajang Ammatoa
Media social menjadikan pemuda adat Kajang mampu mempromosikan wisata adat Kajang. bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana pemuda adat Kajang Ammatoa dapat mengelola komunikasi melalui media sosial dalam mempromosikan wisata adat mereka. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan dan rekomendasi bagi strategi komunikasi yang lebih efektif di masa depan. Menggunakan metode deskriptif kualitatif, Teknik pengumpulan data observasi, wawancara dan dokumentasi konten serta menggunakan Teknik analisis Miles and Huberman dalam menghasilkan data
penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemuda adat Kajang melakukan manajemen komunikasi melalui media social facebook dan Instagram. Strategi komunikasi melalui media social telah diimplementasikan dan dioptimalkan melalui 1) Konten Visual, 2) Komunikasi Persuasif, dan 3) Menawarkan Cendramata, 4) Controlling Media. Implikasi penelitian ini diharapkan menjadi literasi baru dalam penelitian komunikasi media dan politik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa manajemen komunikasi melalui media social pemuda adat Kajang memberikan dampak dalam peningkatan promosi wisata adat yang ada di Kabupaten Bulukumba. Oleh karen itu, peneliti secara detail menganalisis penelitian ini sebagai informasi baru
Strategi Komunikasi Digital pada Aplikasi Livin’ Merchant Melalui Sosial Media Instagram
ABSTRACT
The trend of digital payments is growing rapidly, driven by technological innovations and changes in consumer behavior. With the convenience and security it offers, more consumers are transitioning from cash payments to digital methods. One example of this trend's implementation is the Livin' Merchant application by Bank Mandiri, which is integrated with banking services to support the digitalization of MSMEs (Micro, Small, and Medium Enterprises) and other business players. This application enables business owners to accept payments, monitor transactions, and manage finances within a centralized platform. This study aims to examine the digital communication strategies implemented in the Livin' Merchant application through Bank Mandiri's Instagram social media, utilizing the theoretical framework of digital communication strategies and Chris Heuer’s New Media and 4C’s theory (context, communication, collaboration, and connection). The research employs a qualitative-descriptive method, gathering data through interviews and analyzing it using the Miles & Huberman model. The findings reveal that the Livin' Merchant application employs a specific digital communication strategy to deliver messages to customers, distinct from other Bank Mandiri products. However, challenges were identified in using Instagram, particularly in creating more engaging and effective content to ensure the messages are received and understood according to the targeted market segmentation.
Keywords: Livin’ Merchant, Digital Communication Strategy, Bank Mandiri
ABSTRAK
Tren pembayaran digital mengalami perkembangan pesat, didorong oleh inovasi teknologi dan perubahan pola perilaku konsumen. Dengan kemudahan penggunaan dan keamanan yang ditawarkan, semakin banyak konsumen beralih dari metode pembayaran tunai ke digital. Salah satu contoh implementasi dari tren ini adalah aplikasi Livin' Merchant dari Bank Mandiri, yang terintegrasi dengan layanan perbankan untuk mendukung digitalisasi UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) serta pelaku bisnis lainnya. Aplikasi ini memungkinkan pemilik bisnis menerima pembayaran, memantau transaksi, dan mengelola keuangan dalam satu platform yang terpusat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi komunikasi digital yang diterapkan dalam aplikasi Livin' Merchant melalui sosial media Instagram Bank Mandiri, dengan menggunakan pendekatan teori strategi komunikasi digital serta teori New Media dan 4C’s (context, communication, collaboration, dan connection) dari Chris Heuer. Penelitian dilakukan menggunakan metode kualitatif-deskriptif, dengan pengumpulan data melalui wawancara serta analisis data berdasarkan model Miles & Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi Livin' Merchant memiliki strategi komunikasi digital yang spesifik dalam menyampaikan pesan kepada pelanggan, berbeda dari produk Bank Mandiri lainnya. Namun, ditemukan pula hambatan dalam penggunaan Instagram, terutama dalam menciptakan konten yang lebih menarik dan efektif sehingga pesan dapat diterima dan dipahami sesuai dengan segmentasi pasar yang ditargetkan.
Kata Kunci: Livin’ Merchant, Strategi Komunikasi Digital, Bank Mandir
Strategi Public Relations Kitabisa.com Dalam Menjaga Reputasi Sebagai Donation Based Crowdfunding Platform
This study aims to examine the public relations strategies implemented by Kitabisa.com in maintaining its reputation as the largest donation-based crowdfunding platform in Indonesia. The research employs the PENCILS theory as the analytical framework, which includes seven elements: publication, event, news, community involvement, inform or image, lobbying and negotiation, and social responsibility. A qualitative descriptive approach was used, applying Miles and Huberman’s interactive analysis model. Data were collected through in-depth interviews with two internal representatives of Kitabisa.com and a public relations expert. The findings reveal that Kitabisa.com has actively implemented six out of the seven elements of the PENCILS strategy, with a strong emphasis on publication, community involvement, inform of image, and news as the main strengths in building and sustaining its reputation. However, the lobbying and negotiation aspect still requires improvement, particularly in establishing strategic relationships with government stakeholders. In conclusion, Kitabisa.com's public relations strategy has been effective in maintaining its institutional reputation, but strengthening advocacy efforts will be essential for ensuring long-term reputational resilience.
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi public relations yang diterapkan oleh Kitabisa.com dalam mempertahankan reputasinya sebagai platform crowdfunding berbasis donasi terbesar di Indonesia. Kajian ini menggunakan teori PENCILS sebagai kerangka analisis strategi public relations, yang mencakup tujuh elemen: publication, event, news, community involvement, inform or image, lobbying and negotiation, dan social responsibility. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode analisis interaktif dari Miles dan Huberman. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan dua perwakilan internal Kitabisa.com dan seorang pakar humas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kitabisa.com telah mengimplementasikan enam dari tujuh elemen strategi PENCILS secara aktif, dengan penekanan kuat pada aspek publication, community involvement, inform of image, dan news sebagai kekuatan utama dalam membangun dan menjaga reputasi. Namun, aspek lobbying and negotiation dinilai masih perlu ditingkatkan, khususnya dalam menjalin relasi strategis dengan pemangku kepentingan pemerintah. Kesimpulannya, strategi public relations Kitabisa.com secara umum telah berhasil menjaga reputasi institusi, namun penguatan pada elemen advokasi akan menjadi langkah penting untuk keberlanjutan reputasi di masa mendatang.
Penggunaan Media Digital Dalam Rangka Peningkatan Pengetahuan Kepemiluan Di Wilayah Kota Jakarta Timur
KPU merupakan lembaga penyelenggara pemilu yang terdiri dari tiga tingkatan yakni KPU RI pada Tingkat Nasional KPU Provinsi pada tingkat daerah dan KPU Kabupaten/Kota pada tingkat kota masing-masing memiliki tupoksi dan tata kerja yang berstruktur sesuai dengan PKPU nomor 3 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 8 Tahun 2019 Tentang Tata Kerja Komisi Pemilihan Umum , Komisi Pemiliahnn Provinsi, Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota. KPU Jakarta Timur pada Tahun 2019 mendapatkan predikat Partisipasi pemilih terbaik dan pelayanan serta partisipasi pemilih akses atau disabilitas dengan menggunakan metodologi kualitatif kepustakaan. KPU Kota Jakarta Timur melakukan maneuver dengan menggunakan media digital dalam rangka melakukan sosialisasi dan publikasi informasi yang memang pada kurun waktu saat ini media digital merupakan media yang efektif dan efisien termasuk tatap muka yang kini menggunakan aplikasi daring atau telekonferensKeyword : Literasi politik, Media Digital, Computer Mediated Communicatio
Mengeksplorasi Peran Komunikasi dalam Meningkatkan Wisata Gastronomi di Madura
This article examines the increasing popularity of gastronomic tourism, which emphasizes the opportunity to taste local cuisine and get to know its gastronomic traditions. What is the value of efficient communication in enhancing the gastronomic tourism experience in terms of language, culture and cuisine. The growing importance of social media for connecting travelers with local communities is explained in this article. The purpose of this paper is to find out how communication can improve the culinary tourism experience in Madura. Tourists who have the opportunity to interact with the community will better appreciate the local way of life and culinary delights. The research design used is descriptive qualitative. The informants in this research are tourists who visit Madura and managers of culinary and gastronomic tourist attractions in this region. The results show that tourists who visit Madura obtain information about tourist destinations from the media and have positive experiences while traveling. Managers of culinary and gastronomic tourist attractions have not utilized communication media optimally due to technical obstacles. A sustainable and responsible gastronomic tourism policy is a positive recommendation for the development of gastronomic tourism in this region
Analisis Media Monitoring dan Jaringan Program Lapak Ganjar untuk Mendukung Pemasaran Digital bagi UMKM
Lapak Ganjar is a program launched by the Governor of Central Java Ganjar Pranowo since July 2020 to help promote commodities for Central Java MSMEs, especially when facing economic challenges during the ongoing Covid-19 pandemic, via Instagram @lapak_ganjar. This program is developing to support digital marketing for MSMEs, not only MSMEs in Central Java, but also MSMEs in several other provinces. This research aims to describe the analysis of media monitoring and network of the Lapak Ganjar program to support digital marketing for MSMEs. Several relevant concepts are used in this research, including the concepts of digital marketing and electronic word of mouth (e-WOM). This type of research is quantitative descriptive with media monitoring and network analysis methods using brand24 and netlytic. Media monitoring analysis was carried out in the period June to July 2022. The results of media monitoring analysis via brand24 in that period revealed that the Lapak Ganjar program received positive sentiment from netizens, while Twitter analysis using Netlytic in June to July 2022 found a total of 2,013 tweets mentioning the word Lapak Ganjar with some relevant related keywords. Network analysis via Netlytic also displays cluster 1 which refers to the account most frequently referred to, namely the ganjaranapps account
Fenomenologi Persepsi Pelaku Perselingkuhan Undercurrent dalam Pernikahan Analisis Enklarandes Verstehen
ABSTRACT
Infidelity has always been an interesting topic to talk about amongst peers or even a viral headline on our social media. This phenomenon is also known as an undercurrent social symptom that is based on emotional connection and leans more on the doers' biological needs. The researcher is interested in finding the perception of the doers of committing infidelity despite their legal status. The research relies on the Phenomenology of Perception and Symbolic Interactionism. Narrations, stories, and wordings are being used as a qualitative analysis of the characteristics of Enklarendes Verstehen which started with silence. Analysis was carried out through an interpretive approach. The informant's status when asked for information was still (husband/wife), had or was still having an affair Silence is crucial and effective in listening and gathering valuable information to reach an understanding of the actions of other people in doing something. The research concludes that the act of infidelity results in the doers having two opposite feelings at the same time; happy yet restless, exciting but feels so challenged and addicted such as the spice of rujak. This is aligned with the phenomenology of communication that there is no conceptual schema besides an experience to reveal the truth than an observation.
Keywords: Phenomenology, Perception, Symbolic Interactionism
ABSTRAK
Hubungan perselingkuhan kerap menjadi topik seru bahkan viral dibicarakan dalam beranda media sosial. Fenomena perselingkuhan ini juga disebut sebagai gejala sosial “Arus bawah” (Undercurrent) yang dilandasi kedekatan emosional dan cenderung berorientasi pada kebutuhan biologis. Peneliti tertarik untuk mengetahui persepsi perselingkuhan bagi pelaku mengingat kebanyakan dari mereka telah menyandang status resmi. Penelitian ini bersandar pada fenomenologi persepsi dan teori interaksi simbolik. Narasi, cerita, kata-kata dan tatanan bahasa digunakan sebagai sumber data kualitatif yang dianalisis dengan karakteristik Enklarendes Verstehen yang dimulai dengan diam. Analisis dilakukan melalui pendekatan interpretif. Status informan saat dimintai keterangan masih berstatus (suami/istri), pernah dan masih melakukan perselingkuhan. Diam adalah cara efektif untuk menangkap pengertian dan pemahaman yang berkaitan dengan orang-orang yang berada dalam pengalaman tertentu sehingga dapat memperoleh nilai dan pengalaman yang berkualitas. Hasil dari penelitian ini menyimpulkan bahwa perselingkuhan memberikan dua rasa yang berbeda dalam waktu bersamaan, senang tetapi tidak tenang, seru dan menantang bahkan menagihkan seperti pedas-pedas rujak. Sejalan dengan apa yang menjadi hakikat fenomenologi dalam komunikasi bahwa tidak ada skema konseptual diluar pengalaman langsung yang memadai untuk menyingkapkan kebenaran, hanya lewat perhatian yang sadar kebenaran dapat diketahui.
Kata Kunci:. Interaksi simbolik, Fenomenologi, Perseps
Perancangan Video Safety Briefing Sebagai Media Komunikasi Keselamatan Kesehatan Kerja (K3) Di Laboratorium Sekolah
Abstrak
Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan Proses Perancangan Video Safety briefing Sebagai Media Komunikasi Keselamatan Kesehatan Kerja (K3) Di Laboratorium Sekolah. Berdasarkan hasil obeservasi peneliti, bahwa implementasi K3 masih rendah pada SMK yang kesehariannya dekat dengan kegiatan di laboratorium. Hal ini disebabkan karena komitmen pimpinan yang terbatas, tidak ada pembagian tugas dan tanggung jawab yang jelas serta tidak tersedianya infrastruktur. Teori yang digunakan adalah tehnik videografi dan konsep produksi MAVIB. Pendekatan dan metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Obyek penelitian adalah SMK AL ITTIHAD Cianjur, dengan 1 key informan dan 2 informan didukung juga oleh siswa sekolah tersebut. Hasil dari penelitian Proses perancangan video safety briefing menggunakan ke 3 tahapan dari konsep produksi MAVIB yakni tahap praproduksi, produksi dan pasca produksi dapat berjalan terarah, teratur dan sistematis. Pada tahap praproduksi, perancangan video dimulai dari melakukan diskusi beberapa kali mengenai ide atau konsep dengan tim. Pada proses produksi dilakukan pengambilan gambar dan suara. Pada proses pasca produksi proses editing baik online maupun offline, mixing, dan mastering untuk menghasilkan produk jadi yang siap didistribusikan.
Kata Kunci: Konsep Produksi MAVIB; K3; Video Safety Briefing
Abstract
The purpose of this study was to carry out the Safetybriefing Video Design Process as a Media for Occupational Health Safety (K3) Communication in the School Laboratory. Based on the results of researchers' observations, that the implementation of OSH is still low in SMKs whose daily activities are close to laboratory activities. This is due to the limited leadership commitment, there is no clear division of tasks and responsibilities and the unavailability of infrastructure. The theory used is videographic techniques and the MAVIB production concept. The research approach and method used in this research is descriptive qualitative. The research object was AL ITTIHAD Cianjur Vocational High School, with 1 key informant and 2 informants supported by the school's students. The results of the research The safety briefing video design process uses the 3 stages of the MAVIB production concept, namely the pre-production, production and post-production stages can be directed, orderly and systematic. In the pre-production stage, video design begins with several discussions about ideas or concepts with the team. In the production process, shooting and sound are carried out. In the post-production process, editing processes both online and offline, mixing and mastering to produce finished products that are ready for distribution.
Keywords: K3; MAVIB Production Concept; Safety briefing video
Kompetensi Komunikasi Pemandu sebagai Komunikator dalam Konteks Komunikasi Pariwisata di Klenteng Sam Poo Kong
Penelitian ini dilatarbelakangi peran pemandu wisata dan kompetensi yang dimilikinya sebagai penyampai informasi yang acap kali kurang dioptimalisasikan oleh wisatawan. Penelitian ini melakukan studi terkait kompetensi komunikasi pemandu wisata yang ada di Klenteng Sam Poo Kong Kota Semarang. Semarang adalah Kota yang tengah gencar memasarkan destinasi wisata berbasis peninggalan wisata warisan dengan keragam budaya masyarakatnya, salah satunya adanya Klenteng Sam Poo Kong. Tujuan penelitian ini ingin mengetahui sejauh mana kemampuan pemandu wisata dilihat dalam konteks kompetensi komunikasi dalam penyampaian informasi kepada pengunjung terkait penceritaan nilai-nilai sejarah dan budaya destinasi wisata di klenteng Sam Poo Kong Semarang. Teori komunikasi yang digunakan adalah Theory of Communication Competence dari Brian Spitzberg and William Cupach yang mengatakan bahwa kompetensi komunikasi adalah kemampuan seseorang sebagai komunikator dalam berkomunikasi serta melakukan adaptasi berbagai situasi sesuai norma yang berlaku. Metode penelitian secara kualitatif dengan sumber data primer pemandu wisata Klenteng Sam Poo Kong Semarang. Hasil dari penelitian menunjukkan terdapat hubungan terkait penceritaan serta pemberian informasi yang dilakukan oleh pemandu wisata kepada pengunjung dengan kompetensi komunikasi yang dimiliki oleh pemandu wisata tersebut.
Kata Kunci: Kompetensi, Komunikasi, Pemandu Wisat