252 research outputs found

    KAJIAN ARSITEKTUR LANSKAP RUMAH TRADISIONAL BALI SEBAGAI PENDEKATAN DESAIN ARSITEKTUR EKOLOGIS

    No full text
    ABSTRAK. Penelitian ini mengkaji pengaruh Arsitektur Lanskap Rumah tradisional Bali terhadap pendekatan perancangan Arsitektur ekologis di daerah tropis. Metode yang digunakan adalah metode deskripsi yang dipadu dengan observasi terhadap arsitekur lanskap rumah tradisional Bali. Data yang dihasilkan akan dikelompokkan dan disusun sehingga menjadi sebuah data yang menunjukkan adanya hubungan antara elemen lanskap dengan norma–norma yang diterapkan dalam penataannya. Kesimpulan yang didapat adalah konsep Asta Kosala kosali terbukti berhasil membuat Arsitektur Lanskap Rumah Tradisional Bali khususnya, bertahan sampai sekarang. Penataan ruang dengan Kasta di Bali sudah menunjukan dan membuktikan merupakan produk Arsitektur Lanskap yang ekologis. Kata Kunci: Arsitektur Lansekap, RumahTradisional Bali, Arsitektur Ekologis  ABSTRACT. This study will examine the effect of architectural landscape of Balinese traditional house on the approach of ecologist architecture design within tropical area. The method has been used is a description method combined with observation of architectural landscape of Balinese traditional house. The collected data will be grouped and organized thus become a data which showing the relationship between landscape elements with norms applied in the setting. The conclusion is  showing that the concept of Asta Kosala Kosali has succeeded to make architectural landscape of Balinese traditional housein particular, has survived until now. Structuring space with Caste in Bali has shown and provedas an Ecological Landscape Architecture product. Keywords: Landscape Architecture, Balinese Traditional House, Ecologist Architectur

    KAJIAN JALUR PEDESTRIAN SEBAGAI RUANG TERBUKA PADA AREA KAMPUS

    Get PDF
    ABSTRAK. Jalur pedestrian sudah seharusnya dapat menjadi fasilitas yang baik yang disediakan baik oleh pemerintah maupun lembaga swasta sebagai fasilitas untuk pejalan kaki. Kebutuhan fasilitas pejalan kaki sebagai ruang terbuka publik juga meningkat karena adanya penyesuaian gaya hidup dan standar hidup bagi masyarakat Indonesia pada umumnya dan masyarakat Jakarta khususnya. Daerah jalur pejalan kaki memiliki banyak fungsi, salah satu fungsi mereka baik sebagai fasilitas untuk pejalan kaki, juga sebagai ruang terbuka untuk berbagai aktifitas diantaranya aktifitas social dan juga aktifitas lainnya. Sebuah jarak dari tempat tinggal ke tempat kerja harus direncanakan dan dirancang sebagai akses yang mudah dan dapat dicapai dengan berjalan kaki. Hal ini menjadi latar belakang mengapa konsep pedestrian penting untuk diterapkan dalam wilayah publik seperti area kampus. Namun pada kenyataannya jalur pedestrian yang ada masih jauh dari optimal dalam hal perencanaan, desain atau penggunaannya. Tulisan ini bertujuan untuk menganalisis penerapan konsep pedestrianisasi dalam area kampus sebagai ruang terbuka bagi komunitas kampus baik untuk memfasilitasi kebutuhan sosial juga untuk beraktifitas di dalamnya. Sebagai fakta terlihat bahwa jumlah arus pejalan kaki dalam waktu area kampus cukup tinggi. Perlunya kegiatan bersosialisasi antara mahasiswa dan lain-lain sangat penting. Metode deskriptif serta metode studi banding telah dipilih sebagai metodologi penelitian. Kata kunci: jalur pedestrian, ruang terbuka, area kampus ABSTRACT. A pedestrian line should be a good facility provided either by government or private institutions as a tool for pedestrians. The need for pedestrian facilities as public open spaces have also increased due to an adjustment of lifestyle and standard of living for Indonesian community generally and Jakarta’s community particularly. Pedestrian areas have many functions, one of their functions either as a tool for pedestrians, also as a space for social need for many people. A distance from residence to work place should be planned and designed as an easy access and can be reached by walking distance. This is become a background why the concept of pedestrian is important to be applied within public area such as campus area. But in fact the existing pedestrian path is far from optimal in terms of planning, design or use. This paper is aimed to analyse the application of pedestrianization concept within campus area as a public space for social need. As the fact showed that number of pedestrian’s flow within campus area is quite high. The need for socialization’s activity between students and others is significant as well. Descriptive method as well as comparative studies method have been chosen as a methodology of the research. Keywords: pedestrian line, open space, campus area

    ANALISA KAWASAN BOAT QUAY BERDASARKAN TEORI KEVIN LYNCH

    Get PDF
    ABSTRAK. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa kawasan Boat Quay di Singapura berdasarkan Teori Citra Kota yang dikenal sebagai Teori Kevin Lynch. Penelitian ini dilatarbelakangi untuk memberikan pemahaman akan teori yang ada dengan fakta yang ada di lapangan. Penelitian ini merupakan salah satu hasil dari rangkaian perjalanan Studi Ekskursi Mahasiswa Arsitektur Universitas Muhammadiyah Jakarta yang dilaksanakan di Singapura pada bulan September 2011 yang lalu. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan mengedepankan data-data primer sebagai data utama dengan survei ke lokasi dan menganalisa langsung data-data yang ada berdasarkan Teori Kevin Lynch.  Kata kunci: kawasan, Boat Quay, teori Kevin Lynch ABSTRACT. This research is aimed to analize area of Boat Quay in Singapore based on the theory of the image of the city which known as the theory of Kevin Lynch. This research is motivated to provide an understanding of existing theories with the facts in real world. This research is a result of Student Excursion Study Trip series of Architecture Department University of Muhammadiyah Jakarta which has been completed in Singapore last September 2011. The method of the research is a qualitative descriptive method which underlined primary datas as main datas by doing some direct survey to the designated areas in Boat Quat Singapore. Afterward, the collected datas will be analyzed directly based on the Theory of Kevin Lynch. Keywords: district, Boat Quay, Kevin Lynch   

    KONSEP ARSITEKTUR BALI APLIKASINYA PADA BANGUNAN PURI

    No full text
    ABSTRAK. Arsitektur Bali yang kita kenal sampai dengan saat kini adalah merupakan arsitektur vernakuler yang tumbuh dan berkembang di tengah-tengah masyarakatnya dalam perkembangan kepariwisataan di Bali. Salah satu dampak kepariwisataan adalah terjadinya perubahan status sosial yang lebih baik pada sebagian masyarakat (termasuk keluarga Puri) dan berakibat pada perubahan setting tata ruang dan tata bangunan (arsitektural) sesuai dengan tingkat perkembangan kebutuhan untuk masa kini dan masa yang akan datang. Puri yang pada masa lampau merupakan pusat pemerintahan dan aktivitas masyarakat di sekitarnya juga sekaligus menjadi tempat tinggal raja beserta keluarganya eksistensinya sampai dengan saat kini masih ada termasuk komposisi masyarakat Bali yang dibedakan menurut kasta masih juga bertahan ditengah-tengah perubahan jaman. Studi mengenai Puri yang ditelusuri sejak awal (masa lampau), saat sekarang dan upaya menjaga eksistensinya untuk masa yang akan datang tentunya akan menjadi topik yang urgen dan menarik bagi pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya terkait dengan bidang sosial, budaya dan arsitektur Kata Kunci: Arsitektur Bali, Bangunan Puri ABSTRACT. Balinese architecture that we know nowadays is a vernacular architecture that grows and develops in the middle of the society in the development of tourism in Bali. One of the impacts of tourism is the change of social status to be better one on some part of community (including family of Puri). This change will affect to the changes of setting layout and building layout (architectural) referring to the development needs for the present and the future. Puri which in the past was the center of government and community activities in the surrounding area and also become a place for the royal family, their existence still remain the same, including the composition of the people of Bali which are differentiated by caste still survive in the middle of changing times. A study of Puri has been traced from the beginning (of the past), the present and the efforts to maintain its existence for the foreseeable future will certainly be an urgent topic and interesting for the development of science, particularly in relation to social,cultural and architectural. Keywords: Balinese Architecture, Building of Pur

    SISTEM PEMERINTAHAN KERAJAAN PENGARUHNYA TERHADAP ARSITEKTUR BALI

    Get PDF
    ABSTRAK. Membicarakan sistem pemerintahan kerajaan di Bali, tidak bisa dilepaskan oleh adanya pengaruh agama Hindu. Konsep Negara Klasik di Indonesia dipengaruhi oleh dua pusat peradaban yaitu India dan Cina, khususnya mengenai masalah kosmis-magis, angka-angka, benda keramat, para pemimpin, geografi, posisi dan lain-lain. Sistem pemerintahan kerajaan di Bali berawal dari sejak zaman Bali Kuno sampai dengan zaman Awal Kemerdekaan. Puncak kejayaannya terjadi pada zaman Majapahit atau setelah adanya ekspedisi patih Gajah Mada berhasil menaklukkan Bali. Pengaruh agama Hindu, terutama setelah kedatangan Pendeta dari Jawa Timur : Empu Kuturan dan Dang Hyang Nirartha / Dang Hyang Dwijendra sangat mendominasi pada perkembangan dan perbaikan segi-segi kehidupan dan sistem pemerintahan kerajaan di Bali, termasuk perkembangan arsitekturnya baik pada jenis bangunan Parahyangan, Pawongan ataupun Palemahan. Pada mulanya keraton di Bali disebut dengan “Pura” seperti : Linggarsa Pura (Samprangan, Gianyar), Sweca Pura (Gelgel) dan Semara Pura (Klungkung), setelah beberapa generasi kekuasaan di Klungkung dilakukanlah perubahan sebutan : Pura untuk fungsi bangunan Kahyangan / Suci dan Puri untuk fungsi bangunan Pawongan / Keraton.  Kata Kunci: sistem pemerintahan, kerajaan, arsitektur Bali ABSTRACT.  Talking about the royal government system in Bali, it cannot be separated  by the influence of Hindu religion. The concept of classic country in Indonesia had been affected by the two centers of civilization, namely Indian and China, particularly on the issue of cosmic-magical, numbers and figures, sacred objects, leaders, geography, and other positions. System of royal government in Bali had began from the days of the Ancient Bali to Early Independence era. The peak of the victory had occured at the era of Majapahit  after the expedition of Gajah Mada in conquering Bali. Influence of Hindu religion, especially after the arrival of Reverend from East Java: Empu Kuturan and Dang Hyang Nirartha / Dang Hyang Dwijendra was very dominating on the development and improvement of aspect of life and system of royal government in Bali. The influence also affected the development of architecture in both building types Parahyangan, Pawongan or Palemahan. At early time, mostly palaces in Bali have called "Pura" such as: Linggarsa Pura (Samprangan, Gianyar), Sweca Pura (Gelgel) and Semara Pura (Klungkung), after several generations of power in Klungkung have undertaken designation change: Pura for building which has a function as a sacred place/ Kahyangan and  Puri for building which has function for Pawongan building/ palace. Keywords: system of government, royal, architecture of Bal

    ARTOWARDS THE HEALTHY CITY : A REFLECTION ON PLANNING FOR HEALTH

    No full text
    ABSTRACT. Health, in a sense, can be considered an intensely personal matter, strongly governed by behavioural choices and genetics. However, indicators show that at the level of the community or the city, marked disparities exist in morbidity and mortality throughout the world. Clearly, politics, economics and geography also have a bearing on health outcomes, and not just in environments that are obviously extremely hazardous. Health problems can in part be due to a failure to reconcile the impact of the layout and design of urban form with the needs of individuals and communities for space to achieve a healthy existence. This article seeks a greater understanding of how the planning, design and management of cities have a bearing on sustainable development and the health of their citizens. It seeks such an understanding through a consideration of the social and environmental determinants of health and the influence that urban policy has upon the quality or liveability of cities. Lessons are sought from development theory and the move towards more collaborative approaches to health, looking particularly at the WHO Healthy Cities Project, to identify challenges and recommendations for future policy. Key words: health, wellbeing, sustainable development, urban planning, collaboration, WHO Healthy Cities Project.  ABSTRAK. Kesehatan dapat dikatakan sebagai masalah pribadi, yang biasanya merupakan akibat genetika ataupun pilihan kebiasaan. Namun, indicator-indikator memperlihatkan bahwa pada tingkat masyarakat atau kota tertentu, terdapat kesenjangan dalam morbiditas dan mortalitas di seluruh dunia. Jelasnya, politik, ekomoni dan geografi juga memiliki pengaruh pada luaran kesehatan, tidak hanya pada lingkungan tertentu yang sangat jelas berbahaya. Masalah kesehatan sebagian disebabkan karena adanya kegagalan dari akibat tata ruang dan disain dari “urban form” disesuaikan dengan kebutuhan individu dan komunitas akan ruang untuk mencapai kehidupan yang lebih sehat. Artikel ini bertujuan untuk mencari pemahaman yang lebih besar dari bagaimana perencanaan, disain dan pengelolaan sebuah kota yang memiliki pengaruh pada pembangunan berkelanjutan dan masyarakat yang sehat. Selain itu juga untuk mencari pemahaman seperti melalui pertimbangan faktor penentu sosial dan lingkungan kesehatan dan pengaruh bahwa kebijakan perkotaan ditentukan oleh kualitas atau kelayakan sebuah  kota. Pelajaran dicari dari teori pengembangan dan pergerakan menuju pendekatan yang lebih kolaboratif untuk kesehatan, terutama dengan melihat Proyek Kota Sehat dari WHO, untuk mengidentifikasikan tantangan dan rekomendasi bagi kebijakan masa depan.      Kata kunci: kesehatan, pengembangan berkelanjutan, perencanaan kota, kolaborasi, Proyek Kota Sehat WHO

    TIPOLOGI KONVERSI BANGUNAN TUA DI PUSAT KOTA STUDI KASUS PECINAN DI SINGAPURA DAN PETAK SEMBILAN DI JAKARTA

    Get PDF
    ABSTRAK. Sebuah bangunan tua biasanya akan terbengkalai. Hal ini menjadi masalah utama sebuah pusat kota, karena selain mengganggu wajah kota juga akan merusak penampilan sebuah kota ataupun membuat sebuah bangunan tidak layak huni sebagaimana mesinya. Keberadaan sebuah bangunan tua sebaiknya menjadikannya aikon sebuah kota bersejarah.  Salah satu usaha dalam mengaplikasikan konsep konservasi adalah dengan mengkonversikan sebuah bangunan tua menjadi fungsi baru yang lebih bermanfaat baik bagi pengguna bangunan maupun bagi lingkungan sekitarnya.  Perubahan fungsi sebuah bangunan tua dikenal juga sebagai konsep konversi bangunan tua. Tujuan dari konsep ini adalah untuk mencari fungsi yang lebih layak huni bagi bangunan tua tersebut baik secara ekonomi maupun efisiensi dalam pemeliharaannya, sehingga bangunan-bangunan tua tersebut tidak lagi terbengkalai dan tidak terawat lagi. Pada kenyataannya, konsep konversi bangunan tua dipilih sebagai salah satu upaya dalam konservasi bangunan karena terlihat bahwa fungsi bangunan-bangunan tua tersebut tidak lagi layak dan sesuai bila dipertahankan.   Kata kunci: konversi, konservasi, bangunan tua, pecinan ABSTRACT. An unoccupied old building, usually will be neglected. This will become a major issue in city center, either will interfere the face as well as the image of the city or will make the building is not worth anymore. The existence of an old building should become an icon of the historic city. One of an application in applying the concept of conservation is by converting the old building into a new function which more useful either for the people or the environment.  The changing and make over the function of an old building has been known as a conversion of an old building. The goal of this concept is to find a feasible use of the building economically and efficiently in maintenance, thus the building will be not neglected and remain untreated anymore. In fact, the concept of building conversion has been selected as a conservation effort because it has been seen that the function of old building is no longer approriated if retained.  Keywords: conversion, conservation, old buildings, china tow

    ANALISIS BENTUK DAN RUANG PADA RUMAH MELAYU TRADISIONAL DI KOTA SAMBAS KALIMANTAN BARAT

    Get PDF
    ABSTRAK. Arsitektur rumah Melayu tradisional di kota Sambas juga merupakan unsur kebudayaan nasional yang mempunyai struktur, fungsi dan style dengan bentuk fisik dalam proses pembuatannya senantiasa memberikan karakteristik tersendiri. Arsitektur tradisional sebagai hasil karya, cipta, karsa dan rasa manusia sebagai unsur kebudayaan manusia, yang tidak lepas dari interaksi dan pemahaman antara lingkungan fisik alam sekitar dengan keahlian atau kemampuan masyarakat dalam membentuk suatu kognisi. Penelitian ini dilakukan terhadap 3 (tiga) kasus rumah tradisional yang dijadikan sebagai kasus penelitian. Lokasi ketiga kasus tersebut terletak di kampung Dalam Kaum sebanyak 1 (satu) rumah Potong Kawat (kasus II) dan kampung Tanjung Mekar sebanyak 2 (dua) buah rumah yaitu potong Limas (kasus I) dan Potong Godang (kasus III). Kedominanan bentuk yang diberikan pada rumah tinggal Melayu tradisional baik secara vertikal maupun horizontal pada elemen pembentuk fasad disusun untuk memberikan perlindungan total dan kebebasan bagi anggota keluarga; sedangkan susunan ruang pada rumah Melayu tradisional di kota Sambas diarahkan pada penggunaan ruang secara bersamaan agar dapat menampung orang dalam jumlah yang banyak. Kata kunci : rumah Melayu tradisional, bentuk, ruang, kestabilan struktur ABSTRACT. The architecture of traditional Malay houses in the town of Sambas is also an element of the national culture and they also owned structure, function and style with the form, in its development process, is physically continues to provide its own characteristics. The traditional architecture as a result of the work, creativity initiative and the sense of man is an element of human culture, which can not be separated from the interaction and the understanding of the natural and physical environment with the skill or ability of the communities to form a cognition. The research was conducted on 3 (three) cases of the traditional Malay houses that serve as cases on this study. Three cases and its location site which were choosed as samples is in the following: 1 sample in the village of Dalam Kaum for Potong Kawat or the Kawat shape (as case II) and 2 samples were choosen in the village of Tanjung Mekar for Potong Limas or the Limas shape (as case I) and Potong Godang or Godang shape (as case III). The dominance is given by the form of traditional Malay houses, either vertically or horizontally, on the facade is forming the element arrangement to provide the total protection and freedom for all family members, whereas the spatial arrangement of the traditional Malay houses in the town of Sambas is directed to the use of space at the same time in order to accommodate many people in large numbers for traditional ceremony.Keywords : traditional Malay houses, forms, space, stability of the structure

    KAJIAN KONSERVASI KAWASAN BANTARAN SUNGAI STUDI KASUS: BOAT QUAY SINGAPURA DAN SUNGAI CILIWUNG JAKARTA

    Get PDF
    ABSTRAK. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kepedulian akan kondisi kawasan bantaran Sungai Ciliwung di Jakarta yang sebenarnya memiliki potensi yang tinggi yang dapat dilestarikan seperti layaknya kawasan Boat Quay di Singapura. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tentang konsep konservasi dan juga aplikasinya pada kawasan bantaran sungai khususnya pada kawasan Boat Quay yang dinilai sangat berhasil dan mengkaitkannya dengan kondisi kawasan bantaran sungai Ciliwung Jakarta. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif komparatif antara dua lokasi yang berbeda namun memiliki karakteristik yang hampir sama yaitu area bantaran sungai. Kata kunci: konservasi, kawasan, bantaran sungai ABSTRACT. This research has been encouraged by an awareness of the condition of banks of Ciliwung river in Jakarta. This area has been examined as a highly potential area which could be conserved as succeeded as conservation area in Boat Quay Singapore. This study is aimed to review the concept of conservation as well as the application within banks of the river particularly in Boat Quat which has been regarded as a success conservation area in Singapore. Moreover, the result will be associated with the condition of banks of Ciliwung river in Jakarta. The method of the research will conduct descriptive comparative method between two different location of case studies which have similar characterisctic. Both case studies are area of banks of the river.           Keywords: conservation, area, banks of the rive

    PERKEMBANGAN ARSITEKTUR MESJID WALISONGO DI JAWA : PERUBAHAN RUANG DAN BENTUK

    Get PDF
    ABSTRAK. Seiring dengan perkembangan jaman dan semakin meningkatnya kebutuhan-kebutuhan masyarakat muslim, arsitektur mesjid sebagai sarana tempat ibadah umat Islam cenderung pula mengalami perubahan-perubahan. Perubahan-perubahan ini terjadi pula pada mesjid-mesjid awal perkembangan Islam di Jawa yang pada umumnya disangkutpautkan dengan para mubaligh Wali Songo. Dengan pendekatan historis, tulisan ini berusaha memperlihatkan perubahan-perubahan ruang dan bentuk dalam arsitektur mesjid Wali Songo melalui tema-tema keruangan dan modernitas. Kata kunci : Keruangan memusat, tradisionalitas, modernitas ABSTRACT. As period of time changes all the time and as the needs of moslem community had increased, an architecture of mosque as a prayer facility for moslem has tend to be changed as well. Those changes had happened to mostly mosques within early Islam development in Java, which generally had been related to “Wali Songo”. By using historical approach, this paper is trying to seek the changes of architectural space and form within architecture of Wali Songo’s mosque through spatial themes and modernity.  Keywords : centered space, traditionality, modernit

    225

    full texts

    252

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    NALARs
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇