141 research outputs found

    KEBIJAKAN LAYANAN PADA PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA BAGI PENYANDANG DISABILITAS YANG DUDUK DI KURSI RODA

    Full text link
    Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) merupakan salah satu universitas yang mempelopori pendidikan inklusi di Indonesia yang menerima mahasiswa berkebutuhan khusus termasuk mahasiswa dengan hambatan fisik, hambatan penglihatan, hambatan emosi, dan hambatan berbicara. Untuk menunjang kegiatan belajar mengajar para mahasiswa berkebutuhan khusus tersebut, UPI perlu memperhatikan dan menyediakan fasilitas belajar yang mendukung aksesibilitas mahasiswa difabel yang diantaranya merupakan tugas perpustakaan untuk menyediakan fasilitas yang diperlukan. Seluruh mahasiswa UPI secara otomatis menjadi anggota perpustakaan dan berhak memanfaatkan koleksi perpustakaan termasuk tidak terkecuali mahasiswa difabel. Dalam Renstra UPI 2016-2020, perpustakaan sebagai penunjang akademik belum mendapat porsi dalam hal fasilitas fisik, akses masuk menuju ke perpustakaan serta layanan informasi bagi mahasiswa difabel. Melihat fenomena ini, permasalahan pokok yang dikaji dalam penelitian ini dirumuskan sebagai “Bagaimanakah kebijakan  layanan perpustakaan bagi penyandang disabilitas pada Perpustakaan UPI?”. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengembangkan kebijakan  layanan perpustakaan bagi penyandang disabilitas pada Perpustakaan UPI. Metode deskriptif digunakan dalam penelitian ini dengan pendekatan (mixed) kuantitatif dan kualitatif.  Responden dalam penelitian ini adalah mahasiswa Sekolah Pasca Sarjana program Studi Pendidikan Khusus, dan mahasiswa penyandang disabilitas sebagai informan. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa Perpustakaan Universitas Pendidikan Indonesia telah mengembangkan kebijakan layanan bagi penyandang disabilitas yang duduk di kursi roda, namun untuk ketersediaan informasi layanan, aksesibilitas menuju perpustakaan, aksesibilitas menuju/ antar ruang dalam perpustakaan, dan aksesibilitas fasilitas perpustakaan dan sarana layanan peminjaman dalam perpustakaan bagi pemustaka penyandang disabilitas yang duduk di kursi roda belum memenuhi kebutuhan penyandang disabilitas yang duduk di kursi roda

    PEMANFAATAN MEDIA SOSIAL INSTAGRAM PADA PERPUSTAKAAN PERGURUAN TINGGI

    Full text link
    Artikel ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan media sosial Instagram pada perpustakaan perguruan tinggi di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dan dokumentasi dengan mengamati langsung pada objek kajian yaitu akun Instagram perpustakaan perguruan tinggi. Terdapat tiga akun perpustakaan perguruan tinggi yang diamati oleh penulis, yaitu Perpustakaan Universitas Indonesia, Perpustakaan Universitas Gajah Mada, dan Perpustakaan Institut Teknologi Bandung. Melalui akun tersebut penulis mengambil data mengenai frekuensi penggunaan, jenis konten yang dipublikasikan, dan respon pengguna pada konten Instagram tersebut. Berdasarkan data tersebut pula dilakukan analisis SWOT guna melihat  tingkat efetif  dari penggunaan dan pemanfaatan media sosial perpustakaan. Hasil dari penelitian ini diperoleh Perpustakaan Universitas Gajah Mada menjadi perpustakaan paling aktif dari segi jumlah kiriman dibanding dua perpustakaan lainnya. Frekuensi posting Perpustakaan Universitas Gajah Mada adalah 16 hingga 17 kiriman dalam sebulan. Sedangkan, perpustakaan dengan antusiasme pengguna terbanyak ada pada Perpustakaan UI, hal ini dapat dilihat dari pengguna yang banyak bertanya dan memberikan likes pada kiriman. Pemanfaatan instagram oleh perpustakaan digunakan untuk memposting konten mengenai kegiatan/event, ucapan hari besar, serta informasi terkait perpustakaan hingga pengetahuan umum yang berguna bagi pembaca

    REPRESENTASI PERPUSTAKAAN PADA FILM DOCTOR STRANGE

    Full text link
    Film merupakan salah satu media yang di dalamnya terdapat representasi. Representasi dalam film terdiri dari berbagai hal. Salah satu hal yang dapat direpresentasikan adalah perpustakaan. Perpustakaan merupakan tempat yang menyimpan dan mengelola berbagai ilmu pengetahuan yang dapat dimanfaatkan oleh para penggunanya, mulai dari menemukan jawaban atas pertanyaan mereka, mengadakan kegiatan yang berhubungan dengan minat bakat mereka, hingga menciptakan banyak makna bersama. Penelitian ini akan berfokus pada representasi perpustakaan pada film Doctor Strange. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan semiotika dengan analisis sintagmatik dan paradigmatik. Dalam film Doctor Strange, perpustakaan direpresentasikan sebagai tempat suci yang menyimpan berbagai ilmu pengetahuan. Perpustakaan dalam film juga merupakan sumber informasi bagi para penghuni Kamar-Taj untuk meningkatkan pengetahuan mengenai ilmu sihir mereka. Ilmu pengetahuan dalam film disimbolkan sebagai kekuatan yang dimiliki oleh masing-masing individu. Perpustakaan juga direpresentasikan sebagai tempat pertarungan antara kebaikan dan kejahatan dalam memperebutkan ilmu pengetahuan

    LAYANAN REFERENSI VIRTUAL DI PERPUSTAKAAN MELALUI MEDIA SOSIAL WHATSAPP

    Full text link
    Pemanfaatan media sosial oleh perpustakaan saat ini telah banyak dilakukan dalam memberikan layanan secara virtual. WhatsApp merupakan aplikasi yang paling populer dan dimanfaatkan oleh masyarakat secara luar dalam berkomunikasi. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan wawasan dan penerapan terhadap layanan referensi melalui aplikasi WhatsApp. Penelitian ini menggunakan metode kajian empiris terhadap fenomena eksistensi perpustakaan di Indonesia saat ini. Data diperoleh dari studi pustaka dan dokumentasi melalui pengamatan secara langsung pada objek kajian lembaga perpustakaan. Hasil dari penelitian ini adalah penggunaan media sosial WhatApp pada layanan referensi di perpustakaan memiliki beberapa kelebihan yaitu tampilan user interface yang sederhana, tidak memakan penyimpanan (RAM) yang terlalu banyak, terdapat fitur panggilan suara dan panggilan video, menggunakan jaringan internet, terdapat fitur backup pesan, dan gratis. Salah satu perpustakaan yang telah memanfaatkan WhatsApp sebagai media dalam melakukan layanan referensi virtual adalah perpustakaan Universitas Diponegoro, kegiatan yang terdapat pada layanan tersebut adalah kegiatan snap and send yang berupa pengiriman gambar kepada pustakawan ketika mengalami kendala dan kegiatan pencarian referensi bagi pemustaka yang kesulitan menemukan sumber referensi yang dibutuhkan. Pemanfaatan WhatsApp sebagai media layanan referensi virtual di perpustakaan tersebut memiliki pengaruh yang cukup besar terhadap eksistensi dari sebuah perpustakaan yang merupakan pusaat penyedia informasi yang memiliki kredibilitas tinggi.Pemanfaatan media sosial oleh perpustakaan saat ini telah banyak dilakukan dalam memberikan layanan secara virtual. WhatsApp merupakan aplikasi yang paling populer dan dimanfaatkan oleh masyarakat secara luar dalam berkomunikasi. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan wawasan dan penerapan terhadap layanan referensi melalui aplikasi WhatsApp. Penelitian ini menggunakan metode kajian empiris terhadap fenomena eksistensi perpustakaan di Indonesia saat ini. Data diperoleh dari studi pustaka dan dokumentasi melalui pengamatan secara langsung pada objek kajian lembaga perpustakaan. Hasil dari penelitian ini adalah penggunaan media sosial WhatApp pada layanan referensi di perpustakaan memiliki beberapa kelebihan yaitu tampilan user interface yang sederhana, tidak memakan penyimpanan (RAM) yang terlalu banyak, terdapat fitur panggilan suara dan panggilan video, menggunakan jaringan internet, terdapat fitur backup pesan, dan gratis. Salah satu perpustakaan yang telah memanfaatkan WhatsApp sebagai media dalam melakukan layanan referensi virtual adalah perpustakaan Universitas Diponegoro, kegiatan yang terdapat pada layanan tersebut adalah kegiatan snap and send yang berupa pengiriman gambar kepada pustakawan ketika mengalami kendala dan kegiatan pencarian referensi bagi pemustaka yang kesulitan menemukan sumber referensi yang dibutuhkan. Pemanfaatan WhatsApp sebagai media layanan referensi virtual di perpustakaan tersebut memiliki pengaruh yang cukup besar terhadap eksistensi dari sebuah perpustakaan yang merupakan pusaat penyedia informasi yang memiliki kredibilitas tinggi. Kata Kunci :Layanan Referensi, Media Sosial, WhatsAp

    PEMANFAATAN BEKUPON BUKU DALAM MENINGKATKAN TINGKAT LITERASI DI MASYARAKAT GENTENG CANDIREJO SURABAYA

    Full text link
    Literasi pada dasarnya merupakan kemampuan seseorang dalam membaca, menulis, ataupun memecahkan suatu persoalan dalam kehidupan sehari-hari yang seharusnya sudah melekat pada setiap individu yang hidup dalam era keterbukaan informasi ini. Pada realitanya yang terjadi di kalangan masyarakat Indonesia khususnya, masih banyak masyarakat yang memiliki tingkat literasi rendah. Hal tersebut juga didukung oleh penelitian-penelitian Internasional yang membandingkan tingkat literasi beberapa negara dan menyatakan bahwa Indonesia termasuk dalam negara yang memiliki tingkat literasi yang rendah. Dengan adanya fenomena tersebut pemerintah berusaha untuk mengejar ketertinggalannya dalam bidang literasi dengan berbagai program seperti Taman Bacaan Masyarakat. Salah satu Taman Bacaan Masyarakat yang memiliki keunikan adalah Taman Bacaan Masyarakat Genteng Candirejo. Taman Bacaan Masyarakat Genteng Candirejo merupakan satu-satunya TBM yang memiliki program Bekupon buku. Bagaimana pemanfaatan dari bekupon buku merupakan hal yang ingin kami temukan dalam penelitian ini. Penelitian ini disajikan dalam bentuk deskriptif kuantitatif dengan Teknik pengumpulan data melalui kuesioner yang dibagikan kepada masyarakat pengguna bekupon buku di Genteng Candirejo. Hasil temuan dari penelitian ini adalah dengan adanya bekupon buku, masyarakat sekitar Genteng Candirejo tergolong dalam tipe masyarakat yang mampu menggunakan informasi dan dapat menerapkan informasi yang telah diperolehnya dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga dapat disimpulkan bahwa adanya bekupon buku membawa pengaruh positif terhadap kemampuan literasi masyarakat Genteng Candirejo walaupun tidak terlalu signifikan terlihat dalam upaya peningkatan literasi bangsa Indonesia

    SELF-IDENTIFICATION AS PREDICTOR OF PLEASURE READING AMONG STUDENTS OF UNIVERSITY-OWNED SENIOR SECONDARY SCHOOLS IN SOUTHWESTERN NIGERIA

    Full text link
    Pleasure reading seems to be a fast eroding culture among senior secondary school students in Nigeria. Previous studies focused on reading habits but with little consideration for psychological factors that affect reading. This study therefore, investigated the extent to which self–identification predicted pleasure reading among students of university-owned senior secondary schools in Southwestern Nigeria. A total of 1,054 senior secondary school two students were selected from eight university-owned schools (Federal and State) in southwestern Nigeria were involved in the study.  The instruments used were: Pleasure Reading (r = 0.74) and Students’ Self-Identification (r = 0.73) scales. Data were analysed using descriptive statistics, Pearson Product Moment Correlation and Multiple regression analysis at 0.05 level of significance. Respondents had average level of pleasure reading (23.66) and high level of self-identification (53.10). The study discovered that higher the level of self-identification, the higher the level of pleasure reading. Other determining factors could have been responsible for average level of pleasure reading since the level of self-identification is hig

    STRATEGI PEMBINAAN PERPUSTAKAAN DEWATA DESA WAGE KECAMATAN TAMAN KABUPATEN SIDOARJO

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan tahap perencanaan pada pembinaan Perpustakaan Dewata Desa Wage Kecamatan Taman Kabupaten Sidoarjo, (2) mendeskripsikan tahap pengorganisasian pada pembinaan Perpustakaan Dewata Desa Wage Kecamatan Taman Kabupaten Sidoarjo, (3) mendeskripsikan tahap pelaksanaan pada pembinaan Perpustakaan Dewata Desa Wage Kecamatan Taman Kabupaten Sidoarjo, dan (4) mendeskripsikan tahap pengawasan pada pembinaan Perpustakaan Dewata Desa Wage Kecamatan Taman Kabupaten Sidoarjo. Pendekatan dan jenis penelitian ini menggunakan kualitatif deskriptif. Pada pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara, observasi dan telaah dokumen. Berdasarkan dari hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut, (1) Tahap perencanaan Perpustakaan Dewata terdiri dari (a) laporan kegiatan tahunan, (b) keterkaitan visi dan misi, (c) keterlibatan pihak Perpustakaan Dewata, dan (d) perencanaan pembinaan perpustakaan  berbasis kegiatan, (2) Tahap pengorganisasian terdapat (a) struktur organisasi Perpustakaan Dewata (b) pembagian wewenang dan tanggung jawab, serta (c) pengalokasian sumber daya manusia, (3) Tahap pelaksanaan terdiri dari (a) kepemimpinan dan (b) tata kerja yang harus dijalankan, sehingga pelaksanaan pembinaan dapat berjalan sesuai tujuan yang telah ditetapkan, dan (4) Tahap pengawasan tediri dari (a) pengawasan internal dari Kepala Perpustakaan Dewata dan (b) pengawasan eksternal dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sidoarjo

    STRATEGIES TO FOSTER READING INTEREST THROUGH EMERGENT LITERACY AT TAMAN PENGEMBANGAN ANAK MAKARA

    Full text link
    This research discusses the strategies to foster reading interest for children at early age at Taman Pengembangan Anak Makara, Universitas Indonesia that is compatible with emergent literacy implemented by effective early childhood teachers. The purpose of this study is to improve the strategy of basic literacy in order to increase reading interest in early childhood in day care centers. This research uses qualitative approach with case study method. The informants were vice coordinators of TPAM, facilitators and co-facilitators, and parents of students. The result shows that the efforts are infusing literacy introduction to children's language development, using interesting media when telling stories, reading books to children before bedtime, teaching children to love books, delivering books creatively and effectively, and providing training to the facilitators in TPAM. It was concluded that emergent literacy in TPAM emphasizes a child-oriented pattern. In essence, children can maximize their potential to have better literacy. The recommendation is that TPAM needs to give more training for the facilitators, add more varied books, and improve books related activities

    PERSEPSI NARAPIDANA LAPAS KELAS IIA AMBARAWA TERHADAP LAYANAN PERPUSTAKAAN KELILING

    Full text link
    Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi narapidana Lapas Kelas IIA Ambarawa terhadap layanan perpustakaan keliling Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Semarang dengan menggunakan dimensi pengukuran yang meliputi Affect of Service, Information Control, dan Library as Place. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif studi kasus. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling. Terdapat lima responden yang memenuhi kriteria informan. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Pengolahan data dilakukan dengan mengumpulkan data lalu membuat transkrip, mengelompokkan, kemudian membuat analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam dimensi Affect of Service, pustakawan dapat memahami keinginan pemustaka, pustakawan sudah memberikan perhatian yang sungguh-sungguh, pustakawan bersedia membantu pemustaka, pemustaka belum puas terhadap ketanggapan petugas dalam memberikan bantuan, pustakawan sudah ramah, petugas sudah dapat dipercaya, waktu layanan sudah sesuai jadwal, pustakawan mampu menjawab pertanyaan yang diajukan pemustaka. Sedangkan dalam dimensi Information Control, koleksi yang tersedia dianggap sudah mencakup berbagai subjek ilmu pengetahuan; pemustaka cukup mudah dalam mengakses informasi, namun waktu yang dibutuhkan untuk menemukan informasi belum relatif cepat, hambatan dalam mengakses informasi adalah penataan buku yang kurang rapi dan tidak tersedianya katalog. Untuk dimensi Library as Place, kondisi fisik mobil perpustakaan keliling dirasa sudah cukup, lokasi parkir layanan perpustakaan keliling sudah tepat, ruangan sudah terjaga kebersihannya namun penataan buku kurang rapi

    REPRESENTASI PERPUSTAKAAN DALAM SERIAL ANIMASI AVATAR: THE LAST AIRBENDER

    Full text link
    Film merupakan salah satu media representasi yang dapat menggambarkan sesuatu, termasuk perpustakaan. Mengkaji representasi perpustakaan dalam media seperti film menjadi penting untuk dapat mengetahui konsep perpustakaan yang berada dalam pikiran masyarakat. Artikel ini membahas representasi perpustakaan dalam serial animasi Avatar: The Last Airbender dengan menunjukkan fungsi dan komponen perpustakaan yang digambarkan dalam serial animasi tersebut.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode semiotik Roland Barthes yaitu hubungan analisis sintagmatik dan paradigmatik untuk melihat unsur naratif, seperti alur, tokoh, dan latar. Data diperoleh dari kalimat-kalimat dialog dan adegan yang menunjukkan serta menggambarkan perpustakaan. Unit analisis yang digunakan adalah satuan teks atau sekuen. Perpustakaan direpresentasikan sebagai sebuah gedung yang memiliki fungsi untuk menyimpan koleksi dengan nilai informasi yang penting. Komponen perpustakaan yang muncul dalam representasi adalah pengguna, koleksi, sarana dan prasarana. Komponen pustakawan dan dana tidak tampil dalam representasi.Hilangnya komponen pustakawan dalam representasi menggambarkan bahwa peran pustakawan masih dianggap kurang penting dalam masyarakat. Representasi yang paling menonjol adalah perpustakaan yang digambarkan sebagai gudang ilmu pengetahuan. Representasi juga menunjukkan bahwa informasi merupakan aset yang sangat penting untuk dilindungi

    134

    full texts

    141

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Edulib
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇