JIPF (Jurnal Ilmu Pendidikan Fisika)
Not a member yet
254 research outputs found
Sort by
Sikap Siswa Terhadap Pelajaran Fisika di SMAN Kabupaten Batanghari
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sikap serta kendala atau masalah yang dihadapi siswa terhadap mata pelajaran fisika di SMA Kabupaten Batanghari. Jenis penelitian ini yaitu kualitatif kuantitatif menggunakan prosedur penelitian survei dengan instrumen yang digunakan adalah angket dan wawancara. Subjek dari penelitian ini yaitu 926 siswa di lima SMA Kabupaten Batanghari. Teknik analisis data kuantitatif menggunakan descriptive statistic sedangkan untuk data kualitatif menggunakan teknik analisis data model Miles dan Huberman. Hasil dari 4 indikator yang didiskusikan pada penelitian ini, pada Indikator implikasi sosial terhadap fisika sebanyak 54.3 % berkategori baik. Untuk indikator adopsi dari sikap ilmiah sebesar 61.2% berkategori baik. Kemudian pada indikator kesenangan dalam belajar fisika sebesar 55.5% berkategori cukup. Sedangkan pada indikator ketertarikan berkarir dibidang fisika sebanyak 57.9% siswa berkategori cukup
Penerapan Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Siswa Kelas VII Pada Materi Pengukuran
Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan gambaran peningkatan pemahaman konsep siswa melalui model pembelajaran Inkuiri Terbimbing Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan rancangan penelitian one group pre-test post-test design. Alat pengukuran dalam penelitian ini test pemahaman konsep berbentuk pilihan ganda, hasil post-test lebih tinggi dari hasil pre-test yaitu dari hasil rata-rata 35,25 menjadi 67,18. Dapat disimpulkan bahwa pemahaman konsep siswa meningkat dengan kategori sedang (N-gain=0,47) setelah diterapkan perlakuan dengan model pembelajaran Inkuiri Terbimbing pada materi pengukuran. Dalam penelitian ini aspek pemahaman konsep yang diukur dibatasi pada aspek; menafsirkan, mencontohkan, menjelaskan, membandingkan, dan mengklasifikasikan. Dari kelima aspek pemahamn konsep yang diukur yang mengalami peningkatan paling tinggi yaitu membandingkan sebesar 80%
The Three Tier-Test Untuk Mengungkap Kuantitas Siswa Yang Miskonsepsi Pada Konsep Konstanta Pegas
Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran mengenai kuantitas siswa yang miskonsepsi pada konsep konstanta pegas. Konsep konstanta pegas didistribusikan menjadi dua sub konsep. Penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan teknik purposive sampling. Siswa diwajibkan untuk menjawab soal (dalam bentuk three tier-test) tentang konsep konstanta pegas pada lembar jawaban, kemudian lembar jawaban siswa dianalisis. Hasilnya menunjukkan bahwa kuantitas siswa yang miskonsepsi yang tertinggi adalah pada konsep pertambahan panjang pegas hanya terjadi pada bagian yang paling dekat dengan beban
Penerapan Model Learning Cycle (LC) 7E Sebagai Upaya Peningkatan Hasil Belajar Siswa Tentang Zat dan Wujudnya di Kelas VII
Penelitian ini bertujan untuk mendapatkan gambaran mengenai skor rata-rata hasil belajar siswa, mengetahui peningkatan hasil belajar siswa dan respon siswa terhadap penerapan model LC 7E pada hasil belajar siswa tentang zat dan wujudnya. Bentuk desain penelitian yang digunakan pre experimental design dengan one group pre-test post-test design. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII di SMP Torsina Singkawang. Teknik pengambilan sampel menggunakan sampling purposive yang berjumlah 16 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model LC 7E dapat meningkatkan hasil belajar siswa dengan skor N-gain sebesar 0,55 dengan kategori sedang. Respon siswa terhadap model LC 7E sebesar 80% dengan kategori positif
The Enhancement of Consistency of Interpretation Skills on the Newton’s Laws Concept
Conceptual understanding is the most important thing that students should have rather than they had reaches achievement. The interpretation skill is one of conceptual understanding aspects. The aim of this paper is to know the consistency of students’ interpreting skills and all at once to get the levels of increasing of students’ interpretations skill. These variables learned by Interactive Lecture Demonstrations (ILD) common sense. The method of this research is pre-experimental research with one group pretest-posttest design. The sample has taken by cluster random sampling. The result had shown that 16 % of all student that are have perfect consistency of interpretation skill and there are increasing of interpretation skill on 84 % from unknown to be understand (this skill). This finding could be used by the future researcher to study in the other areas of conceptual understanding aspect
Penerapan Model Pembelajaran Predict-Observe-Explain Berbasis Kontekstual Untuk Meningkatkan Aktivitas dan Pemahaman Konsep Siswa SMP
Strategi Predict-Observe-Explain (POE) dikembangkan untuk mengetahui penguasaan siswa mengenai suatu konsep berbasis konstekstual. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan aktivitas dan penguasaan konsep tekanan serta menguji keefektifan penerapan model POE berbasis kontekstual dibanding dengan praktikum. Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimen dengan desain control group pre-test post-test. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi untuk mengukur aktivitas siswa, tes untuk mengukur pemahaman konsep serta angket untuk mengetahui respons siswa terhadap model pembelajaran yang digunakan. Hasil analisis data diperoleh nilai aktivitas siswa sebesar 74,58 berada dalam kategori baik. Peningkatan pemahaman konsep menggunakan uji gain untuk kelas eksperimen dan kelas kontrol sebesar 0,53 dan 0,44. Selain itu, dari pengujian hipotesis menggunakan uji t satu pihak, diperoleh thitung = 4,15 dan ttabel = 1,67 untuk pemahaman konsep. Keefektifan model pembelajaran yang digunakan adalah nilai post-test kelas eksperimen yang dibandingkan dengan KKM mata pelajaran IPA, diperoleh thitung = 6,84, ttabel = 2,03 dan mendapat respons sebesar 86,65%. Dari hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran POE berbasis kontekstual dapat meningkatkan aktivitas dan pemahaman konsep siswa, serta efektif digunakan di dalam pembelajaran
Rancang Bangun Alat Praktikum Gerak Jatuh Bebas Dengan Stopwatch Otomatis Sederhana
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran berupa alat dan pedoman praktikum gerak jatuh bebas dengan stopwatch otomatis sederhana. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian dan pengembangan yang dicetuskan oleh Borg dan Gall. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah lembar kuisioner validasi. Hasil validasi alat praktikum oleh ahli alat sebesar 92,86% yang diinterpretasikan sangat baik. Hasil validasi buku pedoman praktikum oleh ahli materi dan ahli konten sebesar 88,46% yang diinterpretasikan sangat baik. Hasil uji coba lapangan dengan subjek penelitian 15 orang mahasiswa Prodi Pendidikan Fisika sebesar 87,33% yang diinterpretasikan sangat baik
Penerapan Model Learning Cycle 7E Berbantuan Media Visual Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Materi Cahaya Kelas VIII
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar setelah diterapkannya model learning cycle 7E berbantuan media visual pada materi cahaya. Hasil belajar yang diteliti adalah pada ranah kognitif dan ranah afektif. Bentuk penelitian berupa pre experimental Design dengan rancangan One Group Pre test Post test Design.Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII MTs makarim Al-akhlak dan teknik sampling yang digunakan adalah sampling jenuh. Tes berbentuk pilihan ganda sebanyak 15 soal. Pengkategorian jawaban siswa diadaptasi dari kategori N-gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan hasil belajar siswa melalui penerapan model learning cycle 7E berbantuan media visual pada materi cahaya di kelas VIII mengalami peningkatan N-gain sebesar 0,42 dengan kriteria sedang
Identifying the Misconceptions of Natural Science (IPA) Using CRI (Certanty of Response Index) at the Primary School Students in Tarakan
The objective of this study is to identify the misconceptions of Natural Science (IPA) on primary school students in Tarakan. The output of this study is presented into a national scientific journal with ISSN. This study absolutely contributes to the schools and the education providers (universities). This study can identify the misconceptions of what happens to the students, so that teachers know how to handle and remediate these misconceptions. This study employs quantitative descriptive research. The population is the sixth grade students of primary schools in Tarakan. It is because the students of this grade have got the learning material on force, light, and simple machine. The technique.;s used in taking the sample is cluster sampling by considering on the three criteria, namely: superior, medium, and low school category which is based on the mean scores of final test (UAS) on natural science subject. So, the sixth grade students of SDN A, SDN B Tarakan, and SDN C Tarakan are chosen as the sample of this study. The instrument of this research is a written test in a form of multiple choice test equiped with the CRI (certainty of response index) answer sheet. The data are collected by distributing multiple-choice test which is consisted of 40 questions that are equipped with the CRI answer sheet
Analisis Variasi Warna Terhadap Kualitas Daya Serap dan Kuat Tarik Tissue Napkin Paper
Tisu telah menjadi kebutuhan sehari–hari masyarakat dunia karena tisu merupakan benda pembersih praktis yang dapat dibawa kemana–mana. Inovasi yang dilakukan oleh para produsen adalah dengan memberikan corak motif bahkan warna untuk menambah nilai estetika dari tisu terutama pada tissue napkin paper atau kertas tisu serbet. Seiring berjalannya waktu, nilai estetika pada tissue napkin paper menjadi pertimbangan utama konsumen dalam pemilihan tisu dibandingkan fungsi utama kertas tissue napkin paper sebagai alat pembersih sehingga konsumen melupakan kualitas fisik dari tissue napkin paper. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi potensi perbedaan kuat tarik dan daya serap tissue napkin paper dengan dan tanpa colourant. Tissue napkin paper dihitung volume air yang terserap secara radial dan gaya yang dibutuhkan tisu dengan luas permukaan 0,042m2 untuk merobeknya, sehingga diketahui bahwa tissue napkin berwana merah, hijau, kuning dan putih memiliki persentase kualitas daya serap secara berturut-turut 38,89%, 42,78%, 41,67%, 46,67% dan daya kuat tarik 78,3N/m2; 103,3N/m2; 140,4N/m2; 141,5N/m2. Colourant mengubah struktur pore menjadi lebih sempit dan jarak permukaan serat selulosa menjadi semakin panjang. Sehingga terjadi penurunan daya serap dan kuat tarik tissue napkins paper dengan colourant meskipun tidak dalam taraf yang signifikan