Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi
Not a member yet
    168 research outputs found

    Strategi Komunikasi Internal Kelompok Usaha Pengelolaan Sampah Desa Panggungharjo Bantul Dalam Meningkatkan Motivasi Karyawan

    Full text link
    ABSTRACT In 2023, based on data obtained from BAPPEDA for the Special Region of Yogyakarta, the volume of waste in DIY will reach 780 tons. Responding to this problem, the Yogyakarta region began to establish TPS-3R reduce, reuse, and recycle as a step in minimizing the increasingly severe surge, namely one of the TPS-3R located in Bantul Regency, Panggungharjo Village, Bantul , Yogyakarta Special Region, namely KUPAS Panggungharjo belonging to BUMDes Panggung Lestari which is now one of the TPS-3R standard pilot models. Based on this data, the issue of waste management has been assessed as a serious matter so as not to cause new problems. KUPAS Panggungharjo as a group of business units operating in the field of waste management services, has 51 employees. However, based on the research results, internal communication problems were found. This research uses a qualitative method with a phenomenological study approach. Data collection was carried out through interviews with three respondents, observation, and a literature study. The results of the research prove that the design of an internal communication strategy is only based on brief observations, which causes the internal communication program to not run optimally, and employees also lack enthusiasm for participating because the program is considered not to have much of an impact. Based on its dimensions, vertical and diagonal internal communication is considered weak and has no influence, however, horizontal communication has a positive influence on employee motivation at work. Thus, the researcher proposed a KUPAS Panggungharjo internal communication strategy model that was prepared based on a SWOT analysis strategy, specifying the role of communications and defining communications objectives, programming and planning communication tactics, and organization arrangement, which resulted in nine KUPAS Panggungharjo internal communication program references. Keywords: Communication Strategy Model; Internal Communication; Motivation; Village Business Groups ABSTRAK Pada Tahun 2023 berdasarkan data yang didapatkan dari BAPPEDA Daerah Istimewa Yogyakarta jumlah volume sampah di DIY telah mencapai 780 ton. Merespon permasalahan tersebut, wilayah Yogyakarta mulai mendirikan TPS-3R reduce (mengurangi), reuse (menggunakan ulang), recycle (mendaur ulang) sebagai langkah dalam meminimalisir lonjakan Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta yaitu KUPAS Panggungharjo milik BUMDes Panggung Lestari yang kini menjadi salah satu model percontohan standar TPS-3R. Berdasarkan data tersebut maka isu pengelolaan sampah telah dinilai menjadi hal yang serius agar tidak menimbulkan permasalahan baru. KUPAS Panggungharjo sebagai kelompok unit usaha yang bergerak pada bidang pengelolaan jasa sampah memiliki karyawan sejumlah 51 orang. Namun berdasarkan hasil penelitian ditemukan permasalahan komunikasi internal yang terjadi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pengumpulan data yang dilakukan melalui wawancara kepada tiga responden, observasi, dan studi pustaka. Hasil penelitian membuktikan bahwa perancangan strategi komunikasi internal hanya didasarkan observasi singkat sehingga menyebabkan program komunikasi internal kurang berjalan secara maksimal dan juga karyawan kurang memiliki antusiasme yang tinggi dalam berpartisipasi dikarenakan program dinilai tidak terlalu memberikan dampak. Berdasarkan dimensinya, komunikasi internal vertical dan diagonal dinilai lemah dan tidak memberikan pengaruh namun komunikasi dimensi horizontal memberikan pengaruh positif dalam motivasi karyawan dalam bekerja. Dengan demikian peneliti mengajukan model strategi komunikasi internal KUPAS Panggungharjo yang disusun berdasarkan strategi analisis SWOT, specifying the role of communications and defining communications objective, programming and planning communication tactic, dan organization arrangement yang menghasilkan sembilan referensi program komunikasi internal KUPAS Panggungharjo. Kata Kunci: Kelompok Usaha Desa; Komunikasi Internal; Motivasi; Model Strategi Komunikasi

    Analisis Wacana Kritis Narasi Video Dan Komentar Terhadap Pengungsi Rohingya Di Youtube

    No full text
    ABSTRACT This research aims to analyze the narratives contained in videos about Rohingya refugees and their comments on Youtube using Norman Fairclough's Critical Discourse Analysis (AWK) approach. This approach includes 3 dimensions of critical discourse analysis according to Fairclough. Namely: text, discursive practices, and social practices. From 3 videos about Rohingya refugees with a total of 9,677 comments, the results of the qualitative analysis show that Rohingya refugees are represented very negatively in the videos and comments through discriminatory stereotypes. The dominant narrative highlights them as “illegal immigrants”, a “social burden”, as well as a “lewd”, “dirty”, and even “dangerous” group because they are considered potential colonizers like “Israel”. This representation creates a polarization between “us” and “them”, creating and reinforcing discriminatory power relations. Through the analysis of the text dimension, it was found that frequent use of discriminatory terms such as “pervert”, “slob”, and “sneaky” builds a negative stigma against refugees. In the discursive practice dimension, the production and consumption of texts have reinforced social exclusion through narratives of nationalism and negative stereotypes. On the social practice dimension, the narratives in the videos and the comments show xenophobia and dehumanization, which contribute to the normalization of hate speech and aggressive attitudes towards refugees. The results of this study show that social media functions as an ideological reproduction tool that supports social exclusion of marginalized groups. In this context, negative representations of Rohingya refugees demonstrate the prioritization of nationalistic interests, rather than humanitarian responsibilities. This worsens the community's acceptance of the arrival and presence of Rohingya refugees. Keywords: Critical Discourse Analysis; Refugees; Representation of Rohingya; Social Media; Youtube ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis narasi yang terkandung dalam video mengenai pengungsi Rohingya beserta komentar-komentarnya di Youtube dengan menggunakan pendekatan Analisis Wacana Kritis (AWK) Norman Fairclough. Pendekatan ini mencakup 3 dimensi analisis wacana kritis menurut Fairclough. Yaitu: teks, praktik diskursif, dan praktik sosial. Dari 3 Video mengenai pengungsi Rohingya dengan jumlah 9.677 komentar, hasil analisis yang dilakukan secara kualitatif menunjukkan bahwa pengungsi Rohingya direpresentasikan dengan sangat negatif dalam video dan kolom komentar melalui stereotip yang diskriminatif. Narasi dominan menyoroti mereka sebagai sebagai “imigran gelap”, “beban sosial”, serta penjajah seperti “Israel”. Representasi ini menciptakan polarisasi antara “kita” dan “mereka”, menciptakan dan memperkuat relasi kuasa yang diskriminatif. Melalui analisis dimensi teks, ditemukan penggunaan istilah-istilah diskriminatif yang sering digunakan seperti “cabul”, “jorok”, dan “licik” yang membangun stigma negatif terhadap pengungsi. Pada dimensi praktik diskursif, produksi dan konsumsi teks telah mempertegas ekslusi sosial melalui narasi nasionalisme dan stereotip negatif. Pada dimensi praktik sosial, narasi pada video beserta komentar-komentarnya menunjukkan xenophobia dan dehumanisasi, yang berkontribusi terhadap normalisasi ujaran kebencian dan sikap agresif terhadap pengungsi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa media sosial memiliki fungsi sebagai alat reproduksi ideologi yang mendukung ekslusi sosial terhadap kelompok marginal. Dalam konteks ini, representasi negatif Pengungsi Rohingya menunjukkan prioritas kepentingan nasionalisme, alih-alih tanggung jawab kemanusiaan. Hal ini memperburuk penerimaan masyarakat terhadap kedatangan dan keberadaan pengungsi Rohingya. Kata kunci: Analisis Wacana Kritis; Media Sosial; Pengungsi; Representasi Rohingya; Youtub

    Pengaruh Komunikasi Pemasaran Terhadap Kepuasan Pelanggan Pada Toko Ritel Melalui Program Sampoerna Retail Community

    Full text link
    ABSTRAK Kemajuan teknologi dan pertumbuhan ekonomi telah membawa perubahan gaya hidup masyarakat yang cenderung lebih memilih berbelanja di toko ritel modern dibandingkan toko ritel tradisional. Salah satu bisnis retail yang kini mulai menunjukkan eksistensinya adalah SRC (Sampoerna Retail Community) yang hadir sebagai program pengembangan bisnis berkelanjutan bagi pemilik bisnis untuk dapat mengembangkan usahanya. One of the important factors in developing a business lies in customer satisfaction which affects the level of sales. Customer satisfaction can be increased through the implementation of marketing communications. This study aims to determine how the influence of the application of marketing communications on customer satisfaction at SRC TRI stores. With quantitative research methods and data collected through questionnaires and processed using the SPSS tool, the conclusions are: 1). Based on the validity test using the KMO test, it shows valid results from both variables. 2). Based on the reliability test with Croncbach Alpha analysis showed reliable results from both variables. 3). Based on the results of the analysis test using Simple Linear Regression to determine the influence relationship between the two variables, it can be concluded that marketing communications have an effect on customer satisfaction at SRC TRI stores. Keywords: Customer Satisfaction; Marketing Communication; Sampoerna Retail Community   ABSTRAK Kemajuan teknologi dan pertumbuhan ekonomi telah membawa perubahan gaya hidup masyarakat yang kini cenderung lebih memilih kebutuhan belanja pada toko ritel modern dibandingkan toko ritel tradisional. Salah satu bisnis ritel yang kini mulai menunjukkan eksistensinya yaitu SRC (Sampoerna Retail Community), hadir sebagai program pembinaan usaha berkelanjutan bagi para pemilik usaha untuk dapat mengembangkan usahanya. Salah satu faktor penting dalam mengembangkan usaha adalah terletak pada kepuasan pelanggan yang berpengaruh pada tingkat penjualan. Kepuasan pelanggan dapat ditingkatkan melalui penerapan komunikasi pemasaran yang tidak terlepas dari elemen bauran promosi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh penerapan komunikasi pemasaran terhadap kepuasan pelanggan pada toko SRC TRI. Dengan metode penelitian kuantitatif dan data dikumpulkan melalui kuesioner serta diolah menggunakan perangkat SPSS, menghasilkan kesimpulan: 1). Berdasarkan uji Validitas menggunakan uji KMO menunjukkan hasil yang valid dari kedua variabel. 2). Berdasarkan uji Reliabilitas dengan analisis Croncbach Alphamenunjukkan hasil yang reliabel dari kedua variabel. 3). Berdasarkan hasil uji analisis menggunakan Regresi Linear Sederhana untuk mengetahui kaitan pengaruh antara kedua variabel, dapat diartikan bahwa komunikasi pemasaran berpengaruh terhadap kepuasan pelanggan pada toko SRC TRI. Kata Kunci: Kepuasan Pelanggan; Komunikasi Pemasaran; Komunitas Ritel Sampoern

    Pengaruh Pemanfaatan Media Komunikasi Televisi terhadap Kinerja Jurnalis di masa Pandemi Covid-19

    Full text link
    Wabah virus corona membawa perubahan baru bukan hanya terhadap perilaku manusia namun juga dalam dunia penyiaran khususnya dunia pertelevisian. Peristiwa pandemi Covid-19 memaksa media televisi memanfaatkan aplikasi media komunikasi sosial untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan oleh masyarakat dengan segera. Teknologi komunikasi mengalami perkembangan yang begitu pesat ternyata menjadi alternatif untuk menjadi alat publikasi sumber-sumber informasi, baik dari lembaga pemerintah maupun non pemerintah. Pemanfaatan aplikasi ini semakin masif digunakan baik oleh media penyiaran maupun oleh sumber sumber informasi setelah munculnya pandemic Covid-19 dengan diterbitkannya regulasi pemerintah saat pandemi covid-19 yaitu aturan stay at home, work from home, PSBB, menjaga jarak dan terkahir adalah aturan PPKM dalam upaya untuk menekan penyebaran virus corona. Perangkat media penyiaran diintegrasikan dengan aplikasi publik lainnya yakni zoom, youtube, instagram dan twitter. Riset ini dilaksanakan demi mencari tahu seperti apa impact media komunikasi baru di media penyiaran terhadap kinerja jurnalis. Memakai metode riset deskriptif kuantitatif dengan cara pengoleksian data observasi dan penyebaran kuesioner. Sementara penulis menggunakan teori technological determinism. Melalui output riset ini memberitahu ada transformasi yang berlangsung pada dunia penyiaran yakni dalam baik dalam program pemberitaan maupun program dialog yakni tidak perlu menghadirkan para narasumber ke dalam studio. Media televisi memanfaatkan aplikasi zoom untuk tetap bisa menghadirkan prokontra dari narasumber terhadap isu tertentu. Upaya ini dilakukan selain untuk mematuhi aturan yang dikeluarkan oleh pemerintah, juga untuk memberikan contoh kepada masyarakat agar turut mensukseskan upaya pemerintah untuk menekan penyebaran virus corona. Selain perubahan pola siaran, pemanfaatan media komunikasi sosial juga dapat menekan biaya operasional. Yakni media penyiaran membatasi untuk mengirimkan jurnalisnya untuk bertemu narasumber untuk keperluan konfirmasi. Sehingga pilihannya dilakukan dengan mewawancarai melalui aplikasi media komunikasi sosial zoom. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh kuat dan signifikan dari media komunikasi terhadap kinerja

    Penguatan Identitas Budaya Terhadap Pemuda Indonesia Melalui Komunikasi Partisipatif Program Perintis Ngo Ibeka

    Full text link
    ABSTRACT Cultural identity is an important element that shapes the character and identity of a nation. In the era of globalization, Indonesian youth are faced with the challenge of maintaining their cultural identity in the midst of modernization. This article examines how participatory communication implemented in the NGO IBEKA Pioneer Program plays a role in strengthening the cultural identity of Indonesian youth. Using a qualitative approach, this study collected data through in-depth interviews, participatory observation, and document analysis. The theory used is participatory communication theory. The results showed that the active involvement of youth in the participatory communication process not only increased their awareness of the importance of local culture, but also strengthened their cultural identity. The program successfully built the youth's sense of belonging and responsibility towards cultural preservation, which ultimately contributed to the sustainability of Indonesia's cultural identity. In conclusion, participatory communication proved to be an effective strategy in strengthening cultural identity, especially in the context of cultural preservation among youth. Keywords:  Ngo IBEKA's pioneering program; Participatory Communication; Strengthening cultural identity ABSTRAK Identitas budaya merupakan elemen penting yang membentuk karakter dan jati diri suatu bangsa. Di era globalisasi, pemuda Indonesia dihadapkan pada tantangan menjaga identitas budaya mereka di tengah arus modernisasi. Artikel ini mengkaji bagaimana komunikasi partisipatif yang mana menurut Theodorson, partisipasi merujuk pada keterlibatan suatu kelompok sosial dalam suatu kegiatan untuk memperoleh peran atau berkontribusi dalam kehidupan masyarakat.yang diterapkan dalam program Perintis NGO IBEKA berperan dalam memperkuat identitas budaya pemuda Indonesia. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, penelitian ini mengumpulkan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen. Teori yang digunakan dalam penelitian adalah teori komunikasi partisipatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan aktif pemuda dalam proses komunikasi partisipatif tidak hanya meningkatkan kesadaran mereka terhadap pentingnya budaya lokal, tetapi juga memperkuat identitas budaya mereka. Program ini berhasil membangun rasa memiliki dan tanggung jawab pemuda terhadap pelestarian budaya, yang pada akhirnya berkontribusi pada keberlanjutan identitas budaya Indonesia. Kesimpulannya, komunikasi partisipatif terbukti sebagai strategi yang efektif dalam penguatan identitas budaya, khususnya dalam konteks pelestarian budaya di kalangan pemuda. Kata Kunci: Komunikasi Partisipatif; Penguatan identitas budaya; : Program perintis Ngo IBEK

    Pengaruh Terpaan Akun Instagram @magdaleneid dan Motif Penggunaan Terhadap Persepsi Followers

    Full text link
    ABSTRACT    This study focuses on mass communication's evolution in response to the emergence of new media. Presently, social media has gained unparalleled popularity. As per Hootsuite data, active social media users in Indonesia represent 60.4% of the population, encompassing approximately 167 million users. Remarkably, Instagram alone captures 86.5% of the entire active social media user base in Indonesia. Thus, this research aims to ascertain how exposure to the Instagram account @magdaleneid and its usage motives impact followers' perceptions.The utilized theory is the "uses and gratifications" theory. Employing a quantitative approach within the positivism paradigm, this study includes 399 respondents—active Instagram users following @magdaleneid. Sampling relies on purposive sampling technique. The analysis incorporates validity tests, reliability tests, classic assumption tests, multiple linear regression tests, F tests, and coefficient of determination for questionnaires and data. The findings from the F test reveal that both media exposure and motives for media usage exert partial influence on followers' perceptions of the Instagram account @magdaleneid. The acceptance of Ha and rejection of H0 substantiate this. The results of the multiple linear regression test demonstrating a positive effect. Notably, the motive usage variable emerges as a stronger influencer on followers' perceptions.     ABSTRAK   Penelitian ini berlatar belakang dari komunikasi massa yang mengalami perkembangan setelah adanya new media. Media yang paling digemari saat ini yaitu media sosial. Menurut data hootsuit pengguna aktif media sosial di Indonesia sebanyak 60,4% dari populasi di Indonesia. Sekitar 167 juta masyarakat Indonesia aktif dalam menggunakan media sosial. Instagram sendiri memiliki memiliki 86,5% pengguna dari jumlah populasi pengguna aktif media sosial di Indonesia. Jadi berdasarkan latar belakang tersebut maka tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh terpaan akun Instagram @magdaleneid dan motif penggunaan terhadap persepsi followers.  Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori uses and gratifications. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan paradigma positivism. Responden berjumlah 399 orang, adalah pengguna aktif Instagram yang merupakan followers akun Instagram @magdaleneid. Pengambilan sampel menggunakan Teknik purposive sampling. Kuesioner beserta data diolah menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, uji regresi linear berganda, uji F dan koefisien determinasi. Berdasarkan uji F, variabel terpaan media dan motif penggunaan media berpengaruh terhadap persepsi followers pada akun Instagram @magdaleneid secara simultan. Hal ini dibuktikan dengan Ha diterima dan H0 ditolak. Dari hasil uji linear berganda penelitian ini menyatakan bahwa penelitian ini berpengaruh positif dan terlihat bahwa variabel motif penggunaan media lebih besar memberikan pengaruh terhadap persepsi followers

    Pengaruh Terpaan Dan Efektivitas Konten Youtube Terhadap Pemenuhan Kebutuhan Informasi Subscribers

    Full text link
    Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh Terpaan (X1) dan Efektivitas (X2) konten Youtube terhadap Pemenuhan Kebutuhan Informasi Subscribers (Y). Terpaan media adalah suatu perilaku seseorang (audiens) dalam menggunakan media dan efektivitas secara umum menunjukan sampai seberapa jauh tercapainya suatu tujuan yang terlebih dahulu ditentukan.  Youtube adalah video online dan yang utama dari kegunaan situs ini ialah sebagai media untuk mencari, melihat dan berbagi video yang asli ke dan dari segala penjuru dunia melalui suatu web. Konten yang digunakan dalam penelitian ini adalah konten Youtube Dokter Tirta dan informasi mengenai kesehatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan metode survey yaitu dengan menyebarkan kuesioner menggunakan skala likert kepada subscribers dari Youtube Channel Dokter Tirta. Teknik pengambilan sampel ditentukan dengan rumus Slovin dengan total sampel sebanyak 400 responden. Teori dalam penelitian ini menggunakan teori Uses and Gratification. Berdasarkan dari hasil analisis penelitian, (1) variabel terpaan berpengaruh signifikan terhadap pemenuhan kebutuhan informasi subscribers, (2) variabel efektivitas berpegaruh signifikan terhadap pemenuhan kebutuhan informasi subscribers, dan (3) variabel terpaan dan efektivitas signifikan terhadap pemenuhan kebutuhan informasi subscribers. Melalui cara memberikan edukasi serta informasi seputar kesehatan yang diberikan oleh Dokter Tirta serta mengikuti perkembangan kesehatan sampai saat ini, sehingga subscribers tertarik memilih konten Youtube Dokter Tirta untuk memenuhi kebutuhan informasinya mengenai kesehatan

    Strategi Humas Pemerintah Dalam Pengelolalan Managemen Isu Di Era Post Truth

    Full text link
    Humas pemerintah melakukan manajemen isu sebagai strategi responsif untuk mengelola isu-isu pemerintah sebagai perencanaan krisis untuk menghindari rencana kontijensi di era post truth. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pengelolaan isu yang responsif yang dilakukan oleh humas pemerintah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dirjen IKP Kementerian Komunikasi dan Informatika selaku humas pemerintah dan Deputi IV Kantor Staf Presiden menerapkan strategi agenda building dalam produksi narasi pemerintahan. Sesuai dengan teori Agenda Building & Information Subsidies, humas pemerintah menggunakan strategi khusus untuk mempengaruhi persepsi positif masyarakat terhadap pemerintah. Mulai dari proses perencanaan yang dilakukan tim krisis, koordinasi isu penajaman isu, pembuatan strategi komunikasi, media monitoring, media relation, analisis tone berita, produksi naratif, evaluasi, dan subsidi informasi. Selain itu, GPR menjalankan contingency plan. Penelitian kualitatif deskriptif dilakukan dengan teknik pengambilan melalui wawancara mendalam, dokumentasi, dan observasi. Setelah mewawancarai 21 narasumber, temuan penelitian menghasilkan proposisi, pedoman teknis pengelolaan isu, dan model komunikasi pengelolaan isu, serta mendeskripsikan karakteristik pengelolaan era Jokowi-JK. Strategi utama yang digunakan humas pemerintah dalam isu manajemen adalah menjalin hubungan baik dengan media melalui Forum Merdeka Barat 9. Humas pemerintah memanfaatkan berbagai media untuk memaksimalkan agenda pembangunan, seperti: big data, press conference, website, release , twitter, Instagram, Facebook, YouTube Live Streaming, dan sebagainya. Penggunaan media yang beragam dan kecerdasan buatan merupakan salah satu ciri khas humas pemerintah di era sebelumnya

    Strategi Komunikasi Lingkungan Pandawara Group dalam Menyebarkan Kesadaran Ekologis di Kota Bandung: Peran Penting Pandawara Group dalam Ekologi Kota Bandung

    Full text link
    Masalah sampah di Kota Bandung mendesak perhatian serius dengan pertumbuhan populasi dan aktivitas ekonomi yang terus meningkat. Pandawara Group, sebuah inisiatif pemuda, mengambil langkah konkret dengan memimpin gerakan peduli lingkungan melalui program "Clean Up" dan "Ajaraksa". Penelitian  ini menggunakan  menggunakan teori strategi komunikasi lingkungan yang dikembangkan oleh Richard R. Jurin, Donny Roush, dan Jeff Danter. Teori ini memuat 11 tahapan strategi, mulai dari pernyataan masalah, tujuan, analisis audiens, objektif, hingga pemilihan media dan desain komunikasi. Dengan  fokus pada kesadaran ekologis, diintegrasikan dengan teori aspek kesadaran ekologis dari Muhaimin, yaitu aspek pengetahuan, sikap, keterampilan, dan partisipasi masyarakat. Subjek penelitian ini adalah strategi komunikasi yang digunakan oleh Pandawara Group untuk menyebarkan kesadaran ekologis di Kota Bandung. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif studi kasus degan objek pada program "Clean Up" dan "Ajaraksa" yang dilakukan oleh Pandawara Group dengan tujuan untuk menyebarkan kesadaran ekologis di Kota Bandung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pandawara Group telah melakukan strategi komunikasi lingkungan melalui 11 tahapan yaitu pernyataan masalah, tujuan, analisis audiens, objektif, pengembangan pesan, pemilihan media dan desain, jangka waktu, evaluasi awal, evaluasi formatif, evaluasi sumatif, dan anggaran proyek. Namun begitu di setiap tahapannya, tidak selalu mencerminkan aspek kesadaran ekologis, namun setidaknya terdapat satu atau dua aspek yang mencerminkan di setiap strategi komunikasi lingkungan. Dengan memanfaatkan platform digital seperti TikTok dan Instagram, Pandawara Group telah menyebarkan pesan lingkungan kepada audiensnya, terutama generasi muda yang aktif berinteraksi di media sosial. &nbsp

    Metode PEGAS (Pose, Ekspresi, Gerakan Tangan, Atraktif dan Suara) sebagai Cara Mengatasi Grogi Public Speaking

    Full text link
    Public speaking adalah sebuah core skill atau kemampuan utama yang dibutuhkan pada era digital. Kemampuan public speaking telah dilatih pada pendidikan formal sejak tingkat dasar dengan mulai dituntutnya siswa melakukan presentasi di depan kelas. Public speaking pada pelaksanaannya memiliki tantangan yang sering dirasakan oleh para pembicara, salah satunya adalah munculnya perasaan grogi. Perasaan grogi adalah perasaan yang muncul ketika seorang pembicara merasa canggung ketika tampil dihadapan publik. Perasaan grogi dapat diatasi dengan cara pembicara menerapkan metode PEGAS yang terdiri dari unsur komunikasi dalam kategori non verbal. Tulisan ini memiliki tujuan untuk membuka wawasan dan pengetahuan baru tentang cara mengatasi grogi yang biasa muncul dalam pelaksanaan public speaking dan memperkenalkan Metode PEGAS sebagai salah satu cara dalam mengatasi grogi pada public speaking ke khalayak lebih luas. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus terhadap ahli/expert dalam bidang public speaking yakni salah satu founder lembaga pelatihan public speaking yang juga sudah sering menjadi seorang pembicara dan juga MC dalam berbagai macam kegiatan. Informan menyebutkan PEGAS merupakan sebuah unsur yang merumuskan secara sederhana mengenai tingkat kemampuan public speaking seseorang. PEGAS adalah singkatan yang terdiri dari pose, eskpresi, gerakan tangan, atraktif dan suara. Unsur PEGAS ini bisa menjadi ciri untuk mengetahui tingkat grogi narasumber bahkan juga bisa menjadi ciri tingkat percaya diri

    157

    full texts

    168

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇