JIPF (Jurnal Ilmu Pendidikan Fisika)
Not a member yet
    254 research outputs found

    Pembuatan Semak (Semprotan Anti Keruh) Sebagai Alternatif Lapisan Pencegah Kekeruhan Pada Kacamata

    Get PDF
    Pengguna kacamata sering mengalami gangguan pandangan saat terjadi perbedaan suhu udara di kedua sisi kacamata. Perbedaaan suhu tersebut membuat uap air yang berada disekitarnya mengalami kondensasi menjadi titik-titik air kecil yang tersebar di permukaan kaca sehingga menyebabkan berkurangnya transmisi cahaya (keruh). Untuk menghasilkan  lapisan pencegah kekeruhan pada kaca, dibuat suatu larutan Semak (semprotan anti keruh) yang bersifat hidrofilik sehingga memungkinkan uap air menyebar merata ke seluruh permukaan daripada pembentukan titik-titik air kecil. Larutan Semak dibuat dari campuran isopropanol, surfaktan non-ionik jenis NP-10 dan anionik jenis Emal 270E dengan berbagai variasi komposisi. Untuk menentukan komposisi terbaik, dilakukan uji sifat anti keruh dan pengukuran sudut kontak. Data hasil uji sifat anti keruh dianalis secara kualitatif berdasarkan keruh atau tidaknya permukaan kaca, sedangkan data hasil pengukuran sudut kontak dibandingkan dengan teori sudut kontak untuk permukaan hidrofilik. Larutan Semak terbaik didapatkan dengan komposisi campuran surfaktan 3,85%, isopropanol 19,23%, dan aquades 76,92% yang mampu bertahan pada permukaan kaca selama 7 hari. Pengukuran sudut kontak permukaan kaca dengan lapisan Semak  dihasilkan 14,462° yang menunjukkan bahwa permukaan bersifat hidrofilik

    Upaya Melatihkan Kemampuan Pemecahan Masalah Melalui Pembelajaran Fisika Dengan Model Cooperative Problem Solving (CPS)

    Get PDF
    Makalah ini merupakan hasil dari kajian literatur tentang model pembelajaran Cooperative Problem Solving (CPS) yang dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa pada mata pelajaran fisika. Kemampuan pemecahan masalah merupakan salah satu karakter yang diharapkan dimiliki oleh siswa dalam menghadapi masalah di kehidupan bermasyarakat. Dengan diberlakukannya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) di Indonesia, menjadi peluang dan sekaligus tantangan bagi kita. MEA yang menganut sistem bebas melakukan perdagangan di negara-negara ASEAN ini menuntut kita untuk lebih kreatif dan inovatif dalam memecahkan masalah yang dihadapi. Pendidikan menjadi pilar utama untuk menghasilkan insan yang dapat bertahan dengan segala hantaman permasalahan hidup. Oleh karenanya, diperlukan suatu upaya untuk melatihkan kemampuan pemecahan masalah sejak dini yaitu sejak berada di bangku sekolah. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan melatihkan kemampuan masalah itu melalui strategi pembelajaran CPS. Terdapat lima tahap strategi problem solving menurut Heller & Heller (2010) yaitu memahami permasalahan, mengubah permasalahan sehari-hari ke konsep fisika, merencanakan solusi, menggunakan solusi, dan mengevaluasi solusi. Dengan kondisi sekolah di Indonesia yang memiliki kelas dengan rombongan belajar yang besar, maka dapat menggunakan teknik pembelajaran berkelompok (cooperative learning). Telah banyak penelitian yang mengungkapkan bahwa pembelajaran kooperatif dapat memotivasi siswa dalam belajar. Menurut Johnson & Smith dalam Heller (2010), di dalam pembelajaran kooperatif terdapat unsur-unsur pengembangan pribadi yaitu keterkaitan yang positif (Possitive interdepence), interaksi antarmuka (Face-to-face promotive interaction), tanggung jawab individu (Individual Accountability/Personal Responsibility), dan keterampilan berkolaborasi (Collaborative Skill)

    Using Three-Tier Test to Identify the Quantity of Student that Having Misconception on Newton's Laws of Motion Concept

    Get PDF
    This study aims to identify students quantity who are having the misconception on Newton's laws of motion concept using a Three-tiered Test. The sampling technique used in this study is purposive sampling technique and has been conducted on 56 students at Senior High School. A three-tier "Newton’s Law Of Motion Test" with 10 items is using as instrument to collected date in this study. The results showed that the quantity of students who experienced misconception with the highest category is on the concept of determining the relationship between the mass of objects and the time required for free fall that is equal to 89.3%. While the lowest category is in the concept of explaining the relationship between acceleration, mass and force with the time required for the object to fall freely that is equal to 26.8%

    Penggunaan Levels of Inquiry Dalam Meningkatkan Keterampilan Proses Sains Siswa

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran tentang peningkatan keterampilan proses sains siswa sebagai impact penerapan model pembelajaran levels of inquiry yang menggunakan kombinasi praktikum nyata-maya. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya keterampilan proses sains siswa di dalam pembelajaran fisika. Model pembelajaran levels of inquiry yang menggunakan kombinasi praktikum nyata-maya dapat digunakan sebagai solusi dalam upaya peningkatan keterampilan proses sains siswa. Penelitian pre-experimental dengan one-group pretest-posttest design dilakukan di kelas X di salah satu SMA Negeri Kabupaten Subang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya peningkatan keterampilan proses sains siswa dengan kategori tinggi (N-Gain 0.73)

    Penerapan Three Tier-Test untuk Identifikasi Kuantitas Siswa Yang Miskonsepsi Pada Materi Magnet

    Get PDF
    Proses pembelajaran yang bersifat informative dan hanya ditekankan pada konsep teoritik saja dapat menyebabkan siswa kurang menguasai konsep ilmiah.Faktor yang menyebabkan rendahnya penguasaan konsep siswa adalah miskonsepsi. Miskonsepsi merupakan kekeliruan dalam memahami suatu konsep materi pembelajaran yang tidak akurat, yang dapat menyebabkan ketidaksesuaian antara konsep yang dimiliki pribadi dengan konsep ilmiah. Dengan adanya miskonsepsi yang terjadi, hal ini dapat menghambat siswa untuk menerima informasi yang baru, sehingga siswa menolak untuk mengubah miskonsepsinya menjadi konsep ilmiah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi mengenai kuantitas siswa yang miskonsepsi pada materi magnet. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling.Instrumen penelitian yang digunakan adalah three tier-test. Penggunaan three tier-test yaitu untuk mengidentifikasi kuantita ssiswa yang miskonsepsi. Jawaban yang telah dianalisis, selanjutnya akan dihitung dalam bentuk persentase. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa terdapat 3 konsep distribusi atau sebaran miskonsepsi pada materi magnet, yaitu; 1. Semua benda berwarna perak ditarik magnet; 2. Tarikan magnet yang lebih besar pasti lebih kuat dari tarikan magnet yang kecil; 3. Semua logam dapat ditarik magnet.Miskonsepsi tertinggi terdapat pada konsep tarikan magnet yang lebih besar pasti lebih kuat dari tarikan magnet yang kecil. Diharapkan hasil dari penelitian ini dapat dijadikan referensi untuk mencari solusi dalam menurunkan kuantitas siswa yang miskonsepsik hususnya pada materi magnet

    Pengembangan Buku Petunjuk Praktikum Fisika: Pengujian Jenis Kawat Konduktor Komersial

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan buku petunjuk praktikum fisika pengujian jenis kawat konduktor komersial serta mengetahui kelayakan dan respon mahasiswa terhadap buku petunjuk praktikum fisika pengujian jenis kawat konduktor komersial. Rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan atau R & D (Research and Development) yang dimodifikasi dari Sugiyono. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Fisika STKIP Singkawang dengan mahasiswa program studi Pendidikan Fisika dan dosen pengampu mata kuliah listrik magnet sebagai subyek penelitian. Hasil penelitian menunjukkan buku petunjuk praktikum fisika pengujian jenis kawat konduktor komersial yang dihasilkan memiliki kriteria “Sangat Layak” berdasarkan penilaian dari ahli materi dengan persentase mencapai 90,00%, penilaian dari ahli media dengan persentase mencapai 95,00%, dan penilaian akhir dosen pengampu mata kuliah listrik magnet dengan persentase mencapai 86,76%. Buku petunjuk praktikum fisika mendapat respon “Sangat baik” dari mahasiswa dengan persentase mencapai 76% pada uji coba terbatas I dan mencapai 80% pada uji coba terbatas II

    Analisis Sebaran Butiran Agregat Tanah, Sebaran Butir Primer Tanah, dan Permeabilitas Tanah Pada Pabrik Teh

    Get PDF
    Proses pembentukan tanah dimulai dari hasil pelapukan batuan induk (regolit) menjadi bahan induk tanah, diikuti oleh proses pencampuran bahan organik yaitu sisa-sisa tumbuhan yang dilapuk oleh mikroorganisme dengan bahan mineral dipermukaan tanah, pembentukan struktur tanah, pemindahan bahan-bahan tanah dari bagian atas ke bagian bawah dan berbagai proses lain, sehingga apabila kita menggali lubang pada tanah maka akan terlihat lapisan-lapisan tanah yang berbeda sifat fisik, kimia, dan biologinya, lapisan-lapisan inilah yang disebut dengan horizon tanah yang terbentuk dari mineral anorganik akar. Tumbuhan teh merupakan salah satu sumber daya alam yang dihasilkan dari pengolahan pucuk (daun muda) tanaman teh, Produksi pengolahan teh hitam di PT. Pagilaran menggunakan sistem pengolahan orthodox rotorvane. Pembuangan limbah teh yang telah diproduksi dalam PT.Pagilaran beruba cairan yang dibuang didalam tanah. Penelitian ini bermaksud mengkaji sebaran butiran agregat tanah yang dihasilkan adalah tanah berpasir dengan presentasi sebesar 59,34%, sebaran butir primer tanah dengan presentase lempung dan lanau sebesar 40,66%, pasir 59,34%, dan kerikil 0,00%  karena ukuran butiran tidak lengkap dan hal itu menyebabkan butiran-butiran yang ada tidak saling mengisi dan menyebabkan adanya rongga, dan permeabilitas tanah tersebut termasuk dalam tanah pasir kelanauan hasil pembuangan pengolahan teh di PT.Pagilaran

    Identifikasi Hasil Belajar Ranah Kognitif Siswa Pada Materi Fluida Statis

    Get PDF
    Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran tentang hasil belajar ranah kognitif siswa pada materi fluida statis. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dan sampel telah diambil dengan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel 26 orang siswa di salah satu Madrasah Aliyah di kota Singkawang. Untuk mencapai tujuan tersebut, siswa telah mengisi pertanyaan tentang materi fluida statis dalam tes berbentuk pilihan ganda. Hasil penelitian ini adalah deskripsi kuantitatif tentang hasil belajar ranah kognitif siswa pada materi fluida statis. Kategori kemampuan hasil belajar ranah kognitif diadaptasi dari kategorin-gain. Hasil belajar ranah kognitif yang diteliti yaitu mengingat, memahami dan menerapkan. Hasil penelitian menyatakan bahwa kemampuan hasil belajar ranah kognitif siswa pada materi fluida statis berkategori sedang dengan persentase sebesar 62%. Kemampuan aspek mengingat siswa sebesar 67% dengan kategori sedang, kemampuan aspek memahami siswa sebesar 73% dengan kategori tinggi dan kemampuan aspek menerapkan siswa sebesar 47% dengan kategori sedang.Hasil penelitian ini bisa menjadi referensi bagi peneliti masa depan untuk meningkatkan hasil belajar ranah kognitif pada siswa

    The Three Tier-Test untuk Mengungkap Kuantitas Siswa Yang Miskonsepsi Pada Konsep Gaya Pegas

    Get PDF
    Sebelum memasuki ruang pembelajaran para siswa telah memiliki konsep masing-masing mengenai fisika. Konsep tersebut berasal dari interaksi siswa dengan lingkungan. Konsep awal yang dimiliki siswa tersebut sering kali mengalami miskonsepsi atau tidak cocok dengan konsep yang dimiliki oleh fisikawan.Faktor lain yang menyebabkan siswa mengalami miskonsepsi adalah  proses pembelajaran yang dilakukan masih berfokus pada hafalan dan rumus sehingga pada saat siswa diberikan bentuk soal mengenai penguasaan konsep, siswa mengalami kesulitan. Berhasil atau tidaknya siswa dalam  mempelajari fisika sangat ditentukan oleh penguasaan konsep yang dimiliki. Penguasaan konsep yang kurang dapat menyebabkan siswa mengalami miskonsepsi. Miskonsepsi adalah suatu konsep yang tidak sesuai atau konsep yang salah dengan pengertian ilmiah dengan para ahli. Konsep yang salah atau tidak sesuai yaitu konsep yang bertentangan dengan konsepsi para fisikawan.Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran mengenai kuantitas siswa yang miskonsepsi pada konsep gaya pegas. Penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan teknik purposive sampling. Siswa diwajibkan untuk menjawab soal (dalam bentuk three tier-test) tentang konsep gaya pegas pada lembar jawaban, kemudian lembar jawaban siswa dianalisis. Terdapat dua sub  konsep distribusi miskonsepsi pada materi Gaya Pegas yaitu; 1. Pada susunan pegas seri gaya terbesar terjadi pada pegas yang dekat dengan beban; 2. Gaya yang bekerja pada masing-masing pegas paralel sama dengan gaya yang diberikan dimana . Hasilnya menunjukkan bahwa persentase kuantitas siswa yang miskonsepsi yang terjadi pada kedua  konsep adalah sama. Dengan adanya penelitian ini diharapkan pada penelitian selanjutnya dapat memberikan solusi untuk mereduksi kuantitas siswa yang miskonsepsi pada materi gaya pegas.

    Pemanfaatan Kulit Singkong Sebagai Bahan Baku Karbon Aktif

    Get PDF
    Karbon aktif merupakan produk dari proses aktivasi karbon yang kemampuan penyerapannya lebih tinggi dan memiliki kegunaan lebih banyak daripada karbon biasa. Karbon aktif dapat mengadsorpsi gas dan senyawa-senyawa kimia tertentu atau sifat adsorpsinya selektif, tergantung pada besar atau volume pori-pori dan luas permukaan. Karbon aktif dapat dibuat dari karbon kulit singkong dengan cara dikarbonisasi untuk menghasilkan karbon pada suhu 2000C, 3000C, 4000C, 5000C, dan 6000C. Selanjutnya karbon diaktivasi secara kimia dengan larutan asam fosfat. Proses aktivasi kimia karbon kulit singkong dilakukan dengan merendam karbon kulit singkong dalam larutan H3PO4  2,5% selama 24 jam. Karbon aktif yang dihasilkan memenuhi standar (SNI) 06–3730-1995 dengan hasil pengujian  kadar air antara 4,5% - 13% dimana standar SNI maksimum 15% dan kadar abu antara 1,5%-7,5% dimana standar SNI maksimum 10%, dan dan daya serap iodium antara 2.533,78 mg/g - 2.537,71mg/g dimana standar SNI maksimum 750 mg/g.

    254

    full texts

    254

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    JIPF (Jurnal Ilmu Pendidikan Fisika)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇