NALARs
Not a member yet
252 research outputs found
Sort by
TRADISI LISAN DALAM ARSITEKTUR
ABSTRAK. Tulisan ini merupakan sebuah kajian tentang apa itu tradisi lisan dan bagaimana tradisi lisan diterapkan dalam ilmu atau bidang arsitektur. Beberapa teori tentang tradisi lisan tersebut disajikan oleh beberapa ahlinya sebagai sebuah dasar dan referensi dalam mengungkapkan beberapa contoh tradisi lisan dalam arsitektur yang akan ditinjau. Tinjauan yang dilakukan terhadap dua studi preseden yang diangkat dalam tulisan ini menggunakan metode kualitatif deskriptif naratif, dimana Saya mencoba memaparkan beberapa studi preseden tersebut dengan mengulasnya melalui pendekatan tradisi lisan dalam arsitektur. Tulisan ini diharapkan dapat memberikan wacana lebih luas bagi para calon arsitek yaitu mahasiswa arsitektur atau para civitas akademika lainnya sehingga dapat lebih memahami bahwa tradisi lisan tidak hanya berkaitan dengan bidang ilmu sejarah atau budaya saja, namun juga dapat bersinggungan dengan bidang arsitektur terutama yang berkaitan dengan tradisi dalam arsitektur. Tradisi lisan dalam arsitektur ini berkaitan dengan pembuatan rumah-rumah tradisional pada adat-adat tertentu yang akan disampaikan pada tulisan ini.Kata Kunci: tradisi, arsitektur, tradisi lisan, budaya, tradisionalABSTRACT. This paper is a study of what oral tradition is and how it is applied in the science or field of architecture. Several experts present theories about the oral tradition as a basis and reference in revealing some examples of oral tradition in architecture that will be reviewed. The review of the two precedent studies raised in this paper uses a descriptive-narrative qualitative method. I have tried to describe some of these precedent studies by reviewing them through an oral tradition approach in architecture. This paper is expected to provide a broader discourse for prospective architects, namely architecture students or other academics. Thus, they can better understand that oral traditions are not only related to the field of history or culture. But can also intersect with the field of architecture, especially those about tradition in architecture. The oral tradition in this architecture is related to the creation of traditional houses based on certain customs that will be conveyed in this writing.Keywords: tradition, architecture, oral tradition, culture, traditiona
Kajian Pedestrian Friendly Pada Taman Kambang Iwak Palembang
ABSTRAK. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji Taman Kambang Iwak berdasarkan kriteria pedestrian friendly. Kriteria pedestrian friendly penting untuk dikaji untuk menjadi evaluasi kualitas ruang terbuka yang mendukung pejalan kaki pada Taman Kambang Iwak. Taman Kambang Iwak adalah wadah ruang publik masyarakat kota Palembang. Aktivitas yang mendominasi di Taman Kambang Iwak Palembang adalah olahraga dan perdagangan. Elemen pedestrian pada Taman Kambang Iwak Palembang menjadi elemen penting dikarenakan perannya mewadahi banyak aktivitas dari pengguna. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi langsung dan studi literatur. Observasi dilakukan dengan dokumentasi dan pengamatan aktivitas di Taman Kambang Iwak. Hasil penelitian ini menunjukkan Taman Kambang Iwak sudah memenuhi kriteria site planning and connectivity, material, sirkulasi, massa bangunan, proporsi dan transparansi serta detail dari konsep pedestrian friendly. Kriteria ritme dari konsep pedestrian friendly belum terpenuhi pada Taman Kambang Iwak.Kata kunci: Ramah pejalan kaki, Ruang Publik, Taman, Pejalan KakiABSTRACT. This study aims to examine Kambang Iwak Park based on pedestrian-friendly criteria. Pedestrian-friendly criteria are essential to be assessed to be evaluated the quality of open space that supports pedestrians in Kambang Iwak Park. Kambang Iwak Park is a place for public space in the city of Palembang. The activities that dominate Palembang's Kambang Iwak Park are sports and trade. The pedestrian element in Palembang's Kambang Iwak Park is essential because it accommodates many users' activities. The research method used is the descriptive qualitative research method. Data was collected by direct observation and literature study. Observations were carried out by documenting and observing activities at Kambang Iwak Park. The results of this study indicate that Kambang Iwak Park has met the criteria of site planning and connectivity, materials, circulation, building mass, proportion, transparency, and the detail of the pedestrian-friendly concept. The rhythm criteria of the pedestrian-friendly concept have not been met in Kambang Iwak Park. Keywords: Pedestrian-Friendly, Public Spaces, Parks, Pedestrian
ANALISIS BIAYA PERUBAHAN SPESIFIKASI FASAD GREEN BUILDING DENGAN METODE VALUE ENGINEERING
Fasad berkinerja tinggi bukan hanya pembatas antara interior dan eksterior, fasad juga direncanakan dengan sistem untuk menciptakan ruang yang nyaman dengan secara aktif merespons lingkungan luar bangunan dan secara signifikan mengurangi konsumsi energinya. Fasad memengaruhi anggaran energi dan kenyamanan penghuninya lebih dari sistem lainnya, terutama fasad tipe kaca. Suhu, kelembaban, angin, curah hujan, radiasi matahari, dan karakteristik zona iklim lainnya harus dipertimbangkan saat membuat strategi desain untuk meminimalkan dampak kondisi lingkungan eksternal dan mengurangi konsumsi energi. Penelitian ini membantu menentukan kualitas dan kinerja bahan fasad dan analisis dampaknya pada biaya awal dan biaya konsumsi energi untuk penciptaan green building. Studi kasus pada penelitian ini adalah gedung 9 lantai di Jakarta yang menggunakan tipe fasad dinding jendela kaca tetap. Penelitian ini menganalisis 3 pilihan jenis material kaca yaitu kaca laminasi, kaca IGU dan kombinasi kaca laminasi di sisi utara dan selatan bangunan serta kaca IGU di sisi timur dan barat. Material alumunium juga memiliki 2 jenis pilihan yaitu insulated profile dan non insulated profile. Hasil analisis menunjukkan bahwa kenaikan biaya awal cukup tinggi untuk kaca IGU dengan kenaikan biaya 43% dari pada yang sudah ada, namun akan terjadi penghematan biaya pemakaian energi listrik pada AC dengan penghematan konsumsi energi sebesar 30%
KAJIAN PEMBANGUNAN LANDMARK & RTH DENGAN PENDEKATAN DESAIN KEARIFAN LOKAL DI KAWASAN STRATEGIS BANTEN
ABSTRAK. Peraturan Provinsi Banten No. 2 tahun 2011 Dijelaskan bahwa Daerah Strategis Provinsi adalah wilayah yang perencanaan tata ruang tersebut diprioritaskan karena memiliki pengaruh yang sangat penting dalam lingkup provinsi ekonomi, sosial, budaya, dan / atau lingkungan.Metode penelitian dilakukan adalah penelitain gabungan seperti data primer (Survey,pengukuran,pengambilan foto dengan drone) sedangkan data sekunder (regulasi dinas setempat,kearifan lokal banten).Hasil dari penelitian dalam rangka mendukung pengembangan kawasan strategis provinsi maka diupayakan pembangunan infrastruktur yang merupakan motor penggerak suatu kawasan sebagai bagian terintegrasi antara pembangunan nasional dan roda pertumbuhan ekonomi.Maka perlu sebuah identitas Kawasan sebagai pembatas dalam sebuah Kawasan, dengan adanya RTH dan Landmark Kawasan sebagai pembatasa di 3 perbatasan Banten-Jawa barat, Banten-Lampung dan Banten Jakarta.Dengan dasar konsep Landmark dengan menerepakan kearifan local pada Sculpture dengan motif/bentuk dan bahan kearifan lokal pada Landmark.Kesimpulan dari penelitian ini dimana dapatmemberikan sebuah konsep desain pada RTH dan Landmark sebagai identitas dan perbatasan dengan wilayah provinsi lain dengan khas/kearifanlokal yang ada dibanten yang diterapkan dalam desain RTH dan Landmark.Kata kunci: Kawasan, Infrastruktur, Prioritas, StrategisABSTRACT. Banten Province Regulation No. 2 of 2011 It is explained that the Provincial Strategic Region is an area where spatial planning is prioritized because it significantly influences the province's economic, social, cultural, and/ or environmental scope. The research method is carried out by combining primary data (Surveys, measurements, taking photos with drones) and secondary data (regulations of local offices, local wisdom of Banten). The research results support the development of the province's strategic areas. Efforts are made to develop infrastructure, which is the driving force of an area as an integrated part of national development and the wheels of economic growth. Need a regional identity as a barrier in a room, with the existence of green open space and regional landmarks as boundaries on the three borders of Banten-West Java, Banten-Lampung, and Banten Jakarta. Based on the concept of Landmarks by applying local wisdom to Sculpture with motifs/shapes and materials local wisdom on Landmarks. The conclusion from this research is that it can provide a design concept for green open space and landmarks as identities and borders with other provincial areas with local characteristics/wisdom that exist in Banten, which are applied in the design of green open space and landmarks. Keywords: Area, Infrastructure, Priority, Strategi
KAJIAN PENDEKATAN PERANCANGAN BERBASIS KINERJADALAM PROSES PENYELENGGARAAN BANGUNAN GEDUNG
ABSTRACT: Performance based design apporach in building delivery process is taking place from the initital stage or since the conceptual design, conducted collaboratively with multidisciplinary approach by involving all parties involved. This design approach has many advantages over traditional methods, including predicting building performance and optimizing all resources used when the building is operated by integrating building systems using simulation applications. However, this approach has not been widely practiced in the construction industry due to the sequential mannner apllied in many construction projects and the inadequate resources available. This paper attempts to convey the understanding and implementation of the performance-based design approach in building design, the problems faced and the use of simulation tools to predict and optimize the building performance
PERUBAHAN FUNGSI DAN BENTUK HUNIAN DI MASA PANDEMI
ABSTRAK. Pandemi COVID-19 mulai muncul pada akhir tahun 2019. Hal ini berpengaruh terhadap perubahan tatanan dalam berbagai kehidupan. Salah satu penyebab dari perubahan tatanan ini adalah karena semua kegiatan yang pada awalnya dilakukan di luar rumah, berubah total dengan sistem Work From Home (WFH) dan Belajar Dari Rumah (BDR) menjadi kegiatan yang dilakukan di dalam rumah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan perubahan fungsi dan bentuk ruang hunian di masa pandemi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, sesuai dengan tujuannya untuk melihat perubahan bentuk dan fungsi hunian sederhana. Perubahan bentuk dilakukan dengan mengamati bentuk dan fungsi sebelum dan sesudah pandemi, mengamati keadaan saat pandemic dan melakukan wawancara untuk mengetahui bentuk dan fungsi sebelum pandemic. Pengumpulan data dilakukan dengan cara purposive sampling pada 13 rumah dengan luasan kecil, sedang, dan besar. Hasil dari penelitian ini adalah adanya perubahan yang terjadi pada rumah di sebabkan oleh pandemi yang terjadi.Perubahan tersebut ditemukan pada bertambahnya aktivitas yang terjadi pada ruang.Sedangkan bentuk ruang dan rumah tidak mengalami perubahan.Penambahan aktivitas ini disebabkan karena adanya WFH (bekerja dari rumah) dan BDR (belajar dari rumah), yang merupakan dua aktivitas tambahan yang muncul selama pandemic. Temuan lain dari penelitian ini adalah dua ruang yang digunakan oleh pengguna untuk melakukan kegiatan selama pandemic yaitu ruang tamu dan kamar. Ruang tamu digunakan sebagai tempat belajar daring bagi pengguna usia SD, namun untuk pengguna usia SMA dan kuliah kegiatan BDR/kuliah daring dilakukan di dalam kamar. Sedangkan orangtua melakukan kegiatan WFH lebih banyak di kamar karena membutuhkan ketenangan dan privasi. Kata kunci: Perubahan, fungsi dan bentuk, hunian ABSTRACT. The COVID-19 pandemic began to emerge at the end of 2019. This condition affects changes in the order of different lives. One of the causes of this change is that all activities that were originally carried out outside the home have completely changed with the Work From Home (WFH) and Learning From Home (BDR) systems into activities carried out at home. This study aims to identify and describe changes in the function and form of residential spaces during the pandemic. This study uses a qualitative descriptive method following its purpose to see changes in the form and function of simple dwellings. Changes in the form are carried out by observing the form and function before and after the pandemic, observing the situation during the pandemic, and conducting interviews to find out the form and function before the pandemic. Data were collected by purposive sampling on 13 houses with small, medium, and large areas.The result of this study is that changes occurred in the house caused by the pandemic. These changes were found in the increased activity in the room. Meanwhile, the shape of the room and place did not change. This additional activity was due to the existence of WFH (working from home). And BDR (study from home) are two different activities that have emerged during the pandemic. Another finding from this study is that users use two spaces to carry out activities during the pandemic: the living room and the bedroom. The living room is used as an online learning place for elementary school-age users, but for high school and college-age users, BDR / online lecture activities are carried out in the room. Meanwhile, parents do WFH activities more in the room because they need peace and privacy.Keywords: Change, function and form, residenc
KAMPUNG VERTIKAL SEBAGAI STRATEGI URBAN RENEWAL DI KAMPUNG LUMUMBA, SURABAYA
Kampung is a settlement that have unique characteristic both in physical and socio-cultural condition. Kampung development process tends to be natural and non-formal, but mainly have faced the environmental degradation and lack of facilities. This forced the government to have some intervention in developing kampung housing by perform an urban renewal. Due to the problem of scarcity of land, urban renewal strategy of kampung has to be developed vertically. This also consider the social context that the rearrangement of kampung area is not done by relocating the local residents, but rearranging the original area to improve the community through environmental, social and economic quality improvement
ASPEK KEAMANAN PADA KUALITAS FISIK FASILITAS BERMAIN ANAK TAMAN KOTA JANGGAN: Menuju Denpasar Kota Ramah Anak
ABSTRAK. Taman kota sudah seharusnya memperhatikan salah satu aspek convivial, yaitu aspek keamanan. Aspek ini berpengaruh bagi keselamatan pengunjung, terutama anak-anak. Taman Kota Janggan yang terletak di Kota Denpasar memiliki fasilitas bermain anak, tetapi belum diketahui apakah kualitas fasilitas bermain tersebut telah memenuhi tingkat keamanan. Tujuan penelitian adalah untuk mengevaluasi kualitas fisik fasilitas bermain anak berdasarkan aspek keamanan pada taman kota tersebut. Metode kuantitatif digunakan dengan analisis skoring. Analisis skoring dilakukan berdasarkan kondisi fisik yang ada dan dinilai berdasarkan standar penilaian komponen pengendalian perancangan taman bermain anak menurut komponen dan kriteria penilaian keamanan fasilitas ruang bermain anak dari Baskara dan del Alamo. Komponen ini terdiri atas lokasi fasilitas, tata letak, peralatan permainan, konstruksi, dan material. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara rata-rata, persentase yang didapatkan yaitu 74%. Dengan kata lain, fasilitas bermain anak di Taman Kota Janggan telah memenuhikualitas fisik dalam aspek keamanan bagi anak-anak, sehingga taman kota ini dapat digunakan sebagai lingkungan belajar bagi anak usia dini dengan model pembelajaran di luar kelas. Taman Kota Janggan yang layak anak ini menjadi salah satu indikator Kota Denpasar Ramah Anak. Kata kunci:aspek keamanan, fasilitas bermain anak, kualitas fisik, taman kota ramah anak ABSTRACT. City parks should pay attention to the social aspects, namely the safety aspect for children. Taman Kota Janggan, which is located in Denpasar City, has a children's playground. Nevertheless, it is unknown whether the quality of the game has met the level of safety. The study evaluated children's play facilities' physical quality based on the city park's safety aspects. The research method used was a scoring analysis that was carried out based on existing physical conditions. A set of requirements determined by the assessment criteria for children's play facilities from Baskara and Alamo: location, layout, game equipment, construction, and materials. An average scoring for children's safety obtained is 74%. It means the children's play facilities in Janggan City Park have met the physical quality of children's safety. This city park can be used as a learning environment for early childhood with a learning model outside the classroom. The Janggan City Park is one of Denpasar's indicators that it is a Child-Friendly City.Keywords: safety aspect, children's playground, physical quality, child-friendly city par
PEMBACAAN POLA TATA RUANG HUNIAN TRADISIONAL MELAYU BANGKA BERDASARKAN LAGU DAERAH BANGKA “YO MIAK”
Berbicara tentang relevansi situasi dan kondisi kini, tak lepas dari gerak serta ruang lingkup yang menjadi medium bernama pola tata ruang. Tata ruang ini berperan menaungi masyarakat dalam berekspresi. Akan tetapi pada praktiknya, elemen ruang menjadi tidak kontekstual dikarenakan keegoisan diri guna mengejar perkembangan. Oleh karena itu, menghadapi hal ini diperlukan adanya suatu pendekatan untuk memahami korelasi antara dua problematika terkait agar mempermudah tercapainya satu titik temu. Pemilihan Lagu Daerah “Yo Miak” sebagai pendekatan memaknai falsafah kehidupan masyarakat Melayu Bangka yang memiliki implikasi terhadap pola tata ruang hunian dan perkampungan merupakan salah satu cara untuk menjawab permasalahan yang ada terkait pemaknaan budaya. Karena lirik dari lagu “Yo Miak” mengandung nilai-nilai keutamaan keseharian Melayu Bangka. Dimana bila di lakukan analisa yang lebih mendalam, filosofi tersebut menyiratkan aktivitas masyarakat Melayu dan lebih dari itu diketahui juga pola ruang. Pada intinya kedua hal ini, antara lagu daerah dan pola tata ruang (arsitektur) memiliki kesamaan sebagai output dari suatu masa utamanya kejayaan kebun lada yang kini mulai punah. Dengan harapan dapat saling menyokong satu sama lain menjawab tantangan yang sama pula yaitu masa depan. Adapun tujuan dari penelitian kualitatif interpretatif ini ialah mengetahui unsur inti, organisasi dan faktor dari pola tata ruang hunian dan permukiman tradisional Melayu Bangka berdasarka lagu “Yo Miak”. Sehingga menciptakan kehidupan seimbang dimana masyarakat bersandingan dengan alam dan budaya yang telah saling mendewasakan.KATA KUNCI: : Pola tata ruang hunian, hunian Melayu Bangka, pola permukiman, permukiman tradisional Melayu Bangka, lagu “Yo Miak
SRATEGI SPASIAL KALANGAN TIONGHOA DI KAUMAN SURAKARTA
ABSTRAK. Indonesia terkenal dengan keragaman budaya yang disisi lain dapat memunculkan suatu perbedaan. Dari perbedaan tersebut, tidak jarang memunculkan sebuah konflik yang berujung pada kekerasan. Seperti halnya konflik antara Tionghoa dengan pribumi muslim yang sudah ada sejak kedatangan Belanda. Penelitian kali ini berada di Kauman, Surakarta dimana kampung ini tidak hanya dihuni oleh kaum muslim melainkan juga Tionghoa. Dengan adanya dua komunitas yang berbeda identitas dalam satu tempat serta sejarah konflik antara Tionghoa dengan muslim dimungkinkannya terjadi sebuah pergesekan dan perbedaan. Identitas yang dimaksud adalah Jawa Muslim dengan Tionghoa non-Muslim. Dari uraian tersebut, langkah pertama yang dilakukan yakni mengetahui strategi spasial kalangan Tionghoa dalam memasuki Kampung Kauman. Langkah pertama tersebut berfungsi untuk mengetahui lebih lanjut mengenai interaksi yang akan terjadi. Selain itu, penelitian ini dilakukan guna mencegah dampak terjadinya konflik sosial di kawasan Kauman kedepannya. Penelitian ini menggunakan metode induksi kualitatif dengan penekanan pada proses observasi, wawancara dan pemetaan. Hasil yang diperoleh yakni terdapat tiga strategi spasial yang dapat membentuk pola ruang. Kata kunci: Strategi Spasial, Kalangan Tionghoa, Kauman Surakarta ABSTRACT. Indonesia is famous for its cultural diversity, which, on the other hand, can make a difference. From these differences, it is not uncommon for a conflict to lead to violence. Such is the case with conflicts between Chinese and native Muslims that have existed since the Dutch's arrival. The research this time was in Kauman, Surakarta, where Muslims and Chinese inhabit this village. With the existence of two communities with different identities in one place and the history of conflict between Chinese and Muslims, it is possible to have friction and differences. The identity in question is Javanese Muslim and Chinese non-Muslim. From this description, the first step taken was to know the Chinese's spatial strategy in entering Kauman Village. This first step serves to find out more about the interactions that will occur. Also, this research was conducted to prevent future impacts of social conflict in the Kauman area. This study used a qualitative induction method with an emphasis on the process of observation, interview, and mapping. The results obtained are that three spatial strategies can form spatial patterns Keywords: Spatial Strategy, Chinese Circle, Kauman Surakart