252 research outputs found

    STRATEGI PERLINDUNGAN TERHADAP ARSITEKTUR TRADISIONAL UNTUK MENJADI BAGIAN PELESTARIAN CAGAR BUDAYA DUNIA

    Get PDF
    ABSTRAK. Sebagai salah satu benda cagar budaya bersifat kebendaan, arsitektur tradisional perlu dilakukan pelestariannya. Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya, Pelestarian adalah upaya dinamis untuk mempertahankan keberadaan Cagar Budaya dan nilainya dengan cara melindungi, mengembangkan, dan memanfaatkannya. Oleh karena itu, penting untuk melakukan pelestarian arsitektur tradisional agar dapat diteruskan kepada generasi berikutnya dalam keadaan baik dan tidak berkurang nilainya, bahkan perlu ditingkatkan untuk membentuknya sebagai pusaka pada masa datang. Strategi perlindungan terhadap arsitektur cagar budaya beserta artefaknya perlu dilakukan sebagai upaya pelestarian benda cagar dunia. Strategi pelestarian tidak hanya berorientasi masa lampau, namun pelestarian dan perlindungan terhadap arsitektur cagar budaya beserta artefaknya harus dilakukan dengan visi yang berwawasan dan diperuntukkan bagi kepentingan ke masa kini dan masa depan. Adapun hasil dari strategi pelestarian dan perlindungan ini agar dapat berguna bagi masyararakat harus dengan memperhatikan dan menjaga unsur-unsur penting, yaitu:integritas (integrity), keaslian (authenticity) dan kemanfaatan (sustainability use), baik untuk ilmu pengetahuan, sejarah, agama, jatidiri, kebudayaan, maupun ekonomi melalui pelestarian cagar budaya yang keuntungannya (benefit) dapat dirasakan oleh generasi saat ini. Untuk mencapai tujuan ini, langkah strategis yang harus dilakukan untuk perlindungan dan pelestarian arsitektur tradisional untuk menjadi bagian pelestarian cagar budaya dunia adalah menyusun kebijakan umum untuk perlindungan dan pelestarian, menentukan prioritas untuk artefak yang pantas dimasukan, melakukan langkah-langkah hukum, ilmiah, teknis, administrasi dan keuangan yang memadai, melakukan pembentukan atau pengembangan pusat-pusat kajian ilmiah lokal untuk pelatihan dalam perlindungan dan pelestarian serta memperkuat sinergisitas antara pemerintah dengan lembaga penelitian dan lembaga adat setempat.Kata kunci: Strategi, Perlindungan dan Pelestarian, Arsitektur Tradisional, Cagar BudayaABSTRACT. As one of cultural heritage objects, it had been defined that traditional architecture is necessary to be preserved. According to Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2010 about Cultural Heritage , Preservation is a dynamic effort to maintain the existence of the cultural heritage and its values in a way to protect , develop , and use it. Therefore, it is important to apply the concept of preservation of traditional architecture. This is not for the present generation but also for the future generations, which is needed to be in good condition and will not degrade the value. Though, it is needed too to be improved for the future heritage.The strategy of preservation in architectural heritage and its artifacts is needed to be done as an effort to preserve the world heritage objects. The strategy of preservation is not only oriented to the past, but the preservation and conservation of architectural heritage and its artifact should be completed by applying the vision which eligible for the present and future. The results of the preservation and conservation strategy could be used for community by considering and keeping the essential elements as follow: integrity, authenticity and sustainability use, either for science, history, religion, identity, culture or economy through preservation of cultural heritage which the benefit of it could be used by present generation. To achieve this goal, there are some strategic steps that could be applied to concerved and preserved the traditional architecture to become part of world cultural heritage preservation. Those strategies are by developing a public policy of conservation and preservation, determining the priority of eligible and appropriate artifact, performing some measurement which include legacy, scientific, technical, adequate financial and administration, performing the establishment or development of local training centers for scientific studies for conservation and preservation as well as by strengthening the synerginity of government and local authority either local research institution or local traditional institution.Keywords: Strategy, Conservation and Revitalization, Traditional Architecture, Cultural Heritag

    GION MATSURI: PROSESI BUDAYA, PARTISIPASI KOMUNITAS DAN PELESTARIAN WAJAH KOTA KYOTO

    Get PDF
    ABSTRAK. Gion Matsuri adalah satu dari tiga festival terbesar di Jepang yang diselenggarakan tiap bulan Juli. Prosesi dalam festival yang berlangsung selama sebulan tersebut melibatkan masyarakat lokal sebagai penyelenggara utama. Artikel ini bertujuan untuk melihat apa dan bagaimana Gion Matsuri, sejauh mana keterlibatan masyarakat/ komunitas lokal dalam penyelenggaraannya serta kaitannya dengan upaya pelestarian wajah kota/ townscape sebagai bagian dari pelestarian lansekap kota secara keseluruhan. Kota menjadi panggung utama tempat festival ini digelar, oleh karena itu karakter khas Kyoto berupa bangunan tradisional/ machiya townhouse sangatlah penting. Berbagai upaya pelestarian telah ditempuh. Sayang sekali, pesatnya pembangunan yang tak terkontrol menyebabkan wajah kota Kyoto berubah banyak. Populasi machiya semakin menurun, tergantikan dengan menjamurnya bangunan-bangunan baru yang berpotensi merusak karakter kota Kyoto. Upaya pelestarian sudah ditempuh oleh pemerintah, namun beberapa peraturan yang sudah dibuat untuk melindungi karakter lansekap kota belum menyentuh pada esensi karakter kota secara keseluruhan. Padahal tantangan perubahan sosial ekonomi budaya terus berlangsung seiring tuntutan zaman. Untuk itu perlu upaya sinergis antara pemerintah, swasta dan masyarakat/ komunitas untuk mengkondisikan laju pembangunan tetap bisa selaras dan harmonis dengan karakter kota Kyoto.Kata kunci: Gion Matsuri, Kyoto, Festival, Komunitas, Lansekap Kota, Wajah Kota, Karakter Kota ABSTRACT. Gion Matsuri is an annually festival in Kyoto, organized in every July and renowned as one of the three biggest festivals in Japan. The processions take place through the whole month where local community take part as main organizer. This article aims to describe what is Gion Matsuri, how local community involved in organizing the festival, and the relation with the effort of townscape conservation as part of the whole urban landscape. The festival takes place in the historic city centre as its main stage, therefore traditional wooden architecture is important as the Kyoto’s character. A number of efforts on townscape conservation have been carried out, but unfortunately uncontrollable development have caused the big changes on Kyoto townscape. The population of machiya townhouses, the Kyoto’s unique traditional wooden architecture, has decreased. The new built buildings that replaced those traditional ones potentially destroy the character of Kyoto towscape. Government had took some efforts to protect the townscape, but the issued regulations does not yet touch the whole character of Kyoto townscape. Whereas, social economy and culture that are continuesly changing is a big challenge for conservation. Therefore, sinergic effort among the government, private sector and local community is needed to condition the development pace to be harmonious with the character of Kyoto City.Keywords: Gion Matsuri, Kyoto, Festival, Community, Urban Landscape, Townscape, City Characte

    STUDI “GREEN INTERIOR” PADA STUDIO PERANCANGAN DI LIMA PERGURUAN TINGGI SWASTA PROGRAM STUDI ARSITEKTUR DI JAKARTA

    No full text
    ABSTRAK. Konsep green building/interior sudah mulai banyak menarik perhatian di Indonesia. Standar yang ingin dicapai dalam penerapan konsep green building adalah, mewujudkan konsep bangunan hijau yang ramah lingkungan. Laboratorium Studio Perancangan  Arsitektur adalah ruang belajar yang memiliki waktu penggunaan paling lama, di bandingkan ruang perkuliahan lain secara umum. Permasalahannya adalah, bagaimana menciptakan kenyamanan bagi mahasiswa di ruang studio, sehingga mampu menuju Green Interior Class yang sedikitnya mendekati kriteria BCA? Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kenyamanan Ruang studio perancangan di lima PTS di Jakarta (UKI, UBL, UP,Universitas Borobudur, Universitas Mercubuana) dengan standar criteria dari BCA Green Interior Office. Selain itu juga untuk menyarankan Konsep Interior Ruang kelas Laboratorium Arsitektur di PTS Jakarta menuju Green Interior. Metode penelitian yang di lakukan adalah  deskriptif kuantitatif, yaitu menguraikan kriteria interior hijau yang terdapat di GBCA pada Studio perancangan di  lima PTS, untuk kemudian di beri point penilaian sesuai standart green interior GBCA. Hasil studi di studio perancangan lima PTS yang menerapkan slogan Green building, memiliki nilai score Green Interior Class yang tertinggi, mengingat komitmen terhadap slogan tersebut secara berlanjut di laksanakan dengan baik. Kenyamanan ruang studio perancangan di lima PTS saat ini hanya dapat di capai dengan cara menggunakan pencahayaan maupun penghawaan buatan, namun dengan kontrol dan pengawasan yang ketat terhadap pemanfaatan energinya, konsep Green interior bisa di capai. Kata Kunci : Green Interior, green building, kenyamanan, ruang studio perancangan ABSTRACT. The concept of green building / interior has begun to attract much attention in Indonesia. Standards to be achieved in the application of the concept of green building is embodies the concept of green buildings that are environmentally friendly. Laboratory of Architectural Design Studio is a study that has the longest usage time, in comparison to other lecture room in general. The problem is how to create convenience for students in a studio, so it was able to Green Interior Class is at least approaching the criteria of BCA? This study aims to determine the level of comfort room design studio in 5 Universities in Jakarta (UKI, UBL, UP, Universitas Borobudur, Universitas Mercubuana) with the standard criteria of the BCA Green Interior Office. In addition to suggest Concept Interior Architecture Laboratory Classrooms in PTS Jakarta toward Green Interior class. The research method was descriptive quantitative, which outlines the criteria contained in the green interior GBCA at Design Studio  at 5 PTS, and then given a point rating according to standard GBCA green interior. The study design studio 5 PTS implementing Green building Campaign, has a value score of the highest class Green Interior, given a commitment to the slogan continually carried on well. Leisure design studio classroom in the 5 PTS currently only be achieved by the use of artificial lighting and air conditioning, but with strict control and supervision of the use of energy, Green concepts in the interior can be achieved. Keywords: Green Interior, green building, comfort, space design studi

    PENGARUH RUANG TERBUKA TERHADAP KINERJA PEGAWAI Kasus: Kantor Pusat BMKG Jakarta

    Get PDF
    ABSTRAK. Ruang terbuka merupakan ruang yang pertama kali dirasakan setiap kali manusia memasuki suatu bangunan untuk memulai aktifitasnya termasuk ruang terbuka pada kantor. Segala sesuatu yang dirasakan pada ruang terbuka tersebut turut mempengaruhi para pegawai dalam memulai aktifitas pekerjaannya. Dalam kasus ini, Kantor Pusat BMKG yang terdiri dari beberapa massa bangunan dihubungkan oleh ruang terbuka. Oleh karenanya selain membawa dampak ketika pada saat memulai aktifitas pekerjaan, ruang terbuka ini turut dirasakan sepanjang hari karena mobilitas para pegawainya yang harus berpindah dari satu gedung ke gedung yang lain. Dampak tersebut turut pula mempengaruhi kinerja para pegawai yang bekerja di dalamnya. Kata kunci : ruang terbuka, kinerja, pegawai ABSTRACT. Open space has been determined as a space that will be faced and felt at a first time peoples entering the building to begin their activities including open space within office area. Usually all employees within office area will be affected to the ambience and atmosphere of the open space. How good or comfort the open space will affect the performance of the employees in initiating their activities. As a case study, Kantor Pusat BMKG has been conducted to represent the existence of open space within office area. This office consists some buildings which have been related by open space between buildings. Furthermore, this open space will not just affect the employees in initiating their activities but also give some impacts to the whole day’s activities. This is because the open space also has a function for employee’s mobility from one building to another. The comfort of open space will affect the performance of the employees for the whole day’s activities.          Keywords : open space, performance, employe

    PERENCANAAN LANSKAP AGROWISATA BERKELANJUTAN KAWASAN GUNUNG LEUTIK BOGOR

    Get PDF
    ABSTRACT. Perencanaan Lanskap Agrowisata Berkelanjutan Kawasan Gunung Leutik Bogor (Budiarjono dan Sitti Wardiningsih) PERENCANAAN LANSKAP AGROWISATA BERKELANJUTAN KAWASAN GUNUNG LEUTIK BOGOR Budiarjono Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Bung Karno. Sitti Wardiningsih Program Studi Arsitektur Lanskap Fakultas Teknik Dan Perencanaan ISTN [email protected] Indonesia as an archipelagic country has a natural potential to be developed as a tourism attraction development.One of the tourism potential that can be developed is agro- tourism. Bogor region has an agricultural land managed by the unit of society and agriculture corporate. Gunung Leutik Area Tourism has 41.4 hectares . The existence of cultivation areas with interesting scenery, residential area and Islamic education area are potential landscape to develop as tourism object and attractions. General aim is to planning a sustainable landscape area of agro- tourism in Gunung Leutik region, that support agriculture tourism activities and environmental education. This research uses descriptive quantitative method. to create sustainable landscape by developing agro-tourism based to maintain its quality and increasing local communities welfare. The main concept is on physical environment Gunung through tourism activities that involve all stakeholders make landscape ecologically and economically sustainable. Keywords: landscape planning, sustainable tourism planning, agro-tourism. ABSTRAK. Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki potensi alam yang dapat dikembangkan sebagai daya tarik untuk pariwisata. Salah satunya adalah wisata berbasis pertanian dan perkebunan. Daerah Bogor memiliki lahan pertanian yang dikelola secara mandiri oleh masyarakat. Keberadaan daerah gunung Leutik sebagai area yang menarik pemandangannya, memiliki area hunian dan juga pusat pendidikan Islam merupakan lahan yang potensial sebagai obyek wisata. Tujuan umumnya adalah untuk merencanakan lahan/area berkelanjutan dari wisata berbasis pertanian di Gunung Leutik yang mendukung kegiatan wisata pertanian dan lingkungan pendidikan. Penelitian ini menggunakan metode penelitikan kuantitatif deskriptif. Konsep utamanya adalah menciptakan lanskap yang berkelanjutan dengan mengembangkan agrowisata berbasis lingkungan fisik untuk mempertahankan kualitas dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal. Gunung Leutik secara potensial dapat dikembangkan menjadi kawasan agrowisata berkelanjutan. Perkembangan dari lanskap agrikultur berkelanjutan mensyaratkan keterpaduan antara ruang untuk kegiatan wisata, penanaman dan pendidikan melalui kegiatan wisata yang melibatkan seluruh stakeholder yang membuat lanskap berkelanjutan secara ekologis maupun ekomoni. Kata Kunci: perencanaan lanskap, perencanaan wisata berkelanjutan, agrowisata

    FENOMENOLOGI ARSITEKTUR; KONSEP, SEJARAH DAN GAGASANNYA

    Get PDF
    ABSTRAK. Tulisan ini merupakan kajian singkat mengenai fenomenologi dalam teori arsitektur.Fenomenologi dikenal sebagai sebuah metode yang mempelajari bagaimana gejala arsitektur menjadi kesadaran yang bermakna.Tulisan ini bertujuan memahami peta pemahaman fenomenologi pada kajian filsafat dan fenomenologi pada kajian ilmu arsitektur.  Tulisan ini berusaha memberi orientasi bagaimana fenomenologi dipergunakan oleh beberapa teoritisi dan sejarawan arsitektur untuk menyusun pengetahuan dan pemahaman akan bentuk, ruang dan makna arsitektur terutama kaitannya dengan konsep tempat, ruang dan tubuh. Dengan mempelajari beberapa pemikiran kunci dari para pemikir, teoritisi dan sejarawan arsitektur yang menggunakan pendekatan fenomenologi, diharapkan tulisan ini dapat memberi arah pengembangan pendekatan ini. Kata Kunci: fenomenologi, teori arsitektur ABSTRACT. This article is an overview of the phenomenology in architectural theory. Phenomenology has been known as a method of studying how the tendency of architecture into meaningfull consciousness. This paper aims to understand the map of understanding the phenomenology of philosophy study and phenomenology of the architectural study. This article tries to give the orientation of how the phenomenology had been used by several theorists and historians of architecture to develop knowledge and understanding of shape,space and architectural meaning, particularly which related to the concept of place, space and body. By learning a few key ideas of thinkers, theorists and historians of architecture phenomenological approach, this paper is expected to give direction of development of this approach. Keywords: phenomenology, architectural theor

    PENGARUH MAIN ENTRANCE TERHADAP AKSESIBILITAS PENGUNJUNG RUMAH SAKIT Studi Kasus: Koridor Jl. Dr. Soetomo dan Jl. Kariadi Semarang

    Get PDF
    ABSTRAK. RSUP1 Dr.Kariadi Semarang berfungsi sebagai rumah sakit rujukan untuk wilayah Jawa Tengah. Lingkungan rumah sakit sebagai fasilitas publik, memberikan pelayanan kesehatan dan perawatan intensif bagi masyarakat. Jalan Kariadi dan Jalan Dr. Soetomo merupakan jalan utama yang dapat mengakses lingkungan RSUP1 Dr.Kariadi. Tahun 2010 terjadi peningkatan volume pelayanan kesehatan dan program fungsi yang dilakukan pihak rumah sakit. Oleh karena itu main entrance dibuat dengan sistem teluk (bay system) yang dapat menampung 2-3 mobil. Adanya main entrance di Jl. Kariadi menarik minat PKL untuk mendirikan tenda di jalur pedestrian. Sedangkan pada koridor Jalan Dr. Soetomo terdapat pangkalan taksi di sekitar main entrance untuk menunggu penumpang. Main entrance diduga mempengaruhi aksesibilitas pengunjung dalam menuju lingkungan rumah sakit. Hasil dari penelitian ini adalah terdapat pengaruh antara main entrance terhadap aksesibilitas pengunjung rumah sakit. Tidak terdapat perbedaan secara signifikan antara aksesibilitas pengunjung kelompok main entrance Jl. Dr. Soetomo dan Jl. Kariadi. Adanya penambahan fungsi pelayanan kesehatan akan meningkatkan jumlah pengunjung RSUP Dr. Kariadi yang keluar masuk pada main entrance. Kata kunci : Main entrance, aksesibilitas pengunjung, rumah sakit 1RSUP : Rumah Sakit Umum Pusat ABSTRACT. RSUP1 Dr. Kariadi Semarang serves as a general hospital for the regional of Jawa Tengah. The hospital environment, as public facility, provides health care and intensive care for society. Kariadi Street and Dr.Soetomo Street are the major road that can access RSUP1 Dr.Kariadi environment. In year 2010, there was an increase volume of health services and function program that carried out by hospital. Therefore, main entrance is designed based on the bay system that could accommodate 2-3 cars. By the existence of main entrance on Kariadi Street, it could attract the street vendors to set up a tent on the pedestrian ways. On the otherhand, at Dr.Soetomo corridor, there are taxi stands around the main entrance to accomodate the passengers.Main entrance has been predicted has an influence the accessibility of visitors to the hospital environment. The result of this research is there are some influences and relations between main entrance to the hospital visitors’ accessibility. There are no significant differences between the visitors’ accessibility of main entrance group on Dr. Soetomo Street and Kariadi Street. There is an additional of health service function which will increase the number of visitors of Dr. Kariadi Hospital either in or out at the main entrance. Keywords: Main entrance, visitor accessibility, hospitals

    SINKRETISME DALAM TATA RUANG MESJID WALI SONGO

    Get PDF
    ABSTRAK. Dalam beberapa tahun terakhir, sinkretisme menjadi bahasan yang sangat penting dalam studi Islam Jawa karena keduanya telah menjadi bagian masyarakat Jawa yang tak terpisahkan sejak Islam memasuki pulau Jawa.Salah satu bentuk sinkretisme itu adalah tata ruang mesjid WaliSongo. Dengan pendekatan budaya,  tulisan ini mencoba mengeksplorasi bentuk-bentuk dan latar belakang terjadinya sinkretisme dalam tata ruang mesjid WaliSongo terutama berkaitan dengan tipologi ruang, orientasi ruang, dan tata letak masa bangunan mesjid.  KATA KUNCI : Sinkretisme, Orientasi Ruang, Tata Ruang, Hindu-Budha Jawa, Islam Jawa. ABSTRACT. In recent years, syncretism becomes very important topics in the study of Javanese Islam because they have become part and inseparable of Javanese society since Islam entered the island of Java. One form of syncretism is a lay out of WaliSongo’s mosque. By using a cultural approach, this paper tries to explore the forms and background how a syncretism had been formed in a layout of WaliSongo’s mosque, particularly related to typologies of space, room orientation, and layout of mosque building’s mass. KEYWORDS: syncretism, room orientation, room layout, Javanese Hindu-Buddhist, Javanese Isla

    DAKWAH WALI SONGO PENGARUHNYA TERHADAP PERKEMBANGAN PERUBAHAN BENTUK ARSITEKTUR MESJID DI JAWA (STUDI KASUS : MESJID AGUNG DEMAK)

    Get PDF
    ABSTRAK. Perkembangan Islam awal di Jawa tidak terlepas dari dakwah Wali Songo dengan menggunakan pendekatan kompromis terhadap kebudayaan lama, sehingga terjadilah sinkretisme antara ajaran Islam dengan kepercayaan Animisme, Hindu dan Budha. Mesjid sebagai sarana dakwah Wali Songo kemudian menjadi penting bagi dunia penelitian karena perubahan-perubahan yang terjadi padanya selama beberapa abad sejak didirikan pada zaman Wali Songo hingga sekarang ini. Salah satu aspeknya adalah perkembangan perubahan bentuk arsitektur mesjid Wali Songo, yang bisa diketahui sejauh mana dakwah Wali Songo mempengaruhi perkembangan itu.            KATA KUNCI : Dakwah Wali Songo, Sinkretisme, Perubahan Bentuk Arsitektur ABSTRACT. Initial Islamic development in Java cannot be separated from Wali Songo’s missionary by using compromise approach to old culture. This condition will affect the appearance of cyncretism between Islam and animism, Hindu and Budhist. Mosque as a facility for walisongo’s missionary become something significant for research because the changes had been happened to the mosque for centuries since had been built at walisongo’s period untill recently. One of the aspect is the development of architectural form changing of walisongo’s mosque which had been known how far walisongo’s missionary will affect the development. Keywords : walisongo’s missionary, sincretism, architectural form changing

    ANALISIS KERUSAKAN DINDING SIMPAI BERDASARKAN TINJAUAN STRUKTURAL Kasus: Rumah –Rumah di Pontianak, Kalimantan Barat

    Get PDF
    ABSTRAK . Analisis Kerusakan Dinding Simpai Berdasarkan Tinjauan Struktural (Lestari) ANALISIS KERUSAKAN DINDING SIMPAI BERDASARKAN TINJAUAN STRUKTURAL Kasus: Rumah –Rumah di Pontianak, Kalimantan Barat Lestari Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura Jalan Ahmad Yani Pontianak 78124 Kalimantan Barat email: [email protected] Dinding simpai merupakan istilah yang dikenal oleh masyarakat khususnya di Kalimantan Barat untuk dinding plesteran semen dengan perkuatan kawat/ plat baja. Metode membangun dinding ini banyak digunakan pada rumah tinggal dan khusus digunakan pada struktur rangka kayu. Rangka kayu sekaligus sebagai rangka dinding, sehingga dinding sangat erat kaitannya dengan struktur yang digunakan. Dinding simpai ada yang kuat dan bertahan lama namun ada pula yang mengalami kerusakan hanya beberapa tahun setelah pembangunan. Kerusakan umumnya muncul seiring dengan kerusakan struktural. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kerusakan pada dinding simpai khususnya akibat pengaruh struktural dengan mengidentifikasi karakteristik kerusakan. Dinding yang diteliti adalah dinding simpai yang digunakan sebagai selubung bangunan atau dinding luar. Metode observasi digunakan dalam pengumpulan data penelitian. Hasil analisis dapat diketahui bahwa kerusakan dinding simpai sangat erat kaitannya dengan kerusakan pada struktur yang digunakan. Kata kunci: kerusakan, dinding simpai, struktur ABSTRACT. Plester wall with reinforcement or as well known as simpai has long been known to build the wall of houses in West Kalimantan. This method is used particularly to build a wall on a wood frame structure. Wooden frame used as a framework of the wall. This cause the walls are related to the structure used. There are simpai walls durable for a long time but there are also have significant damage just a few years after construction. The damages generally occur as well as the structural damages. This study is aimed to analyze the characteristics damages of the simpai walls based on structural stability perspective. The study will focus on simpai that used as the building envelope. An observation is used as collecting data method. As the result, it had been examided that the simpai damage is strongly influenced by the stability of the structures. Keywords: damage, simpai wall, structure

    225

    full texts

    252

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    NALARs
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇